Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN STATUS GIZI DAN USIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Gaudensia Ermalinda Bria; Fayakun Nur Rohmah
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v11i1.259

Abstract

Anemia kehamilan dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yaitu usia, jumlah paritas, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi keluarga dan status gizi ibu. Dampak anemia dalam kehamilan yaitu peningkatan risiko abortus, bayi lahir prematur, terjadinya gangguan pada pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah (BBLR), bayi lahir dengan anemia dan peningkatan risiko perdarahan pada ibu. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan status gizi dan usia dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi. Sampel penelitian adalah 57 data yang diambil dari register ANC ibu hamil trimester I menggunakan teknik total sampling. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas ibu tidak mengalami KEK (71,9%), usia tidak berisiko (68,4%), dan status gizi ibu hamil tidak anemia (57,9%). Secara statistik menunjukkan adanya hubungan status gizi dengan kejadian anemia ibu hamil (p= 0,046) dan tidak ada hubungan usia dengan kejadian anemia ibu hamil (p= 0,119).   Kata Kunci: anemia kehamilan, status nutrisi, usia   Several factors can cause anemia in pregnancy including gravid, age, parity, education level, economic status and Chronic Energy Deficiency status. Maternal nutritional status before and during pregnancy can affect the growth of the fetus being conceived. Knowledge of nutrition can affect a person's consumption, where the level of knowledge of nutrition will influence the selection of food ingredients that are appropriate, diverse, balanced, and healthy. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and age and the incidence of anemia in pregnant women. This research is a quantitative research with a correlation design. The research sample consisted of 57 data taken from the ANC register of first trimester pregnant women using total sampling technique. The results shows that mothers with no CED (71.9%), mother’s age not at risk (68.4%), and nutritional status of pregnant women with no anemia (57.9%). There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women and there is no relationship between age and the incidence of anemia in pregnant women   Keywords: nutrient status, age, anemia in pregnant women
KEJADIAN NEONATUS NEONATORUM BERDASARKAN BERAT BADAN BAYI DAN USIA GESTASI DI RS PKU MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Arifah Ummu Fatchatun Najah; Fayakun Nur Rohmah
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2024): KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v12i1.328

Abstract

Latar belakang: Ikterus merupakan penyakit hati yang disebabkan pewarnaan kuning yang tampak pada sklera (selaput putih mata) dan kulit bayi yang disebabkan oleh penumpukan bilirubin (pigmen kuning dalam empedu, darah dan tinja). Penyebab ikterus neonatorum lainnya adalah kelahiran premature. Menurut WHO bahwa setiap tahun bayi baru lahir mengalami ikterus kira-kira 3% (3,6 juta) dari 120 juta dan hampir 1 juta bayi yang mengalami ikterus kemudian meninggal dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kejadian neonatus neonatorum berdasarkan berat badan lahir bayi dan usia gestasi di RS PKU Muhammadiyah. Rancangan penelitian menggunakan data kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan data sekunder dan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Didapatkan hasil dari 274 bayi yang terbagi menjadi case 137 bayi diambil dengan cara purposive sampling dan control 137 bayi diambil dengan cara simple random sampling. Berdasarkan hasil penelitian, semua subyek lahir dengan berat badan lahir rendah semuanya mengalami ikterus neonatorum. Sedangkan usia gestasi premature 24,5% dan aterm 25,5% bayi yang mengalami ikterus neonatorum. Uji chi square digunakan dalam menganalisa data penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan antara berat badan lahir bayi dengan kejadian ikterus neonatorum memiliki nilai fisher’s exact 0,000 dan antara usia gestasi dengan kejadian ikterus neonatorum memiliki nilai p-value 0,000. Kesimpulannya ada hubungan antara berat badan lahir bayi dan usia gestasi dengan kejadian ikterus neonatorum di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2022.   Kata kunci: bayi, ikterus, berat badan lahir bayi, usia gestasi, ikterus neonatorum   Background: Jaundice is a liver disease caused by yellow coloring that appears on the sclera (white membrane of the eye) and baby's skin caused by a buildup of bilirubin (yellow pigment in bile, blood and feces). Another cause of neonatal jaundice is premature birth. According to WHO, approximately 3% (3.6 million) of the 120 million newborns experience jaundice every year and nearly 1 million babies who experience jaundice then die. The aim of this study was to determine the incidence of neonates based on birth weight and gestational age at PKU Muhammadiyah Hospital. The research design uses quantitative data. Data was collected using secondary data and using univariate and bivariate analysis. The results were obtained from 274 babies which were divided into cases, 137 babies taken by purposive sampling and control 137 babies taken by simple random sampling. Based on the research results, all subjects born with low birth weight all experienced neonatal jaundice. Meanwhile, 24.5% of premature gestational age and 25.5% of babies at term experienced neonatal jaundice. The chi square test was used to analyze this research data. The results of the study showed that the birth weight of the baby and the incidence of neonatal jaundice had a Fisher's exact of 0.000 and between gestational age and the incidence of neonatal jaundice had a p-value of 0.000. In conclusion, there is a relationship between the baby's birth weight and gestational age with the incidence of neonatal jaundice at PKU Muhammadiyah Hospital Yogyakarta in 2022.   Keywords: baby, jaundice, baby birth weight, gestational age, neonatal jaundice
Gerakan cegah dan deteksi dini kanker payudara Arifah, Siti; Rohmah, Fayakun Nur
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 2 No. 1 (2022): Oktober
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.895 KB) | DOI: 10.31101/hayina.2721

Abstract

Kanker payudara menjadi peringkat yang kedua di dunia dengan persentase sebesar 11,6%. Prevalensi kanker di Provinsi DI Yogyakarta tergolong tinggi dibandingkan provinsi lainnya, yaitu sebesar 4,1 pada Riskesdas 2013 dan 4,86% pada Riskesdas 2018. 80% pasien datang ke layanan Kesehatan saat sudah dalam kondisi stadium lanjut sehingga prognosisnya tidak baik. Deteksi dini yang dapat dilakukan secra mandiri adalah dengan Periksa Payudara Sendiri (SADARI). Pemerintah menetapkan prosedur (Pemeriksaan Payudara Klinis) SADANIS dan Mamografi pada pasien yang menemukan adanya kelainan dari SADARI. Kegiatan PKM ini dilaksanakan pada ibu wanita usia subur di wilayah Brontokusuman Yogyakarta. Metode pelaksanaan kegiatan dengan pemberian edukasi menggunakan powerpoint dan buku saku yang mencakup materi pengertian, prevalesi kanker payudara, kategori kanker payudara, gejala kanker payudara, faktor risiko kanker payudara, dan cara deteksi dini kanker payudara serta Langkah SADARI dan setelah pemberian edukasi dilaksanakan simulasi pelaksanaan SADARI. Hasil edukasi dan simulasi terdapat peningkatan pengetahuan dan ketrampilan SADARI pada peserta. Terdapat peningkatan nilai postest sebesar 40% pada peserta. Hasil monitoring dan evaluasi bulan selanjutnya menunjukkan bahwa SADARI dilaksanakan oleh peserta.
Peningkatan manajemen pemasaran UMKM KWT Kusuma Ledoknongko Rohmah, Fayakun Nur; Rahman, Taufiqur; Rosida, Luluk; Ollin, Siti Nadhir; Bimantara, Arif; Musoli; Wijayanto, Danur
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.3663

Abstract

UMKM KWT Ledoknongko mengembangkan produk olahan salak diantaranya brownis salak dan yogurt salak. Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah pemasaran yang konvensional. Mitra membuat produk berdasarkan pesanan mulut ke mulut. Mitra juga belum memiliki merk yang terdaftar. Tujuan kegiatan ini adalah peningkatan branding produk dengan pendampingan pembuatan logo merk dan pendaftaran merk, pendampingan pembuatan konten digital dan manajemen sumberdaya teknologi informasi. Metode yang diterapkan adalah dengan FGD dan pelatihan tentang tentang pemanfaatan teknologi informasi, strategi branding, pembuatan konten digital, pengenalan platform digital dan manajemen sumber daya teknologi informasi. Setelah pelaksanaan kegiatan merk sudah dibuat dan didaftarkan ke kemenkumham, ketrampilan mitra tentang pembuatan konten digital meningkat dan pemahaman tentang penggunakan teknologi informasi meningkat.
Faktor -Faktor Yang Berhubungan Dengan Keberhasilan Induksi Persalinan Nur Rohmah, Fayakun; Hani Edi Nawangsih, Umu
Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian Vol. 18 No. 1 (2020): Jurnal PROFESI (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitian
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITS PKU Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26576/profesi.v18i1.38

Abstract

Sekitar 20-30% persalinan dilakukan melalui proses induksi persalinan. Induksi dilakukan untuk mengurangi mortalitas pada ibu dan morbiditas baik ibu mapun janin. Beberapa permasalahan pada ibu dapat timbul pada saat atau setelah induksi persalinan, persalinan dengan induksi persalinan meningkatkan resiko 1 kali terjadi perdarahan pada ibu bersalin. Keberhasilan induksi persalinan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu: paritas, skor bishop, umur ibu dan umur kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakeristik ibu, jenis induksi dan keberhasilan induksi. Penelitian dilakukan di RSKIA PKU Muhammadiyah Kotagede, dengan jumlah sampel 93 ibu bersalin yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data diambil secara retrospektif dari rekam medis pasien. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu yang bersalin dengan induksi berumur 20-35 tahun yaitu 76%, dengan paritas primipara. Mayoritas induksi dilakukan dengan pemberian oksitosin (81%) dan keberhasilan induksi sebesar 68%.
STATUS KESEHATAN DAN KETERATURAN PEMANFAATAN LAYANAN INFERTILITAS Rohmah, Fayakun Nur
Jurnal Kebidanan Vol 6, No 1 (2017): February 2017
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.43 KB) | DOI: 10.26714/jk.6.1.2017.56-62

Abstract

Pendahuluan : 45% perempuan infertil primer datang ke pelayanan infertilitas setelah 12 bulan infertil, pada infertil sekunder 37% dalam 1 tahun pertama. Penelitian ini bertujuan melihat hubungan antara status kesehatan terhadap keteraturan pemanfaatan layanan. Metode : Jenis penelitian ini adalah survei analitik. Teknik pengambilan sampel menggunakan acidental sampling sebanyak 63 perempuan infertil. Analisis data bivariat menggunakan chi square. Hasil : Hasil analisis menunjukkan ada hubungan antara status kesehatan terhadap keteraturan pemanfaatan layanan infertil (p = 0,035). Kesimpulan : Kesadaran terhadap status kesehatan meningkatkan keteraturan dalam pemanfaatan layanan infertil. Kata Kunci : Infertilitas, Status kesehatan, keteraturan pemanfaatan layanan
PEMBIASAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT(PHBS) BAGI SISWA/SISWI TK ABA JATISARI: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Cara Cuci Tangan Pakai Sabun dan Gosok Gigi Yang Benar Toni; Alda Fuadiyah, Dzakiya; Widyawati, Erna; Nur Vinski, Elvitrah; Atika Zidan Ali; Shinta Pratiwi, Hasnah; Kamala Sari, Nur; Rahmatria; Najib, Rizky; Nur Rohmah, Fayakun
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v3i1.297

Abstract

Penerapan PHBS yang kurang baik dapat meningkatkan potensi terpaparnya penyakit menular pada anak di sekolah. Kejadian infeksi menular seperti diare dan ISPA yang sering terjadi pada anak-anak bisa didapatkan ketika anak-anak berada di sekolah. Program PHBS di sekolah diharapkan dapat dibiasakan sehingga proses belajar menjadi aman dan nyaman. Anak-anak membutuhkan role model dan pendampingan dalam ber-PHBS. Hal sederhana yang dapat dibiasakan mulai dari sekolahan hingga diterapkan di rumah adalah cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi dengan benar. Faktanya, anak- anak belum memiliki kesadaran dalam menjaga kebersihan tangan dan giginya. Perlu adanya edukasi yang dikemas dalam proses pembelajaran melalui praktik cuci tangan pakai sabun dan gosok gigi dengan benar. Tim KKN UNISA Yogyakarta memberikan edukasi kepada murid TK ABA Jatisari Playen Gunungkidul. Teknik yang digunakan adalah demonstrasi yang diawali penjelasan mengenai pentingnya menjaga kesehatan tangan dan gigi. Selanjutnya siswa mempraktikkan langkah – langkah cuci tangan dan gosok gigi dengan benar. Hasilnya anak-anak mengerti tentang pentingnya menjaga kebersihan tangan dan gigi, terlihat dari respon jawaban yang diberikan kepada anak-anak saat diberikan pertanyaan untuk mengevaluasi pemahaman. Saat praktik anak-anak juga sudah mampu mengikuti langkah cuci tangan dan gosok gigi dengan benar walaupun masih dibutuhkan bantuan. Diharapkan cuci tangan dan gosok gigi yang baik dan benar tidak hanya diterakan di sekolah tetapi juga di rumah dan lingkungan anak berada.   Kata kunci : Cuci Tangan, Gosok Gigi, PHBS   Poor implementation of PHBS can increase the potential for children to be exposed to infectious diseases at school. Incidents of infectious infections such as diarrhea and ARI which often occur in children can be found when children are at school. It is hoped that the PHBS program in schools can be used so that the learning process becomes safe and comfortable. Children need role models and assistance in practicing PHBS. Simple things that can be used from school to home are washing hands with soap and brushing teeth properly. In fact, children do not yet have the awareness to keep their hands and teeth clean. There needs to be education packaged in the learning process through the practice of washing hands with soap and brushing teeth properly. The UNISA Yogyakarta Community Service Team provides education to ABA Kindergarten students in Jatisari Playen Gunungkidul. The technique used is a demonstration that begins with an explanation of the importance of maintaining healthy hands and teeth. Next, students practice the steps to wash their hands and brush their teeth properly. As a result, children understand the importance of keeping their hands and teeth clean, as can be seen from the responses given to children when asked questions to evaluate understanding. During practice, children are also able to follow the steps to wash their hands and brush their teeth correctly, although they still need help. It is hoped that washing hands and brushing teeth properly and correctly will not only be implemented at school but also at home and in the child's environment.   Key words: brushing teeth, washing hands, PHBS
The Relationship Between Eating Behavior And Nutritional Status Of Cross-Track 1 Midwifery Students Of Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta Yulianti Uswatun Hasanah; Rohmah, Fayakun Nur
Infomasi dan Promosi Kesehatan Vol 3 No 2 (2024): Informasi dan Promosi Kesehatan
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/ipk.v3i2.261

Abstract

Background: Nutritional problems (underweight, overweight, or obesity) in adolescents will cause a decrease in intelligence, learning ability, endurance, work productivity, and fitness and carry long-term ongoing risks. A person’s nutritional status is influenced by many factors, one of which is eating behavior. Eating behavior is one’s action and behavior when responding to or reacting to stimuli to food that is influenced by attitudes, knowledge, feelings, and food perceptions. Objective: The study aims to determine the relationship between eating behavior and the nutritional status of cross-track 1 midwifery students at Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. Method: The study is descriptive research with a cross-sectional approach. The population consisted of 48 respondents. The sampling technique was total sampling. The bivariate analysis technique used the Kendall-Tau test. The research instruments included the Dutch Eating Behavior Questionnaire (DEBQ) which had been modified and adapted from Arif (2021) to measure eating behavior, body weight, height, and BMI to determine nutritional status. Results: There was a relationship between eating behavior and nutritional status of female cross-tract midwifery students of Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. The results showed a p-value of 0.029 < 0.05 and a relationship coefficient value of 0.297 which indicated a low closeness of the relationship. Counclusion: Female students are recommended to increase their awareness, implement good eating behavior, and develop exercise habits to maintain normal nutritional status.
Hubungan Perilaku Dalam Mengkonsumsi Tablet Fe Terhadap Kejadian Anemia Pada Mahasiswi S1 Kebidanan Semester Lima Di Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta: The Relationship Between Fe Tablets Consumption Behavior on The Incident of Anemia in Five Semester Midwifery Students at Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta Partiningsih, Surti; Fayakun Nur Rohmah
Journal of Health (JoH) Vol 12 No 1 (2025): Journal of Health (JoH) - January
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/joh.v12n1.976

Abstract

The increase in the prevalence rate of reproductive women who experience red blood cell deficiency reaches 29.9%, which is in line with the figure of more than half a billion reproductive women. Then the increase in the number of iron deficiency problems still exists in districts or cities in Yogyakarta with the incidence of anemia in 2019 and 2020 decreasing and then increasing again in 2021 with an anemia prevalence rate of 42%. According to this problem, the researcher wants to research the relationship between behavior in consuming Fe tablets and the incidence of anemia in fifth semester S1 Midwifery students at 'Aisyiyah University Yogyakarta. The purpose of this study is to determine the relationship between behavior in consuming Fe tablets and the incidence of anemia in S1 Midwifery students in the fifth semester at 'Aisyiyah University Yogyakarta. The type of research uses observational analysis with a cross sectional approach. The sampling technique used by the researcher in this study uses purposive random sampling with a total sample of 55 subjects. In this study, an ethical clearance test number 3271/KEP-UNISA/XI/2023 has been carried out. The instruments used in this study used a digital Hb check tool and a questionnaire sheet containing a set of written questions to the respondents. The results of the analysis of variables with chi square showed that there was a significant relationship between the behavior of consuming Fe tablets and the incidence of anemia by 0.009 (p<0.05).
Pemenuhan Kebutuhan Ibu Bersalin di Masa Pandemi COVID-19 Fayakun Nur Rohmah
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 11 No 03 (2022): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v11i03.1425

Abstract

Pandemi COVID-19 menyebabkan meningkatkan kecemasan pada ibu dalam proses melahirkan karena mengkhawatirkan beberapa hal diantaranya tentang screening COVID-19 sebelum melahirkan, pembatasan jumlah pendamping, kekhawatiran mengeni kesehatan diri dan banyinya serta kualitas layanan yang tidak sesuai harapan sehingga tidak memenuhi kebutuhannya selama persalinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pemenuhan kebutuhan ibu bersalin di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil menggunakan Teknik purposive sampling sebanyak 40 pasien ibu yang bersalin secara spontan. Mayoritas ibu bersalin sebanyak 65% merasa telah terpenuhi kebutuhan baik secara fisik, psikologis, informasi dan sosial. Saran ibu hamil memperkaya pengetahuan untuk mempersiapkan diri secara fisik dan psikologis menjelang persalinan.