Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Peningkatan Dimensi Kreatif SBdP Melalui Metode Pembelajaran Kolaborasi Bersama Guru Tamu Terintegrasi Ajaran Tri-Nga Pamungkas, Fajar Satrya; Susanto, Moh. Rusnoto
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.16318

Abstract

Abstrak Pada masa transisi dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menginstruksikan kepada SD yang masih menggunakan Kurikulum 2013 agar menyisipkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran salah satunya nilai dimensi kreatif. Jika dilihat dari hasil pembelajaran SBdP saat ini, dimensi kreatif yang dimiliki oleh peserta didik masih rendah. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dirumuskan strategi pembelajaran untuk meningkatkan dimensi kreatif pada mata pelajaran SBdP. Strategi pembelajaran tersebut adalah menyusun pembelajaran dengan metode pembelajaran kolaborasi bersama guru tamu dengan berlandaskan ajaran Tri-Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). Penilitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dalam bentuk naratif dan membuat kesimpulan sementara terkait keterlaksanaan aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kolaborasi bersama guru tamu terintegrasi ajaran Tri-Nga dapat meningkatkan dimensi kreatif pada muatan pelajaran SBdP.  Abstract During the transition period from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum, the Ministry of Education, Culture, Research and Technology instructed elementary schools that were still using the 2013 Curriculum to insert Pancasila Student Profile values ​​in learning, one of which was the value of the creative dimension. If we look at the current SBdP learning results, the creative dimension possessed by students is still low. Based on these conditions, it is necessary to formulate learning strategies to increase the creative dimension in SBdP subjects. The learning strategy is to organize learning using a collaborative learning method with guest teachers based on the teachings of Tri-Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). The research carried out is a type of qualitative descriptive research. The techniques used in data collection are observation and documentation techniques. The data obtained is then analyzed in narrative form and makes temporary conclusions regarding the implementation of activities. The research results show that the application of collaborative learning methods with guest teachers integrated with Tri-Nga teachings can increase the creative dimension of SBdP lesson content.
Ikonografi Ornamen Pada Kain Inuh Di Museum Daerah Provinsi Lampung Sasmito, Wahyu; Susanto, Moh. Rusnoto
CILPA Vol 8 No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v8i1.14395

Abstract

Abstrak Produk seni kerajinan kain Inuh Lampung merupakan salah satu jenis dari Kain Tapis sebagai suatu bukti temuan besar dalam jejak sejarah kebudayaan Lampung. Secara klasifikasi kain Tapis Inuh tidak jauh berbeda dengan permadani yang dikenal selama ini. Contohnya, pada Webster’s New World Dictionary dijumpai kata yang menyerupai penyebutan Tapis, yakni kata Tapestries (lebih dari satu) atau tapestry (tunggal). Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengidentifikasi melalui metode studi deskripsi analisis mengenai motif ornament yang terdapat pada peninggalan Kain Tapis Inuh di Museum daerah Provinsi Lampung. (2) Mendeskripsikan tentang makna simbolis Kain Tapis Inuh Adat Lampung bagi masyarakat secara spesifik. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif interpretatif, dimana teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi, wawancara, dan observasi. Dengan teknik analisis data, peneliti menggunakan metode analisa semiotika model Charles Sanders Peirce. Menurut Peirce, analisis Semiotik terdiri dari tiga unsur utama yaitu Representamen, Object, dan Interpretan. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1)Kain Inuh yang terdapat di Museum Ruwa Jurai Lampung merupakan Kain Inuh tertua dengan catatan sejarah paling kompleks diantara koleksi lainnya, dengan latar belakang penciptaan yang merepresentasikan kehidupan berbudaya masyarakat Lampung Saibatin. (2) Kain Inuh yang saat ini dikenal sebagai salah satu dari jenis Kain Tapis Lampung diketahui berbeda dari media produksi hingga pemaknaan ornament yang terkandung di dalamnya, nilai spiritual yang terkandung pada Kain Inuh menjadikan Kain Inuh menjadi istimewa. oleh sebab itu generasi muda saat ini mengetahui atau mengenali potensi sumber daya kebudayaan yang ada di daerah Lampung. Abstract Inuh Lampung cloth craft art product is one type of Tapis Cloth as a proof of major findings in the traces of Lampung cultural history. In terms of classification, Tapis Inuh cloth is not much different from the tapestries known so far. For example, in Webster's New World Dictionary, there is a word that resembles the mention of Tapis, namely the word Tapestries (more than one) or tapestry (singular). This research aims to (1) show through a descriptive analysis study method the motif ornaments found on the Tapis Inuh cloth relics at the Regional Museum of Lampung Province. (2) Describe the symbolic meaning of the Lampung Traditional Tapis Inuh cloth for the community specifically. This research is an interpretive qualitative research, where data collection techniques use documentation, interviews, and observation techniques. With data analysis techniques, researchers used Charles Sanders Peirce's semiotic analysis method. According to Peirce, semiotic analysis consists of three main elements, namely representation, object and interpretant. The results of the study show that (1) the Inuh cloth found in the Ruwa Jurai Lampung Museum is the oldest Inuh cloth with the most complex historical record among the other collections, with a background of creation that represents the cultural life of the Lampung Saibatin people. (2) Inuh cloth, which is currently known as one of the types of Lampung Tapis cloth, is known to be different from the production media to the meaning of the ornaments contained therein, the spiritual value contained in Inuh cloth makes Inuh cloth special, therefore the current younger generation know or even recognize the potential of cultural resources in the Lampung area.
Tantangan Guru Penggerak Dalam Mengerjakan Pembelajaran Muatan Seni Budaya Dan Prakarya Sekolah Dasar Di Gunungkidul Saputra, Ria; Susanto, Moh. Rusnoto
CILPA Vol 8 No 2 (2023): July
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v8i2.14889

Abstract

Abstrak Peran guru penggerak dalam mengerjakan pembelajaran muatan seni budaya dan prakarya sekolah dasar di gunung kidul melalui studi literatur, penggunaan buku dan jurnal serta dokumen lain yang berkaitan. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang peran guru penggerak. Peserta didik mampu mandiri sesuai dengan aspek profil pelajar Pancasila yang mengharuskan peserta didik untuk bernalar kritis, berakhlak mulia, kreatif, gotong royong, berkebhinekaan global, bernalar kritis dan mandiri. Metode penelitian dengan Kualitatif deskriptif yaitu suatu rumusan masalah yang memandu penelitian untuk mengeksplorasi atau memotret situasi sosial yang akan diteliti secara menyeluruh, luas dan mendalam. Hasil penelitian yaitu di Sekolah Dasar wilayah Gunung Kidul mengidentifikasi beberapa tantangan, diantaranya yaitu materi yang dianggap terlalu tinggi sehingga guru dan siswa kerap kali kesulitan untuk memahami materi yang disampaikan. Guru penggerak dalam pengajaran seni budaya dan prakarya memiliki peran khusus yaitu menjadi guru yang mampu mengelola pembelajaran dengan menggunakan teknologi yang ada dengan melakukan refleksi dan perbaikan terus menerus sehingga peserta didik terdorong untuk meningkatkan prestasi akademiknya secara mandiri. Selain itu di kelas, guru penggerak berperan menjadi pembimbing dan pelatih bagi guru- guru yang lain. Abstract The role of the mobilizing teacher in working on the learning of cultural arts and crafts content in elementary schools in Gunung Kidul through literature studies, the use of books and journals and other related documents. This article aims to provide an overview of the role of the mobilizing teacher. Students are able to be independent in accordance with aspects of the Pancasila learner profile which requires students to reason critically, have noble character, creative, mutual cooperation, global diversity, reason critically and independently. The research method with descriptive qualitative is a problem formulation that guides research to explore or portray the social situation to be studied thoroughly, broadly and deeply. The results of the research, namely in Gunung Kidul area elementary schools, identified several challenges, including material that is considered too high so that teachers and students often have difficulty understanding the material presented. The lead teacher in teaching cultural arts and crafts has a special role, namely being a teacher who is able to manage learning by using existing technology by reflecting and improving continuously so that students are encouraged to improve their academic performance independently. In addition, in the classroom, the lead teacher acts as a mentor and trainer for other teachers.
Peningkatan Dimensi Kreatif SBdP Melalui Metode Pembelajaran Kolaborasi Bersama Guru Tamu Terintegrasi Ajaran Tri-Nga Pamungkas, Fajar Satrya; Susanto, Moh. Rusnoto
CILPA Vol 9 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/cilpa.v9i1.16318

Abstract

Abstrak Pada masa transisi dari Kurikulum 2013 menuju Kurikulum Merdeka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menginstruksikan kepada SD yang masih menggunakan Kurikulum 2013 agar menyisipkan nilai-nilai Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran salah satunya nilai dimensi kreatif. Jika dilihat dari hasil pembelajaran SBdP saat ini, dimensi kreatif yang dimiliki oleh peserta didik masih rendah. Berdasarkan kondisi tersebut perlu dirumuskan strategi pembelajaran untuk meningkatkan dimensi kreatif pada mata pelajaran SBdP. Strategi pembelajaran tersebut adalah menyusun pembelajaran dengan metode pembelajaran kolaborasi bersama guru tamu dengan berlandaskan ajaran Tri-Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). Penilitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah teknik observasi dan dokumentasi. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dalam bentuk naratif dan membuat kesimpulan sementara terkait keterlaksanaan aktivitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode pembelajaran kolaborasi bersama guru tamu terintegrasi ajaran Tri-Nga dapat meningkatkan dimensi kreatif pada muatan pelajaran SBdP.  Abstract During the transition period from the 2013 Curriculum to the Independent Curriculum, the Ministry of Education, Culture, Research and Technology instructed elementary schools that were still using the 2013 Curriculum to insert Pancasila Student Profile values ​​in learning, one of which was the value of the creative dimension. If we look at the current SBdP learning results, the creative dimension possessed by students is still low. Based on these conditions, it is necessary to formulate learning strategies to increase the creative dimension in SBdP subjects. The learning strategy is to organize learning using a collaborative learning method with guest teachers based on the teachings of Tri-Nga (Ngerti, Ngrasa, Nglakoni). The research carried out is a type of qualitative descriptive research. The techniques used in data collection are observation and documentation techniques. The data obtained is then analyzed in narrative form and makes temporary conclusions regarding the implementation of activities. The research results show that the application of collaborative learning methods with guest teachers integrated with Tri-Nga teachings can increase the creative dimension of SBdP lesson content.
Factors affecting online purchase intention of handcraft products: moderation of lifestyle Triyono, Triyono; Susanto, Moh. Rusnoto; Barriyah, Insanul Qisti; Sofyan, Yayan; Saehu, Muh. Syaiful
IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita Vol 14 No 1 (2025): IQTISHADUNA: Jurnal Ilmiah Ekonomi Kita - June
Publisher : LPPM ISNJ Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46367/iqtishaduna.v14i1.2446

Abstract

Purpose – This study aims to analyze the influence of digital marketing, brand image, and product variety on online purchase intentions of handicraft products moderated by lifestyle. Method – This study uses a quantitative method and a causally associative approach. Customers who made purchases of handcraft products in PT. Indo Risakti was the population in this study. The research sample comprised 155 respondents, measured using the Hair et al. approach and the purposive sampling technique. The survey method is used in data collection by providing online questionnaires to respondents to fill out. The data analysis technique used partial least squares-structural equality modeling (PLS-SEM) with SmartPLS as a statistical tool. Findings – The research findings show that brand image and lifestyle positively affect the interest in buying handicraft products online. In contrast, digital marketing and product variants do not affect the interest in buying handicraft products online. Lifestyle can strengthen the influence of digital marketing, brand image, and product variations on the interest in buying handicraft products online. Implications – Theoretically, this research has implications for enriching scientific literature on consumer behavior in online shopping, especially for handicraft products. Practically, it can guide business actors to develop more effective marketing strategies. Market segmentation based on lifestyle can help businesses target more appropriate and relevant consumers.
Edukasi Publik melalui Refleksi Budaya Visual Beksan Trunajaya Keraton Yogyakarta dalam Perspektif Semio-Edukatif Arumsari, Mela Dina; Kuswarsantyo, Kuswarsantyo; Susanto, Moh. Rusnoto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 10 No 2 (2025): Edisi Mei 2025
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v10i2.1888

Abstract

Sendratari klasik Beksan Trunajaya digagas Sri Sultan Hamengkubuwana I yang memiliki makna bahwa Taruna berarti muda, dan Jaya berarti menang) menggunakan senjata lawung (berupa tombak) yang digambarkan melalui adekan perang-perangan. Spirit Beksan Tunajaya dihasratkan sebagai upaya menumbuhkan jiwa patriotic dalam membela tanah air seperti yang diwariskan Sultan Agung saat mengusir penjajah Belanda. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan proses edukasi publik melalui refleksi nilai seni dan budaya visual Beksan Trunajaya keraton Yogyakarta dalam perspektif semio-edukatif, (2) menjabarkan dimensi kultural edukasi publik sebagai refleksi budaya visual beksan trunajaya keraton Yogyakarta dalam perspektif semio-edukatif. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Barthes yang digunakan dengan perspektif pedagogik, pendekatan semio edukatif menghasilkan penggabungan teori semiotika dan dasar teori pendidikan. Pada kegiatan penelitian thesis ini mendedah sistem tanda pada aspek visual pertunjukan tarian klasik Beksan Trunajaya yakni pada aspek visual tata rias dan tata busana serta ekspresi budaya lainnya sebagai refleksi filosofis hidup secara substansial. Melalui proses penggalian relasi tanda visual dan penggalian makna denotatif dan makna konotatif serta mitos untuk merefleksikan nilai-nilai edukasi publik. Hasil penelitian yang dapat dikemukakan yakni: (1) menyajikan hasil tinjauan kritis terhadap relasi budaya dan edukasi publik melalui ekspresi budaya visual yang dipresentasikan melalui Beksan Trunajaya dalam perspektif semio edukatif. (2) Ekspanasi hasil analisis dimensi dimensi kultural edukasi publik sebagai refleksi budaya visual beksan trunajaya keraton Yogyakarta dalam perspektif semio-edukatif.
Peningkatan Dimensi Kreativitas SBdP melalui Pemanfaatan Aplikasi Canva Terintegrasi Ajaran Tri N Ambarsari, Desi; Susanto, Moh. Rusnoto
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 2 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i2.843

Abstract

The aim of the Merdeka Curriculum is to shape student character so that it conforms to the Pancasila Student Profile. One of the dimensions developed is creativity. The Arts, Culture and Crafts (SBdP) subject is one of the lessons that can sharpen students' creativity. Based on the results of observations, students' SBdP creativity is still low, so action is needed in SBdP learning. The aim of this research is to increase the creativity dimension of SBdP through the use of the Canva application integrated with Tri N's teachings. The research method used is descriptive qualitative with 27 subjects in grade VI elementary school. Data collection techniques involve observation, interviews and documentation. Data analysis was carried out by detailing the results of observations and interviews. Research findings show that the use of the Canva application which is integrated with Tri N teaching principles has a positive impact on increasing student creativity in the context of learning Arts, Culture and Crafts (SBdP). This can be proven by the results of observations before the action was carried out showing that there were 19 out of 27 or 70% of students who had not developed, after the action was taken there were 2 out of 27 or 7% of students starting to develop, 17 out of 27 students or 63% developed according to expectations. , and 8 out of 27 students or 30% developed very well.
Rubber Duck Toy as a Happy Metaphor in the Creation of Painting Artworks Qurani, Cllauvitra Rheyna; Susanto, Moh. Rusnoto; Cahyono, Nugroho Heri
V-art: Journal of Fine Art Vol 4, No 2 (2025): June 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Padang Panjang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26887/vartjofa.v4i2.5148

Abstract

This art research explores rubber duck toys as a metaphor for happiness, representing childhood memories and positive emotions evoked by simple things. The objectives of this art creation are: (1) to elaborate the concept of happiness through the symbolism of rubber duck toys, (2) to develop creative ideas as artistic expressions in painting, and (3) to explore techniques and concepts that enhance the visualization of artworks. The urgency of this project lies in uncovering the potential of everyday objects to convey philosophical and aesthetic meanings that can be universally appreciated. The method employed is exploration, which includes gathering references, developing ideas, and creating artworks using oil paint on canvas. The exploratory process involved observing the shape, color, and characteristics of rubber duck toys and transforming them metaphorically within the context of happiness. This creation resulted in seven paintings of various sizes, emphasizing aesthetics, narratives, and emotions.The outcomes of this project, represented by paintings, introduce the aesthetics of rubber duck toys, provide insights into painting based on everyday objects, and inspire appreciation for the simplicity of often-overlooked happiness. Beyond being a medium of expression, these artworks serve as a reflection of childhood memories for the audience.
MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATERI SBDP (SENI DRAMA) KURIKULUM MERDEKA KELAS V Rizki, Annita Putri; Susanto, Moh. Rusnoto
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 9 No. 3 (2024): Volume 09 No. 03 September 2024.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v9i3.16266

Abstract

Abstrak, Pendidikan di Indonesia tahun demi tahun mengalami banyak perubahan. Kurikulum di Indonesia juga sudah banyak berganti menjadi kurikulum merdeka yang disebut juga dengan merdeka belajar. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, dan data yang dikumpulkan untuk penelitian ini melalui observasi. hasil dari penelitian ini adalah penerapan kurikulum merdeka di kelas V SD Muhammadiyah Tamantirto sudah dilaksanakan sesuai ketentuan. Perkembangan mental dan fisik anak untuk mengoptimalkan kreativitasnya maka pendidikan SBDP (Seni Drama) merupakan salah satu cara yang tepat untuk digunakan. Siswa juga dapat menghasilkan karya dan belajar dengan bahagia sesuai dengan konsep merdeka belajar. Manfaat yang dihasilkan akan menarik untuk dikaji karena berkaitan dengan kreativitas siswa. Untuk meningkatkan kreativitas siswa agar tumbuh optimal, pendidikan seni memegang peranan yang sangat penting yaitu sebagai sarana memfasilitasi siswa dalam mengekspresikan pikiran dan jiwa siswa tersebut.