Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penyebab Unmet Need Keluarga Berencana Pada Pasangan Usia Subur (Pus) Limiting Need Di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Fatmawati, Iin; Samino, Samino; Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah; Yanti, Dhiny Easter; Muhani, Nova
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 4 (2026): Volume 13 Nomor 4
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i4.22605

Abstract

Unmet need adalah kebutuhan akan keluarga berencana (KB) yang tidak terpenuhi. Ini merujuk pada pasangan usia subur (PUS) yang tidak ingin punya anak lagi atau ingin menunda kehamilan untuk jangka waktu lebih dari dua tahun, namun tidak menggunakan alat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan. Menurut Satu Data Lampung, angka unmet need di Provinsi Lampung mencapai 9,30 % pada tahun 2024, dengan target penurunan ke 9,0 % di tahun 2025. Secara umum, unmet need di Lampung cukup moderat, walaupun tetap perlu usaha penurunan sesuai target 2025. meskipun masih terdapat titik-titik lokasi dengan tingkat sangat tinggi ini menunjukkan kebutuhan intervensi lebih intensif pada wilayah spesifik. Intervensi efektif dapat berupa peningkatan informasi KB, akses layanan, mitigasi efek samping, dan peran suami sebagai pendukung. Tujuan penelitan mengetahui analisis penyebab unmet need keluarga berencana pada pasangan usia subur (PUS) di Desa Blambangan Kec. Penengahan Kab. Lampung Selatan Tahun 2025.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan pendekatan fenomenologi. Populasi adalah seluruh pelaku unmet need KB sebanyak 57 orang. Informan sebanyak 5 orang. Analisa data menggunakan deskriptif, dan teknik triangulasi.Pasangan usia subur tidak menggunakan KB karena menggunakan KB suntik mengalami sakit kepala, tekanan darah tinggi, kegemukan. Kb pil postinor mengalami perdarahan, dan menggunakn KB IUD benang terasa saat berhubungan suami istri. Pasangan usia subur mengatakan sepakat untuk tidak mengeluarkan sperma di dalam, menggunakan metode senggama terputus, bersiap sedia agar sprema tidak keluar didalam saat berhubungan badan. Pasangan usia subur mengatakan cemas dan tidak nyaman, tidak puas saat dikeluarkan diluar. Pasangan usia subur melakukan unmenet need tidak didasarkan faktor keluarga, ekonomi, agama dan budaya. Diharapkan untuk menjadi pendamping bagi PUS yang belum ber-KB atau unmet need dalam rangka menyukseskan program Kampung KB.
Co-Authors Alicia Dwi Permata Putri Alwany, Zahra Amalia, Salsabila Nur Idzhni Amir Su’udi Andara, Fathiya andhika satria Andita Arifianita Putri Andreas Wisnu Pradhan Arief Wahyudi Jadmiko Arini, Firlia Ayu Arini, Mutiara Avliya Quratul Marjan Ayu, Resky Azahra, Nabilla Zalfa Camila, Faiza Dhea Marliana Salsabila Faradisa, Ratih Mary Firlia Ayu Arini Firmansyah, Maulid Elang Fitripancari, Aulia Dewi Gracia, Aurelia Gusganda Suria Manda Hajar, Abdul Harna, Harna Hasiando, Chouk Norist Hersona GW, Sonny Ilmi, Ibnu Malkan Bakhrul Indah Rozalina Isnainy, Usastiawaty Cik Ayu Saadiah Julia Rahman Kadek Ayu Dessyana Kaulani, Sirfia Larasati, Mediana Puji Lolita Sary Marjan, Avliya Quratul Marjan, Avliya Quratul Ma’ruf, Israeni Laila Mochni, Richard Endang Srihari Muh Asrul Irawan, Andi Muhani, Nova Mushawwir Taiyeb Nanang Nasrulah Nasrulloh, Nanang Nugraha, Rezha Wahyu Nugroho, Thoriq Setya Nur Intania Sofianita Nurul Mustika Octaria, Yessi Crosita Pulungan, Rafiah Maharani Puspita, Ikha Deviyanti Putri, Nabila Alifia Ramadenadia, Tarysa Ramadenadia, Tarysa Riode, Cumayo Putri Rudi Hendro Putranto Rumaisyah, Rumaisyah Safitri, Mira Nur Salsabila, Dhea Marliana Salsabilla, Danyaa Allya Samino Samino Sintha Fransiske Simanungkalit Sufyan, Dian Luthfiana Sufyan, Dian Luthfiana Sugiatmi, Sugiatmi Suryani, Gita Syafila Syah, Muh Nur Hasan Taufik Maryusman Triandari, Siti Tumanina Tsabita, Salma Khairunnisa Utami Wahyuningsih Wahyudi, Chandra Tri Widayani Wahyuningtyas Yanti, Dhiny Easter Yustika, Reny Zahra, Nur Azimah