Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pengaruh Baby massage Terhadap Bilirubin Neonatus dengan Hiperbilirubinemia di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur Agustia, Wahyuni; Purwati, Nyimas Heny; Apriliawati, Anita
Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia Vol 14 No 03 (2024): Jurnal Ilmiah Kebidanan Indonesia (Indonesian Midwifery Scientific Journal) Uni
Publisher : Q PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jiki.v14i04.3670

Abstract

Baby massage adalah pijatan yang dilakukan lebih mendekati usapan usapan halus atau rangsangan raba (taktil) yang dilakukan dipermukaan kulit, manipulasi terhadap jaringan atau organ tubuh yang bertujuan untuk menghasilkan efek terhadap syaraf otot, dan sistem pernafasan serta memperlancar sirkulasi darah. baby massage sebagai terapi adjuvant terhadap penanganan neonatus dengan hyperbilirubin selain phototeraphy, feeding management dan positioning. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh baby massage terhadap kadar bilirubin neonatus dengan hyperbilirubinemia di RSUD Pasar Rebo Jakarta Timur. Desain yang digunakan dalam penelitian adalah "control group before and after design" dengan intervensi baby massage. Sampel yang digunakan adalah 36 neonatus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan kadar bilirubin sebelum dan sesudah dilakukan intervensi baby massage pada neonatus dengan hyperbilirubin dengan p value 0,000 Perawat hendaknya memberikan baby massage sebagai salah satu intervensi keperawatan bayi dengan hyperbilirubinemia
Piomi Efektif dalam Meningkatkan Kesiapan Minum Bayi Premature Fitriyati, Fitriyati; Sutini, Titin; Purwati, Nyimas Heny; Srisantyorini, Triana; Sulistiawati, Helda
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 8 (2024): Volume 4 Nomor 8 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i8.14778

Abstract

ABSTRACT The incidence of premature births is still quite high along with complex health problems in premature babies caused by immaturity of the body's organ systems in premature babies and babies born prematurely lacking the ability to suck and swallow which is related to the baby's readiness to drink. The aim of the research is that Piomi is effective in increasing the drinking readiness of premature babies. Research design. This research uses a quasi-experimental research design with a pre test and post test with control group with two types of intervention. Results The results of this research show that there is a significant difference between the pre and post interventions of PIOMI and Multistimulation. on the baby's drinking readiness (P value <0.05). There was also an influence between the PIOMI and Multistimulation interventions on the baby's drinking readiness (P value <0.05). The conclusion shows that there is a difference in the level of readiness to drink babies before and after the PIOMI intervention, as well as in the Multistimulation intervention group. Difference PIOMI Intervention is more effective than Multisimulation Intervention. Keywords: Premature Babies, Baby Drinking Readiness, PIOMI, Multistimulation  ABSTRAK Angka kejadian kelahiran prematuritas masih cukup tinggi beserta permasalahan yang kompleks permasalahan kesehatan pada bayi prematur disebabkan oleh ketidakmatangan sistem organ tubuh pada bayi prematur dan bayi yang lahir dalam kondisi prematur kurang memiliki kemampuan menghisap dan menelan yang berhubungan dengan kesiapan minum bayi. Tujuan penelitian diketahui piomi efektif dalam meningkatkan kesiapan minum bayi premature Desain penelitian Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian quasi eksperiment dengan  pre test dan  post test with control group dengan dua macam Intervensi.Hasil Hasil penelitan ini menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara pre dan post intervensi PIOMI danMultikstimulasi terhadap kesiapan minum bayi (P value<0,05).Terdapat juga pengaruh anatara Intervensi PIOMI dan Multistimulasi terhadap kesiapan minum bayi (P value<0,05). Kesimpulan menunjukan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesiapan minum bayi sebelum dan sesudah dilakukan Intervensi PIOMI, begitupula da kelompok intervensi Multistimulasi. Perbedaan Intervensi PIOMI lebih efektif dibanding Intervensi Multisimulasi.   Kata Kunci: Bayi Prematur, Kesiapan Minum Bayi, PIOMI, Multistimulasi
Pemberdayaan Orang Tua dalam Manajemen Demam Non Farmakologis Pada Anak Balita melalui Intervensi Keperawatan Suportif-Edukatif di Kecamatan Semper, Jakarta Utara Purwati, Nyimas Heny; Nuraidah, Nuraidah; Setiyaningrum, Titik; Apriliawati, Anita; Maharani, Rahayu; Kurnianingsih, Neniek; Istinganah, Istinganah
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17387

Abstract

ABSTRAK Manajemen demam non-farmakologis pada anak merupakan komponen penting dalam perawatan anak di rumah yang membutuhkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan orang tua. Banyak orang tua mungkin tidak memiliki pengetahuan yang memadai tentang managemen demam pada anak secara efektif. Oleh karena itu, Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan kepada orang tua agar dapat mengelola demam pada anak secara efektif di rumah. Kegiatan PkM ini melibatkan 9 perawat anak dari IPANI DKI Jakarta dan terdiri dari empat sesi yaitu brainstorming, edukasi kesehatan, praktik kompres tepid water sponge dan sesi diskusi.  Analisis data menggunakan metode analisis kuantitatif. Hasil PkM menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan, dan keterampilan orang tua terkait manajemen demam non farmakologus pada anak. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan dan pemberdayaan orang tua dalam meningkatkan kemampuan mengelola demam pada anak. Kata Kunci: Balita, Manajemen Demam, Orang tua  ABSTRACT Non-pharmacological management of fever in children is an important part of home care that requires parental knowledge, attitudes and skills. Many parents may not have adequate knowledge about effective management of fever in children. Therefore, this community service activity aims to provide parents with the necessary knowledge and skills to effectively manage fever in children at home. This PkM activity involved 9 paediatric nurses from IPANI DKI Jakarta and consisted of four sessions, namely brainstorming, health education, tepid water sponge compress practice and discussion sessions.  Quantitative analysis methods were used to analyse the data. The results showed a significant increase in parents' knowledge and skills related to non-pharmacological fever management in children. This finding confirms the importance of parental education and empowerment in improving fever management skills in children. Keywords: Toddlers, Fever Management, Parents
Pemberdayaan Orang Tua dalam Optimalisasi Perkembangan Anak Usia Pra Sekolah di BKB PAUD Kepodang, Jakarta Timur Purwati, Nyimas Heny; Awaliah, Awaliah; Natashia, Dhea; Rani, Amelia Hartika; Hamidah, Hamidah; Irawati, Diana
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 8, No 6 (2025): Volume 8 No 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v8i6.18801

Abstract

ABSTRAK Anak usia pra sekolah, khususnya dalam rentang usia 3-5 tahun, berada pada periode penting yang dikenal sebagai masa keemasan (golden age), jendela kesempatan (window of opportunity), dan periode kritis (critical period) dalam perkembangan anak. Selama masa ini, anak mengalami perubahan signifikan dalam aspek fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Berdasarkan hasil survei di PAUD Kepodang, Jakarta Timur, ditemukan bahwa orang tua kurang memahami perkembangan anak usia pra sekolah, yang mengakibatkan masalah emosional seperti tantrum pada anak. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan orang tua dalam optimalisasi perkembangan anak usia pra sekolah di PAUD Kepodang melalui metode luring yang komprehensif dan terstruktur. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner yang mengukur karakteristik responden dan tingkat pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah edukasi. Kegiatan edukasi mencakup penyuluhan kesehatan, teknik stimulasi perkembangan, dan pentingnya deteksi dini gangguan perkembangan. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan orang tua. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan orang tua setelah edukasi, dengan persentase ibu yang memiliki pengetahuan baik meningkat dari 50% menjadi 75%. Data demografi menunjukkan bahwa mayoritas ibu berada dalam kategori dewasa (75%) dengan latar belakang pendidikan tinggi (20.8% S1), dan sebagian besar tidak bekerja (75%), sehingga memiliki waktu lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak. Pemberdayaan orang tua melalui edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman tentang perkembangan anak usia pra sekolah. Dukungan holistik dan penuh kasih sayang dari orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak tumbuh dan berkembang secara optimal, siap menghadapi tantangan di masa depan. Kata Kunci: Anak Usia Pra Sekolah, Pemberdayaan Orang Tua, Perkembangan Anak, Edukasi Orang Tua, PAUD, Perkembangan Emosional Anak ABSTRACT Preschool children, especially in the age range of 3-5 years, are in an important period known as the golden age, window of opportunity, and critical period in child development. During this period, children experience significant changes in physical, cognitive, social, and emotional aspects. Based on the results of a survey at PAUD Kepodang, East Jakarta, it was found that parents do not understand the development of preschool children, which results in emotional problems such as tantrums in children. This community service activity aims to empower parents in optimizing the development of preschool children at PAUD Kepodang through a comprehensive and structured offline method. The data collection method used a questionnaire that measured the characteristics of respondents and the level of parental knowledge before and after education. Educational activities included health counseling, developmental stimulation techniques, and the importance of early detection of developmental disorders. Evaluation was carried out through pre-tests and post-tests to measure changes in parental knowledge. The results showed an increase in parental knowledge after education, with the percentage of mothers who had good knowledge increasing from 50% to 75%. Demographic data shows that the majority of mothers are in the adult category (75%) with a higher education background (20.8% S1), and most are unemployed (75%), so they have more time to interact with their children. Empowering parents through education has proven effective in increasing understanding of the development of preschool children. Holistic and loving support from parents is essential to ensure that children grow and develop optimally, ready to face future challenges. Keywords: Preschool Children, Parent Empowerment, Child Development, Parent Education, PAUD, Child Emotional Development
OPTIMALKAN ANAK SEHAT DENGAN SCREENING PERKEMBANGAN MENGGUNAKAN APLIKASI KPSP PRO Sutini, Titin; Purwati, Nyimas Heny; Komariah, Elis; Sari, Maya; Kadewi, Ami; Setiawati, Dewi Nur; Lumbatoruan, Astuti; Zein, Jus Yuly Evi Zein; Sari, Denny Novita Mayang; Lestari, Popy; Renhoran, Farida; Nurohmah, Endah; Wahyuni, Endah; Sulistiawati, Reni; Sahureka, Marthine; Maimunah, Ai
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Volume 5 No. 2 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i2.26614

Abstract

Jumlah balita di Indonesia sangat besar yaitu sekitar 10 persen dari seluruh populasi, maka sebagai calon generasi penerus bangsa, kualitas tumbuh kembang balita di Indonesia perlu mendapat perhatian serius yaitu berupa pelayanan kesehatan berkualitas termasuk deteksi dan intervensi dini penyimpangan perkembangan. Guna mendukung upaya deteksi perkembangan anak secara maksimal sangat diperlukan pemanfaatan tehnologi seperti android sehingga informasi semakin mudah diakses hingga ke seluruh pelosok-pelosok penjuru. KPSP (Kuesioner Pra Skrining Perkembangan) Pro merupakan suatu aplikasi dalam pemanfaatan teknologi yang sangat membantu orang tua (masyarakat) untuk memantau perkembangan balita dan mendeteksi adanya kelainan sejak dini. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan kemampuan dan ketrampilan orangtua dalam melakukan penilaian pertumbuhan dan perkembangan berbasis digital menggunakan aplikasi KPSP Mobile di TK Paud Islam Cikal Harapan 1 Cempaka Putih. Metode kegiatan dilakukan berlangsung selama 2 hari dimana hari 1 dilakukan screening Tumbuh dan Kembang pada Anak dan hari ke 2 mengedukasi orang tua siswa tentang Aplikasi KPSP Pro. Selanjutnya demo praktik penggunaan Aplikasi KPSP Pro dalam melakukan penilaian pertumbuhan dan perkembangan. Adapun luaran kegiatan adalah peningkatan kemampuan dan keterampila orangtua dalam melakukan penilaian pertumbuhan dan perkembangan berbasis digital menggunakan Aplikasi KPSP Pro dan terpublikasinya kegiatan pengabdian masyarakat ini di Jurnal Pengabdian Masyarakat yang secara nasional telah terakreditasi.
Prevalence and Related Psychological Aspects of Frailty in Hemodialysis Patients Natashia, Dhea; Irawati, Diana; Purwati, Nyimas Heny; Rahmi, Upik; Narawangsa, Asri; Handayani, Roswati; Heriadi, Ronny
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 3 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i3.23151

Abstract

Objective: This study aimed to ascertain the prevalence of frailty and associated psychological factors among hemodialysis patients. Methods: A cross-sectional study was conducted employing a convenience sample of CKD patients undergoing hemodialysis at a Jakarta hospital. A total of 151 participants were included in this study. Instruments included demographic and clinical characteristics. The Tilburg Frailty Indicator (TFI) assessed frailty, while the Self-Rating Depression Scale (SDS) and Self-Rating Anxiety Scale (SAS) evaluated psychological status. Data analysis encompassed univariate descriptive statistics, t-test, and Pearson correlation to identify the relationship among variables. A multivariate regression analysis studied frailty index associations with demographic, clinical, and psychological factors. Results: Results: This study indicates that the prevalence of frailty, assessed by the Tilburg Frailty Index (TFI), is 53.6%, primarily evident in the physical aspect. Positive correlations are found between frailty and age, unemployment, higher CCI, and a history of diabetes. Anxiety is correlated with female gender and a history of diabetes, while depression correlates with age, female gender, higher CCI, and a history of diabetes. Conclusion: The study highlights the complexity of frailty among hemodialysis patients. Significant correlations emerged, associating frailty with factors such as age, unemployment, comorbidity, and a history of diabetes. Frailty was linked to psychological aspects, specifically anxiety and depression. Tailored interventions are recommended, focusing on early identification, psychological support, and a holistic care approach. Educational initiatives for healthcare providers are crucial to enhance awareness and improve the quality of care for this vulnerable population, leading to better health outcomes.
Hubungan Pengetahuan, Sikap Dan Paparan Asap Rokok Dengan Kejadian Pneumonia Pada Anak Balita Purwati, Nyimas Heny; Natasha, Dhea; Permatasari, Irma; Indanah; Nurohmah, Endah; Maemunah , Ai
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 9 No 4 (2024): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v9i4.24357

Abstract

Objective: The purpose of this study is to determine the relationship between attitude, knowledge and exposure to cigarette smoke and the incidence of pneumonia in toddlers Methods: This research is an analytical descriptive research with a cross sectional approach. The population in this study is mothers who have children with pneumonia with a total of 33 toddlers. Sampling technique with the Total Sampling method, Data collection technique using a questionnaire that has been tested for validity and reality. Results: There was a significant relationship between parental knowledge (p value:0.019; OR: 0.127) and exposure to cigarette smoke (pvalue: 0.02; OR: 7) with the incidence of pneumonia in toddlers and there was no significant relationship between parental attitudes and the incidence of pneumonia (p value:0.09) Conclusion: There was a significant relationship between maternal knowledge and exposure to cigarette smoke and the incidence of pneumonia in toddlers with a p value of < 0.05, and toddlers exposed to cigarette smoke were 7 times more likely to suffer from pneumonia compared to toddlers who were not exposed to cigarette smoke.
Mencegah Hipotermia pada Bayi Prematur: Peran Kasur Transportasi Bayi Nurhayati; Purwati, Nyimas Heny; Aprilawati, Anita
NERS Jurnal Keperawatan Vol. 21 No. 2 (2025): NJK Volume 21, Number 2
Publisher : Fakultas Keperawatan Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/njk.v21i2.338

Abstract

Background: Premature infants transported from the operating room to the neonatal care unit are at high risk of hypothermia. This study aimed to evaluate the effectiveness of infant transport mattress combined with polyethylene wraps in preventing hypothermia during neonatal transport. Methods: This quasi-experimental study used an accidental sampling method; 52 premature infants with a gestational age <37 weeks and birth weight <2500 grams were randomly allocated into two groups: 26 infants in the intervention group (transport mattress + polyethylene wrap) and 26 infants in the control group (polyethylene wrap only). Body temperatures were measured immediately before transport and upon arrival at the neonatal care unit. Data were analyzed using SPSS ver. 27.0. Results: In the intervention group, there was a statistically significant increase in body temperature before (36.5(35.0-37.1)ºC) and after transport (36.7(36.0-37.1)ºC), p=0.001, while in the control group there was a significant decrease in body temperature before (36.5(36.0-36.9)ºC) and after transport (36.0(34.0-37.0)ºC), p=0.002. Discussion: The use of an infant transport mattress, in addition to standard polyethylene wrapping, significantly improves thermal stability in premature infants during transport. Healthcare facilities are encouraged to incorporate this intervention into neonatal transport protocols to reduce the risk of hypothermia and associated complications
Upaya meningkatkan tingkat pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif langsung Supriatin, Titin; Purwati, Nyimas Heny; Yanti, Lindesi; Sari, Maya
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/wr56jj66

Abstract

Latar Belakang: Diare adalah suatu  kondisi yang ditandai dengan buang air besar yang lebih sering dari biasanya, lebih dari tiga kali sehari, disertai perubahan bentuk tinja menjadi lebih cair. Diare masih menjadi salah satu penyebab utama anak-anak di Indonesia jatuh sakit bahkan kehilangan nyawa. Data menunjukkan bahwa sekitar 12 hingga 13 persen balita mengalami diare, menjadikannya masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2019. Tercatat sebanyak 9% anak berusia di bawah 1 tahun, 11,5% anak usia 1–4 tahun, dan 6,2% anak usia di atas 4 tahun mengalami diare. Angka ini menunjukkan pentingnya upaya pencegahan, salah satunya dengan memberikan edukasi kepada para ibu. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu tentang diare melalui edukasi interaktif secara langsung di Posyandu.Metode: Edukatif partisipatif melalui ceramah tanya jawab, pemberian edukasi secara langsung dengan menggunakan media leaflet.Hasil: Ada peningkatan yang cukup berarti pada tingkat pengetahuan ibu tentang diare. Rata-rata skor tingkat pengetahuan ibu meningkat dari 5,06 menjadi 8,94. (Nilai p < 0,05).Kesimpulan: Hasil ini menunjukkan bahwa  edukasi yang diberikan memberi dampak positif ada peningkatan pengetahuan ibu tentang pencegahan diare. Sarah yang diberikan edukasi secara rutin pada ibu-ibu di Posyandu.
Gerakan ibu peduli pneumonia: edukasi kesehatan untuk mencegah pneumonia pada balita Yanti, Lindesi; Purwati, Nyimas Heny; Supriatin, Titin; Mayasari, Mayasari
Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan Vol. 5 No. 01 (2025): Jurnal Pemberdayaan dan Pendidikan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengabdian Masyarakat Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/nmw0eh78

Abstract

Latar Belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab kematian anak di Indonesia. Salah satu faktor resiko adalah rendahnya pengetahuan ibu tentang pencegahan dan penanganan pneumonia. Edukasi berperan penting untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan ibu tentang cara mencegah pneumonia sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu balita dalam pencegahan pneumonia.Metode: Edukasi diberikan kepada 38 ibu yang memiliki balita di RW 11 Cempaka Putih.  Pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pilihan berganda sebanyak 12 pertanyaan.  Data dianalisis menggunakan uji statistik paired sample t-test untuk mengetahui perbedaan rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi.Hasil: Rata-rata skor pengetahuan ibu meningkat dari 5,92 pada pre-test menjadi 11,00 pada post-test. Hasil uji statistik menunjukkan  (p-value <0,05) artinya  terdapat peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan pneumonia.Kesimpulan: Edukasi terbukti efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang pencegahan pneumonia pada balita.