p-Index From 2021 - 2026
8.649
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Keperawatan Jiwa (JKJ): Persatuan Perawat Nasional Indonesia Jurnal Keperawatan Soedirman (The Soedirman Journal of Nursing) Jurnal Berita Ilmu Keperawatan JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE JKG (Jurnal Keperawatan Global) Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes Belitung Nursing Journal Jurnal Keperawatan Silampari Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Jurnal Kreativitas PKM International Journal of Nursing and Health Services (IJNHS) Jurnal Perawat Indonesia Jurnal Kesehatan Jurnal Riset Hesti Medan Akper Kesdam I/BB Medan JURNAL MUTIARA NERS Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Jurnal Prima Medika Sains Jurnal Ners Journal of Telenursing (JOTING) Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesian Journal of Global Health research Caring : Indonesian Journal of Nursing Science MAHESA : Malahayati Health Student Journal Nursing and Health Sciences Journal (NHSJ) Community Medicine and Education Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Aufa (JPMA) Jurnal Teknik Informatika Unika Santo Thomas (JTIUST) JUMANTIK (Scientific Journal of Health research) Indonesian Nursing Journal of Education and Clinic (Jurnal Pendidikan dan Praktik Keperawatan Indonesia) Jurnal Keperawatan Health and Technology Journal (HTECHJ) Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Jurnal ABDIMAS MUTIARA Holistik Jurnal Kesehatan Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia (JPKM-MC) Holistik Jurnal Kesehatan CONTENT: Journal of Communication Studies
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengalaman Perawat Dalam Melakukan Perawatan Luka Diabetik Selama Pandemi COVID-19 di Kota Medan Silalahi, Rini Debora; Purba, Jenny Marlindawani
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 15 No. 1 (2022): January
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v15i1.17108

Abstract

Pandemi COVID-19 menghambat praktik perawatan luka kaki diabetik sehingga dibutuhkan strategi baru yang aman untuk kelanjutan praktik klinis perawatan luka kaki diabetik selama pandemi COVID-19 agar perawatan luka tetap berlanjut. Pemberian perawatan dimodifikasi untuk untuk mencegah penyebaran COVID-19 dan mencegah resiko ulserasi kaki yang mengakibatkan infeksi lebih berat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi pengalaman perawatan luka sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Kota Medan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, yaitu 10 perawat luka. Adapun kriteria inklusi dalam penelitian meliputi perawat luka tersertifikasi CWCCA, perawat dengan lulusan Ners, berpengalaman minimal 1 tahun dan bekerja di klinik perawatan luka selama pandemi COVID-19. Penelitian dilakukan di salah satu klinik perawatan luka di kota Medan. Hasil wawancara direkam terlebih dahulu, selanjutnya ditranskrip. Penelitian dianalisis dengan metode analisis Colaizzi. Hasil dari proses analisis tematik dalam penelitian ini didapatkan 6 tema, yaitu: kecemasan menghadapi pandemi COVID-19, dampak pandemi COVID-19 terhadap perawatan luka, hambatan perawatan luka di masa pandemi, strategi perawatan luka di masa pandemi, mekanisme koping perawat menghadapi pandemi, dan dukungan sosial yang diperoleh perawat selama pandemi. Adapun kesimpulannya yaitu terjadi penundaan perawatan luka kaki diabetik akibat adanya pandemi COVID-19 sehingga menyebabkan jumlah kunjungan pasien luka kaki diabetik menurun dan mempengaruhi jumlah pendapatan perawat yang berkurang di masa pandemi COVID-19.
Bedside Handover untuk Meningkatkan Kepuasan Perawat dalam Memberikan Asuhan Keperawatan Rovina Efranti Br Barus; Rika Endah Nurhidayah; Jenny Marlindawani Purba
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15227

Abstract

The handover process in the inpatient ward of Efarina Etaham Berastagi Hospital is still carried out traditionally at the nurse station without direct involvement of patients and families at the patient's bedside. Therefore, a study is needed that aims to analyze the effectiveness of bedside handover to improve nurse satisfaction in providing nursing care to patients. The design of this study was nonequivalent control group pretest-posttest. This study involved 64 nurses at Efarina Etaham Berastagi Hospital who were selected using the total population sampling technique. The treatment group carried out bedside handover, while the control group carried out handover at the nurse station. In the pre- and post-intervention phases, nurse satisfaction levels were measured using a questionnaire. The difference in satisfaction levels between before and after the intervention was analyzed using the Wilcoxon test, and this was carried out in each group. The results showed that for the treatment group, the p-value was 0.000, so it was interpreted that there was a change in nurse satisfaction after bedside handover. Meanwhile, for the control group, the p-value was 0.082, so it was interpreted that there was no change in nurse satisfaction after handover at the nurse station. Furthermore, it was concluded that bedside handover was effective in increasing nurse satisfaction in providing nursing care to patients.Keywords: bedside handover; nursing care; patients; nurse satisfaction ABSTRAK Proses handover di ruang rawat inap RS Efarina Etaham Berastagi masih dilaksanakan secara tradisional di nurse station tanpa keterlibatan pasien dan keluarga secara langsung di samping bed pasien. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis efektifitas bedside handover untuk meningkatkan kepuasan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Rancangan penelitian ini adalah noneqivalent control group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan 64 perawat di RS Efarina Etaham Berastagi yang dipilih dengan teknik total population sampling. Kelompok perlakuan menjalankan bedside handover, sedangkan kelompok kontrol menjalankan handover di nurse station. Pada fase sebelum dan sesudah intervensi dilakukan pengukuran tingkat kepuasan perawat menggunakan kuesioner. Perbedaan tingkat kepuasan antara sebelum dan sesudah intervensi dianalisis dengan uji Wilcoxon, dan ini dilakukan pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk kelompok perlakuan, nilai p adalah 0,000, sehingga ditafsirkan bahwa ada perubahan kepuasan perawat setelah dilakukan bedside handover. Sementara itu, untuk kelompok kontrol, nilai p adalah 0,082, sehingga ditafsirkan bahwa tak ada perubahan kepuasan perawat setelah dilakukan handover di nurse station. Selanjutnya disimpulkan bahwa bedside handover efektif untuk meningkatkan kepuasan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien.Kata kunci: bedside handover; asuhan keperawatan; pasien; kepuasan perawat 
The Relationship of Self-Regulation and Resilience in Parents of Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) at Special School-C Karya Tulus Tuntungan II Riko Hengki Nababan; Jenny Marlindawani Purba; Wardiyah Daulay
Contagion: Scientific Periodical Journal of Public Health and Coastal Health Vol 6, No 2 (2024): CONTAGION
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/contagion.v6i2.20602

Abstract

Attention deficit hyperactivity disorder is a mental development disorder that becomes a problem for parents if it is not treated immediately. So that parents can increase their resilience and bounce back from difficulties wisely. The type of research is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. This research aims to analyze the relationship between self-regulation and the resilience of parents with children with ADHD at Special School-C Karya Tulus Tuntungan II. The type of research is descriptive quantitative with a cross-sectional approach. Technique. Sampling is purposive sampling. This research's respondents were parents with children with ADHD at Special School-C Karya Tulus Tuntungan II, totalling 50 respondents. This research was carried out from March 27 to May 5 2024. The instruments used were the Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC) and the self-regulation questionnaire (SRQ). Data were analyzed using the Spearman rank statistical test. The results of the study showed that the majority of respondents (74.0% had self-regulation in the capable category, there was a strong positive relationship between self-regulation and the resilience of parents who have children with ADHD with a Pearson correlation value of +0.450, p-value -value=0.001; p>0.05). The conclusion is that there is a relationship between self-regulation and the resilience of parents who have children with ADHD at Special School -C Karya Tulus Tuntungan II, which is quite strong and in the same direction. It is recommended as a nursing intervention that can be developed to explore self-regulation and resilience in patients and families, especially in parents who have children with ADHD.Keywords: ADHD, parent, Self-regulation, Resilience
Implementasi Action Researh Model dalam Pengembangan Interaksi Skil pada Pasien Jatuh dengan menggunakan Konsep Edukasi Caring Rumapea, Natalina; Purba, Jenny Marlindawani; Arrum, Diah
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 4 No 2: Tahun 2019
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.712 KB) | DOI: 10.17605/jti.v4i2.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan edukasi berbasis caring pada pasien yang berisiko jatuh di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dengan menggunakan model pendekatan action research. Action research model merupakan metode untuk memfasilitasi perubahan dengan membantu melibatkan sistem klien dalam proses diagnostik, pembelajaran aktif, penemuan masalah, dan penyelesaian masalah. Dalam penelitian ini digunakan data kejadian pasien jatuh yang bersumber dari Rumah Sakit Columbia Asia Medan. Kejadian pasien jatuh masih menjadi hal yang mengkhawatirkan pada seluruh pasien rawat inap di rumah sakit. Kejadian jatuh disebabkan oleh faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik. Berdasarkan hasil penelitian pada tahap reconnaissance diperoleh 5 tema yaitu pemahaman konsep resiko jatuh, upaya pencegahan jatuh, perbaikan sistem dan fasilitas pencegahan risiko jatuh, pemahaman konsep caring, upaya penerapan konsep caring pada edukasi untuk pencegahan jatuh. Sedangkan pada tahap reflecting diperoleh 2 tema yaitu pengalaman perawat dalam memberikan edukasi berbasis caring pada pasien yang berisiko jatuh dan respon pasien terhadap pemberian edukasi berbasis caring pada pasien yang bersisiko jatuh. Dengan adanya pengembangan panduan ini terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang caring, 100% pengetahuan baik dan peningkatan kepuasan pasien terhadap pemberian edukasi, 100% puas. Disarankan dengan adanya pengembangan panduan edukasi berbasis caring ini pada pasien yang berisiko jatuh ini, diharapkan panduan ini dapat dilaksanakan untuk dapat meningkatkan kepuasan pasien dan memberikan pelayanan edukasi yang berkualitas.
Implementasi Action Researh Model dalam Pengembangan Interaksi Skil pada Pasien Jatuh dengan menggunakan Konsep Edukasi Caring Rumapea, Natalina; Purba, Jenny Marlindawani; Arrum, Diah
Jurnal Teknik Informatika UNIKA Santo Thomas Vol 4 No 2: Tahun 2019
Publisher : LPPM UNIKA Santo Thomas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.712 KB) | DOI: 10.17605/jti.v4i2.659

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan panduan edukasi berbasis caring pada pasien yang berisiko jatuh di Rumah Sakit Columbia Asia Medan dengan menggunakan model pendekatan action research. Action research model merupakan metode untuk memfasilitasi perubahan dengan membantu melibatkan sistem klien dalam proses diagnostik, pembelajaran aktif, penemuan masalah, dan penyelesaian masalah. Dalam penelitian ini digunakan data kejadian pasien jatuh yang bersumber dari Rumah Sakit Columbia Asia Medan. Kejadian pasien jatuh masih menjadi hal yang mengkhawatirkan pada seluruh pasien rawat inap di rumah sakit. Kejadian jatuh disebabkan oleh faktor instrinsik dan faktor ekstrinsik. Berdasarkan hasil penelitian pada tahap reconnaissance diperoleh 5 tema yaitu pemahaman konsep resiko jatuh, upaya pencegahan jatuh, perbaikan sistem dan fasilitas pencegahan risiko jatuh, pemahaman konsep caring, upaya penerapan konsep caring pada edukasi untuk pencegahan jatuh. Sedangkan pada tahap reflecting diperoleh 2 tema yaitu pengalaman perawat dalam memberikan edukasi berbasis caring pada pasien yang berisiko jatuh dan respon pasien terhadap pemberian edukasi berbasis caring pada pasien yang bersisiko jatuh. Dengan adanya pengembangan panduan ini terdapat peningkatan pengetahuan perawat tentang caring, 100% pengetahuan baik dan peningkatan kepuasan pasien terhadap pemberian edukasi, 100% puas. Disarankan dengan adanya pengembangan panduan edukasi berbasis caring ini pada pasien yang berisiko jatuh ini, diharapkan panduan ini dapat dilaksanakan untuk dapat meningkatkan kepuasan pasien dan memberikan pelayanan edukasi yang berkualitas.
Efektivitas E-Protokol Terhadap Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Perawat dalam Menilai Tingkat Ketergantungan Pasien di Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli Hulu, Yusuf Panserito; Purba, Jenny Marlindawani; Nasution, Siti Zahara
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 6 (2025): Volume 5 Nomor 6 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i6.17598

Abstract

ABSTRACT The patient dependency level e-protocol is an electronic-based form used to assess the level of patient dependency in hospitals. Patient dependence means the specific needs of each patient and some time required by the patient. This e-protocol aims to make it easier for nurses to assess patients and is expected to provide services to patients according to their different needs according to the characteristics and level of dependence of patients and be able to improve the knowledge, attitudes and actions of nurses in nursing assessment. This study aims to determine the effectiveness of e-protocols on nurses' knowledge, attitudes and actions in assessing the level of patient dependence at Martha Friska Multatuli General Hospital. The research method used pre-experimental design type one group pretest-postest with a sample of 34 respondents as an intervention group selected based on purposive sampling using power analysis. The results showed that there were differences in the mean knowledge, attitudes and actions of nurses after being given the intervention of using e-protocols (p=0.000). e-protocols can improve nurses' knowledge, attitudes and actions in assessing the level of patient dependence. This e-protocol is recommended to be used as a tool to assess the level of patient dependence in hospitals. Keywords: E-Protocol, Patient Dependency Level, Knowledge, Attitude, Action  ABSTRAK E-protokol tingkat ketergantungan pasien adalah formulir berbasis elektronik yang digunakan untuk menilai tingkat ketergantungan pasien di rumah sakit. Ketergantungan pasien berarti kebutuhan spesifik setiap pasien dan beberapa waktu yang diperlukan pasien. e-protokol ini bertujuan agar mempermudah perawat dalam melakukan penilaian terhadap pasien dan diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada pasien sesuai dengan kebutuhannya yang berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dan tingkat ketergantungan pasien serta mampu meningkatkan pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat dalam penilaian keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas e-protokol terhadap pengetahuan, sikap dan tindakan perawat dalam menilai tingkat ketergantungan pasien di Rumah Sakit Umum Martha Friska Multatuli. Metode penelitian menggunakan pre-experimental design type one group pretest-postest  dengan sampel sebanyak 34 responden sebagai kelompok intervensi dipilih berdasarkan purposive sampling menggunakaan power analysis. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan rerata pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat setelah diberikan intervensi penggunaan e-protokol (p=0,000). e-protokol dapat meningkatkan pengetahuan, sikap dan Tindakan perawat dalam menilai tingkat ketergantungan pasien. e-protokol ini direkomendasikan untuk digunakan sebagai alat menilai tingkat ketergantungan pasien di rumah sakit. Kata Kunci: E-Protokol, Tingkat Ketergantungan Pasien, Pengetahuan, Sikap, Tindakan
Pengaruh rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosi Naibaho, Amelia Elisabeth; Daulay, Wardiyah; Purba, Jenny Marlindawani
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 6 (2025): Volume 19 Nomor 6
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i6.978

Abstract

Background: Introduction: Adolescence is a transitional period from childhood to adulthood. During adolescence, hormonal, physical, and psychological changes occur gradually. The ability to control emotions differs from suppressing them. Rational emotive behavior therapy (REBT) focuses on how people think, feel, and act to cope with emotions. Purpose: To identify the effect of rational emotive behavior therapy (REBT) on adolescents' ability to manage emotions. Method: A quantitative, quasi-experimental, pre-post control group approach was used. The sampling technique used purposive sampling, with a total sample of 80 participants divided into 40 intervention groups and 40 control groups. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses (dependent t-test). Results: Before the intervention, the majority of adolescents in the intervention group were in the moderate (34 (85%), high (4 (10%), and low (2 (5%).) After the intervention, there was a significant improvement, with 31 (77.5%) adolescents in the high category of emotional management skills and 9 (22.5%) in the moderate category. In the control group, which only received counseling from guidance counselors, there was no significant improvement. The number of adolescents with high emotional management skills decreased from 7.5% to 0%, while the majority remained in the moderate category. Statistical tests showed a highly significant difference between the intervention and control groups (p = 0.001), with the average emotional management skill score being significantly higher in the group receiving REBT. Conclusion: There was a difference in emotional management in the intervention group before and after REBT (p-value = 0.001). There was no difference in emotional management in the control group before and after receiving counseling from guidance counselors (p-value = 0.766). REBT can have a significant impact on emotional management in adolescents. Suggestion: Implement REBT in groups can be an effective intervention strategy in helping adolescents manage their emotions in healthier, more rational, and adaptive ways.   Keywords: Adolescents; Emotions; Rational Emotional Behavior Therapy (REBT).   Pendahuluan: Masa remaja adalah masa yang ditandai dengan adanya proses transisi dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Pada usia remaja terjadi perubahan hormon, fisik, dan psikis yang berlangsung secara berangsur-angsur. Kemampuan mengendalikan emosi berbeda dengan meredam emosi. Rational emotive behaviour therapy (REBT) berfokus pada bagaimana orang berpikir, merasa dan bertindak untuk mengatasi emosional. Tujuan: Untuk mengidentifikasi pengaruh rational emotive behaviour therapy (REBT) terhadap kemampuan remaja dalam mengelola emosi. Metode: Pendekatan kuantitatif Quasi eksperimental pre-post with control group. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan total sampel sebanyak 80 partisipan yang terbagi menjadi 40 partisipan kelompok intervensi dan 40 kelompok kontrol. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat (uji dependent t-test). Hasil: Sebelum diberikan intervensi, mayoritas remaja dalam kelompok intervensi berada pada kategori sedang sebanyak 34 (85%), tinggi sebanyak 4 (10%), dan rendah sebanyak 2 (5%). Setelah intervensi, terjadi peningkatan yang signifikan yaitu dengan kategori tinggi kemampuan remaja mengelola emosi sebanyak 31 (77.5%) dan sedang sebanyak 9 (22.5%). Pada kelompok kontrol yang hanya mendapatkan bimbingan konseling dari guru BK, tidak terjadi peningkatan yang signifikan. Jumlah remaja dengan kemampuan tinggi menurun dari 7.5% menjadi 0%, sementara mayoritas tetap berada dalam kategori sedang. Hasil uji statistik perbedaan yang sangat signifikan antara kelompok intervensi dan kontrol (p=0.001), dengan rata-rata skor kemampuan mengelola emosi yang lebih tinggi secara bermakna pada kelompok yang mendapat intervensi REBT. Simpulan: Ada perbedaan mengelola emosi pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah diberikan REBT dengan p-value = 0.001. Tidak ada perbedaan mengelola emosi pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah mendapatkan bimbingan konseling dari guru BK dengan p-value = 0.766. Pemberian REBT dapat memberikan dampak yang signifikan dalam mengelola emosi pada remaja. Saran: Penerapan REBT secara kelompok dapat menjadi strategi intervensi yang efektif dalam membantu remaja mengelola emosi secara lebih sehat, rasional, dan adaptif.   Kata Kunci: Emosi; Remaja; Rational Emotive Behaviour Therapy (REBT).
Pola Komunikasi Keluarga: Studi Kasus Pada Remaja dengan Kategori Resiko dan Gangguan Masalah Kesehatan Jiwa Daulay, Wardiyah; Nasution, Mahnum Lailan; Purba, Jenny Marlindawani
CONTENT: Journal of Communication Studies Vol. 1 No. 01 (2023): Mass Communication, Political Communication and Interpersonal Communication
Publisher : Talenta Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/cjcs.v1i01.11842

Abstract

Pola komunikasi yang baik akan menciptakan pola asuh yang baik, dan pengasuhan remaja yang baik akan dapat menangkal masalah-masalah yang mungkin terjadi proses tumbuh kembang remaja. Metode penelitian menggunakan desain studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi yang bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman remaja tentang pola komunikasi keluarga. Pengambilan partisipan penelitian adalah non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Partisipan pada penelitian ini adalah keluarga yang berdasarkan hasil deteksi dini memiliki anak remaja dalam kategori resiko dan gangguan masalah kesehatan jiwa yaitu 24 keluarga di Kelurahan Medan Sunggal. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan bantuan alat bantu perekam (record handpone), panduan wawancara dan catatan lapangan (field note) dan data dianalisa dengan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang terjadi antara orangtua dan anak remaja menghasilkan 2 tema yaitu waktu berkomunikasi, keterampilan komunikasi dan hubungan orangtua dan anak. Temuan ini dapat menjadi masukan buat keluara agar memberi waktu dan kesempatan kepada remaja sebagai upaya penguatan promotif dan preventif sehingga remaja tidak mengalami resiko dan gangguan masalah kesehatan jiwa.
Pengaruh Program Manajemen Diri Terhadap Kemampuan Mengontrol Perilaku Kekerasan Pada Orang dengan Skizofreni Malau, Marison Tumpal; Purba, Jenny Marlindawani; Tanjung, Riswani
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 4, No 9 (2024): Volume 4 Nomor 9 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v4i9.15542

Abstract

ABSTRACT Violent behavior is one of the symptoms that is often found in people with schizophrenia (ODS). ODS who show symptoms of violent behavior generally do not have the ability to control emotions or anger. One of the non-pharmacological measures to control violent behavior is by providing a self-management program.  The aim of the research is to determine the effect of a self-management program on the ability to control violent behavior in people with schizophrenia. Quasi experimental research design pre test-post test nonequivalent control group design. Sampling used purposive sampling technique with a total sample of 76 people with schizophrenia who were hospitalized who were divided into two groups, 38 respondents in the intervention group and 38 respondents in the control group. Data collection used the Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE) questionnaire. Data were analyzed using paired t test and independent t test.  The results showed that there was a significant difference in the ability of ODS to control violent behavior between the intervention group and the control group (p= 0.000; p < 0.05). The results of this study provide evidence that the self-management program has a positive impact on increasing the ability of ODS to control violent behavior. Nurses are expected to be able to use self-management programs to train ODS to control violent behavior on a scheduled basis so that ODS can recognize, understand the causes and control violent behavior appropriately. Keywords: Self Management Program, Ability to control, Violent Behavior, Schizophrenia  abstrak Perilaku kekerasan merupakan salah satu gejala yang sering ditemukan pada orang dengan skizofrenia (ODS). ODS yang menunjukkan gejala perilaku kekerasan pada umumnya tidak memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi atau marah. Salah satu tindakan non farmakologi untuk mengontrol perilaku kekerasan dengan pemberian program manajemen diri.  Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh program manajemen diri terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada orang dengan skizofrenia. Desain penelitian Quasi experimental pre test-post test nonequivalent control group design. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive sampling dengan jumlah sampel 76 orang dengan  skizofrenia yang menjalani rawat inap yang dibagi menjadi dua kelompok, 38 responden kelompok intervensi dan 38 responden kelompok kontrol. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Regulatory Emotional Self-Efficacy (RESE). Data dianalisis  menggunakan uji paired t- test dan independent t test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan pada kemampuan ODS mengontrol perilaku kekerasan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p= 0.000; p < 0.05). Hasil studi ini memberikan bukti bahwa program manajemen diri berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan ODS mengontrol perilaku kekerasan. Perawat diharapkan dapat menggunakan program manajemen diri untuk melatih ODS mengontrol perilaku kekerasan secara terjadwal sehingga ODS dapat mengenal, mengetahui penyebab dan mengontrol perilaku kekerasan dengan tepat. Kata Kunci: Program Manajemen Diri, Kemampuan Mengontrol, Perilaku Kekerasan, Skizofrenia
Peningkatan Kapasitas Masyarakat untuk Mewujudkan Desa Meat sebagai Desa Wisata Sehat Jiwa Berbasis Kearifan Lokal di Kecamatan Tampahan Kabupaten Toba Purba, Jenny Marlindawani; Tuapattinaja, Josetta Maria; Siregar, Cholina Trisa; Siregar, Ronald Leonardo
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 12 (2024): Volume 7 No 12 (2024)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i12.17382

Abstract

ABSTRAK Desa Meat merupakan salah satu desa yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Toba sebagai desa wisata. Namun, angka kunjungan wisatawan baik lokal, nasional maupun internasional sangat minimal ditambah lagi dengan kondisi lapangan, kesiapan dan komitmen masyarakat yang masih kurang sebagai bagian dari desa wisata. Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu desa wisata sehat jiwa yang dibangun melalui kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan jiwa serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku hidup bersih dan sehat yang meliputi sehat jiwa dan fisik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masayarakat dalam mewujudkan desa Meat seagai desa wisata sehat jiwa berbasis kearifan lokal. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, simulasi, mengaktifkan sanggar tari tradisional Batak dan kunjungan rumah. Peserta kegiatan ini adalah Masyarakat desa Meat yang punya komitmen mensukseskan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berjumlah 60 orang. Terjadi peningkatan pengetahuan masyarakat tentang desa wisata sehat jiwa sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan. Selain itu, sikap masyarakat juga meningkat terhadap perlunya deteksi dini Kesehatan jiwa sehingga terwujud kesehatan jiwa masyarakat yang optimal dengan menggunakan pendekatan budaya Batak Toba khususnya dalam menyambut para wisatawan yang datang berkunjung ke desa Meat. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan perangkat desa serta pihak luar untuk berkomitmen mewujudkan desa Meat sebagai desa wisata berbasis budaya Batak Toba. Kata Kunci: Kapasitas Masyarakat, Desa Wisata, Sehat Jiwa, Kearifan Lokal  ABSTRACT Meat Village is one of the villages that has been designated by the Toba Regency Government as a tourist village. However, the number of local, national and international tourist visits is very minimal, coupled with field conditions, community readiness and commitment that are still lacking as part of a tourist village. Therefore, it is necessary to form a healthy soul tourism village that is built through community awareness of the importance of mental health and the implementation of clean and healthy living behaviors. Clean and healthy living behaviors that include mental and physical health. This community service activity aims to increase community capacity in realizing Meat Village as a healthy soul tourism village based on local wisdom. The implementation of this activity uses lecture methods, discussions, questions and answers, simulations, activating traditional Batak dance studios and home visits. Participants in this activity are the Meat Village community who have a commitment to making community service activities a success, totaling 70 partipants. There was an increase in community knowledge about mental health tourism villages before and after participating in the activity. In addition, community attitudes also increased towards the need for early detection of mental health so that optimal community mental health is realized by using the Toba Batak cultural approach, especially in welcoming tourists who come to visit Meat Village. This activity received appreciation from the community and village officials as well as external parties to commit to realizing Meat Village as a tourist village based on Batak Toba culture. Keywords: Community Capacity, Tourist Village, Mental Health, Local Wisdom
Co-Authors Alam Bakti Keloko Andriani, Risca Ansela, Rasninta Devi Arif Widiyantoro Ariyo, Ariyo Arlina Nurbaity Lubis Arrum, Diah Asima Sirait Bangun, Henny Arwina Barus, Rovina Efranti Br Beby K. fawzeea Sembiring Betty Nurita Marbun Cholina T. Siregar Daulay, Wardiyah Deddy Sepadha Putra Sagala Dewi Fortuna Grace Dayanty Napitupulu Donal Nababan Dwi Eka Putri Elyna Yanti Empraninta, Hanna Ester Evayanti Ratna Dewi Silalahi Evi Indriani Evi Metti Purba Fajar Amanah Ariga Farida Linda Siregar Fauziah Fauziah Frida L. Saragih Frida Lina Tarigan Gea, Handerman Vitu Ginting, E D Gryttha Tondang Heru Santoso Hulu, Yusuf Panserito Ikhsanuddin A Harahap Jek Amidos Pardede Josetta Maria Remila Tuapattinaja Karota, Evi Kartika Sari Kiking Ritarwan lafau, ADIRMAN Lailan Nasution, Mahnum Laura M Siregar Lia Debora Manihuruk Lilik Supriati, Lilik Lisbet Gurning Lumbantoruan, Hanna Ceria Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nasution Mahnum Lailan Nasution Malau, Marison Tumpal Manurung, Kesaktian Maria Fransiska Octaviani Silaen Mido Ester J. Sitorus Mido Ester Sitorus Mido Ester Sitorus Mula Tarigan Myrnawati CH Naibaho, Amelia Elisabeth Nasution, Mahnum Lailan Nasution, Siti Saidah Nilvarangkul, Kessarawan Niskarto Zendrato Nunung Febrianty Sitepu Nunung Febriyani Sitepu Nunung Sitepu Nur Asnah Sitohang, Nur Asnah Nurleli Nurleli nurmani Pardede, Jek Amidos Pita Rolina Sitanggang Putri Purnama Sari Rafika Nur Siregar Rahmah Syahfitri Rianti Pramita Rika Endah Nurhidayah Rika Endah Nurhidayah Riko Hengki Nababan Rini Debora Silalahi Robin Ferdiansyah Sitopu Rosita Adani Gayo Rovina Efranti Br Barus Roxsana Devi Tumanggor Rumapea, Natalina Rumbun Sirait Sabela Hasibuan, Ali Santi, Kartika Sari, Dewi Keumala Sembiring, Rinawati Silaban, Lidia Silalahi, Evayanti Ratna Dewi Silalahi, Rini Debora Silitonga, Hanna Yudit Lamro Simamora, R H Siregar, Ismail Wildansyah Siregar, Nadiyah Afrah Siregar, Ronald Leonardo Siti Zahara Nasution, Siti Zahara Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Eka Wahyuni Sri Mala Hayati Suarni, Leny Sukma Hapsari Susi Harianja Tanjung, Riswani Taufik Ashar Ummi Kalsum Sundari Ritonga Wahyuni, Sri Eka Wardiyah Daulay Yohana Beatry Sitanggang Yunita Aritonang