Claim Missing Document
Check
Articles

How to find HIV AIDS information for adolescent Herlin Fitriana Kurniawati; Herlin Fitriani Kurniawati; Fayakun Nur Rohmah; Nuli Nuryanti Zulala
International Journal of Health Science and Technology Vol 1, No 1 (2019): July
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (175.86 KB) | DOI: 10.31101/ijhst.v1i1.946

Abstract

HIV and AIDS case have increased while the knowledge of adolescents still low, this is a problem in handling cases of HIV and AIDS. The purpose of this research is to find out an overview of internet usage to search an information about HIV and AIDS. The research method uses a qualitative approach, a type of descriptive analytic research, a cross sectional approach. The subjects of this research were adolescents who accessed information about HIV and AIDS using the internet for at least the last 6 months and were willing to become respondents. Sampling techniques using purposive sampling. The results show that knowledge about HIV and AIDS is still lacking, especially in the signs and symptoms and transmission of HIV and AIDS, there is still a stigma against people with HIV and AIDS. All informants said that using the internet on their own initiative, most of the informants said that using the internet was approximately 2-5 hours a day, on average using the internet more than 2 years ago. Most respondents said that they had sought information about HIV and AIDS even if they were not intense only if they needed it. Suggestions for health cadres are expected to be able to propose the formation of Adolescent Family Development (BKR) or the Adolescent Reproductive Health Counseling Center (PIK-KRR) in collaboration with the District and BKKN District.
Evaluasi pelaksanaan pengukuran tinggi badan oleh kader Posyandu di Wilayah Yogyakarta Anindhita Syahbi Syagata; Fayakun Nur Rohmah; Khalisa Khairani; Siti Arifah
Jurnal Kebidanan dan Keperawatan Aisyiyah Vol 17, No 2 (2021): Desember
Publisher : Universitas Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.937 KB) | DOI: 10.31101/jkk.2311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek pengukuran tinggi badan di Posyandu wilayah Kecamatan Godean. Survei deskriptif observasional dengan desain cross-sectional digunakan dalam penelitian ini. Penelitian dilakukan di Posyandu Puskesmas Godean 1 dan 2 Kabupaten Sleman, pada Agustus-September 2019. Sebanyak 66 kader sebagai subjek diambil menggunakan strata random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan lebih dari 70% kader mengukur tinggi badan anak yang tidak bersepatu, berdiri tegak menghadap ke depan, dan menarik tuas sampai ke ubun-ubun. Lebih dari 50% kader mengukur tinggi badan dengan punggung, bokong, tumit menempel di dinding, dan membaca hasilnya dengan benar. Namun, hanya 27% yang memberikan koreksi hasil pengukuran anak berumur 2 tahun.
HUBUNGAN PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN IBU HAMIL DENGAN KEIKUTSERTAAN VAKSINASI COVID-19 BOOSTER DI PUSKESMAS KASIHAN 1 BANTUL Siti Karimah; Fayakun Nur Rohmah; Nuli Nuryanti Zulala
Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 8 (2022): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v3i8.584

Abstract

In Indonesia, cases of COVID-19 among pregnant women make up as much as 10.2% of all confirmed cases. Pregnant women are at risk of being infected with COVID-19 and if infected, their condition will be more severe than other people. One of the efforts to overcome the COVID-19 pandemic is the COVID-19 vaccination. The COVID-19 booster vaccination coverage is 22.52%. Factors that facilitate participation in the COVID-19 booster vaccination for pregnant women are the level of education and occupation. The study aims to determine the correlation between the education level and occupation of pregnant women and the participation of the COVID-19 booster vaccination at Kasihan I Primary Health Center, Bantul. The study employed a quantitative research method in the form of an analytical survey with a cross sectional approach. The population was pregnant women who visited for the first time and recorded on the maternal card of pregnant women in January-May 2022 as many as 302 pregnant women. The research sample was 88 maternal cards of pregnant women taken with purposive sampling. The data analysis in this study was univariate analysis, bivariate analysis with Chi Square, and multivariate analysis with multiple logistic regression test. The results of data analysis showed that the p-value of the education level of pregnant women (0.000) and the p-value of the work of pregnant women (0.000) on the participation of the COVID-19 booster vaccination, meaning that there was a significant correlation between the education level and the occupation of the pregnant women on the participation of the COVID-19 booster vaccination. Based on multiple logistic regression analysis, it was found that the education level of pregnant women provided 4.536 times the opportunity and the occupation of pregnant women gave 0.267 times the opportunity to participate in the COVID-19 booster vaccination. In conclusion, there is a correlation between education and occupation of pregnant women and the participation of the COVID-19 booster vaccination at Kasihan I Primary Health Center, Bantul. Midwives should increase education and support for pregnant women to carry out COVID-19 booster vaccinations.  
Berdayakan Masyarakat Cegah Stunting dengan Mengolah Bahan Pangan Potensi Lokal Fayakun Nur Rohmah; Dittasari Putriana; Teti Anggita Safitri
Masyarakat Berdaya dan Inovasi Vol. 3 No. 2 (2022): Oktober
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/mayadani.v3i2.97

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi di Indonesia karena prevalensinya yang masih tinggi, yakni mencapai angka 30,8% menurut data Riset Kesehatan Dasar. Stunting merupakan kondisi masalah gizi kronik yang terjadi dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan anak. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, meliputi faktor sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, dan kurangnya asupan energi pada bayi. Selain berakibat untuk kesehatannya saat balita, stunting juga berakibat di masa mendatang. Berdasarkan hasil analisis situasi menunjukan permasalahan utama yang dihadapi Desa Sendangmulyo khususnya bidang kesehatan yaitu masih tingginya angka stunting. Faktor yang berpengaruh diantaranya status ekonomi rata-rata menengah kebawah dan pola asuh balita. Untuk itu dilaksanakan program pengabidan masyarakat untuk memberdayakan ibu balita dalam rangka pencegahan dan penanggulangan stunting menyiapkan MP-ASI yang baik dan pengolahan bahan pangan potensi lokal. Hasil PKM menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan pada ibu balita peserta yang mengikuti pelatihan pembuatan MP-ASI dan pengolahan ikan nila menjadi dimsum dan nugget.
Faktor Risiko Ibu Pada Bayi Berat Lahir Rendah Fayakun Nur Rohmah; Tri Hapsari Listyaningrum
JHeS (Journal of Health Studies) Vol 5, No 1: Maret 2021
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.71 KB) | DOI: 10.31101/jhes.1903

Abstract

Komplikasi yang menjadi penyebab kematian terbanyak yaitu asfiksia, bayi berat lahir rendah (BBLR), dan infeksi. Persentase kematian neonatal pada BBLR pada tahun 2019 di Indonesia sebanyak 35,3%. Penelitian bertujuan untuk mengetahui faktor risiko ibu pada kejadian BBLR. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif, sempel diambil dengan total sampling yaitu bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2500 gram di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta pada tahun 2017 sebanyak 75 bayi. Hasil penelitian menunjukkan faktor Ibu mayoritas ibu berumur 20-35 tahun sebanyak 60 orang (80%), dan ibu multigravida sebanyak 41 ibu (54,7%). 
PELATIHAN PEMBUATAN NUGGET IKAN PARANG - PARANG Teti Anggita Safitri; Fayakun Nur Rohmah; Dittasari Putriana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.16186

Abstract

Program kemitraan masyarakat dilakukan dengan mitra yaitu ibu – ibu kader Desa Sendangmulyo. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu mitra dalam menyelesaikan permasalahan yang dimilikinya yaitu: (1) Belum adanya pelatihan manajemen usaha; (2) Belum adanya pelatihan pembuatan produk yang memiliki nilai jual, misalnya nugget ikan golok. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan pembuatan nugget ikan parang sehingga diharapkan dapat mengedukasi kader terkait manajemen usaha dan menciptakan kreativitas produk yang memiliki nilai jual dengan mengolah nugget ikan parang.Sasaran luaran dari wajib kemitraan masyarakat ini adalah: Pertama, publikasi ilmiah pada Jurnal ISSN/Prosiding Jurnal Nasional Terakreditasi pada Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (Submitted). Kedua, Poster dan Buku. Ketiga, dokumentasi pelaksanaan berupa video kegiatan yang diunggah di Youtube. Keempat, Haki.Metode program kemitraan masyarakat ini adalah pelatihan pembuatan produk olahan lele berupa ceramah, diskusi dan praktek pembuatan produk yang memiliki nilai jual bagi kader Desa Sendangmulyo. Program kemitraan masyarakat ini ditujukan kepada para kader Desa Sendangmulyo.
JENIS GANGGUAN SIKLUS MENSTRUASI BERDASARKAN LAMA PENGGUNAAN KONTRASEPSI SUNTIK PROGESTIN (KSP) Fayakun Nur Rohmah; Fitri Ariyana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/jik.v12i2.2061

Abstract

Alat kontrasepsi terbanyak yang dipilih oleh pasangan usia subur di Indonesia pada tahun 2021 yaitu suntik sebanyak 56,01%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan KSP dengan jenis gangguan siklus menstruasi. Metode penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan crosssectional. Teknik pengambulan data menggunakan accidental sampling pada bulan Mei s.d Juni 2022 dengan kriteria inklusi Akseptor KB suntik 3 bulan yang melakukan kunjungan ulang sesuai jadwal sebanyak 64 responden. Instrumen penelitian menggunakan checklist. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,1% akseptor mengalami gangguan siklus menstruasi dengan jenis terbanyak adalah amenorea (48,4%). Hasil uji statistik menggunakan uji bivariat Spearmen Rank menunjukkan nilai p=0,044. Kesimpulan : Terdapat hubungan lama penggunaan KSP dengan jenis gangguan siklus menstruasi.
EDUKASI DAN SKRINING KANKER LEHER RAHIM Siti Arifah; Fayakun Nur Rohmah
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v2i2.280

Abstract

Kasus kanker leher rahim di DIY menempati urutan kedua setelah kanker payudara yang terjadi pada perempuan, 80% kasus kanker ditemukan dalam kondisi stadium lanjut. Perlu adanya edukasi dan skrining yang dilakukan sebagai upaya promotif dan preventif dalam penanggulangan kasus kanker leher rahim. Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan konsolidasi dengan mitra, edukasi, pemeriksaan Inspeksi Visual Asetat (IVA) dan koordinasi dengan puskesmas mengenai hasil. Hasil dari kegiatan terdapat peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan edukasi. Dari 50 peserta yang mengikuti edukasi, 30 diantaranya melakukan pemeriksaan IVA dengan hasil seluruhnya tidak ada tanda keganasan. Edukasi tentang skrining kanker leher rahim akan meningkatkan pengetahuan, yang dapat mempengaruhi sikap serta perilaku perempuan untuk melakukan pemeriksaan IVA.
PEMBIASAAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT(PHBS) BAGI SISWA/SISWI TK ABA JATISARI: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dengan Cara Cuci Tangan Pakai Sabun dan Gosok Gigi Yang Benar Toni; Dzakiya Alda Fuadiyah; Erna Widyawati; Elvitrah Nur Vinski; Atika Zidan Ali; Hasnah Shinta Pratiwi; Nur Kamala Sari; Rahmatria; Rizky Najib; Fayakun Nur Rohmah
Abdimas Kosala : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 3 No 1 (2024): ABDIMAS KOSALA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN PANTI KOSALA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/akj.v3i1.297

Abstract

Program PHBS dalam bidang pendidikan merupakan salah satu upaya membiasakan perilaku yang dapat dipraktikkan oleh peserta didik, guru atau tenaga pendidik, masyarakat lingkungan sekolah atas kesadaran pribadi sebagai upaya perilaku hidup sehat dan berperan aktif dalam gerakan kesehatan di lingkup masyarakat. Kebiasaan mencuci tangan menggunakan air mengalir dan sabun adalah salah satu bagian perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup sehat yang sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pemeliharaan kesehatan pribadi dan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. Pembiasaan hidup bersih dan sehat yang lain dapat dilakukan juga melalui pembiasaan gosok gigi yang benar. Kata Kunci : PHBS, Cuci Tangan, Gosok Gigi
HUBUNGAN STATUS GIZI DAN USIA DENGAN KEJADIAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Gaudensia Ermalinda Bria; Fayakun Nur Rohmah
KOSALA : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2023): KOSALA: Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37831/kjik.v11i1.259

Abstract

Anemia kehamilan dipengaruhi oleh beberapa faktor risiko yaitu usia, jumlah paritas, tingkat pendidikan, status sosial ekonomi keluarga dan status gizi ibu. Dampak anemia dalam kehamilan yaitu peningkatan risiko abortus, bayi lahir prematur, terjadinya gangguan pada pertumbuhan janin, berat badan lahir rendah (BBLR), bayi lahir dengan anemia dan peningkatan risiko perdarahan pada ibu. Tujuan penelitian ini diketahuinya hubungan status gizi dan usia dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain korelasi. Sampel penelitian adalah 57 data yang diambil dari register ANC ibu hamil trimester I menggunakan teknik total sampling. Temuan menunjukkan bahwa mayoritas ibu tidak mengalami KEK (71,9%), usia tidak berisiko (68,4%), dan status gizi ibu hamil tidak anemia (57,9%). Secara statistik menunjukkan adanya hubungan status gizi dengan kejadian anemia ibu hamil (p= 0,046) dan tidak ada hubungan usia dengan kejadian anemia ibu hamil (p= 0,119).   Kata Kunci: anemia kehamilan, status nutrisi, usia   Several factors can cause anemia in pregnancy including gravid, age, parity, education level, economic status and Chronic Energy Deficiency status. Maternal nutritional status before and during pregnancy can affect the growth of the fetus being conceived. Knowledge of nutrition can affect a person's consumption, where the level of knowledge of nutrition will influence the selection of food ingredients that are appropriate, diverse, balanced, and healthy. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and age and the incidence of anemia in pregnant women. This research is a quantitative research with a correlation design. The research sample consisted of 57 data taken from the ANC register of first trimester pregnant women using total sampling technique. The results shows that mothers with no CED (71.9%), mother’s age not at risk (68.4%), and nutritional status of pregnant women with no anemia (57.9%). There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in pregnant women and there is no relationship between age and the incidence of anemia in pregnant women   Keywords: nutrient status, age, anemia in pregnant women