Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

PENYULUHAN PERDAGANGAN ORANG (HUMAN TRAFFICKING) UNTUK MENCEGAH KASUS TINDAK PIDANA PERDAGANGAN ORANG DI KECAMATAN CIASEM KABUPATEN SUBANG Faisal Fadilla Noorikhsan; Nisa Khoerunisa; Octaviana Helbawanti; Andy Muharry
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4822

Abstract

Upaya pencegahan kasus perdagangan orang dapat melalui kegiatan penyuluhan dengan pengetahuan dan diskusi. Penyuluhan dilakukan pada anggota PKK Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kecamatan Ciasem menghadapi tantangan kasus perdagangan orang karena adanya laporan orang hilang akibat tawaran kerja di luar kota dan aktivitas diduga perdagangan orang di tempat hiburan malam yang masih belum dapat dibuktikan. Penyuluhan dilakukan pada anggota PKK karena kasus perdagangan orang banyak terjadi pada perempuan, sehingga peran ibu penting dalam memberikan pemahaman ancaman perdagangan orang dalam rumah tangga. Tujuan penyuluhan pada anggota 1) Mitra memahami modus, penyebab, dan dampak perdagangan manusia (human trafficking); 2) Mitra memahami peraturan human trafficking; dan 3) Mitra dapat meningkatkan kepedulian pada sesama manusia dan kewaspadaan untuk mencegah tindakan human trafficking. Penyuluhan materi disertai dengan kegiatan menonton film dengan judul “Whistleblower” agar peserta memahami modus, penyebab, dan dampak perdagangan orang dari kisah nyata di lingkungan sekitar. Hasil evaluasi penyuluhan menunjukkan peserta mampu memahami pengertian perdagangan orang, identifikasi, dan dampak dari materi yang telah diberikan oleh Tim Pengabdian pada Masyarakat.
Kontribusi Timbulan Sampah Pangan di Kabupaten Penyangga Kota Surakarta Saputro, Wahyu Adhi; Ulfa, Amalia Nadifta; Helbawanti, Octaviana
Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development Vol 5 No 01 (2023): Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsp.Vol5.No1.2023.188

Abstract

Food waste is an issue in various regions, especially the consequences of waste. Impact of food waste will have an impact on food security, the environment and the economy. This study aims to determine the contribution of food waste produced in buffer districts in Surakarta City, namely Sukoharjo, Klaten, Wonogiri, Sragen and Boyolali regencies. The data used is secondary data originating from relevant sources such as BPS (Central Statistics Agency) and SIPSN (National Waste Management Information System). The data used is time series data from 2019 to 2021 with the contribution analysis method. Research results, it was found that in 2019, Sragen Regency had the highest food waste generation reaching 145,252 tons with a contribution value of 8.53%. In 2020 Sragen Regency is still in highest position with food waste generation of 145,683 tons with a contribution value of 7.82%. In 2021, the highest waste generation occurred in Sragen Regency with 159,822 tons of waste generation followed by Klaten Regency with 145,262 tons of food waste generation and the contribution value reached 6.49%. There needs to be awareness from the public to consume food wisely so as not to cause an increase in the volume of waste.
Potensi Pasar Minyak Nabati Jagung, Kelapa, Kacang Tanah, Biji Bunga Matahari, Kedelai dan Kelapa Sawit sebagai Bahan Bakar Alternatif (Biofuel) Helbawanti, Octaviana; Nuraini, Candra; Ulfa, Amalia Nadifta; Mutolib, Abdul
Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development Vol 5 No 01 (2023): Suluh Pembangunan : Journal of Extension and Development
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jsp.Vol5.No1.2023.189

Abstract

Pemanfaatan bahan bakar nabati yaitu mencegah kelangkaan bahan bakar fosil dan mengurangi risiko kerusakan lingkungan dari penggunaan minyak bumi dan batu bara dalam penurunan Greenhouse Gas Emissions (GHG). Pengolahan tanaman menjadi bahan bakar nabati dapat menimbulkan persaingan pemanfaatan produksi untuk kebutuhan pangan. Bahan bakar nabati dapat berasal dari kelapa, kedelai, kacang tanah, kelapa sawit, biji bunga matahari. Persaingan penggunaan bahan pangan untuk bahan bakar nabati dapat menyebabkan fluktuasi harga. Metode analisis yang digunakan yaitu astatistik deskriptif meliputi mean, median, dan standar deviasi untuk menganalisis penyimpangan harga bahan pangan dengan harga rata-ratapada data sekunder harga pangan kelapa, kedelai, kacang tanah, kelapa sawit, biji bunga matahari dalam bulan tahun 2015-2022. Sumber data diperoleh dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). Tujuan penelitian pada potensi bahan pangan sebahai bahan bakar nabati yaitu menganalisis potensi risiko pasar dari perubahan harga jika mengalami kenaikan harga. Hasil analisis menunjukkan nilai standar deviasi yang paling besar yaitu harga ethanol (388.0771) kemudian diikuti oleh harga minyak kelapa (383.7991), biji bunga matahari (305.4565); CPO Indonesia (302.7801); kacang tanah (284.1703); kedelai (269.2012); dan CPO Rotterdam (269.1112). Kedelai dan CPO berpotensi menjadi bahan bakar nabati dengan harga yang lebih stabil. Nilai standar deviasi CPO Indonesia lebih besar dari CPO Rotterdam karena fasilitas yang masih terbatas dalam pengolahan sawit dan Indonesia belum dapat menjadi pasar rujukan serta pusat transaksi CPO dunia.
Analysis of Production Factors that Influence the Production of Red Chili Farming in Taraju District, Tasikmalaya Regency Candra Nuraini; Abdul Mutolib; Octaviana Helbawanti; Januar A Ruslan
Indonesian Journal of Business Analytics Vol. 3 No. 5 (2023): October 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ijba.v3i5.6286

Abstract

This aims to analyze the factors used in red chili farming activities and the factors that influence red chili production in Banyuasih Village, Taraju District, Tasikmalaya Regency. Research method with a survey approach. The research was conducted in Banyuasih Village, Taraju District, Tasikmalaya Regency—location determination technique using purposive sampling. The essential consideration is that this location is a red chili center. The data used are primary and secondary. The population in this study were sizeable red chili farmers in Banyuasih Village, totaling 210 farmers and members of 6 farmer groups. So that the determination of respondents or research samples is carried out using proportional random sampling. The analytical method used to determine the influence of production factors on production uses a regression equation with the Cobb-Douglas function model and classical assumption testing with Eviews software. Overall (simultaneously) production factor variables: seeds (X1), land area (X2), labor (X3), Urea (X4), Phonska (X5), compost (X6), KCL Fertilizer (X7), Manure ( X8), Insecticide (X9), Herbicide (X10), Fungicide (X11), Dolomite (X12) simultaneously influence red chili production at a 95% confidence level. According to the results of the t-test analysis, the variables that had a significant effect were seeds, labor, and phosca. Meanwhile, the variables of land area, compost, KCl fertilizer, urea fertilizer, manure, insecticides, herbicides, fungicides, and dolomite had no significant effect on red chili production.
Sub-Optimal Dry Land Management: Potential for Local Food Cultivation of Dioscorea sp. (Gembili) to mitigate food security in Sukoharjo Regency, Central Java Anita Dwy Fitria; Octaviana Helbawanti; Leny Yuliyani; Hendar Nuryaman; Abdul Hakim; Gilang Vaza Benatar
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land in Tawangsari District, Sukoharjo Regency had a limiting factor in the form of water availability. One of the local commodities cultivated for generations on dry land in this region is gembili (Dioscorea sp.). However, the gembili cultivation process has not produced optimal productivity and is threatened with extinction. Therefore, gembili cultivation and use of dry land need to be optimized by carrying out integrated land management. The aim of utilizing dry land is to increase local food production and sustainability as alternative food and maintain national food security. This research was conducted using data on productivity, quantity and type of fertilizer obtained through interviews with gembili farmers and secondary data on soil types obtained from BPP Tawangsari District, Sukoharjo Regency. The results showed that grumusol and lithosol soil types had no significant effect (p > 0.05) on gembili productivity. Providing organic + inorganic fertilizer with giving organic fertilizer without a combination produced values that were not significantly different (p > 0.05). However, the average productivity results were sequentially from grumusol and lithosol (6.1 ton.ha-1 and 7.1 ton.ha-1). Meanwhile, the use of organic fertilizer is 8.06% higher compared to organic fertilizer + inorganic fertilizer. The results of the multiple regression test for organic fertilizer had a significant effect (p < 0.05) on the productivity of Dioscorea sp..
Respon Upah Buruh Tani terhadap Harga Gabah Kering Panen (GKP) di Indonesia Tahun 2009-2020 Helbawanti, Octaviana; Suyudi, Suyudi; Nuryaman, Hendar
Journal of Agribusiness, Social and Economic Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the factors determining the price of unhulled rice (GKP) as is the labor cost which is represented by the wages of farm laborers. Vector Autoregressive (VAR) estimated  the positive response of GKP prices due to changes in nominal farm labor wage. Price of hike  in farm labor wages caused the increase the proportion of labor cost in farm production costs. Price regulation  implemented by government for rice as a staple food could be considered by producers to controll the costs of production factors , one of them was because labor cost determined the profits of paddy farming. Changes in GKP prices affected the supply and demand for labor, the number of workers employed by producers and labor expectations in obtaining income at the paddy farming. The relation of the price of GKP and nominal labor wage was depicted in two-way causality using Engle-Granger Causality.   Keywords: Farm Worker, Unhulled Rice, Wage
Peningkatan Keterampilan Produksi dan Pemasaran Produk Unggulan Madu di Desa Margacinta, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat Widyaningrum, Bakti; Mutolib, Abdul; Helbawanti, Octaviana; Anita Eka, Putri; Erviyana, Windiastuti
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Inovatif Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Inovatif
Publisher : Research and Social Study Institute (RESSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/jppmi.v3i1.37

Abstract

Margacinta Village has abundant tourism potential, one of which is natural honey bee cultivation. Honey farmers in Margacinta Village are organized into the Taruna Karya Honey Farmer Group. During the harvest season, the honey produced by farmers is abundant (60 to 80 liters, but during the rainy season, honey farmers in Margacinta Village have the potential to experience crop failure, this clearly threatens the economy of honey farmers in Margaacinta Village. The implementation of this service is to develop tourism with the concept of agro-eduwisata. Development is carried out in several stages, starting from education, training, and practice for honey farmers, establishing mini ecosystems as a source of bee feed and agro-educational destinations, and marketing on various platforms. The service was carried out in response to community problems in Margacinta Village, so that the purpose of this service was to improve the economy of the community in general, the Taruna Karya Farmer Group in particular. The targeted outputs are the formation of honey village agro-tourism, the publication of the Apiscerana honey bee cultivation module, the existence of standard packaging standards for raw products, marketing of local products and honey village agro-tourism packages, the formation of mini bee ecosystems, and honey extraction using machine extractors so that the honey obtained is of higher quality.
Penguatan Kapasitas Kelembagaan dan Peningkatan Kualitas Madu Pada Kelompok Tani Madu Taruna Karya di Desa Margacinta Kabupaten Pangandaran Mutolib, Abdul; Nuraini, Candra; Helbawanti, Octaviana; Widyaningrum, Bakti
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Inovatif Vol. 2 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Inovatif
Publisher : Research and Social Study Institute (RESSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70110/jppmi.v2i3.39

Abstract

Permasalahan yang dihadapi peternak lebah madu di Desa Margacinta yaitu rendahnya produksi madu, rendahnya kapasitas sumberdaya manusia dalam budidaya lebah madu. Kegitan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan Kelompok Tani Madu Taruna Karya dan peningkatan kualitas dan kualitas serta kuantitas madu. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui skema Pengabidan Internal Universitas Siliwangi pada Kelompok Tani Trauna Karya, Desa Margacinta Kabupaten Pangandaran dilaksanakan pada bulan Juli hingga September 2023. Kegiatan pengabdian meliputi tiga tahapan yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan dan tahapan monitoring dan evaluasi pengabdian. Peningkatan kualitas dan kapasitas SDM dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan penyuluhan oleh tim pengabdian Universitas Siliwangi serta menghadirkan praktisi dan akademisi dari Universitas Simalungun. Kegiatan pengabdian difokuskan pada aspek peningkatan produksi lebah madu melalui pengembangan lebah Apis mellifera, diversifikasi tanaman dan tumbuhan pakan lebah, diversifikasi produk lebah menajdi royal jelly dan propolis serta peluasan pasar madu. Peningkatan kualitas madu yang dihasilkan oleh peternak Kelompok Tani Taruna Karya dilakukan melalui pemberian bantuan alat pemisah madu otomatis. Alat pemisah madu atau spinner madu memiliki keunggulan yakni teknologi pemisahan madu dari sarangnya secara efektif dan efisien sehingga kualitas madu yang dihasilkan memiliki kualitas yang lebih baik dari produksi sebelumnya.
Pemanfaatan Jagung pada Peternak Burung Puyuh Desa Mekarsari Kabupaten Ciamis untuk Mendukung Ketersediaan Pakan yang Kontinu Nuraini, Candra; Helbawanti, Octaviana; Widyaningrum, Bakti; Mutolib, Abdul; Pratama, Rizal Malik
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v5i2.5652

Abstract

Pakan yang digunakan peternak burung puyuh merupakan pakan komersial yang dibeli dengan harga yang relatif mahal. Hal ini menjadi permasalahan bagi peternak karena terjadi ketidakstabilan ketersediaan bahan pakan. Oleh karena itu, peternak memerlukan pakan yang lebih murah untuk menekan biaya produksi. Pakan menjadi prioritas utama agar peternak lebih cepat memenuhi permintaan pasar terhadap telur puyuh. Di sisi lain, BUMDes belum mampu memenuhi permintaan pakan secara kontinu karena pelaksanaan manajemen BUMDes dalam bidang produksi belum optimal. Peternak belum memiliki teknologi untuk mengolah bahan pakan dari bahan baku biji jagung, sedangkan komoditas jagung di Desa Mekarsari sangat melimpah sebagai sentra produksi jagung. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu meningkatkan kemampuan peternak menyediakan pakan secara kontinu dengan mengoptimalkan pengolahan bahan baku yang tersedia di sekitar. Hasil dari kegiatan PkM yaitu petani dapat melakukan pengolahan jagung melalui pelatihan dan pendampingan manajemen BUMDes. Metode pelaksanaan ini yakni sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan dengan teknologi pengolah pakan, penerapan, pendampingan, evaluasi dan keberlanjutan program.
Strategi Bertahan Petani Jagung Menghadapi Ketidakpastian Harga Jual dan Perubahan Iklim Helbawanti, Octaviana; Hikmah Widi, Riantin; Rosliyati, Ati; Nuraini, Candra
Seminar Nasional Lahan Suboptimal Vol 12, No 1 (2024): Vol 12, No 1 (2024): Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 “Revital
Publisher : Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Helbawanti, O., Widi, R.H., Rosliyati,A., & Nuraini, C. (2024). Coping strategy of maize farmers in the struggle with the selling price uncertainty and climate change. In: Octaviana H et al. (Eds.), Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal ke-12 Tahun 2024, Palembang 21 Oktober 2024. (pp. 477–489).  Palembang: Penerbit & Percetakan Universitas Sriwijaya (UNSRI).Maize farmers struggle to purchase production factors and provide for household needs due to low incomes. Middlemen dominantly determine the price of maize harvested by farmers. Limited market access and lack of post-harvest handling results in very low purchase prices by middlemen. Farmers often plant maize rather than rice because it experiences longer droughts than the rainy season. The study was conducted to analyze farmers' attitudes towards the risk of price and climate uncertainty in maize farming. The method used was an analysis of risk sources including human resources, processes, productivity, and reputation. The assessment of price and climate uncertainty used risk mapping. The results explained price uncertainty and drought at high risk level. The impact or severity of the risk of price uncertainty at a large level. The likelihood of price uncertainty was at the high level of very frequent, while drought was at the average level of frequent. The risk sources of price uncertainty and drought affected the purchasing behavior of production factors, which did not increase and tended to decrease, as well as a decrease in post-harvest handling of maize. The purchase of fertilizer and payment of labor costs reduced the profit margin of maize sales, which were subjected to pressure from middlemen who determined the purchase price. The inability to add value to maize weakens the farm household economy as farmers had no other source of income. The farming risk sources of price uncertainty and prolonged drought were sources of risk that need to be controlled.