Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PEMANFAATAN KULIT MANGGIS DALAM SEDIAAN SABUN CAIR ANTISEPTIK DI DESA CILIANG KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN Nasrul Wathoni; Tiana Milanda; Dolih Gozali; Dwi Indra Purnomo; Ine Suharyani
Dharmakarya : Jurnal Aplikasi Ipteks Untuk Masyarakat Vol 12, No 2 (2023): Juni, 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/dharmakarya.v12i2.41709

Abstract

Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) merupakan salah satu tugas Tri Dharma yaitu suatu bentuk pengabdian dosen kepada masyarakat. PPM periode Juni 2022dilakukan secara terpadu antara kegiatan Riset dan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Dosen. Kegiatan riset yang dilakukan memberikan hasil berupa pemanfaatan limbah kulit buah manggis. Kulit buah manggis mengandung Xanthone, yang bermanfaat sebagai antiseptik, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alternatif antiseptik yang dapat dibuat dengan mudah dan sederhana, salah satunya adalah bentuk sabun cair dengan zat aktif kulit manggis. Pada kegiatan PPM ini, pengetahuan masyarakat tentang cara pengolahankulit buah manggis dan pemanfaatannya dalam sabun cair antiseptik, diharapkan dapat bertambah.Setelah dilakukan penyuluhan tentang manfaatbuah manggis, kami mendapatkan hasil bahwa pengetahuan masyarakat tentang manggis dan pemanfaatannya dalam sabun antiseptik meningkat, pada pre-test dengan rata-rata jawaban benar sebanyak 78,41%, sementara pada post-test meningkat menjadi 84,72% %. Ketrampilan masyarakat untuk mengolah sabun cair antiseptik dari kulit manggis pun terlihat pada proses pembuatan dihasilkan sabun yang homogen, berbusa dan wangi.
UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN SISWA SMAN 5 CIREBON TERHADAP BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) SEBAGAI MINUMAN KESEHATAN Falya, Yuniarti; Sindy Putri Pratama, Sindy Putri; Liu, Lili Diana; Syafiq, Muhammad Firas; Mulyani, Ayu; Suharyani, Ine
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i1.1440

Abstract

Bunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki banyak manfaat dan tanamannya dapat dibudidayakan di sekitar pekarangan rumah untuk pengobatan tradisional dikarenakan tanaman ini mengandung senyawa antosianin, flavonoid, flavonol glikosida, kaemferol, quersetin, mirisetin, tannin, triterpenoid dan kandungan lainnya yang memiliki khasiat sebagai antioksidan, antibakteri, antiinflamasi, analgesic, antiparasit, antihistamin, dan meningkatkan sistem imun. Salah satu bentuk pemanfaatan bunga telang diolah sebagai minuman kesehatan. Namun, tingkat pengetahuan terhadap informasi pemanfaatan bunga telang bagi tubuh masih belum banyak diketahui oleh siswa/siswi SMA. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan terkait bunga telang, meningkatkan pengetahuan siswa/siswi  kelas X SMAN 5 Cirebon. Metode pelaksanaan kegiatan ini dengan melakukan sosialisasi secara langsung, tanya jawab, mendemokan pembuatan minuman bunga telang. Untuk mengetahui keberhasilan dalam kegiatan ini, diadakan evaluasi dengan memberikan kuisioner sesudah dan sebelum pemaparan materi yang berisi pengetahuan mengenai bunga telang. Berdasarkan dari kegiatan yang telah dilakukan dapat dilihat dari hasil kuisioner terdapat peningkatan pemahaman peserta memiliki persentase lebih dari 80% berarti siswa/siswi kelas X SMAN 5 Cirebon benar-benar memahami apa yang telah disampaikan tentang kandungan, manfaat dan cara pembuatan produk bunga telang sebagai minuman kesehatan. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini  menjadikan siswa/siswi memiliki tambahan wawasan pengetahuan yang lebih baik dari sebelumnya.
REVIEW ARTIKEL: POTENSI SENYAWA AKTIF PADA TANAMAN OBAT UNTUK PENANGANAN COVID-19 DENGAN METODE MOLECULAR DOCKING: REVIEW ARTICLES: POTENTIAL ACTIVE COMPOUND OF MEDICINAL PLANTS AGAINST COVID-19 WITH MOLECULAR DOCKING METHOD Ine Suharyani; Yuniarti Falya; Atiqoh Hakim; Defina Fajira; Nur Annisa Sadira; Sri Astuti
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v6i2.270

Abstract

Covid-19 merupakan wabah yang kini tengah menjadi keresahan di masyarakat. Penyakit Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-COV-2 atau virus Corona. Virus Corona ini pertama kali   muncul di Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019 dengan gejala ringan seperti flu atau infeksi pernapasan berat seperti pneumonia dan penyebarannya sangat cepat dapat menular dari doplet yang keluar saat batuk dan bersin. Salah satu alternatif yang digunakan untuk pengobatan penyakit Covid-19 ialah dengan tanaman obat. Penambatan molekul (Molecular Docking) merupakan salah satu metode in silico (virtual) berbasis struktur yang paling sering digunakan dan paling sederhana. Tujuan dari review jurnal untuk mengetahui senyawa aktif pada tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengobatan Covid-19 berdasarkan dari beberapa studi secara in-silico. Metode pencarian jurnal dilakukan melalui website https://scholar.google.co.id/ dengan menggunakan kata kunci molecular docking Covid-19 senyawa tanaman obat, Dalam kurun waktu dari tahun 2019 sampai 2021. Hasil yang didapat adalah dari 12 senyawa aktif yang berasal dari beberapa tanaman obat, diantaranya kuersetin dari tanaman Jambu Biji Merah (Psidium guajava L.) dan Bawang Merah (Allium cepa L.) yang berpotensi menghambat pertumbuhan virus corona karena memiliki nilai binding affinity paling besar dibanding tanaman lain, yaitu -7,6 dan -7,5 yang mendekati nilai binding affinity dari obat pembanding yaitu Remdesivir yaitu -7,7. Senyawa kuersetin berpotensi untuk dapat dikembangkan sebagai obat untuk menangani Covid-19.
REVIEW: MODIFIKASI STRUKTUR AMOKSISILIN DAN UJI AKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIBAKTERI SECARA IN VITRO: REVIEW: MODIFICATION OF AMOKSISILIN STRUCTURE AND IT’S IN-VITRO ANTIBACTERIAL ACTIVITY Ine Suharyani; Rinto Susilo; Dhia Salsabila; Nurcholisah Nurcholisah; Tri Septiyati; Yuni Rahmasari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i2.320

Abstract

Antibiotik adalah senyawa kimia khas yang dihasilkan oleh organisme hidup, termasuk turunan senyawa dan struktur analognya yang dibuat secara sintetik, dan dalam kadar rendah mampu menghambat proses penting dalam kehidupan satu spesies atau lebih mikroorganisme. Pada awalnya antibiotika diisolasi dari mikroorganisme, tetapi sekarang beberapa antibiotika telah didapatkan dari tanaman tinggi atau hewan. Amoksisilin adalah salah satu antibiotik yang paling sering digunakan sebagai pilihan terapi untuk perawatan. Tujuan review jurnal ini adalah untuk mengetahui aktivitas amoksisilin sebagai antibakteri. Pengujian aktivitas senyawa basa Schiff hasil sintesis dari amoksisilin terhadap Streptococcus faecalis menunjukkan aktivitas biologis lebih tinggi dibandingkan dengan amoksisilin sebelum dimodifikasi. Pengujian menunjukkan hasil bahwa penambahan dendrimer meningkatkan efek antimikroba amoksisilin untuk mikroorganisme yang diuji. Kombinasi Amoksisilin dengan obat dari golongan PPI dapat meningkatkan aktivitas antibakteri. Berdasarkan hasil review jurnal tentang Amoksisilin diketahui bahwa Amoksisilin murni maupun sintetis dan kombinasi terbukti efektif sebagai antibakteri.
PENGARUH WAKTU FERMENTASI MADU DENGAN BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) TERHADAP DAYA HAMBAT BAKTERI Propionibacterium acnes: INFLUENCE OF HONEY FERMENTATION TIME WITH SINGLE GARLIC (Allium sativum L.) AGAINST THE INHIBITORY POWER OF BACTERIA Propionibacterium acnes Elva Angela; Aan Kunaedi; Ine Suharyani; Andriana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.418

Abstract

Madu merupakan substrat yang telah banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pengobatan, salah satunya digunakan untuk mengobati jerawat. Madu memiliki daya hambat antimikroba, kemampuan antimikroba pun terdapat pada bahan alam lain salah satunya Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.). Trend masyarakat terhadap kedua bahan alam tersebut salah satunya dengan mengkombinasikan Madu dan Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) menggunakan metode perendaman Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) dalam Madu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat bakteri madu hasil fermentasi terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pengujian daya hambat menggunakan metode difusi kertas cakram dengan sampel Madu hasil fermentasi dengan Bawang Putih tunggal (Allium sativum L.) terhadap lama waktu fermentasi Madu, kontrol positif (Klindamisin 300 mg), dan kontrol negatif (aquadest). Sampel Madu dan Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) di fermentasi menggunakan lama waktu fermentasi pada pekan ke 1,2,3 dan 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama waktu fermentasi madu dapat meningkatkan daya hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes dengan adanya zona bening disekitar kertas cakram. Diameter hambat fermentasi madu pada pekan 1,2,3 dan 4 yaitu 0,416 mm, 0,65 mm, 0,775  mm dan 1,8  mm. Dapat disimpulkan bahwa semakin lama waktu fermentasi Madu dan Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) akan mengalami kenaikan diameter pada zona bening daya hambat nya diketahui pada pekan ke empat memiliki daya hambat paling besar 1,8 mm.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS GEL HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) KONSENTRASI 1% DAN 3%: FORMULATION AND STABILITY TEST OF HAND SANITIZER GEL CONTAIN 1% AND 3% ETHANOL EXTRACT OF BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) Yayan Rizikiyan; Ine Suharyani; Opi Nurholipah; Muhammad Yani Zamzam; Rima Yulia Senja
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v5i2.829

Abstract

Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung senyawa saponin, triterpenoid, dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) konsentrasi 1% dan 3% dapat diformulasikan sebagai sediaan gel hand sanitizer dan bagaimana stabilitas gel hand sanitizer tersebut. Uji stabilitas sediaan gel hand sanitizer dilakukan dengan metode cycling test, yaitu sediaan gel disimpan pada suhu 4 selama 24 jam, kemudian dipindahkan pada suhu 40 selama 24 jam (1 siklus). Penelitian ini dilakukan selama 6 siklus (12 hari) dengan parameter pengujian organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas dan sifat alir. Selain itu dilakukan uji syneresis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis, formula 1 dan 2 memiliki warna yang stabil dan homogen. Basis memiliki pH berkisar 7,22-7,65, formula 1 berkisar 6,87-7,09 dan formula 2 berkisar 5,64-6,18. Basis memiliki daya sebar berkisar 5,03 cm- 5,42 cm , formula 1 berkisar 5,28 cm–6,86 cm dan formula 2 berkisar 5,86 cm-7,60 cm. Viskositas pada basis berkisar 2900 poise–5800 poise, formula 1 berkisar 1260 poise – 1900 poise dan formula 2 berkisar 315 poise–580 poise. Sifat alir gel hand sanitizer mengikuti aliran tiksotropik dan antitiksotropik. Basis mengalami syneresis sebesar 4,694%, formula 1 sebesar 0,568% dan formula 2 sebesar 3,992%. Ekstrak etanol buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) konsentrasi 1% dan 3% dapat diformulasikan dalam sediaan gel hand sanitizer namun tidak stabil.
REVIEW: THE USE OF TOFU RESIDUE IN THE PHARMACEUTICS Ine Suharyani; Iin Indawati; Encu Asep Setiadi; Maisya Mauliana Insani; Ibnu Mas'ud
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i1.1096

Abstract

Tofu is a processed soy product consisting of soft solids made by clumping soy protein extracts. The residual result of tofu processing is called the tofu dredging waste. In Indonesia, tofu waste remains an unsolved problem. Many people argue that the waste from tofu processing (tofu residue waste) does not have high economic value and is only used as feed for livestock and is even thrown carelessly into the river, which causes damage to the ecosystem. Tofu pulp has high nutritional content, such as protein (26.6%), fat (18.3%), carbohydrates (41.3%), phosphorus (0.29%), calcium (0.19%), iron (0.04%), and water (0.09%). The purpose of this journal review is to determine the use of tofu residue waste and solve the problem of tofu residue waste in the community. The method used was collecting various research journals through the Google Scholar website with keywords for the use of tofu residue in the pharmaceutical field. Based on the 7 journals reviewed, tofu pulp can be used as an anti-aging, adsorbent, anti-diabetes, anti-inflammatory, bioethanol, and excipient in tablet production. Keywords: Tofu, tofu residue, pharmaceutical
Optimasi Pembuatan Abon Kaya Protein (AkaPe) dengan Food Dehydrator Suharyani, Ine; Falya, Yuniarti; Sulastri, Lela; Herliningsih, Herliningsih; Berliani, Fadiyah Romadhona; Hapsari, Dinda Alifia; Wahyuni, Popi Sri; Mas'ud, Ibnu; Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa; Setiadi, Encu Asep
Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/jppm.v9i2.669

Abstract

Tahu dibuat dari air perasan kedelai yang dikoagulasi dengan menambahkan kalsium sulfat atau magnesium klorida. Sisa perasan kedelai ini menghasilkan limbah berupa ampas tahu yang dapat menimbulkan bau tidak sedap bila tidak segera ditangani, Program pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan sisa olahan pabrik tahu, yaitu ampas kedelai menjadi produk yang bermanfaat dan menambah nilai jual. Ampas tahu bersih dan segar diberi bumbu, lalu dikeringkan dengan cara disangrai dan didehidrasi dengan food dehydrator. Abon ampas tahu yang dihasilkan dengan proses ini memiliki rendemen 22,09+0,79%, dan kadar air 3,50+1,72%. Hasil abon kering ini kemudian dikemas dalam botol plastik berlubang besar, lengkap dengan segel alumunium di bagian dalam dan segel plastik di bagian luar. Proses pengabdian ini menghasilkan inovasi dalam pengolahan ampas tahu, menjadi produk olahan kaya nutrisi dan halal, yang dapat disimpan dalam jangka waktu lama. Inovasi ini diharapkan dapat menambah manfaat dan nilai jual ampas tahu yang biasanya dibuang begitu saja, sehingga meningkatkan pendapatan dari pengrajin tahu. Tofu is made from soybean juice, which is coagulated by adding calcium sulfate or magnesium chloride. The remaining soybean juice produces waste in the form of tofu dregs, which can cause an unpleasant odor if not treated immediately. This program aims to utilize the remaining processed tofu factories, namely soybean dregs, into a useful product and increase sales value. Clean and fresh tofu dregs are seasoned, then dried by roasting and dehydrated with a food dehydrator. Shredded tofu dregs produced using this process have a yield of 22.09+0.79% and a water content of 3.50+ 1.72%. The final product is then packaged in a plastic bottle with large holes, finished with an aluminum seal on the end of bottle and a plastic seal on the outside. The program resulting in the modification in processing of tofu dregs into a nutritional and halal abon which can be stored for a long time. This innovation is hopefully to increase the benefits and selling value of tofu dregs, which are usually thrown away, thereby increasing the income.
FORMULASI FOUNDATION (ALAS BEDAK) DARI CANGKANG TELUR AYAM NEGRI Supartini, Entin; Arief, Adilla Edi; Suharyani, Ine
Jurnal Farmaku (Farmasi Muhammadiyah Kuningan) Vol. 8 No. 2 (2023): Volume 8 Nomor 2 September 2023
Publisher : STIKes Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55093/jurnalfarmaku.v8i2.546

Abstract

ABSTRACT Foundation (Compact Powder) is a decorative cosmetics (makeup) used in cosmetology as a base before sprayed powder. Foundation serves to disguise pale skin, make face powder more attached to the surface of the skin, and cover blemishes acne scars. Chicken’s egg shell contains carbonate calcium (CaCO3) at around 94%, also protein and vitamins. CaCO3 has a strength to revet and gives the radiant effect when face powders be used, so that egg shell are well suited as a base material foundation. Foundation is made in the form of a lotion product (liquid) and cream by using a base Na-CMC 0,25% ; 0,5% and 0,75%. Whereas, optimization of cream base with various concentrations Emulsifying Wax is 10%, 9%, 8%, 7% dan 5%. The results on optimization of lotion base obtained optimal base is base with a concentration of 0,75%, whereas the optimum concentration cream base is 8%. Domestic chicken egg shell’s powder obtained from the process of pollination using a mortar. Cream foundation created in six formulas, namely the first formula containing 5% of active subtance, second formula containing 7,5%, third formula containing 10%, fourth formula containing 12,5%, formula fifth containing 15% and sixth formula containing 17,5%. Stability cream test’s result showed the stocks is stable during 30 days of storage. Having done hedonic test on respondent 52 people based on preference level, obtained result is the first formula become the first order of most preffered with a percentage of 73,5%, second formula at 71,9%, 62,3% for third formula, fourth formula at 57,3%, and fifth formula at 51,2% and sixth formula is 44,6%. Keywords : Foundation, egg shell, cream.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACE MIST EKSTRAK NADES KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TEHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes: FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACE MIST EKSTRAK NADES KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TEHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Yayan Rizikiyan; Farhan Zulfa Madani; Ine Suharyani; Sulistiorini Indriaty; Ani Fatonah; Ayu Mulyani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i1.1326

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) telah lama digunakan sebagai obat tradisional karena mempunyai daya hambat pertumbuhan bakteri jerawat seperti Propionibacterium acnes. Oleh karena itu, kulit bawang merah berpotensi digunakan dalam industri makanan dan farmasi. Penelitian mengenai sediaan face mist dari ekstrak NADES kulit bawang merah belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan sediaan face mist dengan bahan aktif ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) dengan konsentrasi 3%,6%,9% dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri face mist tersebut terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) diekstrasi menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents) yaitu chaoline chloride dan urea perbandingan rasio molar 1:2 selanjutnya dimasukan kedalam microwave dengan waktu 120 menit suhu 60°C, daya yang digunakan 850 watt. Pengujian daya hambat face mist terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode sumuran. Adanya daya hambat ditunjukan dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumur pada media agar.  Diameter hambat diukur menggunakan jangka sorong. Hasil evaluasi face mist ekstrak NADES kulit bawang merah konsentrasi 3%, 6% dan 9% organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, bobot jenis, uji waktu kering semuanya memenuhi persyaratan. Hasil pengujian aktivitas antibakteri dari face mist ekstrak NADES kulit bawang merah konsentrasi 3%, 6% dan 9% masing masing sebesar 5,91mm, 7,20mm, dan 9,60mm, ketiganya dapat dikatakan memiliki daya hambat dalam kategori sedang. Kata kunci: face mist, kulit bawang merah, Propionibacterium acnes, MAE
Co-Authors Aan Kunaedi Adiibah, Siti Adilla Edi Arief Ahadi, Ghany Aida Maftuhah Alifia, Fathia Putri Alifia, Fathiya Putri Andriana Angela, Elva Ani Fatonah Ani Fatonah apriliyanti mugianto putri, ira dwi Arief, Adilla Edi Atiqoh Hakim Ayu Mulyani Ayu Mulyani ayunda Azzahra, Siti Berliani, Fadiyah Romadhona Cep Martono Defina Fajira Desy Wulan Dari Dhia Salsabila Dolih Gozali Dwi Indra Purnomo Eka Nur Septya Elva Angela Encu Asep Setiadi Euis Setiawati Falya, Yuniarti Farhan Zulfa Madani Farhan Zulfa Madani Farhat Fadhilah, Muhammad Fatikhatussa'adah, Intan Fitriah, Aulia Fitriani, Vina Nurul Grantika Putri, Adelia Hafidah, Nurul Hamidan, Azmi Hapsari, Dinda Alifia Herliningsih, Herliningsih Hidayat, Salsabila Aulia Ibnu Mas'ud IIN INDAWATI Intan Intan Lela Sulastri, Lela Lestari, Trisna Liu, Lili Diana Maisya Mauliana Insani Maryam, Diana Dwi Maryanto, Naida Ajeng Mas'ud, Ibnu Meilani Melina Mulyani, Ayu Munira, Nura Amanda mutmainah, iin Nasrul Wathoni Nina Karlina Nina Karlina Nisa Nurmaya Nisya Chairunisya Noviani, Lusy Nur Annisa Sadira NUR RAHAYU, NUR Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurcholisah Nurcholisah Nurdianti, Lusy Nurhidayah, Sri Opi Nurholipah Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa Rahmawati, Firda Renny Amelia Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Rindiyani Rindiyani, Rindiyani RR. Ella Evrita Hestiandari Setiadi, Encu Asep Setyaningsih, Indah Shadrina, Ghesani Nur Sindy Putri Pratama, Sindy Putri Sri Astuti Suharyani, Arikhatuzzahro Sulistiorini Indriaty Supartini, Entin Susilo, Rinto Syafiq, Muhammad Firas Teguh Prasetyo TIANA MILANDA Tresna Lestari, Tresna Tri Septiyati Tussadiyah, Halimah Ussya'adah, Nida Wahyuni, Popi Sri Widia Ningsih, Widia Yadi Supriyadi Yasmin Yasmin Yayan Rizikiyan Yohana Yulia Afidah Yuni Rahmasari Zamzam, Muhammad Yani