Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Dampak Ekonomi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Pada Peternak di Kabupaten Semarang Khotimah, Yunita Khusnul; Wibowo, Hendri; Helbawanti, Octaviana; Suryani, Hasna Fajar
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i1.12574

Abstract

This research aims to determine the economic impact of the foot-and-mouth disease (FMD) outbreak on livestock farmers in Semarang Regency. The economic impact analysis reviewed includes prices, production, and income. The study was conducted in Tengaran District, Semarang Regency. There are 100 samples consisting of 77 farmer households affected by FMD and 23 farmer households not affected by FMD. This study was carried out from August to September 2023. The results showed that there was a price reduction of 13% from prices before the FMD outbreak. Milk production decreased by 43-68% from before being affected by FMD. The income of breeders affected by FMD is smaller than those who are not affected by FMD.
Sub-Optimal Dry Land Management: Potential for Local Food Cultivation of Dioscorea sp. (Gembili) to mitigate food security in Sukoharjo Regency, Central Java Fitria, Anita Dwy; Helbawanti, Octaviana; Yuliyani, Leny; Nuryaman, Hendar; Hakim, Abdul; Benatar, Gilang Vaza
Plantropica: Journal of Agricultural Science Vol. 9 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agronomy, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpt.2024.009.1.3

Abstract

Land in Tawangsari District, Sukoharjo Regency had a limiting factor in the form of water availability. One of the local commodities cultivated for generations on dry land in this region is gembili (Dioscorea sp.). However, the gembili cultivation process has not produced optimal productivity and is threatened with extinction. Therefore, gembili cultivation and use of dry land need to be optimized by carrying out integrated land management. The aim of utilizing dry land is to increase local food production and sustainability as alternative food and maintain national food security. This research was conducted using data on productivity, quantity and type of fertilizer obtained through interviews with gembili farmers and secondary data on soil types obtained from BPP Tawangsari District, Sukoharjo Regency. The results showed that grumusol and lithosol soil types had no significant effect (p > 0.05) on gembili productivity. Providing organic + inorganic fertilizer with giving organic fertilizer without a combination produced values that were not significantly different (p > 0.05). However, the average productivity results were sequentially from grumusol and lithosol (6.1 ton.ha-1 and 7.1 ton.ha-1). Meanwhile, the use of organic fertilizer is 8.06% higher compared to organic fertilizer + inorganic fertilizer. The results of the multiple regression test for organic fertilizer had a significant effect (p < 0.05) on the productivity of Dioscorea sp..
STRATEGI PENGEMBANGAN GEMBILI (Dioscorea sp.) KOMODITAS PANGAN LOKAL DI KABUPATEN SUKOHARJO, JAWA TENGAH Helbawanti, Octaviana; Sutrisno, Joko; Nuryaman, Hendar; Marwanti, Sri
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4349

Abstract

AbstrakPengeanekaragaman pangan perlu menjadi perhatian dalam mencapai ketahanan pangan. Pengembangan komoditas lokal dari jenis umbi merupakan salah satu upaya alternatif sumber pangan selain beras. Penelitian strategi pengembangan komoditas gembili (Dioscorea sp.) memiliki tujuan menganalisis kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dari faktor eksternal dan internal budidaya, panen, pasca panen, dan pemasaran gembili dengan metode analisis SWOT. Faktor internal (IFE) pengembangan gembili yaitu 3,015, sedangkan faktor eksternal pengembangan gembili mencapai 2,343. Hasil analisis SWOT usahatani gembili memiliki kekuatan yang tinggi karena sistem budidaya yang sangat adaptif kondisi kering dan kurang air. Area strategi untuk usahatani gembili yaitu area IV maka strategi tumbuh dan berkembang. Gembili memerlukan perbaikan budidaya dalam penentuan benih unggul, pengaturan jarak tanam, dan pemupukan. Peningkatan citra gembili dan inovasi pengolahan diperlukan agar konsumsi gembili menjadi kebiasaan di masyarakat. Kata Kunci: Gembili, Lokal, Pangan, Strategi, SWOT
PEMILIHAN SUPPLIER PADA PT MITRA DESA PAMARICAN (PENDEKATAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Pebriana, Apdan; Unang, Unang; Darusman, Dedi; Helbawanti, Octaviana; Apriyani, Dwi; Nuraini, Candra
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 7 No. 2(is) (2023): Pengembangan Pertanian Berbasis Kearifan Lokal Yang Berkelanjutan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v7i2(is).4350

Abstract

AbstrakSupplier berperan penting dalam sebuah perusahaan karena berperan sebagai penyedia bahan baku. Bahan baku diperlukan untuk melaksanakan kegiatan produksi dengan lancar. Dalam pemilihan supplier harus dilakukan secara hati-hati agar tidak menyebabkan terganggunya proses produksi dan operasional perusahaan. Ketika mendapatkan pesanan yang mendadak dan dalam jumlah yang besar maka  perusahaan PT Mitra Desa Pamarican mengadakan musyawarah dan belum adanya prioritas supplier, kriteria dan subkriteria dalam menentukan keputusan pembelian bahan baku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kriteria, subkriteria dan supplier prioritas dalam sebuah perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus yang dilaksanakan di PT Mitra Desa Pamarican Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat di peroleh 3 responden yaitu Direktur Utama, Manajer Pemasaran dan Manajer Produksi dengan teknik pengambilan sampel yaitu sampel pertimbangan (Judgement Sampling). Alat analisis dalam penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process. Metode ini dihitung secara manual menggunakan Microsoft Excel 2016. Hasil penelitian menunjukan kriteria kualitas sebagai prioritas kriteria pertama dengan subkriteria memberikan kualitas yang konsisten menjadi prioritas pertama.  Prioritas kedua adalah kriteria kebijakan garansi dan klaim dengan subkriteria memberikan jaminan atau garansi terhadap barang menjadi prioritas pertama. Prioritas ketiga adalah kriteria harga dengan subkriteria cara pembayaran merupakan prioritas pertama. dan untuk supplier prioritas pertama adalah supplier 2 adalah Tengkulak Majenang dengan nilai bobot 2,395069606, supplier prioritas kedua yaitu supplier 3 adalah Tengkulak Karawang dengan nilai bobot 2,331940897, supplier prioritas ketiga yaitu supplier 1 adalah petani yang ada di Kecamatan Pamarican dengan nilai bobot 1,872989497.Kata Kunci : Supplier, Analytical Hierarchy Process, Gabah
ANALISIS GENDER DAN PENDIDIKAN FORMAL PADA WIRAUSAHA AGRIBISNIS Chrismanto Sirait, Budi; Nuraini, Candra; Agus Triyanto, Samuel; Widyaningrum, Bakti; Helbawanti, Octaviana
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 8 No. 1 (2024): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v8i1.4704

Abstract

Pengangguran merupakan tantangan global, termasuk di Indonesia, yang dapat merugikan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan sosial. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat pengangguran yang tinggi, terutama yang diperparah oleh pandemi Covid-19. Sebagai respons terhadap tekanan kemiskinan di sektor pertanian, di mana sebagian besar responden bekerja, penelitian ini mengidentifikasi pentingnya pendidikan formal, analisis gender, dan kewirausahaan. Analisis gender mengungkapkan dominasi bias gender dalam usahatani sawi, namun perempuan memiliki tingkat kesetaraan tinggi dalam akses dan kontrol terhadap sumber daya. Fokus pada sektor pertanian menggambarkan bahwa pendidikan formal dan pelatihan wirausaha berperan kunci dalam meningkatkan kemampuan individu. Wirausaha agribisnis, terutama perempuan, memiliki orientasi lokal dalam modal usaha dan pemasaran produk, mencerminkan kemandirian finansial. Metode penelitian analitis dengan pendekatan deskriptif digunakan untuk mengetahui gender dan pendidikan formal terhadap kemampuan wirausaha. Temuan menunjukkan bahwa perempuan berperan besar dalam sektor agribisnis dan pendidikan formal serta pelatihan wirausaha memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan kemampuan mereka. Kesimpulan penelitian menyatukan temuan-temuan ini, memberikan gambaran holistik tentang peran perempuan, pendidikan formal, pekerjaan, modal usaha, pemasaran, dan pelatihan wirausaha dalam konteks agribisnis. Pendekatan ini, yang melibatkan faktor-faktor tersebut sebagai strategi holistik, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pertanian.
Penganekaragaman Bahan Pangan Sebagai Strategi Mempertahankan Daya Tahan Tubuh Di Masa Pandemi Covid-10 Widyaningrum, Bakti; Helbawanti, Octaviana; Khoerunisa, Nisa; Srigustini, Astri
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 6 No 2 (2022): Volume 6 Nomor 2 Tahun 2022
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v6i2.16872

Abstract

Food diversification can be done to support the fulfillment of individual calorie and nutritional needs in order to carry out activities properly. The purpose of community service activities is that participants can understand the concepts of the Nutrient Adequacy Number (RDA) and Energy Adequacy Number (AKE), the preparation of food composition according to the recommendation of the Ministry of Health's "Isi Piringku", healthy food processing, and the use of applications to calculate calories in maintaining health. body during the Covid-19 pandemic. The method used consisted of counseling and lectures, demonstration of tools, tutorials and practice of preparing a varied and nutritionally balanced diet. PKK women from Kelurahan Ciakar who were participants in the activity were able to arrange “Isi Piringku” consisting of carbohydrate (2/3 of plate), vegetables (2/3 of plate), fruits (1/3 of plate) and side dishes (1/3 of plate). Diversification is practiced by participants using non-rice food ingredients and the use of the FatSecret application on the menu.
Sertifikasi Produk dan Pengembangan Bisnis Beras Organik sebagai Upaya Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal Di Desa Pasir Tamiang Kabupaten Tasikmalaya Nuraini, Candra; Helbawanti, Octaviana; Windiastuti, Erviyana; Mutolib, Abdul
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21854

Abstract

Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan pangan, tetapi juga oleh kualitas, keamanan, dan nilai tambah produk yang dihasilkan. Desa Pasir Tamiang, Kecamatan Cihaurbeti, Kabupaten Ciamis, merupakan salah satu sentra padi organik yang memiliki potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan berbasis sumberdaya lokal. Namun, terdapat permasalahan utama yang dihadapi oleh Gapoktan Nanjung Mulya, yaitu belum mampunyai sertifikasi produk organic dan kurang optimalnya strategi pengembangan bisnis dan branding beras organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk: (1) meningkatkan kapasitas petani dalam memahami prosedur sertifikasi produk organik, (2) memberikan pelatihan packaging dan branding untuk memperkuat identitas produk, serta (3) mendukung ketahanan pangan melalui pengembangan bisnis beras organik berbasis sumberdaya lokal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan diperolehnya legalitas  sertifikat produk organic. Selanjutnya dengan sertikat ini dapat digunakan untuk pengembanga bisnis beras organic dengan menitikberatkan pada peningkatan branding dan pengemasan.  Kegiatan yang dilakukan  pelatihan packaging sehingga petani dapat menghasilkan  produksi beras organic yang berdaya saing, sehingga meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat ketahanan pangan berbasis sumberdaya local.
Food Business Opportunities in ASEAN: Responding to Rising Demand from a Growing Population Saputro, Wahyu Adhi; Helbawanti, Octaviana; Nurdiani, Ulfah; Harahap, Fitri Amalinda; Ulfa, Amalia Nadifta
Agro Bali : Agricultural Journal Vol 9, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Panji Sakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37637/ab.v9i1.2590

Abstract

Population growth occurs every year in ASEAN countries. This research aims to determine food business opportunities in response to rising food demand in the increasing population of ASEAN countries. Descriptive methods were used in this research with secondary data from 2017 to 2021. Secondary data came from relevant sources, namely the Global Food Security Index and several others. The data analysis used in this research is contribution analysis and forecasting population growth rates using a logarithmic model. Contribution analysis is obtained by dividing the population of each country in ASEAN (people) by the total population of ASEAN or the world. Meanwhile, the logarithmic growth rate is calculated using this model, assuming that at a certain point in time, the population will approach an equilibrium point. The results of the study show that the population growth rate in most ASEAN countries is at a positive level. With the highest level in Cambodia at 1.6%, followed by the Philippines at 1.4% and Laos at 1.1%. The largest contribution to the population in ASEAN countries is Indonesia, with 40.87 percent. Based on the research results, it was also found that the development of the GFSI value was the highest for Singapore, with an achievement of 83.21. The existence of a growing population creates opportunities for countries with abundant natural resources. This potential exists to fulfil food requirements for countries where food production faces domestic difficulties. Each country can try to maintain its staple food reserves in accordance with the population growth rate so as not to experience food shortages.
Pemanfaatan Jagung pada Peternak Burung Puyuh Desa Mekarsari Kabupaten Ciamis untuk Mendukung Ketersediaan Pakan yang Kontinu Candra Nuraini; Octaviana Helbawanti; Bakti Widyaningrum; Abdul Mutolib; Rizal Malik Pratama
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 5 No. 2 (2024): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v5i2.5652

Abstract

Pakan yang digunakan peternak burung puyuh merupakan pakan komersial yang dibeli dengan harga yang relatif mahal. Hal ini menjadi permasalahan bagi peternak karena terjadi ketidakstabilan ketersediaan bahan pakan. Oleh karena itu, peternak memerlukan pakan yang lebih murah untuk menekan biaya produksi. Pakan menjadi prioritas utama agar peternak lebih cepat memenuhi permintaan pasar terhadap telur puyuh. Di sisi lain, BUMDes belum mampu memenuhi permintaan pakan secara kontinu karena pelaksanaan manajemen BUMDes dalam bidang produksi belum optimal. Peternak belum memiliki teknologi untuk mengolah bahan pakan dari bahan baku biji jagung, sedangkan komoditas jagung di Desa Mekarsari sangat melimpah sebagai sentra produksi jagung. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu meningkatkan kemampuan peternak menyediakan pakan secara kontinu dengan mengoptimalkan pengolahan bahan baku yang tersedia di sekitar. Hasil dari kegiatan PkM yaitu petani dapat melakukan pengolahan jagung melalui pelatihan dan pendampingan manajemen BUMDes. Metode pelaksanaan ini yakni sosialisasi, penyuluhan, dan pelatihan dengan teknologi pengolah pakan, penerapan, pendampingan, evaluasi dan keberlanjutan program.
Utilization of Integrated Digital Cashier for Business Sustainability in Kampung Nila, Kawali Village, Ciamis Regency Octaviana Helbawanti; Abdul Mutolib; Riantin Hikmah Widi; Lidya Nur Amalia; Ati Rosliyati; Candra Nuraini
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 7 No. 1 (2026): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v7i1.7507

Abstract

ABSTRACT The Bojongsari Fish Processing and Marketing Group (Poklahsar) in Kampung Nila encountered primary challenges in managing the inventory of perishable fishery products and in financial management, which still relied on manual record-keeping. Manual systems were at risk of data loss, inaccurate calculations, and a lack of transparency, which negatively impacted the group’s accountability and business sustainability. The community service activity aimed to strengthen business governance and ensure the group’s business sustainability through inventory management, sales, and simple financial record-keeping; practical skills in basic financial reporting; and operating an integrated digital cash register. The outreach methods used in the activity included presentations on inventory and financial management; practical demonstrations of digital cash register applications; interactive discussions on operational procedures and coordination of price and stock changes; and an assessment of interest in transitioning from manual to digital record-keeping. The implementation of integrated digital cash registers enabled partners to acquire technical skills in inventory management, transaction record-keeping, and the preparation of simplified financial reports. Service delivery improved and the group's financial transparency became easily accessible. The implementation of digital cash registers fostered a collective awareness of the importance of financial and inventory management for the sustainability of community-based businesses. Partners adopted digital cash registers for daily sales activities in Kampung Nila as well as for product exhibitions outside of Kampung Nila. As a result, digital cash registers were accessible to all product sales channels in Kampung Nila Keywords: Kampung Nila, Inventory Management, Digital Cash Registers, Community Empowerment, Simple Financial Reporting