Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Peningkatan profesionalisme pelatih dan manajerial Asosiasi Akademisi Futsal Indonesia (AAFI) melalui program edukasi tes, pengukuran, dan evaluasi performa atlet Swandika Pinem; Astini Asri; Fachrun Nisa Sofiyah; Pamungkas Yulian Effendi; Hakim Irwandi Marpaung; Muhammad Fitrah Mubarak; Gregorius Arya Panditha Wicaksana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 4 (2026): August (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i4.41181

Abstract

Abstrak Asosiasi Akademisi Futsal Indonesia (AAFI) memiliki peran strategis dalam pengembangan ilmu kepelatihan dan pembinaan prestasi futsal nasional, namun sebagian besar pelatih dan pengurus di lingkungan AAFI masih mengandalkan penilaian subjektif dalam menentukan progres atlet karena keterbatasan pemahaman tentang tes, pengukuran, dan evaluasi performa atlet berbasis data. Kondisi ini berisiko menghambat efektivitas program latihan dan tata kelola organisasi yang terukur. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme pelatih dan kapasitas manajerial pengurus AAFI melalui program edukasi tes, pengukuran, dan evaluasi performa atlet berbasis sport science. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif, partisipatif, aplikatif, dan terukur yang terdiri atas empat tahap, yaitu sosialisasi, pelatihan, monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan program, dengan desain evaluasi one group pretest-posttest. Peserta kegiatan berjumlah sepuluh orang yang terdiri atas pelatih dan pengurus AAFI. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, dengan skor rata-rata pretest sebesar 28,3 (56,6%) meningkat menjadi 40,6 (81,2%) pada posttest, atau terjadi peningkatan rata-rata sebesar 12,3 (24,6%). Pembahasan menunjukkan bahwa peningkatan tersebut sejalan dengan prinsip pembelajaran yang menekankan pentingnya integrasi data objektif dalam pengambilan keputusan pelatihan. Program ini berdampak pada peningkatan kompetensi teknis pelatih dan penguatan orientasi manajerial pengurus dalam membangun budaya evaluasi berbasis data. Kesimpulannya, program edukasi tes, pengukuran, dan evaluasi performa atlet efektif meningkatkan profesionalisme pelatih dan kapasitas manajerial organisasi AAFI serta berpotensi mendukung pembinaan futsal yang lebih akuntabel dan berkelanjutan. Kata kunci: evaluasi performa atlet; futsal; manajerial organisasi; pengabdian kepada masyarakat; profesionalisme pelatih. Abstract The Indonesian Futsal Academics Association (AAFI) plays a strategic role in developing coaching knowledge and fostering national futsal achievement; however, most coaches and administrators within AAFI still rely on subjective assessments to gauge athlete progress due to limited understanding of data driven athlete performance testing, measurement, and evaluation. This situation risks hindering the effectiveness of training programs and measurable organizational management. This community service initiative aims to enhance the professionalism of coaches and the managerial capacity of AAFI administrators through an educational program focused on sport science-based athlete performance testing, measurement, and evaluation. The implementation employed an educational, participatory, practical, and measurable approach comprising four stages dissemination, training, monitoring and evaluation, and program sustainability utilizing a one-group pretest-posttest evaluation design. Ten participants, consisting of AAFI coaches and administrators, took part in the activity. The results demonstrated a significant increase in participant knowledge, with the average score rising from 28.3 (56.6%) in the pretest to 40.6 (81.2%) in the posttest an average increase of 12.3 (24.6%). The discussion indicates that this improvement aligns with learning principles emphasizing the integration of objective data into coaching decision-making. The program enhanced the coaches' technical competence and strengthened the administrators' managerial focus on establishing a culture of data-driven evaluation. In conclusion, the educational program on athlete performance testing, measurement, and evaluation effectively improved coach professionalism and AAFI's organizational managerial capacity, while also holding the potential to support more accountable and sustainable futsal development. Keywords: athlete performance evaluation; futsal; organizational management; community service; coach professionalism.
Korelasi Power Otot Tungkai, Kekuatan Otot Lengan, Panjang Tungkai dengan Ketepatan Smash pada Atlet Bulu Tangkis Usia 10 -14 tahun Hakim Irwandi Marpaung; Swandika Pinem; Deni Rahman Marpaung; Irfan Deny Oktavian; Giofandi Samin; Purwanto
Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga Vol. 6 No. 2 (2025): Sport-Mu: Jurnal Pendidikan Olahraga
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/sport-mu.v6i2.4459

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi: (1) korelasi antara daya ledak otot tungkai dan ketepatan smash pada atlet bulu tangkis, (2) korelasi kekuatan otot lengan dengan akurasi smash, (3) keterkaitan panjang tungkai dengan ketepatan smash, serta (4) korelasi simultan daya ledak otot tungkai, kekuatan otot lengan, dan panjang tungkai dengan ketepatan smash pada atlet PB FIK Universitas Cenderawasih berusia 10–14 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui tes dan pengukuran, dengan populasi sebanyak 24 atlet. Sampel diperoleh menggunakan teknik purposive sampling sehingga terpilih 16 atlet sesuai kriteria penelitian. Instrumen yang digunakan meliputi vertical jump untuk mengukur daya ledak tungkai, push-up untuk kekuatan lengan, tes pengukuran panjang tungkai, serta tes ketepatan smash berdasarkan standar PBSI. Temuan penelitian menunjukkan bahwa: (1) daya ledak tungkai memiliki korelasi signifikan dengan ketepatan smash (rhitung 0,749 > rtabel 0,468; p < 0,05), (2) kekuatan lengan berkorelasi signifikan dengan ketepatan smash (rhitung 0,671 > rtabel 0,468; p < 0,05), (3) panjang tungkai memiliki korelasi signifikan dengan ketepatan smash (rhitung 0,822 > rtabel 0,468; p < 0,05), dan (4) ketiga variabel tersebut secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ketepatan smash (Fhitung 27,301 > Ftabel 3,80; p < 0,05).
Effects of interval and fartlek training on VO₂max across leg muscle endurance levels Hakim Irwandi Marpaung; Evi Sinaga; Ilham Ilham; Kurdi Kurdi; Ipa Sari Kardi; Ansar Ansar; Irfan Deny Oktavian
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 12 No. 1 (2026): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020267209

Abstract

This study aimed to compare the effects of interval and fartlek training on VO₂max improvement across different levels of leg muscle endurance. Twenty sports science students participated in a 2 × 2 factorial experiment, VO₂max and leg muscle endurance were assessed using the Multistage Fitness Test and Wall Sit Test, respectively. Data were analyzed using two-way ANOVA. Training method significantly affected VO₂max improvement (F = 21.443, p < .001), as did leg muscle endurance level (F = 160.105, p < .001). However, the interaction between the two factors was not significant (F = 3.905, p = .066). Interval and fartlek training produced different VO₂max adaptations, while leg muscle endurance was independently associated with VO₂max improvement; however, no significant interaction between the two factors was detected.
The Effect of Fartlek and Continuous Run Training on Increasing VO2max and Leg Muscle Endurance in View of Training Motivation Hakim Irwandi Marpaung; Pamungkas Yulian Efendi; Kurdi Kurdi; Ipa Sari Kardi; Ansar CS
Jurnal Porkes Vol 9 No 3 (2026): PORKES
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/porkes.v9i3.36486

Abstract

This study aims to determine the effect of fartlek and continuous run training and training motivation on VO₂max and leg muscle endurance. This study employed an experimental method with a 2 × 2 factorial design. The population consisted of 26 male students in the basketball extracurricular program at SMA YPPK Teruna Bakti, with a sample of 24 students selected through simple random sampling. Data were collected through pretest and posttest using the beep test and wall sit test, while training motivation was measured using a validated questionnaire. Data analysis used two-way ANOVA at a significance level of α = 0.05, followed by the Tukey test. The results indicate that: (1) there is a significant difference between fartlek and continuous run on vo₂max (F = 29.066, p < 0.05) and leg muscle endurance (F = 6.328, p < 0.05), with fartlek being more effective; (2) there is a significant difference between high and low training motivation on VO₂max (F = 203.664, p < 0.05) and leg muscle endurance (F = 22.578, p < 0.05), with high motivation being more effective; and (3) there is a significant interaction between training methods and training motivation on vo₂max (F = 5.766, p < 0.05) and leg muscle endurance (F = 17.578, p < 0.05). The conclusion is that fartlek combined with high motivation is the most effective in improving vo₂max and leg muscle endurance.
Dampak Permainan Tradisional Batu Sepuluh terhadap Agility of Movement Anak Usia 8–12 Tahun CS, Ansar; Wandik, Yos; Marpaung, Hakim Irwandi; Pinem, Swandika; Kardi, Ipa Sari; Ibrahim, Ibrahim
Discourse of Physical Education Vol. 5 No. 2 (2026): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dpe.v5i2.6824

Abstract

Bukti empiris mengenai pemanfaatan permainan tradisional Papua untuk mendukung performa perubahan arah pada anak usia sekolah masih terbatas. Penelitian ini bertujuan membandingkan perubahan performa shuttle run pada anak usia 8–12 tahun yang mengikuti permainan tradisional Batu Sepuluh dengan kelompok kontrol. Penelitian menggunakan rancangan pretest–posttest control group dan melibatkan 20 siswa SD Negeri Entrop Kota Jayapura, masing-masing 10 siswa pada kelompok eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti permainan Batu Sepuluh selama 12 pertemuan, sedangkan performa diukur menggunakan shuttle run test. Rerata waktu kelompok eksperimen menurun dari 10,530 menjadi 8,334 detik atau membaik 2,196 detik, sedangkan kelompok kontrol berubah dari 10,607 menjadi 10,562 detik atau 0,045 detik. Selisih perubahan rerata antarkelompok sebesar 2,151 detik. Uji Mann–Whitney yang dilaporkan menunjukkan perbedaan antarkelompok (U = 2,000; Z = −3,630; p < 0,001). Temuan ini memberikan bukti awal bahwa Batu Sepuluh berkaitan dengan perbaikan performa shuttle run pada peserta penelitian, meskipun hasilnya tidak dapat langsung diartikan sebagai peningkatan reactive agility.
Pengaruh Latihan Beban Biceps dan Triceps Kombinasi Core Training terhadap Peningkatan Power Otot Lengan pada Atlet UKM Tinju Wandik, Yos; CS, Ansar; Marpaung, Hakim Irwandi; Putra, I Putu Eka Wijaya
Discourse of Physical Education Vol. 5 No. 2 (2026): August
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/dpe.v5i2.6900

Abstract

Kemampuan eksplosif ekstremitas atas penting dalam tinju, tetapi bukti mengenai perbedaan respons terhadap latihan beban yang menekankan otot biceps dan triceps ketika dipadukan dengan core training masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan performa lemparan pada kedua program dan membandingkan besarnya peningkatan antarkelompok. Penelitian menggunakan desain dua kelompok pretest–posttest dengan 24 atlet UKM Tinju Universitas Cenderawasih, masing-masing 12 atlet per kelompok. Kelompok pertama mengikuti latihan beban biceps kombinasi core training, sedangkan kelompok kedua mengikuti latihan beban triceps kombinasi core training. Kemampuan eksplosif ekstremitas atas dioperasionalkan melalui jarak lemparan Two-Hand Medicine Ball Throw dalam sentimeter. Analisis menggunakan uji t berpasangan dan uji t independen terhadap skor perubahan. Rata-rata jarak lemparan meningkat sebesar 47,25 cm pada kelompok biceps dan 46,75 cm pada kelompok triceps; peningkatan kedua kelompok signifikan (p < 0,001). Selisih peningkatan antarkelompok 0,50 cm dan tidak signifikan (p = 0,896). Kedua kelompok menunjukkan perbaikan performa lemparan, tetapi belum terdapat bukti bahwa salah satu program lebih unggul. Temuan ini tidak membuktikan kesetaraan efektivitas maupun peningkatan gaya pukulan secara langsung. Ketiadaan kelompok kontrol membatasi penarikan kesimpulan kausal.