Claim Missing Document
Check
Articles

ALIENASI REMAJA PUTRI AKIBAT ORANG TUA BERCERAI Isniya, Rachmatul; Kurniawan, Afif
Jurnal Psikologi Malahayati Vol 7, No 2 (2025): Jurnal Psikologi Malahayati
Publisher : Program Studi Psikologi Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jpm.v7i2.19270

Abstract

Abstrak Alienasi Remaja Putri akibat orang tua bercerai adalah keadaan di mana remaja menjauhkan diri dari lingkungan sekitar karena adanya perubahan yang telah dialami, di mana orang tua dari remaja tersebut memutuskan untuk berpisah atau bercerai. Remaja Putri dengan orang tua bercerai dalam penelitian ini menjadi konteks pendukung penelitian di mana remaja putri dengan usia 12-20 tahun yang telah mengalami perceraian orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alienasi remaja putri dengan orang tua yang bercerai dan juga mengetahui relasi sosial remaja putri setelah terjadinya perceraian orang tua. Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode kualitatif dan pendekatan yang digunakan pada penelitian kali ini adalah pendekatan studi kasus. Subjek merupakan tiga remaja putri dengan orang tua bercerai. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teknik purposive untuk menentukan partisipan. Berdasarkan dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa alienasi muncul ketika orang tua tidak berperan sebagaimana mestinya, adanya penolakan dari lingkungan juga menimbulkan terjadinya alienasi pada partisipan. Setelah perceraian terjadi partisipan mengalami perubahan seperti menyendiri, kurang percaya diri dalam bersosialisasi dan menghindari dari lingkungan sekitar. Gambaran alienasi lebih terlihat pada partisipan satu dan tiga dibandingkan partisipan dua, hal ini dikarenakan peran orang tua setelah perceraian terjadi. Kata Kunci: Alienasi, Remaja Putri, Perceraian  AbstractAlienation of Adolescent Girls Due to Parental Divorce is a situation where adolescents distance themselves from their surroundings due to changes that have been experienced, where the parents of the adolescents decide to separate or divorce. Adolescent girls with divorced parents in this study are the supporting context of the study where adolescent girls aged 12-20 years have experienced parental divorce. This study aims to determine the alienation of adolescent girls with divorced parents and also to determine the social relations of adolescent girls after the divorce of their parents. This study is a qualitative study and the approach used in this study is a case study. The subjects were three adolescent girls with divorced parents. In this study, researchers used purposive techniques to determine participants. Based on the results of the study, it can be concluded that alienation arises when parents do not play their role as they should, rejection from the environment also causes alienation in participants. After the divorce, participants experienced changes such as being alone, lacking self-confidence in socializing and avoiding the surrounding environment. The picture of alienation was more visible in participants one and three compared to participant two, this was due to the role of parents after the divorce occurred. Keywords: Alienation, Adolescents Girl, Divorce
Enhancing DHF Program Managers's Capacity in Mapping Endemic Areas with QGIS in Sumenep Regency, 2024 Yuliani, Cahya; Choirul Hidajah, Atik; Kurniawan, Afif; Agus Suryadinata, Mohammad
Mulawarman International Conference on Tropical Public Health Vol. 1 No. 1 (2025): The 3rd MICTOPH
Publisher : Faculty of Public Health Mulawarman University, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background : Dengue hemorrhagic fever (DHF) remains a persistent public health concern in Sumenep Regency, where 73.3% of public health centers (puskesmas) are classified as endemic areas, while the remaining 26.7% categorized as sporadic areas in 2024. Accurate endemicity data are crucial for DHF surveillance, highlighting the need to enhance the capacity of DHF program managers at puskesmas in mapping DHF endemicity. Objective : This study aimed to enhance the capacity of DHF program managers at puskesmas in mapping DHF endemicity at the village level using the Quantum GIS (QGIS) software. Methods : A pre-post test design was employed to evaluate the training’s effectiveness in improving knowledge, attitudes, and skills related to QGIS mapping. Conducted from June to July 2024, the study utilized the Wilcoxon signed rank test for data analysis. Results : The majority of DHF program managers at puskesmas were aged 31-40 years (53.33%), predominantly male (60.00%), held diploma-level qualifications (63.33%), had an educational background in nursing (66.67), and had less than five years of experience in their position (83.33%). Following training, significant improvements were observed in in knowledge (p <0.001), attitudes (p 0.024), and mapping skills (p <0.001). Prior to training, none of the DHF program managers possessed QGIS mapping skills, and only one had developed a DHF endemicity map. Conclusion : Training in DHF endemicity mapping using QGIS significantly enhanced the capacity of DHF program managers at puskesmas in Sumenep Regency. Routine and sustained capacityenhancing efforts are recommended to optimize DHF surveillance outcomes.
KEPUASAN PASIEN RAWAT JALAN TERHADAP FITUR PENDAFTARAN ONLINE APLIKASI MOBILE JKN DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURABAYA Oktalia, Silvi; Tjokro, Silvia Haniwijaya; Kurniawan, Afif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49198

Abstract

Pemanfaatan Aplikasi Mobile JKN bagi pasien BPJS Kesehatan yang akan mendapat pelayanan rawat jalan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Dalam pelaksanaannya masih ditemukan kendala akses sistem, ketidaksesuaian data, serta masalah teknis yang menghambat proses pendaftaran online. Penelitian ini bertujuan menilai hubungan antara penggunaan Mobile JKN dan tingkat kepuasan pasien, dengan pendekatan EUCS. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi adalah pasien yang mendaftar lewat Aplikasi Mobile JKN, dengan minimum sampel 83 individu berusia 18 tahun ke atas, didapat melalui teknik consecutive sampling. Variabel penelitian ini meliputi content, accuracy, format, ease of use, timeliness. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis kertas dan Google Form yang mengukur 5 dimensi EUCS. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Spearman. Seluruh dimensi EUCS memiliki hubungan yang signifikan terhadap kepuasan pasien (p < 0,05) berdasarkan uji korelasi Spearman. Dimensi content (r = 0,526), format (r = 0,497), dan ease of use (r = 0,410) memiliki korelasi sedang, sedangkan accuracy (r = 0,247) menunjukkan korelasi lemah. Dimensi timeliness memiliki tingkat korelasi paling kuat (r = 0,596), menegaskan pentingnya ketepatan waktu dalam layanan digital kesehatan. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik kualitas aplikasi Mobile JKN dari aspek content, accuracy, format, ease of use, dan timeliness, maka semakin tinggi tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Peningkatan kelima dimensi EUCS perlu menjadi fokus pengembangan untuk mendukung layanan digital yang lebih optimal.
PERAN BRAND AWARENESS DALAM MENENTUKAN KEPUTUSAN PASIEN MEMILIH LAYANAN RAWAT INAP KANDUNGAN DAN KEBIDANAN DI RUMAH SAKIT ADI HUSADA KAPASARI SURABAYA Herdiana, Putri; Wijaya, Hermanto; Kurniawan, Afif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49221

Abstract

Persaingan antar rumah sakit semakin tinggi seiring bertambahnya fasilitas kesehatan di Indonesia, khususnya rumah sakit swasta. Salah satu strategi penting yang dapat mempengaruhi keputusan pasien adalah brand awareness. Dalam situasi ini, rumah sakit dituntut tidak hanya memberikan layanan bermutu, tetapi membangun kesadaran merek yang kuat agar dapat dikenal dan dipilih oleh masyarakat.. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brand awareness terhadap keputusan penggunaan layanan rawat inap kandungan dan kebidanan di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari Surabaya. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 50 responden rawat jalan klinik spesialis obgyn yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisis data dilakukan dengan uji regresi logistic. Penelitian ini menunjukkan bahwa seluruh indikator brand awareness yaitu unware of brand, brand recognition, brand recall, dan top of mind berpengaruh signifikan terhadap keputusan penggunaan layanan rawat inap kandungan dan kebidanan di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari (p-value=0,000). Hasil regresi logistic menunjukkan bahwa setiap peningkatan 1 poin pada masing-masing indikator meningkatkan peluang sebesar 32,9%-38%. Brand Awareness memiliki peranan penting dalam mempengaruhi keputusan pasien untuk menggunakan layanan rawat inap kandungan dan kebidanan. Rumah sakit dengan tingkat pengenalan merek yang tinggi, mudah diingat dan menjadi pilihan utama dalam benak masyarakat cenderung lebih dipilih oleh pasien. Hasil ini menekankan pentingnya strategi pembangunan merek dalam pelayanan kesehatan, khusunya layanan yang menyentuh aspek emosional seoerti perawatan ibu dan bayi.
ANALISIS KEBERHASILAN REKAM MEDIK ELEKTRONIK DI RS PKU MUHAMMADIYAH SURABAYA MENGGUNAKAN METODE HOT-FIT Al Aziz, Fatqur Rochman; Kurniawan, Afif; Qomariah, Siti Nur
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49329

Abstract

Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik (RME) telah diterapkan di RS PKU Muhammadiyah Surabaya untuk meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan sistem informasi rekam medik elektronik di rumah sakit. Namun, masih terdapat tantangan seperti jaringan error, kualitas sistem, dan kebijakan prosedur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel manusia, organisasi teknologi terhadap manfaat yang dirasakan oleh pengguna rekam medik elektronik berdasarkan teori HOT-Fit. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional menggunakan total sampling. Sampel sebanyak 27 responden yang merupakan pengguna RME di unit rawat inap RS PKU Muhammadiyah Surabaya. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Evaluasi Sistem Informasi Rekam Medik Elektronik dan dianalisis dengan Fisher’s Exact Test. Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan hubungan antara HOT terhadap Benefit dengan nilai signifikan (p=0,030). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor manusia, organisasi dan teknologi secara bersama-sama saling berinteraksi untuk memengaruhi manfaat yang dirasakan bagi penggunanya. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sistem informasi rekam medik elektronik tidak hanya bergantung pada teknologi saja, tetapi juga peran penting faktor manusia dan organisasi. Peningkatan kualitas ketiga aspek tersebut dapat meningkatkan pengalaman pengguna serta optimalisasi layanan kesehatan berbasis digital di rumah sakit.
KARAKTERISTIK DEMOGRAFI DAN KINERJA KARYAWAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X Gambeh, Rilya Tesalonika; Rukmini, Rukmini; Kurniawan, Afif
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49331

Abstract

Instalasi farmasi sebagai bagian penting dari rumah sakit memiliki peran besar dalam memastikan ketersediaan obat serta mendukung mutu pelayanan sehingga dapat menciptakan pelayanan yang optimal. Namun, saat ini masih terdapat kendala dalam pelaksanaan yang belum sepenuhnya memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), terutama terkait dengan waktu tunggu pelayanan resep obat yang masih belum memenuhi standar. Selain itu, tenaga kerja yang tersedia sebagian masih berlatar belakang pendidikan SMK (Farmasi) yang dalam beberapa aspek memerlukan peningkatan kompetensi untuk memenuhi standar pelayanan yang lebih kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelayanan instalasi farmasi di Rumah Sakit X dengan meninjau kualifikasi dan kinerja karyawan, serta waktu tunggu pelayanan resep obat, dengan mempertimbangkan kondisi tenaga kerja yang sebagian memiliki latar belakang pendidikan SMK (Farmasi). Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan instalasi farmasi di Rumah Sakit X, dengan jumlah total sebanyak 9 responden. Variabel independen dalam penelitian ini adalah karakteristik demografi, sedangkan variabel dependen adalah kinerja karyawan. Karakteristik demografi dan kinerja karyawan disajikan melalui analisis deskriptif. Data ini menggambarkan adanya variasi kinerja karyawan di antara berbagai kategori karakteristik demografi. Namun, penelitian ini tidak melakukan analisis statistik inferensial untuk menguji hubungan atau pengaruh antara variabel-variabel tersebut. Temuan ini menunjukkan bahwa karakteristik demografi tidak memiliki hubungan dengan kinerja karyawan. Oleh karena itu, peningkatan kinerja karyawan di instalasi farmasi Rumah Sakit X perlu difokuskan juga pada aspek lain yaitu pelatihan berkelanjutan, motivasi kerja, serta manajemen pelayanan yang efektif guna mendukung mutu pelayanan dan kepuasan pasien.
PENERIMAAN PESERTA JKN NON-PBI PADA RENCANA IMPLEMENTASI KELAS RAWAT INAP STANDAR (KRIS) DI RUMAH SAKIT ADI HUSADA KAPASARI SURABAYA Putri, Sekar Berlian Dwisa; Kurniawan, Afif; Wijaya, Hermanto
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49338

Abstract

Kebijakan baru BPJS dengan adanya peralihan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada tahun 2025 berupaya menghilangkan kesenjangan kelas dan memberikan pelayanan kesehatan yang adil bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Meskipun demikian, perubahan yang akan terjadi memerlukan pertimbangan yang matang, terutama bagi non-peserta PBI, sehingga memerlukan penelitian dan analisis lebih lanjut untuk menilai penerimaan masyarakat terhadap rencana implemetasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hubungan peserta JKN Non-PBI terhadap penerimaan rencana implementasi kelas rawat inap standar (KRIS). Penelitian ini menggunakan Theoritical Framework Acceptabillity. Teori tersebut cocok digunakan dalam berbagai penelitian,, terutama yang berakitan dengan penerimaan intervensi layanan kesehatan dengan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif,menggunakan teknik pengambilan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi untuk memilih sampel 60 peserta JKN Non-PBI di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner TheoriticalFramework Acceptabillity analisis statistik dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Linier. Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas responden terdapat hubungan signifikan dengan p=value <0,05 antara variabel Theoritical Framework Acceptancebillity terhadap penerimaan KRIS. Peserta JKN Non-PBI di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari terdapat hubungan variabel seperti affevtive attitude, ethicality, intervension coherence, perceived effectiveness, opportunity cots, burden dan self afficecy terhadap penerimaan rencana implementasi kelas rawat inap standar (KRIS) Kebijakan baru BPJS dengan adanya peralihan Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) pada tahun 2025 berupaya menghilangkan kesenjangan kelas dan memberikan pelayanan kesehatan yang adil bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional. Meskipun demikian, perubahan yang akan terjadi memerlukan pertimbangan yang matang, terutama bagi non-peserta PBI, sehingga memerlukan penelitian dan analisis lebih lanjut untuk menilai penerimaan masyarakat terhadap rencana implemetasi Kelas Rawat Inap Standar (KRIS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisi hubungan peserta JKN Non-PBI terhadap penerimaan rencana implementasi kelas rawat inap standar (KRIS). Penelitian ini menggunakan Theoritical Framework Acceptabillity. Teori tersebut cocok digunakan dalam berbagai penelitian,, terutama yang berakitan dengan penerimaan intervensi layanan kesehatan dengan desain observasional analitik dengan pendekatan kuantitatif,menggunakan teknik pengambilan purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi untuk memilih sampel 60 peserta JKN Non-PBI di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner TheoriticalFramework Acceptabillity analisis statistik dilakukan menggunakan uji Regresi Logistik Linier. Hasil penelitian menujukkan bahwa mayoritas responden terdapat hubungan signifikan dengan p=value <0,05 antara variabel Theoritical Framework Acceptancebillity terhadap penerimaan KRIS. Peserta JKN Non-PBI di Rumah Sakit Adi Husada Kapasari terdapat hubungan variabel seperti affevtive attitude, ethicality, intervension coherence, perceived effectiveness, opportunity cots, burden dan self afficecy terhadap penerimaan rencana implementasi kelas rawat inap standar (KRIS)
FAKTOR PSIKOLOGIS DAN SOSIAL DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMILIHAN LAYANAN KESEHATAN: STUDI KASUS KECAMATAN LABANG: Faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan Dalam Pemilihan Layanan Kesehatan Menggunakan Pendekatan Theory Of Planned Behavior Afifah, Hanifatul; Kurniawan, Afif; Iswati, Iswati; Hardiyanti, Siti
Alauddin Scientific Journal of Nursing Vol 6 No 2 (2025): OKTOBER
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/asjn.v6i2.60918

Abstract

Pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan masih menjadi tantangan di daerah dengan keterbatasan akses sejumlah wilayah yang secara geografis kurang terjangkau. Salah satu pendekatan teoritis yang dapat menjelaskan perilaku masyarakat dalam memilih fasyankes adalah Theory of Planned Behavior (TPB), dapat digunakan sebagai kerangka konseptual untuk menganalisis perilaku masyarakat dalam memilih fasilitas pelayanan kesehatan. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Responden merupakan anggota masyarakat yang memenuhi kriteria inklusi terkait pengalaman dalam mengakses layanan kesehatan. Data dianalisis dengan regresi logistik untuk mengevaluasi pengaruh variabel-variabel independen terhadap kecenderungan pemilihan fasilitas kesehatan formal. Sampel sebanyak 96 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah diuji validitas dengan nilai r tabel 0,514 dan reliabilitasnya Attitude Toward The Behavior menunjukkan nilai sebesar 0,883, variabel Subjective Norm menunjukkan nilai sebesar 0,866, variabel Perceived Behavior Control menujukkan nilai sebesar 0,775. Analisis data menggunakan regresi logistik biner. Hasil uji regresi logistik biner penelitian menunjukkan bahwa attitude toward behavior (0,000).  subjective norms (0,000), dan perceived behavioral control  (0,000) berhubungan yang signifikan  terhadap intention dengan sikap positif, dukungan sosial yang tinggi dan persepsi bahwa mengakses layanan kesehatan adalah hal yang mudah dan terjangkau. Kesimpulan attitude toward behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control secara signifikan memengaruhi niat masyarakat untuk menggunakan fasyankes. Hal ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis psikososial perlu dijadikan dasar dalam intervensi promosi kesehatan, khususnya di wilayah pedesaan
Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat terhadap Indeks Pembangunan Manusia di Provinsi Jawa Timur Kurniawan, Afif; Mamesah, Marline Merke; Wijaya, Hermanto
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 2 No 1 (2024): Prosiding Konferensi Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v2i1.600

Abstract

Latar Belakang: Kebijakan desentralisasi berlaku di Indonesia pada tahun 1999. Desentralisasi adalah penyerahan tugas, kewenangan, tanggung jawab, dan sumber daya dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah. Hal ini memberikan kewenangan penuh kepada pemerintah daerah untuk mengatur, membangun, mengembangkan wilayah, dan mensejahterakan masyarakat. Untuk melakukan pemantauan Pembangunan Kesehatan maka di buatlah berbagai indikator berdasarkan program Kesehatan. Kementerian Kesehatan membuat sebuah Indeks Pembangunan Kesehatan Masyarakat (IPKM) untuk merangkum berbagai indikator Kesehatan agar mudah dalam pemantauan Pembangunan Kesehatan di daerah. Pembangunan Kesehatan merupakan investasi untuk peningkatan kualtias sumber daya manusia. kualitas sumber daya manusia dapat dipantau dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Jawa Timur merupakan salah satu provinsi dengan populasi terbanyak ketiga di indonesia. Program kesehatan yang dijalankan pemerintah bertujuan untuk meningkatkan angka harapan hidup dan sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh capaian IPKM terhadap IPM di Provinsi Jawa Timur Metode: Penelitian ini merupakan penelitian cross-sectional menggunakan data sekunder skor IPKM dari Kementerian Kesehatan dan skor IPM dari Badan Pusat Statistik tahun 2018. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh antara capaian IPKM dengan capaian IPM di provinsi jawa timur. Beberapa daerah di Provinsi Jawa Timur mempunyai hubungan spasial. Artinya skor IPKM berpengaruh terhadap nilai IPM. Pembangunan Kesehatan tak lepas dari tingkat pengetahuan, dan kesadaran Masyarakat akan lingkungannya. Hubungan kedekatan antar daerah juga mempengaruhi tingkat kesejahteraan masyarakatnya. Saran: Peningkatan pengetahuan dan kesadaran Masyarakat akan Kesehatan adalah kegiatan tanpa henti, investasi, dan tanggung jawab bagi pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Kolaborasi antar pemerintah daerah (pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota) sangat diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan program Pembangunan Kesehatan Masyarakat.
Behavioral Intention To Use Pasien Hipertensi dalam Implementasi Personal Health Record Putri, Linta Meyla; Kurniawan, Afif; Mamesah, Marline Merke; Trisnawuri, Shinta
PROSIDING KONFERENSI NASIONAL ILMU KESEHATAN STIKES ADI HUSADA 2023 Vol 1 No 1 (2023): Prosiding Konferensi Ilmu Kesehatan STIKES Adi Husada
Publisher : STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/prosiding.v1i1.486

Abstract

Latar Belakang: Pada era disruption dan digitalisasi 5.0, setiap individu dapat melakukan monitoring dan pengendalian diri menggunakan aplikasi berbasis digital dan elektronik. Personal Health Record adalah merupakan salah satu inovasi teknologi dalam konteks perawatan primer untuk pasien dengan penyakit kronis yang berfokus pada pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meninjau behavioral intention to use pasien hipertensi dalam implementasi personal health record. Metode: Desain penelitian obsevasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini ialah pasien hipertensi yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan di Surabaya. Teknik sampling yang digunakan adalah consecutive sampling. Besar sampel dalam penelitian adalah 146 responden. Hasil: Terdapat hubungan antara persepsi manfaat (Perceived Usefulness) terhadap Behaviour Intention to Use atau niat untuk menggunakan fitur PHR. Behavioral intention to use adalah sejauh mana seorang pasien hipertensi memiliki niat untuk menggunakan sistem PHR untuk mengelola dan memantau kesehatan mereka. Saran: Rekomendasi bagi stakeholder dalam menyusun aplikasi PHR, diharapkan mempertimbangkan aspek persepsi manfaat yang akan diterima sehingga dapat meningkatkan niat dalam menggunakan aplikasi PHR. Niat ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor yang mempengaruhi persepsi dan keyakinan pasien terhadap manfaat dan kemudahan penggunaan PHR. Jika pasien hipertensi merasa bahwa menggunakan PHR akan memberikan manfaat konkret bagi manajemen kondisi hipertensi mereka, seperti pemantauan tekanan darah secara berkala, pemantauan perkembangan kondisi, dan akses mudah ke catatan kesehatan, mereka lebih cenderung memiliki niat untuk menggunakannya.
Co-Authors Afani, Alya Afifah, Hanifatul Agus Suryadinata, Mohammad Al Aziz, Fatqur Rochman Alicea, Gabriella Amalia, Nuke Annisa, Romadoni Kun Anugraini, Sulfianti Dewi Atik Choirul Hidajah Awek, Letrince Paula Bungaran, Daniel Reyonald Cahyani, Tarisa Pramesti Tirta Cahyo, Danisyah Dewantoro, Dhanang Dewi Andriani Dewi Kurniasari, Dewi Dewi, Putu Yunita Trisna Dwi Yuniar Ramadhani Ernawaty Ernawaty Fajriyah, Novita Febrita Putri Gabinsla, Bernarda Firnanda Erindia Gambeh, Rilya Tesalonika Geonarso, Roberto A Goenarso, Roberto Goenarso, Roberto A Habibi, Laily Aura Nisya Hapsari, Artani Herdiana, Putri Heri Suroso, Heri Herowati, Diyah Herowati, Diyah Herowati Hidayat, Azzah Ambarani I Gusti Ayu Putu Wulan Budisetyani Ilham, Rhajiv Nur Isniya, Rachmatul Iswati Iswati, Iswati Jannah, Ainin Z Khristi, Theodora Carelina Linta Meyla Putri Lukitasari, Arnandita Eka Luthfan Prasetyo, Ageng Pinasti Mahundingan, Rosari Oktaviana Mamesah, Marline Merke Mardiana Mardiana Mita Dwi Ayudha Nisa, Syayidatun Oktalia, Silvi P, Adelia Aprilia Prasetia, Aisya Amalia Putri Putri, Nevia R Putri, Sekar Berlian Dwisa Rahmadianti, Shafira Rendra, Prizcatama Via Rukmini Rukmini S, Reinaldo Dwiki Salsabila, Dieva Adelia Sanjiwani, Anak Agung Sri Saputera, Ariawan Wangsa Sari, Etika Purnama Shabrina, Balqis Siti Hardiyanti Siti Nur Qomariah Tjoko, Silvia H Tjokro, Silvia Haniwijaya Trisnawuri, Shinta Wibowo, Wira Adi Cahyo Widyawati, Risma Amelia Wijaya, Hermanto Yasmine, Almira Nadya Yuanita Syaiful Yuliani, Cahya Yuliastuti, Anissa W Zulfa, Sheila Nurhaliza