Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

POTENSI ANTINOCICEPTIF EKSTRAK ETANOL DAUN WARU (HIBISCUS TILIACEUS L.) SECARA IN VIVO Hesturini, Rosa Juwita; Sari PDW, Kumala; Wahyuni, Dwi
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 2 (2024): November 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56710/jpb.v4i2.120

Abstract

Latar Belakang: Non Steroid Anti Inflammatory Drugs (NSAID) merupakan pilihan terapi mengatasi nyeri, yang dalam jangka panjang penggunaannya dapat memunculkan efek samping yang tidak diinginkan berupa gangguan pada lambung hingga kerusakan pada hepar. Dengan demikian, pemilihan obat analgetika dengan efek samping semininim mungkin tidak hentinya dicari dengan eksplorasi tanaman obat. Salah satu tanaman berpotensi sebagai alternatif antinociceptif adalah daun waru (Hibiscus tiliaceus L.). Tujuan: Evaluasi efektifitas antinociceptif ekstrak etanol daun waru pada mencit putih jantan. Metode: Penelitian melibatkan 25 ekor mencit dibagi ke dalam 5 kelompok. Setiap kelompok diberikan suspensi uji yaitu CMC-Na 0,5% sebagai kontrol negatif, parasetamol 500 mg/kgBB sebagai kontrol positif, dan ekstrak etanol daun waru dalam variasi dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB. Mencit diuji di atas hot plate pada suhu 55°C, diamati respons terhadap panas setiap 15 menit selama 1 jam setelah pemberian suspensi uji. Hasil: Ekstrak daun waru mengandung senyawa alkaloid, saponin, flavonoid, dan steroid. Uji efektivitas antinociceptif ekstrak etanol daun waru pada dosis 100 mg/kgBB, 200 mg/kgBB, dan 300 mg/kgBB menunjukkan efektivitas antinociceptif dengan persentase daya antinociceptif berturut-turut sebesar 47%, 54%, dan 62%. Simpulan: Aktivitas antinociceptive terbaik ditunjukkan pada dosis 300 mg/kgBB pada hewan uji
Korelasi Kadar Total Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Polar Kelopak Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) Sari, Fita; Hidayatul, Fathul; Sariwati, Atmira; Wahyuni, Dwi; Hesturini, Rosa Juwita
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13205

Abstract

Senyawa metabolit sekunder rosella memiliki manfaat kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Rosella digunakan sebagai bahan minuman kesehatan, karena senyawa aktifnya seperti antosianin, polisakarida, dan flavonoid. Flavonoid dalam rosella diduga memiliki aktivitas antioksidan dalam menangkal radikal bebas penyebab penyakit. Penelitian ini bertujuan melihat profil fitokimia ekstrak dan fraksi polar kelopak rosella dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan dilanjutkan menguji kadar total flavonoid serta aktivitas antioksidan dengan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Studi ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif, untuk mendeteksi profil fitokimia dari ekstrak dan fraksi kelopak rosella dilanjutkan uji kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya senyawa flavonoid, ditandai bercak warna biru pada plat KLT, (2) uji kadar total flavonoid dari ekstrak menunjukkan sebesar 139,4321 ppm sedangkan fraksi polar 204,8334 ppm, (3) uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak rosella memiliki aktivitas lemah dengan nilai IC50 sebesar 656,4775 ppm, sedangkan fraksi lebih kuat dengan nilai IC50 sebesar 110,1132 ppm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi polar kelopak rosella diduga memiliki senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan namun fraksi lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol kelopak rosella.
Formulasi dan Uji Stabilitas Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Seledri (Apium graveolens L.) dengan Variasi Konsentrasi Polivinil Alkohol (PVA) Pramasari, Nadia; Marcelina, Ananda; Shoviantari, Fenita; Hayati, Rachma Nur; Hesturini, Rosa Juwita; Anjani, Ade Giriayu
MPI (Media Pharmaceutica Indonesiana) Vol. 7 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/mpi.v7i1.7424

Abstract

Seledri (Apium graveolens L.) memiliki kandungan flavonoid, saponin dan tanin yang memiliki aktivitas antibakteri pada Cutibacterium acnes. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan manfaat seledri dalam bentuk masker gel peel-off dengan konsentrasi polivinil alkohol (PVA) sebagai lapisan film sebesar 4%, 7%, dan 10%, serta mengetahui hasil uji mutu fisik dan uji stabilitas menggunakan metode cycling test dengan suhu ± 4°C dan ± 40°C selama 3 siklus. Analisis data hasil uji stabilitas diolah menggunakan uji One Way ANOVA. Hasil uji mutu fisik menunjukan bahwa masker gel peel-off ekstrak seledri dengan variasi konsentrasi PVA memiliki perbedaan pada hasil uji organoleptis, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji waktu mengering. Hasil uji stabilitas menunjukkan bahwa ketiga formula masker gel peel-off ekstrak seledri stabil selama pengujian. Konsentrasi PVA yang menunjukkan hasil paling baik yaitu PVA 10% dengan bentuk sangat kental, pH 5,42 ± 0,02, daya sebar 5,16 ± 0,03 cm, daya lekat 5,23 ± 0,06 detik, dan waktu mengering 18,0 ± 1,0 menit. Celery (Apium graveolens L.) contains flavonoids, saponins and tannins which have antibacterial activity against Cutibacterium acnes. This study aims to develop the benefits of celery in the form of a peel-off gel mask with a concentration of polyvinyl alcohol (PVA) as a film layer of 4%, 7%, and 10%, also determining the results of physical quality and stability tests using the cycling test method with temperatures of ± 4°C and ± 40°C for 3 cycles. Analysis of stability test data was processed using the One-Way ANOVA test. The results of the physical quality test showed that the celery extract peel-off gel mask with variations in PVA concentration had differences in the results of organoleptic, pH, spreadability, adhesion and drying time tests. The stability test results showed that the three celerys extract peel-off gel mask formulas were stable during testing. The PVA concentration that showed the best results was 10% PVA with a very thick form, pH 5.42 ± 0.02, spreadability 5.16 ± 0.03 cm, adhesiveness 5.23 ± 0.06 seconds, and drying time 18.0 ± 1.0 minutes. Submitted: 27-03-2025, Revised: 26-05-2025, Accepted: 03-06-2025, Published regularly: June 2025
Korelasi Kadar Total Flavonoid Ekstrak dan Fraksi Polar Kelopak Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Aktivitas Antioksidan dengan Metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) Sari, Fita; Hidayatul, Fathul; Sariwati, Atmira; Wahyuni, Dwi; Hesturini, Rosa Juwita
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.13205

Abstract

Senyawa metabolit sekunder rosella memiliki manfaat kesehatan, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Rosella digunakan sebagai bahan minuman kesehatan, karena senyawa aktifnya seperti antosianin, polisakarida, dan flavonoid. Flavonoid dalam rosella diduga memiliki aktivitas antioksidan dalam menangkal radikal bebas penyebab penyakit. Penelitian ini bertujuan melihat profil fitokimia ekstrak dan fraksi polar kelopak rosella dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT) dan dilanjutkan menguji kadar total flavonoid serta aktivitas antioksidan dengan DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Studi ini merupakan penelitian kualitatif dan kuantitatif, untuk mendeteksi profil fitokimia dari ekstrak dan fraksi kelopak rosella dilanjutkan uji kadar total flavonoid dan aktivitas antioksidan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) adanya senyawa flavonoid, ditandai bercak warna biru pada plat KLT, (2) uji kadar total flavonoid dari ekstrak menunjukkan sebesar 139,4321 ppm sedangkan fraksi polar 204,8334 ppm, (3) uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak rosella memiliki aktivitas lemah dengan nilai IC50 sebesar 656,4775 ppm, sedangkan fraksi lebih kuat dengan nilai IC50 sebesar 110,1132 ppm. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol dan fraksi polar kelopak rosella diduga memiliki senyawa flavonoid yang berperan sebagai antioksidan namun fraksi lebih kuat dibandingkan dengan ekstrak etanol kelopak rosella.
POTENSI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SRIKAYA (Annona squamosa) TERFERMENTASI BAKTERI ENDOGEN ASAM LAKTAT TERHADAP Staphylococcus aureus Hesturini, Rosa Juwita; Erlina, Dewi Venda; Rizkiawati, Dini; Basuki, Dewy Resty; Hardini, Pri
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 4 No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Tanaman srikaya (Annona squamosa) adalah salah satu tanaman pilihan karena adanya kandungan flavonoid, terpenoid dan alkaloid yang diduga memiliki aktivitas secara mikrobiologi (Manoi dan balittro, 2009). Proses fermentasi menggunakan bakteri yang berasal dari bakteri asam laktat (BAL) terbukti dapat menghambat bakteri patogen, menurunkan pH, dan menghasilkan senyawa antibakteri dengan cara mengubah gula menjadi sejumlah asam organik. Tujuan: Untuk mengetahui zona hambat ekstrak daun srikaya yang telah difermentasi asam laktat melawan bakteri patogen Staphylococcus aureus dibandingkan dengan ekstrak tanpa fermentasi. Metode: Terdiri dari tiga tahapan yaitu pertama ekstraksi maserasi daun srikaya. Tahap kedua yaitu pembuatan fermentasi asam laktat dengan menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus 10% (v/v) pada ekstrak dengan konsentrasi 100% (b/v), 75% (b/v), dan 50% (b/v). Tahap ketiga yaitu uji antibiotik dengan metode difusi cara sumuran. Hasil: Perbedaan secara bermakna ditunjukkan pada uji Anova nilai Sig. < 0,05. Dilanjutkan dengan Uji Post Hoc menunjukkan adanya perbedaan yang bermakna antara ekstrak fermentasi 80% dengan semua kelompok perlakuan dengan nilai Sig. < 0,05. Simpulan: Ekstrak daun srikaya terfermentasi bakteri asam laktat memiliki aktivitas antibakteri lebih optimal dibandingkan dengan ekstrak daun srikaya tanpa fermentasi BAL dengan persentase peningkatan 25%.
ANALGESIC POTENTIAL OF ETHANOL EXTRACT OF KETAPANG LEAVES (Terminalia catappa L.) ON MICE USING THE HOTPLATE METHOD Hesturini, Rosa Juwita; Anjani, Ade Giriayu; Briandini Dwi Astuti; Afdyta Doria Bilhis
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 5 No 2 (2025): November 2025
Publisher : FACULTY OF PHARMACY, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Pain is a sensory experience from tissue damage that can occur over a certain duration. Pain management is generally carried out by administering analgesic drugs. Ketapang leaves have potential as a natural analgesic alternative. Objective: To evaluate the analgesic activity of ketapang leaf extract in male white mice. Methods: A total of 15 mice were divided into five groups: 0.5% Na CMC as a negative group, a positive control Asetil salisilat acid 500 mg/KgBW, and three treatment groups given sampel at doses of 300 mg/KgBW, 400 mg/KgBW, and 500 mg/KgBW. The analgesic test was conducted using the hot plate methog, and the mice's response to heat stimulus was observed for 60 minutes after oral suspension administration. Results: Extract at various doses significantly increased the latency period of the mice compared to the negative control group. The highest latency period was shown by the 500 mg/KgBW dose, which was 9.39 seconds. This suspected activity is due to the content of flavonoid, alkaloid, saponin, and steroid compounds, which may blockade of the cyclooxygenase pathway. Conclusion: The extract of ketapang leaves possesses analgesic percentages of 33%, 36%, and 55%, respectively. The most effective dose was 500 mg/KgBW, with an analgesic percentage of 55%.