p-Index From 2021 - 2026
5.992
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Manajemen dan Organisasi Jurnal Ilmu Manajemen (JIM) Indonesian Journal of Business and Entrepreneurship (IJBE) Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Journal of Economic, Bussines and Accounting (COSTING) MBIA Meteor STIP Marunda Dinasti International Journal of Digital Business Management Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat Jurnal Darma Agung Jurnal Pengabdian Masyarakat : Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan Journal of Indonesian Scholars for Social Research Jurnal Marine Inside Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Jurnal Gici Jurnal Keuangan dan Bisnis Ocean Engineering: Jurnal Ilmu Teknik dan Teknologi Maritim Jurnal Ekonomi Manajemen Akuntansi Dharma Ekonomi Matemar Jurnal Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Jurnal Medika: Medika Jurnal Cakrawala Bahari International Journal of Technology and Education Research International Journal of Economics, Business and Innovation Research Asian Journal of Management, Entrepreneurship and Social Science Journal of Teaching and Education for Scholars Women, Education, and Social Welfare Proceeding of The International Conference on Management, Entrepreneurship, and Business International Journal of Economics and Management Research Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Jurnal Transportasi dan Manajemen Maritim (TRANSMA) Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok
Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Kebersihan Operasional dan Kepedulian Kolektif terhadap Ketahanan Kesehatan Penumpang Kapal Rute Jakarta–Batam di PT Pelni Indonesia Yanto Rusmanto; Abdul Aziz Taufiqurochman; Abdul Rasyid; Agung Kwartama
Jurnal Medika: Medika in progres
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/1fyd5g81

Abstract

Transportasi laut antar-pulau memiliki risiko tinggi terhadap penyebaran penyakit menular karena karakteristik ruang tertutup, interaksi jarak dekat, serta keterbatasan fasilitas kesehatan di atas kapal. Pengabdian ini bertujuan menganalisis peran kebersihan operasional dan kepedulian kolektif dalam memperkuat ketahanan kesehatan penumpang pada kapal penyeberangan rute Jakarta-Batam-Jakarta yang dikelola PT Pelni Indonesia. Kajian ini didasarkan pada environmental health theory, health behavior theory, dan resilience theory yang menekankan pentingnya integrasi sanitasi teknis dan perilaku sosial dalam sistem kesehatan transportasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif analitis. Data dikumpulkan melalui kuesioner kepada penumpang dengan teknik accidental sampling dan dianalisis menggunakan PLS-SEM. Hasil menunjukkan bahwa kebersihan operasional berpengaruh signifikan terhadap kesehatan penumpang dan secara kuat meningkatkan kepedulian kolektif. Kepedulian kolektif terbukti berperan sebagai mediator yang memperkuat hubungan antara kebersihan dan kesehatan. Nilai determinasi yang tinggi menunjukkan model memiliki daya prediktif yang sangat baik. Disimpulkan bahwa peningkatan kesehatan penumpang memerlukan strategi terpadu antara manajemen sanitasi kapal dan penguatan budaya kepedulian kolektif sebagai pendekatan sistemik dan berkelanjutan dalam tata kelola keselamatan maritim.
Pengaruh Inovasi Layanan dan Efisiensi Operasional Terhadap Kepuasan Pelanggan Berimplikasi Loyalitas Terhadap PT Balancia Ship Agensi Nur Jalilah; Agung Kwartama; Marihot Simanjuntak
Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Publikasi Sistem Informasi dan Manajemen Bisnis
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupsim.v4i2.4094

Abstract

Business competition in the sea transportation sector requires companies to continue to innovate and improve operational efficiency in order to maintain customer satisfaction and loyalty. This study aims to provide the influence of service innovation and operational efficiency on customer satisfaction and remind him of customer loyalty at PT Balancia Ship Agency. Research uses a quantitative approach with a survey method through questionnaires distributed to company customers. The analysis results show that both service innovations and operational efficiency have a positive and significant effect on customer satisfaction. Customer satisfaction is also proven to mediate the relationship between service innovation and operational efficiency of customer loyalty. This finding shows that efficient service and operational improvement strategies are very important in building long term relationships with customers, while increasing the competitiveness of the company in the shipping industry.
BARCODE SISTEM DALAM PENINGKATAN KINERJA KARYAWAN JASA PENGIRIMAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN Agung Kwartama; Lie adek; Sumiyatiningsih Sumiyatiningsih; Didik Indriawan
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dengan peningkatan jumlah penduduk negara Indonesia setiap tahun lebih dari 1,74 % saat ini dengan total jumlah penduduk lebih 270,200,000 ( Berdasarkan data BPS 2020 ) maka tingkat konsumsi barang dan jasa sangatlah besar dalam perkembangannya. Hal ini menjadi pasar yang mengiurkan buat perusahaan yang bergerak di bidang produksi jasa dan konsumsi, ditambah dengan letak geografis serta penduduk dengan pulau-pulau lebih dari 16,684 yang sudah teridentifikasi ( Berdasarkan data Kementrian dalam negeri 2020). Sehingga peran transportasi pengangkutan baik melalui darat, laut dan udara sangat berkembang setiap tahun.Mengingat persaingan bisnis jasa pengiriman barang mengharuskan perusahaan mempersiapkan diri sebaik mungkin jika masih ingin mempertahankan eksistensi dalam dalam pasar saat ini dengan  perusahaan sejenis lainnya. Semakin tinggi kebutuhan masyarakat akan jasa pengiriman barang, membuat banyak perusahaan yang bergerak di bidang jasa ini berlomba agar kualitas jasa yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut lebih unggul dibandingkan dengan perusahaan sejenis. Jasa pengiriman barang atau jasa ekspedisi akan terus diminati setiap saat  oleh kalangan masyarakat di Indonesia, terutama pada zaman yang canggih ini. Kemajuan teknologi di era globalisasi cenderung membuat masyarakat menyukai segala seuatu yang mudah dan praktis.  Bisnis jasa mengirimkan barang berhubungan dengan hal keterjangkauan wilayah. Jasa pengiriman akan menjadi solusi bagi mereka yang menyukai kemudahan dan kepraktisan dalam mengirimkan barang, selain itu jasa pengiriman juga dirasa sangat efektif dan efisien. Banyaknya masyarakat yang mengirim barang menjadikan jasa pengiriman sangat penting bagi masyarakat. Jarak antara pengirim dan penerima semakin tak terbatas dan jarak tersebut dapat dijembatani oleh jasa pengiriman.
PENGARUH PENGADAAN SPARE PART DAN PERSEDIAAN SPARE PART TERHADAP KELANCARAN KEBERANGKATAN KAPAL MILIK PT. BUANA LINTAS LAUTAN Tbk Agung kwartama; Sumiyatiningsih Sumiyatiningsih; Didik Indriawan; safriana safriana
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 2 (2021): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 2nd, Jakarta 2021
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengadaan merupakan proses kegiatan untuk pemenuhan atau penyediaan kebutuhan dan pasokan barang atau jasa dibawah kontrak atau pembelian langsung untuk memenuhi kebutuhan. Spare Part kapal adalah suatu barang yang terdiri dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan dan mempunyai fungsi tertentu. Spare part adalah suatu barang yang terdiri dari beberapa komponen yang membentuk satu kesatuan dan mempunyai fungsi tertentu. Setiap alat berat terdiri dari banyak komponen namun yang akan dibahas adalah komponen yang sering mengalami kerusakan dan penggantian. Untuk mengatasi hambatan tersebut, maka perlunya pengadaan dijalani dengan sebaik- baiknya, mulai dari merancang hubungan yang tepat dengan supplier, memilih supplier, memilih dan mengimplementasikan teknologi yang cocok, memelihara data item yang dibutuhkan dan data supplier, serta menjalin komunikasi dan kerja sama dengan awak kapal dan supplier dalam memenuhi seluruh spare part kapal sehingga muncul solusi yang menjadi pilihan. Metode penelitian yang digunakan menggunakan skala likert, dimana variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel. Kemudian indikator variabel dijadikan sebagai titik tolak ukur menyusun itemitem instrumen yang dapat berupa pertanyaan atau pernyataan, penelitian ini mengambil sample sebanyak 20 orang responden, diharapkan dengan jumlah sample tersebut dapat mewakili populasi yang ada pada perushaan yang dijadikan peneliatian ini.Pengadaan spare part terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap kelancaran keberangkatan kapal dengan thitung > ttabel (2,094 > 2,052) Persamaan regresi untuk hubungan pengadaan spare part (X1) terhadap kelancaran keberangkatan kapal (Y) didapat Ŷ = 7,765 + 0,424 X1, persamaan ini berarti bahwa setiap peningkatan atau penurunan satu satuan skor pada pengadaan spare part akan diikuti dengan kenaikan atau penurunan skor kelancaran keberangkatan kapal pada PT. Buana Lintas Lautan. Besarnya kenaikan atau penurunan tersebut rata-rata sebesar 0,424 pada konstanta 7,765. Maka dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi ketepatan dari proses pengadaan spare part maka akan meningkatkan kelancaran keberangkatan kapal pada PT. Buana Lintas Lautan terutama pada indikator pengadaan spare part dengan metode normal yaitu memiliki rata-rata skor tertinggi sebesar 4,8 yang berarti metode normal membutuhkan waktu yang lebih lama sedangkan jawaban indikator terendah dengan rata –rata skor sebesar 3,9 terdapat pada indikator metode pengadaan spare part dengan metode penunjukan langsung yang berarti metode penunjukan langsung lebih cepat diproses. Kata kunci : Spare part, Pengadaan, Persediaan, operasional dan kapal pengangkut. 
PENGARUH PERILAKU KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA PT SUMBER BUMI GLOBAL NIAGA DI JAKARTA Agung Kwartama; Titis Ari Wibowo
Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok Vol. 4 No. 1 (2023): Prosiding Seminar Nasional Manajemen Industri dan Rantai Pasok 4th, Jakarta 202
Publisher : Politeknik APP Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem transportasi laut kini sedang mengalami kemajuan maka dari itu perusahaan pelayaran mengalami peran penting sebagai perusahaan yang menyediakan jasa transportasi laut baik untuk mengangkut manusia , barang , hewan dan tumbuhan. Peran perusahaan pelayaran juga mempengaruhi dalam proses kegiatan perekonomian negara. Dibutuhkannya armada-armada perkapalan adalah sebuah bukti bahwa telah terbukanya kesempatan untuk mengembangkan bisnis pelayaran.Sistem charter pada pola operasional PT. Untuk memenuhi kontrak dalam perjanjian yang telah disepakati dengan charterer diperlukan operasional kapal yang baik. Operasional kapal yang baik ditentukan dengan performa kapal yang baik pula. Kapal yang digunakan salah satunya adalah kapal jenis bulk carrier. Kapal ini utamanya untuk membawa kargo curah seperti batu bara. Setiap organisasi, lembaga atau perusahaan memerlukan sumber daya manusia untuk mencapai tujuannya. Sumber daya diperlukan untuk menciptakan daya, gerakan, aktivitas, kegiatan dan tindakan di atas kapal atau perusahaan. Sumber daya tersebut berupa sumber daya alam, sumber daya finansial, sumber daya manusia, sumber daya ilmu pengetahuan dan sumber daya teknologi. PT. Sumbebumi Global Niaga adalah sebuah perusahaan keluarga yang berupaya untuk membangun sistem SDM yang kuat secara terpadu dan bertahap baik secara kuantitas dan kualitas, pada unit bisnis utama maupun pendukung, yang berorientasi pada human capital. Proses perekrutan dan seleksi crew/anak buah kapal Perilaku kerja adalah perilaku karyawan yang berhubungan dengan pekerjaannya, contohnya perilaku kerja, perilaku yang disyaratkan dalam prosedur kerja dan kerja sama, komitmen terhadap tugas, ramah pada pelanggan, dll. Perilaku kerja juga bisa meliputi inisiatif yang dihasilkan untuk memecahkan permasalahan kerja, seperti ide atau tindakan yang dihasilkan, serta mampu untuk membuat alternatif solusi demi memperlancar pekerjaan, agar dapat menghasilkan kinerja tinggi. Perilaku kerja merupakan suatu sikap dan perilaku yang berniat untuk menaati segala peraturan organisasi yang didasari ataskesadaran diri untuk menyesuaikan diri dengan peraturan organisasi atau perusahann. Kerja sama adalah keinginan untuk bekerja sama dengan orang lain secara kooperatif dan menjadi bagian dari kelompok. Salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja adalah dengan menciptakan perilaku kerja karyawan yang baik dengan pemberian motivasi pada kinerja karyawan yang tepat. Olehnya dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan proaktif untuk mendukung faktor tersebut. Dalam suatu perusahaan, perilaku kerja merupakan fungsi operatif, karena semakin baik perilaku kerja karyawan, semakin tinggi prestasi kerja yang dapat dicapainya dan akan menciptakan karyawan yang berkualitas. Tanpa perilaku kerja karyawan yang baik, sulit bagi organisasi perusahaan untuk mencapai hasil yang optimal.
What Are the Determinants of Employability for Vocational Graduates in Jakarta: The Role of Curriculum, Internships, Family Support, and Women's Gender Perspectives? Agung Kwartama
Women, Education, and Social Welfare Vol. 3 No. 1 (2026): January - March 2026 | Women, Education, and Social Welfare
Publisher : WISE Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70211/wesw.v3i1.399

Abstract

This study explores the factors influencing employability for vocational higher education graduates in Jakarta, focusing on industry-based curriculum, internships, family support, and gender. Using a quantitative approach, Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) and Necessary Condition Analysis (NCA) were employed to analyze the relationships between these variables. Data were gathered through a survey of vocational graduates using purposive sampling. Results show that industry-based curriculum, internship experience, educational infrastructure, campus environment, and family support significantly contribute to employability. The study emphasizes the importance of integrating industry practices into education and providing strong family support, especially for women. This research presents a novel model that combines these factors, offering insights for improving vocational education and supporting female graduates in a competitive labor market. Strategies such as strengthening the curriculum, enhancing internship programs, and ensuring gender-sensitive support structures are essential for improving employability. This study contributes to employability literature by providing a comprehensive framework that can guide educational reforms, particularly focusing on gender equality and practical experience.
THE INFLUENCE OF WORK MOTIVATION ON OPERATIONAL EMPLOYEE PERFORMANCE AT PT. PUPUK INDONESIA LOGISTICS JAKARTA Girnisia Kakisina; Agung Kwartama; Bambang Kurniadi; Riris Ariska; Syaiful Ahmad
Meteor STIP Marunda Vol. 17 No. 1 (2024): Vol 17 No 1 (2024): June
Publisher : Meteor STIP Marunda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

To achieve this success, companies have production factors such as human resources, capital, raw materials and machines. However, compared to other company-specific factors, it is the human resource factor that makes the biggest or main contribution to the success of a company. Analyzing the coefficient of determination (Kd) obtained a coefficient of determination of 55.2%, which means work motivation (variable) is part of the author's analysis in the research. We analyzed the correlation coefficient (r) and found that the correlation coefficient r = 0.74. These results mean that the work incentives provided by a company are closely related to employee performance. If the correlation results are positive, it means the relationship is in the same direction, and when motivation decreases, employee performance also decreases. High work motivation encourages employees to work as best as possible according to the company's plans, thus supporting the company's survival.
Peran Keselamatan (K3), IoT, Brand Image, Lingkungan Kerja, Dan Kemudahan Akses Dalam Meningkatkan Layanan Pelanggan Melalui Efisiensi Operasional Pada Perusahaan Transportasi Laut Di PT Jati Express Jakarta Kwartama, Agung; Agung Kwartama, Agung Kwartama; Rakesh Paul; Dorcas Folasade Oyebode; Sri Langgeng Ratnasari
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 13 No 4: Agustus 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25126/jtiik.134

Abstract

Industri transportasi laut membutuhkan integrasi antara kapabilitas internal dan teknologi untuk meningkatkan kualitas layanan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Internet of Things (IoT), citra merek, dan lingkungan kerja terhadap peningkatan layanan logistik maritim, dengan mengevaluasi efisiensi biaya dan kemudahan akses sebagai mediator pada PT Jati Express Jakarta. Pendekatan kuantitatif eksplanatori digunakan dengan melibatkan 150 responden pelanggan Business-to-Business (B2B). Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasil pengujian menunjukkan bahwa model memiliki daya penjelas yang kuat, dibuktikan dengan nilai  pada variabel Peningkatan Layanan sebesar 0,874. Temuan empiris mengonfirmasi bahwa K3 dan IoT berpengaruh signifikan dalam meningkatkan efisiensi biaya. IoT juga mendominasi pembentukan citra merek, penataan lingkungan kerja, dan penyediaan kemudahan akses. Berlawanan dengan ekspektasi awal, pengaruh K3 terhadap kemudahan akses tidak terbukti signifikan (). Selain itu, citra merek korporat yang tinggi justru berkorelasi negatif terhadap stabilitas lingkungan kerja internal akibat tingginya beban ekspektasi pasar. Efisiensi biaya terbukti memediasi pengaruh K3 dan IoT terhadap peningkatan layanan, sementara kemudahan akses secara efektif memediasi pengaruh lingkungan kerja. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi efisiensi biaya dan kemudahan akses sebagai mekanisme ganda yang mentransmisikan kapabilitas operasional menjadi nilai layanan nyata bagi pelanggan.   Abstract The maritime transportation industry requires the integration of internal capabilities and technology to enhance service quality. This study aims to analyze the effect of Occupational Health and Safety (OHS), the Internet of Things (IoT), brand image, and work environment on the improvement of maritime logistics services, by evaluating cost efficiency and ease of access as mediators at PT Jati Express Jakarta. An explanatory quantitative approach was utilized, involving 150 Business-to-Business (B2B) customer respondents. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The test results indicate that the model has strong explanatory power, evidenced by a value of 0.874 for the Service Improvement variable. Empirical findings confirm that OHS and IoT have a significant effect on improving cost efficiency. IoT also dominates the formation of brand image, the structuring of the work environment, and the provision of ease of access. Contrary to initial expectations, the effect of OHS on ease of access was not proven to be significant (). Furthermore, a high corporate brand image actually correlates negatively with internal work environment stability due to the high burden of market expectations. Cost efficiency is proven to mediate the effect of OHS and IoT on service improvement, while ease of access effectively mediates the effect of the work environment. The novelty of this research lies in the formulation of cost efficiency and ease of access as dual mechanisms that transmit operational capabilities into tangible service value for customers.
Integrasi sertifikasi halal, transformasi digital, dan customer experience untuk meningkatkan loyalitas pelanggan melalui brand image dan efisiensi biaya pada industri logistik maritim Agung Kwartama; Abdal Ahmed
Jurnal Ilmu Manajemen Vol. 14 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jim.v14n3.p636-646

Abstract

The maritime logistics industry in Indonesia faces major challenges in high national logistics costs and regulatory pressures regarding halal product guarantees. This study aims to analyze the structural relationships among the perception of halal logistics implementation, digital transformation, and customer experience on customer loyalty by positioning brand image and cost efficiency as dual mediating variables. This explanatory quantitative study employs Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM), gathering empirical data from 254 actual respondents who are decision-makers in companies utilizing maritime logistics services in Indonesia. The structural analysis results reveal that the perception of halal logistics implementation does not exert a significant indirect effect on customer loyalty when mediated solely through brand image. However, customer loyalty is significantly established through serial mediation pathways that integrate digital transformation, operating through both brand image and cost efficiency mediation. These findings confirm that operational compliance with halal logistics must be synchronized with digitalization capabilities to generate operational cost savings and a credible reputation valued by rational customers. This study offers theoretical novelty by integrating the Resource-Based View and Relationship Marketing Theory to explain dual mediation mechanisms within the maritime halal supply chain.