Claim Missing Document
Check
Articles

IMPACT OF ORAL HYGIENE INTERVENTIONS ON STROKE PATIENTS: RAPID REVIEW Eriyani, Theresia; Shalahuddin, Iwan; Pebrianti, Sandra; Maulana, Indra
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 4: Desember 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i4.2378

Abstract

Background:Stroke can occur when there is an obstruction to the blood supply to the brain or when there is bleeding in a blood vessel in the brain. Stroke results in decreased neurological function, with clinical consequences depending on the degree of neurological damage. Post-stroke health problems may be exacerbated by poor oral hygiene. Poor oral hygiene results in the accumulation of bacteria in the oral cavity which allows these bacteria to enter the trachea. The purpose of this study was to determine the various oral hygiene interventions that can be carried out and their impact on the health status of stroke patients. Methods: This study uses a rapid review system where after obtaining articles from four databases, articles will be selected and assessed based on inclusion criteria, then a feasibility evaluation is carried out using The Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Results: After searching and analyzing, there were 6 articles that were judged to meet the criteria. From these 6 articles, there are 6 oral hygiene interventions that can be performed on stroke patients. Conclusion: The six interventions can have an effect on oral health status such as decreasing PI, GI, Candida colonization, oral hygiene, bleeding gums and preventing the occurrence of SAP (Stroke-Associated Pneumonia)
Description of Cognitive Function in Type 2 Diabetes Mellitus Patients Handayani, Eriska Nur; Pebrianti, Sandra; Sumarni, Nina
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 5 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i5.3648

Abstract

Cognitive dysfunction is one of the complications of type 2 DM caused by insulin resistance, hyperglycemia, and hypoglycemia. Cognitive impairment in patients results in problems with memory, psychomotor speed, and frontal or executive lobe function. It affects patients' ability to manage self-care, including blood glucose monitoring and foot care. This study aims to identify the cognitive function of patients with type 2 DM. The research used descriptive design with quantitative methods and purposive sampling techniques. The population in this study was 46 patients with type 2 DM in RSUD Sumedang with a sample of 41 people. The instrument used is MoCA-INA to measure the cognitive function of patients with type 2 DM. Data analysis used univariate and frequency distribution The results of the study showed that type 2 DM patients had mild cognitive impairment of 26 (63.4%), severe cognitive impairments of 9 (22.0%), and normal cognitive function of 6 (14.6%). Cognitive impairment in diabetic patients has the potential to affect self-care management, so if not properly maintained, it can worsen the condition of diabetes patients and even lead to death. Therefore, nursing care should enhance education regarding cognitive impairments, regular monitoring and assistance, as well as the use of technology to remind patients of the timing of treatment and self-care.
MANAJEMEN SESAK PADA PASIEN CONGESTIVE HEART FAILURE (CHF) DENGAN EFUSI PLEURA: CASE REPORT Sastianingsih, Siska; Sari, Eka Afrima; Pebrianti, Sandra
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2297

Abstract

Congestive Heart Failure (CHF) adalah kondisi dimana terjadinya kegagalan pada jantung kanan dan kiri. CHF ditandai dengan adanya kelebihan cairan atau perfusi jaringan salah satunya adalah efusi pleura. Efusi pleura diakibatkan karena adanya peningkatan tekanan vena sistemik dan tekanan kapiler paru, hal tersebut membuat aliran oksigen ke jaringan tubuh menjadi berkurang dan menyebabkan tubuh mengalami desaturasi yang ditandai dengan menurunnya tingkat saturasi oksigen dalam tubuh dan timbul sesak sebagai respon tubuh. Pasien dalam penelitian ini berusia 43 tahun dan merupakan ibu rumah tangga. Pasien datang dengan keluhan sesak ditandai dengan frekuensi napas 24x/menit dan penurunan saturasi 94%. Kondisi sesak napas yang tidak teratasi dapat menimbulkan gangguan kenyamanan pada pasien dan mengganggu aktivitas sehari-hari, selain itu pasien mempunyai riwayat hipertensi yang tidak terkontrol yang menjadi salah satu faktor risiko terjadinya CHF. Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran intervensi manajemen sesak pada pasien CHF dengan efusi pleura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah case report melalui proses asuhan keperawatan secara komprehensif untuk manajemen sesak. Adapun intervensi yang dilakukan untuk mengatasi sesak adalah dengan pemantauan status pernapasan, pemberian posisi semifowler dan lateral kanan serta kolaborasi pemberian terapi oksigen. Evaluasi didapatkan frekuensi napas dalam rentang normal dan reguler, terdapat peningkatan saturasi oksigen, tidak terdapat penggunaan otot napas tambahan, pasien mengatakan sesak berkurang dan terdapat penurunan skala sesak dari skala 4 menjadi skala 2. Pada pasien ini, manajemen sesak berupa pemantauan status pernapasan, pemberian posisi semifowler dan lateral kanan serta kolaborasi pemberian oksigen dapat mengurangi sesak pada pasien CHF dengan efusi pleura.
PENGELOLAAN PADA PASIEN DM TIPE 2 DENGAN LUKA ABSES DI LABIO SUPERIOR SINISTRA : LAPORAN KASUS Alviani, Eka Turjanah; Pebrianti, Sandra; Kurniawan, Titis
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i2.2320

Abstract

Tingginya kadar glukosa darah menyebabkan tubuh mengalami penurunan sistem imunitas sehingga terjadi gangguan pada skin barrier serta vaskularisasi yang buruk. Penyebaran abses pada daerah rongga mulut diakibatkan dari tingginya virulensi bakteri yang bisa berkembang secara luas ke segala arah, ketahanan jaringan yang lemah dan rusak serta kadar glukosa yang tidak terkontrol. Dan sebaliknya respon inflamasi pada pasien dengan abses orofasial dapat menyebabkan hiperglikemia. Tujuan: Menjelaskan kasus mengenai intervensi pengelolaan pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan luka abses di labio superior sinistra. Metode: penelitian ini dimuat dalam bentuk Case Report. Dilaksanakan disalah satu Rumah Sakit Kabupaten Sumedang pada tanggal 21 – 25 Juni 2023. Subjek dalam penelitian ini seorang dengan masalah keperawatan ketidakstabilan kadar gula darah pada luka abses bibir kiri atas. Hasil: Hasil penelitian menunjukan setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 5 hari mengenai manajemen hiperglikemia dengan memonitor kadar glukosa darah bahwa gula darah masih mengalami ketidakstabilan. Untuk kondisi luka masih mengalami peradangan dan terdapat push, warna kulit merah muda. Kesimpulan: Peneliti menyimpulkan bahwa ketidakstabilan kadar glukosa bisa menyebabkan terhambatnya penyembuhan luka dan respon inflamasi akan membuat kadar glukosa darah meningkat sehingga penatalaksanaan nya harus dilakukan secara bersamaan serta factor kepatuhan pasien terhadap pengobatan sangat penting untuk diperhatikan.
PENGETAHUAN TENTANG PENGELOLAAN DIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 BESERTA FAKTOR – FAKTOR YANG BERKONTRIBUSI Fadilah, Tria Nurhayyu; Kurniawan, Titis; Pebrianti, Sandra
Jurnal Ilmiah Kesehatan Keperawatan Vol 19, No 2 (2023): JURNAL ILMIAH KESEHATAN KEPERAWATAN
Publisher : LPPM UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH GOMBONG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26753/jikk.v19i2.1100

Abstract

Diabetes melitus (DM) dikenal sebagai penyakit kronik yang menimbulkan banyak komplikasi. Pengetahuan merupakan kunci sukses manajemen diri dan pencegahan komplikasi terkait DM. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengetahuan pasien DM tipe 2 dalam menjalankan manajemen diri beserta faktor yang berkontribusi. Penelitian deskriptif correlational  ini melibatkan 188 DM tipe 2 yang ditentukan menggunakan teknik consecutive sampling. Kuesioner karakteristik responden, Diabetes Self-Care Knowledge Questionnaire (DSCKQ-30) digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini. Data dianalisis dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini lebih dari setengah responden pengetahuan dengan kategori rendah (55,3%) dan domain terendah berada pada domain kepatuhan manajemen diri. Pengetahuan yang rendah tersebut berhubungan dengan usia (p = 0,033, OR = 2,377, 95%CI = 2,296 – 2,459) pendidikan (p=0,001 OR = 1,856, 95%CI = 1,707 – 2,004), lama terdiagnosa DM (p= -0,034 OR = 95%CI =), riwayat edukasi (p=0,001, t = 3,071 OR = 5,820, 95%CI = 1,897 – 8,716). Pasien DM tipe 2 pada penelitian ini memiliki pengetahuan yang rendah dan cenderung dipengaruhi oleh usia, tingkat pendidikan, lama terdiagnosa DM, dan riwayat edukasi. Penting bagi pihak rumah sakit untuk meningkatkan upaya pengetahuan pasien DM tipe 2 terutama kepatuhan manajemen diri dengan memperhatikan faktor – faktor tersebut.
PENGUATAN KAPASITAS MASYARAKAT DALAM MENINGKATKAN IMUNITAS SELAMA PANDEMI COVID-19 Bambang Aditya Nugraha; Sulastini; Sandra Pebrianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 3 No 02 (2022): Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/ddk.v3i02.56

Abstract

Covid-19 is a disease caused by a corona virus that was first discovered in the province of Wuhan, the People's Republic of China and has become a global pandemic. The virus attacks the respiratory system and causes mild disturbances to death. The severity of the symptoms that appear is related to the state of immunity. The worse the immunity, the more susceptible to contracting Covid-19. In addition, individuals with poor immunity tend to experience severe manifestations of covid. Therefore, it is important to increase immunity during the Covid-19 pandemic. Efforts made to increase immunity include increasing community capacity through community service activities in the form of a webinar entitled "Tips to Increase Immunity During a Pandemic". There is a difference in the average value of the pre-test (83.79) and post-test (96.21) after the activity. As many as 66.7% of participants considered that the activity went very well. Thus, the webinar that was held was useful in increasing community capacity in increasing immunity during the co-19 pandemic. It is hoped that this activity will continue to be carried out at different targets in order to reduce the spread and transmission of Covid-19. 
PENINGKATAN KAPASITAS MASYARAKAT MENGENAI LUKA BAKAR MELALUI “JADIAN” (JAGA DIRI DAN LINGKUNGAN, YUK KENAL LEBIH DALAM TENTANG LUKA BAKAR) Sandra Pebrianti; Andry Tanta Pramudya; Bambang Aditya Nugraha
Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI Vol 4 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Masyarakat DEDIKASI
Publisher : LP4M STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/ddk.v4i01.68

Abstract

Background: Burns are a form of trauma that occurs as a result of human activities in the household, industry, traffic accidents, and natural disasters. There are people's habits that are not appropriate in handling first aid in cases of burns. It can be seen that the incidence of burns in the community is still quite high and the level of public knowledge about first aid for burns is still low. It is important to do health education to increase knowledge of the dangers of burns and first aid in accidents. Objective: The aim of this health education is to increase knowledge about burns and the ability to manage first aid in burn injuries. Sample: The target of this health education activity is the general public, especially risk groups, which are held online. Method; The method used in health education is lecture and question and answer. Results: Realization of solutions to prevent and provide appropriate care for burns independently at home can be done by providing health education regarding burn prevention and self-care at home after hospitalization so as not to exacerbate the condition of burns. This effort is one of the efforts to provide education to add insight and build public awareness regarding personal health, namely preventing burns and carrying out post-hospitalization independent care at home. Conclusion: Health education activities are one of the efforts to provide education to add insight and build awareness of personal health related to preventing burns and carrying out independent care after hospitalization at home.
Konsep dan Penerapan Intervensi Prehospital pada Stroke: Sebuah Tinjauan Pustaka Rahmawati, Novia; Pebrianti, Sandra; Nursiswati, Nursiswati
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 7 (2023): Volume 3 Nomor 7 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.884 KB) | DOI: 10.33024/mahesa.v3i7.10720

Abstract

ABSTRACT Stroke patients require immediate medical treatment before 4.5 hours to reduce the risk of death and disability. Stroke patients may experience impaired brain function caused by damage or death of brain tissue. Delay in treating stroke in patients can cause brain damage that appears more severe. Prehospital intervention can be an important initial treatment for stroke patients either while the patient is still at home or during the transfer process to the hospital. This literature review aims to determine the concept and application of prehospital interventions that can be given to stroke patients. This research is a literature review using the Pubmed database and the Google Scholar search engine. The English keywords used “stroke AND prehospital intervention OR emergency medical services OR EMS”. Meanwhile, the Indonesian keywords used “stroke AND intervensi prehospital OR emergency medical services OR EMS”. The results obtained were 19 full-text articles discussing prehospital stroke interventions with the year of publication 2012-2022. In conclusion, the prehospital aspect of stroke in Indonesia still needs development in terms of human resources and infrastructure in order to provide optimal service for patients who have had a stroke. Keywords: Emergency Medical Services, Mobile Stroke Unit, Prehospital, Stroke  ABSTRAK Pasien serangan stroke memerlukan penanganan medis segera sebelum 4,5 jam untuk mengurangi risiko kematian dan kecacatan. Pasien serangan stroke dapat mengalami gangguan fungsi otak yang disebabkan oleh adanya kerusakan atau kematian jaringan otak. Terlambatnya penanganan stroke pada pasien dapat menyebabkan kerusakan otak yang muncul semakin berat. Intervensi prehospital dapat menjadi upaya awal yang penting dilakukan untuk pasien stroke baik saat pasien masih di rumah atau saat proses transfer ke rumah sakit. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui konsep dan penerapan intervensi prehospital yang dapat diberikan kepada pasien stroke. Penelitian ini berupa tinjauan pustaka menggunakan database Pubmed dan search engine google scholar. Kata kunci bahasa Inggris yang digunakan adalah “stroke AND prehospital intervention OR emergency medical services OR EMS”. Sedangkan, kata kunci Bahasa Indonesia yang digunakan adalah “stroke AND intervensi prehospital OR emergency medical services OR EMS”. Hasil didapatkan terdapat 19 artikel full-text yang membahas mengenai intervensi prehospital stroke dengan tahun publikasi 2012-2022. Kesimpulannya, aspek prehospital stroke di Indonesia masih perlu pengembangan dari segi sumber daya manusia maupun infrastrukturnya agar dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi pasien yang mengalami serangan stroke. Kata Kunci: Emergency Medical Services, Mobile Stroke Unit, Prehospital, Stroke 
Perubahan Perbaikan Luka Abses DM Post Debridemen Selama Perawatan Luka dengan Octenidine Dihydrochloride : Laporan Kasus Rahmawati, Lidya; Pebrianti, Sandra; Platini, Hesti
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 8 (2023): Volume 3 Nomor 8 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i8.10951

Abstract

ABSTRACT Diabetes mellitus is a chronic disease caused by insulin resistance and can cause complications, one of which is an abscess. surgical debridement is the initial medical treatment for abscesses that cause injury. wound care is needed to speed up the healing process, reduce the risk of infection, and absorb wound fluid. Purpose of this paper is to find out how the development of the debridemen wound repair with diabetes on the left shoulder. Used was a case study in post-debridement diabetes patients with wound care using a moist NaCl  0.9% dressing and adding the topical drug octenidine dihydrochloride. wound repair was measured using the bates-jensen wound assessment tool (bwat). The treatment found the development of wound repair and a decrease in the bwat score by 6 points in 3 days of treatment. Wound care with NaCl 0.9% moist gauze with octenidine dihydrochloride wound healing process. wound care with this method can be an alternative choice in treating wounds in people with diabetes Keywords:  Abscess, Debridement, Diabetes Mellitus, Octenidine Dihydrochloride, Wound Care.  ABSTRAK Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang disebabkan oleh resistensi insulin dan dapat menimbulkan komplikasi salah satunya abses. debridemen bedah merupakan penatalaksanaan medis awal untuk mengatasi abses yang menyebabkan perlukaan. diperlukan perawatan luka untuk membantu mempercepat proses penyembuhan, mengurangi resiko infeksi, dan absorbsi cairan luka.Tujuan penulisan ini untuk mengetahui bagaimana perkembangan perbaikan luka debridemen pada bahu kiri pasien dengan diabetes. Metode yang digunakan yaitu analisis studi kasus pada pasien diabetes post debridemen dengan perawatan luka menggunakan balutan lembab NaCl 0,9 % yang dan ditambahkan obat topikal octenidine dihydrochloride (OCT) dengan perbaikan luka diukur dengan menggunakan bates-jensen wound assessment tool (BWAT). Hasil dari perawatan ditemukan perkembangan perbaikan luka dan penurunan skor BWAT sebesar 6 poin dalam 3 hari perawatan. Kesimpulan perawatan luka dengan balutan kasa lembab NaCl 0,9% dengan octenidine dihydrochloride (OCT) proses penyembuhan luka. Berdasarkan hal tersebut, perawatan luka dengan metode balutan lembab yang ditambahkan obat topikal dapat menjadi alternatif pilihan dalam melakukan perawatan luka pada penderita diabetes. Kata Kunci: Abses, Debridemen, Diabetes Melitus, Octenidine Dihydrochloride, Perawatan Luka.
Manajemen Haus Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Menggunakan Teknik Sipping Ice Pebrianti, Sandra; Shalahuddin, Iwan; Eriyani, Theresia
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 7 (2024): Volume 7 No 7 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i7.14834

Abstract

ABSTRAK Pembatasan konsumsi cairan pada pasien CKD mengakibatkan peningkatan frekuensi rasa haus bagi penderitanya. Diperlukan intervensi yang dapat menurunkan frekuensi rasa haus. Pendidikan kesehatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pasien dan atau keluarga pasien yang menderita CKD di Ruang Agate Bawah RSUD dr.Slamet Garut terkait manajemen rasa haus dengan teknik sipping ice sehingga frekuensi haus berkurang. Metode yang digunakan adalah ceramah dengan bantuan media poster yang dibagikan kepada masing-masing peserta. Tingkat pengetahuan peserta sebelum dan sesudah kegiatan diukur melalui nilai pre-test dan post-test yang dikategorikan baik, cukup baik, dan kurang baik. Dari hasil pendidikan kesehatan, dapat dilihat bahwa tingkat pengetahuan semua peserta meningkat (100%) secara signifikan. Oleh karena itu, kegiatan pendidikan kesehatan terkait intervensi yang efektif dan mudah diaplikasikan memang diperlukan sehingga pasien dan keluarga dapat menerapkannya juga secara mandiri bahkan ketika sedang tidak berada di fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan evaluasi edukasi menunjukkan hasil yang baik terkait peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan mengenai manajemen rasa haus dengan menggunakan teknik mengulum es batu (sipping ice cube). Diharapkan setelah dilakukannya pendidikan kesehatan ini keluarga dan pasien dapat menerapkan pengetahuan baru yang mereka terima. Kata Kunci: Manajemen Haus, CKD, Sipping Ice, Pasien  ABSTRACT Restriction of fluid consumption in CKD patients results in an increase in the frequency of thirst for sufferers. Interventions are needed that can reduce the frequency of thirst. This health education aims to increase the knowledge of patients and / or families of patients suffering from CKD in the Lower Agate Room of RSUD dr. Slamet Garut related to thirst management with sipping ice techniques so that the frequency of thirst is reduced. The method used is a lecture with the help of poster media that is distributed to each participant. The level of knowledge of participants before and after the activity was measured through pre-test and post-test scores which were categorized as good, quite good, and less good. From the results of health education, it can be seen that the level of knowledge of all participants increased (100%) significantly. Therefore, health education activities related to effective and easy-to-apply interventions are needed so that patients and families can implement them independently even when they are not in health care facilities. The conclusion of the educational evaluation showed good results related to increasing participants' knowledge after being given health education about thirst management using ice cube tapping techniques. It is hoped that after this health education, families and patients can apply the new knowledge they receive.      Keywords: Thirst Management, CKD, Sipping Ice, Patients
Co-Authors Aan Nur'aeni Afrilia, Ghea Aghnia, Nuraulia Agung, Rizki Nugraha Alviani, Eka Turjanah Amalia, Fany Amalia, Selly Nurhasanah Amelia Hayati Amelia, Iftikar Salma Andry Tanta Pramudya Arhustia, Hesti Dina Arifin, Hidayat Arisunyoto, Wisnu Ayuningsih, Risna Azizah, Levina Azwadina, Aliffa Bambang Aditya Nugraha Budhiaji, Purbayanty Cahyani, Eka Maulidya Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dhiya Roihana Diva Jogina Diyah Setyorini Eka Afrima Sari Eka Turjanah Alviani ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Etika Emaliyawati Fadilah, Tria Nurhayyu Fanny Adistie Faturrahman, Reza Rizkika Fazriyyah, Yuni Fuji Ghifani Sifa Azahra Gumelar, Heru Gugum Gusgus Ghraha Ramdhanie Handayani, Eriska Nur Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Herman, Regina Hesti Platini Hikmat, Rohman Iceu Amira D.A Indah Wahyuni Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahuddin Karina, Grashiva Karwati Karwati Khairunnisa, Nisrina Kosim K Kosim Kosim Kusman Ibrahim Lestari, Shaffira Deva Malfa Laila Pratidina Mamat Lukman Margianti, Dina Maryani, Yani Melati, Azalia Merdekawati, Rahayu Mufaj, Elda Nurfadila Muhammad Ramdhani, Muhammad Mujahidah, Shafira Aulia Mulyana, Aep Maulid Naomi Sella Aprilia neng yulia maudi Nina Sumarni Novia Rahmawati Nugraha Firdaus Nuraeni, Fauziah Nurjanah, Ismirani Nurohmah, Indah Syaidah Nurrofikoh, Malihatunnisa Nursalma, Aisyah Nursiswati Nurul Azmi Fauziyah Priambodo, Ayu Prawesti Purnama, Martia Dewi Putri, Nabila Aulia Rahmat, Dadang Rahmawati, Lidya Riskyani, Umy Ristina Mirwanti Rusmana, Hera Prafitri Salsabella, Edellweisse Silvia Salwa, Sayyidah Sastianingsih, Siska Sejati, Femmy Selly Nurhasanah Amalia Siti Nurjanah Siti Rosita Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yulipah Agustini Sopia Marlina Sri Hartati Pratiwi Sri, Septiani Sulaeman, Nadila Afifah Sulastini Sulastini, Sulastini Tanjung, Rifani Theresia Eriyani Tina Lestari Titis Kurniawan Titis Kurniawan Triesna, Meuthia Saulikha Tuti Pahria Udin Rosidin Upit Pitriani Wati, Putri Wikeu Nopianti