Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Karakteristik Sosiodemografis dan Ketenagakerjaan Perempuan di Perkebunan Sawit, Provinsi Lampung Anna Fatchiya; Asri Sulistyawati; Fredian Tonny; Mahmudi Siwi; Julio Adisantoso; Tri Budiarto; Kunandar Prasetyo
Jurnal Penyuluhan Vol. 18 No. 01 (2022): Jurnal Penyuluhan
Publisher : Department of Communication and Community Development Sciences and PAPPI (Perhimpunan Ahli Penyuluhan Pembangunan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25015/18202236894

Abstract

As a contributor to the country's economy, the oil palm plantation sector is also expected to absorb female workers who have often been marginalized. This study tries to reveal the extent of the role of women in the process of managing oil palm plantations in Penawar Tama District, Tulang Bawang Regency, Lampung Province. The study was conducted quantitatively on 121 female respondents with the status of: independent smallholders, family camps, casual daily laborers and employees of oil palm companies. The results showed that activities in the management of oil palm plantations were still dominated by men. The role of women in this case is only involved in the process of fertilization and leaf maintenance. Regarding the division of labor in the household, the majority of women have a double workload where domestic work such as cooking, washing and cleaning the house is the main job that must be done by women.
THE RURAL DEVELOPMENT AND RURAL SELF-SUFFIENCY IN BOGOR DISTRICT, WEST JAVA PROVINCE Tri Budiarto; Ernan Rustiadi; Arya Hadi Dharmawan
TATALOKA Vol 19, No 3 (2017): Volume 19 Number 3, August 2017
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.864 KB) | DOI: 10.14710/tataloka.19.3.230-241

Abstract

This study aimed at map rural typologies based on the status of development and self-sufficiency of the rurals. Status of rural development was built with 11 indicators and status self-sufficient was built with six indicators. The study used secondary data from BPS, wich was PODES  2014 in 434 villages at Bogor district. Primary data was used to support the analysis results with field observations taken at four village representatives typology. The results showed that 187  villages were categorized as developed rurals and 247 villages as undeveloped rurals. Based on self-sufficient status, there were 78 villages categorized as self-sufficient rurals and 356 villages as unself-sufficient rurals. Based on the status of development and self-sufficient, three villages were categorized as typology I (developed and self-suffient rurals), 184 villages were typology II (developed and unself-suffient rurals), 172 villages were typology III (undeveloped and unself-sufficient rurals), and 75 villages were typology IV (undeveloped and self-sufficient rurals). Spearman correlation value was -0.371, there was an inverse relationship between the development status and self-sufficiency status of the rural
Ragam Intervensi di Pedesaan: Resolusi Konflik Agraria Menuju Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA) Di Desa Uraso Imamul Hak; Hajir Nonci; Tri Budiarto
SOSIORELIGIUS Vol 4 No 1 (2019): Sosioreligius: Jurnal Ilmiah Sosiologi Agama
Publisher : Departemen Sosiologi Aga,ma, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/sosioreligius.v4i1.10662

Abstract

Tulisan ini merupakan pengembangan dari laporanhasil assesment atau penelusuran fakta-fakta terkait dinamika perubahan, perkembangan, kemajuan, dan kesiapan suatu desa/kampung yang dipilih sebagai lokasi program Desa Maju Reforma Agraria (DAMARA) oleh Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).DAMARA adalahsalah satu model resolusi konflik yang direncanakan, diformulasikan dan hendak diwujudkan di suatu lokasi desa atau kampung yang menjadi anggota atau jaringan KPA. Adapun assesment ini dilakukan selama seminggu di Desa Uraso, Kecamatan Mappadeceng, Kab. Luwu Utara, Prov. Sulawesi Selatan dengan memakai metode observasi, wawancara mendalam, focus group discussion (FGD) dan penelusuran dokumen-dokumen penunjang (sekunder). Persoalan-persoalan utama yang diperiksa ulang adalah terkait dengan sejarah sistem tenurial lokal, sejarah perjuangan dan tonggak-tonggak penting perjuangan masyarakat, peta politik-ekonomi tingkat lokal, kondisi serikat atau organisasi tani lokal serta rencana implementasi skema empat tata: Tata Kuasa, Tata Guna, Tata Produksi-Konsumsi, dan Tata Distribusi-Pemasaran.
Pemberdayaan Petani pada Pengolahan Pascapanen Kopi Arabika Proses Full Wash (Coffea arabica L.) di Desa Kalisat Kidul, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara: Empowerment of Farmers in Post-Harvest Processing of Arabica Coffee (Coffea arabica L.) in Kalisat Kidul Village, Kalibening District, Banjarnegara Tri Budiarto; Leo Ayun; Muhammad Iqbal Nurulhaq
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 8 No. 1 (2023): Pemberdayaan Masyarakat berbasis Inovasi Pertanian Berkelanjutan
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (Care), Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coffee is one of the important export potentials in world trade. Indonesia is classified as the fourth largest coffee exporting country in the world after Brazil, Vietnam and Colombia. (AEKI, 2020). Aceh Province is one of the centers of Gayo Arabica coffee producers in Indonesia. There are three main production areas for gayo arabica coffee, namely the districts of Central Aceh, Bener Meriah and Gayo Lues. Coffee is the main agricultural commodity for the people in the three districts. Post-harvest processing is the second stage after the coffee cultivation process or production management. This stage is important because the final result in post-harvest processing determines the added value or selling value of the harvest. Post-harvest processing is also an important aspect in coffee development. agriculture in Banjarnegara Regency. After harvesting, the next process is post-harvest processing, so that to support good coffee quality is the correct processing. In general, coffee processing can be divided into two, namely wet processing and dry processing. Arabica coffee produced in the Dieng Plateau (Banjarnegara and Pekalongan Districts) is generally processed by wet processing. The processing of coffee beans in Aceh Tengah and Bener Meriah regencies consists of harvesting, peeling fruit skin, fermentation, washing, drying, peeling the skin of coffee beans, sifting (grinding) and polishing. roasting process, manual sorting, warehousing, packaging and packing as well as process control and quality control. The quality of coffee is largely determined by its handling at harvest and post-harvest. So there is a need for empowerment at the farmer level so that farmers are able to produce good quality in the cultivation process. Key words: arabica coffee, empowerment, cherry, postharvest process
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DALAM KETAHANAN PANGAN PADA MASA RESILIENSI DI KELURAHAN KATULAMPA BOGOR Tri Budiarto; Syahayyunur Fitriani; Galih Surya Aditama; Aliana Bekti Fajarwati; Anna Sabrina; Revalina Sulaeman; Agief Julio Pratama; M. Iqbal Nurulhaq; Leonard Dharmawan; Widya Hasian Situmeang; Edi Wiraguna; Restu Puji Mumpuni; M. Agung Zaim Adzkiya; Ratih Kemala Dewi
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.271-277

Abstract

Pembangunan pangan dan gizi di Indonesia erat kaitannya dengan perwujudan ketahanan pangan. Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari tersedianya pangan secara cukup, baik dari jumlah maupun mutunya, aman, merata dan terjangkau. Sistem ketahanan pangan dan gizi juga berkaitan erat dengan akses pangan di tingkat rumah tangga dan individu serta status gizi anggota rumah tangga. KWT merupakan salah satu komunitas yang berperan dalam pemberdayaan perempuan dalam mewujudkan ketahanan pangan. KWT Pendopo Enam yang didominasi oleh ibu rumah tangga di salah satu perumahan di Kota Bogor giat dalam pengembangan pertanian perkotaan. Program Pemberdayaan Perempuan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dalam pemanfaatan limbah rumah tangga khususnya menjadi pupuk serta meningkatkan pengetahuan mengenai teknik budidaya sayuran. Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap yang meliputi kegiatan diskusi kelompok, pelatihan, dan demonstrasi. Melalui kegiatan ini, diperoleh wawasan dan keterampilan mengenai pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos dan teknik budidaya sayuran.
Local Economic Development and Social Entrepreneurship After the Covid-19 Pandemic (Case: UMKM Cihil Food, Cihideung Ilir Village, Dramaga, Bogor Regency) Siti Arneidha Naimah Marasabessy; Afiya Hashina Muhamnu; Tri Budiarto
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Manajemen, Ekonomi, Keuangan dan Bisnis Vol. 2 No. 1 (2023): May, 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/snimekb.v2i1.4609

Abstract

The activities of the UMKM sector during the Covid-19 pandemic were hampered and triggered the emergence of various problems that led to business bankruptcy. This study aims to analyze the dynamics of the local economy and the stages of social entrepreneurship pursued by Cihil Food UMKM in developing their post-pandemic business in terms of an analysis of the potential and problems that these UMKM have. The research was conducted in Cihideung Ilir Village, Ciampea District, Bogor Regency which took place from February 2023 to May 2023. The data collection method used a qualitative approach through the stages of observation, documentation and in-depth interviews with informants who were processed through qualitative analysis. The results showed that the development efforts carried out by researchers on Cihil Food UMKM opened opportunities for UMKM to adapt to post Covid-19 conditions through the creativity and skills of each member.
Partisipasi Masyarakat Desa dan Pelaku Usaha dalam Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Toba Budiandrian, Bayu; Budiarto, Tri; Hekmatyar, Versanudin
Jurnal Budiman: Pembangunan dan Pengabdian Masyarakat Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/budiman.v1i01.9979

Abstract

Pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dapat dipastikan membutuhkan partisipasi aktif dari semua pihak. Pariwisata yang berkelanjutan tidak akan terwujud tanpa adanya peran serta dari masyarakat lokal dan pelaku usaha di destinasi pariwisata tersebut. Paradigma pembangunan pariwisata berkelanjutan memiliki konsekuensi logis yaitu menjadikan masyarakat lokal dan pelaku usaha sebagai subyek pembangunan, bukan sekedar obyek pembangunan. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana tingkat partisipasi masyarakat dan pelaku usaha di Destinasi Super Prioritas (DSP) Toba dengan lokus studi di 4 Desa antara lain; Desa Tomok, Desa Lumban Bulbul, Desa Lumban Gaol, dan Desa Siallagan Pindaraya. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 100 responden yang terdiri dari Pemerintah Desa, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Pelaku Usaha, dan Organisasi Kemasyarakatan Desa. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam tahap perencanaan adalah 63% kategori sedang dan 37% kategori tinggi. Pada tahap pelaksanaan adalah 66% kategori tinggi dan 34% kategori sedang. Sementara pada tahap monitoring dan evaluasi tingkat partisipasi masyarakat 70% kategori sedang dan 30% kategori tinggi. Penelitian ini juga mengidentifikasi bahwa terdapat sebanyak 79% pelaku usaha di DSP Toba menggunakan modal usahanya sendiri sementara 21% lainnya modal dari pihak lain. Adapun kategori pelaku usaha di DSP Toba antara lain 47% usaha kuliner, 39% usaha kerajinan tangan, 7% penyediaan jasa, dan 7% lainnya adalah usaha lainnya.
PENYULUHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI DAUN PEPAYA PADA KELOMPOK TANI TUNAS HARAPAN DI DESA CIKEAS Wiraguna, Edi; Zahra, Alvita; Farora, Alya Yasmin; Jasir, Ilham Naufal; Dheanita, Ismi; Sholihah, Istiqomatush; Sury, Shella Afifah; Pratama, Agief Julio; Nurulhaq, M. Iqbal; Darmawan, Leonard; Budiarto, Tri; Situmeang, Widya Hasian
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 9 No. 2 (2024): Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyuluhan adalah proses penyebaran informasi dan pembelajaran kepada sasaran penyuluhan, khususnya kelompok tani Tunas Harapan di Desa Cikeas, yang bertujuan untuk meningkatkan produksi tanaman dan mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia. Penyuluhan pestisida nabati pada 23 Mei 2024 menggunakan media pembelajaran non-formal seperti PowerPoint, leaflet, dan banner. Penggunaan metode partisipatif masyarakat atau Participatory Rural Appraisal (PRA) memudahkan penyuluhan ini dalam mengumpulkan data observasi dari pre-test dan post-test, dan data kualitatif dari wawancara masyarakat. Partisipasi masyarakat Desa Cikeas termasuk dalam praktik pembuatan pestisida nabati berbahan baku daun pepaya, sabun cuci piring, dan minyak goreng yang mudah ditemukan di sekitar. Senyawa papain dalam daun pepaya yang berfungsi sebagai racun kontak organisme pengganggu tanaman (OPT), adalah alasan pemilihan daun pepaya sebagai bahan utama pestisida nabati. Hasil pengolahan data pretest responden masyarakat Desa Cikeas ditemukan permasalahan minimnya ilmu pengetahuan para petani seputar pestisida nabati dan terbatasnya kesediaan bahan baku tersebut. Adapun hasil pengolahan data posttest ternyata membangkitkan rencana tindak lanjut petani, berupa ketertarikan untuk menjadikan pestisida nabati daun pepaya sebagai alternatif dalam pengendalian OPT di Desa Cikeas.
PENYULUHAN PEMBUATAN PESTISIDA NABATI KEPADA KELOMPOK WANITA TANI SEKAR ASRI DI DESA CIHERANG Wiraguna, Edi; Aulia, Dhiva Luthfi; Yuza, Feimas Beringin; Qisti, Hanifah Zul; Muthmainnah, Muthiah; Akbar , Rizal; Pratama, Agief Julio; Nurulhaq, M. Iqbal; Dharmawan, Leonard; Budiarto, Tri; Situmeang, Widya Hasian; Dewi, Ratih Kemala
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 9 No. 2 (2024): Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah yang sering dihadapi para petani adalah gagal panen dikarenakan hama dan penyakit yang menyerang tanaman mereka. Bahan kimia yang digunakan untuk membunuh atau mengendalikan hama adalah pestisida. Petani di Desa Ciherang sering menggunakan pestisida kimia untuk mengatasi masalah hama ini. Selain karena produk pestisida kimia banyak dijual di pasaran, juga pestisida kimia ini efektif dan cepat dalam membasmi hama. Namun, penggunaan pestisida kimia dalam jangka panjang dan terus menerus dapat menimbulkan efek berbahaya bagi lingkungan. Alternatif penggunaan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dan tidak beracun akan menjadi alternatif yang lebih baik dibandingkan penggunaan pestisida kimia. Pengembangan masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan, metode penyuluhan yang digunakan yaitu pemaparan materi serta demonstrasi langsung untuk memastikan petani mendapat informasi lengkap mengenai risiko penggunaan pestisida kimia serta potensi bahan alami sebagai bahan baku pengendalian hama sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman dan hasil sayuran.
PEMANFAATAN DAUN SIRSAK DAN BAWANG PUTIH SEBAGAI PESTISIDA NABATI DI DESA SUKAHARJA KABUPATEN BOGOR Wiraguna, Edi; Agnia, Arba Wildan; Rhynanda, Hafiz Septio; Alamsyah, Muhammad Yusuf; Mutohar, Nabil Ahmad; Mangasih, Yessy Octavia Rungkat Tuani; Pratama, Agief Julio; Nurulhaq, M. Iqbal; Dharmawan, Leonard; Budiarto, Tri; Situmeang, Widya Hasian; Dewi, Ratih Kemala
Jurnal Resolusi Konflik, CSR dan Pemberdayaan (CARE) Vol. 9 No. 2 (2024): Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Center for Alternative Dispute Resolution and Empowerment (CARE) IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para Petani pada umumnya menggunakan pestisida kimiawi setiap terjadi serangan hama dan penyakit pada tanaman budidaya, bahkan mereka menggunakannya tanpa memperhatikan hama target, cenderung berlebihan, dan tidak tepat baik jenis, dosis, metode aplikasi, maupun frekuensi pemberian. Penggunaan pestisida nabati sudah menjadi salah satu pengendalian hama yang banyak digunakan oleh para petani yang budidaya dengan cara organik. Upaya yang dilakukan untuk menggantikan pestisida kimia menjadi nabati adalah langkah yang tepat untuk menekan biaya pengeluaran/biaya rendah serta manfaat yang dihasilkan lebih dari kimia. KTD Sukaharja ini dominan bapak petani. Program pemberdayaan ini bertujuan untuk memberikan wawasan terhadap para petani yang selama ini masih menggunakan pestisida kimia, meningkatkan pengetahuan, pemanfaatan limbah atau bahan organik yang bisa dimanfaatkan. Dalam program ini akan diperoleh wawasan sesuai dengan Tujuan Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan secara bertahap yang meliputi kegiatan pengambilan informasi, pelatihan, diskusi kelompok KTD, dan praktik pembuatan secara langsung.