Claim Missing Document
Check
Articles

Tinjauan Hukum Islam dan Hukum Positif (Studi Kasus di Desa Batik Plak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat) Mastur
TAFAQQUH Vol. 2 No. 1 (2017): Tafaqquh : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Ahwal Syahsiyah
Publisher : STIS DAFA MATARAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70032/xaxxys19

Abstract

Suatu hal yang menjadi dasar kenapa masyarakat Desa Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat cendrung membagikan harta warisannya ketika pewarisnya masih hidup dikarenakan, agar kelak dikemudian hari setelah pewaris meniggal dunia antara para ahli waris tidak saling memperebutkan harta warisan.Kata waris berasal dari bahasa arab miras. Bentuk jamaknya adalah mawaris, yang berarti harta peninggalan orang meninggal yang akan dibagikan kepada ahli warisnya. Kata waris menurut bahasa berarti berpindahnya sesuatu dari seseorang kepada orang lain atau dari sekelompok orang kekelompok lain. Sedangkan pengertian warisan menurut istilah fikih ialah berpindahnya hak milik dari orang yang meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup baik berupa harta benda, tanah maupun suatu hak dari hak-hak syara. Harta warisan adalah segala harta yang ditinggalkan setelah dikurangi biaya perawatan dan hutang-hutang setelah pewaris meninggal dunia. Dari beberapa pengertian di atas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa harta warisan adalah berpindahnya harta seseorang yang telah meninggal kepada ahli warisnya yang masih hidup setelah dibagikan semua hutang dan wasiatnya.Metode yang digunakan dlam penelitian ini antara lain sebagai berikut: Metode Observasi, Metode Wawancara (interview) dan Metode DokumentasiFaktor-faktor yang melatar belakangi pewaris membagikan harta warisannya berdasarkan perdamaian. Persamaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan disebabkan karena kebutuhan yang dimiliki masing-masing adalah sama, di samping itu juga status mereka dalam keluarga adalah sama-sama anak dari si pewaris. Pembagian warisan dengan menggunakan sistem atau cara ini dirasakan sangat adil, aman dan tidak menimbulkan efek yang negatif di antara penerima harta tersebut, dikarenakan tidak adanya diskriminasi antara ahli waris baik dari segi umur, jenis kelamin dan lain-lain. Kedudukan hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam dalam hal kewarisan belum secara maksimal dilaksanakan oleh sebagian masyarakat Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat, sehingga masih belum adanya pelaksanaan yang timbul secara menyuluruh untuk menjadikan hukum kewarisan Islam dan KHI sebagai acuan atau pedoman yang mendasar guna menjalankan syariat Islam khususnya dalam pelaksanaan pembagian harta warisan di dalam kehidupan mereka.Perktik pelaksanaan pembagian warisan pada masyarakat Bagik Polak Barat Kecamatan Labuapi Lombok Barat adalah menggunakan dua cara: Pada masing-masing ahli warisnya, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi perselisihan antara kelurga atau antara para ahli waris setelah pewaris meninggal dunia dikarenakan tidak adanya kesepakatan antara para ahli waris pada saat pembagian harta dilakukan. Dipandang dari hukum Islam, pelaksanaan penyelesaian harta warisan melalui perdamaian ketika pewaris masih hidup tidak bisa dikatagorikan sebagai warisan melainkan hibah, karena dalam hukum kewarisan Islam, warisan baru ada ketika pewaris telah meninggal dunia.
“Pudarnya Penggunaan Bahasa Indonesia Dikalangan Remaja” mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 12 No 03 (2024): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati. Namun, lebih jauh bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan. Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi. Pengertian Bahasa dalam kamus besar Bahasa Indonesia, pengertian bahasa secara umum dapat didefenisikan sebagai lambang, serta pengertian bahasa menurut istilah adalah alat komunikasi yang berupa sistem lambang yang dihasilkan oleh alat ucap pada manusia. Bahasa juga merupakan bagian dari kebudayaan dan bahasalah yang mengembangkan kebudayaan sebagaimana kita kenal sekarang. Bahasa dapat pula berperan sebagai alat integrasi sosial sekaligus alat adaptasi sosial, hal ini mengingat bahwa Bahasa Indonesia memiliki bahasa yang majemuk. Bahasa gaul adalah bahasa khas remaja (kata-kata yang diubah-ubah sedemikian rupa, sehingga hanya bisa di mengerti di antara mereka) bisa di pahami seluruh remaja di tanah air yang terjangkau oleh media massa. Padahal istilah-istilah itu berkembang, berubah dan bertambah hampir setiap hari. Bahasa gaul adalah bahasa yang mempunyai istilah yang unik, sedangkan definisi yang kedua di perjelas lagi bahwa yang menggunakan bahasa tersebut adalah para remaja dan bahasa tersebut akan terus berkembang. Adapun ciri-ciri bahasa gaul, faktor-faktor pendukung maraknya bahasa gaul di kalangan remaja, pengaruh bahasa gaul terhadap bahasa Indonesia dan dampak dari penggunaan bahasa gaul.
Tipe Kepribadian Sang Petarung Peresean diantara Muslim Sasak: Analisis Psiko-Sosio-Antropologis Mastur
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 6 No. 1 (2022): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v6i1.706

Abstract

Tulisan ini dimaksudkan untuk mengungkap aspek personalitas Petarung Peresean yang ada diantara muslim Sasak di Lombok. Aspek personalitas yang penulis anggap penting untuk diperbincangan terkait Petarung Peresean adalah aspek kecenderungan tipe kepribadian. Kenapa aspek kencenderungan tipe kepribadian ini yang penting? Karena secara teoritik pilihan perilaku seseorang didasarkan oleh tipe kepribadian tertentu, pun demikian tidak semua anggota etnis Sasak memiliki pilihan tingkah laku menjadi petarung peresean. Fakta ini tentu saja memunculkan pertanyaan sekaligus hipotesis terkait hubungan antara kecenderungan tipe kpribadian dengan pilihan tingkah laku menjadi petarung peresean. Untuk mengungkap aspek psikologis pada Petarung Peresean tersebut di atas, elaborasi dari tiga perspektif yaitu psikologi, sosiologi dan antropologi digunakan. Ketiga pendekatan tersebut harus dihadirkan secara bersama-sama sebab tradisi pertarungan peresean pada masyarakat Sasak ini selain merupakan tradisi ia juga merupakan realitas sosiologis dan psikologis sekaligus. Secara metodologis penulis menggunakan statistik deskriptif-korelasional dengan instrument skala tipe kepribadian Eysenck. Hasil analisis elaboratif menunjukkan bahwa secara psikologis Petarung Peresean memiliki kecenderungan bertipe kepribadian ekstraversion. Artinya, Petarung Peresean cenderungan mengarahkan energi personalnya keluar dirinya yang berupa tingkat keaktifan yang tinggi, kemampuan sosial di atas rata-rata dan berinisiatif dalam mengambil resiko.
Pendidikan Islam Dalam Spektrum Politik Pendidikan Nasional Mastur
Fikroh: (Jurnal Studi Islam) Vol. 7 No. 1 (2023): Juni: Fikroh Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Hamzanwadi Pancor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37216/fikroh.v7i1.965

Abstract

Discourse on Islamic education will never be separated from the political and cultural dynamics of a society. In the Indonesian context, the dynamics of Islamic education cannot be separated even shackled by the country's political policies and community pluralism which is a reality in Indonesia, both before independence until post-independence Indonesia. Since the first half of the 19th century, the history of Islamic education in Indonesia has begun a new phase marked by shifts and changes in almost all aspects including institutions, methods, curriculum and Islamic education orientation. At that time Islamic education was dominated by traditional educational institutions, namely boarding schools. Indonesia, although it is expressly stated that it is not a religious State and not a secular State, but the Pancasila State. The State of Pancasila, it can be said that Indonesia took the middle path between the religious State and the secular State. The first formulation of the precepts of Pancasila and Article 29 of the 1945 Constitution Paragraph (1) gives a characteristic that is unique to the State of Indonesia, not a secular State that separates religion and State, and not a religious State based on a particular religion. The Pancasila State guarantees the freedom of every citizen to be religious and must maintain noble character based on the values ​​of Pancasila. This is what causes the Indonesian Government to continue to see that religion occupies an important position in this country as a source of prevailing values.
PENERAPAN MODEL TIPE STAD DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS VI SDS SOEKARNO HATTA Subekti, Rahmat; Mastur; Patimah, Siti; Ali, M. Makhrus; Arung Arafah, Latief
TADBIRUNA: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 3 No 2 (2024): TADBIRUNA
Publisher : Program Studi Manajemen Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51192/jurnalmanajemenpendidikanislam.v4i2.1595

Abstract

This research was motivated by the lack of active learning of students in Islamic Religious Education subjects especially on Asmaul Husna material and the teacher has not found a learning method or model that is appropriate to the Asmaul Husna material in increasing students' learning activeness. The formulation of this problem is: Can the application of the STAD type cooperative learning model increase learning activity in Islamic Religion subjects for Class VI students? The subjects in this research were 20 class VI students. Meanwhile, the aim of this research is the application of the STAD type cooperative learning model to increase student learning activity in Islamic Religion subjects for Class VI students. The STAD type cooperative learning model is a learning model carried out by actively implementing students in learning through observing, asking questions, discussing and presenting the results of the discussion. The author uses this learning model in Islamic Religious Education subjects
Pentingnya Peran Ayah Terhadap Perkembangan Anak mastur
JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian) Vol 14 No 02 (2025): JURNAL ILMIAH INNOVATIVE (Jurnal Pemikiran Dan Penelitian)
Publisher : Institut Agama Islam Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ayah memiliki peran penting dalam kehidupan keluarga, termasuk dalam perkembangan anak. Pengalaman yang dialami bersama dengan ayah, akan mempengaruhi seorang anak hingga dewasa nantinya. Karena ayah memiliki tanggung jawab yang berat, tidak jarang menjadi sebuah tantangan dan hambatan untuk melakukan pengasuhan terhadap anak secara langsung. Untuk itu, penting bagi ayah untuk meneyimbangkan perannya sebagai pencari nafkah keluarga dan pendidik anak di rumah. Artikel jurnal ini akan mengupas tentang bagaimana peran ayah dalam perkembangan anak, baik dari segi kognitif, sosial, maupun emosional. Kata kunci: peran ayah, perkembangan anak, pengasuhan anak
Pemberdayaan Ekonomi: Marketplace sebagai Media Pemasaran Produk Olahan Anggota PKK Desa Berbek Kec. Berbek Kab. Nganjuk Yuli Dianto, Alfin; Mastur
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 1 (2023): Ngaliman. Februari 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i1.647

Abstract

Program pendampingan ini dimulai dari pendampingan produksi olahan ubi-ubian oleh anggota PKK Desa Brebek Kecamatan Brebek Kabupaten Nganjuk, dilanjutkan dengan pendampingan manajamen pemasaran produk olahan tersebut, bertujuan untuk meningkatkan volume penjualan olahan ubi-ubian oleh anggota PKK Desa Brebek, sedangkan program pengabdian ini adalah masih terkait dengan pemasaran produk, yakni pendampingan pemasaran melalui marketplace, program pengabdian ini bertujuan (1) mengenalkan produk kepada pasar yang lebih luas lagi dan (2) meningkatkan volume pemasaran di luar wilayah Kabupaten Nganjuk. Adapun hasil pendampingan ini secara konseptual mengambarkan posisi perempuan akan membaik hanya ketika perempuan dapat mandiri dan mampu menguasai atas keputusan-keputusan yang berkaitan dengan kehidupannya. Terdapat dua ciri dari pemberdayaan perempuan.Pertama, sebagai refleksi kepentingan emansipatoris yang mendorong masyarakat berpartisipasi secara kolektif dalam pembangunan. Kedua, sebagai proses pelibatan diri individu atau masyarakat dalam proses pencerahan, penyadaran dan pengorganisasian kolektif sehingga mereka dapat berpartisipasi.
Memperkuat Kemitraan Sekolah Dan Komunitas Dalam Mempromosikan Kebersihan Lingkungan Di Sdn 2 Joho Pace Nganjuk Tohawi, Agus; Soim; Mastur; Mas'ut
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2023): Ngaliman. Agustus 2023
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v2i2.754

Abstract

Kebersihan lingkungan di lingkungan sekolah menjadi isu krusial yang perlu mendapatkan perhatian serius. SDN 2 Joho Pace di Nganjuk menghadapi tantangan kebersihan yang mengakibatkan dampak negatif pada lingkungan, kesehatan, dan pendidikan. Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan kemitraan yang kuat antara sekolah dan komunitas setempat. Lingkungan yang bersih berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat bagi siswa. Namun, SDN 2 Joho Pace telah menghadapi kesulitan dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Dalam konteks ini, pendekatan Partisipatory Action Research (PAR) dipilih untuk mengatasi masalah kebersihan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan PAR yang melibatkan kolaborasi aktif antara sekolah, komunitas, dan peneliti. Langkah-langkah melibatkan identifikasi masalah, perencanaan, tindakan bersama, evaluasi, dan refleksi. Partisipasi aktif dari berbagai pihak adalah kunci keberhasilan dalam memperkuat kemitraan sekolah-komunitas. Melalui pendekatan PAR, telah tercapai peningkatan signifikan dalam kebersihan lingkungan di SDN 2 Joho Pace. Siswa, guru, dan anggota komunitas bekerja sama untuk membersihkan dan menjaga lingkungan sekolah. Ini menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan berdampak positif pada proses pembelajaran. Kemitraan yang diperkuat antara sekolah dan komunitas berperan penting dalam mempromosikan kebersihan lingkungan di SDN 2 Joho Pace. Melalui pendekatan PAR, berhasil menciptakan kesadaran lingkungan, keterlibatan aktif, dan perubahan perilaku yang berkelanjutan.
Program Qira’ah sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Baca Al-Qur’an di Desa Ngumpul Mas'ut; Mastur; Moh. Agil Nuruzzaman; Ali Hasanudin
Ngaliman: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2024): Ngaliman. Agustus 2024
Publisher : Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/ngaliman.v3i2.1320

Abstract

TPQ Al-Barakah adalah salah satu Yayasan pendidikan agama islam yang ada di Desa Ngumpul. TPQ ini juga menjadi TPQ yang memiliki jumlah santri yang lebih banyak daripada TPQ lain. TPQ Al-Barakah membagi santrinya ke dalam tiga kelompok yaitu kelompok Jilid 1-6, kelompok Juz ‘Amma dan kelompok Al-Quran. Dalam pembelajarannya TPQ Al-Barakah menggunakan metode An-Nahdliyyah dengan sistem shorogan. Akan tetapi TPQ Al-Barakah mengalami beberapa kendala dalam kegiatan belajar mengajar Al-Qur’an yang disebabkan oleh benturan jadwal santri TPQ dengan jadwal ekstrakulikuler di sekolahnya, hal ini menyebabkan santri-santri khususnya kelompok Al-Qur’an tidak dapat mengikuti pembelajaran TPQ secara maksimal dan kualitas baca Al-Qur’an santri TPQ Al-Barakah menjadi menurun. sehingga perlu diadakannya kegiatan pelatihan Qiro’at sebagai upaya meningkatkan wawasan dan kualitas baca Al-Qur’an santri TPQ Al-Barakah. Pelatihan qiro’at ini diminta secara khusus oleh kepala Yayasan TPQ Al-Barakah. Dalam pelaksanaannya, coach melakukan observasi untuk mengukur kualitas baca santri TPQ Al- Barakah, melakukan penyesuaian jadwal pelatihan yaitu pada hari minggu jam 16.00, melakukan pengenalan qiroat, pelatihan pernafasan hidung, praktik qiro’at dengan menggunakan maqamat Bayati, evaluasi hasil pelatihan. Manfaat dari adanya pelatihan ini di antaranya adalah meningkatkan kefasihan baca Al-Qur’an melalui latihan berulang, mengasah rasa dan emosi peserta didik dalam pembacaan Al-Qur’an yang sangat penting dalam menyampaikan pesan-pesan yang terkandung di dalamnya, mempermudah penguasaan maqamat lain karena maqamat bayati termasuk dalam maqamat dasar di dalam ilmu qira’at. Untuk mencapai hasil yang maksimal dibutuhkan adanya latihan intens, bertahap dan berkelanjutan, oleh karena itu kami menyiapkan tutor/pelatih yang dapat memberikan pendampingan secara rutin dan berkelanjutan. Sehingga diharapkan dari adanya pelatihan ini dapat membantu TPQ Al-Barakah dalam meningkatkan wawasan dan kualitas baca Al-Qur’an santrinya
Pesan Moral dalam Film Air Mata Di Ujung Sajadah: Kajian Semiotika Roland Barthes Murti; Aryanti; Mastur; Kasmawati
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): IDIOMATIK: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v8i1.2667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis pesan moral dalam film Air Mata di Ujung Sajadah dengan menggunakan analisis semiotika Roland Barthes. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui metode simak dan catat. Data dianalisis dengan mengkaji tanda-tanda visual dan audio dalam film berdasarkan konsep denotasi, konotasi, dan mitos menurut Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini mengandung enam pesan moral utama, yaitu tanggung jawab, kasih sayang, kesabaran, keikhlasan, perjuangan, serta kekuatan iman dan doa. Implikasi dari temuan ini menunjukkan bahwa film ini dapat menjadi media yang efektif dalam membentuk dan menyampaikan nilai-nilai moral kepada masyarakat, sekaligus menjadi bahan refleksi bagi penonton dalam menghadapi realitas kehidupan.