Claim Missing Document
Check
Articles

Perbandingan Model Pembelajaran Direct Intruction (DI) dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT) Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Sri Wildaningsih; Ejen Jenal Mutaqin; Neni Nadiroti Muslihah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series Vol 2, No 2 (2019): 4th National Seminar on Guidance and Counseling (SNBK 2019) and Workshop on Peda
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.225 KB) | DOI: 10.20961/shes.v2i2.38616

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis sangat penting dimiliki oleh siswa, pada kenyataannya kemampuan komunikasi matematis siswa masih tergolong rendah. Salah satu faktor yang mempengaruhinya adalah penggunaan model pembelajaran di kelas. Menanggapi hal tersebut, terdapat dua model yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Model Pembelajaran Direct Instruction (DI) dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Head Together (NHT). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa yang mendapat model pembelajran DI, menganalisis peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa model pembelajaran kooperatif tipe NHT, dan menganalisis kemampuan komunikasi matematis siswa yang lebih baik antara yang mendapatkan model pembelajaran DI dengan model pembelajaran kooperatif tipe NHT. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuasi eksperimen, dengan populasi seluruh siswa-siswi di SDN 1 Mekarsari, sedangkan yang menjadi sampel yaitu kelas IV A sebagai kelas eksperimen 1 dan kelas IV B sebagai kelas eksperimen 2. Secara kuantitatif, hasil penelitian peningkatan kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen 1 menunjukan interpretasi peningkatan sedang dengan rata-rata gain sebesar 0,37. Dan untuk hasil penelitian peningkatan kemampuan komunikasi matematis kelas eksperimen 2 menunjukan interpretasi peningkatan sedang dengan rata-rata gain sebesar 0,58. Berdasarkan kedua hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih baik daripada model pembelajaran DI.
Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Neni Nadiroti Muslihah; Eko Fajar Suryaningrat
Plusminus: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 3 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/plusminus.v1i3.1445

Abstract

Tujuan penelitian ini (1) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran (CTL) terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SDN 11 KK. (2) untuk mengetahui penerapan model pembelajaran (CTL) dikelas V SDN 11 KK. Metode yang digunakan adalah ekpost facto dengan desain causal research. Jumlah sampel adalah 48 siswa terbagi menjadi dua kelompok, kelompok eksperimen menggunakan model CTL dan kelompok kontrol menggunakan metode konvensional. Instrument penelitian ini menggunakan tes essay dengan indicator tes sebanyak 4 indicator. Tes yang dilakukan adalah tes awal & tes akhir kemampuan pemecahan masalah matematika siswa. Teknik pengolahan data yang digunakan pengolahan statistic uji t & uji Wilcoxon karena salah satu data tidak berdistribusi normal. Berdasarkan hasil analisis data pretest dan posttest kelas eksperimen didapat bahwa tidak terdapat kemampuan awal yang signifikan antara kelas eksperimen & kelas kontrol. Berdasarkan hasil analisis data posttest kelas eksperimen dan posttest kelas kontrol didapat bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran CTL terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas V SDN 11 KK.The purpose of this study is (1) to determine the effect of the learning model (CTL) on the mathematics problem-solving abilities of the fifth-grade students of SDN 11 KK. (2) to determine the application of the learning model (CTL) in class V SDN 11 KK. The method used is ex post facto with a causal research design. The number of samples was 48 students divided into two groups, the experimental group used the CTL model and the control group used conventional methods. The research instrument used an essay test with 4 indicators of the test. The test is a pre-test & a final test of students' mathematical problem-solving abilities. Data processing techniques used statistical processing t-test & Wilcoxon test because one of the data is not normally distributed. Based on the results of the pretest and posttest data analysis for the experimental class can be concluded that there is no significant initial ability between the experimental class and the control class. Based on the results of the posttest data analysis of the experimental class and the posttest control class, it can be concluded that there is an effect of the CTL learning model on the mathematics problem-solving abilities of the fifth-grade students of SDN 11 KK.
ANALISIS KELAYAKAN MEDIA PEMBELAJARAN HERBARIUM DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN KREATIVITAS SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA DI SEKOLAH DASAR Dea Asri Pujiasti; Citra Kusuma Dewi; Neni Nadiroti Muslihah
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.72 KB) | DOI: 10.31980/caxra.v1i1.1177

Abstract

In today’s information age, the ability for creativity is one of the competencies that every student must have. However, science learning in elementary schools has not provided many opportunities for students to develop this ability. Therefore, it is necessary to make efforts to improve students' creative abilities, one of which is by using herbarium learning media. The purpose of this study was to analyze the feasibility of herbarium learning media in increasing students' creativity in science learning in elementary schools. The method used in this research is descriptive qualitative. The research instrument consisted of a questionnaire, observation sheets, and interviews. The results of the questionnaire data processing show that the creativity of students when seen in general in science learning using herbarium learning media, as well as from each indicator, and the attitude scale of each individual shows creative interpretation with 70% of students getting the creative category and 30% of students getting the very category creative. Overall, the quality of herbarium learning media is very suitable to be used to support learning in increasing student creativity in science learning in elementary schools.Keyword: Herbarium Learning Media, Student Creativity Ability, Science Learning. Pada era informasi sekarang ini, kemampuan kreativitas merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki setiap siswa. Namun demikian, dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar selama ini belum banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan ini. Oleh karena itu, perlu upaya dalam meningkatkan kemampuan kreativitas siswa salah satunya dengan menggunakan media pembelajaran herbarium. Adapun tujuan penelitian ini yaitu menganalisis kelayakan media pembelajaran herbarium dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian terdiri dari angket, lembar observasi, dan wawancara. Hasil pengolahan data angket menunjukkan bahwa kreativitas siswa jika dilihat secara umum pada pembelajaran IPA dengan menggunakan media pembelajaran herbarium, maupun dari masing-masing indikator, dan skala sikap tiap individu menunjukkan interpretasi kreatif dengan 70% siswa mendapat kategori kreatif dan 30% siswa mendapat kategori sangat kreatif. Secara keseluruhan kelayakan media pembelajaran herbarium sangat layak digunakan untuk menunjang pembelajaran dalam meningkatkan kreativitas siswa pada pembelajaran IPA di Sekolah Dasar.Kata kunci: Media Pembelajaran Herbarium, Kemampuan Kreativitas Siswa, Pembelajaran IPA.
ANALISIS KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN DARING DI KELAS V SDN 2 MEKARASIH Neng Intan Nurhilma Citrasari; Neni Nadiroti Muslihah; Hendra Permana
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.744 KB) | DOI: 10.31980/caxra.v1i1.1173

Abstract

Based on the results of pre-observations, that the social skills of fifth grade students of SDN 2 Mekarasih in interacting, communicating, building teams / groups and solving problems are still low (lacking). This can affect student activity in the online learning process which is also a new challenge for teachers to be able to develop students' social skills. This study aims to determine the development of these four students 'social skills in online learning and to determine the contribution of online learning activities to the development of students' social skills. This research is a qualitative descriptive study with a naturalistic approach, using questionnaires and interviews as data collection tools. The results showed that the social skills of fifth grade students of SDN 2 Mekarasih in these four aspects were included in the strong category with a total score of 76.47%, as for the contribution of online learning activities, the results obtained were able to assist teachers in developing students' social skills by based on learning activities carried out in groups can develop these four aspects of social skillsKeywords: Student Social Skills, Online Learning Berdasarkan hasil pre-observasi, bahwa keterampilan sosial siswa kelas V SDN 2 Mekarasih dalam berinteraksi, berkomunikasi, membangun tim/kelompok dan menyelesaikan masalah masih rendah (kurang). Hal ini dapat mempengaruhi aktivitas siswa dalam proses pembelajaran daring yang juga menjadi tantangan baru bagi guru untuk dapat mengembangkan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan empat keterampilan sosial siswa tersebut dalam pembelajaran daring serta untuk mengetahui kontribusi kegiatan pembelajaran daring dalam pengembangan keterampilan sosial siswa. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan jenis pendekatan naturalistic, menggunakan angket dan wawancara sebagai alat pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan sosial siswa kelas V SDN 2 Mekarasih dalam ke-empat aspek tersebut termasuk ke dalam kategori kuat dengan total skor sebesar 76,47%, adapun untuk kontribusi kegiatan pembelajaran daring diperoleh hasil yakni mampu membantu guru dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa dengan didasarkan pada kegiatan belajar yang dilakukan berkelompok dapat mengembangkan keempat aspek keterampilan sosial tersebut.Kata Kunci: Keterampilan Sosial Siswa, Pembelajaran Daring
ANALISIS PENGGUNAAN MEDIA POP UP BOOK DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA Windi Paulina; Neni Nadiroti Muslihah; Risma Nuriyanti
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.901 KB) | DOI: 10.31980/caxra.v1i1.1175

Abstract

This study aims to describe the use of popup book media in mathematics learning. The participants were low-class students at Kp. Babakan Bungbulang which was held in a learning family. Desscriptive qualitative is used as a research method by collecting data using observations, questionnaires and wawancra. Triangulation of data used is 1) to see the analysis of media usage to learners whether it is classified as a good media used it is based on the results of interview tests and questionnaires, 2) The results showed that the learners greatly appreciated the popup book learning media applied in mathematics learning that has been carried out in the second observation. This shows that the results of this popup book media analysis research can help students in learning with increased learning ability, especially in mathematics learning.Keywords: Improving learning ability, Mathematics Learning Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan media pop up book dalam pembelajaran matematika. Partisipannya adalah peserta didik kelas rendah di Kp.Babakan Bungbulang yang dilaksanakan dalam sebuah rumpun belajar. Kualitatif desriptif digunakan sebagai metode penelitian dengan pengumpulan data yang menggunakan observasi, angket dan wawancra. Triangulasi data yang digunakan yaitu 1) untuk melihat analisis penggunaan media kepada peserta didik apakah tergolong media yang baik digunakan hal ini terdapat berdasarkan hasil tes wawancara dan angket, 2) Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik sangat mengapresiasi terhadap media pembelajaran pop up book yang diterapkan dalam pembelajaran matematika yang telah di laksanakan dalam observasi kedua. Hal tersebut menunjukkan bahwa hasil penelitian analisis media pop up book ini dapat membantu siswa dalam belajar dengan meningkatnya kemampuan belajar khususnya dalam pembelajaran matematika.Kata kunci : Peningkatan kemampuan belajar, Pembelajaran Matematika
Analisis Implementasi Gerakan Literasi Sekolah Sebagai Bentuk Pendidikan Abad ke-21 Pada Kelas Tinggi di SDIT Persis 99 Rancabango Ayu Faza Fauziyyah; Amelinda Myrna Nur Azizah; Neni Nadiroti Muslihah; Dea Asri Pujiasti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1063.838 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.67228

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) implementasi GLS; (2) faktor pendukung dalam implementasi program GLS; (3) faktor penghambat dari implementasi program GLS; (4) upaya untuk mengatasi faktor penghambat tersebut; dan (5) Sejauh mana implementasi program GLS sebagai bentuk pendidikan abad ke-21. Penelitian ini dilakukan di SDIT Persis 99 Rancabango. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif desktriptif untuk menganalisis dan menggambarkan tujuan dari penelitian ini. Partisipan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, komite sekolah, guru dan siswa. Instrumen penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan angket. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan: (1) Implementasi GLS di SDIT Persis 99 Rancabango berada pada tahap pengembangan dengan kriteria baik; (2) Faktor pendukung implementasi GLS di SDIT Persis 99 Rancabango ini adalah kerjasama dan kolaborasi antara siswa, guru dan orangtua; (3) Faktor penghambat implementasi GLS di SDIT Persis 99 Rancabango ini adalah fasilitas, kreativitas guru, budaya siswa serta situasi dan kondisi; (4) Upaya untuk mengatasi faktor hambatan adalah dengan mengoptimalkan fasilitas yang ada, mengadakan pembinaan guru, menjalin komuikasi dan meningkatkan kolaborasi dengan siswa serta orang tua siswa; dan (5) Implementasi GLS sebagai bentuk pendidikan abad ke-21 di SDIT Persis 99 Rancabango berkategori sedang.
Teacher's Perception of Online Learning at the Integrated Islamic Elementary School Santiniketan Bandung Ejen Jenal Mutaqin; Hendi Herdiansyah; Neni Nadiroti Muslihah
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.052 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.66476

Abstract

Penelitian ini bertolak dari fenomena pembelajaran daring yang disebabkan adanya pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei deskriptif, untuk memberikan gambaran tentang persepsi guru sekolah dasar terhadap pembelajaran daring. Penelitian ini dilaksanakan di SDIT Santiniketan Baleendah Bandung. Dalam penelitian, jenis sumber data berupa informan sangat penting perannya sebagai narasumber yang memiliki informasi. Adapun yang menjadi responden dalam penelitian ini adalah guru yang berjumlah 17 orang. Data-data yang dikumpulkan dengan cara penyebaran angket, wawancara, dan observasi atau pengamatan. Hasil penelitian ini memberi kontribusi positif yang berupa stimulus bagi guru untuk melakukan evaluasi secara berkala, baik dari aspek membuat perencanaan, pelaksanaan, maupun dalam peningkatkan kapasitas profesionalime, serta dapat menjadikan peserta didik sebagai evaluator untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan memahami keinginan atau persepsi peserta didik terlebih dahulu.
The Formation of Disciplined Character Through Habituation Methods in The Elementary School Environment Neni Nadiroti Muslihah; Cepi Budiyanto; Alamsyah Nurseha; Mohammad Topan
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 5, No 2 (2022): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (669.727 KB) | DOI: 10.20961/shes.v5i2.67235

Abstract

Karakter disiplin adalah bagian dari nilai pendidikan karakter. Dengan mempunyai karakter disiplin bisa menjadi pendorong untuk menumbuhkan karakter-karakter baik yang lainnya. Maka dari itu perlu adanya pembentukan karakter disiplin di lingkungan sekolah. Pembentukan karakter disiplin di lingkungan sekolah merupakan usaha pemberian tuntunan kepada peserta didik agar dapat mengontrol diri untuk menaati segala peraturan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan sekolah, serta meninggalkan segala penyimpangan dan pelanggaran yang dapat merugikan peserta didik maupun sekolah secara keseluruhan, sehingga hal tersebut dapat diterapkan juga dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pendidikan karakter disiplin bagi peserta didik bukanlah untuk memberikan rasa takut atau pengekangan, namun untuk mendidik peserta didik supaya dapat mengatur dan mengendalikaan dirinya dalam berperilaku. Selain itu, dengan adanya pendidikan karakter disiplin, peserta didik juga dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Adapun proses pembentukan karakter disiplin di lingkungan sekolah. Salash satu metode yang dianggap tepat dalam pembentukan karakter disiplin ialah metode pembiasaan.
Analisis Metode Jari Magic (Jarimatika) dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Perkalian dan Motivasi Belajar Siswa Eko Fajar Suryaningrat; Neni Nadiroti Muslihah; Lisna Tiawati
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (693.805 KB) | DOI: 10.31980/caxra.v1i1.1178

Abstract

This research is motivated because some students still find it difficult to count, especially in multiplication, this has an impact on learning motivation, therefore researchers are interested in this study which aims to improve numeracy skills and student motivation in learning to count through learning with Jarimatika. This study involved 6 students consisting of 3 participants from class III and 3 participants from class IV. This research method uses a qualitative approach with descriptive methods. This data was obtained by means of tests, motivation questionnaires, and interviews. The data analysis technique in this study uses the process of data collection, data reduction, data display, and conclusion / verification. As for the results of the research using Jarimatika in numeracy skills for class III, the learning activities are practicing Jarimatika, printing fingers and arranging puzzles with an average score of 8.77 and for grade IV the learning activities are matching pictures, pasting cards and the circumference of Nusantara with the average score. 8.66. Meanwhile, for the result of learning motivation for class III gets an interpretation value of 3.22 which is classified into the "Good" category, and for class IV gets an interpretation value of 3.36 belonging to the "Very Good" categoryKeywords: Jarimatika, Numeracy Skills, Learning Motivation Penelitian ini dilatar belakangi karena sebagian siswa masih merasa kesulitan dalam hitungan khususnya dalam perkalian hal ini berdampak terhadap motivasi belajar, oleh karena itu peneliti tertarik dalam penelitian ini yang bertujuan meningkatkan kemampuan berhitung dan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran berhitung melalui pembelajaran dengan jariamtika. Penelitian ini melibatkan partisipan sebanyak 6 orang siswa yang terdiri dari 3 orang partisipan dari kelas III dan 3 orang partisipan dari kelas IV. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data ini diperoleh dengan tes, angket motivasi, dan wawancara. Teknis analisis data pada penelitian ini menggunakan proses pengumpulan data, reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan /verifikasi. Adapun hasil penelitian dengan menggunakan jarimatika dalam kemampuan berhitung untuk kelas III kegiatan belajarnya belatih jarimatika, mencetak jari tangan dan menyusun puzzle dengan hasil rata-rata nilai 8.77 dan untuk kelas IV kegiatan belajarnya mencocokan gambar, menempelkan kartu serta keliling nusantata dengan hasil rata-rata nilai 8.66. Sedangkan ntuk hasil motivasi belajar kelas III mendapatkan nilai interpretasi 3.22 tergolong ke dalam kategori “Baik”, dan untuk kelas IV mendapatkan nilai interpretasi 3.36 tergolong ke dalam kategori “Sangat Baik”Kata kunci: Jarimatika, Kemampuan Berhitung, Motivasi Belajar
Hypothetical Learning Trajectory in Place Value Concepts in Elementary School Ejen Jenal Mutaqin; Tatang Herman; Wahyudin Wahyudin; Neni Nadiroti Muslihah
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 12, No 1 (2023)
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.581 KB) | DOI: 10.31980/mosharafa.v12i1.1313

Abstract

AbstrakTeori Piaget telah banyak berpengaruh terhadap desain pembelajaran. Pembelajaran yang berorientasi pada guru (teacher centere) berubah menjadi berorientasi pada siswa (student centere). Hal ini berarti bahwa faktor siswa menjadi hal yang utama dan harus diperhatikan dalam membuat suatu desain pembelajaran. Perumusan Hypothetical Learning Trajectory sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran sekaligus sebagai suatu tindakan antisipatif terhadap kemungkinan masalah yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran. Artikel ini menyajikan contoh perumusan Hypothetical Learning Trajectory untuk pembelajaran nilai tempat di kelas 1 sekolah dasar. AbstractPiaget's theory has had a lot of influence on learning design. Teacher-oriented learning (teacher center) changed to student-oriented (student center). This means that the student factor is the main thing and must be considered in making a learning design. Formulation of Hypothetical Learning Trajectory as a guideline for implementing learning as well as an anticipatory action against possible problems faced by students in the learning process. This article presents an example of the formulation of a Hypothetical Learning Trajectory for place-value learning in grade 1 elementary school.
Co-Authors Abdul Hakim Abdul Hakim Acep Irpan Adiredja, Rajji Koswara Ajang Rusmana Ajeng Mutia Rahmani Alamsayah Nurseha Alamsyah Nurseha Amelinda Myrna Nur Azizah Asyari, Lutfi Asy’ari, Lutfi Ayu Faza Fauziyyah Ayu Febrianti, Fitri Cepi Budiyanto Citra Kusuma Dewi Citrasari, Neng Intan Nurhilma Dea Asri Pujiasti Dea Asri Pujiasti Dea Asri Pujiasti Dendi Supriadi Ejen Jenal Mutaqin Eko Fajar Suryaningrat Erwin Alamsyah F. Fratama Nurfirman S Febi Aulia Zahra Ferrel Aditya Fernandes Gumilar, Abih Gunawan, Dani Hamdani, Nizar Alam Hendi Herdiansyah Hendra Permana Hendra Permana Hendriyanto Hendriyanto Julifahni, Shendy Avina Karantiano S. Putra Kiki Rizki Illahi Laras Mutiara Lia Safitri Lina Siti Nurwahidah Lisna Tiawati Lutfi Asyari M Wildan Maulida Aulia Rahman Mohammad Topan Muhamad Topan Muhammad Nurjamaludin Muti Abdillah Mutia Rahmani, Ajeng Nabella Alani Neng Intan Nurhilma Citrasari Nugraha, Yopi nurendah siti hasanah Nurfalah, Sifa Nurjanah, Yuli Nurseha, Alamsyah Paulina, Windi Pujiasti, Dea Asri Putri Camelia Intansari Putri, Amelia Anisa Rafika Hidayanti Risma Fitri Destiani Risma Nuriyanti Rohmayanti, Salsa Shantika Sari, Yulias Shantika Sary, Yulia Sifa Nurfalah Siti Ropah Purnamasari Sri Dewi Febriani Sasty Sri Wildaningsih Sukrina Herman, Sukrina Susilawati, Setya Tatang Herman Tatang Herman, Tatang Tilawati, Lisna Wahyudin Wahyudin Wahyudin Widdy Sukma Nugraha widy nugraha Widyaninsih, Yennie Indriati Windi Paulina Yennie Indriati Widyaningsih Yulia Shantika Sary Zahra, Febi aulia