Claim Missing Document
Check
Articles

Tingkat Partisipasi Petani dalam Kegiatan Penyuluhan Pertanian di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Novia Grace Kristina Rezkillah; Yudi Ferrianta; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v1i2.773

Abstract

Tingkat partisipasi pada petani mendukung jalannya program penyuluhan pertanian dalam kelompok tani padi sawah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk Mengetahui tingkat partisipasi petani, faktor-faktor yang berhubungan dengan tingkat partisipasi dalam kegiatan penyuluhan, masalah-masalah yang dihadapi petani dalam melakukan partisipasi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2016 sampai dengan September 2017. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode survey.Penentuan wilayah penelitian dilakukan secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Maluka Baulin Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Selanjutnya, pengambilan sample menggunakan multistage random sampling yaitu dari 11 kelompok tani dipilih secara acak 3 kelompok tani, kemudian dari 3 kelompok tani secara proporsi diambil sampel dengan jumlah 30 orang. Analisis yang digunakan yaitu statistik non parametik, uji korelasi dan analisis deskriptif dengan menggunakan kuisioner. Dari hasil yang didapat menunjukkan Tingkat partisipasi petani dalam perencanaan dan pelaksanaan penyuluhan pertanian petani padi dikategorikan tinggi (76,8%). Kemudian pada faktor internal Terdapat hubungan antara Pendidikan Non Formal, sedangkanpada Usia dan Pendidikan Formal dalam kegiatan penyuluhan pertanian pada faktor internal tidak terdapat hubungannyata. Pada faktor eksternal (Luas Lahan) tidak terdapat hubungan dengan partisipasi dalam kegiatan penyuluhan pertanian. Sedangkan jarak rumah yang tidak jauh maupun jauh tidak memiliki hubungan dengan partisipasi petani dalam kegiatan penyuluhan.Dari hasil penelitian para petani padi cenderung lebih banyak menaman bibit lokal daripada bibit unggul yang dianjurkan oleh pemerintah. Hal ini dikarenakan modal dan hasil yang tidak sesuai yang didapatkan oleh petani padi.Kata kunci:tingkat partisipasi, faktor internal dan eksternal, usahatani
Analisis Saluran Pemasaran Cabai Merah Keriting di Desa Ambutun Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Rian Aditya Yusuf; Yudi Ferrianta; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5952

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang semakin besar membuat kebutuhan pertanian meningkat, salah satunya adalah komoditi cabai merah keriting. Peranan petani sebagai penyedia cabai merah keriting sangat berpengauh. Berdasarkan data Desa Ambutun Kecamatan Telaga Langsat terdapat 278 petani, dengan komoditi utama cabai merah keriting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sistem rantai pemasaran dan kinerja rantai pemasaran cabai merah keriting di Desa Ambutun. Penelitian dijalankan dari bulan Februari 2020 sampai dengan November 2020. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa cabai merah keriting di Desa Ambutun memiliki dua saluran pemasaran, yang pertama dari petani ke pengepul lalu ke konsumen, yang kedua melalui petani ke pengepul lalu lanjut ke pedagang pengecer dan berakhir di konsumen. Margin total saluran satu Rp. 5000/kg dan saluran dua Rp. 12.000/kg. Share harga saluran satu 75% pada pengepul dan saluran dua 90% pada pengepul, 66,67% pada pedagang besar.
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Produk Minuman Traktiran Teman di Kota Banjarbaru Obed Yunus Hasan Purba; Nuri Dewi Yanti; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelanggan mengambil keputusan untuk membeli minuman dari Traktiran Teman atau tidak dan untuk mengetahui seberapa puas pelanggan terhadap minuman tersebut. Eksplorasi ini diarahkan pada dua outlet, yakni Sungai Besar dan Balitan, mulai Maret hingga Mei 2023. Pengambilan sampel menggunakan metode accidental sampling. Analisis deskriptif dan analisis IPA (Importance Performance Analysis) dan CSI (Customer Satisfaction Index) digunakan untuk menguji kepuasan konsumen dan perilaku konsumen selama proses pengambilan keputusan pembelian. Sikap konsumen terungkap dalam lima tahap pengambilan keputusan pembelian, yaitu pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian, dan perilaku pasca pembelian, menurut penelitian tentang perilaku konsumen. Indeks kepuasan pelanggan memiliki nilai 82%, yang menempatkannya dalam kategori "sangat puas", menurut penelitian tentang kepuasan konsumen. Ada satu atribut di kuadran A, lima di kuadran B, delapan di kuadran C, dan dua di kuadran D
Analisis Finansial Beras Merah (Oryza Nivara) di Desa Teluk Limbung Kecamatan Babirik Kabupaten Hulu Sungai Utara Yulianti Yulianti; Rifiana Rifiana; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i1.693

Abstract

Secara geografis Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah salah satu Kabupaten di Kalimantan Selatan yang merupakan salah satu daerah penghasil padi beras merah dengan hasil yang cukup bagus untuk dikembangkan. Lahan yang ada di Kabupaten Hulu Sungai Utara ini rata-rata lahan rawa lebak dan tadah hujan, sehingga untuk menanam padi beras merah hanya satu kali dalam setahun. Padi beras merah merupakan salah satu jenis padi yang mengandung gizi yang tinggi. Berdasarkan kandungan gizinya maka padi beras merah sangat baik untuk daerah rawan pangan khususnya masyarakat yang berstatus  kurang gizi. Kurang tertarik petani untuk menanam padi beras merah walaupun pada faktanya harga jual berassmerah lebihhtinggi dibandingkan beras putih dan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya kandungan gizi padi beras merah untuk kesehatan sehingga prospek padi beras merah sangat baik untuk dibudidayakan. Penelitian ini bertujan untuk mengetahui biaya, penerimaan, pendapatan dan keuntungan padi beras merah, mengetahui balas jasa terhadap usahatani padi beras merah dan mengetahui permasalahan yang dihadapai dalam usahatani padi beras merah. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan data sekunder. Jumlah sampel responden 11 orang petani dengan menggunakan metode sensus. Rata-rata luasan lahan yang digunakan petani padi beras merah adalah 0.46 Ha. Berdasarkan hasil penelitian usahatani padi beras merah meliputi persiapan bibit, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan, panen.Total biaya yang dikeluarkan petani adalah sebesar Rp 7.940.572,- per usahatani atau Rp 17.303.649,- per ha. Penerimaan total petani adalah sebesar Rp 14.784.000 ,-per usahatani atau Rp 32.139.130,- per ha. Pendapatan total petani padi beras merah adalah sebesar Rp 13.730.053,- per usahatani atau Rp 29.847.942,- per ha. Keuntungan yang diperoleh petani adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani atau Rp  14.835.481,- per ha, Balas jasa terhadap modal petani adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani. Balas jasa lahan adalah sebesar Rp 6.843.428,- per usahatani. Balas jasa terhadap tenaga kerja dalam keluarga petani padi beras merah adalah sebesar Rp 6.799.348,- per usahatani. Permasalahan petani padi beras merah kebanyakan adalah kendala dalam pengaturan air, sulitnya mendapatkan lahan baru untuk membudidayakan padi beras merah, sulitnya memasarkan hasil beras merah ke masyarakat dan balas jasa terhadap tenaga kerja dalam keluarga yang diterima petani padi beras merah lebih kecil dari UMR Kabupaten Hulu Sungai Utara.Kata kunci: biaya, penerimaan, pendapatan, keuntungan, balas jasa 
Analisis Pendapatan Usahatani Padi Sawah Varietas Lokal di Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru Dedi Ardiansyah; Kamiliah Wilda; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7807

Abstract

Kalimantan Selatan mempunyai 13 Kabupaten yang salah satunya Kabupaten Kotabaru. Kecamatan Pulau Laut Selatan adalah 1 dari 24 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotabaru dan luas wilayah sebesar 378,07 km2, Pulau Laut Selatan memiliki 8 Kelurahan/Desa. Sebagai penyedia kebutuhan pangan masyarakat, peningkatan produksi tanaman pangan terutama beras terus diupayakan untuk memantapkan swasembada pangan serta memenuhi kebutuhan masyarakat dengan jumlah penduduk yang meningkat (BPS Kabupaten Kotabaru, 2019). Padi sawah dengan luasan 392,98 Ha di Kecamatan Pulau Laut Selatan menghasilkan 1.619 ton pada tahun 2018. Salah satu penghasil padi di Kalimantan Selatan adalah Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru dengan luas wilayah sebesar 12,7882 km2 dengan jumlah penduduk 817 jiwa dan sekitar 70% diantaranya bermata pencarian sebagai petani padi sawah. Padi sawah yang ditanam adalah varietas lokal siam kerdil. Tujuan penelitian ini mengetahui kegiatan usahatani padi, pendapatan serta kendala yang akan dihadapi petani dalam melakukan usahatani padinya. Kegiatan penelitian ini meliputi persemaian, pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan tanaman, panen dan pasca panen, produksi dan produktivitas padi. Hasil penelitian ini menunjukan biaya produksi usahatani padi sawah variatas lokal Siam Kerdil dalam satu kali musim tanam rata-rata sebesar Rp.3.376.411,29. Penerimaan dan pendapatan yang diperoleh petani responden padi sawah variatas lokal Siam Kerdil yaitu rata-rata sebesar Rp.9.354.838.71 dan Rp.5.978.669,35 dalam satu kali, musim tanam, maka disimpulkan usahatani padi sawah varietas lokal di Desa Sungai Bulan Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru menguntungkan, sehingga layak dijadikan usaha. Namun terdapat kendala yang dihadapi petani padi sawah varietas lokal Siam Kerdil adalah minimnya modal, tidak terkendalinya perubahan iklim, serangan hama dan penyakit.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI SAWI DI KELURAHAN LANDASAN ULIN UTARA, KECAMATAN LIANG ANGGANG, KOTA BANJARBARU Muhammad Fajar Wibawa; Yudi Ferrianta; Abdurrahman Abdurrahman
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2644

Abstract

Salah satu potensi besar dari sektor pertanian yaitu sektor hortikultura, yang memiliki peran penting dalam mensuplai kecukupan gizi bagi masyarakat. Salah satu komoditas hortikultura yang berperan dalam mensuplai kecukupan gizi adalah sayuran. Sawi adalah salah satu sayuran yang berperan akan protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani sawi dan mengidentifikasi permasalahan yang di hadapi petani dalam usahatani sawi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecmatan Liang Anggang, Kota Banjarbaru. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Responden dipilih melalui tiga tahap yakni dilakukan secara sengaja (purposive sampling) untuk memilih kecamatan dan kelurahan, sedangkan untuk responden yang terpilih sebanyak 70 petani dilakukan secara acak sederhana (simple random sampling). Berdasarkan hasil penelitin ini produksi usahatani sawi di Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Liangg Anggang Kota Banjarbaru dipengaruhi secara signifikan pada taraf nyata 1% oleh tenaga kerja, sedangkan faktor produksi yang berpengaruh secara signifikan pada taraf nyata 5% oleh luas lahan dan bibit sawi. Permasalahan yang dihadapi petani dalam usahatani sawi yaitu permodalan, kemarau panjang, hama penyakit, dan harga jual murah.Kata kunci: hortikultura, sayuran, produksi 
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI PADI GOGO DI DESA BELANGIAN, KECAMATAN ARANIO, KABUPATEN BANJAR Marhan Marhan; Yudi Ferrianta; Umi Salawati
Frontier Agribisnis Vol 4, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i3.2914

Abstract

Komoditas padi gogo menjadi salah satu usahatani pilihan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani di Desa Belangian. Penelitian dilaksanakan di Desa Belangian Kecamatan Aranio, dimulai dari bulan September - Desember 2019. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata pendapatan petani padi gogo sebesar Rp18.528.573,62/usahatani atau Rp11.233.977,54/hektar. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi padi gogo di Desa Belangian adalah jumlah pupuk, obat-obatan dan tenaga kerja yang berpengruh signifikan pada saat taraf α = 1%. Sedangkan faktor produksi luas lahan dan jumlah benih berpangruh signifikan pada saat taraf α = 5%. Permasalahan -permasalahan yang dihadapi petani padi gogo yaitu gangguan hama dan penyakit serta pemasaran hasil produksi yang sulit. Gangguan hama yang sering menyerang tanaman padi gogo yaitu hama lalat bibit (Atherigona oryzae) dan tikus. Sedangkan penyakit yang sering menyerang tanaman padi gogo yaitu bercak daun coklat yang disebabkan dari jamur Helmintosporium oryzae.
ANALISIS RANTAI PASOK PRODUKSI UDANG WINDU (Penaeus monodon) PADA GUDANG PT WIRONTONO BARU KABUPATEN KOTABARU (Studi Kasus pada Gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru) Leni Pebriani; Yudi Ferrianta; Luki Anjardiani
Frontier Agribisnis Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i3.646

Abstract

Indonesia memiliki lahan budidaya perikanan yang cukup potensial, yang merupakan lahan budidaya terluas di dunia. Perairan Indonesia seluas 75 persen dari negaranya memberikan potensi yang baik bagi sektor perikanan.Kabupaten Kotabaru merupakan kantong produksi perikanan terbesar di Provinsi Kalimantan Selatan, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.Udang beku (frozen shrimp) merupakan hasil perikanan yang memiliki volume angka tertinggi dan nilai tertinggi dalam ekspor perikanan Indonesia dibandingkan dengan komoditi – komoditi lain pada hasil perikanan Indonesia. Penerapan sistem rantai pasok akan membuat keberlangsungan perusahaan dalam proses bisnis berjalan dengan baik, hal ini dilihat dari fenomena perusahaan yang tidak menerapkan sistem manajemen rantai pasok dapat kesulitan untuk mencari rekanan dalam usaha/bisnis yang dilakukan oleh perusahaan.Pengolahan industri frozen shrimp yang berdaya saing tinggi perlu melakukan perbaikan dalam kinerja manajemen rantai pasok pada perusahaan pengolahan udang beku secara menyeluruh. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manajemen rantai pasok dan permasalahan gudang terhadap sebuah perusahaan berkembang di sektor Udang Windu yang berada di Kabupaten Kotabaru pada bulanJuni, Juli dan Agustus 2017. Penelitian dengan metode studi kasus, dimana metode ini merupakan metode yang hanya meneliti pada satu kasus, penelitian ini adalah deskriptif. Hasil penelitian manajemen rantai pasok udang windu pada gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru dalam menjalankan usahanya yaitu dengan sistem organisasi perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staf organisasi (staffing), pemotivasian dan pengawasan berjalan dengan baik dibawah pengawasan dari kepala gudang di gudang PT Wirontono Baru tersebut.Masalah yang terdapat pada gudang PT Wirontono Baru Kabupaten Kotabaru yakni seringnya terjadi kekurangan pasokan udang windu yang disebabkan oleh saat gagal panen pada petani tambak yakni saat udang mati mendadak karena terkena penyakit atau pada saat cuaca ekstrem yang menyebabkan tingginya gelombang laut dan mengakibatkan para nelayan tidak bisa menangkap udang dilaut.Kata kunci:analis rantai pasok, udang windu
Manajemen Produksi Usaha Pembuatan Abon Ikan “Poklahsar Nirwana” di Landasan Ulin Utara Kecamatan Liang Anggang Kota Banjarbaru Kori Febriyani; Yudi Ferrianta; Muzdalifah Muzdalifah
Frontier Agribisnis Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i1.5959

Abstract

Abon ikan ialah jenis makanan olahan yang terbuat dari olahan ikan dengan bumbu. Pengolahannya dengan dikukus dan digoreng. Tujuan penelitian mengidentifikasi kegiatan usaha pembuatan abon ikan dari segi aspek manajemen produksi, besar biaya, produksi dan titik impas (Break Even Point) pada usaha pembuatan abon ikan. Analisis dilakukan dengan deskriptif, perhitungan besar biaya, produksi, titik impas (Break Even Point). Berdasarkan hasil penelitian, kegiatan usaha pembuatan abon ikan dari segi aspek manajemen produksi semua dapat dikatakan baik dan sesuai . Biaya perbulan untuk memproduksi 1.200 bks dengan biaya Rp 9.439.363 dan untuk pendapatan abon haruan, patin, tuna, bandeng dan ayam Rp 17.760.000 sehingga keuntungan untuk abon ikan Rp 7.865.837. Titik impas (Break Event Point) pada usaha abon ikan Poklahsar Nirwana sebesar Rp 6.145.642. Titik impas untuk abon ikan sebanyak 417 bks/bulan.
Kondisi Sosial Ekonomi Petani dan Korelasinya dengan Tingkat Kesejahteraan Keluarga Petani Perkebunan Rakyat Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kecamatan Sungai Loban Kabupaten Tanah Bumbu Dwi Lufi Suprianto; Luthfi Fatah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 3, No 4 (2019)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v3i4.1941

Abstract

Kondisi sosial ekonomi petani meliputi umur, pendidikan, luas lahan, pendapatan petani, dan pengalaman berusahatani. Aspek-aspek tersebut diduga memiliki hubungan dengan tingkat kesejahteraan dari keluarga petani. Salah satu bidang pertanian yang terbilang sangat potensial dikembangkan di tengah masyarakat saat ini adalah perkebunan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq), seperti di Kecamatan Sungai Loban. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi petani, tingkat kesejahteraan keluarga petani, korelasi antara kondisi sosial ekonomi petani dengan tingkat kesejahteraan keluarga petani, serta permasalahan yang dihadapi oleh petani. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Jumlah sampel responden yang diambil berjumlah 30 sampel dengan metode proportionate random sampling. Penelitan ini dilaksanakan pada April 2018 hingga Februari 2019, dengan pengambilan data yang dilakukan pada November 2018. Berdasarkan hasil penelitian untuk menganalisis kondisi sosial ekonomi petani, diketahui jika rata-rata umur adalah 45.9 tahun, rata-rata tingkat pendidikan adalah Sekolah Dasar (SD), rata-rata luas lahan adalah 2.7 ha, rata-rata pendapatan petani adalah Rp 21,038,691.33, serta rata-rata pengalaman berusahatani adalah 15.43 tahun. Untuk tingkat kesejahteraan keluarga petani, terdapat Keluarga Sejahtera II sebanyak 10%, Keluarga Sejahtera III sebanyak 73.33%, serta Keluarga Sejahtera III Plus sebanyak 16.67%. Untuk korelasi kondisi sosial ekonomi petani dengan tingkat kesejahteraan keluarga petani, diketahui jika aspek umur petani, luas lahan, pendapatan petani, dan pengalaman berusahatani memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesejahteraan keluarga petani. Sedangkan untuk korelasi aspek pendidikan dengan tingkat kesejahteraan keluarga petani diketahui jika tidak terdapat hubungan yang signifikan. Adapun permasalahan untuk usahatani adalah tidak stabilnya harga Tandan Buah Segar (TBS), kualitas bibit yang kurang unggul, dan kurangnya kesadaran untuk memiliki sertifikat lahan perkebunan. Selanjutnya untuk permasalahan tingkat kesejahteraan keluarga petani adalah tak adanya akses air bersih dari PDAM, serta akses transportasi yang perlu dilakukan perbaikan.Kata kunci : kondisi sosial ekonomi, tingkat kesejahteraan, korelasi