Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Marketing Public Relations dan Brand Image Terhadap Loyalitas Pelanggan “Terjebak Kopi” Anita Anita; Ahmad Yousuf Kurniawan; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v7i3.10312

Abstract

Pola Konsumsi mengubah masyarakat dan prospek industri makanan dan minuman dapat menyebabkan munculnya perusahaan di industri makanan dan minuman semakin kompetitif. Budaya baru meminum kopi membuat bisnis kedai kopi menjadi salah satu pilihan usaha yang sangat menjanjikan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh langsung atau tidak langsung variabel marketing public relations dan brand image terhadap loyalitas pelanggan “Terjebak Kopi”. Menggunakan metode penarikan contoh non probability sampling dengan jumlah sample yaitu sebesar 100 responden. Analisis data yang dipakai yaitu Structural Equation Modeling (SEM) melalui program IBM SPSS AMOS 24. Adapun hasil dalam penelitian menyatakan : 1) Marketing public relation tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap loyalitas pelanggan. Hal ini dikarenakan kegiatan tersebut hanya mampu menarik pelanggan pada saat kegiatan dilaksanakan saja, bukan dalam jangka panjang. 2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara brand image terhadap loyalitas pelanggan. Pelanggan cenderung akan mengembangkan keterikatan emosional mereka terhadap merek yang mereka anggap positif, sehingga dapat dikatakan bahwa Terjebak Kopi mampu menciptakan pengalaman positif bagi pelanggan. 3) Ada pengaruh secara tidak langsung antara marketing public relations terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variable intervening. Kegiatan marketing public relations dapat dikatakan mampu membentuk rasa puas pada pelanggan sehingga akhirnya loyal terhadap Terjebak Kopi. 4) Tidak terdapat pengaruh secara tidak langsung yang signifikan antara brand image terhadap loyalitas pelanggan melalui kepuasan pelanggan sebagai variabel intervening. Citra yang dimiliki oleh Terjebak Kopi masih belum memadai untuk memenuhi kepuasan pelanggan sepenuhnya hingga pada akhirnya memutuskan loyal terhadap Terjebak Kopi. Disarankan bagi Terjebak Kopi agar meningkatkan lebih kegiatan marketing public relations serta kepuasan pelanggan. Selain itu bagi Terjebak Kopi agar dapat meningkatkan interaksi dengan masyarakat dengan kegiatan marketing public relations yang berbeda dari sebelumnya.
PROFIL WANITA PEDAGANG PENGECER SAYURAN DI PASAR BAUNTUNG KOTA BANJARBARU Intan Permata Sari; Eka Radiah; Yudi Ferrianta
Frontier Agribisnis Vol 2, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v2i2.628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil wanita pedagang pengecer sayuran dan kendala yang di hadapi dalam berdagang sayuran di Pasar Beuntung Banjarbru. Hasil dari penelitian ini sebagian besar wanita yang bekerja sebagai pedagang pengecer sayuran 50% merupakan wanita yang lanjut usia dengan tingkat pendidikan yang rendah dan pengalaman kerja yang cukup lama dalam bidang informal yaitu pedagang sayuran serta alasan bekerja yaitu dikarenakan tingkat ekonomi yang rendah dalam keluarga. Jumlah tanggungan yang dimiliki dalam keluarga menjadi salah satu alasan bekerja sebagai pedagang sayuran, dengan pendapatan yang cukup untuk pemenuhan kebutuhan dalam rumah tangga. Pendapatan yang diperoleh oleh responden yang awalnya hanya dianggap sebagai pekerjaan sampingan tapi saat ini memegang peranan penting dalam usaha meningkatkan pendapatan usaha. Permasalahan yang di hadapi wanita pedagang pengecer sayuran yaitu masalah pelayanan (pelayanan dalam kegiatan pertagangan), masalah pengiriman, masalah pembayaran (modal dagang), masalah waktu dan cuaca, serta permasalahan modal, dan melonjaknya harga barang dagangan yang akan di jual.Kata kunci: profil wanita pedagang, pedagang pengecer, sayuran
Technical Efficiency in Bitter Melon Plants Using Data Envelopment Analysis (DEA) Model in Tanah Laut District Pertiwi Pohan, Rana; Ferrianta, Yudi; Dewi Yanti , Nuri
International Journal of Science and Environment (IJSE) Vol. 4 No. 4 (2024): November 2024
Publisher : CV. Inara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51601/ijse.v4i4.113

Abstract

Farm technical efficiency involves maximizing output while minimizing input costs. In Tanah Laut Regency, bitter melon production fluctuates annually due to climatic factors and inefficient input use. On average, farmers use 0.47 hectares of land, 166 grams/ha of seeds, 2,659 kg/ha of organic fertilizer, 208 kg/ha of inorganic fertilizer, 7.08 liters/ha of liquid pesticides, 7.24 kg/ha of solid pesticides, and 339 HKSP of labor. Data Envelopment Analysis (DEA) indicates that farmers are technically inefficient, with average technical efficiencies of 80.8% (CRS-DEA), 89.9% (VRS-DEA), and 89.8% (SE-DEA). Among the farmers, 32% operate under increasing returns to scale (IRS), 26% under constant returns to scale (CRS), and 42% under decreasing returns to scale (DRS). A logit regression model reveals that education level, farming experience, and number of family members significantly impact technical efficiency, while age, land ownership status, and off-farm income do not. To enhance efficiency, farmers should reduce input use by emulating the practices of their more efficient peers.
Peran Penyuluh Pertanian dalam Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo di Kecamatan Kapuas Hilir Mariani Siallagan; Yudi Ferrianta; Hairi Firmansyah
Frontier Agribisnis Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/frontbiz.v9i1.14882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian dalam penerapan sistem tanam padi jajar legowo dan untuk menganalisis permasalahan yang dialami dalam menjalankan peran sebagai penyuluh pertanian dalam penerapan sistem tanam padi jajar legowo. Tempat penelitian di Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas, tepatnya di Desa Sei Asam dan Kelurahan Sei Pasah. Jumlah responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 40 orang yang dipilih dengan menggunakan metode simple random sampling. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peran penyuluh pertanian di Desa Sei Asam termasuk dalam kategori sangat berperan dengan jumlah skor 3.323 dan persentase 83,08% yaitu sebagai pembimbing dengan persentase 77,3% (berperan),  sebagai organisator dan dinamisator persentase 82,4% (sangat berperan), sebagai pelatih teknisi persentase 84,5% (sangat berperan), dan sebagai jembatan penghubung antara lembaga penelitian dengan petani persentase 88,1% (sangat berperan). Sedangkan di Kelurahan Sei Pasah tergolong dalam kategori berperan dengan jumlah skor 3.106 dan persentase 77,65% yaitu sebagai pembimbing persentase 75,6% (berperan), sebagai organisator dan dinamisator persentase 77,7% (berperan), sebagai pelatih teknisi persentase 77,4% (berperan), dan sebagai jembatan penghubung antara lembaga penelitian dengan petani persentase 79,9% (berperan). Permasalahan yang dialami oleh penyuluh di Desa Sei Asam yaitu terdapat hambatan dalam mensosialisasikan sistem jajar legowo dan sulit dalam memperoleh sarana dan prasarana. Di Kelurahan Sei Pasah juga terdapat hambatan mensosialisasikan sistem jajar legowo dan kurangnya sarana dan prasarana, serta kurangnya anggaran untuk mendukung kegiatan penyuluhan.
Analisis Produksi Usahatani Tomat di Kecamatan Telaga Langsat Kabupaten Hulu Sungai Selatan Desy Issana Sari; Yudi Ferrianta; Rifiana Rifiana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 3, No 2 (2013)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v3i2.21893

Abstract

The tomato production increases recently because of the rise of its land use This means that tomato become important commodity . The purposes of the study are: (1) to calculate the cost, revenue, income and profit of tomato cultivation; (2) to observe the effect of production factors on tomato yield; (3) to know the price efficiency of input use. The study site was Kecamatan Telaga Langsat, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. The doubled linear regression model was used to estimate the effect of inputs on tomato yield. The result shows that the average profit 18 million per hectare. Based on the regression model, the production factor of land, fertil izer, seed, and pesticide have positive and significant impact on tomato yield. However, the use of land and seed is 23. IDR is inefficient, yet.
Optimalisasi Kombinasi Cabang Usahatani tanaman Sayuran di Wilayah Transmigrasi Desa Sawahan Kecamatan Cerbon Kabupaten Barito Kuala Karimal Arum Shafriani; Yudi Ferrianta; Umi Salawati
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v5i1.21929

Abstract

Each of transmigrants in the Desa Sawahan wasgiven two parcels of land of 1 ha for crop cultivation and 0.5 ha for housing and home garden as their livelihood;and todevelop the agricultural area. In order to survive, they cultivate various crops and vegetables in those spacious lands. However, farmers have less concern in optimizing their land. By this fact,a linear programming model is needed to determine the optimal combination of vegetables which give maximum income. The study calculates the total cost and income from combination of vegetable cultivation , calculate the income of optimized combination, and estimate the optimized combination which gives maximum revenue. On average, farmers spend IDR 2,222,041 per season on the farming patt ern I and generate income IDR 4,556,521 per season. Meanwhile, total cost and incomeon farming pattern II are IDR 2,121,956 and IDR 4,816,312, respectively. The optimization increases farmer incom e of about 5.28 percent and 8.12 percent for farming pattern I and II , accord ingly. The farming pattern II (chili - bean) is advised as it has higher income (IDR 5,207,174).