Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS PRESTASI KERJA MOTOR 4 TAK DENGAN PENGGUNAAN TURBO CYCLONE Nely Ana Mufarida
J-Proteksion Vol 1, No 1 (2016): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i1.185

Abstract

AbstractTechnological developments in the automotive field, especially in the motor fuel continued to experience improvements in order to provide comfort without neglecting the safety factor and the ability to produce large power. One attempt to do to generate greater power is to increase the efficiency of the motor fuel to improve combustion processes that occur in the combustion chamber. This is also done by Sei Y Kim through his invention called the Turbo Cyclone. There are four experiments conducted namely intake manifold that does not use turbo cyclone (standard), and use the turbo cyclone with angle variety of 55°, 65°, and 75°. The motors are in use is the motor 4 stroke 100cc. Fuel used is LPG. Based on the results of the study showed that in use with turbo cyclone with an angle of 65°on intake manifolds improve engine performance that is equal to 4.89 Nm to 0.15 Nm increase or an increase of 3.16% compared with the standard views of torque while the maximum power generated on the variation of fin 65°amounted to 4.529 Hp rose 5.829% or 0.252 hp compared with the standard.Keywords:4 stroke 100cc engine, turbo cyclone, intake manifold
ANALISIS PRESTASI KERJA MESIN MENGGUNAKAN CAMPURAN BAHAN BAKAR BENSIN PERTAMAX DAN METHANOL (CH3OH) PADA MOTOR BAKAR BENSIN 4 LANGKAH Beni Pamuji Lestar; Nely Ana Mufarida; Andik Irawan
J-Proteksion Vol 3, No 1 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v3i1.2277

Abstract

Dengan meningkatnya perkembangan sektor transportasi darat yang pesat, maka pemanfaatan dan peningkatan kualitas minyak bumi terus menerus dilakukan. Perbaikan kualitas bahan bakar dilakukan bermacam-macam cara, antara lain dengan penambahan zat aditif, meliputi : TEL (Tetra Ethyl Lead), TML (Tertra Methyl Lead), MMT (Methilcyclopentadienyl Manganese Tricarbonyl). Penambahan aditif ini diharapkan dapat menaikkan nilai oktan, salah satu contohnya adalah bahan bakar bensin pertamax yang mempunyai nilai oktan 91,5 didapat dari hasil pencampuran bensin premium dengan MTBE (Methyl Tertiary Buthyl Ether) sebanyak 10%. Selain itu dapat juga ditambahkan hidro karbon ringan. Penambahan atau pencampuran bahan bakar murni dengan hidro karbon lebih dirasakan aman bagi lingkungan, beda halnya dengan penggunaan zat aditif diatas yang mempunyai kadar timbal (Pb) dan juga mangan. Pada penelitian ini penulis mencoba mencampur bahan bakar bensin pertamax murni 100% dengan senyawa hidro karbon yaitu methanol (CH3OH), penelitian ini dilakukan dengan membandingkan bahan bakar bensin murni (pertamax) dengan berbagai campuran methanol yaitu 5% sampai 25% methanol dengan range 5% terhadap prestasi mesinnya. Dalam melakukan penelitian ini posisi throttle terbuka penuh, kemudian menetapkan variasi putaran mesin yang berubah-ubah (dari 1000 rpm s/d 70000 rpm), sehingga didapatkan sebuah data untuk mengetahui prestasi mesin. Dari hasil pengujian emisi gas Buang Karbon Monoksida (CO) dan Hidrokarbon (HC) rata-rata tertinggi pada rpm rendah (1000 rpm) dan penambahan methanol dapat mengurangi kadar CO pada rpm tinggi (4000 - 7000 rpm) dengan kadar CO tertinggi 6,66% dan terendah 0,08%, untuk HC tertinggi 759 ppm dan terendah 29 ppm. Torsi dan daya tertinggi diperoleh pada variasi pertamax 75% : 25% methanol, sehingga penambahan methanol bisa meningkatkan torsi dan daya. Penggunaan methanol untuk campuran bahan bakar, meskipun bisa menurunkan kadar CO dan HC, tapi untuk adanya methanol berakibat turunnya daya dan torsi.
PENGARUH CAMPURAN MINYAK PLASTIK LOW DENSITY POLYETHYLINE (LDPE) DENGAN VARIASI BAHAN BAKAR TERHADAP PERFORMA GAS BUANG Rahmat Hidayat; Nely Ana Mufarida; Rohimatush Shofiyah
J-Proteksion Vol 2, No 2 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i2.2228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah minyak plastik dapat digunakan sebagai bahan bakar alternative dan juga mengetahui pengaruh campuran minyak plastik denagan premium, pertalite dan juga pertamax terhadap performa emisi gas buang. Penelitian ini untuk mengetahui kadar emisi gas buang HC dan CO dengan mengunakan gas analyzer. Hasil penelitian ini di ketahui premium yang di campurkan minyak plastik 10 % mengalami penurunan sebesar 606 ppm HC dan CO mengalami penurunan sebesar 1,24%, untuk yang campuran 15% mengalami penurunan HC sebesar 701 ppm dan CO sebesar 1,3 % dari premium murni yang di uji. Denagan bahan bakar jenis pertalite denagn komposisi 10% minyak plastik gas HC mengalami penurunan sebesar 408 ppm dan CO sebesar 0,97 % , untuk komposisi 15 % mengalami penurunan gas HC sebesar 915ppm dan gas CO mengalami penurunan sebesar 3,04 % dari pertalite murni yang di uji. Untuk bahan bakar pertamax yang di campur 10% minyak plastik gas HC menurun sebesar 139 ppm untuk CO sebesar 0,33% dan campuran 15% menurun sebesar 398 ppm pada gas HC 0,93% pada gas CO dari pertamax yang di uji.
PENGARUH MODIFIKASI LIFT CAMSHAFT TERHADAP PERFORMA MOTOR 4 TAK 100CC Firmansyah Firmansyah; Nely Ana Mufarida; Ardhi Fathonisyam Putra Nusantara
J-Proteksion Vol 2, No 1 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i1.2219

Abstract

Proses mendapatkan debit aliran udara dan bahan bakar yang maksimal keruang bakar. Maka diperlukan pengaturan yang tepat terhadap valve lift, valve lift duration, dan valve lift timing. Terbukanya katup-katup pada saat pemindahan gerakan dari gerakan kerja ke gerakan menghisap, supaya gas yang telah terbakar dapat keluar seluruhnya, sehingga pemasukan gas baru tidak bercampur dengan gas bekas di dalam silinder. Melalui modifikasi atau desain ulang valve lift maka dapat mengubah tinggi angkatan klep. Penelitian ini memfokuskan perbandingan kinerja performa mesin, jumlah konsumsi bahan bakar pada sepeda motor berkapasitas 100 cc terhadap penggunaan lift camshaft modifikasi dan lift camshaft standar dari sepeda motor berdasarkan variasi lift camshaft. Didapatkan Perhitungan tinggi lift standar maupun tinggi lift modifikasi setelah dilakukan penelitian yaitu In 5,44 mm, Ex 5,54 mm maka dapat kita simpulkan bahwa dengan perubahan tinggi lift yang dilakukan membuktikan bahwa daya bisa naik sedangkan torsi cenderung menurun.
PENGARUH PENGGUNAAN VARIASI BAHAN BAKAR PERTAMAX, PERTALITE DAN PREMIUM TERHADAP PERFORMA MESIN MOTOR INJECTION 115 CC TAHUN 2013 Yasirul Khoiri; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 3, No 2 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v3i2.2249

Abstract

Saat ini semakin banyaknya jenis kendaraan umum seperti sepeda motor membuat pengendara dapat memilih alternatif jenis bahan bakar pertamina untuk motor bensin antara lain premium, pertalite dan pertamax. Performa mesin motor dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya adalah jenis bahan bakar yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan performa motor terhadap penggunaan variasi bahan bakar bakar premium, pertalite dan pertamax dengan melakukan pengujian daya dan torsi. Pengujian masing-masing jenis bahan bakar diuji pada mesin motor injeksi 115 cc tahun 2013 dengan menggunakan dynotest, yang terhubung dengan komputer. pada komputer akan mencatat grafik hasil perubahan daya dan torsi dari masing-masing jenis pengujian bahan bakar. Hasil penelitian menunjukkan torsi maksimum pada pertamax sebesar 9,86 N.m pada putaran mesin 3500 rpm dan torsi maksimum pada pertalite yaitu 9,91 N.m pada putaran mesin 3500 rpm. Sedangkan torsi tertinggi yang dihasilkan pada premium sebesar 9,67 N.m pada putaran mesin 3000 rpm. Sedangkan daya maksimum yang dihasilkan oleh premium, pertalite dan pertamax diuputaran mesin yang sama yaitu 7000 rpm untuk premium daya tertinggi sebesar 9,3 hp dan pertalite daya maksimum yang dihasilkan yaitu sebesar 9,3 hp. Sedangkan daya tertinggi yang dihasilkan pertamax sebesar 9,4 hp.
Optimasi Pengaruh Variasi Jumlah Sudu terhadap Kinerja Turbin Angin Vertikal Tipe Darrieus-H Dwi Bayu Kristanto; Nely Ana Mufarida; Rohimatush Shofiyah
J-Proteksion Vol 6, No 1 (2021): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v6i1.5312

Abstract

Pemakaian energi fosil menyebabkan semakin berkurangnya jumlah cadangan persediaan minyak bumi mengakibatkan harga dan permintaan minyak yang lebih besar dibandingkan dengan produksi. Indonesia yang berada di wilayah ekuator adalah daerah yang mempunyai sirkulasi angin Hadley, Walker dan lokal. Kondisi ini berpotensi untuk pembangunan Turbin Angin sebagai pemanfaatan energi angin untuk pembangkit listrik yang saat ini masih bergantung pada minyak bumi, Penelitian ini bertujuan untuk mencari efisiensi dan kinerja terbaik turbin angin sumbu vertikal variasi   sudu 3, 4 dan 5, dari bahan PVC board dengan ketebalan 25cm, tinggi sudu 75cm, tinggi tiang 100cm dan generator yang digunakan adalah generator DC 12 volt. dengan pengukuran terhadap putaran poros, arus dan tegangan keluaran generator. Data hasil penelitian paling tinggi didapat pada turbin angin dengan variasi 3 Sudu, pada kecepatan angin 6 m/s yang menghasilkan Daya Generator 2,38 Watt dan Putaran Poros 120 Rpm.
PENGARUH VARIASI LUBANG PIRINGAN CAKRAM TERHADAP PELEPASAN PANAS PADA MOTOR MATIC 110 CC Harum Tri Wahyudi; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 2, No 2 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i2.2224

Abstract

Perkembangan sistem rem sepeda motor adalah adanya teknologi sistem rem cakram. Rem cakram merupakan pengembangan sistem rem tromol yang ada sebelumnya, dan banyak perbedaan antara jenis tersebut. Rem cakram sangat memudahkan bagi penggunanya dikarenakan kontruksi lebih sederhana dan lebih mudah perawatanya. Rem cakram pada dasarnya terdiri dari 3 komponen utama yaitu Piringan (Cakram), Kampas Rem dan, Caliper. Cakram adalah sebuah piringan logam yang cukup tipis dan digunakan untuk proses pengereman kendaraan. Hal ini dilakukan dengan memberikan gaya gesek pada bagian cakram tersebut.. Pada penelitian ini akan diambil data perbandingan antara piringan cakram dengan jumlah lubang 30; 36 dan 40. Dimana data tersebut meliputi kecepatan sepeda motor, beban pengereman, jarak tempuh,dan panas pada piringan. Metode pengukuran panas pada piringan dengan menggunakan thermometer yang pertama, dimulainya kecepatan 60 km/jam dengan jarak 2km,dan dengan beban yang telah ditentukan sampai sepeda motor berhenti.dengan jumlah lubang 40, pelepasan panas pada piringan ini lebih cepat dan maksimal disbanding dengan piringan cakram dengan jumlah lubang 30 dan 36. Pada temperatur awal ditemukan suhu rata-rata 25,13 ºC dan pada temperatur panas menunjukan rata-rata pada 30,57 ºC dan untuk rata-rata pelepasan panas pada piringan dengan jumlah lubang 40 ditemukan 5,24 menit.Kata kunci : Piringan cakram, pelepasan panas.
PEMANFAATAN LIMBAH KULIT KOPI ARABIKA (ARABICA COFFEE) DIJADIKAN BIOETANOL Gery Retanubun; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 2, No 1 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i1.2220

Abstract

Pembuatan bioetanol limbah kulit kopi arabika, melalui tahapan pengeringan kulit kopi dan penghalusan kulit kopi, Hidrolisis , fermentasi, penyaringan, dan destilasi. Pengeringan kulit kopi dibawah sinar matahari langsung selama 2 hari dan dihaluskan menggunakan blender sebelum tahap hidrolisis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini, 1000 gram kulit kopi arabika kering, asam klorida 500 ml, 1000 ml tetes tebu, 150 gram Urea, 150 gram ragi, 150 gram NPK (kandungan N:15%, P:15%,K:15%). Proses hidrolisis dilakukan selama 60 menit dengan suhu 80-900C. Fermentasi dilakukan selama 7 hari, dan ditambahkan cairan fermentor yaitu 150 gram Urea, 150 gram ragi, 150 gram NPK (kandungan N:15%, P:15%,K:15%) yang di encerkan dengan 100 ml aquades dan ditambahkan tetes tebu 1000 ml, di aduk secara merata dan diberi penutup wadah yang kedap udara. Cairan fermentasi yang didapatkan yaitu 2000 ml setelah penyaringan. Proses destilasi menggunakan destilator mini kapasitas 5 liter. Data hasil destilasi yaitu, destilasi pertama menghasilkan kadar etanol 17% dengan volume 1100 ml dengan waktu 20 menit, destilasi kedua menghasilkan kadar etanol 49% dengan volume 650 ml dengan waktu 11 menit, dan destilasi ketiga menghasilkan kadar etanol 65% dengan volume 340 ml dalam waktu 9 menit dengan suhu 80-900C.
PERBANDINGAN CDI STANDAR DAN CDI VARIASI TERHADAP PERFORMA MOTOR 4 TAK 100 CC Ikhfan Tri Wahyulianto Putra; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 2, No 2 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i2.2225

Abstract

Motor bakar torak bensin merupakan mesin pembangkit tenaga yang mengubah bahan bakar bensin menjadi tenaga panas dan akhirnya menjadi tenaga mekanik. Pada saat awal sepeda motor mulai diproduksi sistem pengapian pada motor bensin menggunakan sistem pengapian konvensional (platina). Sistem pengapian sepeda motor sekarang kebanyakan menggunakan system pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignation) yang memiliki karakteristik lebih baik di bandingkan dengan system pengapian konvensional.Sistem pengapian merupakan sistem yang sangat penting pada speda motor. Metode eksperimental adalah metode yang digunakan untuk menguji pengaruh dari suatu perlakuan atau desain baru dengan cara membandingkan desain tersebut dengan desain tanpa perlakuan sebagai kontrol atau pembanding.melakukan pengambilan data torsi dan daya dan pengaruh bahan bakar terhadap performa motor 4 tak 100 cc tersebut dilakukan dengan proses dial Test.
ANALISA HASIL PENGELASAN SMAW (SHIELDED METAL ARC WELDING) DAN GTAW (GAS TUNGSTEN ARC WELDING) DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN STAINLESS STEEL AISI 304 Yuslih Lakum; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 1, No 2 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i2.2199

Abstract

eknologi pengelasan merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu proses manufaktur karena pengelasan memegang peranan penting dalam setiap rekayasa logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin terhadap nilai kekerasan Stainless Steel AISI 304 hasil pengelasan SMAW dan pengelasan GTAW pada daerah logam induk, logam las dan HAZ. Pada penelitian ini pengelasan yang dilakukan adalah pengelasan SMAW menggunakan elektroda E308-16 Ø 3,2 mm dan GTAW menggunakan elektroda ER308L Ø 3,2 mm pada material Stainless Steel AISI 304 dengan sambungan pengelasan berbentuk kampuh V tunggal dengan sudut kampuh 60° dan variasi media pendingin yang digunakan adalah coolant, oli SAE 40 dan udara. Dari hasil penelitian nilai kekerasan tertinggi pada logam las terdapat pada hasil pengelasan GTAW dengan variasi media pendingin coolant yaitu 130,6 HB dan pada HAZ terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin yaitu 137,0 HB, nilai kekerasan terendah pada logam las terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin udara yaitu 121,6 HB dan pada HAZ terdapat pada hasil pengelasan GTAW dengan variasi media pendingin udara yaitu 131,0 HB, dan nilai kekerasan pada logam induk hasil pengelasan SMAW dan GTAW dengan variasi media pendingin coolant, oli SAE 40, dan udara memiliki nilai yang konstan yaitu 118,7 HB.
Co-Authors Abadi Sanosra Aditya Dimas Pratama Aditya Surya Manggala Agus Hari Cahyono Ahmad Abi Sodik Aji Sangjoko Alfian Anggraista Amelia novinda sari Aminulloh, Romi Amri Gunasti Andik Irawan Andre, Irham Andrean Angga Dwinanda Anggraista, Alfian Ardhi Fathoni Syam PN Ardhi, Nusantara Fathonisyam Putra Ariyanto Ariyanto Ariyanto, Ariyanto Asroful Abidin Azimansyah, Rafidan Bahri, Hairul Bahri, Mokh Hairul Bahri, Mokh. Hairul Baskara, Ayun Beni Pamuji Lestar Budi Satria Bakti Cahyono, Agus Hari Dekiyanto Dwi Haryono Desta, Senki Dwi Bayu Kristanto Dwinanda, Angga Effendy , Machmud Eko Budi Satoto Erna Ipak Rahmawati Febri Ari Sandi Finali, Asmar Firmansyah Firmansyah Firmansyah, Firmansyah Fitriana Fitriana Fitriana, Fitriana Galatea, Chusnul Khotimah Gery Retanubun Gilang, Aditya Hamduwibawa, Rofi Budi Harum Tri Wahyudi Hawaij, Dedi Maulana Hidayat, Rahmat Hifni, Mada Naufal Ikhfan Tri Wahyulianto Putra Ilanka Cahya Dewi Indra Eka Prasetya Irawati Irawati Iskandar Umarie Jawantino Samawa Khoiri, Yasirul Kosjoko Kosjoko Kosjoko Kosjoko Kosjoko Kosjoko Kosjoko kosjoko kosjoko Kosjoko, Kosjoko Lakum, Yuslih Lestar, Beni Pamuji M. Wildanul Kahfi Mihrozi, Moch Iqbal Moch Iqbal Mihrozi Moch Taufik Moch. Arif Wibowo Moh Hasan Noval Moh. Ainul Yaqin Muarifin Muarifin, Muarifin Mufarida, Nely Muh Andrea Wahyu Muhammad Reza Ardian Putra Muhammad Zaenuri Muhammad Zainur Ridlo Muhtar Muhtar Nanang Saiful Rizal Noval, Moh Hasan Nurhalim Nurhalim, Nurhalim Nurhalim, Nurhalim Nurlina, Ika Tyas Octa, Hakim Orisanto Darma Setiawan Prakosa, Gilang Satria Pranoto, Rachmad Adi Pratama, Mokhammad Yoga Prayogi Donny Dharmawan Probowulan, Diyah Putra, Dhian Wahana Putra, Ikhfan Tri Wahyulianto Putra, Muhammad Reza Ardian Rachmad Adi Pranoto Rahmat Hidayat Retanubun, Gery Romadhon, Muhammad Firly Rusdiana Setyaningtyas Sandi, Febri Ari Setiyo Ferdi Yanuar Shofiyah, Rohimatush Sholehuddin, Ilham Sodik, Ahmad Abi Sofia Ariyani Sofyan Rofi Soleh, Abdullah Robeid Suharso, Wiwik Sultan Maulana Abdul Wahid Surahman, Andika Sutikno Sutikno Sutikno Sutikno Syah, Moch. Thoriqur Rahman Taufan Abadi Taufik, Moch Toha, Kamil Totok Dwi Kuryanto Ukasyah Shibghaturrahman Ulumudin, M Ikhya Ulya Anisatur Rosyidah Umarie, Iskandar Umilasari, Reni Wahyu, Muh Andrea Wahyudi, Harum Tri Wahyudi, Irfan Sholeh Wibowo, Bintang Yudhistira Adi Wibowo, Moch. Arif Winahyu, Pawestri Yanuar, Setiyo Ferdi Yaqin, Moh. Ainul Yasirul Khoiri Yuslih Lakum