Claim Missing Document
Check
Articles

Gambaran Self Efficacy Pada Keluarga Penderita Diabetes Melitus Dalam Menjalankan Upaya Pencegahan Diabetes Melitus Nugraha Firdaus; Titis Kurniawan; sandra pebrianti
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Family with diabetes mellitus is a group that has the biggest risk to get diabetes mellitus. Nonetheless, a few families are found to do a prevention effort towards this issue. Self-efficacy is one of the factors that determines one’s behavior. This research purpose is to identify family with diabetes mellitus self-efficacy on carrying diabetes mellitus prevention effort.This research used quantitative descriptive with cross sectional method, involving 138 families with diabetes mellitus (siblings or descendant) who live on Tarogong public health center work area. The respondents were selected by using purposive sampling technique. The data was collected by using diabetes mellitus prevention self-efficacy questionnaire. The instrument was developed by the author based on related literature and had been tested for validity by two lecturers working in the field of diabetes mellitus. The collected data were analyzed as a description and displayed in percentage, frequency, mean. The general findings showed that the family’s self-efficacy for preventing diabetes mellitus was on high category (54,3%). Smoking and physical activity domain were found as the highest mean score, while exercise and health check-up were identified as the lower ones.The research result can be concluded that the family self-efficacy in preventing diabetes mellitus belongs to high category. Nevertheless, it is still important for community health center to develop a certain program that can involve family to improve low self-efficacy domain such as exercise and medical check-up. Keywords          : Diabetes Mellitus, family, prevention, self-efficacy
GAMBARAN PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP KESIAPAN BENCANA (DISASTER PREPAREDNESS) Siti Yulipah Agustini; Ayu Prawesti; Sandra Pebrianti
Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia Vol 1, No 2 (2020): Jurnal Ilmu Keperawatan Indonesia (JIKPI)
Publisher : Universitas Mitra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Garut Regency is one of the regencies in West Java that is prone to disasters, floods, landslides, earthquakes, fires and tornado winds. Readiness is part of the initial step for disaster. Readiness is an activity carried out to anticipate disasters through organizing activity with appropriate steps. The purpose of this research was find out the description of community knowledge on disaster readiness in Garut Regency. This research method used descriptive quantitative. The instrument in collecting data used questionnaires, with cluster random sampling technique by processing data using slovin formula as many as 84 people based on frequency distribution. The results showed that the knowledge of community in five districts of Garut Regency with the highest category was bad category 47 (56.0%). The majority of disaster readiness knowledge in Garut Regency showed that most public knowledge was bad, it needs to be given information and counseling related to the concept of disasters and how to prevent them. Disaster readiness is very important in disaster safety. The results of this study were expected to be used as a basic material and experience for the provision and knowledge of disaster readiness, with the aim of saving the lives, property and reducing casualties.Keywords  : Disaster Readiness, Knowledge
Efektivitas Aktivitas Fisik terhadap Penurunan Nyeri pada Lansia dengan Rheumatoid Arthritis Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani; Hesti Platini; Devi Nurrahmawati
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 3 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i3.1092

Abstract

Upaya untuk mengatasi penyakit rheumatoid arthritis. Salah satunya dengan pemberian obat-obatan tertentu, seperti obat analgesik, steroid non inflamatori, dan kortikosteroid yang berguna untuk mengurangi gejala dan peradangan. Jika mengalami rheumatoid arthritis atau rematik,  harus mewaspadai berbagai penyakit gangguan sistem kekebalan tubuh lainnya yang mungkin disebabkan oleh peradangan yang semakin parah atau dampak dari pengobatan rheumatoid arthritis tersebut. Menyikapi hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian dengan pendekatan Literatur review  tentang “Efektivitas Aktivitas Fisik Terhadap Penurunan Nyeri Pada Lansia Dengan Rheumatoid Arthritis. Tujuan dari penyusunan laporan penelitian ini adalah untuk mengetahui intervensi atau efektivitas aktivitas fisik terhadap penurunan nyeri  pada lansia dengan rheumatoid arthritis untuk diimplementasikan pada komunitas. Metode scoping review untuk mengetahui metode efektif aktivitas fisik terhadap penurunan nyeri  pada lansia dengan rheumatoid arthritis. Pencerian literatur dengan menggunakan beberapa sumber yaitu Ebscoshot, Google Scholar dan Pubmed.  Untuk memudahkan mendapatkan literatur yang sesuai digunakan Teknik PICO dalam melakukan pencarian literatur, P (population/ problem/ patient), I (intervention, prognostic factor, exposure), C (comparison, control), dan O (outcome). Kata kunci yang di gunakan dalam bahasa Inggris “Elderly, Rheumatoid arthritis”,  “Randomized Controlled Trial”, “Exercise”, “Pain”. Sementara untuk mencari literatur Bahasa Indonesia, kata kunci yang digunakan adalah “Lansia dengan Rheumatoid Arthritis” DAN “Aktivitas fisik” DAN “penurunan nyeri”. Hasil 4 artikel pada 10 tahun terakhir, dari tahun 2013-2023, dengan Kesimpulan sementara Aktivitas fisik mampu membantu pasien lansia dalam meningkatkan aktivitas sehari-harinya. Aktivitas fisik yang memungkinkan dilakukan oleh pasien lansia dengan Rheumatoid Arthritis adalah Yoga, Latihan Resistensi Progresif dan Latihan Aerobik yang mampu meningkatkan aktivitas fisik sehari-hari dan status kesehatan pasien. Berdasarkan hasil literatur review yang telah kami lakukan, terdapat implikasi yang dapat digunakan untuk peningkatan dalam keperawatan khususnya dalam intervensi. Bahwa dengan melakukan beberapa intervensi dalam literatur review di atas dapat memberikan pilihan dalam mengatasi nyeri dan meningkatkan fungsi fisik pasien lansia dengan RA, salah satunya dengan yoga  
Perception of University Students on the Achievement of Disaster Nursing Course Competencies with Online Learning Methods Dhiya Roihana; Etika Emaliyawati; Sandra Pebrianti
Jurnal EduHealth Vol. 14 No. 01 (2023): Jurnal eduHealth, Periode Januari-Maret, 2023
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.606 KB)

Abstract

The COVID-19 pandemic has had an impact on the teaching and learning process, namely online learning methods which have made several changes, especially in subjects that require practical competence. According to the International Council of Nurses, nursing students must have appropriate knowledge of competence in dealing with disaster problems. This study aims to describe student perceptions of the competency achievements of the Disaster Nursing Course using online learning methods at the Faculty of Nursing, Universitas Padjadjaran. The research design uses quantitative descriptive with a cross sectional approach using the Nurse Perception of Disaster Core Competencies Scale instrument. The population in this study numbered 155 students from class 2018 using the purposive consecutive technique. The data were analyzed using univariate analysis which measured student perceptions with results supporting or not supporting. The results of the analysis showed that more than half of the students had unfavorable perceptions, namely 85 students (54.8%) and supportive perceptions, namely 70 students (45.2%). The results of the sub variable critical thinking (62.6%) did not support, assessment (53.5%) did not support, communication (56.1%) did not support, and technical skills (51.6%) did not support. Students' perceptions of competency achievement in disaster nursing courses using online learning methods are not supportive, both in the total score of perceptions about the achievements of all core competencies and in sub-variables. Suggestions for educational institutions to hold seminars/training, practicum, and simulations related to the competence of disaster nursing courses in online learning methods.
Peningkatan Kapasitas Kader Terkait Peningkatan Imunitas Tubuh melalui Konsumsi Jus Sayur pada Era Post-Covid-19 di Desa Tanjungsari - Karangpawitan, Garut Nursiswati Nursiswati; Malfa Laila Pratidina; Diva Jogina; Titis Kurniawan; Sandra Pebrianti
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 6 (2023): Volume 6 No 6 Juni 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i6.9687

Abstract

ABSTRAK COVID-19 telah menjadi endemik dan status pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) telah dicabut oleh pemerintah Indonesia. Perubahan status endemik ini membutuhkan kewaspadaan masyarakat terhadap penyakit menular dan tidak menular. Imunitas tubuh merupakan salah satu hal penting di era post COVID-19 ini. Desa Tanjungsari merupakan salah satu desa yang terletak di kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Mayoritas penduduk Desa Tanjungsari berstatus ekonomi menengah ke bawah sehingga masih banyak masyarakat yang terjangkit penyakit, baik penyakit kronis maupun non kronis yang dimana penyakit-penyakit ini dapat terjadi akibat pola hidup yang kurang sehat. Oleh Karena itu kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader dalam upaya meningkatkan imunitas melalui jumlah konsumsi sayuran pada masyarakat. Kegiatan PKM dilaksanakan dengan mengadakan sosialisasi di aula desa yang dibagi menjadi dua kegiatan, yaitu ceramah interaktif dan demonstrasi. Kegiatan ceramah interaktif yang dilakukan bertemakan “Peningkatan imunitas dan Pola Hidup Sehat Dengan Konsumsi Jus sayuran” ceramah interaktif ini meliputi definisi imunitas dan pola hidup sehat, manfaat dari mengkonsumsi sayuran dan memperkenalkan metode baru dalam mengkonsumsi sayuran yaitu dengan cara di jus. Pada kegiatan ceramah interaktif juga diselingi dengan kegiatan demonstrasi pembuatan jus oleh tim demonstrasi. Demonstrasi ini dilakukan dengan harapan peserta sosialisasi mendapat gambaran bagaimana membuat jus sayur yang enak dan tetap sehat untuk dikonsumsi. Dari hasil kegiatan tanya jawab selama kegiatan dan wawancara pasca kegiatan sosialisasi didapatkan 90% peserta mengetahui tentang pentingnya imunitas dan pola hidup sehat, serta masyarakat merasa antusias untuk mencoba metode baru mengkonsumsi sayuran yaitu dengan cara di jus. Temuan pengabdian ini melaporkan bahwa peningkatan kapasitas kader dalam melakukan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi di nilai efektif dan dapat dijadikan sarana alternatif edukasi untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai program hidup sehat. Kata Kunci: Imunitas, Jus Sayuran, Penyakit Kronis, Post Covid-19, Kader  ABSTRACT COVID-19 has become endemic and imposition of restrictions on community activities (PPKM) status has been revoked by the Indonesian government. This change in endemic status requires public awareness of communicable and non-communicable diseases that may attack. Body immunity is one of the important things in this post-covid-19 era. Tanjungsari Village is one of the villages located in Karangpawitan sub-district, Garut Regency. The majority of Tanjungsari Village residents have middle to lower economic status so that there are still many people who are infected with diseases, both chronic and non-chronic diseases where these diseases can occur due to an unhealthy lifestyle. Therefore this community service (PKM) activity aims to increase immunity through the amount of consumption of vegetables in the community.  PKM activities are carried out by holding socialization in the village hall which is divided into two activities, namely interactive lectures and demonstrations. The interactive lecture activity carried out with the theme "Increasing Immunity and a Healthy Lifestyle by Consuming Vegetable Juices" This interactive lecture covered the definition of immunity and a healthy lifestyle, the benefits of consuming vegetables and introduced a new method of consuming vegetables, namely by juicing. The interactive lecture activities were also interspersed with demonstration activities for making juice by the demonstration team. This demonstration was carried out in the hope that the socialization participants would get an idea of how to make delicious and healthy vegetable juices for consumption. From the results of the question and answer activities during the activity and post-dissemination interviews, it was found that 90% of the participants knew about the importance of immunity and a healthy lifestyle, and the community was enthusiastic about trying a new method of consuming vegetables, namely by juicing. The findings of this service report that increasing the capacity of cadres in conducting socialization and demonstration activities is effective and can be used as an alternative educational tool to increase community knowledge about healthy living programs. Keywords: Immunity, Vegetable Juice, Chronic Disease, Post Covid-19, Cadre
Intervensi Senam untuk Meningkatkan Kualitas Tidur pada Lansia dengan Gangguan Tidur Theresia Eriyani; Iwan Shalahuddin; Sandra Pebrianti; Indra Maulana; Devi Nurrahmawati
Malahayati Nursing Journal Vol 5, No 6 (2023): Volume 5 Nomor 6 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v5i6.8696

Abstract

ABSTRACT The elderly will experience physical, psychosocial and spiritual changes. One such change is a change in sleep quality. According to the National Sleep Foundation (NSF) about 67% of the 1,508 elderly in America aged 65 years and over reported having sleep disturbances and as many as 7.3% of the elderly complained of impaired initiation and maintaining sleep or insomnia. Sleep disturbances can cause disturbances in activities so that productivity decreases which often interfere with their activities. This study aims to determine the effect of gymnastics intervention in the elderly with insomnia on improving the quality of sleep of the elderly. This study used a scoping review method approach. The databases used in the search for related literature are Pubmed and ScienceDirect. Article searches are conducted using English keywords namely "Elderly with Insomnia" AND " Gymnastics" AND "Sleep Quality.  To make it easier to get suitable literature, inclusion criteria in article searches include the year of publication of articles from 2016-2020, articles in full text and in English. The selected articles are research-type articles with quasi-experimental research designs, clinical trials and RCTs (Randomized Controlled Trial, and articles with a total sample of at least 30 people. After searching through several sources using predetermined keywords, article sorting was carried out with the results of 4 articles with a temporary conclusion that it was found that there are several types of gymnastics that can be given to improve the sleep quality of the elderly who experience sleep disorders, including yoga therapy exercises, pilates, tai chi and baduanjin. Of the four gymnastics, there was a significant improvement in the sleep quality of the elderly who experienced sleep disorders. Based on the results of the literature review that we have carried out, it shows that sleep quality disorders in the elderly can be given interventions in the form of gymnastics exercises. Based on the results of the literature review that we have conducted, there are implications that can be used for improvement in nursing, especially in interventions. That by doing gymnastics can have an influence to overcome sleep disorders in elderly patients Keywords : Gymnastics, Sleep, Elderly, Influences, Sleep Disorders   ABSTRAK Lansia akan mengalami perubahan-perubahan fisik, psikososial dan spiritual. Salah satu perubahan tersebut adalah perubahan kualitas tidur. Menurut National Sleep Foundation (NSF) sekitar 67 % dari 1.508 lansia di Amerika usia 65 tahun keatas melaporkan mengalami gangguan tidur dan sebanyak 7,3 % lansia mengeluhkan gangguan memulai dan mempertahankan tidur atau insomnia. Gangguan tidur dapat menyebabkan gangguan pada aktivitas sehingga turunnya produktivitas yang sering kali mengganggu kegiatannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh intervensi senam pada lansia dengan insomnia terhadap peningkatan kualitas tidur lansia.  Penelitian ini menggunakan pendekatan metode scoping review. Database yang digunakan dalam pencarian literatur terkait yaitu Pubmed dan ScienceDirect. Pencarian artikel dilakukan dengan menggunakan kata kunci berbahasa Inggris yaitu “Elderly with Insomnia” AND “ Gymnastics” AND “Sleep Quality.  Untuk memudahkan mendapatkan literatur yang sesuai digunakan Kriteria inklusi dalam pencarian artikel diantaranya tahun terbit artikel dari  2016-2020, artikel berbentuk full text dan berbahasa inggris. Artikel yang dipilih merupakan artikel berjenis penelitian dengan desain penelitian quasi eksperimen, clinical trial dan RCT (Randomized Controlled Trial, dan artikel dengan total sampel minimal 30 orang. Setelah melakukan pencarian melalui beberapa sumber dengan menggunakan kata kunci yang telah ditetapkan, dilakukan penyortiran artikel dengan hasil 4 artikel dengan Kesimpulan sementara didapatkan bahwa terdapat beberapa jenis senam yang dapat diberikan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia yang mengalami gangguan tidur, diantaranya latihan terapi yoga, pilates, tai chi dan baduanjin. Dari keempat senam tersebut menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap kualitas tidur lansia yang mengalami gangguan tidur. Berdasarkan hasil literature review yang telah kami lakukan menunjukkan bahwa gangguan kualitas tidur pada lansia dapat diberikan intervensi berupak latihan senam. Berdasarkan hasil literatur review yang telah kami lakukan, terdapat implikasi yang dapat digunakan untuk peningkatan dalam keperawatan khususnya dalam intervensi. Bahwa dengan melakukan senam dapat memberikan pengaruh untuk mengatasi gangguan tidur pada pasien lansia. Kata Kunci: Senam, Tidur, Lansia, Pengaruh, Gangguan Tidur 
Description of Knowledge About Human Immunodeficiency Virus on Adolescents in SMAN 17 Garut Amalia, Selly Nurhasanah; Mirwanti, Ristina; Pebrianti, Sandra
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6, No 1: March 2021
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.108 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6i1.425

Abstract

Most cases of HIV in Indonesia occur during adolescents. HIV prevention can be done by changing good behavior. Currently, efforts to prevent the occurrence of HIV are not carried out optimally, one of the causes is a lack of knowledge about HIV. The research objective was to describe knowledge about HIV in adolescents. This research used a quantitative descriptive design with a cross-sectional approach. The variable in this research was knowledge of HIV. The population in this research was all students of SMAN 17 Garut. Sampling using the Stratified Random Sampling technique with a sample size of 277 people. Data analysis used univariate analysis with frequency distribution and presented as a percentage. The research was conducted from March to April 2020. The results showed as many as 5 respondents (1.8%) were in a good category, as many as 105 respondents (37.9%) were in the sufficient category, and 167 respondents (60.3%) were in a good category. in the unfavorable category. The conclusion of this research is that most adolescents have poor knowledge of HIV, almost half of the adolescents are in the sufficient category, and a small proportion of adolescents are in the good category. To overcome this, it is necessary to collaborate between teachers and health workers such as nurses to convey information in the form of counseling either directly or through social media, so that prevention efforts can be carried out optimally. Abstrak: Kasus HIV di Indonesia banyak terjadi pada usia remaja. Pencegahan HIV dapat dilakukan dengan perubahan perilaku yang baik. Saat ini upaya pencegahan terjadinya HIV tidak dilakukan dengan optimal, salah satu penyebabnya karena kurangnya pengetahuan tentang HIV. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengetahuan tentang HIV pada remaja. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Variabel pada penelitian ini adalah pengetahuan tentang HIV. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMAN 17 Garut. Pengambilan sampel menggunakan teknik Stratified Random Sampling dengan jumlah sampel yaitu 277 orang. Analisis  data menggunakan analisis univariat dengan distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk persentase. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai April 2020. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 5 responden (1,8%) berada pada kategori baik, sebanyak 105 responden (37,9%) berada di kategori cukup, dan 167 responden (60,3%) berada pada kategori kurang baik. Simpulan penelitian ini adalah sebagian besar remaja memiliki pengetahuan yang kurang baik tentang HIV, hampir setengahnya remaja berada pada kategori cukup, dan sebagian kecil remaja berada pada kategori baik. Untuk mengatasi hal ini, perlu dilakukan kolaborasi antara guru dan tenaga kesehatan seperti perawat untuk menyampaikan informasi berupa penyuluhan baik secara langsung maupun melalui media sosial, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan dengan optimal. 
Blood Sugar Levels Regulation in Diabetes Mellitus Type 2 Patients Through Diet Management Iwan Shalahuddin; Indra Maulana; Sandra Pebrianti; Theresia Eriyani
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2: June 2022
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.007 KB) | DOI: 10.30604/jika.v7i2.911

Abstract

Dietary compliance in diabetes mellitus (DM) patients plays an essential role in stabilizing blood glucose levels. In contrast, compliance develops a routine that helps patients follow a diet schedule. Family is one of the supporting factors to achieve the success of dietary compliance for DM patients. Family support is expected to help patients feel happy, raise their confidence in dealing with their illness and be eager to maintain their glucose levels. The method used in this literature review is a narrative review. The study to determine the appropriate interventions in regulating blood sugar in families with Type 2 Diabetes patients through diet management and which could be implemented within the family. The database used electronic data sources, namely PubMed, ScienceDirect and Sage Journal. In the article search results, there were ten journals as a result. The study results show that diet management in type 2 DM can reduce blood glucose levels. This intervention is considered effective in preventing and treating type 2 DM because it can help patients regulate their diet and daily nutritional intake. The recommended nutritional therapy of diabetic patients' dietary pattern includes a balanced nutritional calculation from carbohydrates, fruits, vegetables, whole grains, nuts, and low-fat milk is. Regulation of carbohydrate counts, total calories, carbohydrate exchange or experience-based estimation remains the primary strategy in achieving glycemic control. Abstrak: Kepatuhan diet pada penderita diabetes melitus sangat berperan penting untuk menstabilkan kadar glukosa darah, sedangkan kepatuhan itu sendiri merupakan suatu hal yang penting untuk dapat mengembangkan rutinitas yang membantu  penderita diabetes melitus dalam mengikuti jadwal diet. Untuk mencapai keberhasilan penderita diabetes melitus dalam menjalankan kepatuhan diet, salah satunya dengan faktor pendukung yaitu keluarga, dengan adanya dukungan dari keluarga diharapkan penderita akan merasa senang karena dengan dukungan tersebut akan menimbulkan kepercayaan dirinya dalam menghadapi penyakitnya dan bersemangat untuk menjaga kadar glukosanya. Metode yang digunakan dalam penulisan literature review ini adalah narrative review. Tujuan penelitian untuk mengetahui intervensi yang applicable dalam mengatur gula darah pada keluarga dengan diabet Tipe 2 melalui manajemen diet dan dapat diimplementasikan dalam lingkup keluarga. Pencarian data menggunakan sumber data elektronik yaitu PubMed, Sciencedirect dan Sage Journal, kemudian ditemukan dari pencarian itu ada 10 jurnal. Manajemen diet pada penderita diabetes mellitus tipe 2 untuk menurunkan kadar gula dalam darah. Intervensi ini dipandang efektif sebagai pencegahan dan pengobatan terhadap diabetes mellitus tipe 2 karena dapat membantu pasien untuk mengatur pola makan dan asupan nutrisi sehari - hari. Pola diet yang dilakukan mencakup perhitungan nutrisi yang seimbang berasal dari karbohidrat, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang- kacangan, dan susu rendah lemak dianjurkan dalam terapi gizi pasien diabetes. Pengaturan jumlah karbohidrat, total kalori, pertukaran jenis karbohidrat atau estimasi berbasis pengalaman, tetap menjadi strategi utama dalam mencapai kontrol glikemia
Peran Pendidikan dan Promosi Kesehatan untuk Peningkatan Kesadaran Vaksinasi di Masa Pandemi Covid-19 Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin; Bambang Aditya Nugraha; Devi Nurrahmawati
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 11 (2023): Volume 6 No 11 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i11.12422

Abstract

ABSTRAK Pemerintah mempercepat program vaksinasi COVID-19 kepada seluruh rakyat Indonesia dalam rangka penanggulangan COVID-19 di Indonesia. Dalam dua tahap pada periode I sebanyak 3 juta vaksin Sinovac telah didatangkan pemerintah Indonesia hal ini berlangsung dari Januari sampai dengan April 2021. Tahap pertama diberikan untuk tenaga Kesehatan sebanyak 1,3 juta. Tahap kedua diberikan kepada petugas publik yang tidak bisa menjaga jarak sebanyak 17,4 juta dan sebanyak 21,5 juta untuk lansia. Periode II dari bulan April 2021 sampai Maret 2022 atau sekitar 11 bulan yang juga dibagi menjadi dua tahap (tahap III dan tahap IV). Pada Tahap III, dengan risiko penularan yang tinggi diberikan vaksinasi sebanyak 63,9 juta kepada masyarakat. Tahap IV dengan pendekatan klaster sesuai jumlah adanya vaksin diberikan 77,4 juta vaksinasi kepada masyarakat. Tujuan dari Pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam upaya pencegahan penyabaran COVID-19 melalui pendekatan promosi kesehatan tentang vaksinasi COVID-19. Metode yang akan digunakan dalam melakukan pendidikan dan promosi kesehatan terhadap masyarakat ini yaitu menggunakan metode massa. Penyampaian metode ini menggunakan sosial media berupa instagram dimana didalamnya terdapat materi yang disampaikan dalam bentuk poster, video, dan infografis. Hasil, Berdasarkan   survey yang sudah dilakukan melalui instagram didapatkan  beberapa  hasil.  Dari  seluruh  pertanyaan  yang  diajukan jawaban dari audiens terhadap jawaban yang benar di atas 70% baik itu pre- test maupun post-test. Artinya, para audiens telah memiliki pengetahuan yang baik atas pertanyaan yang diberikan. Sebelum diberikannya materi terdapat 6% dari total audiens yang menganggap vaksinasi itu tidak penting. Namun, setelah pemberian materi sebanyak 100% audiens menjawab bahwa vaksinasi itu penting. Menurut 58% audiens, masyarakat indonesia masih banyak yang belum melakukan vaksinasi. Kesimpulan Berdasarkan dari hasil dan pembahasan data survei, penulis dapat mengambil kesimpulan dari pendidikan dan promosi kesehatan yang telah kami lakukan melalui platform Instagram ini bahwa dari pre-test yang telah dilakukan hasilnya menunjukan mayoritas audiens sudah memiliki pengetahuan terkait vaksinasi namun tidak secara mendalam mengenai pengertian dari vaksin COVID-19, jenis-jenis dan cara kerja setiap vaksin, keefektifan dan perbedaan dari setiap jenis vaksin COVID-19. Kata Kunci: Promosi Kesehatan, Vaksinasi, Pandemi, Covid-19  ABSTRACT The government is accelerating the COVID-19 vaccination program for all Indonesians in the context of tackling COVID-19 in Indonesia. In two phases in period I, as many as 3 million Sinovac vaccines have been imported by the Indonesian government, this will take place from January to April 2021. The first phase was given to 1.3 million health workers. The second phase was given to public officials who could not maintain distance as many as 17.4 million and as many as 21.5 million for the elderly. Period II from April 2021 to March 2022 or about 11 months which is also divided into two stages (phase III and phase IV). In Phase III, 63.9 million people were vaccinated with a high risk of transmission. Phase IV with a cluster approach according to the number of vaccines given 77.4 million vaccinations to the community. he purpose of this community service is to increase knowledge and understanding in efforts to prevent the spread of COVID-19 through a health promotion approach about COVID-19 vaccination. The method that will be used in conducting education and health promotion to the community is using the mass method. The delivery of this method uses social media in the form of Instagram where there is material delivered in the form of posters, videos, and infographics. Results, Based on surveys that have been conducted through Instagram, several results were obtained.  Of all the questions asked, answers from the audience to the correct answers are above 70%, both pre-test and post-test. That is, the audience already has a good knowledge of the questions given. Before the material was given, there were 6% of the total audience who considered vaccination unimportant. However, after giving the material as much as 100% of the audience answered that vaccination is important. According to 58% of the audience, there are still many Indonesians who have not vaccinated. Conclusion Based on the results and discussion of survey data, the author can conclude from the education and health promotion that we have done through this Instagram platform that from the pre-test that has been carried out the results show that the majority of the audience already has knowledge related to vaccination but not in depth about the understanding of the COVID-19 vaccine, the types and how each vaccine works, the effectiveness and differences of each type of COVID-19 vaccine.    Keywords: Health Promotion, Vaccination, Pandemic, Covid-19
Pendidikan Kesehatan Konsep“Sadulur” (Stop dan Cegah Diabetes Yuk Lur) Sandra Pebrianti; Nursiswati Nursiswati; Ghifani Sifa Azahra; Naomi Sella Aprilia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 12 (2023): Volume 6 No 12 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i12.12654

Abstract

ABSTRAK Penyakit DM ini selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Menurut data statistik World Health Organization (WHO) secara global menyatakan pada tahun 2015 prevalensi DM mengalami peningkatan empat kali lipat dibandingkan tahun 1980 sebesar 415 juta orang. Pada tahun 2012 DM menjadi salah satu penyakit yang mengakibatkan kematian 3,7 juta orang di dunia. Angka kematian yang disebabkan oleh DM sering dialami sebelum usia 70 tahun. International Diabetes Federation    (IDF), (2015) memperkirakan angka prevalensi DM akan terus meningkat menjadi 642 di tahun 2040 mendatang. DM jika tidak ditangani dengan baik dapat mengakibatkan berbagai komplikasi pada bagian tubuh yang lain. Komplikasi jangka panjang yang dapat ditimbulkan diantaranya stroke, gagal jantung, nefropati, retinopati dan neuropati. Tujuan dari pendidikan kesehatan adalah mengubah perilaku yang tidak sehat menjadi sehat baik pada individu, kelompok, dan masyarakat terkait dengan DM. Metode pengabdian menggunakan Pendidikan Kesehatan dengan topik Pencegahan diabetes melitus, Metode yang dilaksnakan pada pelaksanaan edukasi adalah ceramah, tanya jawab dan menonton video. Evaluasi dilakukan melalui evaluasi koognitif (pre dan post test) meliputi sepuluh pertanyaan multiple choise dengan empat opsi jawaban. Hasil: pendidikan kesehatan ini dihadiri oleh 32 peserta. Peserta terbanyak pada usia 22-23 tahun sebanyak 62,5%, lalu diikuti usia 19-20 tahun sebanyak 28,1%. Lalu didapatkan usia 24-26 tahun sebanyak 9,3%. Secara umum kegiatan berlangsung dengan lancar sesuai harapan. Keberhasilan program pendidikan kesehatan mengenai konsep “Sadulur” (Stop dan Cegah Diabetes Yuk Lur) melalui kegiatan mini webinar ini dihadiri oleh 32 peserta. Keberhasilan kegiatan ini dapat dilihat dari antusias peserta dalam sesi tanya jawab dan hasil Pre-Test dan nilai Post-Test yang telah diisi oleh peserta kegiatan sebelum dan setelah kegiatan dilaksanakan. Kesimpulan, dapat disimpulkan salah satu indikator keberhasilan webinar yaitu kehadiran peserta webinar dengan jumlah minimal 32 peserta sudah tercapai. karena melebihi batas minimal peserta yaitu 30 partisipan. Peserta tampak aktif mengikuti kegiatan webinar terlihat ditunjukkan dengan aktifnya peserta memberikan pertanyaan mengenai materi yang telah dipaparkan. Kata Kunci: Konsep Sadulur, Pendidikan Kesehatan, Diabetes Melitus, Pencegahan   ABSTRACT DM disease always increases every year. According to World Health Organization (WHO) statistics globally, in 2015 the prevalence of DM quadrupled compared to 1980 of 415 million people. In 2012 DM became one of the diseases that resulted in the death of 3.7 million people in the world. Death rates caused by DM are often experienced before the age of 70 years. The International Diabetes Federation (IDF), (2015) estimates that the prevalence rate of DM will continue to increase to 642 in 2040. DM if not treated properly can lead to various complications in other parts of the body. Long-term complications that can be caused include stroke, heart failure, nephropathy, retinopathy and neuropathy. The goal of health education is to change unhealthy behaviors into healthy ones in individuals, groups, and communities related to DM. The service method uses Health Education with the topic of Diabetes mellitus prevention, The methods applied in the implementation of education are lectures, questions and answers and watching videos. Results: 32 participants attended this health education. Most participants were aged 22-23 with 62.5%, followed by aged 19-20 with 28.1%. Then the age of 24-26 was achieved with 9.3%. Generally, the activity went smoothly as expected. The success of the health education program on the concept of “Sadulur” (stop and prevent diabetes Yuk lur) through this mini webinar activity was attended by 32 participants. Success of this activity can be seen from the enthusiasm of the participants in the question-and-answer session and the results of Pre-Test and Post-Tests that have been filled by the participants of the activity before and after the activity is carried out. In conclusion, one of the indicators of webinar success is the presence of at least 32 participants. Because it exceeds the minimum limit of 30 participants. Participants who appear to be following the webinar activities are shown to be actively asking questions about the material that has been displayed. Keywords: Sadulur Concept, Health Education, Diabetes Mellitus, Prevention
Co-Authors Afrilia, Ghea Aghnia, Nuraulia Alviani, Eka Turjanah Amalia, Fany Amalia, Selly Nurhasanah Amira, Iceu Andry Tanta Pramudya Arhustia, Hesti Dina Arifin, Hidayat Arisunyoto, Wisnu Ayu Prawesti Priambodo Ayuningsih, Risna Azizah, Levina Azwadina, Aliffa Bambang Aditya Nugraha Cahyani, Eka Maulidya Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dhiya Roihana Diva Jogina Diyah Setyorini Eka Afrima Sari, Eka Afrima Eka Turjanah Alviani Etika Emaliyawati Fadilah, Tria Nurhayyu Fanny Adistie Faturrahman, Reza Rizkika Fazriyyah, Yuni Fuji Ghifani Sifa Azahra Gusgus Ghraha Ramdhanie Handayani, Eriska Nur Harun, Hasniatisari Hayati, Amelia Hendrawati Hendrawati Herman, Regina Hesti Platini Hikmat, Rohman Indah Wahyuni Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana, Indra Iqbal Pramukti Iwan Shalahuddin Karina, Grashiva Karwati, Karwati Khairunnisa, Nisrina Kosim K Kosim Kosim Kosim Kosim Kusman Ibrahim Malfa Laila Pratidina Mamat Lukman, Mamat Margianti, Dina Melati, Azalia Merdekawati, Rahayu Mufaj, Elda Nurfadila Muhammad Ramdhani, Muhammad Mujahidah, Shafira Aulia Mulyana, Aep Maulid Naomi Sella Aprilia neng yulia maudi Nina Sumarni Novia Rahmawati Nugraha Firdaus Nur'aeni, Aan Nur'aeni, Nabyla Nur'aeni Nuraeni, Fauziah Nurjanah, Ismirani Nurohmah, Indah Syaidah Nurrofikoh, Malihatunnisa Nursalma, Aisyah Nursiswati Nursiswati Nurul Azmi Fauziyah Putri, Nabila Aulia Rahmat, Dadang Rahmawati, Lidya Riskyani, Umy Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti, Ristina Rusmana, Hera Prafitri Salsabella, Edellweisse Silvia Salwa, Sayyidah Santi Rukminita Anggraeni, Santi Rukminita Sastianingsih, Siska Sejati, Femmy Selly Nurhasanah Amalia Siti Nurjanah Siti Rosita Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yulipah Agustini Sopia Marlina Sri Hartati Pratiwi Sri, Septiani Sulaeman, Nadila Afifah Sulastini Sulastini, Sulastini Tanjung, Rifani Theresia Eriyani Tina Lestari Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Udin Rosidin Upit Pitriani Urip Rahayu, Urip Wati, Putri Wikeu Nopianti