Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Ulil Albab

Pengaruh Asupan Nutrisi pada Penyakit Psoriasis Sari Maulidia Wati; Arleen Devita
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 12: November 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i12.2493

Abstract

Psoriasis adalah penyakit kulit yang ditandai dengan plak bersisik, kering, kemerahan dengan berbagai ukuran. Penyakit ini umumnya mempengaruhi kulit kepala, badan, siku, lutut, dan area genital tetapi dapat mempengaruhi bagian tubuh mana pun, termasuk kuku. Diketahui terdapat beberapa peranan penting nutrisi terhadap perkembangan penyakit psoriasis. Terapi psoriasis dapat dimaksimalkan dengan pemberian diet dengan kalori yang cukup dan nutrisi seimbang. Secara umum, pasien psoriasis disarankan untuk mengatur pola makan seperti mengimbangi asupan rendah kalori dengan asupan ikan, kerang, kedelai, serat makanan, suplemen N-3 PUFA, vitamin D, vitamin B12, zat besi, seng, dan diet bebas gluten. Pemberian diet dan nutrisi merupakan faktor yang membantu perbaikan lesi psoriasis baik bagi yang melakukan terapi rutin psoriasis atau yang tidak melakukan terapi. Kata kunci: Psoriasis, diet, nutrisi
Penggunaan Eyelash Extension Meningkatkan Kejadian Blefaritis Hakim, Shalsa Hastari Nur Rania; Devita, Arleen
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5: April 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v3i5.3450

Abstract

Blefaritis adalah suatu penyakit inflamasi pada mata yang melibatkan lipatan palpebra. Blefaritis menyebabkan mata merah, iritasi, gatal pada kelopak mata dan pembentukan ketombe seperti sisik pada bulu mata. Ini adalah gangguan mata yang umumnya disebabkan oleh bakteri atau kondisi kulit seperti ketombe di kulit kepala. Blefaritis dapat terjadi pada semua orang dari segala usia dan ras, tidak menular dan umumnya tidak menyebabkan kerusakan permanen pada penglihatan, namun menimbulkan rasa tidak nyaman. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, penggunaan eyelash extensions dapat mengganggu kebersihan kelopak mata dan berkaitan dengan faktor risiko terjadinya blefaritis. Eyelash extensions dapat mengganggu pertumbuhan bulu mata, pelepasan periodik bulu mata, dapat mengiritasi dan menyumbat folikel kelopak mata serta memicu kerontokan bulu mata saat pemakaian, ataupun saat prosedur pelepasan eyelash extensions. Pada dasarnya, penggunaan eyelash extensions dapat mengganggu fungsi anatomi dan fisiologis normal dari kelopak mata dan bulu mata.