Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Analisis Hukum Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat di Kabupaten Merauke Guntur Ohoiwutun, Martinus; Maria Thesa Ohoiwutun, Theresia; Rahman, Ali
UNES Law Review Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Ekasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/unesrev.v6i1.922

Abstract

Kabupaten Merauke bahwa sering terjadinya berbagai kekerasan dan menciptakan ketidaktenteraman dan bahkan membahayakan orang lain, Perda Kabupaten Merauke Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Merauke Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Ketertiban Umum. Lebih lanjut Perda Kabupaten Merauke Nomor 6 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Daerah Kabupaten Merauke Nomor 21 Tahun 2011 Tentang Ketertiban Umum belum mengatur segela urusan terkait dengan ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Penyelenggaraan ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat pada prinsipnya telah diselenggarakan, namun masih terdapat berbagai penyelenggaraan yang belum dilakukan secara konsisten terutama pelindungan masyarakat. Ketenteraman, ketertiban umum, dan pelindungan masyarakat sebagai salah satu urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar, namun dalam penyelenggaraannya di Kabupaten Merauke masih sebatas ketertiban umum.
Penerapan Redis Cluster Meningkatkan Efisiensi Caching Arsitektur Microservices Dipraja, Furiansyah; Rahman, Ali
Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation Vol. 4 No. 1 (2025): Intellect : Indonesian Journal of Learning and Technological Innovation
Publisher : Yayasan Lembaga Studi Makwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57255/intellect.v4i1.1445

Abstract

The microservices architecture offers scalability and flexibility in modern application development; however, it often faces performance challenges due to inter-service communication overhead and data access latency. Distributed caching provides an effective solution to accelerate system responses by temporarily storing frequently accessed data. This study implements a Redis Cluster as a distributed cache within a microservices system consisting of three core services, deployed in a Docker Compose environment. The methodology includes the design of the caching architecture, integration of the Redis Cluster, and comparative performance evaluation using Apache JMeter. The evaluated parameters include latency, throughput, CPU usage, and database hit rate. The results indicate that employing Redis Cluster significantly reduces latency by up to 40.6%, increases throughput by 30.6%, and decreases database load by 58%. Overall, Redis Cluster proves to be an efficient, reliable, and scalable caching solution for enhancing the performance of microservices-based systems. Abstrak Arsitektur microservices menawarkan skalabilitas dan fleksibilitas dalam pengembangan aplikasi modern, namun sering menghadapi tantangan performa akibat beban komunikasi antar layanan dan latensi akses data. Distributed caching menjadi solusi untuk mempercepat respon sistem dengan menyimpan sementara data yang sering diakses. Penelitian ini mengimplementasikan Redis Cluster sebagai distributed cache pada sistem microservices yang terdiri dari tiga layanan utama dalam lingkungan Docker Compose. Metodologi mencakup perancangan arsitektur cache, integrasi Redis Cluster, serta pengujian performa komparatif menggunakan Apache JMeter. Parameter yang dievaluasi meliputi latency, throughput, penggunaan CPU, dan DB hit rate. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan Redis Cluster secara signifikan mengurangi latency hingga 40,6%, meningkatkan throughput hingga 30,6%, dan menurunkan beban basis data hingga 58%. Redis Cluster terbukti sebagai solusi caching yang efisien, andal, dan skalabel dalam meningkatkan performa sistem microservices.
Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Minat Jamaah Haji dan Umrah di PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota Azzahrah, Natasya; Anisah, Ariyun; Alfin, Aidil; Rahman, Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah "strategi pemasaran" menggambarkan metode yang digunakan oleh bisnis yang memproduksi barang atau jasa untuk meluncurkan atau mengiklankan barang mereka sejauh mungkin dalam upaya untuk menarik konsumen sasaran dan memenuhi target penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik pemasaran yang digunakan oleh PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota untuk meningkatkan atau menarik minat jamaah haji. Penelitian deskriptif ini menggunakan metodologi kualitatif yang mencakup pengumpulan data lapangan. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Hasil observasi dan wawancara di PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota merupakan data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan bacaan lain yang relevan. Berdasarkan hasil dan wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota yang menggunakan 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence) dapat meningkatkan minat jamaah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap Tindak Pidana Pencurian Buah Kelapa Sawit (Studi Kasus Kecamatan Kinali) Selfia, Yuni; Rahman, Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana pencurian merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi di masyarakat Indonesia dan menimbulkan keresahan, khususnya di wilayah perkebunan seperti Kecamatan Kinali. Fenomena pencurian buah kelapa sawit di daerah ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, ketidakadilan sosial, serta lemahnya penegakan hukum dan penyelesaian secara kekeluargaan. Selain menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani, pencurian buah sawit juga berpotensi merusak hubungan sosial antarwarga. Dalam perspektif hukum, pencurian diatur baik dalam KUHP maupun dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, serta mendapatkan perhatian khusus dalam hukum Islam yang secara tegas melarang perbuatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi langsung di lokasi penelitian, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi hukum terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fenomena dan memahami faktor-faktor penyebab serta dampak sosial pencurian buah kelapa sawit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencurian buah kelapa sawit di Kecamatan Kinali terjadi akibat tekanan ekonomi, kurangnya lapangan pekerjaan, dan lemahnya penegakan hukum di tingkat lokal. Sebagian masyarakat cenderung membiarkan pencurian dalam jumlah kecil tanpa melaporkan kepada pihak berwenang, sehingga tindakan ini berulang dan menimbulkan kerugian berkelanjutan. Dari sudut pandang sosiologi hukum dan hukum pidana Islam, pencurian ini tidak hanya melanggar norma hukum positif dan agama, tetapi juga merefleksikan adanya ketimpangan sosial yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum
Analisis Yuridis terhadap (Putusan Nomor 150/Pid.B/2022/PN Psb) Mengenai Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan oleh Pelaku Residivis dalam Perspektif Hukum Pidana Islam Yani, Darapitra; Wadi, Fajrul; Rahman, Ali; Hamdani, Hamdani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan penjatuhan sanksi terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan yang memberatkan, dan pelakunya itu adalah residivis atau disebut juga seseorang yang mengulangi perbuatan pidana Residivis di atur di dalam bab XXXI buku II Pasal 486,487, 488 KUHP, residivis adalah kelakuan seseorang yang mengulangi perbuatan pidana sesudah dijatuhi pidana dengan keputusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap karena perbuatan pidana yang telah dilakukannya lebih dahulu, dalam jangka waktu tertentu setelah pembebasan tersebut dia las an melakukan perbuatan pidana. Dan hukumanya di tambah 1/3 dari ancaman pidana. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian Yuridis las ane, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Terkait pengumpulan data penelitian ini adalah dengan data primer dan sekunder. Data primer penelitian ini adalah Putusan Nomor 150/Pid.B/2022/las a dan data sekunder adalah data yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, literatur dan media online, yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dalam kasus yang diteliti yaitu Putusan Nomor 150/Pid.B/2022/las a pencurian dengan kekerasaan dalam memberatkan telah diputuskan oleh majelis hakim berrdasarkan dakwaan alternatif ke satu primer penuntut umum yaitu melanggar pasal 365 ayat (2) ke-4 kitab Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan. Hakim memberikan hukuman dibawah minimal yang seharusnya 9 (Sembilan) tahun penjara namun disini hanya pidana penjara selama 5 (lima) tahun Dengan mempertimbangkan hal yang memberatkan, kekerasan fisik dilakukan pada organ vital korban. Dan hal yang menringankan yaitu terdakwa menyesali dan mengakui kesalahannya. Dalam hukum Islam dan tindakan pelaku bisa masuk kedalam kategori tindakan jarimah ta’zir, dengan las an jika pencurian tidak memenuhi syarat nisab (batas minimal nilai barang yang dicuri, yaitu sekitar seperempat dinar atau tiga dirham), maka hukuman yang dijatuhkan adalah hukuman tak’zir bukan hudud (hukuman tetap seperti potong tangan).