Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

REVIEW: THE RELATIONSHIP OF DRUGS INFORMATION SERVICES TO CHRONIC PATIENT LOYALTY Noviani, Lusy; Suharyani, Ine; Yohana
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i3.1229

Abstract

Patient loyalty is one of the most important factors in drug therapy to achieve successful disease treatment. We conducted a literature review to examine the relationship between drug information services and chronic patient loyalty in pharmacies. The method used was a systematic examination of related studies and articles, using a qualitative approach. The first screening included 50 articles and excluded 9 articles, the second screening excluded 30 articles, and the final articles used in this review were 11 articles. The results showed that drug information services had a positive effect on patient loyalty through the mediation of patient satisfaction. The factors that influence drug information services include the type of drug information, competence of the pharmacist, interpersonal communication, and service time. The factors that influence patient loyalty include trust, commitment, customer value, and switching costs. Keywords: Drug information service, patient loyalty, patient satisfaction, service quality, pharmaceutical service quality, customer satisfaction.
Applcation of Red Dragon Fruit Extract (Hylocereus polyrhizus) as an Antioxidant in Lip Cream Preparation Suharyani, Ine; Rindiyani, Rindiyani; Senja, Rima Yulia; Nurdianti, Lusy; Falya, Yuniarti
Indonesian Journal of Pharmaceutics Vol 5, Issue 1, Jan - April 2023
Publisher : Universitas Padjadjaran (Unpad)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/idjp.v5i1.44548

Abstract

Later, women cannot separated from cosmetics, such as lip cream. However, many lip creams contains synthetic dye that sometime harmful for our body. Therefore red dragon fruit (Hylocereus polyrhizus) can  used as natural dyes in a  lip cream preparation. In addition, red dragon fruit contains anthocyanins, a group of flavonoid, that has efficacy as an antioxidants. This study aim to develope lip cream as cosmetic preparation containing of red dragon fruit for antioxidant. The extraction was done by Microwave Assisted Extraction (MAE) using ethanol 95%:aquadest (4:1).  Lip cream preparations were made in 3 formulas with varying concentrations of extract, 5% (LCE5), 10% (LCE10) and 15% (LCE 15). The extraction uasing MAE method was yielded the rendemen of 44,12%. Evaluation of the preparations carried out included organoleptic, pH, homogeneity, and spreadability, while antioxidant activity were carried out using spectrophotometry UV-Vis with the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhidrazyl) method. The results showed that all lip cream formulas fulfill the requirement i.e organoleptic, pH, homogeneity, and spreadability. The antioxidant activity of LCE5, LCE10 and LCE15 were 195.26 ± 0.40, 174.94 ± 0,63, and 168.27 ± 0.60, respectively. All the preparation has medium antioxidant activity but LCE15 has a stronger antioxidant activity due to the smallest IC50 compared to LCE5 and LCE10. This result underlying the application of red dragon fruit extract as an antioxidant agent in lip cream preparation.
FORMULASI KRIM BODY SCRUB BERAS KETAN HITAM DAN SARI LABU KUNING SEBAGAI ZAT AKTIF Indriaty, Sulistiorini; Ine Suharyani; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Desy Wulan Dari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1680

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Beras ketan hitam dan sari buah labu kuning dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena beras ketan hitam dan sari labu kuning mengandung komponen antioksidan yaitu beta karoten dan vitamin C, yang membantu menjaga kesehatan kulit dan membantu kulit nampak lebih cerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakan beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15% dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dan bagaimana hasil evaluasi sediaan tersebut. Krim body scrub beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning di buat menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi sari labu kuning formula I 10%, formula II 15% dan formula III 20% pengamatan dilakukan pada hari ke-0, dengan parameter pengujian meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I berwarna krem, formula II berwarna coklat dan formula III berwarna coklat tua, untuk pH formula I yaitu 6,84, formula II yaitu 6,87, formula III yaitu 6,88. Daya sebar semistiff karna kurang dari <5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dengan formula tersebut dan hasil evaluasi sediaan body scrub beras ketan hitam dan sari labu kuning dengan variasi konsentrasi sari labu kuning 10%, 15%, dan 20% serta konsentrasi beras ketan hitam 7% dilihat dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji tipe krim menunjukkan hasil bahwa sediaan basis dan formula body scrub memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang baik. Kata kunci : Beras ketan hitam, sari labu kuning, body scrub.
SOSIALISASI PEMBUATAN MINUMAN BUNGA TELANG DENGAN VARIASI pH DI SMK MANBA’UL ULUM MAJALENGKA Suharyani, Ine; Sulastri, Lela; Hamidan, Azmi; Fitriah, Aulia; Prasetyo, Teguh; Intan, Intan; Grantika Putri, Adelia; Hafidah, Nurul; Fatikhatussa'adah, Intan; Farhat Fadhilah, Muhammad; Suharyani, Arikhatuzzahro; Ussya'adah, Nida
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2024): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36082/gemakes.v4i3.1664

Abstract

Bunga Telang (Clitoria ternatea L) mengandung antioksidan alami, yaitu antosianin, yang mampu memperlambat penuaan, dan mencegah reaksi berantai dari radikal bebas. Antosianin pada bunga telang berwarna ungu pada kondisi netral, namun akan berwarna agak kemerahan pada suasana asam dan menjadi biru pada suasana basa. Potensi ini dapat diaplikasikan dalam pembuatan minuman dengan pewarna alami bunga telang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan kombinasi metode invasi pengetahuan pada siswa/i SMK Manba’ul Ulum di Kabupaten Majalengka, praktek pembuatan minuman bunga telang, serta pre- dan post-test. Hasil post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa/i mengenai perubahan warna minuman bunga telang setelah pemberian pengasam dan pembasa. Peserta antusias dan senang melakukan praktek ini, karena dengan praktek langsung, mereka lebih memahami bagaimana pengaruh pH terhadap perubahan warna antosianin. Pada akhir kegiatan, minuman dikemas dalam kemasan siap jual, siswa/i dan kelompoknya diberikan reward atas usahanya untuk memahami dan mempelajari materi yang telah diberikan. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulus bagi siswa/i SMK Manba’ul Ulum untuk berkreasi membuat minuman dengan pewarna alami.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Siswa SDN 2 Sindanglaut Kab. Cirebon Suharyani, Ine; Ayunda; Ahadi, Ghany; Fitriani, Vina Nurul; Maryanto, Naida Ajeng; Alifia, Fathiya Putri; Meilani; Tussadiyah, Halimah
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Desa (JPMD) Vol. 6 No. 1 (2025): JPMD
Publisher : LP3M IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58401/jpmd.v6i1.1863

Abstract

Children health is an important aspect of healthy and their growth. The implementation of Clean and Healthy Living Behaviors (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat/PHBS) means being able to maintain, improve, and protect one's health from the risk of diseases and environmental conditions that do not support a healthy life. PHBS needs to be applied from an early age, especially in children aged 6-12 years. The implementation of PHBS is not only carried out at home but also in the school. The purpose of this outreach is to provide information to students about PHBS at SDN 2 Sindanglaut. The research method involves lectures, question-and-answer discussions, and practical to wash their hands and brush teeth correctly. This activity was conducted at SDN 2 Sindanglaut Kabupaten Cirebon, West Java, in August 2024. The process of this community service consists of preparation, implementation, and evaluation stages. In the preparation stage, licensing, observation, and program development were carried out; implementation included counseling and demonstrations; and evaluation was conducted through observation and monitoring. The results show that the PHBS counseling successfully improved students' knowledge about proper handwashing and tooth brushing habits. Evaluation with pre-test and post-test conducted orally showed a significant increase in students' knowledge. Support from the school and active participation from the students greatly influenced the success of this activity. The conclusion of this activity is that the PHBS counseling at SDN 2 Sindanglaut successfully increased students' awareness and knowledge about clean and healthy living behaviors. It is recommended that the outreach activities be conducted continuously and involve the active roles of teachers and parents in supporting the implementation of PHBS in the school and home environments to consistently maintain the children's health.
Aplikasi Biji Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) sebagai Pengisi pada Sediaan Bedak tabur dengan Pewarna Ekstrak Darah-Darahan (Rivina humilis L.) Suharyani, Ine; Noviani, Lusy; Herliningsih, Herliningsih; Munira, Nura Amanda
Majalah Farmasetika Vol 10, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/mfarmasetika.v10i2.58991

Abstract

Buah darah-darahan (Rivina humilis L.) dan Biji Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa L.) merupakan jenis tanaman liar yang biasa tumbuh dengan sendirinya tanpa ada penanaman khusus yang dilakukan. Buah darah-darahan memiliki warna merah cerah seperti darah, sedangkan biji bunga pukul empat mengandung zat tepung yang licin dan halus sperti talkum. Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah buah darah-darahan bisa digunakan sebagai pewarna dan apakah biji bunga pukul empat dapat digunakan sebagai pengisi pengganti talkum pada sediaan bedak tabur. Formulasi bedak tabur yang dibuat adalah F0 (basis), F1 (dengan pengisi talkum dan pewarna darah-darahan) dan F2 (dengan pengisi biji bunga pukul empat dan pewarna darah-darahan). Evaluasi yang dilakukan meliputi evaluasi sediaan jadi dan uji hedonik. Secara organoleptik, bedak tabur dengan zat tepung biji bunga pukul empat memiliki warna lebih bersih dibandingkan dengan bedak yang menggunakan talkum, dan hasil evaluasi pH, kadar air dan daya alir memenuhi syarat untuk bedak dengan pengisi talkum maupun biji bunga pukul empat. Pada hasil uji hedonik, responden lebih menyukai bedak tabur yang menggunakan basis zat tepung biji bunga pukul empat dibandingkan dengan talkum. Hasil percobaanmenunjukkan bahwa pewarna darah-darahan dapat digunakan sebagai pewarna dalam sediaan bedak tabur. Biji bunga pukul empat bisa digunakan sebagai pengisi untuk menggantikan talkum, karena memiliki warna yang putih bersih seperti talkum, bahkan massa biji bunga pukul empat cenderung lebih ringan dibandingkan dengan talkum.
FORMULATION AND ANTIOXIDANT ACTIVITY FACE TONER BUTTERFLY PEA FLOWER KOMBUCHA (Clitoria ternatea L.) WITH DPPH METHOD Rizikiyan, Yayan; Hidayat, Salsabila Aulia; Suharyani, Ine; Sulastri, Lela; Indriaty, Sulistiorini; Karlina, Nina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 10 No 1 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v10i1.1686

Abstract

Antioxidants can be given to the skin through cosmetics such as face toners. One source of antioxidants is obtained through the fermentation of butterfly pea flower kombucha (Clitoria ternatea L.), which has been proven to have better antioxidant activity than butterfly pea flower extract alone. This study aimed to determine the metabolite compounds in butterfly pea flower kombucha and create a facial toner formulation with good antioxidant activity. The butterfly pea flower kombucha was fermented for 6 days at room temperature. Facial toners were made with concentrations of 5%, 7,5% and 10%. Evaluation of the face toner includes organoleptic, homogeneity, pH, specific gravity, and viscosity tests. The antioxidant activity test used the DPPH (1,1-diphenyl-2-pycrilhydrazil) method, with vitamin C as a positive control. The results showed that there were alkaloids, flavonoids, saponins, and terpenoid compounds in butterfly pea flower kombucha. Face toners with concentrations of 5%, 7.5%, and 10% could be prepared and met all evaluations (organoleptic tests, homogeneity, pH, specific gravity, and viscosity). Antioxidant test results on formula 1 IC50 50,21±SD 0,01 (strong), formula 2 IC50 44,32±SD 0,02 (very strong) and formula 3 IC50 38,62±SD 0,03 (very strong). The higher the concentration of butterfly pea flower kombucha, the higher the antioxidant activity. Butterfly pea flower kombucha (Clitoria ternatea L.) which is formulated as a face toner preparation has strong to very strong antioxidants, and the increasing concentration of active ingredients had an effect on antioxidant activity.  Keywords: face toner, butterfly pea flower kombucha, DPPH method, antioxidant activity
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACE MIST EKSTRAK NADES KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TEHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes: FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FACE MIST EKSTRAK NADES KULIT BAWANG MERAH (Allium cepa L.) TEHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Yayan Rizikiyan; Farhan Zulfa Madani; Ine Suharyani; Sulistiorini Indriaty; Ani Fatonah; Ayu Mulyani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i1.1326

Abstract

Kulit bawang merah (Allium cepa L.) telah lama digunakan sebagai obat tradisional karena mempunyai daya hambat pertumbuhan bakteri jerawat seperti Propionibacterium acnes. Oleh karena itu, kulit bawang merah berpotensi digunakan dalam industri makanan dan farmasi. Penelitian mengenai sediaan face mist dari ekstrak NADES kulit bawang merah belum pernah dilakukan sebelumnya. Penelitian ini dilakukan untuk memformulasikan sediaan face mist dengan bahan aktif ekstrak kulit bawang merah (Allium cepa L.) dengan konsentrasi 3%,6%,9% dan untuk mengetahui aktivitas antibakteri face mist tersebut terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Kulit bawang merah (Allium cepa L.) diekstrasi menggunakan metode MAE (Microwave Assisted Extraction) dengan pelarut NADES (Natural Deep Eutectic Solvents) yaitu chaoline chloride dan urea perbandingan rasio molar 1:2 selanjutnya dimasukan kedalam microwave dengan waktu 120 menit suhu 60°C, daya yang digunakan 850 watt. Pengujian daya hambat face mist terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode sumuran. Adanya daya hambat ditunjukan dengan terbentuknya zona bening di sekitar sumur pada media agar.  Diameter hambat diukur menggunakan jangka sorong. Hasil evaluasi face mist ekstrak NADES kulit bawang merah konsentrasi 3%, 6% dan 9% organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, bobot jenis, uji waktu kering semuanya memenuhi persyaratan. Hasil pengujian aktivitas antibakteri dari face mist ekstrak NADES kulit bawang merah konsentrasi 3%, 6% dan 9% masing masing sebesar 5,91mm, 7,20mm, dan 9,60mm, ketiganya dapat dikatakan memiliki daya hambat dalam kategori sedang. Kata kunci: face mist, kulit bawang merah, Propionibacterium acnes, MAE
REVIEW ARTIKEL ANALISIS KUALITATIF DAN KUANTITATIF KANDUNGAN MERKURI (HYDRARGYRUM) PADA KOSMETIK: REVIEW THE ARTICLE QUALITATIVE AND QUANTITATIVE ANALYSIS OF MERCURY (HYDRARGYRUM) CONTENT IN COSMETICS suharyani, ine; apriliyanti mugianto putri, ira dwi; melina; rahmawati, firda
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.1135

Abstract

Merkuri disebut juga air raksa (Hydrargyrum) merupakan elemen kimia dengan simbol Hg dan termasuk golongan logam berat dengan bentuk cair dan berwarna keperakan. Sekarang kosmetik tidak hanya dari bahan alam melainkan juga dari bahan sintetik yang bertujuan untuk meningkatkan kecantikan. Merkuri ditambahkan dalam kosmetik untuk memutihkan wajah dengan cara menghambat produksi melanin. Tujuan review untuk analisis kandungan merkuri dalam kosmetik secara kualitatif dan kuantitatif. Metode pencarian jurnal dilakukan melalui website Google Scholar dengan kata kunci Analisis merkuri dengan kriteria jurnal terbit dalam 10 tahun terakhir. Analisis kandungan merkuri pada kosmetik secara kualitatif dapat dilakukan dengan metode uji organoleptis, uji warna, uji nyala api, dan uji amalgam. Sedangkan analisis kandungan merkuri secara kuantitatif dapat dilakukan dengan metode Spektrofotometri Serapan Atom dikarenakan memiliki keunggulan selektivitas dan sensitivitas yang cukup baik untuk analisis merkuri (Hg).
Formulasi Ekstrak Propolis dalam Sediaan Sabun Padat Suharyani, Ine; Rahayu, Nur; Rima Yulia Senja
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 6 No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v6i1.1671

Abstract

Indonesia is one of the countries rich in flora and fauna that are beneficial to humans, one of which is propolis in bees. Pinocembrin, acacetin, chrysin, rutin, catechin are types of flavonoids contained in propolis that are beneficial as antimicrobials, antifungals, and antioxidants. This research aims to formulate propolis extract into solid soap preparations. The research conducted is an experimental study. Data processing in this study was presented in the form of observation tables, including organoleptic observations, pH measurements, foam stability tests, and soap hardness tests. Each test is conducted three times, all averaged and their standard deviations calculated, then analyzed using StatView. The yield of propolis extract through the maceration extraction method with 96% ethanol at a 1:10 ratio as the solvent. The variations in the concentration of propolis extract used are 0.1% (F1); 0.3% (F2); and 0.5%. (F3). The stages of this research include the formulation of soap using palm oil, olive oil, coconut oil, sodium hydroxide, aquades with the addition of oleum rosae as a fragrance. The soap is evaluated in terms of organoleptic properties, pH, foam stability, and hardness. The research results show that the solid soap with propolis extract has a dense consistency with a pale yellowish-white to brownish-white color, and a characteristic rose scent. The produced soap has a pH that is safe for use on the skin, which is 10.61-10.75. This soap also has good foam stability, ranging from 88-95%, and a good soap hardness value of around 5 kg.
Co-Authors Aan Kunaedi Adiibah, Siti Adilla Edi Arief Ahadi, Ghany Aida Maftuhah Alifia, Fathia Putri Alifia, Fathiya Putri Andriana Angela, Elva Ani Fatonah Ani Fatonah apriliyanti mugianto putri, ira dwi Arief, Adilla Edi Atiqoh Hakim Ayu Mulyani Ayu Mulyani ayunda Azzahra, Siti Berliani, Fadiyah Romadhona Cep Martono Defina Fajira Desy Wulan Dari Dhia Salsabila Dolih Gozali Dwi Indra Purnomo Eka Nur Septya Elva Angela Encu Asep Setiadi Euis Setiawati Falya, Yuniarti Farhan Zulfa Madani Farhan Zulfa Madani Farhat Fadhilah, Muhammad Fatikhatussa'adah, Intan Fitriah, Aulia Fitriani, Vina Nurul Grantika Putri, Adelia Hafidah, Nurul Hamidan, Azmi Hapsari, Dinda Alifia Herliningsih, Herliningsih Hidayat, Salsabila Aulia Ibnu Mas'ud IIN INDAWATI Intan Intan Lela Sulastri, Lela Lestari, Trisna Liu, Lili Diana Maisya Mauliana Insani Maryam, Diana Dwi Maryanto, Naida Ajeng Mas'ud, Ibnu Meilani Melina Mulyani, Ayu Munira, Nura Amanda mutmainah, iin Nasrul Wathoni Nina Karlina Nina Karlina Nisa Nurmaya Nisya Chairunisya Noviani, Lusy Nur Annisa Sadira NUR RAHAYU, NUR Nur Rahmi Hidayati, Nur Rahmi Nurcholisah Nurcholisah Nurdianti, Lusy Nurhidayah, Sri Opi Nurholipah Putri, Maisya Mauliana Insani Alifa Rahmawati, Firda Renny Amelia Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Rindiyani Rindiyani, Rindiyani RR. Ella Evrita Hestiandari Setiadi, Encu Asep Setyaningsih, Indah Shadrina, Ghesani Nur Sindy Putri Pratama, Sindy Putri Sri Astuti Suharyani, Arikhatuzzahro Sulistiorini Indriaty Supartini, Entin Susilo, Rinto Syafiq, Muhammad Firas Teguh Prasetyo TIANA MILANDA Tresna Lestari, Tresna Tri Septiyati Tussadiyah, Halimah Ussya'adah, Nida Wahyuni, Popi Sri Widia Ningsih, Widia Yadi Supriyadi Yasmin Yasmin Yayan Rizikiyan Yohana Yulia Afidah Yuni Rahmasari Zamzam, Muhammad Yani