Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Qualitative Health Research

Efektifitas perawatan metode kanguru terhadap kualitas tidur bayi berat badan normal (studi kasus) Oktaliana, Oktaliana; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): Edisi Desember 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.381

Abstract

Background: Infancy is a golden period for children's growth and development so it needs special attention. One of the factors that influences a baby's growth and development is sleep and rest. Sleeping soundly is very important for a baby's growth, because during sleep the baby's brain growth reaches its peak. Apart from that, when the baby sleeps, the baby's body produces three times more growth hormone when the baby is sleeping than when the baby is awake. The quality and quantity of a baby's sleep greatly influences the baby's growth. A sleeping baby will experience activation of the regeneration of body cells and brain development, therefore the quality of the baby's sleep needs to be maintained. Babies who sleep enough without frequently waking up are fitter and less fussy the next day. Sleep has a big effect on mental, emotional and physical health, as well as the body's immune system. Considering the importance of sleep time in a baby's development, their sleep needs must be fully met so that it does not have a negative effect on their development. Purpose: To determine nursing care for sleep quality problems in babies with normal weight using the kangaroo method in Giliharjo Village, Merbau Mataram District, South Lampung Regency in 2022. Method: This research uses an approach to writing case studies focusing on case studies of nursing care on the problem of sleep quality of babies with normal weight, namely kangaroo method care in Giliharjo Village, Merbau Mataram District, South Lampung Regency in 2022. The subjects in this study were 3 patients managed by used in this case study were babies with problems getting enough sleep to meet the criteria. Results: Diagnosis and intervention from the results of the assessment carried out on An. I, An. And. S found a disturbed resting pattern. During the study, it was found that An. I, An. And. S with the problem of lack of sleep, namely less than 12 hours. P (Provocate) or the cause of lack of sleep time is because the baby is fussy, Q (Quality) is the perceived quality in the form of inadequate sleep duration and fussiness at night, R (Region) rest pattern disturbance occurs if the baby starts to fuss at night, S (Severety) the perceived severity can be measured by the baby's sleep hours, namely 10, 11 hours in An. I, An. And. S (Time) The time that feels worse is when sleeping at night. Conclusion: Based on the results of an evaluation carried out over three days, it shows that there is a change in the baby's sleep time, namely that initially the sleep duration was only 10-11 hours, but after being given the kangaroo method of care, it increased to between 14-14.5 hours with a difference of 3.5-4 hours. Suggestion: Future research should use a larger sample size. The kangaroo method of treatment should be carried out by parents, both father and mother, which can be done equally between one baby and another. Further research can be carried out by assessing the quality of the baby's sleep, not just the quantity.   Keywords: Baby Sleep Quality; Kangaroo Method Treatment; Normal Body Weight.   Pendahuluan: Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Tidur nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. Selain itu pada saat tidur tubuh bayi memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak pada saat bayi tidur dibandingkan ketika bayi terbangun. Kualitas dan kuantitas tidur bayi sangat berpengaruh pada pertumbuhan bayi, bayi yang tidur akan mengalami aktivasi regenerasi sel-sel tubuh dan perkembangan otak, oleh karena itu kualitas tidur bayi perlu dijaga. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun, lebih bugar dan tidak rewel pada keesokan harinya. Tidur mempunyai efek yang besar terhadap kesehatan mental, emosi dan fisik, serta sistem kekebalan imunitas tubuh. Mengingat akan pentingnya waktu tidur pada perkembangan bayi maka kebutuhan tidurnya harus benar-benar terpenuhi agar tidak berpengaruh buruk terhadap perkembangannya. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada masalah kualitas tidur bayi dengan berat badan normal dengan metode kanguru di Desa Giliharjo Kecamatanmerbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pada penulisan studi kasus berfokus pada studi kasus asuhan keperawatan pada masalah kualitas tidur bayi dengan berat badan normal yakni perawatan metode kanguru di Desa Giliharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Subyek pada penelitian ini yaitu sebanyak 3 pasien terkelola yang digunakan dalam studi kasus ini adalah bayi dengan masalah pemenuhan istirahat tidur yang memenuhi kriteria. Hasil: Diagnosa dan intervensi dari hasil pengkajian yang dilakukan pada An. I, An. D, An. S  didapatkan gangguan pola istrahat. Saat pengkajian didapatkan pada An. I, An. D, An. S dengan masalah kurangnya waktu tidur yaitu kurang dari 12 jam. P (Provocate) atau penyebab kurangnya waktu tidur disebabkan karena bayi rewel, Q (Quality) kualitas yang dirasakan berupa durasi tidur yang tidak adekuat dan rewel pada malam hari, R (Region) gangguan pola istirahat terjadi apabila bayi mulai rewel dimalam hari, S (Severety) keparahan yang dirasakan dapat diukur dengan jam tidur bayi yaitu 10, 11 jam pada An. I, An. D, An. S (Time) waktu yang dirasakan memperberat adalah saat tidur dimalam hari. Simpulan: Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan adanya perubahan waktu tidur bayi yaitu semula durasi tidur hanya sebanyak 10-11 jam namun setelah pemberian perawatan metode kanguru mengalami peningkatan antara 14-14.5 jam dengan selisih kenaikan 3.5- 4 jam. Saran: Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan sampel dengan jumlah yang lebih besar. Pemberian perlakuan metode kanguru hendaknya dilakukan oleh orangtua baik ayah ataupun ibu yang dilakukan dapat sama antara bayi yang satu dengan yang lainnya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menilai kualitas tidur bayi bukan hanya kuantitas saja.   Kata kunci: Berat Badan Normal; Kualitas Tidur Bayi; Perawatan Metode Kanguru.
Asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III dengan masalah kecemasan menggunakan terapi prenatal yoga di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Agustina, Marlina; Wardiyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.396

Abstract

Background: Anxiety is a vague feeling of anxiety or worry that involves an autonomic response (the cause is often not specific or unknown to the individual) and is a feeling of fear caused by the anticipation of danger. Pregnant women tend to feel anxious when the time of delivery approaches. Prenatal Gentle Yoga during pregnancy has many benefits for pregnant women because it prioritizes breathing rhythm and prioritizes safety and comfort. Purpose: To make a report on maternity nursing care using exercise therapy for the anxiety felt by pregnant women in the third trimester in Sumberrejo Sejahtera Village, Bandar Lampung City in 2024. Method: This type of research uses qualitative descriptive research. The research design uses a descriptive research approach and a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. Results: The results of the evaluation of prenatal yoga exercises which were carried out during 6 meetings showed that there was a significant reduction in anxiety levels for both respondents. Conclusion: Based on the results obtained, it can be concluded that there is an influence between the application of prenatal yoga exercises and reducing anxiety levels in third trimester pregnant women. Keywords: Anxiety; Pregnant Mother; Prenatal Yoga. Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan cemas atau kekhawatiran samar-samar yang melibatkan respons otonom (penyebabnya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui individu) dan merupakan perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Ibu hamil cenderung merasa cemas ketika mendekati waktu persalinan. Prenatal Gentle Yoga saat hamil memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil karena mengedepankan ritme pernapasan serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan maternitas dengan penerapan terapi senam terhadap kecemasan yang dirasakan pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa  keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil evaluasi tindakan senam prenatal yoga yang telah dilakukan selama 6 kali pertemuan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasan yang signifikan terhadap kedua responden. Simpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara penerapan senam prenatal yoga dengan penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III.
Asuhan keperawatan pada pasien kanker payudara dengan masalah anemia menggunakan sari kurma Sofa, Taufik; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.407

Abstract

Background: Breast cancer is a disease resulting from abnormal cell growth in the breast, 41% of all breast cancer patients experience anemia (hemoglobin <12g/dl). Dates contain very high fiber, apart from that they also contain potassium, manganese, phosphorus, iron, sulfur, calcium and magnesium which are very good for consumption. Purpose: To provide nursing care with the intervention of giving date palm juice to breast cancer patients with anemia. Method: This research uses a descriptive research design with a case study approach to nursing care which includes assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Results: There is an effect of applying date palm juice to increase hemoglobin in breast cancer patients. Conclusion: Peripheral perfusion nursing management was not effective in breast cancer patients with anemia by applying the date palm juice nursing action that the author carried out for 3 days and 10 days of observation found that both clients resolved everything as evidenced by the increase in hemoglobin in both clients and during the second procedure the clients were cooperative. Keywords: Breast Cancer; Date Palm Juice; Hemoglobin. Pendahuluan: Kanker payudara merupakan penyakit akibat dari pertumbuhan sel yang abnormal pada payudara, 41% dari semua pasien kanker payudara mengalami anemia (hemoglobin <12g/dl). Buah kurma mengandung serat yang sangat tinggi, selain itu juga mengandung kalium, mangan, fosfor, besi, belerang, kalsium juga magnesium yang sangat baik untuk dikonsumsi. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi pemberian sari kurma terhadap pasien kanker payudara dengan anemia. Metode: Menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Terdapat pengaruh penerapan sari kurma untuk meningkatkan hemoglobin pasien kanker payudara. Simpulan: Pengelolaan keperawatan perfusi perifer tidak efektif pada pasien kanker payudara dengan anemia dengan penerapan tindakan keperawatan sari kurma yang penulis lakukan selama 3 hari dan observasi 10 hari didapatkan pada kedua klien teratasi semua dibuktikan kedua klien hemoglobinnya meningkat dan selama tindakan kedua klien koperatif.
Efektifitas perawatan metode kanguru terhadap kualitas tidur bayi berat badan normal (studi kasus) Oktaliana, Oktaliana; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 3 No 2 (2023): December Edition 2023: Penanggulangan penyakit berpotensi kejadian luar biasa
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v3i2.381

Abstract

Background: Infancy is a golden period for children's growth and development so it needs special attention. One of the factors that influences a baby's growth and development is sleep and rest. Sleeping soundly is very important for a baby's growth, because during sleep the baby's brain growth reaches its peak. Apart from that, when the baby sleeps, the baby's body produces three times more growth hormone when the baby is sleeping than when the baby is awake. The quality and quantity of a baby's sleep greatly influences the baby's growth. A sleeping baby will experience activation of the regeneration of body cells and brain development, therefore the quality of the baby's sleep needs to be maintained. Babies who sleep enough without frequently waking up are fitter and less fussy the next day. Sleep has a big effect on mental, emotional and physical health, as well as the body's immune system. Considering the importance of sleep time in a baby's development, their sleep needs must be fully met so that it does not have a negative effect on their development. Purpose: To determine nursing care for sleep quality problems in babies with normal weight using the kangaroo method in Giliharjo Village, Merbau Mataram District, South Lampung Regency in 2022. Method: This research uses an approach to writing case studies focusing on case studies of nursing care on the problem of sleep quality of babies with normal weight, namely kangaroo method care in Giliharjo Village, Merbau Mataram District, South Lampung Regency in 2022. The subjects in this study were 3 patients managed by used in this case study were babies with problems getting enough sleep to meet the criteria. Results: Diagnosis and intervention from the results of the assessment carried out on An. I, An. And. S found a disturbed resting pattern. During the study, it was found that An. I, An. And. S with the problem of lack of sleep, namely less than 12 hours. P (Provocate) or the cause of lack of sleep time is because the baby is fussy, Q (Quality) is the perceived quality in the form of inadequate sleep duration and fussiness at night, R (Region) rest pattern disturbance occurs if the baby starts to fuss at night, S (Severety) the perceived severity can be measured by the baby's sleep hours, namely 10, 11 hours in An. I, An. And. S (Time) The time that feels worse is when sleeping at night. Conclusion: Based on the results of an evaluation carried out over three days, it shows that there is a change in the baby's sleep time, namely that initially the sleep duration was only 10-11 hours, but after being given the kangaroo method of care, it increased to between 14-14.5 hours with a difference of 3.5-4 hours. Suggestion: Future research should use a larger sample size. The kangaroo method of treatment should be carried out by parents, both father and mother, which can be done equally between one baby and another. Further research can be carried out by assessing the quality of the baby's sleep, not just the quantity.   Keywords: Baby Sleep Quality; Kangaroo Method Treatment; Normal Body Weight.   Pendahuluan: Masa bayi merupakan masa emas untuk pertumbuhan dan perkembangan anak sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus. Salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang bayi adalah tidur dan istirahat. Tidur nyenyak sangat penting bagi pertumbuhan bayi, karena saat tidur pertumbuhan otak bayi mencapai puncaknya. Selain itu pada saat tidur tubuh bayi memproduksi hormon pertumbuhan tiga kali lebih banyak pada saat bayi tidur dibandingkan ketika bayi terbangun. Kualitas dan kuantitas tidur bayi sangat berpengaruh pada pertumbuhan bayi, bayi yang tidur akan mengalami aktivasi regenerasi sel-sel tubuh dan perkembangan otak, oleh karena itu kualitas tidur bayi perlu dijaga. Bayi yang tidur cukup tanpa sering terbangun, lebih bugar dan tidak rewel pada keesokan harinya. Tidur mempunyai efek yang besar terhadap kesehatan mental, emosi dan fisik, serta sistem kekebalan imunitas tubuh. Mengingat akan pentingnya waktu tidur pada perkembangan bayi maka kebutuhan tidurnya harus benar-benar terpenuhi agar tidak berpengaruh buruk terhadap perkembangannya. Tujuan: Untuk mengetahui asuhan keperawatan pada masalah kualitas tidur bayi dengan berat badan normal dengan metode kanguru di Desa Giliharjo Kecamatanmerbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan pada penulisan studi kasus berfokus pada studi kasus asuhan keperawatan pada masalah kualitas tidur bayi dengan berat badan normal yakni perawatan metode kanguru di Desa Giliharjo Kecamatan Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2022. Subyek pada penelitian ini yaitu sebanyak 3 pasien terkelola yang digunakan dalam studi kasus ini adalah bayi dengan masalah pemenuhan istirahat tidur yang memenuhi kriteria. Hasil: Diagnosa dan intervensi dari hasil pengkajian yang dilakukan pada An. I, An. D, An. S  didapatkan gangguan pola istrahat. Saat pengkajian didapatkan pada An. I, An. D, An. S dengan masalah kurangnya waktu tidur yaitu kurang dari 12 jam. P (Provocate) atau penyebab kurangnya waktu tidur disebabkan karena bayi rewel, Q (Quality) kualitas yang dirasakan berupa durasi tidur yang tidak adekuat dan rewel pada malam hari, R (Region) gangguan pola istirahat terjadi apabila bayi mulai rewel dimalam hari, S (Severety) keparahan yang dirasakan dapat diukur dengan jam tidur bayi yaitu 10, 11 jam pada An. I, An. D, An. S (Time) waktu yang dirasakan memperberat adalah saat tidur dimalam hari. Simpulan: Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan selama tiga hari menunjukkan adanya perubahan waktu tidur bayi yaitu semula durasi tidur hanya sebanyak 10-11 jam namun setelah pemberian perawatan metode kanguru mengalami peningkatan antara 14-14.5 jam dengan selisih kenaikan 3.5- 4 jam. Saran: Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan sampel dengan jumlah yang lebih besar. Pemberian perlakuan metode kanguru hendaknya dilakukan oleh orangtua baik ayah ataupun ibu yang dilakukan dapat sama antara bayi yang satu dengan yang lainnya. Penelitian selanjutnya dapat dilakukan dengan menilai kualitas tidur bayi bukan hanya kuantitas saja.   Kata kunci: Berat Badan Normal; Kualitas Tidur Bayi; Perawatan Metode Kanguru.
Asuhan keperawatan pada ibu hamil trimester III dengan masalah kecemasan menggunakan terapi prenatal yoga di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Agustina, Marlina; Wardiyah, Aryanti; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.396

Abstract

Background: Anxiety is a vague feeling of anxiety or worry that involves an autonomic response (the cause is often not specific or unknown to the individual) and is a feeling of fear caused by the anticipation of danger. Pregnant women tend to feel anxious when the time of delivery approaches. Prenatal Gentle Yoga during pregnancy has many benefits for pregnant women because it prioritizes breathing rhythm and prioritizes safety and comfort. Purpose: To make a report on maternity nursing care using exercise therapy for the anxiety felt by pregnant women in the third trimester in Sumberrejo Sejahtera Village, Bandar Lampung City in 2024. Method: This type of research uses qualitative descriptive research. The research design uses a descriptive research approach and a case study approach to nursing care, which includes assessment, nursing diagnosis, planning, implementation and evaluation. Results: The results of the evaluation of prenatal yoga exercises which were carried out during 6 meetings showed that there was a significant reduction in anxiety levels for both respondents. Conclusion: Based on the results obtained, it can be concluded that there is an influence between the application of prenatal yoga exercises and reducing anxiety levels in third trimester pregnant women. Keywords: Anxiety; Pregnant Mother; Prenatal Yoga. Pendahuluan: Kecemasan adalah perasaan cemas atau kekhawatiran samar-samar yang melibatkan respons otonom (penyebabnya seringkali tidak spesifik atau tidak diketahui individu) dan merupakan perasaan takut yang disebabkan oleh antisipasi bahaya. Ibu hamil cenderung merasa cemas ketika mendekati waktu persalinan. Prenatal Gentle Yoga saat hamil memiliki banyak manfaat bagi ibu hamil karena mengedepankan ritme pernapasan serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan. Tujuan: Untuk membuat laporan asuhan keperawatan maternitas dengan penerapan terapi senam terhadap kecemasan yang dirasakan pada ibu hamil trimester III di Kelurahan Sumberrejo Sejahtera Kota Bandar Lampung Tahun 2024. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif. Rancangan penelitian menggunakan pendekatan penelitian deskriptif dan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan, yang meliputi pengkajian, diagnosa  keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil: Hasil evaluasi tindakan senam prenatal yoga yang telah dilakukan selama 6 kali pertemuan menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecemasan yang signifikan terhadap kedua responden. Simpulan: Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara penerapan senam prenatal yoga dengan penurunan tingkat kecemasan pada ibu hamil trimester III.
Asuhan keperawatan pada pasien kanker payudara dengan masalah anemia menggunakan sari kurma Sofa, Taufik; Rilyani, Rilyani; Wardiyah, Aryanti
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 4 No 1 (2024): July Edition 2024
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v4i1.407

Abstract

Background: Breast cancer is a disease resulting from abnormal cell growth in the breast, 41% of all breast cancer patients experience anemia (hemoglobin <12g/dl). Dates contain very high fiber, apart from that they also contain potassium, manganese, phosphorus, iron, sulfur, calcium and magnesium which are very good for consumption. Purpose: To provide nursing care with the intervention of giving date palm juice to breast cancer patients with anemia. Method: This research uses a descriptive research design with a case study approach to nursing care which includes assessment, diagnosis, intervention, implementation and evaluation. Results: There is an effect of applying date palm juice to increase hemoglobin in breast cancer patients. Conclusion: Peripheral perfusion nursing management was not effective in breast cancer patients with anemia by applying the date palm juice nursing action that the author carried out for 3 days and 10 days of observation found that both clients resolved everything as evidenced by the increase in hemoglobin in both clients and during the second procedure the clients were cooperative. Keywords: Breast Cancer; Date Palm Juice; Hemoglobin. Pendahuluan: Kanker payudara merupakan penyakit akibat dari pertumbuhan sel yang abnormal pada payudara, 41% dari semua pasien kanker payudara mengalami anemia (hemoglobin <12g/dl). Buah kurma mengandung serat yang sangat tinggi, selain itu juga mengandung kalium, mangan, fosfor, besi, belerang, kalsium juga magnesium yang sangat baik untuk dikonsumsi. Tujuan: Memberikan asuhan keperawatan dengan intervensi pemberian sari kurma terhadap pasien kanker payudara dengan anemia. Metode: Menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus asuhan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Terdapat pengaruh penerapan sari kurma untuk meningkatkan hemoglobin pasien kanker payudara. Simpulan: Pengelolaan keperawatan perfusi perifer tidak efektif pada pasien kanker payudara dengan anemia dengan penerapan tindakan keperawatan sari kurma yang penulis lakukan selama 3 hari dan observasi 10 hari didapatkan pada kedua klien teratasi semua dibuktikan kedua klien hemoglobinnya meningkat dan selama tindakan kedua klien koperatif.
Edukasi meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pertolongan pertama pada kejang demam Marzuna, Marzuna; Setiawati, Setiawati; Nirwanto, Nirwanto; Rilyani, Rilyani
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 6 No 2 (2026): February Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v6i2.2467

Abstract

Backgroud: Febrile seizures are a common condition in children, especially those aged 6-5 years. Although febrile seizures are generally harmless, parental knowledge of proper first aid is crucial to reduce anxiety and ensure appropriate action when a child experiences a febrile seizure. Education regarding first aid for children with febrile seizures can improve parental knowledge and assist them in providing appropriate care. Purpose: To determine the effect of education regarding first aid for children with febrile seizures on parental knowledge. Method: This study used a quantitative approach using a pre-experimental one-group pre-test and post-test design. The study was conducted by administering pre-test and post-test educational questionnaires to parents of children with febrile seizures in the Panjang Community Health Center (Puskesmas) work area. The data obtained were analyzed using a paired t-test to determine differences in knowledge before and after education. Results: The statistical analysis showed a significant difference in parental knowledge before and after education, with a p-value <0.05. Conclusion: There is an influence of providing education on the level of parental knowledge. Keywords: Education; Febrile Seizures; First Aid; Parental Knowledge. Pendahuluan: Kejang demam adalah kondisi yang sering terjadi pada anak-anak, terutama pada usia 6-5 tahun. Meskipun umumnya kejang demam tidak berbahaya, pengetahuan orang tua mengenai pertolongan pertama yang tepat sangat penting untuk mengurangi kecemasan, dan memastikan tindakan yang tepat saat anak mengalami kejang demam. Edukasi mengenai pertolongan pertama pada anak kejang demam dapat meningkatkan pengetahuan orang tua dan membantu mereka dalam memberikan pertolongan yang tepat. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi mengenai pertolongan pertama pada anak kejang demam terhadap pengetahuan orang tua. Metode: Jenis penelitian dengan pendekatan kuantitatif menggunakan desain pre-experimental one group pre-test and post-test design. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner pre-test dan post-test edukasi kepada orang tua yang memiliki anak yang mengalami kejang demam di wilayah kerja puskesmas panjang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t berpasangan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan setelah edukasi. Hasil: Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada nilai pengetahuan orang tua sebelum dan sesudah diberikan edukasi dengan p-value <0.05. Simpulan: Ada pengaruh pemberian edukasi terhadap tingkat pengetahuan orang tua. Kata Kunci: Edukasi; Kejang Demam; Pengetahuan Orang Tua; Pertolongan Pertama.