Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH KOMBINASI KAYU SENGON (Falcataria moluccana) DAN BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper) TERHADAP SIFAT FISIKA PAPAN LAMINASI Wulandari, Febriana Tri; Amin, Radjali; Habibi; Ety Lisma, Ni Putu
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 42 No. 1 (2024): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2024.2368

Abstract

Sengon wood can be strengthened by mixing with bamboo in making laminated boards.  The aim is to determine whether the combination of sengon wood and petung bamboo produces an increase in strength class and to determine the effect of pressure and weight on the physical properties of laminated boards made from sengon wood and petung bamboo.  The test results of the characteristics of physical and mechanical properties of the combination of sengon wood and petung bamboo resulted in an increase in strength class to strength class III according to JAS SE-7 2003 and SNI 01-6240-2000 standards. The felt pressure of laminated boards has a significant effect on moisture content and thickness development, but density and thickness shrinkage have no significant effect on the felt pressure of laminated boards. Adhesive weight significantly affected the physical properties of the board; adhesive weight and felt pressure together had no significant effect on the physical properties of the board.
SIFAT FISIS BRIKET ARANG DARI LIMBAH BIOMASSA SERBUK KAYU DAN CANGKANG KEMIRI Lestari, Dini; Wulandari, Febriana Tri
Tengkawang : Jurnal Ilmu Kehutanan Vol 15, No 1 (2025): TENGKAWANG : JURNAL ILMU KEHUTANAN
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jt.v15i1.90545

Abstract

Utilization of waste in the form of hazelnut shells and sawdust into charcoal briquettes is an application of appropriate technology in reducing adverse environmental impacts. The study used hazelnut shell and sawdust as raw materials. By evaluating the physical characteristics of charcoal briquettes made from sawdust and candlenut shells, such as moisture content, ash content, calorific value, fly content, and bound carbon, this study aims to assess the quality of these charcoal briquettes and assess whether the use of these calorific value, fly content, and bound carbon, this study aims to assess the quality of these charcoal briquettes and assess whether the use of these charcoal briquettes as alternative fuels can be carried out in accordance with SNI 01-6235-2000 standards. A factorial randomized complete block design (CRD) with two raw material treatments and three replications was the experimental methodology used in this study. The results of the analysis of variance test showed that the amount of fly matter and bound carbon content were not significantly affected by the type of raw material treatment, but the moisture content, ash content, and calorific value were significantly affected. Based on the test results, the physical values that meet the requirements of SNI 01-6235-2000 are moisture content, ash content, and fly content, while the calorific value and bound carbon content are not. Based on the test results, wood powder and hazelnut shell charcoal briquettes are not suitable for use due to high ash content and low bound carbon value, which will cause poor combustion. Keywords: candlenut, charcoal briquettes, sawmill waste. Abstrak Pemanfaatan limbah berupa cangkang kemiri dan serbuk kayu menjadi briket arang merupakan pengaplikasi teknologi tepat guna dalam mengurangi dampak buruk lingkungan. Penelitian menggunakan bahan baku cangkang kemiri dan serbuk kayu. Dengan mengevaluasi karakteristik fisik briket arang yang terbuat dari serbuk gergaji dan cangkang kemiri, seperti kadar air, kadar abu, nilai kalor, kadar zat terbang, dan karbon terikat, penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas briket arang tersebut dan menilai apakah penggunaan briket arang tersebut sebagai bahan bakar alternatif dapat dilakukan sesuai dengan standar SNI 01-6235-2000. Rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan dua perlakuan jenis bahan baku dan tiga kali ulangan merupakan metodologi percobaan yang digunakan dalam penelitian ini. Hasil uji analisis varians menunjukkan bahwa jumlah zat terbang dan kadar karbon terikat tidak dipengaruhi secara signifikan oleh jenis perlakuan bahan baku, namun kadar air, kadar abu, dan nilai kalor dipengaruhi secara signifikan. Berdasarkan hasil pengujian, nilai fisik yang memenuhi persyaratan SNI 01-6235-2000 adalah kadar air, kadar abu, dan kadar zat terbang, sedangkan nilai kalor dan kadar karbon terikat tidak. Berdasarkan hasil pengujian, briket serbuk kayu dan arang tempurung kemiri belum layak untuk digunakan karena kadar abu yang tinggi dan nilai karbon terikat yang rendah, yang akan menyebabkan pembakaran yang kurang baik. Kata kunci: kemiri, briket arang, limbah penggergajian
KARATERISTIK MUTU BRIKET ARANG DARI LIMBAH KAYU KEMIRI, TEMPURUNG KELAPA DAN TONGKOL JAGUNG Wulandari, Febriana Tri; Radjali Amin; Dhimas Mardyanto Prasetyo
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 43 No. 1 (2025): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : BRIN Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jphh.2025.5548

Abstract

Potensi tanaman kemiri di Nusa Tenggara Barat mencapai 2.254,10 hektar begitu pula juga dengan kelapa dan jagung, luas area kelapa bisa mencapai 46 ribu ha di tahun 2021 dan luas area jagung bisa mencapai 91 ribu ha di tahun 2020. Berdasarkan potensi tersebut tentu akan menghasilkan limbah, maka perlu upaya mengelola limbah tersebut agar dapat dikelola kembali dengan cara dijadikan sebagai bahan baku briket arang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu briket arang dari limbah tongkol jagung, tempurung kelapa dan cangkang kemiri dengan melakukan uji proximate serta menentukan kelayakan penggunaannya sebagai bahan bakar alternatif berdasarkan standar SNI 01-6235-2000. Metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 5 perlakuan jenis bahan baku dan 3 kali ulangan. Pengujian kadar air briket arang menunjukan semua briket arang memenuhi standar kecuali pada briket arang tongkol jagung. Pengujian kadar abu briket arang menunjukan semua briket arang tidak memenuhi Standar SNI 01-6235-2000 tetapi masuk dalam standar Amerika kecuali briket arang Campuran Tongkol Jagung dan Tempurung Kelapa tidak memenuhi semua standar mutu. Pengujian kadar zat terbang hanya tongkol jagung yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000 dan briket arang lainnya masuk dalam standar Jepang. Pengujian nilai kalor briket arang hanya cangkang kemiri dan tongkol jagung yang memenuhi standar SNI 01-6235-2000. Pengujian kadar karbon terikat briket arang tidak memenuhi standar SNI 01-6235-2000 tetapi masuk dalam standar Jepang, Amerika dan Inggris. Berdasarkan standar mutu maka briket arang cangkang kemiri dan tongkol jagung layak digunakan karena memiliki nilai kalor dan karbon terikat masuk dalam standar SNI 01-6235-2000
Pelatihan Pembuatan Botol Bambu Laminasi (Laminated Bamboo Bottles) Kelompok Wanita Tani Subur Desa Gondang Kabupaten Lombok Utara Febriana Tri Wulandari; Raehanayati; Kornelia Webliana; Diah Permata Sari; Rima Vera Ningsih
Jurnal SIAR ILMUWAN TANI Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Siar Ilmuwan Tani
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jsit.v5i2.163

Abstract

Pengabdian terkait bambu diawali dengan melakukan penelitian sifat fisika dan mekanika beberapa jenis bambu pada beberapa Kawasan yaitu HKM Aik bual, KHDTK Senaru dan Sumbawa pada tahun 2019 dan 2020, tahun 2021 melakukan pembuatan bambu menjadi papan laminasi dan tahun 2022 melakukan kegiatan pengabdian papan laminasi bambu menjadi produk cutting board bamboo (talenan bambu). Selain dapat meningkatkan nilai ekonomis bambu juga mendukung pemanfaatan bahan baku yang ramah lingkungan (eco green) dalam rangka mengurangi penggunaan bahan baku plastik. Pelatihan ini diharapkan mendukung pemanfaatan bahan baku yang ramah lingkungan, menambah lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat desa. Tujuan penyelenggaraan kegiatan ini yaitu: memberikan modul tahapan pengawetan bahan baku bambu dan pembuatan botol bambu laminasi, menyediakan peralatan pembuatan bahan pengawet untuk bahan baku bambu, menyediakan peralatan pembuatan botol bambu laminasi dan menyediakan peralatan packing botol bambu laminasi. Hasil kegiatan pengabdian menunjukan peserta sangat antusias untuk mengembangkan produk botol bambu karena teknologi yang mudah dan sederhana sehingga peserta mudah memahami dan mengembangkan produk tersebut. Pemberian modul berupa leaflet diharapkan dapat memudahkan peserta kelompok usaha wanita tani subur memahami tahapan dalam pembuatan botol bambu.
Analysis of The Level of Farmers Welfare in The Sekaroh Jaya Community Forest Sekaroh Village Jerowaru District East Lombok Regency Zarkasyi, Akhmad; Markum, Markum; Wulandari, Febriana Tri
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 3 (2025): Juli-September
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i3.9663

Abstract

The management of community forests plays a critical role in enhancing rural livelihoods. This study aims to analyze the income and welfare levels of farmers managing the Sekaroh Jaya Community Forest in Jerowaru District, East Lombok. A descriptive research approach was employed using both primary and secondary data collected through interviews and surveys of 65 randomly selected farmers. Data analysis included calculating net income, total costs, revenues, and comparing welfare status to World Bank poverty thresholds. The findings show that farmers earned an average net income of IDR 13,197,188/LLG/year from forest cultivation, with additional income from side jobs (IDR 1,535,000/year) and working family members (IDR 5,732,653/year), resulting in an average household income of IDR 20,464,841/year. While individual farmer welfare remains low, household-level welfare is categorized as high. These results indicate that household-level contributions significantly uplift overall farmer welfare. The study concludes that improving welfare strategies should not solely target individual income increases but also support household economic activities. These findings contribute to forest policy development and rural livelihood improvement strategies under community-based forest management programs.
Pengaruh Jenis Perekat Terhadap Karakteristik Briket Arang Kaliandra (Calliandra Calothyrsus) Hasan, Andika; Wulandari, Febriana Tri; Ningsih, Rima Vera
Kappa Journal Vol 9 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/kpj.v9i2.29351

Abstract

Nusa Tenggara Barat memiliki komitmen untuk menggunakan energi baru terbarukan untuk mewujudkan program Net Zero Emission 2050. Pemerintah provinsi NTB bekerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam bentuk biomassa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik briket arang kali adra serta melihat bagaimana pengaruh jenis perekat yang digunakan terhadap karakteristik briket arang kaliandra. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, rancangan acak lengkap non faktorial dengan 2 jenis perekat. Hasil penelitian ini diketahui briket dengan perekat tapioka memiliki nilai rata-rata kadar air sebesar 2,78%, kerapatan 0,435g/cm3, kadar abu 2,54%, kadar zat terbang 3,61%, kadar karbon terikat 91,06%, dan nilai kalor 6268 kal/gram. Sedangkan briket dengan perekat molase memiliki nilai rata-rata kadar air sebesar 3,98%, kerapatan 0,606g/cm3, kadar abu 3,84%, kadar zat terbang 3,78%, kadar karbon terikat 88,40%, dan nilai kalor 5701 kal/gram. Parameter yang diteliti dalam penelitian ini sudah memenuhi SNI 01-6235-2000.
Analisis Pemanfaatan Sumber Daya Hutan dan Pendapatan Petani pada Kelompok Tani Hutan Tahura Nuraksa Lipianti; Markum; Wulandari, Febriana Tri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.340

Abstract

Salah satu area Konservasi yang bertujuan untuk melindungi dan mendukung keberlangsungan bagi kehidupan yang tidak terlepas dari hal tersebut tentu akan terlibat dengan masyarakat sekitar kawasan hutan sehingga perbandingan dari kelestarian kawasan hutan dilihat dari aspek masyarakat sekitar kawasan apakah sudah sejahtera atau belum. Maka penelitian ini penting dilakukan untuk mengetahui ragam sumberdaaya hutan yang dimanfaatkan oleh petani sebagai sumber keluarga sehingga dapat dilihat seberapa besar pendapatan yang didapatkan oleh petani dari dalam kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan sehingga dapat dilihat kesejahteraan petani dari pendapatan kawasan hutan maupun diluar kawasan hutan.metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan teknik pengambilan sample secara sensus yaitu seluruh anggota kelompok tani hutan selendang rinjani sebanyak 28 orang.hasil penelitin ini menunjukkan bahwa petani memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap hasil hutan namun petani belum cukup jika hanya mengandalkan hasil hutan sehingga tidak sedikit petani memiliki pekerjaan sampingan untuk menambah penghasilan keluarga
Analisis Peran Gender dalam Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Desa Aik Bual Kecamatan Kopang Kabupaten Lombok Tengah Zahra, Adelia; Markum; Wulandari, Febriana Tri
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.342

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan tingkat keterlibatan laki-laki dan perempuan dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan (HKm) Aik Bual. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif dengan teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan kuisioner. Penentuan responden menggunakan teknik simple random sampling, dengan jumlah responden sebanyak 62 orang, 31 laki-laki dan 31 perempuan, dihitung menggunakan rumus slovin. Analisis data menggunakan skala likert, dengan empat tingkat keterlibatan. Berdasarkan hasil penelitian tingkat keterlibatan gender dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan dapat dilihat dari 3 aspek yaitu tata kelola kelembagaan dengan tingkat keterlibatan laki-laki cukup terlibat dan tingkat keterlibatan perempuan termasuk kurang terlibat, sedangkan pada aspek tata kelola kawasan laki-laki termasuk kategori cukup terlibat dan perempuan kurang terlibat. Serta untuk aspek terakhir yaitu tata kelola usaha, berada di kategori cukup terlibat untuk laki-laki maupun perempuan. Jadi dapat disimpulkan bahwa peran gender dalam pengelolaan Hutan Kemasyarakatan termasuk cukup terlibat untuk laki-laki dan kurang terlibat untuk perempuan.
Peningkatan Mutu Kayu Rajumas (Duabanga moluccana) Melalui Modifikasi Panas Sulthanulmufti, Sulthanulmufti; Wulandari, Febriana Tri; Ningsih, Rima Vera
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 2 (2024): May
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i2.359

Abstract

Research on improving the quality of rajumas wood (Duabanga moluccana) through heat treatment aims to determine the effect of heat treatment on the physical and mechanical properties of rajumas wood. This study used an experimental method with an experimental design in the form of a non-factorial complete randomized design, namely the temperature factor with the treatment of three temperature variations of 140oC, 160oC, 180oC and three replications. Heat treatment carried out in this study caused changes in the three parameters of the physical properties of rajumas wood tested, namely moisture content, density, and dimensional stability. Changes in the physical properties of wood occurred in all three variations of treatment temperature (140oC, 160oC, 180oC). Heat treatment results showed a positive response that can improve the physical properties of rajumas wood. Heat treatment showed an increase in MoE and MoR wood mechanics properties as the treatment temperature increased. The use of 160oC heating temperature gives the highest MoE and MoR improvement results and the use of higher heating temperatures will reduce wood mechanics. Heat treatment method can be an effective method in improving wood properties.
Willingness To Pay Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air Taman Wisata Alam Kerandangan Oleh Masyarakat Dusun Kerandangan Kabupaten Lombok Barat Aprilia Ika Berliana; Diah Permata Sari; Febriana Tri Wulandari
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 5 No. 3 (2024): Agustus
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v5i3.406

Abstract

Jasa lingkungan merupakan manfaat yang diterima oleh masyarakat berasal dari lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Salah satu jasa lingkungan yaitu pemanfaatan jasa lingkungan air untuk menjaga keberlangsungan dari jasa lingkungan imbal jasa (WTP). WTP (Willingness to Pay) atau kemauan untuk membayar mengukur sejauh mana konsumen siap mengeluarkan uang untuk perbaikan kondisi lingkungan atau penilaian terhadap sumber daya alam serta layanan ekosistem dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan.Tujuan dilakukan penelitian in adalah untuk mengetahui WTP pengguna jasa lingkungan air di Dusun Kerandangan. Selain itu, untuk menentukan factor-faktor yang mempengaruhi nilai WTP pengguna jasa lingkungan air di Dusun Kerandangan, penelitian ini menerapkan metode kuantitatif dan deskriptif. Objek dalam penelitian ini adalah pengguna jasa lingkungan air di Dusun Kerandangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan responden bersedia membayar jasa lingkungan air untuk pengelolaan jasa lingkungan air. Rata-rata nilai WTP adalah Rp.11.789,82 per kepala keluarga, dengan total WTP mencapai RP3.216.163 per bulan. Factor yang mempengaruhi nilai WTP adalah pendapatan.
Co-Authors ABDUL MUIN Aditya, I Gusti Ngurah Agung Surya Andi Tri Lestari Andrie Ridzki Prasetyo Aprilia Ika Berliana Arniwati Ayu, Candra B, Kornelia Webliana chairil ichsan, andi Dewi Mandalika, Eka Nurminda Dhimas Mardyanto Prasetyo Dhimas Mardyanto Prasetyo Diah Permata Sari Diah Permata Sari DIAH PERMATA SARI, DIAH PERMATA Dias Evayanti Dini Lestari Dini Lestari Dini Lestari, Dini Dita Anggraini Dwi Sukma Rini Endah Wahyuningsih Endah Wahyuningsih Eni Hidayati Ety Lisma, Ni Putu Fauzan Fahrussiam GB Daril Rama Aditia Habibi Habibi Habibi Hairil Anwar Hasan, Andika Hasyyati Sabrina Hasyyati Shabrina I Gde Dharma Atmaja I Gde Dharma Atmaja I Made Wayan Suastana I Putu Angga Teja Maya Ipan Alfadian Irwan Mahakam Lesmono Aji Januardi, Januardi Khairunnisa, Aulia Kornelia Webliana Kornelia Webliana B Kornelia Webliana B Leni Rusdiani Lestari, Andi Tri Lipianti Lismaya Dewi, Ni Putu Ety Markum Markum Ni Made Meta Dwiantari Meta Ni Putu Ety Lismaya Dewi Ni Putu Ety Lismaya Dewi Niechi Valentino Nurwahdania, Nurwahdania Pande Komang Suparyana Prasetyo, Andrie Ridzki Putra, Arya Syah Putri Radjali Amin Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehanayati Raehnayati Raehnayati, Raehnayati Rato Firdaus Rima Vera Ningsih Rima Vera Ningsih Rima Vera Ningsih Rosadi, M. Kudsi Siti Latifah Sujana, Ginang Mingga Sulthanulmufti, Sulthanulmufti Surya Aditya, I Gusti Ngurah Agung Syahputra, Maiser Wangiyana, I Gde Adi Suryawan Webliana, Kornelia Wuryantoro Yeni Rahmawati, Yeni Zahra, Adelia Zarkasyi, Akhmad