Claim Missing Document
Check
Articles

AKTIVITAS FISIK PASIEN HIPERTENSI: Indonesia neng yulia maudi; Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 8 No. 1 (2021): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.209 KB) | DOI: 10.33867/jka.v8i1.239

Abstract

Aktivitas fisik termasuk manajemen nonfarmakologi yang dapat memengaruhi tekanandarah. Kurang aktivitas fisik menyebabkan tekanan darah selalu tinggi melebihi rentangnilai normal 130/90 mmHg, jika dalam waktu lama akan berisiko komplikasi. Tekanandarah penderita hipertensi minimal dapat dikendalikan dengan melakukan aktivitasfisik sehingga dapat mencegah komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimana gambaran aktivitas fisik pasien hipertensi.Penelitian ini merupakan penelitiandeskriptif kuantitatif. Sampel sebanyak 99 penderita hipertensi tanpa komplikasi,ditetapkan dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan denganmenggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAC) yangmerupakan kuesioner baku dengan 27 pertanyaan dan nilai uji validitas r hitung (0,444)> r tabel (0,361) serta Cronbach alpha 0,713 menyatakan reabilitas. Hasil penelitiandianalisis menggunakan analisa univariat, disajikan dalam bentuk tabel distribusifrekuensi. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden melakukan aktivitasfisik sedang dengan presentase (62,6%). Responden yang termasuk aktivitas fisik berat(28,3%), dan sebagian kecil termasuk aktivitas fisik ringan (9,1%). Aktivitas fisik beradapada kategori sedang dan berat tetapi masih ada sebagian kecil yang termasuk aktivitasfisik ringan. Hal ini perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut oleh pihak puskesmas sepertimeningkatkan Program Posbindu melalui penyuluhan, pelaksanaan aktivitas fisik khususpenderita hipertensi.
Efek Samping Pengobatan Pada Pasien Tuberkulosis Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra; Kosim, Kosim; Maulana, Indra
Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah Vol. 10 No. 2 (2023): Jurnal Keperawatan 'Aisyiyah
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jka.v10i2.465

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru masih menjadi salah satu sepuluh penyakit mematikan di dunia.Meskipun strategi pencegahan dan pengendalian tuberkulosis paru yang direkomendasikantelah diterapkan, namun masih banyak pasien yang gagal menyelesaikan pengobatan obatanti tuberkulosis karena berbagai faktor termasuk keluhan efek samping yang dirasakan.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efek samping pengobatan yang di alamipenderita TB Paru. Metode penelitian ini adalah desain studi observational deskriptifdengan desain kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah pasien TB Paru dalam masapengobatan, sampel sebanyak 61 responden. Hasil penelitian menunjukan bahwa efeksamping yang di alami yaitu terdapat 13 keluhan yang muncul, keluhan terbanyak padapenelitian ini adalah Mual (55.74%). Pada kasus TB Paru dewasa lanjut memerlukanpenanganan khusus. Selanjutnya, penelitian ini dapat dijadikan rekomendasi perlunyapemantauan oleh perawat pada penderita TB Paru terhadap efek samping yang mungkindialami
Intervensi Non-Farmakologis pada Pasien dengan Sindroma Kelelahan Kronis: Literature Review Bambang Aditya Nugraha; Sulastini; Sandra Pebrianti; Iwan Shalahuddin
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2023): PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/c3j0cc94

Abstract

Introduction: Fatigue in Chronic Fatigue Syndrome (CFS) can reduce productivity and quality of life. Thus, it becomes important to identify non-pharmacological interventions to overcome fatigue in patients with CFS. Purpuse: identify non-pharmacological interventions in patients with chronic fatigue syndrome. Methods: This research is a narrative review. The literature sources used in the article search process include Science Direct, Springer Link and PubMed in the last 9 (nine) years (2014-2023). Article searches were carried out using English, namely ((chronic fatigue syndrome) AND (intervention)) AND (non-pharmacologic)). The inclusion criteria used in this literature review include full-text articles, articles in English, the year the article was published in the last 9 years (2014-2023) with a randomized control trial research design. Result: a total of 5 articles that matched the search focus, 2 articles from the Science Direct database, 1 article from Springer Link and 2 articles from PubMed. Conclusion: direct and indirect moxibustion, cupping, acupuncture, physical exercise have the potential to reduce fatigue in patients experiencing chronic fatigue syndrome. Health workers are expected to carry out further research regarding the application of non-pharmacological interventions found in this research to be applied in their respective contexts and settings.
Collaborative Nursing Interventions in Geriatric Patients with Adrenal Crisis and Blood Glucose Fluctuations: A Case Report Amelia, Iftikar Salma; Pebrianti, Sandra; Pahria, Tuti
Journal of Nursing Care Vol 8, No 3 (2025): Journal of Nursing care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v8i3.64310

Abstract

Adrenal crisis is an endocrine emergency condition, with one of its clinical manifestations being hypoglycemia. To date, its management focuses on the administration of corticosteroid therapy primarily hydrocortisone as the first-line treatment alongside glucose administration. This study aims to observe and report blood glucose levels, hemodynamic status, and multidisciplinary collaboration in the administration of corticosteroids, as a collaborative intervention in stabilizing blood glucose. This case study was conducted on a 70 years old geriatric patient who experienced an adrenal crisis due to the sudden discontinuation of long-term steroid therapy without a doctor's prescription. Data were collected over five days through patient interviews, family reports, and medical records. The patient experienced severe hypoglycemia despite receiving parenteral glucose. Following the administration of dexamethasone, the patient's blood glucose levels improved and began to stabilize. Dexamethasone proved effective as an alternative initial therapy for adrenal crisis when hydrocortisone was unavailable or the diagnosis is not yet confirmed. Nurses played a vital role in the early recognition of adrenal crisis signs, monitoring of blood glucose levels and hemodynamic parameters. Education for the family is essential, considering the dependency of geriatric patients on caregivers in managing daily health needs. Multidisciplinary collaborative management and educational support are key to successful care in geriatric patients with adrenal crisis.
Gambaran Kualitas Tidur Korban Bencana Gempa Bumi Cianjur Gumelar, Heru Gugum; Rahayu, Urip; Pebrianti, Sandra
Medical-Surgical Journal of Nursing Research Vol. 4 No. 2 (2025): (in collaboration with STIKep PPNI Jawa Barat) Medical-Surgical Journal of Nurs
Publisher : Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI) Regional Jawa Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70331/jpkmb.v4i2.61

Abstract

Latar Belakang : Bencana gempa bumi di Cianjur menjadi kejadian bencana yang traumatik bagi korban sehingga dapat menimbulkan dampak psikologis, yaitu gangguan kualitas tidur. Terganggunya kualitas tidur dapat mengganggu aktivitas di siang hari dan mengakibatkan penurunan kesehatan individu. Metode : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas tidur korban bencana gempa bumi di Cianjur. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 154 orang korban bencana gempa bumi di wilayah Desa Mangunkerta, Cianjur. Sampel yang diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan kusioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis univariat digunakan dengan hasil distribusi dan frekuensi. Hasil didapat bahwa korban bencana gempa bumi di Desa Mangunkerta, Cianjur memiliki kualitas tidur dalam kategori buruk (65,7%). Global PSQI rata-rata 8,17 dengan dimensi tidur yang paling berkontribusi dalam masalah ini adalah dimensi gangguan tidur yang dialami satu atau dua kali dalam seminggu. Adapun pada dimensi tidur lainnya, yaitu kualitas tidur subjektif dengan responden merasa kualitas tidur yang sangat baik, latensi tidur dengan tidak dapat tertidur dalam waktu 30 menit kurang dari sekali dalam seminggu, durasi tidur selama 6-7 jam setiap harinya, efisiensi tidur 74-84%, rata-rata responden mengkonsumsi obat kurang dari sekali dalam seminggu, dan sering terjadi disfungsi siang hari. Kesimpulan : gambaran kualitas tidur pada korban bencana gempa bumi Cianjur di Desa Mangunkerta dalam kategori buruk. Penelitian selanjutnya dapat meneliti lebih lanjut mengenai hal yang dapat mengatasi gangguan pada tidur yang dapat berpengaruh terhadap kualitas tidur korban bencana.
INTERVENSI ELEVASI KEPALA 30o PADA PASIEN PASCA OPERASI CRANIOTOMY SOL MENINGIOMA AREA FRONTALIS DENGAN CHARLES BONNET SYNDROME (CBS) DAN RIWAYAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI: CASE REPORT Triesna, Meuthia Saulikha; Pebrianti, Sandra; Nursiswati, Nursiswati
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2390

Abstract

Meningioma is an intracranial tumor of unknown etiology; however, progesterone is considered a hormonal factor associated with its incidence. Clinical manifestations include psychosis depending on the tumor location, with distinct symptoms such as the emergence of Charles Bonnet Syndrome (CBS). Additionally, Increased Intracranial Pressure (IICP) is a recurrent complication of craniotomy procedures. IICP poses a risk of cerebellar herniation, which can lead to decreased consciousness and respiratory arrest; therefore, intracranial management is crucial. One management strategy is 30° head elevation. This study aims to describe the application of a 30° head elevation intervention for decreased adaptive intracranial capacity in patient post-craniotomy for Space Occupying Lesion (SOL) Meningioma. This study utilized a case report design conducted in May 2023 at RSUD Sumedang. The results indicate that elevating the head above heart level facilitates venous return from the brain to the heart and helps activate the parasympathetic nervous system, which regulates bodily functions during rest. This maximizes patient relaxation, resulting in improved cerebral tissue perfusion, adequate oxygenation status, reduced headache, resolution of nausea and vomiting, and stable blood pressure. The 30° head elevation intervention is recommended as a non-pharmacological approach to address decreased adaptive     1     intracranial capacity, ensuring adequate cerebral blood circulation.
Dukungan Perawat untuk Gejala Pasien Kanker dan Beban Pengasuh: Sebuah Scoping Review Platini, Hesti; Pebrianti, Sandra; Nugraha, Bambang Aditya; Purnama, Martia Dewi; Budhiaji, Purbayanty
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 3 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.3.329-336

Abstract

Pasien kanker umumnya mengalami gejala multidimensi termasuk nyeri, kelelahan, mual, dispnea, kecemasan, dan depresi. Pada saat yang sama, pengasuh informal menghadapi beban fisik, emosional, sosial, dan ekonomi akibat tanggung jawab pengasuhan.. Perawat memainkan peran penting dalam manajemen gejala dan dalam mendukung pengasuh di sepanjang perjalanan perawatan kanker. Tujuan Scoping review ini untuk memetakan bukti yang ada mengenai dukungan keperawatan untuk manajemen gejala pada pasien kanker dan menjelaskan bagaimana intervensi tersebut memengaruhi beban pengasuh. Desain penelitian ini yaitu scoping review. dilakukan menggunakan kerangka kerja Arksey dan O’Malley. Studi diidentifikasi dari basis data utama dan disintesis menggunakan analisis tematik. Pencarian artikel menggunakan empat basis data yaitu EBSCO, science direct, Scopus dan mesin pencari Google Scholar. Hasil: Lima tema utama muncul: (1) asesmen gejala yang dipimpin perawat dan intervensi klinis; (2) dukungan psikososial dan emosional; (3) edukasi pasien dan pengasuh untuk manajemen diri; (4) intervensi keperawatan khusus pengasuh; dan (5) dukungan keperawatan berbasis digital dan telehealth. Bukti menunjukkan bahwa intervensi keperawatan dapat secara efektif mengurangi keparahan gejala pada pasien kanker dan secara substansial meringankan beban pengasuh.Kata Kunci: beban, kanker, dukungan, pengasuh, perawat
Aksi sosial petualangan rasa: menjelajahi dunia makanan bergizi untuk tumbuh kembang pada anak sekolah dasar Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Sandra Pebrianti
PROMOTIF: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): PROMOTIF: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um075v5i12025p63-76

Abstract

Permasalahan gizi seimbang menjadi hambatan utama dalam upaya peningkatan ketahanan pangan karena dapat mengurangi efisiensi pemanfaatan pangan dan menurunkan kualitas sumber daya manusia. Untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkualitas, dibutuhkan pendekatan holistik yang tidak hanya memastikan ketersediaan pangan, tetapi juga meningkatkan akses, pemanfaatan, dan keberlanjutan pangan bergizi bagi masyarakat khususnya pada anak. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pola makan gizi seimbang yang baik untuk kesehatan dan tercegah dari berbagai penyakit. Melalui pendekatan ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Hasil didapatkan adanya perubahan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap gizi seimbang untuk memperoleh tumbuh kembang yang optimal. Makanan bergizi memegang peranan penting dalam mendukung tumbuh kembang anak usia sekolah dasar, baik secara fisik, kognitif, maupun emosional. Rekomendasi untuk Guru dan sekolah, diharapkan mengadakan program edukasi gizi seperti Hari Makan Sehat atau Kantin Sehat untuk mempromosikan kebiasaan makan bergizi.
Co-Authors Afrilia, Ghea Aghnia, Nuraulia Alviani, Eka Turjanah Amalia, Fany Amalia, Selly Nurhasanah Amelia Hayati Amelia, Iftikar Salma Andry Tanta Pramudya Arhustia, Hesti Dina Arifin, Hidayat Arisunyoto, Wisnu Ayuningsih, Risna Azizah, Levina Azwadina, Aliffa Bambang Aditya Nugraha Budhiaji, Purbayanty Cahyani, Eka Maulidya Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dhiya Roihana Diva Jogina Diyah Setyorini Eka Afrima Sari Eka Turjanah Alviani ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Etika Emaliyawati Fadilah, Tria Nurhayyu Fanny Adistie Faturrahman, Reza Rizkika Fazriyyah, Yuni Fuji Ghifani Sifa Azahra Gumelar, Heru Gugum Gusgus Ghraha Ramdhanie Handayani, Eriska Nur Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Herman, Regina Hesti Platini Hikmat, Rohman Iceu Amira D.A Indah Wahyuni Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahuddin Karina, Grashiva Karwati, Karwati Khairunnisa, Nisrina Kosim K Kosim Kosim Kusman Ibrahim Malfa Laila Pratidina Mamat Lukman Margianti, Dina Melati, Azalia Merdekawati, Rahayu Mufaj, Elda Nurfadila Muhammad Ramdhani, Muhammad Mujahidah, Shafira Aulia Mulyana, Aep Maulid Naomi Sella Aprilia neng yulia maudi Nina Sumarni Novia Rahmawati Nugraha Firdaus Nur'aeni, Nabyla Nur'aeni Nuraeni, Fauziah Nurjanah, Ismirani Nurohmah, Indah Syaidah Nurrofikoh, Malihatunnisa Nursalma, Aisyah Nursiswati Nurul Azmi Fauziyah Nur’aeni, Aan Priambodo, Ayu Prawesti Purnama, Martia Dewi Putri, Nabila Aulia Rahmat, Dadang Rahmawati, Lidya Riskyani, Umy Ristina Mirwanti Ristina Mirwanti, Ristina Rusmana, Hera Prafitri Salsabella, Edellweisse Silvia Salwa, Sayyidah Santi Rukminita Anggraeni Sastianingsih, Siska Sejati, Femmy Selly Nurhasanah Amalia Siti Nurjanah Siti Rosita Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yulipah Agustini Sopia Marlina Sri Hartati Pratiwi Sri, Septiani Sulaeman, Nadila Afifah Sulastini Sulastini, Sulastini Tanjung, Rifani Theresia Eriyani Tina Lestari Titis Kurniawan Titis Kurniawan Triesna, Meuthia Saulikha Tuti Pahria Udin Rosidin Upit Pitriani Wati, Putri Wikeu Nopianti