Claim Missing Document
Check
Articles

Enhancing non-communicable disease detection and education among elderly Enny Fitriahadi; Fayakun Nur Rohmah; Asyhara Naela Arifin
Community Empowerment Vol 9 No 5 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.11227

Abstract

Non-Communicable Diseases (NCDs) often go undetected in their early stages due to a lack of evident symptoms or complaints. Among various NCDs, hypertension and diabetes mellitus are two of the most prevalent, closely linked to a range of health issues in older adults. To address this concern, this community service initiative aimed to conduct screening and provide education on NCDs as an initial step in early detection of health problems among the elderly. The implementation method involved health education and screenings, engaging midwives, village officials, and Aisyiyah health cadres. Screening results revealed that 71.43% of elderly individuals had hypertension, 34.39% were diagnosed with hyperglycemia, and 34.43% had blood sugar levels exceeding 200 mg/dl. Elderly individuals diagnosed with hypertension, diabetes mellitus, or at high risk for other NCDs were advised to seek further checkups and examinations at nearby healthcare facilities.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN MENGONSUMSI TABLET FE DI MTS NEGERI 2 SLEMAN Zidny, Amalia; Rohmah, Fayakun Nur; Herfanda, Esitra
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.43301

Abstract

Prevalensi anemia pada remaja sebesar 32% yang berarti 3-4 dari 10 remaja mengalami anemia. Upaya pemerintah dalam pencegahan anemia dengan mencanangkan program pemberian tablet Fe setiap minggu pada remaja putri. Pengetahuan remaja putri terkait anemia akan membentuk perilaku dalam mengonsumsi tablet Fe. Berdasarkan studi pendahuluan yang telah dilakukan di MTs N 2 Sleman kepada 12 remaja putri, sebanyak 75% sudah patuh dalam mengonsumsi tablet Fe, tetapi masih ada 25% remaja putri yang masih belum patuh dalam mengonsumsi tablet Fe. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada remaja putri di MTs N 2 Sleman. Penelitian ini menggunakan jenis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini yaitu remaja putri kelas VII di MTs N 2 Sleman sebanyak 81 siswi, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini analisis univariat disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi variabel independen dan dependen, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji statistik chi-square. Dari hasil penelitian mayoritas remaja putri memiliki pengetahuan cukup (53,1%) akan tetapi tidak patuh dalam mengonsumsi tablet Fe (58%). Hasil uji chi-square dengan indikator tingkat pengetahuan dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe diperoleh nilai significancy 0,275 atau > 0,05 dapat disimpulkan bahwa Tidak Ada Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Anemia Dengan Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe Pada Remaja Putri di MTs N 2 Sleman.
Establishment of Sakinah Aisyiyah Center (BSA) to Prevent Stunting Rohmah, Fayakun Nur; Faidati, Nur
Journal of Community Services and Engagement: Voice of Community (VOC) Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/voc.v3i2.2535

Abstract

Data from the Sleman Health Office showed that the prevalence of stunting in the Gamping I Health Center was 9.02% and 9.76% in the Gamping II Health Center. The number of cases of stunting in Nogotirto Village for 2021 data has reached 73 cases. Most stunting incidents are caused by the rejection of stunting under five due to a lack of understanding of stunting, poor parenting factors, and feeding practices for infants and toddlers. For this reason, there is a need for a community-based stunting prevention movement, as stated in the 2020-2024 policy directions contained in the Indonesia SDGs Roadmap Towards 2030. Solution: Formation of Balai Sakinah 'Aisyiyah (BSA), formation of cadres, training of cadres, and provision of reading corners and educational media. Method: establishing BSA, increasing cadres’ knowledge about stunting, IMD, exclusive breastfeeding, lactation management, and provision of MP-ASI and providing books and reading corner facilities for cadres; Provision of Cadre Education Media in preventing stunting. Results: the formation of 28 BSA cadres, there was an increase in cadre knowledge of> 25%, available reading corners, and educational media.
Upaya pencegahan stunting dengan deteksi dini pertumbuhan dan perkembangan pada balita Fitriahadi, Enny; Rohmah, Fayakun Nur; Nugraheni , Ika Afifah
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4004

Abstract

Masalah terkait pertumbuhan dan perkembangan balita sering menjadi keluhan utama para orang tua. Proses tumbuh kembang balita berlangsung secara berkelanjutan, dimulai sejak masa kehamilan hingga mencapai usia dewasa. Oleh karena itu, pemantauan rutin setiap bulan sangat penting agar gangguan pertumbuhan dan perkembangan dapat segera terdeteksi dan ditangani sedini mungkin. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi stunting melalui upaya preventif berupa pemantauan tumbuh kembang balita. Metode yang digunakan mencakup edukasi kepada orang tua serta pemeriksaan langsung menggunakan alat timbang, makrotoa, dan lembar KPSP. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu wilayah Padukuhan Jurugan, Turi, Sleman. Dari kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 50 balita hadir bersama orang tua atau pengasuh mereka. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa 42 anak (84%) mengalami perkembangan yang normal, 5 anak (10%) memiliki perkembangan yang meragukan, dan 3 anak (6%) mengalami kegagalan perkembangan. Kesimpulannya, deteksi dini terhadap tumbuh kembang balita diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mencegah kasus stunting di wilayah Padukuhan Jurugan, Turi, Sleman.
Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Postpartum Blues Di Wilayah Kerja Puskesmas Sleman Eva Novita; Pratika Wahyuhidaya; Fayakun Nur Rohmah
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.452

Abstract

World Health Organization (WHO) mencatat prevalensi postpartum blues secara umum dalam populasi dunia adalah 3-8% dengan 50% kasus terjadi pada usia produktif yaitu 20-50 tahun. Prevalensi postpartum blues di beberapa negara berbeda antara lain seperti di Jepang mencapai 15-50%, Yunani mencapai 44,5% dan Prancis mencapai 31,7%. Angka kejadian postpartum blues di Indonesia mencapai 23% sedangkan skrining dengan menggunakan EPDS didapatkan bahwa 14-17% wanita postpartum beresiko mengalami postpartum blues. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kejadian postpartum blues di Wilayah Puskesmas Sleman. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan Cross Sectional. Populasi adalah ibu yang melahirkan di Puskesmas Sleman. Teknik pengambilan sampel dengan kuota sampling sebanyak 30 ibu nifas. Pengambilan data dengan kuesioner karakteristik responden EPDS, dan kuesioner dukungan suami dan beban kerja. Analisis data menggunakan chi-square. Hasil penelitian ini diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara variabel Usia dengan p-value = 0,003, Paritas p-value = 0,007, Dukungan Suami p-value = 0,003 dan Beban Kerja p-value = 0,011 terhadap kejadian Postpartum Blues. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada ibu nifas untuk dapat mengenali gejala yang berkaitan dengan postpartum blues
Hubungan Perilaku Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Siswi SMAN 1 Kota Mungkid Annisa Lia Qurani; Fayakun Nur Rohmah; Herlin Fitriana Kurniawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.218

Abstract

Perilaku remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam program pencegahan dan tentunya dalam mengatasi anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan perilaku konsumsi tablet fe dengan anemia pada remaja SMA N 1 Kota Mungkid. Metode penelitian menggunakan cross-sectional dengan teknik purposive sampling disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku konsumsi tablet tambah darah dan alat pengukuran hemoglobin. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perilaku konsumsi negatif dengan mengalami anemia sebanyak 29 siswi (43.9%). Responden yang memiliki perilaku konsumsi tablet FE positif dengan tidak mengalami anemia sebanyak 20 siswi (30.3%) sedangkan perilaku konsumsi positif dengan mengalami anemia sebanyak 6 siswi (9.1%). Perilaku konsumsi tablet FE negatif dengan tidak mengalami anemia sebanyak 11 siswi (16.7%). Diketahui bahwa mayoritas siswi sebanyak 60,6% berperilaku negatif terhadap konsumsi tablet fe dan sebanyak 53% siswi mengalami anemia. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p<0,05) dengan uji chi square, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi tablet Fe angka kejadian anemia di SMA N1 Kota Mungkid. Sehingga disarankan agar remaja lebih memahami mengenai manfaat dan dampak dari konsumsi tablet Fe agar dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe secara teratur sebagai pencegahan anemia.
Keberhasilan Induksi Persalinan Berdasarkan Paritas Rohmah, Fayakun Nur
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 13th University Research Colloquium 2021: Kesehatan dan MIPA
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persalinan dengan induksi sekitar 20-25% dari total ibu yang bersalin. Perdarahan yang merupakan dampak dari induksi persalinan masih menjadi penyebab tingginya Angka Kejadian Kematian (AKI) Ibu. Dampak lain yang timbul adalah kegagalan induksi yang berlanjut tindakan Sectio Cesaria (SC). SC juga faktor tidak langsung yang menyumbang AKI ibu karena kejadian infeksi pasca SC. Paritas ibu dapat menjadi faktor risiko yang meningkatkan angka kegagalan pada induksi persalinan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara peritas dan keberhasilan induksi persalinan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Data diambil dari rekam medis di salah satu RS Swasta di Yogyakarta dengan cara purposive sampel sebanyak 93 data. Analisis data mengunakan uji Fisher Exact Test. Hasil uji statistik menunjukkan p value 0,011 < 0,05 artinya ada hubungan antara paritas dengan keberhasilan induksi persalinan.
Pendampingan Ibu Hamil Di Lokus Stunting Wilayah Yogyakarta Syagata, Anindhita; Fayakun Nur Rohmah; Esitra Herfanda; Dittasari Putriana; Teti Anggita Safitri
ABDIMAS Madani Vol 5 No 1 (2023): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v5i1.112

Abstract

Stunting is a nutritional problem in Indonesia, and there are 10 stunting loci in Sleman Regency, Yogyakarta, one of which is Sendangmulyo Village. Early stunting develops in the womb, so the nutritional status of pregnant women is important to pay attention to. Pregnant women who have a chronic lack of energy have a higher risk of giving birth to malnourished children. The stunting rate is still high, and stakeholders focus on handling children, even though it can also be seen in nutrition during pregnancy. The goal of this community service is to provide education to increase knowledge and to monitor and assist pregnant women with their nutrition and health. A total of seven pregnant women became respondents to this activity and were accompanied for one month in September 2022. Prior to the mentoring, nutrition education was provided on August 9, 2022. The result of the educational activity was an increase in knowledge among the respondents; for example, only two pregnant women received nutrition education and managed their diets well. From both, there was an improvement in nutritional consumption and food variety.
Edukasi Pencegahan Stunting di Posyandu Padukuhan Banaran Playen Gunungkidul Rohmah, Fayakun Nur; Lutdiyah , Lutdiyah Tri Putri; Indri, May Indri Yani Idris
ABDIMAS Madani Vol 6 No 2 (2024): Jurnal Abdimas Madani
Publisher : LPPM STIKES Madani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36569/abdimas.v6i2.151

Abstract

Stunting adalah gangguan kronik akibat kurangnya gizi sehingga menghambat pertumbuhan dan perkembangan pada anak. Berdasarkan data yang di peroleh di posyandu padukuhan Banaran terdapat 4 anak yang mengalami stunting. Tujuan dari karya ilmiah ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu mengenai cara mengatasi dan pencegahan stunting pada anak. Metode penelitian ini menggunakan metode pelaksanan untuk memecahkan masalah terkait stunting di padukuhan Banaran menggunkan metode penyuluhan, demontrasi pembutan makanan tambahan, dan pemberian makanan tambahan. Penyuluhan stunting di lakukan pada hari jumat, 25 Agustus 2023 di Balai Dusun Banaran, Playen, Gunungkidul. Kesimpulan dari kegiatan penyuluhan, demonstrasi makanan tambahan, dan pemberian makanan tambahan yaitu banyak ibu yang semakin paham mengenai pengetahuan stunting, selain itu ibu menjadi lebih paham mengenai cara mngatasi dan mencegah stunting pada anak.
Pengaruh Jenis Kontrasepsi Suntik dengan Kenaikan Berat Badan pada Akseptor KB di PMB Wahyuning Purwati Kabupaten Sleman Deski Latifah; Fayakun Nur Rohmah
JURNAL RISET RUMPUN ILMU KESEHATAN Vol. 4 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kesehatan
Publisher : Pusat riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrikes.v4i3.6823

Abstract

Injection contraception is one of the most widely used family planning methods in Indonesia. However, its use is often associated with side effects in the form of weight gain. The commonly used types of injection contraception are the 1-month and 3-month injections, each containing different hormonal contents, which are suspected to have different effects on the weight of the acceptors. The aim of this study is to determine the effect of 1-month and 3-month injection contraception on weight gain in family planning acceptors at PMB Wahyuning Purwati Sleman Regency. This research employs a quantitative method with a cross-sectional approach. A sample of 37 injectable contraceptive acceptors was selected using accidental sampling technique. The instrument used was a questionnaire. Data analysis was performed using paired sample t-test and independent t-test to determine body weight changes before and after using injectable contraceptives. The results showed an increase in body weight among users of the 1-month injectable contraceptive with an average of 3.158 kg (p<0.000) and among users of the 3-month injectable contraceptive with an average of 3.653 kg (p<0.006). Both types of injectable contraception showed a significant effect on weight gain. The weight gain was greater in users of the 3-month injection compared to the 1-month injection. There is a need for more intensive education and counseling for contraceptive acceptors regarding the side effects of injectable contraception and the importance of maintaining a healthy lifestyle.