Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Edukasi Gizi Seimbang Pada Ibu Hamil Di Praktik Mandiri: Balanced Nutrition Education For Pregnant Women At The Independent Practice tifani, Tifani Hadi Tri Wahyuni; Dwi ris Hasanah; Nurdiana Manurung; Bakara, Rizky Andriani; Emelia Apriani Tampubolon; Br Sianturi, Marta Imelda; Ristiani, Ristiani; Kahi, Yumiati Mbang
Jurnal Abdi Keperawatan dan Kedokteran Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Abdi Kesehatan dan Kedokteran
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/jakk.v4i2.108

Abstract

Nutritional problems among pregnant women remain a major public health concern in Indonesia, particularly related to anemia, low birth weight (LBW), and stunting. One of the main contributing factors is the lack of knowledge among pregnant women about the importance of consuming a balanced diet during pregnancy. This community service activity aimed to increase pregnant women’s knowledge regarding balanced nutrition through a participatory, direct educational approach. The activity was conducted in May 2025 at the Independent Midwife Practice of Deby Cyntia Yun, Medan City, involving 30 pregnant women from various trimesters. The methods used included interactive lectures, group discussions, practical menu planning simulations, and evaluations through pre- and post-tests. The results showed an increase in knowledge scores from an average of 63% to 83%, indicating a 20% improvement. Participants responded very positively, with 93% reporting increased confidence in choosing healthy foods and 100% expressing interest in participating in similar future activities. The clinic partner also welcomed the program and suggested its regular implementation.  This activity demonstrates that a communicative, contextual, and practical educational approach to balanced nutrition is effective in enhancing pregnant women’s understanding. It is hoped that similar programs can be replicated in other healthcare facilities and contribute to stunting prevention and the improvement of maternal and child health quality in the community.
Hubungan Jarak Kelahiran Dengan Kejadian Ruptur Perineum Pada Ibu Nifas Normal Di Puskesmas Benteng Indonesia Suci Qardhawijayanti; Ristiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ruptur perineum dapat terjadi dalam berbagai tingkatan keparahan, mulai dari laserasi yang ringan hingga robekan yang lebih luas yang melibatkan otot-otot sekitarnya. Pentingnya mempelajari kejadian ruptur perineum secara mendalam adalah karena dampak yang signifikan yang dapat terjadi pada ibu, baik secara fisik maupun psikologis. Penelitian ini merupakan analitik kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu nifas yang berada di Puskesmas Benteng Kabupaten Kepulauan Selayar sebanyak 63 orang. Penarikan sampel dengan cara Total Sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan secara signifikan antara jarak kelahiran dengan kejadian ruptur perineum (P<0,05).
Hubungan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri Mery Krista Simamora; Ristiani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan global yang serius, khususnya di kalangan remaja putri, yang dapat mempengaruhi kesejahteraan fisik, kognitif, dan sosial mereka. Kondisi ini terutama disebabkan oleh defisiensi zat besi, yang merupakan mineral penting untuk produksi hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi tablet Fe dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metode penelitian ini adalah survei analitik menggunakan pendekatan potong lintang untuk memahami dinamika di balik fenomena tertentu, serta untuk menganalisis keterkaitan antara variabel independen dan variabel dependen. Sebagai strategi untuk pengumpulan data, studi ini menerapkan metode total sampling, dimana semua anggota dari populasi yang ditentukan dijadikan sampel penelitian yaitu sebanyak 30 orang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan Chi-Square di dapatkan nilai p = 0,004, dimana p-value 0,004 < 0,05 yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara konsumsi tablet Fe dengan anemia.
Penyuluhan Dan Deteksi Dini Stunting Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita, Gampong Ceurih, Banda Aceh Ristiani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 3 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini, stunting pada anak masih menjadi masalah kesehatan utama di sebagian besar negara berkembang. Meski prevalensinya di dunia perlahan menurun, namun jumlah anak stunting di Indonesia masih terus meningkat. Secara khusus, angka stunting di Provinsi Aceh sebesar 31,2%. Metode pengabdian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pemberian penyuluhan yang diberikan dalam rangka meningkatkan pengetahuan, pemahaman, persepsi dan perilaku seseorang terkait stunting. Selanjutnya, deteksi dini stunting dilakukan dengan mengukur tinggi badan dan berat badan. Peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah 35 orang ibu-ibu yang membawa balita ke Puskesmas Desa Gampong Ceurih, Banda Aceh. Alat yang digunakan adalah leaflet dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan konseling mayoritas pengetahuan ibu berada pada kategori kurang paham sebesar 83% dan setelah dilakukan konseling mayoritas pengetahuan ibu berada pada kategori memahami sebesar 91%. Balita yang mengalami stunting sebanyak 34,3%. Kesimpulan : setelah diberikan konseling terjadi peningkatan pengetahuan ibu. Sehingga penting bagi tenaga kesehatan dan kader untuk berperan aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang stunting, tumbuh kembang anak sebagai upaya pencegahan stunting.
Efektivitas penerapan audit maternal perinatal surveilans responsif (AMPSR) dalam mengidentifikasi faktor risiko kematian ibu Kartikasari, Komala; Khalidah, Khalidah; Utama, Reka Julia; Fajarina, Mira; Saputra, Mahruri; Ristiani, Ristiani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1537

Abstract

Background: Maternal mortality remains a major challenge in Indonesia's health system, including in Banda Aceh. Responsive Maternal Perinatal Surveillance Audits (AMPSR) are recognized as a crucial strategy for reducing maternal mortality, but their implementation is often hampered by poor documentation quality, follow-up, and interprofessional team involvement. A Point of Care Quality Improvement (POCQI) approach is proposed to strengthen the audit's effectiveness. Purpose: To evaluate the effectiveness of the implementation of maternal perinatal audit responsive surveillance (AMPSR) in identifying risk factors for maternal mortality. Method: The study used a quasi-experimental one-group pretest-posttest design with a sample of 16 AMPSR team members at three healthcare facilities (Meuraxa Regional Hospital, Banda Aceh Women's Hospital, and Meuraxa Community Health Center). Data were collected through audit forms, compliance checklists, and POCQI questionnaires, then analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and logistic regression. Results: POCQI training significantly improved knowledge (p=0.001), practice and documentation (p=0.001), audit effectiveness (p=0.000), and perceived barriers and support (p=0.025). Multivariate analysis showed that practice and documentation were the dominant factors influencing the effectiveness of AMPSR implementation (OR=4.75; p=0.017). Conclusion: The implementation of the POCQI-based AMPSR has proven effective in strengthening the capacity of interprofessional teams and improving the quality of maternal audits. This strategy has the potential to become a sustainable approach to maternal mortality prevention in Indonesia.   Keywords: Maternal Mortality; Maternal Perinatal Surveillance Responsive Audit (AMPSR); Risk Factors.   Pendahuluan: Angka kematian ibu masih menjadi tantangan besar dalam sistem kesehatan di Indonesia, termasuk di Kota Banda Aceh. Audit Maternal Perinatal Surveilans Responsif (AMPSR) diakui sebagai strategi penting untuk menurunkan angka kematian maternal, namun pelaksanaannya sering terkendala kualitas dokumentasi, tindak lanjut, serta keterlibatan tim lintas profesi. Pendekatan Point of Care Quality Improvement (POCQI) ditawarkan untuk memperkuat efektivitas audit. Tujuan: Untuk mengevaluasi efektivitas penerapan audit maternal perinatal surveilans responsif (AMPSR) dalam mengidentifikasi faktor risiko kematian ibu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment one group pretest-posttest dengan sampel 16 anggota tim AMPSR di tiga fasilitas kesehatan (RSUD Meuraxa, RSIA Banda Aceh, dan Puskesmas Meuraxa). Data dikumpulkan melalui formulir audit, checklist kepatuhan, dan kuesioner POCQI, kemudian dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test dan regresi logistik. Hasil: Pelatihan POCQI meningkatkan secara signifikan pengetahuan (p=0.001), praktik dan dokumentasi (p=0.001), efektivitas audit (p=0.000), serta persepsi hambatan dan dukungan (p=0.025). Analisis multivariat menunjukkan bahwa praktik dan dokumentasi merupakan faktor dominan yang memengaruhi efektivitas penerapan AMPSR (OR=4.75; p=0.017). Simpulan: Penerapan AMPSR berbasis POCQI terbukti efektif dalam memperkuat kapasitas tim lintas profesi dan meningkatkan kualitas audit maternal. Strategi ini berpotensi menjadi pendekatan berkelanjutan dalam pencegahan kematian ibu di Indonesia.   Kata Kunci: Audit Maternal Perinatal Surveilans Responsif (AMPSR); Faktor Risiko; Kematian Ibu.
Hubungan penanganan atonia uteri terhadap tindakan KBI dan KBE Rizki, Hudeni; Sihaloho, Endang; Sinulingga, Yeni Friska; Daulay, Evlindari Sentani; Ristiani, Ristiani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 1 (2026): January Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i1.2286

Abstract

Background: Uterine atony is a major cause of postpartum hemorrhage, contributing significantly to maternal morbidity and mortality. Prompt and appropriate management of uterine atony, including the use of manual interventions such as Internal Bimanual Compression (IBC) and External Bimanual Compression (EBCC), is crucial for successful hemorrhage control and the prevention of further complications. However, clinical practice still finds variation in the quality of uterine atony management and the implementation of IBC and ECCC procedures. Purpose: To determine the relationship between uterine atony management and IBC and ECCC procedures. Method: This was an observational analytical study using a cross-sectional approach conducted at the Helen Tarigan Clinic, with data collected from July to November 2025. A sample of 34 women giving birth with uterine atony was selected using a total sampling technique. Data were obtained through a review of medical records and analyzed univariately and bivariately using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Results: There was a significant association between uterine atony management and IBC and IBC procedures, with a p-value of 0.032. Good uterine atony management was more frequently followed by IBC and IBC procedures than suboptimal management. Conclusion: Uterine atony management was significantly associated with IBC and IBC procedures, thus optimizing initial management plays a crucial role in controlling postpartum hemorrhage.   Keywords: Bimanual Compression; Postpartum Hemorrhage; Uterine Atony.   Pendahuluan: Atonia uteri merupakan penyebab utama perdarahan postpartum yang berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas maternal. Penanganan atonia uteri yang cepat dan tepat, termasuk penggunaan intervensi manual seperti Kompresi Bimanual Internal (KBI) dan Kompresi Bimanual Eksternal (KBE), sangat menentukan keberhasilan pengendalian perdarahan serta pencegahan komplikasi lanjutan. Namun, dalam praktik klinis masih ditemukan variasi dalam kualitas penanganan atonia uteri dan penerapan tindakan KBI serta KBE. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara penanganan atonia uteri terhadap tindakan KBI dan KBE. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional yang dilaksanakan di Klinik Helen Tarigan dengan pengumpulan data pada periode Juli hingga November 2025. Sampel berjumlah 34 ibu bersalin dengan atonia uteri yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data diperoleh melalui telaah rekam medis dan dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0.05. Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara penanganan atonia uteri dengan tindakan KBI dan KBE, dengan nilai p-value sebesar 0.032. Penanganan atonia uteri yang baik lebih banyak diikuti dengan pelaksanaan tindakan KBI dan KBE dibandingkan penanganan yang kurang optimal. Simpulan: Penanganan atonia uteri berhubungan secara signifikan dengan tindakan KBI dan KBE, sehingga optimalisasi penanganan awal berperan penting dalam pengendalian perdarahan postpartum.   Kata Kunci: Atonia Uteri; Kompresi Bimanual; Perdarahan Postpartum.
Optimalisasi pengetahuan status gizi terhadap risiko kekurangan energi kronis pada ibu hamil Sinulingga, Yeni Friska; Daulay, Evlindari Sentani; Sihaloho, Endang; Rizki, Hudeni; Ristiani, Ristiani; Dewi, Nurfatmawati; Nazara, Titin Sundari
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i12.2605

Abstract

Background: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a public health problem with serious impacts on maternal and fetal health, such as increased risk of anemia, preterm labor, and low birth weight. One of the main factors contributing to CED is pregnant women's lack of knowledge about balanced nutrition and meeting nutritional needs during pregnancy. Therefore, ongoing educational efforts are needed to improve maternal nutritional understanding. Purpose: Optimize knowledge about nutritional status and the risk of chronic energy deficiency in pregnant women. Method: This community service activity was conducted at the Soposurung Community Health Center in December 2025. Twenty pregnant women were selected as respondents based on their Upper Arm Circumference (MUAC) screening results of <23.5 cm and their willingness to participate in all activities. The objective of this activity was to provide counseling on meeting nutritional needs for the risk of chronic energy deficiency (CED) in pregnant women. The activity was implemented using an educational and participatory approach. Respondents' knowledge levels were measured using questionnaires administered before and after the educational activity (pre-test) and after the educational activity (post-test). Evaluation of knowledge improvement was assessed descriptively based on changes in nutritional knowledge and improvements in respondents' nutritional status indicators after the educational activity. Results: The level of knowledge of respondents regarding nutritional optimization for the risk of chronic energy deficiency before the educational activity was 5 (25.0%) in the good category, 8 (40.0%) in the sufficient category, and 7 (35.0%) in the poor category. There was a proportional change after the educational activities with 15 people (75.0%) in the good category, 4 people (20.0%) in the sufficient category, and 1 person (5.0%) in the less category. Conclusion: Community service activities through the optimization of nutrition education have proven effective in increasing nutritional knowledge and improving the weight status of pregnant women at risk of chronic energy deficiency (CED). Increased understanding of energy needs and balanced nutrition during pregnancy encourages changes in healthier eating behaviors and positively impacts improvements in nutritional status indicators. Suggestion: Nutrition education needs to be implemented routinely and integrated into antenatal care services, involving health workers, families, and health cadres to ensure the sustainability of behavior changes. Furthermore, regular monitoring of nutritional status and the development of more innovative and contextual educational media based on local foods are needed to increase the effectiveness of CED prevention programs for pregnant women. Keywords: Chronic energy deficiency; Balanced nutrition; Nutrition education; Pregnant women Pendahuluan: Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang berdampak serius terhadap kesehatan ibu dan janin, seperti meningkatnya risiko anemia, persalinan prematur, dan bayi berat lahir rendah. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kejadian KEK adalah rendahnya pengetahuan ibu hamil tentang gizi seimbang dan pemenuhan kebutuhan nutrisi selama kehamilan. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukatif yang berkelanjutan untuk meningkatkan pemahaman gizi ibu hamil. Tujuan: Optimalisasi pengetahuan tentang status gizi terhadap risiko kekurangan energi kronis pada ibu hamil. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Puskesmas Soposurung pada bulan Desember 2025. Melibatkan 20 orang ibu hamil untuk menjadi responden, yang dipilih berdasarkan hasil skrining Lingkar Lengan Atas (LILA) <23.5 cm dan kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sasaran dalam kegiatan ini adalah penyuluhan tentang pemenuhan kebutuhan gizi terhadap risiko mengalami kekurangan energi kronis (KEK) pada ibu hamil. Pelaksanaan kegiatan dengan pendekatan edukatif dan partisipatif. Pengukuran tingkat pengetahuan responden menggunakan kuesioner yang dilakukan sebelum kegiatan edukasi (pre-test) dan setelah kegiatan edukasi (post-test). Evaluasi peningkatan pengetahuan dinilai secara deskriptif berdasarkan perubahan pengetahuan tentang gizi dan perbaikan indikator status gizi responden setelah kegiatan edukasi. Hasil: Menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden mengenai optimalisasi gizi terhadap risiko kekurangan energi kronis sebelum kegiatan edukasi adalah sebanyak 5 orang (25.0%) dalam kategori baik, sebanyak 8 orang (40.0%) dalam kategori cukup, dan sebanyak 7 orang (35.0%) dalam kategori kurang. Terdapat perubahan secara proporsional setelah kegiatan edukasi menjadi sebanyak 15 orang (75.0%) dalam kategori baik, sebanyak 4 orang (20.0%) dalam kategori cukup, dan sebanyak 1 orang (5.0%) dalam kategori kurang. Simpulan: Kegiatan pengabdian masyarakat melalui optimalisasi edukasi gizi terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan gizi serta memperbaiki status berat badan ibu hamil yang berisiko kekurangan energi kronis (KEK). Peningkatan pemahaman mengenai kebutuhan energi dan gizi seimbang selama kehamilan mendorong perubahan perilaku makan yang lebih sehat dan berdampak positif terhadap perbaikan indikator status gizi. Saran: Edukasi gizi perlu dilaksanakan secara rutin dan terintegrasi dalam pelayanan antenatal care dengan melibatkan tenaga kesehatan, keluarga, dan kader kesehatan agar keberlanjutan perubahan perilaku dapat terjaga. Selain itu, diperlukan pemantauan status gizi secara berkala serta pengembangan media edukasi yang lebih inovatif dan kontekstual berbasis pangan lokal untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan KEK pada ibu hamil.
EDUKASI IBU NIFAS TENTANG DETEKSI DINI ATONIA UTERI DAN PENTINGNYA TINDAKAN KBI DAN KBE Rizki, Hudeni; Sihaloho, Endang; Friska Sinulingga, Yeni; Sentani Daulay, Evlindari; Ristiani, Ristiani
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 12 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i12.4913-4920

Abstract

Perdarahan postpartum masih menjadi penyebab utama kematian ibu, dengan atonia uteri sebagai faktor dominan terutama pada masa nifas awal. Rendahnya pengetahuan ibu nifas mengenai tanda bahaya perdarahan postpartum serta keterbatasan edukasi tentang penanganan awal menjadi salah satu hambatan dalam upaya pencegahan komplikasi serius. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu nifas tentang deteksi dini atonia uteri serta pentingnya tindakan kompresi bimanual internal (KBI) dan kompresi bimanual eksternal (KBE). Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Medan Sunggal pada bulan November 2025 dengan melibatkan 22 ibu nifas sebagai peserta. Metode yang digunakan berupa edukasi kesehatan melalui penyuluhan interaktif, diskusi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test untuk menilai tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang bermakna, di mana sebelum edukasi sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (45,5%) dan hanya 22,7% berada pada kategori baik. Setelah edukasi, proporsi pengetahuan baik meningkat menjadi 72,7%, sementara pengetahuan kurang menurun menjadi 4,6%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan yang terstruktur dan interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman ibu nifas mengenai deteksi dini atonia uteri dan pentingnya penanganan awal perdarahan postpartum. Kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam upaya promotif dan preventif untuk menurunkan risiko komplikasi masa nifas serta mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan ibu di tingkat primer.
The effect of nutrition education on weight gain in pregnant women with chronic energy deficiency (CED) Yeni Friska Sinulingga; Evlindari Sentani Daulay; Endang Sihaloho; Hudeni Rizki; Ristiani Ristiani
THE JOURNAL OF Mother and Child Health  Concerns Vol. 4 No. 10 (2026): January Edition
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mchc.v4i10.2292

Abstract

Background: Chronic Energy Deficiency (CED) in pregnant women remains a public health problem in Indonesia and contributes to an increased risk of pregnancy complications, low birth weight, stunting, and maternal and perinatal mortality. One effort to improve the nutritional status of pregnant women with CED is through structured and ongoing nutrition education. Purpose: This study aims to determine the effect of nutritional education on weight gain in pregnant women with Chronic Energy Deficiency (CED). Method: This study used a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The study was conducted at the Helen Tarigan Clinic from March to May 2025. A sample of 25 pregnant women with special needs was selected using a total sampling technique. The intervention, in the form of nutritional education, was provided in a structured manner through counseling and educational media. Weight data were measured before and after education, then analyzed using a paired t-test with a significance level of p < 0.05. Results: The average weight of pregnant women before nutrition education was 45.2 ± 2.8 kg and increased to 47.1 ± 2.7 kg after education. There was a difference in weight gain of 1.9 kg. The statistical test results showed a p-value of 0.001, indicating a significant effect of nutrition education on weight gain in pregnant women with CED. Conclusion: Nutrition education has a significant impact on weight gain in pregnant women with Chronic Energy Deficiency, so it is important to implement it as part of antenatal care.
The Effectiveness of Peer Education Methods in Increasing Tuberculosis Knowledge in High School Students Ferdi Riansyah; Nadia Sari; Seri Warzukni; Elvina Sari; Niswatul Khaira; Nuril Ria Alifa; Mhd. Hidayattullah; Nisrina Hanum; Reka Julia Utama; Muliana Muliana; Gadis Halizasia; Said Usman; Ristiani Ristiani; Abdul Ajiz
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 3 No. 1 (2026): Januari-April. Synergy of Research and Community Service for Community Empowerm
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ynxmqn29

Abstract

This study aimed to determine the effectiveness of the peer education method in improving tuberculosis knowledge among high school students. The problem addressed in this research was the limited understanding of tuberculosis among adolescents, which may influence prevention behavior and awareness. The study used a quantitative approach with a quasi-experimental one group pretest–posttest design. The research was conducted in February 2025 at a senior high school, involving 112 students selected using a total sampling technique. Data were collected using a structured questionnaire that measured students’ knowledge before and after the educational intervention. The intervention was delivered through peer education, where trained students provided health education sessions, group discussions, and interactive learning activities to their classmates. Data analysis was conducted using descriptive analysis to describe respondent characteristics and comparative analysis to examine changes in knowledge levels before and after the intervention. The results showed that students’ knowledge improved after receiving peer education, indicating that this method helped students better understand information related to tuberculosis. The study concludes that peer education is an effective approach for increasing adolescents’ health knowledge because it encourages active participation, comfortable communication, and better information acceptance among students.