Claim Missing Document
Check
Articles

Motivasi Mengajar pada Relawan di Sekolah Alam Dyatame Saputra, Erton Umda; Wijaya, R. Pasifikus Ch.; Pello, Shela C.; Littik, Serlie K.A
Jurnal Global Ilmiah Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v3i3.319

Abstract

Seeing the educational problems that occur in Indonesia, especially in the Province of East Nusa Tenggara, a non-formal school, namely the Dyatame Nature School, was established on Sumba Island to help overcome the illiteracy rate. The purpose of this study is to determine and describe the teaching motivation of volunteers at the Dyatame Nature School. The method in this study is qualitative with a phenomenological approach, using in-depth interview data collection techniques with 5 volunteer participants. The analysis technique used is IPA (Interpretative Phenomenological Analysis). The results show that intrinsic volunteer motivation includes personal satisfaction, recognition, social responsibility, self-development, childhood experiences, and hope. While extrinsic motivation includes a conducive learning environment, social support, interpersonal relationships, children's development, socioeconomic conditions, and mutual cooperation culture. This research provides practical implications for the development of volunteer-based education programs.
STUDI INTERPRETATIF FENOMENOLOGI: PENERAPAN POLA ASUH ORANG TUA DI DAERAH RURAL PADA ERA DIGITAL Huttu, Lionesius Piter Tay; Takalapeta, Theodora; Wijaya, R. Pasifikus Ch.
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i1.7697

Abstract

The massive development of digital technology has disrupted parenting patterns in rural areas that traditionally uphold family values, triggering a gap in interactions between parents and children. This study aims to explore in-depth the phenomenological experiences of parents in Ndetundora I Village, Ende Regency, as they navigate the dynamics of parenting in the digital era. Adopting a qualitative method with an Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) approach, the study involved in-depth interviews with four parents of adolescent children to understand their subjective interpretations. The study findings revealed an ambivalent perception of devices; although recognized as vital instruments for distance education and communication, devices are also perceived as triggers for the degradation of family interactions and the weakening of parental authority due to children's broader access to information. Parents respond to these challenges through strategies that oscillate between firm discipline and persuasive approaches. It is concluded that rural parenting practices in the digital era are a complex manifestation of parental affection and protective expectations, demanding an adaptive balance between strict control and emotional support to safeguard children's futures. ABSTRAK Perkembangan masif teknologi digital telah menciptakan disrupsi pada pola pengasuhan di wilayah rural yang secara tradisional memegang teguh nilai kekeluargaan, memicu kesenjangan interaksi antara orang tua dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman fenomenologis orang tua di Desa Ndetundora I, Kabupaten Ende, dalam menghadapi dinamika pengasuhan di era digital. Mengadopsi metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA), penelitian ini melibatkan wawancara mendalam terhadap empat orang tua yang memiliki anak usia remaja untuk memahami pemaknaan subjektif mereka. Temuan studi menyingkap adanya ambivalensi persepsi terhadap gawai; meskipun diakui sebagai instrumen vital untuk pendidikan dan komunikasi jarak jauh, gawai sekaligus dianggap sebagai pemicu degradasi interaksi keluarga dan pelemahan otoritas orang tua akibat akses informasi anak yang lebih luas. Orang tua merespons tantangan ini melalui strategi yang berosilasi antara penegakan disiplin tegas dan pendekatan persuasif. Disimpulkan bahwa praktik pengasuhan di daerah rural pada era digital merupakan manifestasi kompleks dari kasih sayang dan harapan protektif orang tua, yang menuntut keseimbangan adaptif antara kontrol ketat dan pendampingan emosional demi menjaga masa depan anak.  
Persepsi Warga Negara Indonesia EKS Timor Leste Terhadap Stigma Sosial di Kabupaten Belu Kefi, Adrianus Rano; Wijaya, R. Pasifikus Ch.; Panis, Marleny P.; Lerik, M. Dinah Ch.
Jurnal Inovasi Global Vol. 3 No. 12 (2025): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v3i12.471

Abstract

Conflict is a situation when two or more parties try to hinder each other's achievement of their goals due to differences in opinions, values, and demands. The history of political and social conflicts experienced by East Timor until it became the state of Timor Leste has left a lasting social impact, especially for Indonesian citizens (WNI) who are former Timor Leste refugees. One of these impacts is in the form of the emergence of negative stigma in the local community. This study aims to find out and understand the form of stigma experienced by ex-Timorese citizens and the social factors behind it. The research method used is a qualitative approach with a descriptive design. The participants in this study are five ex-Timorese citizens who are domiciled in Belu Regency. The data collection technique was carried out through in-depth interviews to explore the subjective experiences of participants related to their social interactions with the local community. The results of the study show that ex-Timorese citizens still often receive negative labeling from local residents, such as being considered different, less trusted, and associated with past conflicts. This stigma affects the social life of participants, including in terms of social acceptance, relationships between citizens, and a sense of security in the community. This study confirms that negative stigma arises due to differences in social identity and post-conflict social construction. Therefore, social education efforts and strengthening community integration are needed to reduce stigma and encourage more inclusive social cohesion.
Overview of Online Friendships Among Vocational High School Students Tae, Philomena Firmina; Lerik, Mariana Dinah Ch.; Wijaya, R. Pasifikus Christa
Journal of Health and Behavioral Science Vol 7 No 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/jhbs.v7i4.26320

Abstract

This study aims to describe online friendships among vocational high school (SMK) students in Kupang City. The research employed a quantitative descriptive approach involving 362 students from five public and private vocational schools in Kupang City. The instrument used was the Online Friendship Scale developed by Helmi, Widhiarso, and Husna (2017), which includes four aspects: sharing, voluntariness, companionship, and mutual support. The results indicate that adolescents are fairly active in engaging in online peer interactions; however, the intensity, closeness, and social support developed through these interactions have not yet reached an optimal level. The aspects of sharing and voluntariness reflected good openness and willingness, while companionship and mutual support were at high levels, indicating the presence of positive social support in digital media. These findings highlight the importance of digital literacy and character guidance to strengthen adolescents’ social relationships in a healthy and meaningful way.
Faktor Perilaku Mahasiswa Pelaku Kohabitasi Pada Mahasiswa yang Tinggal di Kelurahan Oesapa Haning, Desnawati; Aipipidely, Diana; Panis, Marleny Purnamasari; Wijaya, R. Pasifikus Christa
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36650

Abstract

Kohabitasi atau tinggal bersama tanpa ikatan pernikahan menjadi fenomena yang semakin ditemukan di kalangan mahasiswa. Fenomena ini menunjukkan adanya faktor yang memengaruhi keputusan mahasiswa untuk hidup bersama pasangan. Penting untuk memahami mahasiswa yang melakukan kohabitasi memiliki beragam faktor yang mendorong perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi perilaku kohabitasi pada mahasiswa yang tinggal di Kelurahan Oesapa . penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Enam partisipan dipilih menggunakan Teknik purposive sampling, dan data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil dari penelitian ini Adalah terdapat 4 tema utama yaitu, motif emosional dan relasional ( kenyamanan emosional, kebutuhan kedekatan dan dukungan psikologis) motif praktis dan ekonomi ( penghematan biaya hidup dan pembagian peran domestik) faktor dukungan emosional keluarga (dukungan emosional keluarga dan hubungan emosional keluarga) serta faktor lingkungan sosial ( Lingkungan tempat tinggal dan peran dan sikap Masyarakat terhadap kohabitasi)
Hubungan antara Kecerdasan Emosi dan Keharmonisan Keluarga dengan Fear of Intimacy pada Dewasa Awal Putry, Narly Widya; Wijaya, R. Pasifikus Christa; Pello, Shela C.; Junias, Marylin Susanti
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36654

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecerdasan emosional dan keharmonisan keluarga dengan fear of intimacy pada individu dewasa awal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, yang melibatkan 345 mahasiswa Universitas Nusa Cendana sebagai subjek penelitian, dipilih melalui teknik accidental sampling. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen, yaitu Skala Kecerdasan Emosional (Budiarti, 2021), Skala Keharmonisan Keluarga (Family Harmony Scale/FHS-24), dan Skala Fear of Intimacy (Descutner & Thelen, 1991). Hasil analisis statistik menunjukkan dua temuan utama. Pertama, terdapat hubungan positif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan fear of intimacy, yang menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan emosional individu, semakin tinggi pula tingkat fear of intimacy yang dialami. Kedua, ditemukan hubungan negatif yang signifikan antara keharmonisan keluarga dan fear of intimacy, yang mengindikasikan bahwa individu dengan tingkat keharmonisan keluarga yang lebih tinggi cenderung memiliki tingkat fear of intimacy yang lebih rendah. Temuan ini mengimplikasikan bahwa kecerdasan emosional tidak selalu berperan sebagai faktor protektif terhadap ketakutan akan keintiman, melainkan dapat berkaitan dengan meningkatnya kesadaran emosional yang memicu kehati-hatian dalam menjalin hubungan intim. Sementara itu, keharmonisan keluarga terbukti memainkan peran penting dalam membentuk rasa aman emosional individu dalam membangun hubungan intim pada masa dewasa awal.
PSYCHOLOGICAL WELL-BEING GURU NON-PLB DI SLB Batoek, Natalie Angel Lyke; Damayanti, Yeni; Mage, Mernon Yerlinda C.; Wijaya, R. Pasifikus Ch.
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9760

Abstract

Psychological well-being is a fundamental pillar that ensures the sustainability of teachers' careers and the quality of instruction. However, educators with non-special education (non-PLB) backgrounds who work in Special Needs Schools (SLB) face significant challenges. These teachers often experience mental stress and technical obstacles due to limited specific knowledge in guiding children with special needs. This study aims to explore the picture of psychological well-being and identify the determinants that influence it in the SLB Negeri Pembina Kupang environment. Using descriptive qualitative methods, this study collected data through semi-structured interviews with four non-PLB teachers with less than five years of service, which were analyzed in depth using thematic analysis procedures. The research findings indicate that psychological well-being is significantly influenced by internal factors, including perseverance, resilience, emotional regulation skills, motivation for personal growth, and the meaning of the profession as a life calling that provides emotional satisfaction from student progress. In addition, external factors such as strong social support from colleagues, the principal, and parents are also crucial elements. The main conclusion is that the psychological well-being of these educators is the result of a dynamic interaction between personal capacity and socio-environmental support. These findings recommend the need for mental health strengthening programs for non-special education teachers to ensure the creation of a higher-quality inclusive education ecosystem. ABSTRAK Kesejahteraan psikologis merupakan pilar fundamental yang menjamin keberlanjutan karier serta kualitas instruksional guru, namun tantangan besar dihadapi oleh tenaga pendidik berlatar belakang non-pendidikan luar biasa (non-PLB) yang bertugas di Sekolah Luar Biasa (SLB). Para guru ini sering kali mengalami tekanan mental dan hambatan teknis karena keterbatasan pengetahuan spesifik dalam membimbing anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran kesejahteraan psikologis serta mengidentifikasi faktor-faktor determinan yang memengaruhinya di lingkungan SLB Negeri Pembina Kupang. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengumpulkan data melalui teknik wawancara semi-terstruktur terhadap empat guru non-PLB dengan masa pengabdian kurang dari lima tahun, yang dianalisis secara mendalam menggunakan prosedur analisis tematik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan psikologis dipengaruhi secara signifikan oleh faktor internal, yang meliputi aspek ketekunan, resiliensi, kemampuan regulasi emosi, motivasi pertumbuhan pribadi, serta pemaknaan profesi sebagai panggilan hidup yang memberikan kepuasan emosional atas kemajuan siswa. Selain itu, faktor eksternal berupa dukungan sosial yang kuat dari rekan sejawat, kepala sekolah, dan orang tua siswa turut menjadi elemen krusial. Sebagai simpulan utama, kesejahteraan psikologis para pendidik ini merupakan hasil interaksi dinamis antara kapasitas personal dan dukungan lingkungan sosial-lingkungan. Temuan ini merekomendasikan perlunya program penguatan mental bagi guru non-PLB guna memastikan terciptanya ekosistem pendidikan inklusif yang lebih berkualitas.    
HUBUNGAN TOXIC PARENTING DENGAN SELF ESTEEM SISWA DI SMA KRISTEN Saiputa, Anaci Omega; Wijaya, R. Pasifikus Christa; Artati, Mardiana; Marni, Marni
PAEDAGOGY : Jurnal Ilmu Pendidikan dan Psikologi Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/paedagogy.v6i1.9761

Abstract

Toxic parenting is a detrimental parenting pattern that can hinder adolescents’ psychological development, particularly in shaping their self-esteem. This parenting style includes excessive demands, emotional neglect, and demeaning criticism directed toward the child. This study aims to examine the relationship between toxic parenting and self esteem among students at SMA Kristen 1 Kalabahi. Employing a quantitative approach with a correlational design, the study involved 215 students aged 14-19 years selected using a quota sampling technique. The instruments used were the Toxic Parenting Scale based on the aspects proposed by Dunham, Dermer, and Carlson and the Self-Esteem Inventory developed by Coopersmith. The results indicated a significant negative relationship between toxic parenting and self-esteem (r = -0.306; p = 0.000), meaning that higher levels of toxic parenting are associated with lower levels of self-esteem. Most students were categorized as having moderate self-esteem (82.8%) and moderate levels of toxic parenting (76.3%). Regression analysis showed that toxic parenting contributed 9.36% to the variance in self-esteem, with the dismissive parents aspect being the most dominant factor in lowering students’ self-esteem. These findings highlight the crucial role of emotional bonding between parents and children in fostering healthy self-esteem, and suggest the need for parenting education interventions to promote healthier parenting practices that support adolescents’ psychological development.. ABSTRAK Toxic parenting merupakan pola asuh yang merugikan dan dapat menghambat perkembangan psikologis remaja, terutama dalam pembentukan self esteem. Pola asuh ini mencakup perilaku orang tua yang menuntut secara berlebihan, kurang memberi dukungan emosional, serta cenderung meremehkan atau mengkritik anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara toxic parenting dengan self esteem pada siswa di SMA Kristen 1 Kalabahi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional, melibatkan 215 siswa berusia 14–19 tahun yang dipilih melalui teknik quota sampling. Instrumen penelitian terdiri dari Skala Toxic Parenting berdasarkan aspek Dunham, Dermer, & Carlson serta Self Esteem Inventory dari Coopersmith. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara toxic parenting dan self esteem (r = -0,306; p = 0,000), yang berarti semakin tinggi tingkat toxic parenting yang dialami siswa maka semakin rendah self esteem mereka. Mayoritas siswa berada pada kategori self esteem sedang (82,8%) dan toxic parenting kategori sedang (76,3%). Analisis regresi menunjukkan bahwa toxic parenting memberikan kontribusi sebesar 9,36% terhadap variasi self esteem, dengan aspek dismissive parents menjadi faktor yang paling dominan dalam menurunkan self esteem siswa. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas hubungan emosional antara orang tua dan anak sangat penting dalam membangun self esteem yang sehat, serta perlunya intervensi berbasis edukasi parenting untuk meningkatkan pola asuh positif dalam mendukung perkembangan psikologis remaja..    
Co-Authors Aditya Rinaldi. S Lay Adoe, Erikson Adu, Apris A Adu, Apris A. Afrona E. L. Takaeb Agnes Asa Ala, Jenifer Ruth Lapa Artati, Mardiana Batoek, Natalie Angel Lyke Benu, Juliana M. Y. Benu, Juliana Marlin Y Bessy, Shancay Margareth Jostin Bisinglasi, Clarissa Maldini Henderina Christian J. Bale Lembang Damayanti, Yeni Datusanantyo, Robertus Arian Dian Lestari Anakaka Diana Aipipidely Dorothea Lidyaprima Bheo Eho, Florensiana Hariyati Eta Pello Eugenius Vercelly Hamaer Lotar Lejap Faturochman Faturochman Folamauk, Conrad Liab Hendricson Gandy, Jasmin Emanuela Haning, Desnawati Hermanus, Neltji Elisabeth F Hinga, Indriati A. Tedju Huky, Eduardus Julio Angga Huttu, Lionesius Piter Tay I GustiNgurah Budiana Ika Febianti Buntoro Indra Yohanes Kiling Indriarini, Desi Ingutali, Rosita Joanina Adriana Seran Juan Nafie Juliana Marlin Y Benu Junias, Marylin Susanti Kabosu, Aereldio Anchel KAYUN, ROSALINA HELAKA Kefi, Adrianus Rano Keraf, MKP Abdi Klau, Shania Maria Koamesah, Sangguana M. J. Lekekasa, Maria Fransina Febriyanti Leo, Chintya Leba Lerik, M. Dinah Ch. Lerik, M. Dinah Charlota Lerik, Mariana Dinah Ch. Limbu, Ribka Littik, Serlie K.A M. Dinah Ch. Lerik M. K. P. Abdi Keraf M.Dinah Ch Lerik M.K.P. Abdi Keraf Mage, Mernon Yerlinda C. Maharani, Elviana Rizky Manikoe, Catherine Alya Hillary Maria Agustina Lebho Maria Fatima Egu Maria Margaretha Kedjo Marianah Dinah Charlota Lerik Marleny Purnamasary Panis Marni Marni, Marni Marselino K. P. Abdi Keraf Marselino K. P. Abdi Keraf Mas’amah Mnafe, Rizky Pradita Muntasir, Muntasir Ndun, Catherine Claudya Nicholas Edwin Handoyo Nur, Marselinus Laga Nursaputri, Prescilia Thahira Panis, Marleni Purnamasary Panis, Marleny P. Panis, Marleny Purnamasari Panis, Marleny Purnamasary Pello, Shela C. Pello, Shela Christine Petrus Aprilianto Lima Kolin Pidi Seme, Anunsiana Roswita Putry, Narly Widya Rambadeta, Maruel Djawa Rema Vara Indry Dubu Riberu, Rosalia Kartona Rizky Pradita Manafe Rosalia Katarina Lamanepa Rufus Patty Wutun Saiputa, Anaci Omega Sandra Arista Manune Saputra, Erton Umda Sarata, Edison Judicha Sarci M. Toy Selly, Yeti marika Serlie K.A. Littik Sheren O. Nesimnasi Sia, Irmanuwela Sinaga, Masrida Soraya, Ade Ayu Stephany Rahmawati Tae, Philomena Firmina Takalapeta, Theodora Tenga Araminta Nadia Riwu Kaho Thien, Alesandro Delvicchio Try Wahyulyangkara Debora Taunu Tungga, Kezya Marisa Yosepha Hapsari Lembunai