p-Index From 2021 - 2026
10.065
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Pendidikan Kesehatan “BAK Teratur, ISK Mundur” sebagai Upaya Preventif Infeksi Saluran Kemih pada Pasien dan Keluarga Sandra Pebrianti; Wati Jumaiyah; Yani Maryani; Hasniatisari Harun
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 7 (2026): Volume 9 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i7.26573

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi dan berkaitan erat dengan perilaku sehari-hari seperti kebiasaan menahan buang air kecil serta kurangnya asupan cairan. Kebiasaan tersebut dapat meningkatkan risiko kejadian dan kekambuhan ISK, terutama pada perempuan dan kelompok usia produktif.Pendidikan kesehatan menjadi salah satu upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan serta kesadaran masyarakat mengenai pencegahan ISK melalui perubahan perilaku sederhana. Kegiatan pendidikan kesehatan dengan tema “BAK Teratur, ISK Mundur” dilakukan sebagai bentuk edukasi kesehatan kepada pasien dan keluarga mengenai pentingnya kebiasaan buang air kecil secara teratur dan pemenuhan kebutuhan cairan harian. Metode yang digunakan adalah edukasi kesehatan melalui ceramah, diskusi interaktif, dan simulasi sederhana menggunakan media poster dan presentasi. Sasaran kegiatan adalah pasien dan keluarga pasien yang berada di ruang tunggu pendaftaran poli dengan jumlah peserta sebanyak 66 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah diberikan pendidikan kesehatan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pencegahan Infeksi Saluran Kemih setelah diberikan edukasi kesehatan. Nilai rata-rata pengetahuan peserta meningkat dari 42,8 pada pre-test menjadi 64,3 pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai pentingnya kebiasaan buang air kecil secara teratur, pemenuhan kebutuhan cairan, tanda dan gejala awal ISK, serta perilaku yang dapat meningkatkan risiko terjadinya ISK. Pendidikan kesehatan dengan tema “BAK Teratur, ISK Mundur” efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien serta keluarga mengenai pencegahan Infeksi Saluran Kemih. Edukasi kesehatan diharapkan dapat menjadi strategi promotif dan preventif yang berkelanjutan dalam membentuk perilaku hidup sehat guna menurunkan risiko kejadian dan kekambuhan ISK. Kata Kunci: Infeksi Saluran Kemih, Pendidikan Kesehatan, BAK Teratur, Pencegahan ISK, Promotif Preventif.  ABSTRACT Urinary Tract Infections (UTIs) are a common health issue closely related to daily behaviors such as the habit of holding in urine and insufficient fluid intake. These habits can increase the risk of occurrence and recurrence of UTIs, especially in women and the productive age group. Health education is one of the promotive and preventive efforts to increase public knowledge and awareness about the prevention of UTIs thru simple behavioral changes. Health education activities with the theme "Regular Urination, UTI Reversal" are conducted as a form of health education for patients and families regarding the importance of regular urination habits and meeting daily fluid needs. The method used is health education thru lectures, interactive discussions, and simple simulations using posters and presentations. The target of the activity is patients and their families who are in the waiting room of the outpatient registration with a total of 66 participants. Evaluation is conducted using pre-test and post-test to measure the increase in participants' knowledge after receiving health education. The results of the activity show an increase in participants' knowledge about the prevention of Urinary Tract Infections after receiving health education. The average knowledge score of the participants increased from 42.8 in the pre-test to 64.3 in the post-test. In addition, participants showed an increased understanding of the importance of regular urination habits, meeting fluid needs, early signs and symptoms of UTIs, and behaviors that can increase the risk of UTIs. Health education with the theme "Regular Urination, UTI Prevention" is effective in increasing the knowledge and awareness of patients and their families regarding the prevention of Urinary Tract Infections. Health education is expected to become a sustainable promotive and preventive strategy in shaping healthy living behaviors to reduce the risk of occurrence and recurrence of UTIs. Keywords: Urinary Tract Infection, Health Education, Regular Urination, UTI Prevention, Promotive Preventive.
Pengaruh Aktivitas Fisik Terhadap Penurunan Berat Badan Usia Pertengahan yang Mengalami Obesitas di Tatanan Keluarga: Scoping Review Iwan Shalahuddin; Udin Rosidin; Theresia Eriyani; Sandra Pebrianti
Malahayati Nursing Journal Vol 8, No 7 (2026): Volume 8 Nomor 7 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mnj.v8i7.25549

Abstract

ABSTRACT Midlife obesity is a health issue that increases the risk of non-communicable diseases and reduces quality of life. Physical activity plays an important role in weight control, but its effectiveness is influenced by the immediate environment, particularly the family. Family structure contributes to shaping active living behaviors and the sustainability of lifestyle changes. This scoping review aims to map the scientific evidence regarding the influence of physical activity on weight loss in middle-aged individuals experiencing obesity within a family setting. A scoping review was conducted based on the Arksey and O'Malley framework. Literature search was conducted thru PubMed, Scopus, and Google Scholar for articles from the last ten years. Inclusion criteria include studies on middle-aged individuals with obesity, physical activity interventions, weight loss outcomes, and family involvement. Data were analyzed descriptively and narratively. The review findings indicate that regular physical activity with moderate intensity to a combination of aerobic and strength training is effective in reducing weight in middle-aged individuals. Family-based approaches have proven to be more effective than individual approaches. Physical activity has a positive impact on weight loss in middle-aged individuals with obesity, especially when supported by family structure. A family-based approach is recommended in efforts to prevent and manage obesity at the family and community levels. Keywords: Physical Activity, Obesity, Middle Age, Weight Loss, Family Setting.  ABSTRAK Obesitas pada usia pertengahan merupakan masalah kesehatan yang meningkatkan risiko penyakit tidak menular dan menurunkan kualitas hidup. Aktivitas fisik berperan penting dalam pengendalian berat badan, namun efektivitasnya dipengaruhi oleh lingkungan terdekat, khususnya keluarga.Tatanan keluarga berkontribusi dalam membentuk perilaku hidup aktif dan keberlanjutan perubahan gaya hidup. Scoping review ini bertujuan untuk memetakan bukti ilmiah mengenai pengaruh aktivitas fisik terhadap penurunan berat badan pada individu usia pertengahan yang mengalami obesitas dalam tatanan keluarga. Scoping review dilakukan berdasarkan kerangka Arksey dan O’Malley. Pencarian literatur dilakukan melalui PubMed, Scopus, dan Google Scholar terhadap artikel sepuluh tahun terakhir. Kriteria inklusi meliputi penelitian pada usia pertengahan dengan obesitas, intervensi aktivitas fisik, luaran penurunan berat badan, serta keterlibatan keluarga. Data dianalisis secara deskriptif dan naratif. Hasil telaah menunjukkan bahwa aktivitas fisik teratur dengan intensitas sedang hingga kombinasi latihan aerobik dan kekuatan efektif menurunkan berat badan pada usia pertengahan. Pendekatan berbasis keluarga terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan individual. Aktivitas fisik berpengaruh positif terhadap penurunan berat badan pada usia pertengahan dengan obesitas, terutama bila didukung oleh tatanan keluarga. Pendekatan berbasis keluarga direkomendasikan dalam upaya pencegahan dan pengelolaan obesitas di tingkat keluarga dan komunitas. Kata Kunci: Aktivitas Fisik, Obesitas, Usia Pertengahan, Penurunan Berat Badan, Tatanan Keluarga.
INTERVENSI ELEVASI KEPALA 30o PADA PASIEN PASCA OPERASI CRANIOTOMY SOL MENINGIOMA AREA FRONTALIS DENGAN CHARLES BONNET SYNDROME (CBS) DAN RIWAYAT PENGGUNAAN KONTRASEPSI: CASE REPORT Meuthia Saulikha Triesna; Sandra Pebrianti; Nursiswati Nursiswati
SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 2 (2026): SINERGI : Jurnal Riset Ilmiah, February 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/sinergi.v3i2.2390

Abstract

Meningioma is an intracranial tumor of unknown etiology; however, progesterone is considered a hormonal factor associated with its incidence. Clinical manifestations include psychosis depending on the tumor location, with distinct symptoms such as the emergence of Charles Bonnet Syndrome (CBS). Additionally, Increased Intracranial Pressure (IICP) is a recurrent complication of craniotomy procedures. IICP poses a risk of cerebellar herniation, which can lead to decreased consciousness and respiratory arrest; therefore, intracranial management is crucial. One management strategy is 30° head elevation. This study aims to describe the application of a 30° head elevation intervention for decreased adaptive intracranial capacity in patient post-craniotomy for Space Occupying Lesion (SOL) Meningioma. This study utilized a case report design conducted in May 2023 at RSUD Sumedang. The results indicate that elevating the head above heart level facilitates venous return from the brain to the heart and helps activate the parasympathetic nervous system, which regulates bodily functions during rest. This maximizes patient relaxation, resulting in improved cerebral tissue perfusion, adequate oxygenation status, reduced headache, resolution of nausea and vomiting, and stable blood pressure. The 30° head elevation intervention is recommended as a non-pharmacological approach to address decreased adaptive     1     intracranial capacity, ensuring adequate cerebral blood circulation.
Co-Authors Aan Nur'aeni Afrilia, Ghea Aghnia, Nuraulia Agung, Rizki Nugraha Alviani, Eka Turjanah Amalia, Fany Amalia, Selly Nurhasanah Amelia Hayati Amelia, Iftikar Salma Andry Tanta Pramudya Arhustia, Hesti Dina Arifin, Hidayat Arisunyoto, Wisnu Ayu Prawesti Priambodo Ayuningsih, Risna Azizah, Levina Azwadina, Aliffa Bambang Aditya Nugraha Budhiaji, Purbayanty Cahyani, Eka Maulidya Cindy Puspita Sari Citra Windani Mambang Sari Devi Nurrahmawati Devi Nurrahmawati Dhiya Roihana Diva Jogina Diyah Setyorini Eka Afrima Sari Eka Turjanah Alviani ENDAH NESTITI URIP RAHAYU Etika Emaliyawati Fadilah, Tria Nurhayyu Fanny Adistie Faturrahman, Reza Rizkika Fazriyyah, Yuni Fuji Ghifani Sifa Azahra Gumelar, Heru Gugum Gusgus Ghraha Ramdhanie Handayani, Eriska Nur Harun, Hasniatisari Harun, Hasniatisari Hendrawati Hendrawati Herman, Regina Hesti Platini Hikmat, Rohman Iceu Amira D.A Indah Wahyuni Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana Indra Maulana` Indra Maulana Iqbal Pramukti Iwan Shalahuddin Karina, Grashiva Karwati Karwati Khairunnisa, Nisrina Kosim K Kosim Kosim Kusman Ibrahim Lestari, Shaffira Deva Malfa Laila Pratidina Mamat Lukman Margianti, Dina Maryani, Yani Melati, Azalia Merdekawati, Rahayu Meuthia Saulikha Triesna Mufaj, Elda Nurfadila Muhammad Ramdhani, Muhammad Mujahidah, Shafira Aulia Mulyana, Aep Maulid Naomi Sella Aprilia neng yulia maudi Nina Sumarni Novia Rahmawati Nugraha Firdaus Nuraeni, Fauziah Nurjanah, Ismirani Nurohmah, Indah Syaidah Nurrofikoh, Malihatunnisa Nursalma, Aisyah Nursiswati Nurul Azmi Fauziyah Purnama, Martia Dewi Putri, Nabila Aulia Rahmat, Dadang Rahmawati, Lidya Risang Pawestri Riskyani, Umy Ristina Mirwanti Rusmana, Hera Prafitri Salsabella, Edellweisse Silvia Salwa, Sayyidah Sastianingsih, Siska Sejati, Femmy Selly Nurhasanah Amalia Siti Nurjanah Siti Rosita Siti Ulfah Rifa’atul Fitri Siti Yulipah Agustini Sopia Marlina Sri Hartati Pratiwi Sri, Septiani Sulaeman, Nadila Afifah Sulastini Sulastini, Sulastini Tanjung, Rifani Theresia Eriyani Tina Lestari Titis Kurniawan Titis Kurniawan Tuti Pahria Udin Rosidin Upit Pitriani Wati Jumaiyah Wati, Putri Wikeu Nopianti Yani Maryani Yani Maryani