Claim Missing Document
Check
Articles

Strategi Pemasaran dalam Meningkatkan Minat Jamaah Haji dan Umrah di PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota Azzahrah, Natasya; Anisah, Ariyun; Alfin, Aidil; Rahman, Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Istilah "strategi pemasaran" menggambarkan metode yang digunakan oleh bisnis yang memproduksi barang atau jasa untuk meluncurkan atau mengiklankan barang mereka sejauh mungkin dalam upaya untuk menarik konsumen sasaran dan memenuhi target penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik pemasaran yang digunakan oleh PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota untuk meningkatkan atau menarik minat jamaah haji. Penelitian deskriptif ini menggunakan metodologi kualitatif yang mencakup pengumpulan data lapangan. Sumber data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Hasil observasi dan wawancara di PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota merupakan data primer, sedangkan data sekunder diperoleh dari literatur dan bacaan lain yang relevan. Berdasarkan hasil dan wawancara tersebut dapat disimpulkan bahwa strategi pemasaran yang diterapkan oleh PT Ontiket Amanah Digita Travel Umrah dan Haji Plus Cabang Payakumbuh 50 Kota yang menggunakan 7P (Product, Price, Place, Promotion, People, Process, dan Physical Evidence) dapat meningkatkan minat jamaah untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah.
Tinjauan Sosiologi Hukum terhadap Tindak Pidana Pencurian Buah Kelapa Sawit (Studi Kasus Kecamatan Kinali) Selfia, Yuni; Rahman, Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tindak pidana pencurian merupakan salah satu bentuk kejahatan yang sering terjadi di masyarakat Indonesia dan menimbulkan keresahan, khususnya di wilayah perkebunan seperti Kecamatan Kinali. Fenomena pencurian buah kelapa sawit di daerah ini dipengaruhi oleh faktor ekonomi, ketidakadilan sosial, serta lemahnya penegakan hukum dan penyelesaian secara kekeluargaan. Selain menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani, pencurian buah sawit juga berpotensi merusak hubungan sosial antarwarga. Dalam perspektif hukum, pencurian diatur baik dalam KUHP maupun dalam Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, serta mendapatkan perhatian khusus dalam hukum Islam yang secara tegas melarang perbuatan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode field research dengan pendekatan kualitatif. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi langsung di lokasi penelitian, sedangkan data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan dokumentasi hukum terkait. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan fenomena dan memahami faktor-faktor penyebab serta dampak sosial pencurian buah kelapa sawit.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencurian buah kelapa sawit di Kecamatan Kinali terjadi akibat tekanan ekonomi, kurangnya lapangan pekerjaan, dan lemahnya penegakan hukum di tingkat lokal. Sebagian masyarakat cenderung membiarkan pencurian dalam jumlah kecil tanpa melaporkan kepada pihak berwenang, sehingga tindakan ini berulang dan menimbulkan kerugian berkelanjutan. Dari sudut pandang sosiologi hukum dan hukum pidana Islam, pencurian ini tidak hanya melanggar norma hukum positif dan agama, tetapi juga merefleksikan adanya ketimpangan sosial yang perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum
Analisis Yuridis terhadap (Putusan Nomor 150/Pid.B/2022/PN Psb) Mengenai Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan oleh Pelaku Residivis dalam Perspektif Hukum Pidana Islam Yani, Darapitra; Wadi, Fajrul; Rahman, Ali; Hamdani, Hamdani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbedaan penjatuhan sanksi terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan dalam keadaan yang memberatkan, dan pelakunya itu adalah residivis atau disebut juga seseorang yang mengulangi perbuatan pidana Residivis di atur di dalam bab XXXI buku II Pasal 486,487, 488 KUHP, residivis adalah kelakuan seseorang yang mengulangi perbuatan pidana sesudah dijatuhi pidana dengan keputusan hakim yang mempunyai kekuatan hukum tetap karena perbuatan pidana yang telah dilakukannya lebih dahulu, dalam jangka waktu tertentu setelah pembebasan tersebut dia las an melakukan perbuatan pidana. Dan hukumanya di tambah 1/3 dari ancaman pidana. Dalam penelitian ini penulis menggunakan penelitian Yuridis las ane, pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Terkait pengumpulan data penelitian ini adalah dengan data primer dan sekunder. Data primer penelitian ini adalah Putusan Nomor 150/Pid.B/2022/las a dan data sekunder adalah data yang bersumber dari buku, jurnal ilmiah, literatur dan media online, yang berkaitan dengan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian dalam kasus yang diteliti yaitu Putusan Nomor 150/Pid.B/2022/las a pencurian dengan kekerasaan dalam memberatkan telah diputuskan oleh majelis hakim berrdasarkan dakwaan alternatif ke satu primer penuntut umum yaitu melanggar pasal 365 ayat (2) ke-4 kitab Undang-undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana serta peraturan perundang-undangan lain yang bersangkutan. Hakim memberikan hukuman dibawah minimal yang seharusnya 9 (Sembilan) tahun penjara namun disini hanya pidana penjara selama 5 (lima) tahun Dengan mempertimbangkan hal yang memberatkan, kekerasan fisik dilakukan pada organ vital korban. Dan hal yang menringankan yaitu terdakwa menyesali dan mengakui kesalahannya. Dalam hukum Islam dan tindakan pelaku bisa masuk kedalam kategori tindakan jarimah ta’zir, dengan las an jika pencurian tidak memenuhi syarat nisab (batas minimal nilai barang yang dicuri, yaitu sekitar seperempat dinar atau tiga dirham), maka hukuman yang dijatuhkan adalah hukuman tak’zir bukan hudud (hukuman tetap seperti potong tangan).
The Role of Human Resource Management in Enhancing the Capacity of Student Organizations at STIE Kalpataru: Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Mendorong Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan di STIE Kalpataru Rahman, Ali; Adi, Roni
The Manager Review Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the role of Human Resource Management (HRM) in enhancing the organizational capacity of student organizations at STIE Kalpataru. Student organizations require effective human resource management to grow and adapt within the dynamic environment of higher education. This research employs a qualitative approach using a case study method, involving student organization leaders and student affairs supervisors as informants. Data were collected through in-depth interviews, observation, and documentation. The findings indicate that HRM practices such as competency-based recruitment, continuous training, and structured performance evaluation have a positive impact on the organization's ability in program planning, activity management, and internal collaboration. Furthermore, leadership development and coaching significantly contribute to the sustainability of student organizations. These findings affirm that strategic human resource management is a key factor in strengthening the institutional capacity of student organizations. This study recommends the enhancement of HRM policies within student organizations to improve competitiveness and student professionalism in the future
The Effectiveness of Cooperative Financial Management on the Economic Empowerment of Rural Communities in Bogor Regency: Efektivitas Pengelolaan Keuangan Koperasi terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa di Kabupaten Bogor Rahwana, Rudy; Rahman, Ali
The Manager Review Vol. 7 No. 3 (2025)
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of financial management in cooperatives in supporting economic empowerment of rural communities in Bogor Regency. The research uses a quantitative approach with descriptive analysis techniques. Data were collected through interviews and questionnaires distributed to cooperative members and managers in several villages. The results show that good financial management in cooperatives can enhance economic empowerment by improving access to capital, training, and business development. However, there are challenges in effective financial management, such as a lack of transparency and inadequate professionalism in management. Based on these findings, it is recommended that cooperatives in Bogor Regency pay more attention to transparency and professionalism in financial management to improve the economic empowerment of rural communities.
Analis Faktor-Faktor yang Mendukung BPRS Sungai Pua Syariah dalam Pemberdayaan UMKM Pasar Aur Kuning Azari, Yoza Rizaldo; Rahman, Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36528

Abstract

BPRS Sungai Pua Syariah merupakan salah satu lembaga keuangan berbasis syariah yang berperan aktif dalam pemberdayaan UMKM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal yang mendukung BPRS Sungai Pua Syariah dalam melakukan pemberdayaan terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Pasar Aur Kuning, serta mengidentifikasi hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan program pemberdayaan tersebut agar dapat memberikan rekomendasi untuk optimalisasi peran BPRS ke depan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan model field research yang bersifat deskriptif analisis, yaitu mengumpulkan data yang terjadi dilapangan. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara dengan pihak BPRS Sungai Pua Syariah dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan UMKM oleh BPRS Sungai Pua Syariah telah berjalan secara fungsional, namun belum optimal.
Strategi Pemasaran Syariah dalam Menghadapi Persaingan Bisnis Pada Toko Busana Muslim Hijrah Store Solok Syafitri, Annisa; Rahman, Ali
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36712

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya strategi pemasaran syariah dalam menghadapi pesaing dalam usaha busana muslim. beberapa masalah yang dihadapi oleh Toko Hijrah Store Solok, yaitu kurang maksimalnya penggunaan media sosial untuk memasarkan produk, adanya trend dalam strategi pemasaran yang perlu diikuti untuk meningkatkan penjualan, dan terjadinya penurunan penjualan.Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana strategi pemasaran syariah dalam menghadapi pesaing dan apa kendala dalam strategi pemasaran syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kendala dan strategi pemasaran syariah dalam menghadapi pesaing bisnis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pemilik, karyawan Toko Hijrah Store Solok, dan konsumen toko hijrah store. Penelitian ini menggunakan analisis data SWOT, teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan pemilik usaha dan observasi langsung di lapangan. Data yang di peroleh dianalisis untuk memberikan gambaran nyata mengenai strategi pemasaran yang diterapkan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran syariah dapat meningkatkan penjualan dengan menggunakan 4p (product, price, place, dan promotion) dan SWOT, sehingga pemilik usaha bisa memahami konsep pemasaran syariah, meningkatkan penggunaan media sosial yang efektif untuk memasarkan produk dan memanfaatkan peluang yang ada untuk meningkatkan penjualan melalui platfrom digital sebagai alat untuk bersaing berjualan secara online.
Civil Law Reform Toward Substantive Justice: A Comparative Study Between Indonesia and Spain Ohoiwutun, Martinus Guntur; Rahman, Ali; Pozo, Antonio Gutierrez
Batulis Civil Law Review Vol. 7 No. 1 (2026): VOLUME 7 ISSUE 1, MARCH 2026
Publisher : Faculty of Law, Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47268/ballrev.v7i1.3697

Abstract

Introduction: Civil law reform increasingly grapples with a persistent dilemma: how to preserve doctrinal coherence while ensuring outcomes that realise substantive justice in concrete disputes. This article analyzes this tension by comparing contemporary legal trajectories in Indonesia and Spain, focusing on whether existing civil codes, procedural frameworks, and judicial reasoning can effectively align legal certainty with equitable results.Purposes of the Research: The purpose of this study is to examine the interaction between formal rigidity and material fairness within civil law systems. Specifically, it aims to compare the three analytical axes of good faith principles, equitable evidentiary and remedial design, and institutional mechanisms (like appellate oversight) in Indonesia and Spain to guide judicial discretion without eroding predictability.Methods of the Research: This research employs a normative–comparative approach. It focuses on studying the law 'in the books' and 'in action' by analyzing civil codes, procedural frameworks, judicial precedents (Supreme Court circulars in Indonesia, Constitutional and Supreme Court interpretations in Spain), and scholarly debates, particularly in consumer and contractual disputes.Results / Main Findings / Novelty/Originality of the Research: The findings reveal both jurisdictions confront parallel challenges: formal rigidity, unequal procedural access, and gaps between normative ideals and lived justice. This study proposes a progressive framework that combines procedural refinement, principled judicial discretion, and responsive legislative adjustment, illustrating how civil law systems can evolve towards judgments that are both predictable and experienced as substantively just.
Persepi Petani terhadap Perbankan Syariah di Nagari Pandai Sikek Rizky, Muhammad Farel; Fauzan, Rusydi; Rahman, Ali; Joni , Yefri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7003

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh banyaknya petani lebih memilih meminjam ke bank konvensional atau melalui sistem tradisional karena keterbatasan informasi, minimnya pemahaman tentang akad syariah, serta persepsi yang beragam terhadap perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani di Nagari Pandai Sikek terhadap perbankan syariah serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan lapangan (field research). Metode ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk memahami secara mendalam persepsi, pandangan, dan pengalaman petani terhadap perbankan syariah berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini menekankan pada makna di balik perilaku dan pendapat petani, bukan sekadar angka atau statistik. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 40 informan dari empat jorong. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap perbankan syariah masih beragam dan belum sepenuhnya positif. Dari total 360 jawaban responden, diperoleh 34,17% positif (123 jawaban), 29,17% netral (105 jawaban), dan 36,66% negatif (132 jawaban). Persepsi negatif tertinggi terdapat pada variabel nilai (44,16%), karena petani menilai sistem syariah tidak jauh berbeda dengan konvensional akibat cicilan yang berat dan prosedur rumit. Pada variabel informasi, persepsi negatif mencapai 35% akibat minimnya sosialisasi dan literasi keuangan syariah. Sementara itu, variabel pendidikan menunjukkan persepsi positif tertinggi sebesar 36,67%, karena pendidikan dan pengetahuan agama membantu petani memahami prinsip perbankan syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perbankan syariah perlu meningkatkan sosialisasi, edukasi, serta inovasi produk agar lebih relevan dengan kebutuhan petani di pedesaan.
Analisis Minat Menabung di Bank Syariah pada Masyarakat Jorong Lubuk Juangan Marlina, Nelpa; Fauzan, Rusydi; Rahman, Ali; Joni , Yefri
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.7066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis minat masyarakat dalam menabung di bank syariah dengan  di Jorong Lubuk Juangan, Nagari Aua Serumpun, Kecamatan Sungai Aua, Kabupaten Pasaman Barat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya tingkat pemahaman masyarakat terhadap konsep dan produk perbankan syariah serta kecenderungan masyarakat yang masih menggunakan layanan bank konvensional dalam kegiatan transaksi keuangan. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan bank syariah belum sepenuhnya dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis penelitian difokuskan pada tiga indikator minat menabung, yaitu perhatian, ketertarikan, dan keinginan masyarakat terhadap layanan perbankan syariah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat masyarakat untuk menabung di bank syariah masih tergolong rendah. Pada indikator perhatian, sebesar 46,67% responden berada pada kategori rendah, 37,78% pada kategori sedang, dan 15,56% pada kategori tinggi. Pada indikator ketertarikan, sebesar 44,45% responden berada pada kategori rendah, 41,12% pada kategori sedang, dan 14,44% pada kategori tinggi. Sementara itu, pada indikator keinginan, sebesar 48,89% responden berada pada kategori rendah, 46,67% pada kategori sedang, dan 4,43% pada kategori tinggi. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa rendahnya minat masyarakat dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman mengenai prinsip dan produk bank syariah, terbatasnya akses terhadap layanan perbankan syariah, serta minimnya sosialisasi dari pihak lembaga keuangan syariah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi keuangan syariah, perluasan akses layanan, serta sosialisasi yang lebih intensif guna meningkatkan minat masyarakat untuk menabung di bank syariah.