Claim Missing Document
Check
Articles

Hubungan Tingkat Pengetahuan dengan Penanganan Disminorhea Pada Remaja Putri Erlinda Sari Nurhidayath; Intan Mutiara Putri; Siti Arifah
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dismenorhea merupakan salah satu gangguan ginekologi yang disebabkan ketidakseimbangan hormon progesteron di dalam darah dan mengakibatkan nyeri pada wanita. Pengetahuan yang kurang pada remaja putri tentang dismenorhea dapat mengakibatkan kurangnya tindakan dalam penanganan dismenorhea sehingga menganggu aktivitas remaja putri di sekolah seperti meminta izin untuk pulang, beristirahat di rumah, serta tidak dapat mengikuti kegiatan belajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan remaja putri dengan penanganan dismenorhea di SMPN 1 Mlati Sleman Yogyakarta. Jenis penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 48 responden remaja putri kelas VII dengan teknik total sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner. Metode Analisis menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pengetahuan tentang dismenorhea dalam kategori baik sebanyak 20 orang (41,7%). Penanganan dismenorhea sebagian besar dalam kategori baik yaitu sebanyak 35 orang (72,9%). Berdasarkan uji statistik Rank Spearman didapatkan p-value sebesar 0,000, berarti ada hubungan pengetahuan remaja putri dengan penanganan dismenorhea dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,790. Hal ini menunjukkan jika kekuatan hubungan antara dua variabel tergolong kuat. Saran bagi remaja putri dapat menambah informasi terkait penanganan disminore dan pihak sekolah diharapkan menyediakan buku di perpustakaan yang berhubungan dengan kesehatan reproduksi terutama tentang dismenorhea.
Hubungan Keikutsertaan Kelas Ibu Hamil Dengan Pengetahuan Ibu Di Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung Jawa Tengah Hana Sakti Setyaningsih; Intan Mutiara Putri; Fathiyatur Rohmah
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2020 kematian sangat tinggi, sekitar 287.000 perempuan meninggal saat kehamilan dan persalinan. Hal tersebut menunjukkan betapa pentingnya deteksi dini ibu hamil resiko tinggi. Deteksi dini dapat dilakukan melalui kelas ibu hamil. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu di Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung. Penelitian kuantitatif menggunakan rancangan deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi semua ibu hamil TM III di wilayah kerja Puskesmas Pringsurat sebanyak 57 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling maka jumlah sampelnya 57 responden. Analisa bivariat menggunakan uji Chi Square. Penelitian ini telah mendapatkan uji kelayakan dari komisi etik STIKES ‘Aisyiyah Yogyakarta dengan nomor 1967/KEP- UNISA/VI/2024 yang terbit pada 4 Juni 2024. Karakteristik responden mayoritas berusia 20-35 tahun sebanyak 45 responden (78,9%), paritas multigravida 36 responden (63,2%), berpendidikan SMA 42 responden (73,7%), tidak bekerja 29 responden (50,9%). Tingkat pengetahuan baik 2 orang (3,5%), tingkat pengetahuan cukup 39 orang (68,4%), dan kurang 16 orang (28,1%). Keikutsertaan kelas ibu hamil yang lengkap 11 orang (19,3%) dan tidak lengkap 46 orang (80,7%). Hasil uji Chi Square yaitu nilai p value = 0,249 > 0,05 maka Ha di tolak artinya tidak hubungan keikutsertaan kelas ibu hamil dengan pengetahuan ibu di Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung. Tidak ada hubungan keikutsertaan kelasibu hamil dengan pengetahuan ibu di Puskesmas Pringsurat Kabupaten Temanggung. Bidan diharapkan dapat memberikan penyuluhan tentang pentingnya kelas ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan dan persalinan serta keikutsertaan kelas ibu hamil.
Hubungan Penerapan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dengan Status Gizi Balita 6-59 Bulan di Posyandu Desa Sorosutan wilayah Puskesmas Umbulharjo 1 Kota Yogyakarta Amalina Inkha Suryani; Intan Mutiara Putri; Fathiyatur Rohmah
Prosiding Seminar Nasional Multidisiplin Ilmu Vol. 6 No. 1 (2024): Membangun Ekosistem AI di Bidang Kesehatan, Ekonomi, dan Humaniora: Peluang dan
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah Gizi Ganda (MGG) masih menjadi pusat perhatian hampir seluruh negara di dunia baik negara berpendidikan tinggi maupun rendah. MGG merupakan kondisi adanya masalah gizi buruk (stunting, wasting, dan defisiensi mikronutrien) disertai dengan gizi lebih dan obesitas yang terjadi sepanjang hidup. Berdasarkan studi pendahuluan dari data Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta kasus gizi buruk dirawat tertinggi di wilayah Puskesmas Umbulharjo 1 Kota Yogyakarta sebanyak 55 anak. Kemudian dari 4 kelurahan di wilayah Puskesmas Umbulharjo 1 ditemukan kasus permasalahan gizi tertinggi di Kelurahan Sorosutan sebanyak 464 (18,5%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan penerapan Keluarga Sadar Gizi (KADARZI) dengan status gizi balita 6-59 bulan di Posyandu Desa Sorosutan wilayah Puskesmas Umbulharjo 1 Kota Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode observasional analitik dan pendekatan cross sectional. Total populasi adalah 115 balita usia 6-59 bulan dan jumlah sampel dengan metode total sampling sebanyak 115 balita. Metode pengumpulan data dengan kuesioner, penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan balita, dan lembar observasi status gizi balita dengan indikator BB/TB menurut nilai Z-score. Uji statistik dengan Korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil uji analisis statistik didapatkan nilai p value = 0,001 < 0,05, maka hipotesis diterima yang artinya ada hubungan signifikan antara KADARZI dengan status gizi balita 6-59 bulan di Posyandu Desa Sorosutan wilayah Puskesmas Umbulharjo 1 Kota Yogyakarta. Kemudian didapatkan koefisien korelasi nilai r = 0,408 yang artinya arah korelasi cukup. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan penerapan KADARZI dengan status gizi balita 6-59 bulan di Posyandu Desa Sorosutan wilayah Puskesmas Umbulharjo 1 Kota Yogyakarta. Dalam penelitian ini masih terdapat balita yang mengalami permasalahan gizi, yaitu gizi kurang, berisiko gizi lebih, gizi lebih, dan obesitas sehingga perlu mendapat pemantauan dan penanganan dari Kader Posyandu dan Puskesmas Umbulharjo 1 Kota Yogyakarta.
A Formation of Peer Counsellors in an Effort to Create a Youth Information and Counselling Center at SMP Muhammadiyah Banguntapan, Bantul Yogyakarta Ismarwati, Ismarwati; Putri, Intan Mutiara; Sri Daryanti, Menik; Dwihestie, Luluk
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2022): ABDIMAS UMTAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35568/9fk06y48

Abstract

The partner of this community service activity is SMP Muhammadiyah Banguntapan, Bantul, Yogyakarta. Analysis of the problems faced by partners includes the unavailability of Adolescent Counseling Information Centers in the school and the lack of information on adolescent reproductive health. The purpose of this community service activity is to establish a school PIK-R (Pusat Informasi Konseling Remaja) -Youth Counseling Information Center and to provide educators and peer counselors at SMP Muhammadiyah Banguntapan. School’s PIK-R as a guidance forum for teenagers to help them recognizing reproductive health early as a preventive and promotive effort so that it can prevent teenagers from falling into promiscuity. The solutions to the problems given are: 1) Establishing a School Youth Counseling Information Center; 2) Conducting training for school Youth Counseling Information Center administrators; 3) Conducting school Youth Counseling Information Center activities. The method of service was carried out through several stages, namely; The first stage was assessment; The second stage was Planning and development; The third stage was implementation, and the last stage was evaluation. The results of this activity obtained outputs 1) The establishment of a School Youth Counseling Information Center at SMP Muhammadiyah Banguntapan; 2) Availability of peer counselors; 3) One scientific article published in an accredited national journal 4) One article on online media 5) Activity video; 6) Media that obtained Intellectual Property Rights certificates and reports on community service activities. Conclusion. This community service activity went smoothly, and the planned output was achieved. This community service activity has a positive and beneficial impact for the SMP Muhammadiyah Banguntapan of Bantul Yogyakarta. Recommendations for further service activities can be done by refreshing peer counselors and collaborating with the Muhammadiyah Student Association.
HUBUNGAN RIWAYAT HIPERTENSI DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA PADA IBU HAMIL DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG Azkiyah, Syiva; Hidayat, Asri; Putri, Intan Mutiara
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 1 (2025): MARET 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i1.40149

Abstract

Preeklamsia merupakan salah satu penyebab utama kematian ibu. Angka kejadian preeklamsia di seluruh dunia berkisar 0,51%-38,4%. di indonesia kejadian preeklamsia sebanyak 3%-10%. di RS Muhammadiyah Palembang kejadian preeklamsia tahun 2022 sebanyak 97 kasus (2,9%) dan tahun 2023 sebanyak 34 kasus (1,4%). Salah satu faktor penyebab terjadinya preeklamsia terjadi karena adanya riwayat hipertensi dan obesitas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan riwayat hipertensi dan obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS Muhammadiyah Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian analitik dengan pendekatan case control. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Sampel penelitian ini berjumlah 98 orang yang terbagi menjadi 49 kasus dan 49 kontrol. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil uji statistik chi square didapatkan ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil dengan nilai p value = 0,015 dan nilai OR = 2,750. Ada hubungan antara obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil dengan  nilai p value = 0,001 dan nilai OR = 4,306. Kesimpulan : terdapat hubungan antara riwayat hipertensi dan obesitas dengan kejadian preeklamsia pada ibu hamil di RS Muhammadiyah Palembang.
Analysis management and referral process for victims of violence in house ladder in first level health services Rosida, Luluk; Putri, Intan Mutiara
International Journal of Health Science and Technology Vol. 7 No. 1 (2025): Juli
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/ijhst.v7i1.4247

Abstract

The health impacts experienced by victims of domestic violence, especially women, are quite widely reported. From the results of research obtained in the United States, as many as 37% of women who experienced violence from perpetrators and underwent examinations at health services ended up in hospitalisation in emergency services. The purpose of this study is to analyse the Management and Referral Process of Victims of Domestic Violence (Case Study at first-level health services). The research method employed is descriptive research, specifically analysing primary data to describe the violence that existed over 3 years. The research location was at one of the first-level health services (community health centres) in Bantul Regency. The results showed that the characteristics of victims of domestic violence based on gender were mostly experienced by women, as many as 15 people (78.9%), and men, as many as 4 people (21.1%). Based on interviews with officers, the management provided ranged from first aid for injuries to counselling by community health centre officers or a referral process for serious injuries. However, most victims did not want to continue reporting to the authorities or the legal realm. And most victims reported that they would resolve the matter internally within their respective families. The findings of this research contribute to describing the management and referral process for victims of domestic violence to primary health care.
PKM edukasi cerdik dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular Rosida, Luluk; Putri, Intan Mutiara; Ariyanto, Andry
Hasil Karya 'Aisyiyah untuk Indonesia Vol. 4 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31101/hayina.4330

Abstract

Indonesia tengah mengalami pergeseran pola penyakit yang sering disebut transisi epidemiologi, ditandai dengan meningkatnya angka kesakitan penyakit tidak menular (stroke, jantung, diabetes, kanker) dan menjadi penyebab utama kematian. Salah satu upaya yang digagas opleh pemerintah adalah perilaku CERDIK. CERDIK adalah salah satu program pemerintah melalui Kemenkes yang merupakan akronim atau singkatan dari Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet seimbang, Istirahat yang cukup, dan Kelola stress. Program CERDIK dapat mencegah penyakit tidak menular, seperti diabetes, kanker, gagal ginjal kronis, jantung koroner, dan penyakit tidak menular lainnya. Kegiatan yang dilakukan meliputi memberikan edukasi terkait 6 hal dalam Program CERDIK. Melakukan Kegiatan pengukuran berat badan, tinggi badan, Indeks Massa Tubuh (IMT), komposisi tubuh, elestisitas tulang, pengecekan darah sederhana (pemeriksaan Gula darah dan Kolesterol darah), dan tekanan darah. Melakukan edukasi kegiatan aktivitas fisik dan atau olah raga bersama, serta pengenalan beberapa senam seperti senam Hipertensi, senam diabetes, senam jantung sehat. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap upaya pencegahan penyakit tidak menular. Setelah kegiatan ini berlangsung, masyarakat menjadi mengetahui kondisi kesehatan melalui pengecekan darah sederhana dan mengetahui terkait program CERDIK yang bisa dilakukan secara mandiri. Kegiatan ini membantu menumbuhkan kesadaran kesehatan, melakukan deteksi dini resiko Pentakit Tidak menular yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kemandirian kesehatan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Berat Badan Lahir Rendah (Bblr) Di RS PKU Muhammadiyah Gamping Sleman Yogyakarta Siti Hadija Laitupa; Rosmita Nuzuliana; Intan Mutiara Putri
Bunda Edu-Midwifery Journal (BEMJ) Vol. 8 No. 2 (2025): September 2025
Publisher : Akademi Kebidanan Bunga Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54100/bemj.v8i2.491

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat badan lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat kurang dari atau sama dengan 2.500 gram dan usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Faktor penyebab BBLR adalah anemia ,usia , pendidikan, paritas, preeklampsia, kehamilan gemeli dan ketuban pecah dini (KPD) . Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan case control, melibatkan populasi 548 bayi. Sampel terdiri dari 88 kasus dan 88 kontrol, diambil dengan total sampling untuk kasus dan random sampling untuk kontrol. Data dikumpulkan melalui rekam medis dan lembar checklist. Hasil: Dari 176 sampel, 86 ibu hamil (48,9%) mengalami anemia, sedangkan 90 (51,1%) tidak. Jumlah bayi yang mengalami BBLR adalah 88 (50,0%). Analisis statistik menggunakan Chi-square menunjukkan p-value 0,001 untuk anemia,0,034, usia ibu,0,044, pendidikan 0,005, paritas 0,044, preeklampsia dengan 0,002,dan ketuban pecah dini 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan antara anemia, usia ,pendidikan ,paritas, preeklampsia dan ketuban pecah dini (KPD) pada ibu hamil dengan kejadian BBLR.sedangkan kehamilan gemeli tidak terdapat hubungan dengan kejadian bblr. Kesimpulan:tidak ditemukan hubungan kehamilan gemeli dengan kejadian berat badan lahir rendah (BBLR). Sedangkan terdapat hubungan antara anemia, usia, pendidikan, paritas, preekalmpsia dan ketuban pecah dini pada ibu hamil dengan kejadian BBLR.
Gender-Based Violence against Men and Women Warsiti, Warsiti; Rosida, Luluk; Putri, Intan Mutiara; Fajarini, Nurbita
Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 21 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Semarang in collaboration with Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI Tingkat Pusat) and Jejaring Nasional Pendidikan Kesehatan (JNPK)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/kemas.v21i1.13707

Abstract

Based on data from the Indonesian National Commission on Violence Against Women (INCVAW/Komnas Perempuan) from 2007 to 2019, there was a very significant increase in cases of Gender-Based Violence (GBV), reaching eightfold (792%). The majority of GBV victims are women, but men can also be potential victims. However, most research on GBV focuses only on women. Gender-based violence has short-term and long-term impacts on physical and mental health. Female victims of GBV usually experience anxiety, depression, post-traumatic stress disorder (PTSD), and even suicidal thoughts. This study aims to provide an overview of GBV that occurs in both men and women. This study is based on data on reported cases of violence obtained from the Women’s Empowerment and Child Protection Service (WECPS/DP3A) of Sleman Regency, Yogyakarta, for the period 2020-2024. Of the 1,001 reported GBV cases, 817 (81.6%) victims were women and 184 (18.4%) were men. The majority of female victims of GBV are of reproductive age (19-44 years), while the majority of male victims are adolescents (11-18 years). There is a significant relationship between gender, location of the incident, and the type of violence experienced. Currently, both men and women experience violence in the public sphere (50.5% and 53.2%, respectively). Psychological violence is the most common experience for both sexes. Men mostly experience neglect, exploitation, and other forms of violence. Meanwhile, women mostly experience physical, sexual, and human trafficking violence. Innovation in reporting forms that are easily accessible to the public is also needed to facilitate victims seeking help.
Determinan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Abortus Widhihastuti, Arvina Devi; Putri, Intan Mutiara
Prosiding University Research Colloquium Proceeding of The 11th University Research Colloquium 2020: Bidang MIPA dan Kesehatan
Publisher : Konsorsium Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Perguruan Tinggi Muhammadiyah 'Aisyiyah (PTMA) Koordinator Wilayah Jawa Tengah - DIY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abortus merupakan salah satu masalah yang dapat menimbulkan angka kematian yang tinggi pada ibu atau wanita, Data Dinas Kesehatan DIY 2014 angka kejadian komplikasi kebidanan termasuk abortus masih tinggi terutama di Kabupaten Kulon Progo terdapat 82 kasus abortus. Data pada tahun 2017 sejumlah 285 (2,85%) kasus dan meningkat pada tahun 2018 sejumlah 302 (3,02%) kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui determinan kejadian abortus di RSUD Wates Kulon Progo Yogyakarta tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu case control. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 302 ibu yang mengalami kejadian abortus dan 400 ibu yang tidak mengalami abortus. Berdasarkan perhitungan besar sampel dengan tingkat kesalahan 5% didapatkan sampel 173 ibu yang mengalami abortus diambil secara simple random sampling sebagai kelompok kasus dan 173 ibu yang tidak mengalami abortus sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian didapatkan karakteristik responden sebagian besar berusia 20-35 tahun sebanyak 259 orang (72%), tidak bekerja sebanyak 207 orang (59,8%), paritas < 1 dan > 3 sebanyak 215 orang (72,8%), jarak kehamilan beresiko < 2 tahun dan > 5 tahun sebanyak 247 orang (71,4%), tidak memiliki riwayat abortus sebanyak 311 orang (89,9%). Hasil analisis chi square diadaptkan ada hubungan antara usia dengan kejadian abortus (p-value:0,000), ada hubungan pekerjaan dengan kejadian abortus (p-value:0,000), ada hubungan paritas dengan kejadian abortus (p-value:0,000), ada hubungan jarak kehamilan dengan kejadian abortus (p-value:0,000) dan ada hubingan riwayat abortus dengan kejadian abortus (p-value:0,000). Kesimpulan determinan kejadian abortus antara lain umur, pekerjaan, paritas, jarak kehamilan dan riwayat abortus.
Co-Authors Afita, Anggit Asnea Aissa Siti Rahmanda Amalia Yuliana Syahba Amalina Inkha Suryani Ambaul, Ambaul Latifah anggit asnea afita Anjarwati Anjarwati Annisa Rusdi Apriliana Apriliana APRILIANA, APRILIANA Ariyanto, Andry Arvina Devi Widhihastuti Azkiyah, Syiva Berliana Mita Endarti Bisyarotul Walidah Bisyarotul Walidah Daryanti, Menik Sri Dea siskia Deva Indowidy Santiya Dewi Rokhanawati Dewi Rokhanawati Dewi Rokhanawati, Dewi Dian Purbasari Djaswadi Dasuki Dwihestie, Luluk Ega Putri Novalia Endang Sri Sukamti Erlinda Sari Nurhidayath Esitra Herfanda Evi Nurhidayati Evi Wahyuntari Fajarini, Nurbita Fathiyaturrohmah *, Fathiyaturrohmah Fitri Ayu Faddilla Gokir Nengak Hana Sakti Setyaningsih Hidayat, Asri Indah Respati Kusumasari Ismarwati Ismarwati Ismarwati Rendra Widyatama I.M. Sunarsih Sutaryo Istri Utami Istri Utami, Istri Izza Syifa Wahyu Salfaira Izza Syifa Wahyu Salfaira Jumiati, Raodiatul Kafah Dewantara Lawitani Kharisah Diniyah, Kharisah Kurniaty Asa Kurniaty Asa Luluk Dwihestie Luluk Khusnul Dwihestie Luluk Rosida Luluk Rosidah Luluk Rosidah Luthfiyyah, Laily M. Hufron N. Rachma Novalia, Ega Putri Nunung Ismiyatun Nurul Mahmudah Rima Widyaningsih Rizqia Khairunnisa Wibowo Rosmita Nuzuliana, Rosmita Rusdi Hidayat Nugroho Rusdi, Annisa Sari, Yollin Noviana Sholihah, Andri Nur Silmina, Esi Putri Siti Arifah Siti Hadija Laitupa Solechatun Ramadhoni, Fitriana Sonja Andarini Sri Daryanti, Menik Sri Ratna Ningsih, Sri Ratna Sri Ratnaningsih Suesti Suesti Suesti Sura Anjelyna Suyani Suyani Suyani Suyani, Suyani Utami, Fitria Siswi Wahyuntari, Evi Warsiti Warsiti Wibowo, Rizqia Khairunnisa Widhihastuti, Arvina Devi Wulandari, Rarania Tilana