Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TOXIC PARENTING DENGAN SELF ESTEEM SISWA DI SMA KRISTEN Saiputa, Anaci Omega; Wijaya, R. Pasifikus Christa; Artati, Mardiana; Marni, Marni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9761

Abstract

Toxic parenting is a detrimental parenting pattern that can hinder adolescents’ psychological development, particularly in shaping their self-esteem. This parenting style includes excessive demands, emotional neglect, and demeaning criticism directed toward the child. This study aims to examine the relationship between toxic parenting and self esteem among students at SMA Kristen 1 Kalabahi. Employing a quantitative approach with a correlational design, the study involved 215 students aged 14-19 years selected using a quota sampling technique. The instruments used were the Toxic Parenting Scale based on the aspects proposed by Dunham, Dermer, and Carlson and the Self-Esteem Inventory developed by Coopersmith. The results indicated a significant negative relationship between toxic parenting and self-esteem (r = -0.306; p = 0.000), meaning that higher levels of toxic parenting are associated with lower levels of self-esteem. Most students were categorized as having moderate self-esteem (82.8%) and moderate levels of toxic parenting (76.3%). Regression analysis showed that toxic parenting contributed 9.36% to the variance in self-esteem, with the dismissive parents aspect being the most dominant factor in lowering students’ self-esteem. These findings highlight the crucial role of emotional bonding between parents and children in fostering healthy self-esteem, and suggest the need for parenting education interventions to promote healthier parenting practices that support adolescents’ psychological development.. ABSTRAK Toxic parenting merupakan pola asuh yang merugikan dan dapat menghambat perkembangan psikologis remaja, terutama dalam pembentukan self esteem. Pola asuh ini mencakup perilaku orang tua yang menuntut secara berlebihan, kurang memberi dukungan emosional, serta cenderung meremehkan atau mengkritik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara toxic parenting dengan self esteem pada siswa di SMA Kristen 1 Kalabahi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 215 siswa berusia 14–19 tahun yang dipilih melalui teknik quota sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Skala Toxic Parenting berdasarkan aspek Dunham, Dermer, & Carlson serta Self Esteem Inventory dari Coopersmith. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara toxic parenting dan self esteem (r = -0,306; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat toxic parenting yang dialami siswa maka semakin rendah self esteem mereka. Mayoritas siswa berada pada kategori self esteem sedang (82,8%) dan toxic parenting kategori sedang (76,3%). Analisis regresi menunjukkan bahwa toxic parenting memberikan kontribusi sebesar 9,36% terhadap variasi self esteem, dengan aspek dismissive parents menjadi faktor yang paling dominan dalam menurunkan self esteem siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak sangat penting dalam membangun self esteem yang sehat, serta perlunya intervensi berbasis edukasi parenting untuk meningkatkan pola asuh positif dalam mendukung perkembangan psikologis remaja..    
Gambaran Regulasi Emosi Pada Siswa Angkatan 52 Sekolah Polisi Negara Polda NTT: Penelitian Eunike Adriana Ndoloe; Yeni Damayanti; Shela C. Pello; R. Pasifikus Christa Wijaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5882

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan regulasi emosi pada siswa angkatan 52 Sekolah Polisi (SPN) Negara Polda NTT. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 147 siswa. Instrumen yang digunakan adalah Skala skala Emotional Regulation Questionnaire (ERQ) oleh Gross and Jhon (2003) yang telah divalidasi konstruk oleh Radde, H. A. dkk (2021) mencakup dua aspek: cognitive reappraisal dan expressive suppression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat regulasi emosi berada dalam kategori tinggi sebanyak 84%. Aspek-aspek regulasi emosi juga berada dalam kategori tinggi yaitu, cognitive reappraisal 78% dan expressive suppression 78%. Kesimpulan penelitian ini adalah regulasi emosi yang dimiliki siswa Angkatan 52 SPN Polda NTT pada Tingkat yang tinggi, serta saran dari penelitian ini diharapkan agar SPN Polda NTT dapat terus memaksimalkan program yang sudah berjalan guna meningkatkan dan mempertahankan kecerdasan regulasi emosi pada siswa untuk tetap berada di kategori tinggi.
The THE EFFECT OF PEER ASSISTED LEARNING METHOD IN PROTECTION OF SEXUAL, EXPLOITATION, AND ABUSE (PSEA) TRAINING ON CHANGES IN BEHAVIORAL INTENTION TO IMPLEMENT PSEA Jasmin Emanuela Gandy; Conrad Liab Hendricson Folamauk; R. Pasifikus Christa Wijaya; Nicholas Edwin Handoyo
Cendana Medical Journal Vol 13 No 1 (2025): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v13i1.21270

Abstract

Latar Belakang: Maraknya masalah kekerasan seksual menjadi perhatian pemerintah Indonesia saat ini. Salah satu strategi untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual adalah dengan menyadarkan siswa agar memahami, menyadari, dan peduli terhadap pencegahan terjadinya kekerasan seksual. Peer Assisted Learning (PAL) merupakan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan pembelajaran karena siswa merasa lebih nyaman bertanya kepada siswa lain dibandingkan dosen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tidaknya pengaruh metode peer assisted learning dalam pelatihan PSEA terhadap perubahan niat civitas akademika untuk mencegah kekerasan seksual. Metode: Penelitian ini menggunakan quasi eksperimental two group design dengan pretest-posttest dengan jumlah responden sebanyak 75 orang yang dibagi menjadi kelompok tutor dan kelompok tutee dengan mengisi kuesioner yang telah dibuat oleh tim peneliti. Data pada kelompok tutor dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan kelompok tutee menggunakan uji Paired Sample T. Hasil: Terdapat perbedaan yang signifikan pada skor rata-rata intensitas perilaku antara sebelum dan sesudah pelatihan pada kelompok tutor (nilai p = 0,032), namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada skor rata-rata pada kelompok tutee (nilai p = 0,133). Kesimpulan: Terdapat pengaruh metode PAL dalam pelatihan PSEA terhadap perubahan intensitas perilaku kelompok tutor selama Training of Trainers (TOT). Namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah pelatihan pada kelompok tutee.
Efektivitas Metode Peer Teaching dalam Pelatihan Psychological First Aid terhadap Peningkatan Prosocial Behavior Intention Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Irmanuwela Sia; Nicholas Edwin Handoyo; Desi Indriarini; R. Pasifikus Christa Wijaya
Cendana Medical Journal Vol 13 No 2 (2025): Cendana Medical Journal
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/cmj.v13i2.23351

Abstract

Abstract Prosocial behavior, such as helping others, plays a crucial role in supporting mental health, especially among college students who often face psychological challenges and require social support. Psychological First Aid (PFA) is one form of psychosocial support that peers can provide, and peer teaching—where students teach fellow students—is considered an effective method to foster prosocial behavior intentions while enhancing mutual support. This study aimed to evaluate the effectiveness of the peer teaching method in PFA training to increase prosocial behavior intention among students at Nusa Cendana University. A quasi-experimental design with a pre-test–post-test control group was used, involving 88 students grouped through cluster sampling into experimental group I (n=3), experimental group II (n=22), and a control group (n=63). Data were collected online using the Prosocial Tendencies Measure questionnaire and analyzed with repeated measures ANOVA. The results showed no significant differences in pre- and post-test scores across the groups (p-value within subjects = 0.360; between subjects = 0.632). These findings indicate that PFA training using the peer teaching method did not significantly improve prosocial behavior intention. It is recommended that future training incorporate practical field experiences with organizations such as hospitals or disaster response agencies to improve real-world impact.
Hubungan Kehadiran Ayah Dengan Gaya Kelekatan Menghindar Pada Dewasa Awal yang Menjalin Hubungan Pacaran Gusti Ayu Mirah Adi Aprilia; R. Pasifikus Christa Wijaya; Shela Christine Pello
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 11 (2026): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i11.412

Abstract

Gaya kelekatan menghindar pada dewasa awal semakin meningkat, yang ditandai dengan ketidaknyamanan dalam hubungan emosional, kecenderungan menjaga jarak dalam interaksi interpersonal, serta kesulitan membangun kedekatan dengan pasangan. Gaya kelekatan menghindar terbentuk dari pengalaman masa kecil, ketika anak kurang mendapatkan respons emosional yang konsisten dari figur pengasuh, termasuk ayah, sehingga individu mengembangkan strategi menghindar sebagai mekanisme perlindungan diri dalam relasi interpersonal saat dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kehadiran ayah dengan gaya kelekatan menghindar pada dewasa awal yang menjalin hubungan pacaran di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan regresi linear sederhana. Sampel penelitian berjumlah 384 dewasa awal di Kota Kupang yang sedang menjalin hubungan pacaran, dipilih menggunakan teknik quota sampling berdasarkan rumus Lemeshow agar representatif terhadap populasi. Pengumpulan data menggunakan skala Father Presence Questionnaire (FPQ) untuk mengukur kehadiran ayah, serta skala The Experiences in Close Relationship-Revised (ECR-R) subskala menghindar untuk mengukur gaya kelekatan menghindar. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan koefisien regresi sebesar -0,029 dengan signifikansi p < 0,001, yang berarti terdapat hubungan negatif signifikan antara kehadiran ayah dengan gaya kelekatan menghindar. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,035 menunjukkan bahwa kehadiran ayah memberikan kontribusi sebesar 3,5% terhadap variasi gaya kelekatan menghindar, sedangkan 96,5% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel yang diteliti. Semakin tinggi kehadiran ayah yang dirasakan, semakin rendah kecenderungan individu memiliki gaya kelekatan menghindar dalam hubungan pacaran. Temuan ini memiliki implikasi penting bagi pencegahan gaya kelekatan menghindar melalui penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak sejak dini, baik melalui edukasi keluarga maupun intervensi psikologis.
Gambaran Resiliensi pada Perempuan Dewasa yang Pernah Mengalami Kawin Hamil di Kota Kupang Anjelina Sara Fatima Sanu; Abdi Keraf; Dian L. Anakaka; R. Pasifikus Christa Wijaya
Blantika: Multidisciplinary Journal Vol. 4 No. 7 (2026): Special Issue
Publisher : PT. Publikasiku Academic Solution

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57096/blantika.v4i7.528

Abstract

Kawin hamil merupakan fenomena sosial yang masih banyak terjadi di Kota Kupang dan sering menimbulkan tekanan psikologis serta sosial bagi perempuan yang mengalaminya. Meskipun demikian, tidak semua perempuan mengalami dampak negatif yang berkepanjangan; sebagian mampu bertahan, beradaptasi, dan bangkit melalui proses yang dikenal sebagai resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi pada perempuan dewasa yang pernah mengalami kawin hamil di Kota Kupang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan penelitian berjumlah empat orang perempuan dewasa berusia 18–26 tahun yang pernah mengalami kehamilan sebelum menikah dan berdomisili di Kota Kupang, dipilih menggunakan kriteria tertentu. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian menemukan enam tema utama, yaitu reaksi emosional terhadap kehamilan sebelum menikah, tantangan pasca pernikahan, strategi coping dalam menghadapi tekanan, faktor pendukung resiliensi, perkembangan dan pertumbuhan diri, serta orientasi masa depan. Seluruh partisipan menunjukkan reaksi emosional berupa rasa kaget, takut, malu, dan tekanan sosial pada awal kehamilan, namun mampu beradaptasi melalui doa, dukungan keluarga dan pasangan, regulasi emosi, serta motivasi internal untuk bangkit demi masa depan anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa resiliensi pada perempuan yang mengalami kawin hamil merupakan proses dinamis yang terbentuk dari interaksi antara faktor internal dan faktor eksternal, dengan keberadaan anak sebagai sumber motivasi utama untuk bertahan dan memperbaiki kehidupan.
Co-Authors Abdi Keraf Aditya Rinaldi. S Lay Adoe, Erikson Adu, Apris A Adu, Apris A. Afrona E. L. Takaeb Agnes Asa Ala, Jenifer Ruth Lapa Anjelina Sara Fatima Sanu Artati, Mardiana Batoek, Natalie Angel Lyke Benu, Juliana M. Y. Benu, Juliana Marlin Y Bessy, Shancay Margareth Jostin Bisinglasi, Clarissa Maldini Henderina Christian J. Bale Lembang Damayanti, Yeni Datusanantyo, Robertus Arian Desi Indriarini Dian L. Anakaka Dian Lestari Anakaka Diana Aipipidely Dorothea Lidyaprima Bheo Eho, Florensiana Hariyati Eta Pello Eugenius Vercelly Hamaer Lotar Lejap Eunike Adriana Ndoloe Faturochman Faturochman Folamauk, Conrad Liab Hendricson Gusti Ayu Mirah Adi Aprilia Haning, Desnawati Hermanus, Neltji Elisabeth F Hinga, Indriati A. Tedju Huky, Eduardus Julio Angga Huttu, Lionesius Piter Tay I GustiNgurah Budiana Ika Febianti Buntoro Indra Yohanes Kiling Ingutali, Rosita Irmanuwela Sia Jasmin Emanuela Gandy Joanina Adriana Seran Juan Nafie Juliana Marlin Y Benu Junias, Marylin Susanti Kabosu, Aereldio Anchel KAYUN, ROSALINA HELAKA Kefi, Adrianus Rano Keraf, MKP Abdi Klau, Shania Maria Koamesah, Sangguana M. J. Leo, Chintya Leba Lerik, M. Dinah Ch. Lerik, M. Dinah Charlota Lerik, Mariana Dinah Ch. Limbu, Ribka M. Dinah Ch. Lerik M. K. P. Abdi Keraf M.Dinah Ch Lerik M.K.P. Abdi Keraf Mage, Mernon Yerlinda C. Maharani, Elviana Rizky Manikoe, Catherine Alya Hillary Maria Agustina Lebho Maria Fatima Egu Maria Margaretha Kedjo Marianah Dinah Charlota Lerik Marleny Purnamasary Panis Marni Marni, Marni Marselino K. P. Abdi Keraf Marselino K. P. Abdi Keraf Mas’amah Mnafe, Rizky Pradita Muntasir, Muntasir Ndun, Catherine Claudya Nicholas Edwin Handoyo Nur, Marselinus Laga Panis, Marleni Purnamasary Panis, Marleny P. Panis, Marleny Purnamasari Panis, Marleny Purnamasary Pello, Shela C. Pello, Shela Christine Petrus Aprilianto Lima Kolin Pidi Seme, Anunsiana Roswita Putry, Narly Widya Rambadeta, Maruel Djawa Rema Vara Indry Dubu Riberu, Rosalia Kartona Rizky Pradita Manafe Rosalia Katarina Lamanepa Rufus Patty Wutun Saiputa, Anaci Omega Sandra Arista Manune Sarata, Edison Judicha Sarci M. Toy Selly, Yeti marika Serlie K.A. Littik Shela C. Pello Shela Christine Pello Sheren O. Nesimnasi Sinaga, Masrida Soraya, Ade Ayu Stephany Rahmawati Tae, Philomena Firmina Takalapeta, Theodora Tenga Araminta Nadia Riwu Kaho Thien, Alesandro Delvicchio Try Wahyulyangkara Debora Taunu Tungga, Kezya Marisa Yeni Damayanti Yosepha Hapsari Lembunai