Claim Missing Document
Check
Articles

Implementasi Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Fayakun Nur Rohmah; Eka Tiara Febriani
Indonesia Jurnal Kebidanan Vol 5, No 2 (2021): INDONESIA JURNAL KEBIDANAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/ijb.v5i2.1271

Abstract

Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) merupakan program di masyarakat untuk mencapai target SDG’S pada tahun 2030, mengurangi rasio angka kematian ibu hingga kurang dari 70 per 100.000 kelahiran hidup. Program ini menekankan pemberdayaan masyarakat dalam memantau ibu hamil, melahirkan dan pascapersalinan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana wanita hamil menerapkan setiap komponen P4K.Penelitian deskriptif ini dilakukan di salah satu puskesmas di Kabupaten Sleman. Populasi dalam penelitian ini terdiri dari semua wanita hamil yang melakukan ANC pada tahun 2020, dengan total 332 wanita hamil. 50 sampel diambil dengan purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan : karakteristik responden berada diantara umur 20-35 tahun. Sebagian besar (58%) berpendidikan menengah dan 72% dari responden tidak bekerja. Dari 50 ibu, 66% diantaranya berstatus multigravida. Sebanyak 68% responden berencana ditolong oleh Bidan, 58% berencana untuk melahirkan di Puskesmas, dengan didampingi oleh suami (62%). Mayoritas Ibu (88%) telah menyiapkan transportasi dan pendonor darah. Sebagian besar diantaranya tidak merencanakan kontrasepsi postpartum (56%) dan tidak memiliki riwayat menggunakan kontrasepsi (62%). Disimpulkan bahwa program P4K belum dilaksanakan secara maksimal oleh ibu hamil.
BESTIE (BELAJAR SEHAT REPRODUKSI & LINDUNGI DIRI) Fayakun Nur Rohmah; Windi Sawitri; Siti Arifah; Dimas Gilang Pradita; Sofiatul Fajara Gita
Bagimu Negeri Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya kasus kekerasan anak di Yogyakarta, serta fakta pendidikan kesehatan reproduksi (kespro) dan pubertas masih tabu, melatarbelakangi kegiatan ini. Analisis situasi di SD Muhammadiyah Karangkajen I dan II menunjukkan materi kespro, khususnya persiapan pubertas, belum disampaikan spesifik dan didukung media memadai. Pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar mengenai persiapan menghadapi pubertas. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di Aula SD Muhammadiyah Karangkajen I dan II, dengan sasaran 112 siswa kelas V. Metode yang digunakan adalah edukasi dua arah: ceramah interaktif, diskusi/tanya jawab dan brainstorming. Media yang digunakan adalah presentasi PowerPoint (PPT) yang dirancang menarik dan sesuai usia. Materi berfokus pada pengenalan pubertas, perubahan fisik, psikis, serta cara menjaga kebersihan organ reproduksi dan batasan diri. Efektivitas kegiatan diukur menggunakan desain pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pengetahuan sangat signifikan. Persentase siswa berkategori pengetahuan Baik meningkat dari 71% (pre-test) menjadi 88% (post-test). Secara kualitatif, siswa (putra maupun putri) antusias dan aktif berpartisipasi, terbukti dari banyaknya pertanyaan saat diskusi. Metode ceramah interaktif didukung media visual PPT terbukti efektif meningkatkan pemahaman siswa kelas V mengenai kespro dan pubertas. Tingginya partisipasi aktif menunjukkan topik ini sangat relevan bagi siswa, yang memiliki rasa ingin tahu besar namun sering ragu bertanya.
The Relationship Between Husband's Support and Anxiety Level of Primigravida Pregnant Women in Third Trimester at Puskesmas Gamping I, Sleman Yogyakarta Rasidah Rasidah; Fayakun Nur Rohmah
Jurnal Ilmiah Kebidanan (The Journal Of Midwifery) Vol. 12 No. 1 (2024)
Publisher : Midwifery Department, Poltekkes Kemenkes Denpasar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jik.v12i1.3162

Abstract

The first pregnancy for a mother is one of the crisis periods in her life. This anxiety can arise because of the long period of waiting for birth. To decreases mother’s anxiety level, efforts can be made, with support from the husband such as assistance. Lack of trust and support from husbands can result in pregnant women anxiety. The purpose of this study is to determine the relationship between husband support and the anxiety level of primigravida pregnant women third trimester at Puskesmas Gamping I, Sleman, Yogyakarta. The sampling technique used was Accidental Sampling. The population of all pregnant women who made ANC visits at Puskesmas Gamping I in February 1 to May 30, 2023 which amounted to 213 pregnant women and the sample used was 64 pregnant women. Data sources came from primary and secondary data. Data analysis using Univariate and Bivariate. Results of this study showed that of 64 respondents who filled out the questionnaire, the majority of 50 pregnant women (78.12%) received husband support. There were 56 pregnant women (87.50%) who did not experience anxiety, while as 8 pregnant women (12.50%) experienced mild anxiety. The conclusion of this research there is a relationship between husband's support and anxiety about childbirth in third trimester primigravida pregnant women at Puskesmas Gamping I, Sleman, Yogyakarta.
Hubungan Perilaku Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Pada Siswi SMAN 1 Kota Mungkid Annisa Lia Qurani; Fayakun Nur Rohmah; Herlin Fitriana Kurniawati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.218

Abstract

Perilaku remaja putri dalam mengkonsumsi tablet Fe merupakan salah satu indikator keberhasilan pemerintah dalam program pencegahan dan tentunya dalam mengatasi anemia pada remaja putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah adanya hubungan perilaku konsumsi tablet fe dengan anemia pada remaja SMA N 1 Kota Mungkid. Metode penelitian menggunakan cross-sectional dengan teknik purposive sampling disesuaikan dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner perilaku konsumsi tablet tambah darah dan alat pengukuran hemoglobin. Uji statistik yang digunakan adalah Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perilaku konsumsi negatif dengan mengalami anemia sebanyak 29 siswi (43.9%). Responden yang memiliki perilaku konsumsi tablet FE positif dengan tidak mengalami anemia sebanyak 20 siswi (30.3%) sedangkan perilaku konsumsi positif dengan mengalami anemia sebanyak 6 siswi (9.1%). Perilaku konsumsi tablet FE negatif dengan tidak mengalami anemia sebanyak 11 siswi (16.7%). Diketahui bahwa mayoritas siswi sebanyak 60,6% berperilaku negatif terhadap konsumsi tablet fe dan sebanyak 53% siswi mengalami anemia. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, diperoleh nilai p value sebesar 0,000 (p<0,05) dengan uji chi square, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku konsumsi tablet Fe angka kejadian anemia di SMA N1 Kota Mungkid. Sehingga disarankan agar remaja lebih memahami mengenai manfaat dan dampak dari konsumsi tablet Fe agar dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan dalam mengkonsumsi tablet Fe secara teratur sebagai pencegahan anemia.
Hubungan Karakteristik Ibu Dengan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Sleman Yogyakarta Tasya Putri Handayani; Fayakun Nur Rohmah; Ririn Wahyu Hidayati
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.240

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan merupakan asupan optimal bagi bayi yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan perlindungan terhadap infeksi. Meskipun Kabupaten Sleman mencatat cakupan ASI eksklusif tertinggi di Provinsi DIY, masih ditemukan ibu yang belum berhasil memberikan ASI secara eksklusif. Karakteristik ibu seperti usia, tingkat pendidikan, status pekerjaan, dan paritas diduga berpengaruh terhadap keberhasilan tersebut. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 266 ibu menyusui yang memiliki bayi usia 6–12 bulan diambil secara random sampling dari total populasi 794 ibu menyusui di Puskesmas Sleman. Data sekunder diperoleh dari rekam medis dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Mayoritas responden berada pada kelompok usia 20–35 tahun (60,9%), berpendidikan tinggi (62,8%), tidak bekerja (60,5%), dan memiliki anak 2–4 (75,9%). Sebanyak 61,3% ibu berhasil memberikan ASI eksklusif. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,000), pendidikan (p=0,000), pekerjaan (p=0,000), dan paritas (p=0,000) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik ibu (usia, pendidikan, pekerjaan, dan paritas) dengan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Sleman Yogyakarta. Upaya intervensi perlu difokuskan pada kelompok ibu dengan karakteristik tidak ideal melalui edukasi, pendampingan, dan dukungan lingkungan.
Faktor Maternal Yang Mempengaruhi Kejadian BBLR Di RSKIA Sadewa Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Adinda Helminiya Putri; Nurul Kurniati; Fayakun Nur Rohmah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.359

Abstract

Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) merupakan salah satu indikator utama kesehatan neonatal dan berkontribusi signifikan terhadap Angka Kematian Bayi (AKB). BBLR dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, terutama faktor maternal seperti usia kehamilan, paritas, status gizi, dan tingkat pendidikan ibu. Data di RSKIA Sadewa Sleman menunjukkan peningkatan kasus BBLR dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara usia kehamilan, paritas, status gizi, dan pendidikan ibu dengan kejadian BBLR di RSKIA Sadewa, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 192 responden yang dibagi dalam kelompok kasus (ibu dengan bayi BBLR) dan kontrol (ibu dengan bayi BBLN) dengan menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square. Sumber data menggunakan data sekunder yaitu rekam medik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara usia kehamilan (p=0,000), paritas (p=0,000), status gizi (p=0,000), dan pendidikan ibu (p=0,000) dengan kejadian BBLR. Kesimpulan: Usia kehamilan, paritas, status gizi  dan pendidikan ibu merupakan faktor maternal yang berisiko signifikan terhadap kejadian BBLR. Upaya promotif dan preventif perlu difokuskan pada pemantauan usia kehamilan, edukasi tentang paritas ideal, pemenuhan status gizi selama kehamilan dan pemberian informasi sesuai dengan tingkat pendidikan.
EDUKASI DAN SKRINING ANEMIA SEBAGAI UPAYA DETEKSI DINI Fayakun Nur Rohmah; Siti Arifah
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2026): Inpress Vol. 7 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i3.51710

Abstract

Anemia pada remaja putri berdampak negatif pada prestasi akademik dan kesehatan jangka panjang. Di SD Muhammadiyah Karangkajen I dan II, pengetahuan mengenai anemia masih rendah, dan skrining belum pernah dilakukan. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan melakukan skrining anemia. Metode yang digunakan adalah memberikan edukasi tentang pencegahan anemia, memeriksa kadar Hemoglobin (Hb), membagikan tablet tambah darah (tablet Fe), dan memberikan lembar monitoring konsumsi tablet Fe. Evaluasi edukasi dilakukan dengan memberikan pre-test dan post-test untuk menilai pengetahuan siswi tentang anemia. Hasil skrining menunjukkan prevalensi anemia yang tinggi, dengan 47% siswi terdiagnosis. Program edukasi terbukti efektif, dengan peningkatan signifikan pada skor rata-rata pengetahuan peserta dari 56 (pre-test) menjadi 81 (post-test). PkM ini berhasil mengidentifikasi masalah anemia yang signifikan dan meningkatkan pemahaman siswi. Tindak lanjut medis diperlukan bagi siswi yang anemia, serta program edukasi yang berkelanjutan