Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Potensi Analgesik Ekstrak Etanol Kulit Dan Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix D.C.) Dan Pengamatan Makroskopis Lambung Tikus Rosa Juwita Hesturini; Dewy Resty Basuki; Pri Hardini
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48144/jiks.v16i2.1552

Abstract

Kulit jeruk purut dan daun jeruk purut (Citrus hystrix D.C) memiliki beberapa kandungan senyawa kimia seperti tanin, saponin, alkaloid, terpenoid, triterpenoid lupeol serta flavonoid. Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki aktivitas farmakologis secara luas karena bioaktivitasnya seperti analgesik, antiinflamasi dan antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas analgetik pada ekstrak etanol kulit dan daun jeruk purut yang tidak menimbulkan iritasi pada lambung tikus secara makroskopis atau aman terhadap lambung. Uji aktivitas analgesik writhing test dengan induksi asam asetat 0,7% dilakukan pada 8 kelompok hewan uji yaitu kelompok kontrol negatif CMC-Na 0,5%, kelompok kontrol positif asetosal 500 mg, kelompok 3, 4 dan 5 perlakuan ekstrak daun jeruk purut dosis 100, 200 dan 300 mg/kgBB, dan kelompok 6, 7 dan 8 perlakuan ekstrak kulit jeruk purut dosis 300, 400, 500 mg/kgBB. Uji keamanan lambung dilakukan setelah perlakuan selama 7 hari secara pengamatan makroskopis. Hasil dan kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit dosis 400 mg/kgBB dan daun jeruk purut 300 mg/kgBB memiliki aktivitas sebagai analgesik sebanding dengan asetosal (p>0,05) dengan gambaran makroskopik lambung tidak ditemukan iritasi dan normal dengan total skoring 2
Potensi Analgetika Ekstrak Etanol Daun Bawang Prei (Allium ampeloprasum) Pada Mencit Dengan Metode Writhing Test Rosa Juwita Hesturini; Retno Sofia Sukma Rahayu; Feny Oktaviana; Krisna Kharisma Pertiwi
JIFS: JURNAL ILMIAH FARMASI SIMPLISIA Vol. 2 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Jurusan Farmasi, Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun bawang prei (Allium ampeloprosum) merupakan jenis bawang ketiga yang luas dikonsumsi dan juga telah dikenal oleh masyarakat luas sebagai bahan masakan. Kandungan daun bawang prei dari hasil skrining dan KLT antara lain flavonoid, polifenol, tanin, dan saponin. Nyeri merupakan persepsi sensorik mengganggu yang dapat ditangani dengan analgetika. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas analgetika pada daun bawang prei pada mencit jantan (Mus musculus) menggunakan metode writhing test ditandai dengan penarikan kedua kaki ke belakang serta menempelkan perut ke lantai. Pengamatan dilakukan selama 30 menit, sebagai kontrol positif digunakan asetosal 500 mg/kg BB yang diinduksi dengan asam asetat 1% secara intraperitoneal sebanyak 0,1 ml. Rute pemberian ekstrak etanol daun bawang prei (Allium ampeloprosum) secara oral dengan dosis 100 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 400 mg/kg BB yang disuspensikan dalam CMC-Na 0,5%. Data yang diperoleh dengan menggunakan analysis of varian (ANOVA) satu arah adalah (sig <0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun bawang prei mempunyai efek sebagai analgesik. Persentase daya analgesik asetosal, dosis 100 mg/kg BB, dosis 200 mg/kg BB, dosis 400 mg/kg BB adalah 70,72 %, 44,34 %, 60,28 %, 65,21 %. Dan dapat disimpulkan bahwa dosis paling efektif adalah 200 mg/kg BB dinyatakan sebanding dengan asetosal dengan Sig. 0.085.
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK ETANOL HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis Annisa Diyan Meitasari; Rosa Juwita Hesturini; Infika Indriana
Jurnal Farmasindo Vol 5 No 2 (2021): Desember
Publisher : Program Studi D3 Farmasi Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Purslane is a plant that is empirically used in medicine, one of the benefits is that can inhibit the growth of bacteria. The study aimed to identify the obstruent extract ethanol herbaceous purslane (Portulaca oleracea L.) against Staphylococcus bacteria epidermidis. Extraction of herbaceous purslane using maceration method with 96% ethanol solvent for five day. Bacterial inhibition test was carried out using the disc diffusion method with variantions concentration extract of purslane herbaceous 25%, 50%, and 75%. The Results of the inhibition test of purslane herbaceous ethanol showed that purslane herbaceous extract could inhibit Staphylococcus epidermidis bacteria. At a concentration of 25% (10,0), 50% (11,0), and 75% (11,5) with positive control chloramfenicol (22,2). From the results of the inhibition test of the both extract ethanol herbaceous purslane, the concentration was resistent to Staphylococcus epidermidis bacteria.
Physicochemical and Pharmacokinetic Property Prediction of Substances in Centella asiatica using pkCSM: Prospects for the Creation of Therapeutic Formulations from Plant Isolates Faisal Akhmal Muslikh; Fendy Prasetyawan; Rosa Juwita Hesturini; Fita Sari; Anis Akhwan Dhafin; Muhammad Alviyan Shutiawan; Elsa Mahardika Putri; Okky Intan Mawarni
International Journal of Global Sustainable Research Vol. 1 No. 3 (2023): November 2023
Publisher : MultiTech Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59890/ijgsr.v1i3.892

Abstract

Indonesia is a megabiodiversity country with the second-largest abundance of biodiversity in the world. Centella asiatica (CA) is an important medicinal herb used in various countries in the world. It is known to have good pharmacological activity, but more scientific data is still needed to justify its increasing use, especially regarding its pharmacokinetics and safety. The aim of the research was to predict the physicochemical and pharmacokinetic properties of the compounds contained in CA. The compound content was obtained from journal references that collected information from Dr. Duke's Phytochemical and Ethnobotanical Database, then each compound was subjected to physicochemical and pharmacokinetic analysis using a web tool. The results show that the compounds quercetin and kaempferol are compounds that have good physicochemical and pharmacokinetic properties compared to other compounds contained in CA.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Dandang Gendis (Clinacanthus nutans (Burm F) Lindau) Terhadap Daya Analgetik Dan Gambaran Makroskopis Lambung Mencit Maria Happy Christian Klau; Rosa Juwita Hesturini
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52216/jfsi.v4i1.59

Abstract

Dandang gendis (Clinacanthus nutans (Burm f.) Lindau) is one of the plants used for as medication for various type of illness. One of its uses is as an analgesic drug. This study aims to determine the effect of dandang gendis leaf extract on the analgesic activity and macroscopic image of the stomach of white rats. This research was conducted using a completely randomized unidirectional pattern. The creature used as treatment subjects were separated into five groups consists of five individual each: group I as negative control rats who were only given 1% Na-CMC equivalent, group II as positive control was given acetosal 500mg / KgBB, group III was given extract treatment with a dose of 450mg / KgBB, group IV was treated with the extract at a dose of 500mg / KgBB, group V was given an extract treatment at a dose of 550mg / KgBB. All groups were given acetic acid induction as a mediator of pain. The results showed that the ethanol extract of Dandang Gendis leaves had an analgesic effect and was safe to use as an analgesic at a dose of 500mg / KgBB.
AKTIVITAS PENURUNAN LEVEL SERUM KOLESTEROL TOTAL, PENINGKATAN KANDUNGAN TOTAL FENOLIK DAN FLAVONOID PADA EKSTRAK DAUN SRIKAYA Rosa Juwita Hesturini; Dewi Venda Erlina
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 1 No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Aterosklerosis salah satu faktor resiko penyakit kardiovaskuler dengan jumlah penderita yang semakin meningkat setiap tahunnya. Daun Srikaya (Anonna squamosa) dikenal memiliki aktivitas sebagai antikanker, antiinflamasi, antibakteri, antioksidan, dan antiaterosklerosis. Tujuan: untuk mengetahui dosis optimal yang dapat menurunkan kadar kolesterol total pada tikus hiperlipidemia, mengetahui kadar total fenolik dan flavonoid terfermentasi dan non fermentasi dari ekstrak daun srikaya. Metode: Kelompok uji dibagi menjadi 10, masing-masing terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok 1 yaitu kontrol normal, kelompok 2 yaitu kontrol negatif CMC Na 0.5 %, kelompok 3 yaitu kontrol susu fermentasi, kelompok 4 yaitu kontrol positif (simvastatin dosis 0,18 mg/200 gram BB tikus), kelompok 5, 6 dan 7 merupakan kelompok ekstrak daun srikaya dosis 100 mg/KgBB; 200 mg/KgBB dan 400mg/KgBB) kelompok 8, 9 dan 10 merupakan kelompok ekstrak daun srikaya terfermentasi dengan dosis 100 mg/KgBB; 200 mg/KgBB dan 400mg/KgBB. Hasil: Aktivitas penurunan total kolesterol ada pada dosis 400 mg/kgBB ekstrak daun srikaya terfermentasi yaitu sebesar 94,23 mg/dL. Total fenolik yang didapat pada daun srikaya fermentasi dan non fermentasi yaitu 0,9277±0.0146 dan 0.0823±0,0131, sedangkan total flavonoid pada daun srikaya fermentasi dan non fermentasi yaitu diperoleh 0.6793±0.0081 dan 1±0,014. Simpulan: aktivitas optimal ditunjukkan oleh dosis 400 mg/kgBB ekstrak daun srikaya terfermentasi yaitu sebesar 94,23 mg/dL.
AKTIVITAS ANTI-INFLAMASI FRAKSI-FRAKSI EKSTRAK ETANOL DAUN GANDARUSSA (Justicia gendarussa Burm. F) PADA TIKUS PUTIH Rosa Juwita Hesturini; Rina Herowati; Gunawan Pamudji Widodo
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 2 No 1 (2022): Juni 2022
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Salah satu tanaman potensial Indonesia yang telah diketahui kegunaannya sebagai analgetika dan anti-inflamasi dengan penggunaan secara empiris adalah Gandarusa (Justicia gendarussa). Gandarusa diketahui mengandung steroid, terpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Tujuan: Mengetahui aktivitas anti-inflamasi fraksi-fraksi ekstrak etanol gandarusa dengan penginduksi λ-karagenan. Metode: Ekstrak etanol daun gendarussa difraksinasi dengan pelarut n-heksana, etil asetat dan air. Uji anti-inflamasi dilakukan dengan induksi λ-karagenan pada bagian subplantar kaki belakang dan diamati pembengkakan dengan plestimometer. Dosis ekstrak dan fraksi daun gandarusa berturut-turut yaitu 250 mg/kgbb, 500 mg/kgbb, fraksi n-heksana 314 mg/kgbb, fraksi etil asetat 41,05 mg/kgbb dan fraksi air 144,8 mg/kgbb dengan kontrol negatif CMC 0,5% dan kontrol positif asetosal 360 mg/kgbb. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan aktivitas anti-inflamasi dimunculkan pada ekstrak etanol, fraksi n-heksana, fraksi etil asetat dan fraksi air. Fraksi etil asetat 144,8 mg/kgbb menunjukkan aktivitas anti-inflamasi yang sebanding dengan asetosal. Analisa kandungan senyawa pada penelitian sebelumnya menunjukkan adanya kandungan fitokimia aktif yaitu flavonoid, alkaloid, saponin, steroid dan tanin yang diduga bertanggung jawab sebagai anti-inflamasi dengan mekanisme yaitu merangsang biosintesis protein lipomodulin yang menghambat kerja enzimatik fosfolipase yang mempengaruhi aktivitas metabolisme enzim asam arakhidonat. Simpulan: Aktivitas optimal ditunjukkan oleh fraksi etil asetat 41,05 mg/kgbb dengan penurunan udema pada kaki tikus.
UJI AKTIVITAS ANALGETIKA EKSTRAK ETANOL DAUN KAMBOJA JEPANG (Adenium obesum) METODE WRITHING TEST Rosa Juwita Hesturini; Krisna Kharisma Pertiwi; Rachma Nurhayati
JURNAL PHARMA BHAKTA Vol 3 No 1 (2023): Mei 2023
Publisher : FAKULTAS FARMASI, INSTITUT ILMU KESEHATAN BHAKTI WIYATA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Eksplorasi potensi analgetika pada tanaman yang diketahui khasiatnya secara empiris secara kontinue dilakukan. Salah satunya adalah pada daun kamboja jepang (Adenium obesum) yang teridentifikasi memiliki kandungan senyawa alkaloid, flavonoid, tannin dan saponin. Tujuan : untuk mengetahui aktivitas analgetika dan dosis optimum pada ekstrak etanol daun kamboja jepang. Metode : Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi pelarut etanol 70% dan pengujian analgetika dilakukan dengan metode writhing test penginduksi asam asetat 1%. Kelompok perlakuan dibagi dalam 3 kelompok dosis secara berturut-turut 200 mg/kgBB, 250 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB, kelompok control negative menggunakan CMC-Na 0,5% dan kelompok kontrol positif parasetamol 500 mg/kgBB. Geliat yang muncul diamati sebagai parameter penetuan besar daya analgetika yang muncul. Hasil: Pengujian menunjukkan persentase daya analgetika kontrol positif sebesar 72,27%, dosis I sebesar 39,37%, dosis II sebesar 44,36%, dan dosis III sebesar 71,71%. Adanya aktivitas analgetika ini diduga karena adanya kandungan flavonoid dengan peran penghambatan katalisis enzim siklooksigenase. Kesimpulan : Ekstrak daun Kamboja Jepang dosis 350 mg/kgBB memiliki aktivitas analgetik yang hampir sama dengan parasetamol.
Formulasi dan Evaluasi Stabilitas Suhu yang Berbeda pada Sabun Padat Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn) Muslikh, Faisal Akhmal; Aryantini, Dyah; Sari, Fita; Hesturini, Rosa Juwita; Latarissa, Nayla Annida; Imanda'ar, Pavitra Meilina; Sya'adah, Puri Zumrotul; Reza, Putri Firdaus Shafiera; Priyantri, Risma Virgian
Journal of Islamic Pharmacy Vol 9, No 2 (2024): J. Islamic Pharm.
Publisher : Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/jip.v9i2.26897

Abstract

Daun sirih (Piper betle Linn) telah terbukti memiliki sifat antibakteri yang kuat, yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri, termasuk bakteri gram positif dan gram negatif. Mekanisme kerja antibakteri dari ekstrak daun sirih melibatkan beberapa faktor, seperti minyak atsiri, senyawa fenolik, alkaloid, dan flavonoid, yang bekerja secara sinergis untuk menghambat dan mematikan bakteri. Tujuan dari penelitian ini dilakukan untuk merancang dua formula sabun padat yang mengandung ekstrak daun sirih, kemudian dilakukan evaluasi stabilitasnya pada suhu ruang (± 25⁰C), suhu dingin (± 4-8⁰C) serta suhu panas (± 40⁰C). Hasil uji menunjukkan bahwa formula 1 (F1) dan 2 (F2) sediaan sabun padat memenuhi syarat yang ditetapkan, termasuk dalam hal bentuk, warna, aroma, kadar air, pH, dan stabilitas busa. F1 menampilkan organoleptis dengan bentuk yang tidak padat dan berwarna coklat pekat. Sementara itu, F2 menunjukkan organoleptis dengan bentuk padat, berwarna putih kehijauan, dan aroma yang khas seperti daun sirih. Uji pH menunjukkan nilai 11 untuk F1 dan 10 untuk F2. Stabilitas busa F1 mencapai rerata 80,65 ± 1,038%, 90,83 ± 2,929%, dan 93,20 ± 1,200%, sementara F2 memiliki nilai rerata 85,56 ± 8,435%, 84,98 ± 4,392%, dan 93,59 ± 2.114%. Uji kadar air menunjukkan F1 memiliki rerata 3,645 ± 0,010%, 1,761 ± 0,035%, dan 3,081 ± 0,156%, sedangkan F2 memiliki nilai sebesar 1,125 ± 0,108%, 1,310 ± 0,274%, dan 2,142 ± 0,167%. Dapat disimpulkan bahwa formula kedua dipilih karena memenuhi semua kriteria yang ditetapkan. Sabun padat dengan ekstrak daun sirih ini diharapkan dapat menjadi pilihan yang baik bagi individu yang mengutamakan kebersihan dan perlindungan kulit dari infeksi bakteri.
Skrining Fitokimia dan Formulasi Sediaan Masker Gel Peel-Off Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) Muslikh, Faisal; Aryantini, Dyah; Sari, Fita; Hesturini, Rosa Juwita; Winartiana, Winartiana; Prasetyawan, Fendy
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 8 No 1 (2024): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51817/bjp.v8i1.519

Abstract

Skin aging is a natural process influenced by intrinsic and extrinsic factors. This process often leads to various skin problems, including wrinkles, sagging, and hyperpigmentation. One of the main triggers of skin aging is oxidative stress, which produces reactive species oxygen (ROS) that can damage various components of the skin. Temulawak, locally known as Curcuma xanthorrhiza Roxb., has been traditionally used in Indonesia for various skin health conditions due to its antioxidant, antibacterial, and anti-aging properties. This research aims to create a new formula of peel-off gel mask from temulawak extract and evaluate the preparation. Two formulations were made, with the second formulation modified by adding the fragrance oleum rosae to reduce the aroma of temulawak. Evaluation was conducted through a series of tests, including The results showed differences between the two formulations, especially in the organoleptic test where Formula 2 experienced changes in color and aroma. However, other parameters were relatively similar between the two formulations. The developed peel-off gel mask has the potential to improve skin health, further research is needed to understand product acceptance by the public, using approaches such as hedonic testing. This will help in developing products that are more suitable for consumer needs and preferences.