Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS TINGKAT PENDIDIKAN DENGAN PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 PADA REMAJA Serri Hutahaean; Nourmayansa Vidya Anggraini; Chahya Kharin Herbawani; Vionita Apriliana
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 3 (2021): JAKHKJ November 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Virus jenis baru muncul di akhir tahun 2019. Hal ini menyebabkan kehebohan diseluruh dunia. Virus ini dikenal dengan virus corona. Tingkat Pendidikan diharapkan dapat mengurahiupaya pencegahan penyebaran covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkatpendiidkan dengan Pencegahan Dan Penyebaran Covid-19 Pada Remaja di DKI Jakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif analitikmenggunakan pendekatan penelitian cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di provinsi DKI Jakartapada bulan Juni 2021. Sampel dalam penelitian ini adalah semua remaja yang berisiko covid 19 sebesar228 Orang. Data penelitian ini dianalisis menggunakan Uji Chi-Square.Hasil: Hasil penelitian ini diketahui bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat Pendidikanremaja dengan upaya pencegahan penyebaran COVID-19 pada remaja di DKI Jakarta (Pvalue = 0,658 ; α0,05). Hal tersebut dapat terjadi karena kondisi pandemik saat ini tidak mengenal orang yang akan terkenacovid-19, menjadikan tingkat Pendidikan juga tidak berpengaruh terhadap pencegahan dan penyebarancovid-19. Covid-19 dapat menyebar bagi siapa saja tanpa memandang tingkat Pendidikan seseorang.Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkatpendidikan remaja di DKI Jakarta dengan upaya pencegahan penyebaran covid-19. Disarankan untukseluruh pihak, terutama fasilitas kesehatan sekolah dapat bekerja sama meningkatkan pengetahuan, sikapdan Tindakan remaja terhadap pencegahan dan pengendalian COVID-19.Kata kunci: pencegahan penyebaran covid-19, remaja, tingkat pendidikan.
Cuci Tangan Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi Pada Masa Pandemi Covid-19 Nourmayansa Vidya Anggraini; Serri Hutahaean
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 6 (2022): Volume 5 No 6 Juni 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i6.6761

Abstract

ABSTRAK Generasi penerus bangsa dimasa akan datang dipengaruhi oleh kesehatan pada saat ini. Akan tetapi, banyak masyarakat baik dari kalangan anak hingga lansia yang belum pahal terkait perilaku hidup bersih dan sehat, khususnya cuci tangan dengan langkah yang benar. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan upaya dalam meningkatkan kesehatan, mencegah dan melindungi dari terjadinya risiko berbagai ancaman penyakit. PHBS perlu diterapkan pada semua kalangan supaya paham dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Promosi PHBS banyak dilakukan dengan berbagai media. Di salah satu ruang rawat di RS X ditemukan bahwa infeksi masih sering terjadi, masih kurangnya upaya pengendalian infeksi khusunya cuci tangan dengan langkah yang benar di rumah sakit tersebut, Pasien dan keluarga selama di rumah sakit masih belum melakukan langkah cuci tangan dengan cara yang tepat. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan upaya pengendalian infeksi untuk mencegah infeksi pada pasien dan transmisi agen infeksius dari pasien ke orang lain melalui pemberian pendiidkan kesehatan cuci tangan dengan langkah yang benar. Hasil yang didapatkan setelah intervensi adalah didapatkan data pengetahuan pasien dan keluarga tentang cuci tangan dengan langkah yang benar meningkat ditandai dengan didapatkan 100% peserta atau pasien dan keluarga pasien memiliki pengetahun yang baik tentang cara cuci tangan dengan langkah yang benar. Disarankan untuk perawat agar lebih tegas dalam menegur pasien dan keluarga yang tidak mencuci tangan dengan langkah yang benar serta perlunya poster ditempelkan di setiap ruangan sehingga dapat menumbuhkan kesadaran pentingnya cuci tangan dengan langkah benar dalam pengendalian infeksi. Kata Kunci: Cuci Tangan, PHBS, Rumah Sakit  ABSTRACT The next generation of the nation in the future is influenced by health at this time. However, many people, from children to the elderly, are not familiar with clean and healthy living behaviors, especially washing hands with the right steps. Clean and healthy living behavior (PHBS) is an effort to improve health, and prevent and protect from the risk of various disease threats. PHBS needs to be applied to all groups in order to understand and be able to apply it in everyday life. PHBS promotion is mostly done with various media. In one of the wards at X Hospital, it was found that infections were still common, and there was still a lack of infection control efforts, especially hand washing in the right way at the hospital. The purpose of this activity is to carry out infection control efforts to prevent infection in patients and the transmission of infectious agents from patients to others through the provision of health education on handwashing with the right steps. The results obtained after the intervention was data obtained from the knowledge of patients and families about handwashing with the correct steps, which was marked by getting 100% of participants or patients and their families having good knowledge about how to wash hands in the right steps. It is recommended for nurses to be more assertive in reprimanding patients and families who do not wash their hands in the right way and the need for posters to be posted in every room so that they can raise awareness of the importance of washing hands correctly in infection control. Keywords: Hand Washing, PHBS, Hospital
UPAYA PENINGKATAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA ANAK USIA SEKOLAH Serri Hutahaean; Nourmayansa Vidya Anggraini
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2021): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v4i2.12536

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior regarding environmental hygiene affects health. Various kinds of diseases can be avoided by implementing a Clean and Healthy Lifestyle. The purpose of this community service activity is to provide counseling to improve clean and healthy living behavior. The target is school-age children. The method of implementing this community service activity is counseling or health education to school-age children and teaching handwashing practices with the right steps. School-age children are encouraged to demonstrate appropriate handwashing practices with the right steps. In addition, a demonstration or demonstration of how to wash hands was also carried out. Counseling was carried out on an aggregate of 30 school-age children in the area of RT04 RW04, Susukan Subdistrict, Subdistrict. The results of the counseling showed that there was an increase in the level of knowledge and attitudes of children before and after education regarding clean and healthy living behavior. Knowledge in children increased from 30% to 90% have good knowledge after health counseling. Meanwhile, good attitude increased from 10% to 93.33%. Actions before and after education got the same results, namely 40%. Judging from the behavior of children who have not done PHBS, especially for hand washing which is still lacking, children's habits in choosing unhealthy snacks are still a lot and the behavior of littering still needs to be re-educated. Based on the results of this community service activity, it is expected that school-age children will continue to carry out PHBS in their daily lives. In addition, it is necessary to support parents and the surrounding environment in carrying out PHBS habits in order to achieve health for school-age children and their families as well as the environment. ABSTRAK: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat menyangkut kebersihan lingkungan berpengaruh terhadap kesehatan. Berbagai macam penyakit dapat dihindari dengan melaksanakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah memberikan penyuluhan untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sasarannya adalah anak usia sekolah. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah penyuluhan atau pendidikan kesehatan kepada anak usia sekolah dan mengajarkan praktik cuci tangan dengan langkah yang benar. Anak usia sekolah diminat untuk melakukan redemonstrasi praktik cuci tangan sesusia dnegan langkah yang benar. Selain itu juga dilakukan peragaan atau demonstrasi cara cuci tangan. Penyuluhan dilakukan terhadap agregat anak usia sekolah sebanyak 30 Orang di wilayah RT04 RW04 Kelurahan Susukan Kecamatan. Hasil penyuluhan didapatkan bahwa terjadi peningkatan tingkat pengetahuan dan sikap anak sebelum dan sesudah dilakukan edukasi mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Pengetahuan pada anak meningkat dari 30% menjadi 90% memiliki pengetahuan yang baik setelah dilakukan penyuluhan kesehatan. Sedangkan sikap yang baik meningkat dari 10% menjadi 93,33%. Tindakan saat sebelum dan setelah edukasi mendapat hasil yang sama yaitu 40%. Dilihat dari perilaku anak yang belum melakukan PHBS khususnya untuk tindakan cuci tangan yang masih kurang, kebiasaan anak dalam memilih jajanan yang tidak sehat masih banyak serta perilaku membuang sampah sembarangan masih perlu dilakukan edukasi kembali. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan anak usia sekolah terus melakukan PHBS dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu perlu dukungan orang tua dan lingkungan sekitar dalam melakukan kebiasaan PHBS supaya tercapai kesehatan pada anak usia sekolah dan keluarga juga lingkungan.
Peningkatan Kesadaran PHBS Cuci Tangan dengan Benar pada Anak Usia Sekolah Nourmayansa Vidya Anggraini; Diah Tika Anggraeni; Mareta Dea Rosaline
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 April 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i4.5399

Abstract

ABSTRAK Anak merupakan generasi penerus bangsa dimasa akan datang. Akan tetapi, banyak anak-anak yang menderita diare bahkan hingga mengalami kematian. Diare dapat dicegah dengan perilaku hidup bersih dan sehat salah satunya melaksanakan cuci tangan dengan benar menggunakan sabun. Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) merupakan upaya dalam meningkatkan kesehatan, mencegah dan melindungi dari terjadinya risiko berbagai ancaman penyakit. PHBS perlu diterapkan pada anak sejak dini agar anak paham dan mampu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Promosi PHBS banyak dilakukan dengan berbagai media. Salah satu tujuan PHBS adalah memberikan penyadaran pada masyarakat sehingga tercapai kualitas kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa sekolah dalam mengenal dan mencegah penularan diare. Hasil penyuluhan kesehatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan kesehatan pada anak usia sekolah Setelah kegiatan penyuluhan kesehatan dihasilkan bahwa anak dapat mempraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan PHBS perlu pantauan orang tua ketika dirumah dan dari guru ketika di sekolah. Dukungan tersebut penting dilakukan supaya anak bisa mempraktekkan PHBS khususnya mencuci tangan dengan langkah yang benar dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: PHBS, anak usia sekolah, cuci tangan  ABSTRACT Children are the next generation of the nation in the future. However, many children suffer from diarrhea and even die. Diarrhea can be prevented by a clean and healthy lifestyle, one of which is washing hands properly with soap. Clean and healthy living behavior (PHBS) is an effort to improve health, prevent and protect from the risk of various disease threats. PHBS needs to be applied to children from an early age to understand and apply it in everyday life. PHBS promotions have been widely carried out, both through print and electronic media. The main goal of the PHBS movement is to improve the quality of health through awareness processes in everyday life. This community service program activity aims to increase the knowledge and behavior of school students in recognizing and preventing the transmission of diarrhea. The results of health counseling conducted on school-age children showed an increase in children's knowledge before and after being given health counseling. After health education activities are produced that children can practice in everyday life. The implementation of PHBS needs parental monitoring when at home and from the teacher when at school. This support is important so that children can practice PHBS, especially washing hands in the right way in everyday life. Keywords: PHBS, school-age children, washing hands
Peningkatan Kebugaran Tubuh Dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Kerja Bagi Pekerja Di Masa Pandemi Covid 19 Nourmayansa Vidya Anggraini; Serri Hutahaean; Rizki Amalia
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1227.342 KB)

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit akibat kerja yang diklasifikasikan sebagai penyakit yangdisebabkan pajanan faktor yang timbul dari faktor pajanan biologi dari aktivitas pekerjaan. Kegiatan PKM dilakukan di PT Citra Bonang g merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang manufaktur dan penjualan bahan kimia. Hasil studi pendahuluan pada mitra didapatkan data bahwa program perencanaan pada individu pekerja di PT Citra Bonang saat ini belum dalam tingkatan optimal; kurangnya informasi, pengetahuan dan pemahaman terkait dengan perencanaan kesehatan; dan sebagian besar pekerja belum ada kesadaran dalam meningkatkan kebugaran tubuh. Kegiatan PKM meningkatkan pengetahuan dan kemampuan pekerja dalam meningkatkan kesejahteraan kerja melalui peningkatan kebugaran tubuh, pemberdayaan pekerja untuk meningkatkan pengetahuan, persepsi, dan meningkatkan kemampuan dalam upaya peningkatankesejahteraan kerja melalui peningkatan kebugaran tubuh. Kegiatan PKM ini dilakukan melalui proses kelompok, dimulai dari pembentukan peer group pekerja yang diberikan pelatihan tentang peningkatan kesejahteraan kerja dan dilatih kemampuan untuk bersimulasi terkait keterampilan peningkatan kesejahteraan kerja melalui peningkatan kebugaran tubuh. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat di PT Citra Bonang ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan, sikap, dan tindakan pekerja terhadap masalah kebugaran tubuh. Tim pengabdian masyarakat berharap setiap pimpinan perusahaan selalu mengontrol dan mendukung kesehatan para pekerja guna mengurangi angka absen pekerja sehingga meningkatan kualitas hasil di tempat kerja.
PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID - 19 PADA REMAJA MELALUI PROTOKOL KESEHATAN Serri Hutahaean; Nourmayansa Vidya Anggraini; Suci Wahyu Ismiyasa; Nur Fitriah Efendy; Vionita Apriliana
IKRA-ITH ABDIMAS Vol 4 No 3 (2021): IKRAITH-ABDIMAS No 3 Vol 4 November 2021
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.972 KB)

Abstract

Sehat merupakan hak setiap individu agar dapat melakukan segala aktivitas hidup seharihari. Untuk bisa hidup sehat dalam masa pandemic covid- 19, kita harus mampu melakukan protokol kesehatan dalam kegiatan sehari-hari. Protokol kesehatan adalah aturan dan ketentuan yang perlu diikuti oleh semua pihak agar dapat beraktivitas secara aman saat pandemi COVID-19 ini. Protokol kesehatan dibentuk dengan tujuan agar masyarakat tetap dapat beraktivitas secara aman dan tidak membahayakan keamanan atau kesehatan orang lain. Jika masyarakat dapat mengikuti segala aturan yang tertera di dalam protokol kesehatan,maka penularan COVID-19 dapat diminimalisir. Penyuluhan ini dilakukan pada bulan Juli 2021 kepada remaja di Kelas enam SD Holy Faithful Obedient secara Online melalui Link Zoom Meeting. Tujuan dilakukan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan penyuluhan dan demostrasi pelaksanaan pencegahan penyebaran covid-19 melalui Protokol Kesehatan. Data di analisis pre dan post Tindakan yang diberikan. Hasil penyuluhan ini menunjukkan terjadinya perubahan perilakusiswa sebelum dan sesudah dilakukan sosialisasi, penyuluhan, dan demonstrasi dengan hasil siswa yang memiliki perilaku baik dalam pencegahan Covid-19 mengalami peningkatan dengan persentase 78,1% menjadi 93,8%. Saran selanjutnya perlu dilakukan pembinaanpelaksanaan upaya yang sama melalui teman sebaya pada siswa.
Penggunaan Monitoring Mandiri melalui Sistem Informasi Pemantauan Obesitas Remaja (Sifortasima) dalam Pencegahan Obesitas Remaja Nourmayansa Vidya Anggraini; Serri Hutahaean; Teguh Firmansyah; Muchamad Rifki Nuryanta; Vionita Apriliana; Bonieta Dwi Lestati; Muhammad Harits Saifulloh; Nita Junita
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 11 (2022): Volume 5 No 11 November 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i11.7640

Abstract

ABSTRAK Obesitas termasuk salah satu masalah kesehatan yang membuat risau kalangan masyarakat. Peningkatan prevalensi obesitas terjadi di Negara maju dan berkembang. Obesitas juga berisiko pada remaja.  Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan penyediaan program Sistem Informasi Pemantauan Obesitas Remaja (SIFORTASIMA) yang berpihak pada remaja, murah, mudah digunakan, aman dan aman untuk diakses setiap waktu diharapkan mampu menjawab kebutuhan remaja di sekolah pada saat ini. SIFORTASIMA sebagai media promosi pemantauan obesitas yang merupakan program PKM dari, oleh, dan untuk remaja di sekolah. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah dengan memberikan pendidikn kesehatan dan pelatihan tentang monitoring mandiri menggunakan Sistem Informasi Pemantauan Obesitas Remaja (SIFORTASIMA) pada remaja. Kegiatan ini memberikan hasil berupa peningkatan pengetahuan pada remaja sasarannya pada sebelum dan sesudah dilakukan proses pendidikan kesehatan dan pelatihan berkaitan dengan penggunaan aplikasi SIFORTASIMA. Disarankan supaya remaja dapat menggunakan aplikasi dengan teratur supaya dapat mengendalikan dan mencegah terjadinya obesitas. Namun pihak orang tua dan guru tetap harus melakukan pemantauan dalam penggunaan aplikasi ini. Kata Kunci: Obesitas, Remaja, SIFORTASIMA  ABSTRACT Obesity is one of the health problems that worries the community. The increasing prevalence of obesity occurs in both developed and developing countries. Obesity is also a risk in adolescents. Community service activities are carried out by providing the Adolescent Obesity Monitoring Information System (SIFORTASIMA) program that is pro-adolescent, inexpensive, easy to use, safe and secure to be accessed at any time. SIFORTASIMA as a promotional media for obesity monitoring which is a PKM program from, by, and for teenagers in schools. The method used in this community service activity is to provide health education and training on independent monitoring using the Adolescent Obesity Monitoring Information System (SIFORTASIMA) in adolescents. This activity resulted in an increase in knowledge of the target youth before and after the process of health education and training related to the use of the SIFORTASIMA application. It is recommended that adolescents can use the application regularly in order to control and prevent obesity. However, parents and teachers still have to monitor the use of this application. Keywords : Obesity, Youth, SIFORTASIMA
CORRELATION OF PARENTING PATTERNS WITH THE RISK OF OBESITY IN ADOLESCENTS IN SMK IT RAFLESIA DEPOK Nourmayansa Vidya Anggraini; Angel Sri Yuliningtias; Diah Ratnawati; Ritanti Ritanti
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 7 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v7i2.39219

Abstract

Introduction: Obesity is a condition when an individual is overweight beyond normal weight. Adolescents have a risk of obesity which may occur into adulthood that it can have a negative impact on the development of adolescents both physically and psychologically. Parental feeding management has a significant relationship with adolescent food quality. This study aims to determine the relationship between parenting patterns with the risk of obesity in adolescents at SMK IT Raflesia Depok. Method: The method used was an observational quantitative research with analytic design and using a cross sectional study approach. The sample used was 102 samples obtained through the Stratified Random Sampling technique. Measurements were made using height and weight measurements and filling out a questionnaire using a structured instrument. Results: The results of the analysis with the chi square test showed that there was a relationship between parenting pattern with the risk of obesity in adolescents with p value = 0.018 (<0.05). Conclusion: Parenting in accordance with the development of adolescence must also be considered for parents in an effort to overcome the risk of obesity. Keywords: adolescence; obesity risk; parenting patterns
APPLICATION OF SELF HYPNOSIS THERAPY TO WEIGHT LOSS IN SCHOOL AGE CHILDREN IN RT 06 / RW 02 KELURAHAN MAKASAR TIMUR JAKARTA Nourmayansa Vidya Anggraini; Indah Cahyasari
Indonesian Journal of Community Health Nursing Vol. 7 No. 1 (2022): FEBRUARY 2022
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/ijchn.v7i1.39451

Abstract

Introduction: Hypertension is the highest degenerative disease in Malang Regency and the second rank in East Java Province. One effort that is sufficient is to apply the Health Belief Model to predict and explain variations in healthy living behavior. This study aims to determine the effectiveness of the cadre empowerment intervention program in preventing hypertension Method: This research was conducted in January - February 2022 using a quasi-experimental research design using a two-group pretest-posttest design with a control group design with a sample of 12 cadres with a total sampling technique Results: The results of this study indicate that the cadre empowerment program before the intervention (pre-test) was mostly adequate, after the intervention (post-test) most of the behavior was sufficient. Conclusion: the cadre empowerment program showed effective test results because there was an increase from before and after the intervention. Keywords: cadre empowerment intervention; hypertension; prevention
UPAYA PENGENDALIAN INFEKSI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN PADA PASIEN DAN KELUARGA DI RUMAH SAKIT X Serri Hutahaean; Nourmayansa Vidya Anggraini
Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia Vol. 5 No. 2 (2022): Jurnal Bakti Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jbmi.v5i2.18578

Abstract

Infections caused by health services are called Healthcare-Associated Infections (HAIs). HAIs are infections in patients that occur during hospitalization. They can also occur in other health care facilities when they are not in the incubation period, and there is no infection. It also includes infections in the hospital, but this appears when the patient returns home. This infection also occurs in hospital staff because it relates to their work and the health service process. In the ward at RS X, it was found that infections were still often found. In addition, there is still a lack of effort in controlling infection, especially in terms of wearing masks in the hospital. It is still often found that patients and their families do not wear masks or do not wear masks correctly. The purpose of this activity is to make efforts to control and prevent infection in patients and families so that the process of transmitting disease can be prevented. In addition, there is also education regarding the correct and proper use of removing and disposing of masks. The results after the intervention showed an increase in the presentation of the positive patient. The family knowledge about the use of masks is from 54% to 100%, then an increase in the presentation of positive actions using masks from 54% to 90.1%. It is recommended for nurses to be more assertive in reprimanding patients and families who do not use masks. In addition, it is also necessary to paste posters in every room. This can raise awareness of the importance of using masks in infection control. ABSTRAK: Infeksi yang disebabkan oleh pelayanan kesehatan disebut Healthcare-Associated Infections (HAIs). HAIs adalah infeksi pada pasien yang terjadi selama rawat inap. Mereka juga dapat terjadi di fasilitas pelayanan kesehatan lain ketika mereka tidak dalam masa inkubasi, dan tidak ada infeksi. Ini juga termasuk infeksi di rumah sakit, tetapi ini muncul ketika pasien kembali ke rumah. Infeksi ini juga terjadi pada staf rumah sakit karena berkaitan dengan pekerjaannya dan proses pelayanan kesehatan. Di bangsal RS X ditemukan masih sering ditemukan infeksi. Selain itu, masih kurangnya upaya pengendalian infeksi terutama dalam hal pemakaian masker di rumah sakit. Masih sering ditemukan pasien dan keluarganya tidak memakai masker atau tidak memakai masker dengan benar. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan upaya pengendalian dan pencegahan infeksi pada pasien dan keluarga sehingga proses penularan penyakit dapat dicegah. Selain itu, ada juga edukasi tentang cara melepas dan membuang masker yang benar dan benar. Hasil setelah intervensi menunjukkan peningkatan presentasi pasien positif. Pengetahuan keluarga tentang penggunaan masker dari 54% menjadi 100%, kemudian terjadi peningkatan penyajian tindakan positif menggunakan masker dari 54% menjadi 90,1%. Disarankan kepada perawat agar lebih tegas dalam menegur pasien dan keluarga yang tidak menggunakan masker. Selain itu, perlu juga menempelkan poster di setiap ruangan. Hal ini dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya penggunaan masker dalam pengendalian infeksi.
Co-Authors Afdila Afdila Agus Setiawan Agustina, Ayunda Nia Anandita, Laura Angel Sri Yuliningtias Anggraeni, Diah Tika Apriliana, Vionita Apriyanti, Efa Ardhana Neswari, Firzanah Ariantini, Anggrahita Dwi Asmara, Danadipa Asmarany , Nabilla Avita Ayu Nasution, Yunita Ayu Ari Santi, Made Ayuda Nia Agustina Azzahra, Fitrianih Bonieta Dwi Lestari Bonieta Dwi Lestari Bonieta Dwi Lestati Della Yunita Diah Ratnawati Diah Ratnawati Diah Ratnawati Diah Ratnawati Dosmaida Nababan Duma Lumban Tobing Elida Ulfiana Farah Aprilia Farahdina Bachtiar Fathmanda, Maharaufa Fithri, Nayla Kamilia Florensia, Lima Gading Ekapuja Aurizki Herbawani, Chahya Kharin Indah Cahyasari Junita, Nita Kamilia Fithri, Nayla Kartika Dwi Permatasari Kharisma Ekva Nanda Kristianingrum, Niko Dima Lestari, Bonieta Dwi Lestari, Pipit Lestarie Luhur Lutfi Riskyta Istikomah Lutfi Riskyta Istikomah Mahardika Pambudi, Muhammad Rayhan mareta dea rosaline Marwah, Safa Millenia, Ni Made Anggun Muchamad Rifki Nuryanta Muhammad Harits Saifulloh Muhammad Harits Saifulloh Mustika Widiyastuti Nababan, Dosmaida Nabila, Rahmatika Syifa Nadia Shahidda Nasywa Chairani, Aulia Ningtiyas, Astuti Nirmala Nirmala Nita Junita Nita Junita Noguchi-Watanabe, Maiko Nur Fitriah Efendy Nur Fitriah Efendy Nurcandra, Fajaria Nursalsabila, Nursalsabila Poppy Fitriyani Prasetyo Hadi Pratiwi , Devira Gite Putri, Rima Berlian Ramadhanti, Ismaya Ramandhani, Defina Ratnawati, Diah Rifai, Akbar Ridho Rima Berlian Putri Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti Ritanti, Ritanti Rizki Amalia Rizki Amalia Rizqi Syavira, Ainur ROSALINE, MARETA DEA Ruth M Bunga Wadu Ruth Mariana Bunga Wadu Salsabila, Talita Alifa Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Sang Ayu Made Adyani Sari, Dianis Wulan Serri Hutahaean Sigit Mulyono Siregar, Tatiana Suci Rahmanti, Septia Suci Wahyu Ismiyasa Sulistya Nur’aeni Wisudawati Suratmini, Dwi Sutanto Priyo Hastono T. Widya Naralia Talita Alifa Salsabila Teguh Firmansyah Teguh Firmansyah Utami Wahyuningsih Vionita Apriliana Vionita Apriliana Vionita Apriliana Vionita Apriliana Wahyudi, Chandra Tri Widyatuti Zhafirah Zhafarina