Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Peran Literasi Digital dalam Mengembangkan Regulasi Emosi pada Anak Usia Dini sebagai Keterampilan Abad ke-21 Hariati, Tati; Muthmainah, Muthmainah; Amelia, Nur
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli In Progress
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2057

Abstract

Regulasi emosi pada anak usia dini merupakan aspek penting dalam perkembangan sosial dan kesiapan belajar, namun masih banyak anak yang belum mampu mengelola emosi secara efektif. Kesulitan seperti mudah menangis, marah berlebihan, atau menarik diri dari interaksi sosial menunjukkan perlunya strategi pembelajaran yang inovatif dan adaptif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran literasi digital dalam mendukung regulasi emosi anak melalui pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek penelitian adalah anak usia dini yang mengikuti pembelajaran menggunakan media digital. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi kegiatan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital seperti video interaktif dan permainan edukatif membantu anak menunda respons emosional, mengendalikan kemarahan, serta meningkatkan kerja sama dengan teman sebaya. Perubahan perilaku terlihat konsisten baik di sekolah maupun di rumah. Temuan ini menegaskan bahwa literasi digital berkontribusi tidak hanya pada aspek kognitif, tetapi juga pada penguatan keterampilan sosial-emosional anak usia dini.
Semantic Study of the Meaning of Pantun in Traditional Malay Tamiang Wedding Ceremonies as an Effort to Preserve Local Culture Hariadi, Joko; Fajarini, Indah; Fadhilah, Muhammad Arif; Amelia, Nur; Tamara, Widia; Liasna, Tanita
KEMBARA: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol. 11 No. 2 (2025): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22219/kembara.v11i2.41228

Abstract

Pantun, as an integral part of the Tamiang Malay traditional wedding ceremony, has complex cultural meanings, but its existence is often only understood superficially and aesthetically. The main problem in this study is the lack of in-depth documentation of the semantic meaning of pantun, especially in terms of its denotative and connotative aspects, which hinders efforts to preserve this oral tradition. This study aims to describe and analyze the denotative and connotative meanings of pantun used in traditional Tamiang Malay wedding ceremonies to preserve local culture. The study uses a descriptive qualitative approach with participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders, and audiovisual documentation of wedding ceremonies. The data were analyzed using Roland Barthes' lexical semantics and semiotics theories to explore the literal and symbolic structures in the pantun. The study results show that the Tamiang traditional pantun not only functions as a medium of ritual communication but also as a representation of local values such as honor, politeness, gender equality, and obedience to traditional norms. The connotative meaning of pantun serves as a collective instrument in shaping intergenerational cultural awareness. This study concludes that traditional pantun has excellent potential as a medium for preserving cultural identity, so it is important to continue to revive, document, and introduce it widely, both in academic and social contexts. This study also enriches the field of cultural semantics and provides a theoretical and practical basis for research on oral traditions in other indigenous communities.
PENGARUH PENGGUNAAN GAWAI TERHADAP KEMAMPUAN BERBICARA DAN PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA 4-5 TAHUN Amelia, Nur; Fadhilah, Muhammad Arif; Sari, Maulida; Anaresti, Dwi
JURNAL PEKAN : Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan Vol 11, No 1 (2026): JURNAL PEKAN
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpk.v11i1.6457

Abstract

Peningkatan penggunaan gawai pada anak usia dini, termasuk di wilayah kepulauan, berpotensi memengaruhi kemampuan berbicara dan perilaku sosial mereka. Penggunaan gawai dapat memberikan dampak positif sebagai media stimulasi, namun juga menimbulkan risiko keterlambatan bicara dan berkurangnya interaksi sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan gawai terhadap kemampuan berbicara dan perilaku prososial anak usia 4–5 tahun di TK se-Kabupaten Kepulauan Anambas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Subjek penelitian berjumlah 80 anak kelompok A yang dipilih melalui teknik proportional stratified random sampling dari TK Negeri di enam kecamatan. Data penggunaan gawai dikumpulkan melalui angket orang tua, sedangkan kemampuan berbicara dan perilaku prososial diukur menggunakan skala observasi guru yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya melalui analisis Average Variance Extracted (AVE) dan koefisien Cronbach’s Alpha. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana dan model PLS-SEM untuk menguji hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gawai berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan berbicara anak (? = 0,277; R² = 7,7%) serta perilaku prososial (? = 0,516; R² = 26,6%) pada taraf signifikansi 5 persen. Temuan ini menegaskan bahwa gawai dapat menjadi media yang mendukung perkembangan bahasa dan sosial anak jika digunakan secara terkontrol, dengan konten yang sesuai dan pendampingan orang dewasa. Penelitian ini sekaligus menekankan pentingnya penguatan literasi digital bagi orang tua dan guru di wilayah kepulauan untuk memaksimalkan manfaat gawai bagi perkembangan anak. Kata kunci: penggunaan gawai, kemampuan berbicara, perilaku prososial, anak usia dini