Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Attoriolong

Orang Melayu di Kerajaan Tanete Kabupaten Barru pada Abad XVI-XIX Rosidi, Muhammad Ainun; Jumadi, Jumadi; Subair, Ahmad
Attoriolong Vol 22, No 1 (2024): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: pertama, memberikan gambaran mengenai ,latar belakang kedatangan orang Melayu di Kerajaan Tanete. Kedua, Bagaimana pengaruh orang Melayu Di Kerajaan Tanete. Dan ketiga, megetahui hubungan kekerabatan orang Melayu dengan Bangsawan Tanete. Dengan menguraikan sebab kedatangan Orang Melayu di Tanete, serta perkembangannya dalam pengaruh dan hubungan kekerabatannya di Kerajaan Tanete. Penelitian ini bersifat deskriptif historis, dengan menempuh beberapa tahapan kerja yang spesifik, yang biasanya dalam penulisan sejarah dibagi atas empat kelompok kerja, yakni heuristik atau pengumpulan data, kritik sumber yang bertujuan untuk menentukan atau menilai sumber, interpretasi untuk menentukan kedudukan fakta sejarah dan yang terakhir historiografi yang merupakan pengungkapan kisah sejarah secarah tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kedatangan orang Melayu di Tanete pertama kali diketahui pada masa pemerintahan raja Tanete Deang Ngasseng. Selanjutnya pada masa pemerintahan Petta To Mabburu Limanna (1597-1603) datang seorang putri dari Johor (Melayu) bersama rombongannya dengan menaiki perahu yang dipanggil Panca. Kemudian terjadi perkawinan Petta Pallase-laseE menikah dengan Puteri Johor. Dari perkawinannya dengan Puteri Johor inilah yang melahirkan generasi pewaris tahta kerajaan Tanete yang memiliki darah keturunan Melayu. Orang Melayu banyak memberikan pengaruhnya di Kerajaan Tanete mulai dari perdagangan yang didominasi oleh orang melayu, dalam perkembangan agama islam, dan dari segi budaya. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa selama orang Melayu di keajaan Tanete sangatlah berpengaruh, dari kedatangannya yang awalnya berdagang hingga mereka telah menjalin hubungan perkawinan dengan penduduk dan elit-elit Bugis di Kerajaan Tanete. 
Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara Tahun Ajaran 2021/2022 Lestari, Fuji Ema; Bustan, Bustan; Subair, Ahmad
Attoriolong Vol 21, No 2 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika Pembelajaran Sejarah di Era New Normal di SMAN 6 Toraja Utara pada Tahun Ajaran 2021/2022. Dengan mengkaji seluruh proses pembelajaran Sejarah serta faktor pendukung dan penghambat pembelajaran Sejarah memasuki era New Normal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan proses pembelajaran Sejarah di SMAN 6 Toraja Utara dilaksanakan dengan menggunakan metode blended learning pada semester ganjil dan pembelajaran secara tatap muka penuh pada semester genap. Metode blended learning membuat pembelajaran masih kurang optimal. Hal ini disebabkan dengan situasi dan kondisi yang kurang mendukung. Yakni peserta didik terkendala dengan kuota internet sehingga sulit mengakses pembelajaran secara online. Peserta didik tidak mendapatkan penjelasan materi dari guru dan tidak adanya interaksi baik dengan guru maupun peserta didik sehingga guru juga sulit memantau peserta didik secara langsung. Sedangkan pada pembelajaran tatap muka terbatas lebih banyak mendapat penjelasan materi di PTMT namun waktunya dibatasi. Faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pembelajaran Sejarah di SMAN 6 Toraja Utara tahun ajaran 2021/2022 yaitu adanya kebijakan pemerintah yang dikeluarkan melalui SKB 4 Menteri, faktor kesehatan, izin orangtua, sarana dan prasarana yang memadai, vaksinasi Covid 19, serta protokol kesehatan. Adapun faktor penghambat PTMT di SMAN 6 Toraja Utara yakni pandemi Covid 19, batasan waktu, faktor kesehatan, keraguan dan kekhawatiran orangtua peserta didik serta keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran daring.