Claim Missing Document
Check
Articles

Nilai-nilai Pendidikan Karakter Dalam Al-Qur‟an dan Hadist Perspektif Ibn Miskawaih Mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 9 No 1 (2022): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatar belakangi oleh karakter seorang peserta didik yang haruslah dibentuk sedari dini dengan baik agar bisa memahami materi ketika belajar dengan baik. Jika dikaitkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini memanglah selaras masih banyak yang harus diperbaiki. Bukan hanya pada tataran sekolah, secara umum memang pendidikan karakter perlu ditanamkan sedari awal terhadap setiap pribadi.Penananaman pendidikan karakter secara efektif dan transformatif akan menghasilkan pribadi manusia yang memiliki kepribadian yang baik Penelitian ini dilatar belakangi oleh karakter seorang peserta didik yang haruslah dibentuk sedari dini dengan baik agar bisa memahami materi ketika belajar dengan baik. Jika dikaitkan dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini memanglah selaras masih banyak yang harus diperbaiki. Bukan hanya pada tataran sekolah, secara umum memang pendidikan karakter perlu ditanamkan sedari awal terhadap setiap pribadi.Penananaman pendidikan karakter secara efektif dan transformatif akan menghasilkan pribadi manusia yang memiliki kepribadian yang baik Hasil penelitian pada penelitian ini yaitu: (1) Pendidikan karakter adalah sebuah system yang menanamkan nilai-nilai karakter pada peserta didik yang mengandung komponen pengetahuan, kesadaran individu, tekad serta adanya kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama manusia, lingkungan, maupun bangsa, sehingga akan terwujud insan kamil. (2) Pendidikan karakter bertujuan untuk memiliki fokus pada pengembangan potensi peserta didik secara keseluruhan sehingga menjadi individu yang sudah siap dalam mengahadapi masa yang akan dating dengan survive. (3) Pendidikan karakter menurut Ibn Miskawaih bahwa pendidikan karakter menjadi landasan utama dalam berperilaku manusia dengan nilai-nilai kemanusiaan. Nilai-nilai kemanusiaan yang hanief (suci) sebagaimana sifat bijaksana, berani, adil dan sebagainya Kata Kunci: Nahdlatul ulama, pengembangan,Pendidikan keislaman nusantara
Manajemen sarana prasarana pada satuan pendidikan (Studi Kasus pada jenjang Sekolah Menengah pertama) mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 9 No 02 (2022): jJURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya , Dalam satuan pendidikan jenjang SMP, manajemen sarana prasarana perlu dikelola secara profesional dan terstruktur agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.[1] Ketersediaan sarana prasarana yang memadai akan membantu meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar serta memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Selain itu, manajemen sarana prasarana juga berpengaruh terhadap citra sekolah dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan : Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Jika dilihat dari sumber datanya, penelitian ini tergolong penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu: wawancara mendalam (in deep interview), observasi partisipatif (participant observation), dan dokumentasi (documentation) sebagai metode pengumpulan data. Sumber data penelitian ini meliputi, 1) Person (orang) yaitu (a) waka kurikulum, (b) waka kesiswaan, (c) guru, dan (d) siswa. 2) Paper (kertas/dokumen) yaitu berupa dokumentasi fotofoto kegiatan hubungan dengan pendidikan karakter. 3) Place (tempat). Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau (verification). Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan triangulasi sumber, metode dan penyelidikan. Kemudian hasil penelitian ini meliputi: 1.Sebelum memulai proses pengadaan, penting untuk memiliki rencana yang jelas tentang apa yang dibutuhkan, berapa anggaran yang tersedia, dan kapan barang atau jasa tersebut dibutuhkan. Rencana ini akan mempermudah proses pengadaan dan meminimalkan risiko terjadinya kesalahan atau ketidaksempurnaan dalam spesifikasi barang atau jasa.2.Evaluasi dan Monitoring: Setelah sarana prasarana dibangun, perlu dilakukan evaluasi dan monitoring terhadap kinerja sarana prasarana. Hal ini untuk memastikan bahwa sarana prasarana tetap berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna, serta memastikan bahwa perbaikan dan perawatan yang diperlukan dilakukan secara tepat waktu. Kata Kunci: Manajemen sarana prasarana ,satuan pendidikan [1] Sudarsono, A. (2018). Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah. Yogyakarta: Deepublish.
UJI KEAKTIFAN BELAJAR TIK PADA SISWA KELAS VII.1 DI MTS NEGERI 3 DEMAK DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN DYNAMIC GROUP Mastur
Journal Central Publisher Vol 1 No 3 (2023): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (867.713 KB) | DOI: 10.60145/jcp.v1i3.68

Abstract

Latar Belakang : Dalam proses pembelajaran terdapat guru yang menggunakan metode pembelajaran dengan pendekatan tradisional. Pendekatan tradisional hanya untuk mengahafal konsep-konsep mata pelajaran yang diberikan saja dan siswa kurang mampu untuk memahami dengan maksimal serta mengembangkan kemampuan kognitif. Seiring perkembangan zaman muncul berbagai metode dengan memanfaatkan interaksi dalam kelompok untuk menumbuhkan kerjasama, kebersamaan, kepercayaan dalam mencapai tujuan tertentu. Metode tersebut dikenal dengan istilah dynamic group. Tujuan : Mendeskripsikan efektifitas metode dynamic group pada kegiatan belajar mengajar dalam usaha meningkatkan hasil belajar TIK siswa Kelas VII.1 MTs Negeri 3 Demak. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang sering dikenal dengan istilah Classroom Action Research (CAR) yang terdiri dari Tiga Siklus dengan pendekatan metode pwembelajaran dynamic group. Deskriptif Kualitatif digunakan dalam penelitian ini untuk menganalisa data-data yang didapat. Hasil dan Pembahasan : Keaktifan siswa dalam kelompok dilihat dari aspek mengajukan pertanyaan kepada kelompok lain atau guru mengalami pencapaian dari siklus I adalah 51% meningkat menjadi 91% pada akhir siklus II. Aspek memberikan pendapat atau argumentasi dari siklus I adalah 52% meningkat menjadi 81% pada akhir siklus II. Keaktifan siswa dari aspek partisipasi siswa dalam presentasi tiap kelompok pencapaian dari siklus I adalah 55% menjadi 90% pada akhir siklus II. Aspek saling membantu dalam satu kelompok dari siklus I adalah 55% menjadi 87% pada akhir siklus II. Keaktifan siswa dari aspek partisipasi siswa dalam diskusi kelas dari siklus I adalah 45% menjadi 97% pada akhir siklus II. Dan Rata-rata persentase siklus I sebesar 48% meningkat menjadi 100% pada akhir siklus II. Kesimpulan : Metode dynamic group dapat meningkatkan hasil belajar TIK siswa Kelas VII.1 MTs Negeri 3 Demak dapat dibuktikan dengan peningkatan hasil belajar siswa bahwa nilai rata-rata sisklus I dengan rata-rata 3,48 dengan ketuntasan 90% dan pada siklus II diperoleh rata-rata 3,77 dengan ketuntasan 100%. Menunjukan peningkatan nilai rata-rata 0,29 poin dengan peningkatan persentase ketuntasan 10%.
Manajemen sarana prasarana pada satuan pendidikan (Studi Kasus pada jenjang Sekolah Menengah pertama) mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 10 No 01 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya , Dalam satuan pendidikan jenjang SMP, manajemen sarana prasarana perlu dikelola secara profesional dan terstruktur agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik.1 Ketersediaan sarana prasarana yang memadai akan membantu meningkatkan motivasi dan minat siswa dalam belajar serta memberikan kenyamanan dalam proses pembelajaran. Selain itu, manajemen sarana prasarana juga berpengaruh terhadap citra sekolah dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah. Dalam penelitian ini penulis menggunakan : Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Jika dilihat dari sumber datanya, penelitian ini tergolong penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tiga teknik, yaitu: wawancara mendalam (in deep interview), observasi partisipatif (participant observation), dan dokumentasi (documentation) sebagai metode pengumpulan data. Sumber data penelitian ini meliputi, 1) Person (orang) yaitu (a) waka kurikulum, (b) waka kesiswaan, (c) guru, dan (d) siswa. 2) Paper (kertas/dokumen) yaitu berupa dokumentasi fotofoto kegiatan hubungan dengan pendidikan karakter. 3) Place (tempat). Teknik analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan atau (verification). Penelitian ini juga melakukan pengecekan keabsahan data dengan triangulasi sumber, metode dan penyelidikan. Kemudian hasil penelitian ini meliputi: 1.Sebelum memulai proses pengadaan, penting untuk memiliki rencana yang jelas tentang apa yang dibutuhkan, berapa anggaran yang tersedia, dan kapan barang atau jasa tersebut dibutuhkan. Rencana ini akan mempermudah proses pengadaan dan meminimalkan risiko terjadinya kesalahan atau ketidaksempurnaan dalam spesifikasi barang atau jasa.2.Evaluasi dan Monitoring: Setelah sarana prasarana dibangun, perlu dilakukan evaluasi dan monitoring terhadap kinerja sarana prasarana. Hal ini untuk memastikan bahwa sarana prasarana tetap berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna, serta memastikan bahwa perbaikan dan perawatan yang diperlukan dilakukan secara tepat waktu.Kata Kunci: Manajemen sarana prasarana ,satuan pendidikan
Pengaruh Mapping Ignition Timing Engine Control Unit (ECU) Programmable Terhadap Torsi Dan Daya Motor Bensin 4 Langkah Warso; Prabowo, Nugrah Rekto; Sutarno; Mastur
Jurnal Permadi : Perancangan, Manufaktur, Material dan Energi Vol 2 No 2 (2020): JURNAL PERMADI: PERANCANGAN, MANUFAKTUR, MATERIAL DAN ENERGI
Publisher : Universitas Nusa Putra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (583.48 KB) | DOI: 10.52005/permadi.v2i2.37

Abstract

The current technology applied to motorbikes is growing, so that it can improve the performance of fuel injection systems that can be controlled electronically by the Engine Control Unit (ECU) with sensors and actuators. ECU is currently produced by an Indonesian racing company other than a motorcycle manufacturer, the Programmable ECU which can change Ignition Timing (ignition time) with the aim of improving engine performance. That way it is necessary to do research that aims to determine the ignition time in the ECU program for torque and motor power of 4 steps. To simplify the implementation, the results of tables and graphs can be analyzed. The effect of standard ECU ignition time at 5 ° before TDC produces maximum torque of 14.86 Nm at 7500 rpm engine speed and 16.9 maximum power at 8500 rpm engine speed. The engine circulates 7500 rpm mapping ECU 1 torque is increased 3% to 15.25 Nm and power rises 3% to 17.4 HP on the 8750 rpm engine. After mapping again to ECU 2 and a 3% increase in torque and 4% power compared to the use of standard ECU ignition time. The resulting torque ECU maps 2 by 15.29 Nm at 7500 rpm engine speed and produces a maximum power of 17.6 HP on the 8750 rpm engine. At ECU 1, mapping with the highest ignition time at 32 ° before the top dead center is carried out. In mapping ECU 2 uses the ignition point time at 35 ° before the top dead center.
Peningkatan Pemahaman dan Implementasi Nilai-nilai Keislaman Melalui Model Pembelajaran Pendidikan Agama Islam: Tantangan dan Prospek di Sekolah Dasar mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 10 No 02 (2023): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat sekolah dasar menghadapi tantangan dan prospek yang kompleks dalam meningkatkan pemahaman dan implementasi nilai-nilai keislaman di kalangan siswa. Artikel ini menyajikan analisis mendalam tentang berbagai aspek yang terlibat dalam pembelajaran PAI di sekolah dasar. Tantangan utama meliputi keterbatasan sumber daya, kurangnya pelatihan guru, tekanan kurikulum, dan integrasi nilai-nilai keislaman dalam kurikulum. Namun, terdapat pula prospek yang menjanjikan, seperti partisipasi aktif siswa, integrasi teknologi, pendekatan inklusif, evaluasi kurikulum, dan peran orang tua serta masyarakat. Penelitian kualitatif menjadi metode utama dalam mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang dinamika pembelajaran PAI di sekolah dasar. Dengan mempertimbangkan temuan dari berbagai studi, langkah-langkah strategis dapat dirumuskan, termasuk pelatihan guru yang intensif, integrasi teknologi dalam pembelajaran, partisipasi aktif siswa, dan kerjasama yang erat antara sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat. Kesimpulannya, artikel ini menggarisbawahi pentingnya pengembangan profesionalisme guru, dukungan berkelanjutan dalam pengembangan model pembelajaran PAI, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat dalam memperkuat pembelajaran agama Islam di sekolah dasar. Dengan demikian, pembelajaran agama Islam dapat menjadi lebih inklusif, relevan, dan memberi dampak positif bagi perkembangan holistik siswa dalam memahami dan menghayati ajaran agama Islam.
SEJARAH PESANTREN DAN SISTEM PENDIDIKAN DI PESANTREN mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 01 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui filosofis tentang filsafat pendidikan pesantren. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian Pustaka atau studi kepustkaan untuk menggali informasi terkait tema, dari hasil analisis yang telah dilakukan diperoleh data penelitian yang menunjukkan bahwa sejarah pesantren dan sistem pendidikan pesantren, yaitu dua hal yang saling berkaitan dan tidak bisa lepas satu sama lain. Sejarah pesantren dalam sistem pendidikan Indonesia sangat penting dan berpengaruh, diantaranya adalah pendidikan pesantren ikut andil besar dalam pendidikan nasional. Dengan adanya pendidikan pesantren bisa menjadi salah satu alternatif pendidikan di masa sekarang dan masa depan karena dalam sistem pendidikan pesantren sudah sangat mengikuti perkembangan era modern tanpa meninggalkan unsur-unsur kekhasan sistem pendidikan pesantren itu sendiri.
Penerapan Model belajar tuntas dalam meningkatkan Akidah akhlak peserta didik di MTS. Kec gondang kab nganjuk mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 11 No 2 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konteks Penelitian : Pendidikan merupakan hal yang sangat penting untuk kelangsungan kehidupan manusia, karena dengan pendidikan manusia akan mampu menyesuaikan dirinya dengan keadaan perkembangan zaman. Pendidikan adalah segala pengalaman belajar yang dilalui peserta didik dengan segala lingkungan dan sepanjang hayat.Hasil penelitian: 1. Pengelolaan kelas meliputi : penyediaan sarana dan prasarana di darul ulum yang sudah mumpuni, pengaturan iklim suasana kelas, enataan ruang kelas, kondutifitas kelas di darul ulum bisa terkondisikan dengan baik, 2. Pelaksanaan meliputi: menyusun RPP, enataan pengunaan media, penerapan model pembelajaran Mastery Learning, penyiapan lembar penilaian, evaluasi, 3. Kajian hasil belajar: penilaian kognitif pada hasil belajar ini adalah nilai peserta didik cenderung naik, efektif yang dibuktikan dengan penilaian dan psikomotorik adalah pada peningkatan kemampuan pemahaman peserta didik secara kritis dan kreatif
Pengaruh Variasi Holding Time pada Proses Pack Carburizing dengan Arang Tempurung Kelapa Barium Carbonat Terhadap Sifat Fisik dan Mekanik Baja ST 42 mastur; Warso; Satria Jati, Unggul
Accurate: Journal of Mechanical Engineering and Science Vol. 4 No. 1 (2023): April 2023
Publisher : Politeknik Negeri Cilacap

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35970/accurate.v4i1.2014

Abstract

Iron-based production machine components are chosen to support productivity. Steel is a metal material that is easily found on the market, but it has not fulfilled the desires of consumers in the market. This steel can be hardened by heat treatment (heat treatment). The surface treatment process is carried out to obtain the desired hardness, this can be done by increasing the carbon (C) element in the steel material, the carbon content in the standard steel structure is 0.3% - 0.59% the carbon content will have an effect. on hardness, one way to increase the element carbon (C) in steel and increase the hardness on its surface is by carburizing. This research will examine the hardness level of low carbon steel by using a pack carburizing process with different times of 2; 2.5 and 3 hours and the quenching process with pure water media.. The purpose of this study was to determine the effect of holding time on the pack carburizing process with coconut shell charcoal - barium carbonat on the hardness value of ST 42 steel. Besides that for effect of holding time on the pack carburizing process with coconut shell charcoal on the microstructure. There are differences in the surface hardness and microstructure values ​​ before and after the carburizing process. Where the highest hardness value occurs at a holding time of 3 hours with a hardness value of 872.9 HVN or an increase of 382% of the raw material and is supported by the dominance of the martensite phase which is more and more evenly distributed. Compared to the ST 42 steel raw material before the pack carburizing process was carried out, the hardness value was 174.8 HVN. A dominant microstructure consisting of a ferrite phase and a little bit of pearlite dominance.
Designing Flexibility, Accessibility, and Independent Learning through the Use of Hyperapp Blended Learning Module Mansur, Hamsi; Mastur; Monry Fraick Nicky Gillian Ratumbuysang; Fitria Yuniarti
Jurnal Komunikasi Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Jurnal Komunikasi Pendidikan
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/jurnalkomdik.v8i1.5015

Abstract

The quality of e-learning is determined by two factors, learning resources and the learning processes. However, sometimes the main factor behind the low quality of e-learning is the lack of teachers in creating the learning process. E-learning ranges from "adjunct" to "blended/hybrid" to "full online." Therefore, this research attempts to analyze the use of the hyperapp module for blended learning as a guide for teachers in designing flexibility, accessibility, and independent learning. The method used in this research is literature study. This hyperapp blended learning module provides clear and practical guidelines to teachers on integrating ICT, designing a rich learning experience, enhancing flexibility and accessibility of learning, and fostering students' self-directed learning. The research findings indicate that the conclusion drawn from this research is that the use of the hyperapp module equips teachers with good skills in designing blended learning, making the created learning flexible, accessible, and fostering independent learning. This conclusion is supported by various findings from previous research conducted by other researchers. The contribution of this research can provide insights that the use of the hyperapp module becomes more effective, relevant, and supportive of student development in this digital era.