Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Komparatif Pendapatan Bersih Antara Kelompok Wanita Tani dengan dan Tanpa Kegiatan Pekarangan Pangan Lestari di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan Raetsa Noviantie; Rifiana Rifiana; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5928

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih kelompok wanita tani dengan kegiatan P2L, menganalisis pendapatan bersih kelompok wanita tani tanpa kegiatan P2L dan menganalisis perbandingan rata-rata pendapatan bersih kelompok wanita tani dengan dan tanpa kegiatan P2L di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Penelitian ini dilakukan pada Kelompok Wanita Tani Bina Bersama di Desa Karang Jawa Muka dan Kelompok Wanita Tani Melati Putih 1 di Desa Pandulangan Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan, dilaksanakan mulai Bulan Oktober 2020 sampai dengan Juni 2021.Rata-rata pendapatan bersih yang didapatkan oleh kelompok wanita tani yang melakukan usahatani pekarangan dengan kegiatan P2L sebesar Rp1.202.891,75, sedangkan rata-rata pendapatan bersih yang didapatkan oleh kelompok wanita tani yang melakukan usahatani pekarangan tanpa kegiatan P2L sebesar Rp168.244,05. Terdapat perbedaan pendapatan bersih kelompok wanita tani yang melakukan usahatani pekarangan dengan dan tanpa kegiatan P2L di Kecamatan Padang Batung Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Berdasarkan hasil analisis uji t dengan perhitungan t hitung sebesar 2,46 lebih besar dari t tabel sebesar 2,05 pada taraf nyata 0,05. Karena t hitung > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Analisis Keuntungan Ternak Ayam Broiler di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong Rima Oktavian Marfuah; Yudi Ferrianta; Rifiana Rifiana
Frontier Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i1.8266

Abstract

Pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin baik dapat meningkatkan pendapatan peternak dalam tatanan ekonomi nasional. Penyediaan pangan berupa daging bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup dengan kualitas yang dapat mencapai sasaran tersebut maka peranan ayam sebagai salah satu sumber protein hewani dapat diandalkan karena ayam merupakan salah satu aset nasional yang turut menunjang kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Sehingga usaha ayam pedaging juga merupakan salah satu usaha peternakan yang memiliki prospek yang cukup cerah untuk terus dikembangkan dalam rangka untuk memperbesar penyediaan sumber protein hewani bagi masyarakat luas. Tujuan Penelitian ini adalah 1) Untuk menganalisis keuntungan usaha ternak ayam broiler di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. 2) Untuk Mengetahuibesar R/C Ratio usaha ternak ayam broiler di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. 3) Untuk mengetahui kendala-kendala yang dihadapi dalam usaha ternak ayam broiler di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong. Jenis data dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel peternak menggunakan teknik cluster sampling method. Keuntungan usaha ternak ayam ras pedaging di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong sebesar Rp.36.010.416/per tahun untuk skala usaha mikro dan sebesar Rp. 83.422.337/tahun untuk skala usaha menengah. R/C Ratio Usaha ternak ayam ras di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong adalah layak untuk diusahakan yaitu sebesar 1,07 untuk skala usaha mikro dan sebesar 1,08untuk skala usaha menengah. Kendala yang paling banyak dihadapi peternak ayam ras pedaging di Desa Simpung Layung Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong ialah serangan penyakit dan cuaca dan iklim tidak menentu.
Analisis Struktur Biaya, Keuntungan, dan Nilai Tambah Kerajinan Eceng Gondok (Eichornia crassipes) di Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara Rieska Farida; Ahmad Yousuf Kurniawan; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v6i3.7814

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dari usaha kerajinan eceng gondok di Desa Banyu Hirang; menganalisis penerimaan dan keuntungan dari usaha kerajinan eceng gondok di Desa Banyu Hirang; dan menganalisis besar nilai tambah dari usaha kerajinan eceng gondok di Desa Banyu Hirang. Penelitian ini dilaksanakan pada Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kembang Ilung milik Bapak Supianor yang berlokasi di Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara. Dilaksanakan pada bulan April 2022 sampai dengan bulan Juli 2022. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan yaitu analisis kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian biaya variabel usaha kerajinan eceng gondok tahun 2021 sebesar Rp 51.088.000 dan jumlah biaya tetap sebesar Rp 379.590.000, dengan jumlah biaya total adalah sebesar Rp 430.678.000. Total penerimaan usaha kerajinan eceng gondok tahun 2021 adalah sebesar Rp 779.245.000, sehingga keuntungan sebesar Rp 348.567.000. Nilai tambah yang diperoleh yaitu tas sebesar Rp 54.653/unit, kotak tissue sebesar Rp 13.253/unit, baki sebesar Rp 3.949/unit, karpet kecil sebesar Rp 122.653/unit, karpet besar Rp 161.653/unit, meja dan kursi sebesar Rp 4.004.333/unit, dan cermin sebesar Rp 44.453/unit.
Analisis Finansial Usahatani Pakcoy Hidroponik di Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan (Studi Kasus Usahatani Ibu Surtini) Ismi Norma Haqiqi; Yudi Ferrianta; Mira Yulianti
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5907

Abstract

Budidaya hidroponik adalah budidaya tanaman tidak memerlukan lahan yang begitu luas dan memberikan kesempatan pada siapa saja mau memanfaatkan lahan pekarangan sebagai tempat budidaya hidroponik. Tujuan penelitian menganalisis besar biaya, penerimaan keuntungan, kelayakan usahatani dan permasalahan yang dihadapi usahatani pakcoy hidroponik Ibu Surtini di Kecamatan Landasan Ulin. Analisis dilakukan dengan pendekatan besar biaya, penerimaan keuntungan dan kelayakan usahatani (Revenue Cost Ratio) serta deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, total biaya yang dikeluarkan selama tiga periode (3 bulan) sebesar Rp 2.354.025, penerimaan yang diperoleh Rp 2.850.000, keuntungan Rp 495.975. Adapun nilai R/C adalah 1,21 artinya usahatani pakcoy hidroponik dikatakan layak. Pada usahatani pakcoy hidroponik milik Ibu Surtini mempunyai masalah selama pandemi covid19 yang berakibat terhadap pemasaran hasil produksi dan perubahan iklim yang signifikan.
ANALISIS NILAI TAMBAH DAN STRATEGI PEMASARAN INDUSTRI COKELAT BATANGAN (STUDI KASUS UMKM ABBA COKELAT DI KOTA BANJARBARU) Yolanda Citra Dewi; Yudi Ferrianta; Muhammad Husaini
Frontier Agribisnis Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v4i1.2628

Abstract

UMKM Abba Cokelat merupakan salah satu industri yang bergerak pada bidang kakao di Kota Banjarbaru yang telah dirintis sejak lima tahun yang lalu. Sebagai produsen pengolahan cokelat, UMKM tersebut mengolah cokelat balok menjadi coklat batangan dengan variasi jenis dan rasa.  Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan cokelat balok menjadi cokelat batangan dengan menggunakan metode Hayami dan untuk mengetahui strategi pemasaran dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan input sebesar 6 kg/hari diperoleh output sebesar 5,25 kg/hari atau 150 pcs/hari, dengan harga produk Rp 300.000/kg diperoleh nilai tambah sebesar Rp 79.949/hari dengan rasio nilai tambah sebesar 30%. Keuntungan yang diperoleh sebesar Rp 58.995,33/hari, dengan rasio keuntungan sebesar 22%.  Balas jasa pemilik faktor produksi tenaga kerja dan sumbangan input lain masing-masing sebesar 9% dan 64%, sehingga keuntungan perusahaan sebesar 27%. Berdasarkan hasil analisis SWOT strategi pemasaran yang dilakukan berupa strategi agresif dengan lebih fokus pada strategi SO (Strength and Opportunities) yaitu menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang yang ada dengan kegiatan meningkatkan kualitas, kuanlitas serta mempertahankan kualitas produk untuk mempertahankan pelanggan dan pemasaran yang lebih luas, serta mengoptimalkan saluran distribusi untuk memperluas pemasaran.Kata kunci: cokelat, nilai tambah, strategi pemasaran 
Analisis Risiko Produksi Pakcoy Hidroponik Dikelola Oleh Cv. Anugerah Tiga Putra Kota Banjarbaru Kalimantan Selatan Jonathan Jeremy Siahaan; Yudi Ferrianta; Muhammad Fauzi
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10342

Abstract

Keterbatasan lahan menjadi suatu hambatan bagi setiap petani. Dengan adanya perkembangan teknologi, masalah ini dapat terselesaikan dengan sistem hidroponik. Sistem ini merupakan salah satu budidaya yang berteknologi dalam usahatani yaitu dengan cara melakukan digunakannya tanah sebagai media. Media tanam yang dimaksud selain tanah adalah melalui media air. Selain memiliki kelebihan, budidaya pakcoy hidroponik juga memiliki permasalahan. Adapun permasalahan tersebut ialah risiko produksi cuaca iklim serta adanya hama dan penyakit menjadi kendala utama. Penelitian dilakukan untuk memberikan gambaran bagaimana keadaan yang sering dihadapi oleh para petani terkait risiko produksi pakcoy hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan pada Januari 2023 sampai dengan selesai. Responden yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 10, ditentukan dengan teknik acak sederhana. Berdasarkan Hasil penelitian diperoleh nilai coefficient variation sebesar 0,58 artinya risiko yang dihadapi petani sebesar 58%. Dari perhitungan coefficient variation disimpulkan produktivitas tanaman pakcoy di CV. Anugerah Tiga Putra memiliki risiko dalam kategori kecil. Expected return didapatkan, dari penilaian risiko terhadap pakcoy di CV. Anugerah Tiga Putra diperoleh nilai expected return sebesar 24,64 untuk tiga kali musim tanam. Jumlah produksi yang tidak menentu adalah kelemahan bagi petani hidroponik CV. Anugerah Tiga Putra untuk menghasilkan produksi yang banyak dan juga sebaliknya dimana hasil panen berpengaruh terhadap kondisi iklim berubah-ubah sehingga terdapat hama dan juga penyakit.
Analisis Nilai Tambah dan Profitabilitas Usaha Pengolahan Amplang Ikan Tenggiri di Kecamatan Pulau Laut Utara Kabupaten Kotabaru (Studi Kasus Usaha Amplang Ikan Meilan) Dameria Feronica; Yudi Ferrianta; Masyhudah Rosni
Frontier Agribisnis Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i2.9412

Abstract

Amplang ikan adalah kerupuk atau cemilan yang terbuat dari ikan tenggiri, ikan gabus atau ikan belida (ikan pipih) yang bercita rasa renyah dan gurih. Salah satu usaha yang memproduksi amplang ikan di Kabupaten Kotabaru yaitu usaha amplang ikan Meilan. Penelitian yang dilakukan pada usaha amplang ikan Meilan bertujuan untuk menganalisis nilai tambah dan profitabilitas dari pengolahan ikan tenggiri menjadi amplang ikan. Analisis nilai tambah dihitung dengan menggunakan metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan input sebesar 30 kg/hari akan menghasilkan output sebesar 90kg/hari dengan perolehan nilai tambah sebesar Rp 246.440/kg dan rasio nilai tambah sebesar 60,85% yang termasuk dalam kategori nilai tambah tinggi karena nilainya lebih dari 40 persen. Selanjutnya analisis profitabilitas dilakukan dengan menghitung nilai dari Break Even Point (BEP), Margin Income Ratio (MIR) dan Margin of Safety (MOS). Berdasarkan hasil penelitian, nilai BEP unit yang diperoleh sebesar 34 bungkus kemasan 100 gram dengan pendapatan sebesar Rp465.124,54 per hari agar usaha berada diposisi tidak mengalami kerugian maupun keuntungan. Sedangkan untuk nilai MIR yang diperoleh adalah sebesar 50,76 persen dan nilai MOS sebesar 96,17 persen. Persentase dari profitabilitas perusahaan didapatkan dengan mengalikan nilai MIR dan MOS. Persentasi profitabilitas yang diperoleh usaha amplang ikan Meilan adalah sebesar 48,81 persen. Hal ini menunjukkan apabila usaha tersebut mampu menjual seluruh hasil produksi, maka persentase keuntungan dari hasil penjualan yang diperoleh adalah sebesar 48,81 persen.
ANALISIS DINAMIKA KONSUMSI PANGAN MASYARAKAT DI KOTA BANJARBARU Rika Pebri Ramadhani; Muhammad Husaini; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i1.582

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pola konsumsi pangan rumah tangga, pengaruh faktor (pendapatan keluarga, jumlah anggota, pendidikan terakhir ibu rumah tangga dan pekerjaan kepala keluarga) terhadap pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga dan mengetahui skor Pola Pangan Harapan (PPH) di Kelurahan Cempaka Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi pangan rumah tangga di Kelurahan Cempaka sebesar 1.699,8 kkal/kap/hr lebih rendah signifikan jika dibandingkan dengan standar konsumsi pangan nasional sebesar 2.000 kkal/kap/hr. Semua variabel tersebut berpengaruh secara signifikan terhadap pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga pada taraf 5%. Skor PPH di Kelurahan Cempaka sebesar 80,7 sudah melebihi standar minimum nasional sebesar 80 tetapi belum mencapai skor ideal sebesar 100.Kata kunci: konsumsi pangan, pola pangan harapan, dinamika
Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam Peningkatan Produksi Padi Sawah pada Lahan Pasang Surut di Kecamatan Kusan Hilir Kabupatentanah Bumbu Anwar Fuady; Hairi Firmansyah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 4 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i4.5913

Abstract

Produktivitas tanaman padi selain daya dukung dari peran seorang penyuluh pertanian lapangan (PPL), ditentukan juga oleh keputusan petani dalam menentukan bagaimana cara petani membudidayakan tanaman padi sesuai dengan perkembangan teknologi pertanian Penyuluh pertanian lapangan (PPL) dituntut dapat menyampaikan informasi yang bersifat inovatif yang mampu mengubah dan mendorong perubahan perilaku petani sehingga terwujud perbaikan mutu hidup. Adanya penyuluh pertanian lapangan yang membina lebih dari satu desa, apakah hal tersebut mempengaruhi peranan seorang PPL terhadap perilaku petani. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam peningkatan produksi padi sawah pada lahan pasang surut di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, menganalisis faktor internal petani yang berhubungan dengan peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam peningkatan produksi padi sawah pada lahan pasang surut di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu, menganalisis permasalahan yang dihadapi Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dalam peningkatan produksi padi sawah pada lahan pasang surut di Kecamatan Kusan Hilir Kabupaten Tanah Bumbu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2020 sampai bulan Januari 2021 adapun data yang dipakai berupa data primer dan sekunder. Peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi padi sawah yang terdiri dari yang pertama peran edukasi (sedang), kedua peran diseminasi (rendah), ketiga peran fasilitasi (sedang), keempat peran konsultasi (sedang), kelima peran supervisi (sedang), keenam peran pemantauan (sedang) dan ketujuh peran evaluasi (sedang) di kategorikan sedang dengan persentase nilai rata-rata sebesar 56,33%. Dengan produksi benih padi bersertifikat rata- rata 8,9 ton/tahun dan dengan harga beras yakni Rp. 25.000/gantang, hubungan peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi padi sawah terdapat korelasi positif namun sedang. Hal ini menunjukan bahwa hipotesis terdapat hubungan antara peranan penyuluh pertanian terhadap peningkatan produksi benih padi sawah bersertifikat diterima. Permasalahan usaha tani padi sawah di Desa Saring Sungai Binjai penyuluh belum sepenuhnya mampu mendampingi petani secara rutin dan berkelanjutan, rendahnya nilai peran diseminasi dikarenakan penerapan teknologi masih rendah.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Meningkatkan Produktivitas Padi di Desa Karya Makmur Kecamatantabukan Kabupaten Barito Kuala Risna Novita; Usamah Hanafie; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 5, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v5i3.5943

Abstract

Peran penyuluh adalah menyampaikan informasi yang diperlukan masyarakat untuk keberhasilan pembangunannya. Masyarakat membutuhkan informasi, penerangan, penjelasan, pembinaan, dan pendidikan di kalangan penyuluh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas petani padi di Desa Karya Makmur, mengetahui hubungan antara peran penyuluh terhadap produktivitas padi di Desa Karya Makmur Kecamatan Tabukan, dan mengetahui apa saja permasalahan yang dihadapi penyuluh pertanian dalam meningkatkan produktivitas padi. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Penentuan lokasi dilakukan dengan secara sengaja (purposive). Pengambilan sampel secara acak terproposi dengan diambil 30 orang petani dengan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan rumus Peran Penyuluh Pertanian (PPP) dan untuk menjawab tujuan penelitian kedua dengan menggunakan Korelasi Pearson. Berdasarkan hasil dari penelitian, peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produktivitas padi di Desa Karya Makmur secara keseluruhan tergolong ke dalam kategori tinggi. Analisis Pearson Product Moment untuk menguji variabel hubungan peran penyuluh pertanian dan peningkatan produktivitas berkorelasi sangat lemah. Hasil perhitungan statistik uji t-hit dengan taraf kepercayaan 95% sebesar yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara peran penyuluh pertanian terhadap peningkatan produktivitas petani padi sawah. Permasalahan yang ada di Desa Karya Makmur yaitu kurangnya pengetahuan, keterampilan petani dalam berusaha tani, disarankan agar penyuluh pertanian lebih mendampingi petani secara rutin dan berkelanjutan sehingga petani dapat meningkatkan produktivitas padi, dan pemerintah lebih cepat dalam pengadaan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan petani.