Claim Missing Document
Check
Articles

PENGGUNAAN TEPUNG KULIT PISANG TERFERMENTASI TERHADAP KONSUMSI, KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PADA TERNAK BABI Aldian Leonard Amtiran; I Made Suaba Aryanta; Grace Maranatha
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 5 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v5i2.841

Abstract

The study aimed at evaluating and determining the effect of including fermented banana skin in the diet on dry and organic matter intake and digestibility of grower landrace crossbred pig. There were 12 landrace gilts of 1.5 months of age with 15-25 kg (CV 15.67%) initial body weight used in the study. The study was designed in Block design of 4 treatments with 3 replicates. Statistical analysis result showed that effect of treatment is not significant (P>0.05) on either intake or digestibility of dry matter or organic matter of the gilts. The conclusion is that including fermented banana skin in the diet performed the similar dry and organic matter intake and digestibility of grower pig. It is recommended that advance study by increasing the level of fermented banana skin inclusion in the diet to find out the maximum level of the inclusion. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penggunaan tepung kulit pisang terfermentasi dan untuk mengevaluasi level terbaik penggunaan tepung kulit pisang terfermentasi terhadap konsumsi, kecernaan bahan kering dan bahan organik pada babi peranakan landrce fase pertumbuhan. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ternak babi betina peranakan landrace fase pertumbuan umur 1,5 bulan, variasi berat badan 15-25 kg, rata-rata 20,08 kg (koefisien variasi 15,67%). Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Hasil analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering, serta bahan organik. Dengan demikian disimpulkan bahwa penggunaan tepung kulit pisang terfermentasi menghasilkan konsumsi dan kecernaan bahan kering dan bahan organik yang relatif sama. Dianjurkan agar dilakukan penelitian lanjutan dengan meningkatkan level penggunaan tepung kulit pisang terfermentasi dalam ransum untuk mendapatkan level penggunaan terbaik.
Profil Metabolit Darah Sapi Bali Jantan yang Diberikan Pakan Hasil Integrasi Rumput - Legume - Tanaman Pangan di Lahan Kering Pulau Timor: Metabolic Blood Profile of Male Bali Cattle That at Gives Integration Feed Grass- Legume and Food Cropsin Dry Land Timor Island Grace Maranatha; Sukawaty Fattah; Jacob Nulik; Ulrikus Romsen Lole; Yohanis Umbu Laiya Sobang; Fredeicus Dedy Samba
Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science) Vol. 11 No. 2 (2021): Jurnal Ilmu Peternakan dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Ve
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46549/jipvet.v11i2.130

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan hasil integrasi rumput unggul - legume Clitoria tarnatea dan tanaman pangan pada sapi bali jantan penggemukan ditingkat peternak terhadap kadar urea, glukosa, dan hemoglobin darah. Dalam penelitian ini digunakan 8 ekor sapi Bali jantan bakalan pada kisaran umur 1 – 1,5 tahun dengan berat badan 101-134 kg, dengan rataan 114,25 kg dan koefisien variasi 6,12%. Metode penelitian yang digunakan adalah metode percobaan menggunakan rancangan bujur sangkar latin ganda (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah P0: pakan hasil integrasi rumput mulato + legum + jagung + kacang nasi + labu kuning, P1: pakan hasil integrasi rumput odot + legum + jagung + kacang nasi + labu kuning, P2: pakan hasil integrasi rumput Setaria + legume + jagung + kacang nasi + labu kuning, P3: pakan hasil integrasi rumput Brachiaria + legum + jagung + kacang nasi + labu kuning. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata P>0,05 terhadap kadar urea, glukosa dan hemoglobin darah sapi Bali jantan penggemukan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian hasil integrasi rumput unggul - legume dan tanaman pangan memberikan pengaruh yang sama antar perlakuan terhadap profil metabolit darah sapi bali jantan penggemukan. Integrasi rumput unggul - legume dan tanaman pangan berpotensi untuk diterapkan pada daerah lahan kering karena mampu menyediakan pakan dengan biomassa yang cukup bagi ternak yang dibuktikan dengan profil metabolit darah ternak masih berada pada keadaan normal.
Pengaruh Fermentasi Tepung Tongkol Jagung Menggunakan EM-4 terhadap Perubahan Komponen Serat: Effect of Corn Cob Flour Fermentation Using EM-4 on change of Fiber Components Melvianus Katanga Lala; Marthen Yunus; Grace Maranatha
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 2 (2022): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v4i2.1046

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis EM-4 yang berpengaruh tehadap perubahan kandungan NDF, ADF, Selulosa dan Lignin pada tepung tongkol jagung yang difermentasi. Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda percobaan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang dimaksud yaitu: P0 = 1kg tepung tongkol jagung tanpa EM-4 (sebagai kontrol); P1 = 1kg tepung tongkol jagung + 5 ml EM-4; P2 = 1kg tepung tongkol jagung + 10 ml EM-4 dan P3 = 1kg tepung tongkol jagung + 15 ml EM-4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rataan NDF(%)  P0 = 88,65±3,33; P1 = 87,23±2,24; P2 = 84,52±0,65; P3 = 87,63±1,89, rataan konsentrasi ADF (%) tiap perlakuan adalah: (P0) 57,33±0,48; (P1) 43,03±2,27; (P2) 56,19±5,7 dan (P3) 46,18±7,05 sedangkan konsentrasi  Selulosa (%) adalah  (P0) 43,29±0,92; (P1) 29,38±4,56; (P2) 40,27±3,46 dan (P3) 29,53±3,80. konsentrasi Lignin (%) adalah  (P0) 15,88±0,14; (P1) 13,06±0,28; (P2) 14,72±1,71 dan (P3) 16,08±0,81. Hasil penelitian am menunjukkan bahwa penambahan dosis EM-4 yang berbeda terhadap perubahan NDF, ADF, Selulosa dan Lignin tepung tongkol jagung yang difermentasi berpengaruh tidak nyata (P>0,05). Kesimpulan yang dapat diambil yaitu tepung tongkol jagung yang difermentasi menggunakan EM-4 sampai pada dosis 15 ml belum mampu merubah kadar NDF, ADF dan Selulosa serta belum mampu menurunkan kandungan Lignin.   This study aims to determine the dose of EM-4 which affects changes in the content of NDF, ADF, Cellulose and Lignin in fermented corn cobs flour. The data collection method used in this study was an experiment using a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. The treatment in question is: P0 = 1kg corncob meal without EM-4 (as control); P1 = 1kg corncob meal + 5 ml EM-4; P2 = 1kg corncobs meal + 10 ml EM-4 and P3 = 1kg corncobs meal + 15 ml EM-4. The results of the treatment from the research that has been done obtained the average NDF P0 = 88.65 ± 3.33, P1 = 87.23 ± 2.24, P2 = 84.52 ± 0.65, P3 = 87.63 ± 1.89, the average ADF concentration (%) for each treatment was: (P0) 57.33 ± 0.48; (P1) 43.03 ± 2.27; (P2) 56.19 ± 5.7 and (P3) 46.18 ± 7.05 while the concentration of Cellulose (%) was (P0) 43.29 ± 0.92; (P1) 29.38 ± 4.56; (P2) 40.27 ± 3.46 and (P3). 29.53 ± 3.80. the Lignin concentration (%) was (P0) 15.88 ± 0.14; (P1) 13.06 ± 0.28; (P2) 14.72 ± 1.71 and (P3) 16.08 ± 0.81. Based on the research data, the results of the analysis of variance showed that the addition of different doses of EM-4 to changes in NDF, ADF, Cellulose and Lignin of fermented corncob flour had no significant effect (P>0.05). The conclusion that can be drawn is that the use of fermented corncob flour using EM-4 up to a dose of 15 ml could not increase the levels of NDF, ADF and Cellulose and could not reduce the Lignin content at a dose of 15 ml.
Pengaruh Pemberian Pakan Komplit Berbahan Dasar Lamtoro dan Silase terhadap Kadar Kualitas Darah Sapi Bali Jantan Penggemukan : The Effect of Feeding Complete Feed Based onLamtoro and Silage on Blood Quality Levels of Fattening Male Bali Cattle Alberto Asis Ferreira; Grace Maranatha; Yohanis Umbu Laiya Sobang
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 4 No. 3 (2022): September
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbahan dasar lamtoro dan silase campuran jerami jagung muda-hijauan gamal terhadap kadar kolesterol, haemoglobin dan trigliserida darah sapi bali jantan penggemukan. Untuk penelitian ini digunakan 4 ekor sapi Bali jantan dengan bobot badan awal yang bervariasi dan umur 1-1,5 tahun. Ternak I: 148 kg, Ternak II: 156,5 kg, Ternak III: 151,5 kg, Ternak IV: 154 kg. The Latin Square Design (RBSL), dengan 4 perlakuan dan 4 periode ulangan, digunakan sebagai metodologi penelitian. Pada percobaan ini terapi yang diberikan adalah P0 : pakan lamtoro.(kontrol), P1: lamtoro 60% + silase 30% + konsentrat 10%, P2: lamtoro 50% + silase 40% + konsentrat 10%, P3: lamtoro 40% + silase 50% + konsentrat 10%. Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah Kadar Kolestrol, Haemoglobin dan Trigliserida Darah.Analisis Varians digunakan untuk menganalisis data (ANOVA). Temuan mengungkapkan bahwa rataan kadar kolestrol (mg/dl) P0 (170,34±5,71), P1 (175,40±7,43), P2 (173,16±11,0) P3 (171,01±4,42); Haemoglobin(g/dl) P0 (10,22±0,42), P1 (11,10±0,72), P2 (11,55±0,31), P3 (10,58±1,26); Trigliserida (mg/dl) P0 (66,01±1,77), P1 (66,42±1,35), P2 (65,91±3,21), P3 (65,16±1,56). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan dari perlakuan (P>0,05). Kesimpulantemuan penelitian ini bahwa memberi makan komplit berbahan dasar lamtoro dan silase campuran jerami jagung muda–hijauan gamal memberikan pengaruh yang sama baik dengan silase maupun tanpa silase dan menunjukkan bahwa kadar kolesterol, haemoglobin dan trigliserida darah  pada sapi bali jantan penggemukan dalam keadaan normal. This research tries to ascertain the impact of providing complete feed based on lamtoro and silage with a mixture of young corn straw-gamal forage on cholesterol levels haemoglobin and blood triglycerides of fattening male bali cattle. This study used 4 male bali cattle aged 1–1.5 years, with each initial body weight. Livestock I: 148 kg, Livestock II:156.5 kg, Livestock III: 151,5 kg, Livestock IV: 154 kg. An experimental approach is used as the research methodology. the Latin Square Design with 4 treatments and 4 periods as replicates. The treatment in this study was P0: lamtoro feed (control), P1: lamtoro 60% + silage 30% + concentrate 10%, P2: lamtoro 50% + silage 40% + concentrate 10%, P3: lamtoro 40% + silage 50% + concentrate 10%. The parameters tested in this study were blood cholesterol, hemoglobin and triglyceride levels. Data were analyzed by Analysis OfVariance (ANOVA). The results showed that the average cholesterol level (mg/dl) was P0 (170.34±5.71). P1 (175.40±7.43). P2 (173.16±11.0) P3 (171.01±4.42); hemoglobin (g/dl) P0 (10.22±0.42). P1 (11.10±0.72). P2 (11.55±0.31). P3 (10.58±1.26); Triglycerides (mg/dl) P0 (66.01±1.77). P1 (66.42±1.35). P2 (65.91±3.21). P3 (65.16±156).The outcome of the statistical analysis revealed that there was no significant impact of the treatment (P>0.05).The conclusion of this study was ensure complete nutrition is provided made from lamtoro and silage of a mixture of young corn straw-gamal forage gave the same effect both with silage and without silage and showed that cholesterol, hemoglobin and triglyceride levels in fattening male bali cattle were under normal conditions.
Growth Performance of On-Farm Male Fattening Bali Cattle Fed with Fodder Obtained from Dry Land Farming Diversification in West Timor Grace Maranatha; Marthen R Pellokila; Arnold E Manu; Yohanis Umbu L Sobang; Jacob Nulik; Fredeicus Dedy Samaba
ANIMAL PRODUCTION Vol. 25 No. 1 (2023)
Publisher : Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in associate with the Animal Scientist Society of Indonesia (ISPI) and the Indonesian Association of Nutrition and Feed Science (AINI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jap.2023.25.1.160

Abstract

This study aims to determine the effect of feeding fodder obtained from diversified dry land farming on daily weight gain, chest girth, shoulder height, and body length of male fattening Bali cattle. This study used a double Latin square design (LSD) with 4 treatments, namely T0 = local feed of farmers in Timor (farmer model). T1 = Diversified farm feed (T1 + mulato grass), T2 = T1 + legume Clitoria tarnatea, T3 = T2 + horticulture by-product using 4 periods as replicates. The livestock observed were eight male Bali cattle aged eight months to one year and weighed 97-121 kg (average 108.5 kg). The results showed that the feeding fodder obtained from the diversified farming had a significant effect (P<0.05) on daily body weight gain but not significant (P>0.05) on the linear body size measurements (chest girth, shoulder height, and body length). Considering the economical and convenient features, T2 feed treatment provided a greater contribution of 21.74% compared to control.
Pengaruh PenggunaanPakan Komplit Berbahan Dasar Lamtoro (Leucaena leucocephala)Dan SilaseCampuran Jerami Jagung Muda (Zea mays) Dan Daun Gamal (Gliricidia sepium) terhadap Konsumsi, Kecernaan Bahan Kering Dan Bahan Organik Sapi Bali Jantan Penggemukan: The Effect Of Feeding Completely Feeding Based On Lamtoro and Silage Mixed Of Young Corn Straw (Zea mays) and Gamal Leaves (Gliricidia sepium) on Consumption, and Digestability Of Dry Materials and Organic Materials of Bali femince Bulla; Grace Maranatha; Daud Amalo
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This study was to determine the effect of complete feed made from leucaena( Leucaena leucocephala) and silage mixture of young corn straw (Zea mays) - Gamal leaf (Gliricidia sepium) on consumption and digestibility of dry matter and organic matter for fattening male Bali cattle. With an age range of 1 - 1.5 years as many as 4 tails, with a body weight of 148 - 156 kg with an average of 152.50 kg. The design used in this study was the Latin Square Design (LSD) with four treatments and four as replication. The treatments in this study were P0 = leucaena feed (control), P1 = leucaena 60% + silage 30% + concentrate 10%, P2 = leucaena 50% + silage 40% + concentrate 10%, P3 = leucaena 40% + silage 50% + concentrate 10%. The average value of dry matter consumption (g/h/d) (P0 : 5,695.96, P1 : 6,241.88, P2 : 5. 705.51, P3 : 4,927.23), organic matter consumption ( g/h/d) (P0 : 4,801.69 , P1 : 5,373.51, P2 : 4,922.45, P3 : 4,257.06), dry matter digestibility (%) (P0 : 68.11, P1 : 72.35, P2 : 74.60, P3 : 71.84), organic matter digestibility (%) (P0 : 70.58, P1 : 72.32, P2 : 75.03, P3 : 72.09). Statistical analysis showed that the treatment had no significant effect (P>0.05) on dry matter consumption, organic matter consumption, as well as dry matter digestibility, and organic matter digestibility. Based on the results of the discussion, it can be concluded that silage (young corn straw and gamal leaves) with a ratio of 70:30% can be used up to 50% in a complete ration mixture made from lamtoro in fattening Bali cattle because it provides the same consumption and digestibility of dry matter and organic matter. ABSTRAK Suatu penelitian tentang pemberian pakan lamtoro dan silase pada penggemukan sapibertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbahan dasar lamtoro(Leucaena leucocephala) dan silase campuran jerami jagung muda (Zea mays) dan daun gamal (Gliricidia sepium) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering serta bahan organik sapi Bali jantan penggemukan. Dengan kisaran umur 1 - 1,5 tahun sebanyak 4 ekor, dengan bobot badan 148 – 156kg dengan rataan 152,50kg. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan percobaan mengikuti pola rancangan bujur sangkar latin yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan yang dicobakan adalah P0 = lamtoro (kontrol), P1 = lamtoro 60% + silase 30% + konsentrat 10%, P2 = lamtoro 50% + silase 40% + konsentrat 10%, P3 = lamtoro 40% + silase 50% + konsentrat 10%. Nilai rata-rata dari konsumsi bahan kering (g/e/h) (P0 : 5.695,96, P1 : 6.241,88, P2 : 5. 705,51, P3 : 4.927,23), konsumsi bahan organik (g/e/h) (P0 : 4.801,69, P1 : 5.373,51, P2 : 4.922,45, P3 : 4.257,06), kecernaan bahan kering (%) (P0 : 68,11, P1 : 72,35, P2 : 74,60, P3 : 71,84), kecernaan bahan organik (%) (P0 : 70,58, P1 : 72,32, P2 : 75,03, P3 : 72,09). Kajian statistik mengindikasikan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap konsumsi bahan kering, dan bahan organik, serta kecernaan bahan kering, serta bahan organik. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa silase (jerami jagung muda dan daun gamal) dapat digunakan sampai 50% dalam campuran ransum komplit berbahan dasar lamtoro pada ternak sapi Bali dapat memberikan penggunaan bahan kering serta bahan organik yang sama.
Kandungan Nutrisi Tepung Sabut Kelapa Muda Hasil Fermentasi Khamir Saccharomyces cerevisiae dengan Lama Waktu Inkubasi yang Berbeda : Nutritional Content of Young Coconut Fiber Flour Results Fermentation Old Yeast Saccharomyces cerevisiae with Different Incubation Times Fridolin Umbu Bura; Grace Maranatha; Daud Amalo
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 5 No. 4 (2023): Desember
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research was to determine the changes in crude protein, crude fiber, and crude fat content that occur during the fermentation of coconut husk using Saccharomyces cerevisiae yeast, influenced by the duration of coconut husk incubation. Coconut husk was used as a nutritional source for yeast development as Saccharomyces cerevisiae in this study. The research employed a Completely Randomized Design (CRD), consisting of four different interventions and three separate processes. The following procedures were used: R0; unfermented coconut husk flour (control) R1: coconut husk flour underwent fermentation for one week. R2: coconut husk flour underwent fermentation for two weeks. R3: coconut husk flour underwent fermentation for three weeks. Tabulations and calculations were performed on the collected data, followed by analysis of variance (ANOVA). According to the findings of the statistical analysis, the treatments had a significant effect (P<0.05) on the amount of crude fiber and crude protein, but did not have a significant effect (P > 0.05) on the concentration of Nitrogen-Free Extract . The conclusion is that the fermentation duration of coconut husk flour using Saccharomyces cerevisiae yeast for 7, 14, or 21 days can reduce crude fiber content while increasing crude protein content and maintaining the same Nitrogen-Free Extract content. The best fermentation of young coconut husk flour using Saccharomyces cerevisiae yeast is achieved after a seven-day incubation period. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perubahan jumlah protein kasar, serat kasar, dan lemak kasar yang terjadi selama fermentasi sabut kelapa menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae dipengaruhi oleh lama waktu inkubasi sabut kelapa. Sabut kelapa digunakan dalam penelitian ini sebagai sumber nutrisi untuk perkembangan ragi sebagai Saccharomyces cerevisiae. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup empat intervensi berbeda dan tiga proses terpisah. Berikut prosedur yang digunakan: R0; tepung sabut kelapa tidak difermentasi (kontrol) R1: tepung sabut kelapa mengalami fermentasi selama seminggu. R2: tepung sabut kelapa melalui proses fermentasi dua minggu. R3: tepung sabut kelapa mengalami fermentasi selama tiga minggu. Tabulasi dan perhitungan dilakukan terhadap data yang terkumpul, kemudian dilakukan analisis varians (ANOVA). Menurut temuan analisis statistik, perlakuan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap jumlah serat kasar dan protein kasar, tetapi tidak memberikan pengaruh yang nyata (P > 0,05) terhadap konsentrasi Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen Kesimpulannya adalah lama waktu fermentasi tepung sabut kelapa menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae selama 7, 14, atau 21 hari dapat menurunkan kadar serat kasar sekaligus meningkatkan kadar protein kasar dan mempertahankan kadar Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen yang sama. Fermentasi tepung sabut kelapa muda menggunakan ragi Saccharomyces cerevisiae paling baik dilakukan setelah masa inkubasi tujuh hari.
Kinerja Pertumbuhan Sapi Bali Jantan Yang Diberikan Pakan Komplit Berbahan Dasar Pakan Pola Peternak dan Silase Campuran Rumput Kume(Shorgum Plumosum Var. Timorense)- Legum Clitoria Tarnatea Dengan Imbangan Yang Berbeda: Growth Performance Of Male Bali Cattle Provided Complete Feed Based On Farming Pattern Feed And Mixed Silage Grass Kume (Shorgum plumosum var. Timorense)-Legum Clitoria tarnatea With A Different Balance Oelbata, Winger; Kihe, Johny Nada; Maranatha, Grace
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v6i2.1013

Abstract

This study aims to determine the effect of providing complete feed based on local feed by farmers pattern westTimor and silage mixture of kume grass (Shorgum plumosum var. Timorense)-legume Clitoria tarnatea withdifferent proportions on increase in chest circumference, body length and shoulder heightof fattening male Balicattle. This study used 4 male Bali cattle aged 1-1.5 years in the body weight range of 110-115 kg with anaverage of 112.88 kg and a coefficient variation of 4.22%. The method used is an experimental method usingthe Latin Square Design (LSD) with 4 treatments and 4 periods as replications. The treatments in this studywere P0 ; local feed by farmers pattern west Timor (Control), P1 ; local feed by farmers pattern west Timor60%+grass-legume silage 30%+concentrate 10%, P2 ; local feed by farmers pattern west Timor 50%+grass-legume silage 40%+concentrate 10%, P3 ; local feed by farmers pattern west Timor 40% + grass-legume silage50% + 10% concentrate. The data obtained were analyzed using Analysis of variance (ANOVA). The results ofthe study, the average daily increase in chest circumference (cm/e/h) P0;0.13±0.022,P1; 0.14±0.005,P2;0.15±0.029,P3; 0.14±0.021, daily body length gain(cm/e/h)P0;0.09±0.010,P1;0.10±0.021,P2;0.12±0.022,P3;0.12±0.017 anddaily increase in shoulderheight(cm/e/h) P0;0.08±0.021,P1; 0.11±0.017,P2;0.13±0.018,P3; 0.10±0.016. The results of statistical analysisshowed that the treatment had a significant effect of p<0.05 on increase in chest circumference, body length andshoulder height of fattening male Bali cattle. The conclusion of this study is that the provision of complete feedbased on local feed by farmers pattern west Timor and silage mixture of grass-legume with different proportionshas an effect on increasing daily weight gain of fattening bali cattle compared to control treatment, while theparameters of increase in chest circumference, body length and shoulder height did not show any effect betweentreatments Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit berbahan dasar pakan polapeternak dan silase campuran rumput kume (Shorgum plumosum var. Timorense)-legum Clitoria tarnateadengan imbangan yang berbeda terhadap pertambahan lingkar dada, panjang badan dan tinggi pundak sapi Balijantan penggemukan. Penelitian ini menggunakan 4 ekor sapi Bali jantan berumur 1-1,5 tahun pada kisaranberat badan 110-115 kg dengan rataan 112,88 kg dan koefisien variasi 4,22%. Metode yang digunakan adalahmetode percobaan menggunakan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL) dengan 4 perlakuan dan 4 periodesebagai ulangan. Adapun perlakuan dalam penelitian ini adalah P0 ; Pakan pola peternak (Kontrol), P1 ; Pakanpola peternak 60%+silase rumput-legum 30%+konsentrat 10%, P2 ; Pakan pola peternak 50%+silase rumput-legum 40%+konsentrat 10%, P3 ; Pakan pola peternak 40%+silase rumput-legum 50%+konsentrat 10%. Datayang diperoleh dianalisis menggunakan Analisis of variance (ANOVA). Dari hasil penelitian diperoleh rataanpertambahan lingkar dada harian (cm/e/h) P0;0.13±0.022,P1; 0.14±0.005, P2;0.15±0.029,P3; 0.14±0.021,pertambahan panjang badan harian(cm/e/h)P0;0.09±0.010,P1;0.10±0.021,P2;0.12±0.022,P3;0.12±0.017 danpertambahan tinggi pundak harian(cm/e/h) P0;0.08±0.021,P1; 0.11±0.017,P2;0.13±0.018,P3; 0.10±0.016. Hasilanalisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidak nyata p>0,05 terhadappertambahan lingkardada, panjang badan dan tinggi pundak sapi Bali jantan penggemukan. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu,pemberian pakan komplit berbahan dasar pakan pola peternak dan silase campuran rumput kume-legumClitoriatarnateadengan imbangan yang berbeda, tidak memberikan pengaruh antar perlakuan terhadap pertambahanlingkar dada, panjang badan dan tinggi pundak.  
Pengaruh Suplementasi Pakan Konsentrat Mengandung Isi Rumen terhadap Konsumsi, Kecernaan Lemak Kasar Energi Sapi Bali: Effect of Concentrate Feed Supplementation Containing Rumen Contents on Consumption of Crude Fat Digestibility, Energy for Bali Cattle rambu Newa, Helmi; Amalo, Daud; Laiya Sobang, Yohanis Umbu; Maranatha, Grace
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v6i2.1465

Abstract

This study aims to ascertain the effect of concentration supplementation of cattle rumen waste feedfermented with EM4 on the energy consumption of fattening male Bali cattle. In this study, 12male Bali cattle were used, aged between 1-1.5, with a body weight range of 138-155 kg with anaverage of 145.3 kg (KV) 3.59%. The experimental research method was used, using fourtreatments and three replications in a completely randomized design (CRD). P0: breeder patternfeed + concentrate without fermented rumen content (IRF), P1: breeder pattern feed + concentratefeed containing 20% IRF, P2; Breeder pattern feed + concentrate feed containing 40% IRF, P3;farmer pattern feed + concentrate feed containing 60% IRF. The data obtained were analyzedusing ANOVA. Based on the results of the study, the average P0: (75.00 ± 0.30), P1: (74.44 ±0.15), P2: (75.36 ± 0.36), P3: (74.15 ± 0.36), 33), energy consumption (kcal/e/h) P0:(16638.35±1.01), P1: (16668.8±5.14), P2: (16749.71±1.21), P3: (16618.2±1.11), crude fatdigestibility (%) P0: (40.07±4.09), P1: (39.99667±3.35), P2: (40.3±4.40 ), P3: (38.41667±3.66),energy digestibility (%) P0: (70.78667±1.18), P1: (71.14±1.20), P2: (72.33± 3.58), P3:(70.67333±3.14). Statistical results showed that treatment had no effect (P<0.05) on energyconsumption, crude fat digestibility, or energy digestibility but had a very significant effect(P<0.01) on crude fat consumption. The conclusion of this study is that the feed concentratesupplementation of fermented cow rumen waste contents. Penelitian ini bertujuan untuk memastikan dampak dari suplementasi konsentrasi pakan limbah isirumen sapi yang difermentasi EM4 terhadap konsumsi, kecernaan lemak kasar dan energi sapiBali jantan penggemukan. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini ternak sapi bali jantansebanyak 12 ekor berusia antara 1-1,5 tahun dan kisaran bobot badan 138-155 kg dengan rataan145,3 kg (KV 3,59%). Metode penelitian eksperimental digunakan dalam Rancangan AcakLengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan Masing-masing perlakuan yaitu P0:Pakan pola peternak + konsentrat tanpa isi rumen fermentasi (IRF), P1: pakan pola peternak +pakan kosentrat mengandung 20% IRF, P2: Pakan pola peternak + pakan konsentrat mengandung40% IRF, P3: pakan pola peternak + pakan konsentrat mengandung 60% IRF. Data yang diperolehdianalisis menggunakan Anova. Berdasarkan Hasil penelitian diperoleh rataan P0: (75,00±0,30),P1: (74,44±0,15), P2: (75,36±0,36), P3: (74,15±0,33), konsumsi energi (kkal/e/h) P0:(16638,35±1,01), P1: (16668,8±5,14), P2: (16749,71±1,21), P3: (16618,2±1,11), kecernaan lemakkasar (%) P0: (40,07±4,09), P1: (39,99667±3,35), P2: (40,3±4,40), P3: (38,41667±3,66), kecernaanenergi (%) P0: (70,78667±1,18), P1: (71,14±1,20), P2: (72,33±3,58), P3: (70,67333±3,14). Hasilstatistik menunjukkan bahwa perlakuan tidak berpengaruh (P<0,05) terhadap konsumsi energi,kecernaan lemak kasar, atau kecernaan energi tetapi memiliki pengaruh yang sangat nyata(P<0,01) terhadap konsumsi lemak kasar. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa suplementasipakan konsentrat limbah isi rumen sapi fermentasi dapat digunakan sebanyak 60% menggantikanjagung giling 100% dan dedak padi 75% dari proporsi kedua bahan pakan tersebut sebanyak 70%dalam campuran ransum konsentrat untuk ternak ruminansia (sapi).  
Pengaruh Pakan Komplit Berbasis Lamtoro dan Silase Jerami Jagung dengan Imbuhan Zn Biokompleks terhadap Nutrisi Tercerna Kambing Lokal: The Impact of Full Animal Feed Based on Leucaena leuchepalaand Corn-Straw Silage with Biocomplex Zn on Digestible Nutrition of Local Goat Yansen, Theresa Melania Triyani; Maranatha, Grace; Amalo, Daud; Yunus, Marthen
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 2 (2024): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57089/jplk.v6i2.1621

Abstract

Aim of this study was to determine the effect of providing full animal feed based on Leucaena leuchepala andcorn-straw silage with biocomplex Zn on digestible protein, digestible energy and total digestible nutrient(TDN) of local goat. The livestock used in this study were 4 male local goats 1-1,5 years old with bodyweight range of 19,1–21,77kg an average 20,69kg. The research used an experimental method using LatinSquare Design (LSD) consisting of 4 treatments and 4 periods as replicate, while the treatments were P0:Leucaena leuchepala 100% (control), P1: Leucaena leuchepala 70% + corn-straw silage 20% + concentrate10%, P2: Leucaena leuchepala 60% + corn-straw silage 30% + concentrate 10%, P3: Leucaena leuchepala50% + corn-straw silage 40% + concentrate 10%; while biocomplex Zinc added 100mgs per treatments. Theresult of this research were obtain the mean of digestible protein (g/h/d)P0: 96.13±9.55, P1: 115.99±8.07, P2:116.48±7.57, P3: 114.87±9.90. Digestible energy (kcal/h/d) P0: 1,647.20±290.87, P1: 2,147±180.68, P2:2,162.97±174.13, P3: 2,114.35±366.46. TDN (%) P0: 63.75±2.71, P1: 68.78±0.39, P2: 69.61±2.77, P3:69.32±3.07. The analysis results show that the treatments had no significant effect (P>0.05) on digestiblenutrition of local male goat. In conclusion was complete feed based on Leucaena leuchepala and corn-strawsilage up to 40% and 10% of concentrate with biocomplex Zn give the same effect with Leucaena leuchepalafeeding treatment on nutrition digestible of local goat. Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk melihat efek dari pemberian pakan komplit berbasis lamtoro dansilase Jerami jagung dengan tambahan Zn biokompleks terhadap protein kasar tercerna, energi tercerna danTDN ternak kambing local jantan. Pengujian dilakukan terhadap kambing lokal jantan dengan kisaran umur1-1,5 tahun sebanyak 4 ekor dengan kisaran bobot badan 19,1–21,77kg dengan rataan 20,69kg. Pendekatansecara eksperimental digunakan dalam penelitian ini dengan Rancangan Bujur Sangkar Latin (RBSL), yangterdiri dari 4 perlakuan dan 4 periode sebagai ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah P0: lamtoro 100%(kontrol), P1: lamtoro 70% + silase jerami jagung 20% + konsentrat 10%, P2: lamtoro 60% + silase jeramijagung 30% + konsentrat 10%, P3: lamtoro 50% + silase jerami jagung 40% + konsentrat 10%; pemberianpakan imbuhan Zn biokompleks sebanyak 100mg per perlakuan. Data hasil penelitian ditabulasi dandianalisis dengan analisis ragam (Anova). Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh tidaknyata (P>0,05) terhadap nutrisi tercerna ternak kambing kacang jantan.Kesimpulan dari penelitian ini yaitu pemberian pakan komplit berbahan dasar lamtoro dan silase jeramijagung sampai 40% dan konsentrat 10% dengan tambahan Zn-biokompleks memberikan efek yang samadengan perlakuan pakan tunggal lamtoro terhadap nutrisi tercerna ternak kambing lokal jantan  
Co-Authors Abdullah, Muhammad S. Alberto Asis Ferreira Aldian Leonard Amtiran Alokafani, Febi Amalo, Daud Annytha Ina Rohi Detha Armandiato, Heri Arnold E Manu Bediona, Petronela Bees, Daud Ambraham Boeky, Daniela L.A. Dami Dato, Twenfosel O. Daud Amalo Daud Amalo Diaz, Bartholomeus Dodu, Tagu Enawati, Luh Sri Fattah, Sukawaty femince Bulla Fitri Imelda Edon Fone, Faustina Fredeicus Dedy Samaba Fredeicus Dedy Samba Fridolin Umbu Bura Gusti A. Y. Lestari Gusti Ayu Yudiwati Lestari Hamanay, Umbu Maaya Limu Herayanti Panca Nastiti Heru Sutedjo I Gusti Ng. Jelantik I Made S. Aryanta Jacob Nulik Jacob Nulik Jacob Nulik Kihe, Johny Nada Laiya Sobang, Yohanis Umbu Langgajanji, Vimel Diki Limbu, Ribka Mandang, Maria Manu, Arnold Manu, Arnold E Marthen Robinson Pellokila Marthen Yunus Marthen Yunus Maukaling, Yosua Melvianus Katanga Lala Nancy D. F. K. Foeh Ndaong, Nemay Noach, Yakob Robert Nofendi Umbu Janga Noh Abani Oelbata, Winger Oematan, Grouse Penina Magang, Elisabet rambu Newa, Helmi Riwu, Agustinus R. Riwu, Magdarita S. Rosnah, Upik Samaba, Fredeicus Dedy Samba, Fredeicus Dedy Sari, Rosalia Supia Sobang, Yohanes U.L. Sobang, Yohanis U. L. Sobang, Yohanis Umbu L Sobang, Yohanis Umbu Laiya Solo, Yoram A. T. Stacia Reviany Mege Sukawaty Fattah Thenison Kaminukan Twen O. Dami Dato Ulrikus R. Lole Umbu Datta, Sandra Clarissa Usboko, Maria Yunita G. Wilhelmus Mau Tulanggalu Yansen, Theresa Melania Triyani Yohanes Umbu Laiya Sobang Yohanis U. L. Sobang Yohanis Umbu L Sobang Yohanis Umbu Laiya Sobang Yohanis Umbu Laiya Sobang Yoram A. T. Solo Yunus , Marthen Yunus, Marthen