Articles
Identifying Determinants of Competitive Advantage for Ayam Geprek Business in Jakarta During the Pandemic Covid-19
Michael Christian;
Justinius Justinius
Journal of Business & Applied Management Vol 14, No 1 (2021): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/jbam.v14i1.2712
The Covid-19 pandemic is a challenge for the food industry in Indonesia. Food entrepreneurs must think hard to create the strategies needed to survive, even though many decide to close their businesses. Conducting an analysis of existing market conditions is something that must be done to support strategic decisions in creating and maintaining a competitive advantage. This study aims to identify the factors that influence the competitive advantage of Geprek Chicken in Jakarta. This study focuses on the research object, namely exogenous variables consisting of market orientation, product innovation, innovation process, and endogenous variables, namely competitive advantage. This research is a quantitative study using Partial Least Square - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) modeling with SMART PLS 3.0 as an analysis tool. By using a non-probability sampling technique, the questionnaire was randomly distributed to 130 samples. However, only 77 questionnaires (59.23%) met the criteria for analysis. The results of this study explain that two hypotheses are accepted, and two hypotheses are rejected where market orientation affects innovation while innovation has no effect on competitive advantage. Based on the indirect effect, innovation as a mediator between market orientation towards competitive advantage does not act as mediator. Furthermore, these results indicate that Market Orientation, Process Innovation, and Product Innovation can explain the representation of the Competitive Advantage variable by 5.8%, meanwhile Market Orientation is able to explain its representation of the Process Innovation variable by 14.6 and the Market Orientation variable is able to explain its representation towards Product Innovation. by 0.9%. These results provide interesting results on the market orientation variable towards competitive advantage, especially contributing to priority findings during a pandemic such as Covid-19.
FAKTOR-FAKTOR TERPERSEPSI YANG MEMENGARUHI PENGGUNAAN KARTU TOL ELEKTRONIK
Ratna Muljani Santosa;
Michael Christian
Journal of Business & Applied Management Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (451.926 KB)
|
DOI: 10.30813/jbam.v10i02.934
Bulan Oktober 2017 merupakan titik awal diberlakukannya pembayaran non tunai melalui Kartu TolElektronik secara serentak di Indonesia. Tidak tangung-tanggung penggunaan pembayaran di jalan toldengan sistem ini dipercaya mencapai target 100% terimplementasi. Hal ini sebenarnya bukan hal barumengingat program Gerakan Nasional Non Tunai sudah dicetuskan sejak tahun 2014. Namun demikian,sebagai negara yang sedang menikmati perkembangan teknologi informasi ke arah digital, perananmetode pembayaran di ruas tol dengan kartu ini masih perlu dikaji tidak hanya dari segi manfaat yangdapat diberikan kepada masyarakat, namun juga pada dampak kemudahan penggunannya pada tiap ruastol. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pengaruh faktor terpersepsi bagi masyarakat yaitu manfaatdan kemudahan penggunaan terhadap penggunaan metode pembayaran tersebut. Dengan menggunakanSPSS 22.0, penelitian ini menjelaskan bahwa penggunaan Kartu Tol Elektronik dipengaruhi oleh faktormanfaat dan kemudahan dalam penggunaan. Penelitian ini menggunakan 73 responden sebagai penggunaKartu Tol Elektronik. Saran bagai penelitian selanjutnya adalah dapat lebih fokus dalam ruas gardu tolotomatis pada titik-titik dengan frekuensi tinggi. Hal ini bertujuan untuk menjelaskan konsistensi faktormanfaat dan kemudahan penggunaan bagi para pengguna. Selain itu, sosialisasi cara penggunaan dirasapenting untuk digalakkan pemerinta dalam suksesi Gerakan Nasional Non Tunai.Kata kunci: kartu, elektronik, tol, manfaat, kemudahan
The Impact of Internal and External Factors on Taxpayer Compliance
Eko Retno Indriyarti;
Michael Christian
Journal of Business & Applied Management Vol 13, No 1 (2020): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/jbam.v13i1.2127
Gerakan Tax Amnesty yang telah selesai dilaksanakan boleh dikatakan memberikan dampak yang baik kepada penerimaan negara dari pajak. Kepercayaan diri pemerintah didukung oleh sosialisasi dengan bentuk iklan di hampir semua media. Penerimaan negara yang berasal dari pajak mengalami kenaikan sebesar 7% dari tahun yang lalu. Hasil tersebut menjelaskan bahwa adanya kesinambungan antara program pemerintah dan kesadaran masyarakat dalam hal kewajiban pajak seperti yang diatur undang-undang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh Faktor Internal dan Eskternal terhadap Kepatuhan Wajib Pajak. Penelitian ini menjelaskan bahwa Kepatuhan Wajib Pajak (WP) dipengaruhi secara parsial oleh Pemahaman WP akan aturan pajak dan Faktor Eksternal yaitu iklan dan pelayanan yang diberikan dari petugas pajak. Secara simultan kedua faktor tersebut juga memberikan pengaruh terhadap Kepatuhan WP dalam memenuhi kewajibannya dalam membayar pajak. Penelitian ini terdiri 110 sampel dengan menggunakan analisis regresi berganda (multiple regression analysis). Upaya meningkatkan sosialisasi baik dalam bentuk iklan misalnya dapat menjadi saran yang perlu dipertimbangkan seiring dengan anggapan WP bahwa informasi mengenai pajak akan mudah dipahami bila disampaikan melalui iklan. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan variabel lain yang lebih spesifik dan juga perlu mempertibangkan penambahan jumlah sampel. Kata Kunci; pajak, pemahaman, iklan, kepatuhan, Wajib Pajak ABSTRACT The Tax Amnesty program that has been completed said to have a good impact on state revenue from taxes. Government confidence is supported by socialization in the form of advertising in almost all media. State revenue from taxes increased by 7% from a year ago. The results explain that there is continuity between government programs and public awareness in terms of tax obligations as regulated by law. This study aims to determine and explain the influence of Internal and External Factors on Taxpayers’ (TPs’) Compliance. This study explains that TPs’ compliance is partially influenced by TPs’ compliance understanding of tax rules and External Factors, namely advertising and services provided by tax officials. Simultaneously the two factors also have effects on TPs’ compliance in fulfilling their obligations in paying taxes. This study consisted of 110 samples using multiple regression analysis. Efforts to improve socialization in the form of advertisements for example, can be a suggestion that needs to be considered along with TPs’ compliance assumption that tax information will be easily understood if conveyed through advertisements. Future studies can use other variables that are more specific and need to consider increasing the number of samples.
PENGARUH FAKTOR PERILAKU PADA KELOMPOK MILLINEAL TERHADAP KEINGINAN UNTUK BERWIRAUSAHA
Michael Christian
Journal of Business & Applied Management Vol 10, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (678.364 KB)
|
DOI: 10.30813/jbam.v10i02.930
Pemerintah Indonesia mendorong untuk peningkatan jumlah wirausahawan, salah satunya melaluiGerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) sejak enam tahun lalu. Penelitian ini bertujuan untukmenjelaskan pengaruh perilaku dan karakter terhadap keinginan untuk berwirausaha pada kelompokmillenial. Sebanyak 53 sampel dengan karakter kelompok millenial yang belum berwirausaha digunakandan diolah dengan menggunakan SMART PLS 3. Penelitian ini menjelaskan bahwa keinginan untukberwirausaha pada kelompok millenial dipengaruhi oleh perilaku dan karakter kelompok tersebut, namunkarakter tidak dipengaruhi oleh perilaku. Keterbatasan pada penelitian ini adalah tidak mengikutsertakanfaktor karakter dari gaya menjalankan usaha yang dapat memperkuat penjelasan mengenai keterkaitannyadengan keinginan untuk berwirausaha. Faktor ukuran sampel juga dapat menjadi pertimbanganselanjutnya. Penekanan saran pada penelitian ini adalah perlu ditingkatkannya peran serta insitusipendidikan dan individu dalam pembentukan karakter untuk berwirausaha khususnya keberanian dalambertindak dan mengambil risiko dengan mengikuti pelatihan dan komunitas baik dalam skala kecilmaupun dengan pembiayaan pemerintah.Kata kunci: perilaku, keputusan, kewirausahaan, millenial
Mengidentifikasi Determinan Keinginan Berkunjung Lagi pada “10 Bali Baru”
Ongky Alex Sander;
Michael Christian
Journal of Business & Applied Management Vol 14, No 2 (2021): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/jbam.v14i2.2879
Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan secara global khususnya di Indonesia memberikan dampak yang besar bagi sektor pariwisata, khususnya bagi destinasi-destinasi pada 10 Bali Baru. Kampanye 10 Bali Baru ini merupakan program baru yang mau tidak mau terkena dampak besar akibat COVID-19. Dampak lainnya juag terlihat pada tindakan pengambilan keputusan dalam melakukan wisata pasca pandemic COVID-19. Pemerintah sampai saat ini masih berupaya untuk melakukan serangkaian kebijakan mitigasi bencana untuk menekan angka kasus COVID-19 dan bersiap untuk fokus pada strategi pemulihan pasca COVID-19. Seiring dengan hal ini, pelaku industri pariwisata di tengah keterbatasan yang ada juga dapat melakukan serangkaian strategi untuk mendukung pemerintah. Sebagai upaya membantu pemerintah dalam upaya mitigasi bencana pasca COVID-19, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan determinan keinginan wisatawan untuk melakukan kunjungan wisata pada salah satu destinasi 10 Bali Baru pasca pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pemodelan struktural Partial Least Square (PLS-SEM). Sampel acak pada penelitian ini sebanyak 235 wisatwan domestik yang pernah melakukan kunjungan ke salah satu destinasi 10 Bali Baru sebelum pandemi. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa consumer engagement dan destination image saat ini sangat mempengaruhi keinginan wisatawan untuk melakukan kunjungan setelah pandemi berakhir. Rasa cemas untuk melakukan kunjungan perlahan mulai bisa diterima dan dipahami sehingga tidak menjadi faktor pendorong yang mempengaruhi keinginan wisatawan untuk melakukan kunjungan. Pemanfaatan media sosial untuk menguatkan consumer engagement dan destination image dapat dijadikan strategi sebagai upaya mitigasi bencana di tengah keterbatasan sumber daya yang ada. Aspek finansial masyarakat dapat dijadikan faktor lain yang dapat digunakan untuk penelitian berikutnya.
Eksistensi Moda Transportasi Berbasis Aplikasi Daring: Analisis Loyal-Kontraproduktif Pengguna dengan Kebijakan Pemerintah sebagai Efek Pemoderasi
Michael Christian;
Glisina Dwinoor Rembulan
Journal of Business & Applied Management Vol 13, No 2 (2020): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.30813/jbam.v13i2.2247
Perkembangan teknologi informasi khususnya dalam integrasi aplikasi moda transportasi berbasis daring turut menambah alternatif pilihan bagi masyarakat. Di Indonesia terdapat dua pemain besar dalam jasa transportasi berbasis aplikasi daring yaitu Gojek dan Grab. Berbagai kemudahan dan fasilitas yang menarik yang dapat membentuk kepuasan dan loyalitas pelanggan turut disajikan oleh penyedia jasa moda transportasi berbasis aplikasi daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis loyalitas pengguna moda transportasi berbasis aplikasi daring yang didasari oleh banyaknya hambatan dan intervensi yang terjadi. Penelitian kuantitatif ini menggunakan model struktural dengan SMART PLS 3.0 dengan 150 sampel. Hasi penelitian ini menjelaskan bahwa loyalitas dipengaruhi oleh faktor kualitas layanan dan kebijakan pemerintah sebagai regulator. Di sisi lain, penelitian ini juga menjelaskan bahwa loyalitas tidak dipengaruhi oleh keandalan layanan yang diberikan. Secara efek moderasi, kebijakan pemerintah sebagai pemoderasi tidak memberikan pengaruh terhadap loyalitas. Perlunya edukasi dari perusahaan penyedia jasa moda transportasi berbasis aplikasi daring kepada para mitra/pengemudi masih diperlukan untuk membentuk standar kualitas layanan dan loyalitas.
PENGARUH PENGAKUAN MUTU JASA PROGRAM STUDI DAN PENGAKUAN MUTU INSTITUSI TERHADAP MAHASISWA (STUDI KILAS BALIK)
Yustinus Yuniarto;
Michael Christian
Journal of Business & Applied Management Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (607.915 KB)
|
DOI: 10.30813/jbam.v9i2.864
Educational institutions in Indonesia are growing in numbers year by year. This results in increasingcompetition. Thus,these institutions had tried to reach standardized recognition to its learning processquality (program of study‟s accreditation ) and institution‟s quality (ISO certification). This researchaims at figuring out empirically the impact of these variables to the students‟ decision (flashbackdecision). Using SPSS 17.0, this research showed that students‟ decision was influenced by therecognition of the program of study‟s quality. On the other side, the decision was not influenced by theinstitution‟s quality. Generally, further research needs to elaborate other related factors such as therecognition in achieving IWA 2 or the image of the accreditation bodies.Keywords : department’s quality, institution’s quality, accreditation
DAMPAK PENGGUNAAN TEKNOLOGI BERBASIS APLIKASI PADA USAHA RESTORAN BERSKALA MIKRO & KECIL
Michael Christian
Journal of Business & Applied Management Vol 12, No 2 (2019): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (228.1 KB)
|
DOI: 10.30813/jbam.v12i2.1822
ABSTRACTData from the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia of micro and small businesses in 2016-2017 shows an increasing number. This increase explained that public interest in making businesses, especially with small-scale businesses, was still very high in Indonesia. Emerging restaurants with new concepts as a result of growing food and beverage trends such as sharing economy that maximizes Communication Information Technology (ICT) in the form of applications helped shape the increase in the food business in Indonesia. Several studies have explained the relationship between the use of Information Technology to business performance. This study aims to analyze the impact of the use of application-based information technology on business performance. This research is a quantitative study with a Partial Least Square model and uses SMART PLS 3.0. Using 98 micro and small restaurant businesses in the North Jakarta region, the results of this study explain that restaurant business performance is influenced the application-based technology. Then business performance is also influenced by market orientation. Indirectly there is a market orientation role that also contributes to the use of application-based technology on restaurant business performance. The suggestion for the next research is to be able to measure the quality of restaurant information delivery from the operating system of the application used. In addition, the background of business actors is suggested to need to be studied along with the shift of the generation.Keywords: business performance, information communication technology, orientation. ABSTRAKData dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia usaha mikro dan kecil tahun 2016-2017 menunjukkan angka yang meningkat. Kenaikan ini menjelaskan bahwa minat masyarakat dalam membuat usaha terutama dengan skala usaha kecil masih sangat tinggi di Indonesia. Bermunculan restoran dengan konsep baru sebagai akibat dari tren makanan dan minuman yang terus berkembang seperti sharing economy yang memaksimalkan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dalam bentuk aplikasi turut membentuk peningkatan bisnis makanan di Indonesia. Beberapa penelitian telah menjelaskan keterkaitan antara penggunaan Teknologi Informasi terhadap kinerja usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan teknologi informasi berbasis aplikasi pada kinerja usaha. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan model Partial Least Square dan menggunakan SMART PLS 3.0. Menggunakan 98 usaha restoran mikro dan kecil di wilayah bagian Jakarta Utara, hasil penelitian ini menjelaskan bahwa kinerja usaha restoran dipengaruhi oleh penggunaan teknologi berbasis aplikasi. Kemudian kinerja usaha juga dipengaruhi oleh orientasi pasar. Secara tidak langsung terdapat peran orientasi pasar yang turut memberikan pengaruh penggunaan teknologi berbasisaplikasi pada kinerja usaha restoran. Saran bagi penelitian berikutnya adalah dapat mengukur kualitas penyampaian informasi restoran dari system operasional aplikasi yang digunakan. Selain itu, latar belakang pelaku usaha disarankan perlu dikaji seiring dengan bergesernya generasi pelaku usaha.Kata kunci: kinerja usaha, teknologi informasi komunikasi, orientasi.
ORIENTASI PEMBELIAN DALAM KONGRUENSI-TERPERSEPSI PADA RITEL MULTI KANAL
Michael Christian
Journal of Business & Applied Management Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (538.517 KB)
|
DOI: 10.30813/jbam.v10i1.868
Consumers often compare the place where they buy product based on experience. Several factors become their main consideration, such as service quality, product, and promotion offered. Perceived congruence related to the same aspects of the visit/buying experiences, is compared to more than one channels of a retailer in selling its products. Unfortunately, there are gaps in consumer’s experiences which challenge retailers to establish strategy in gaining and maintaining consumers. This research aims to investigate the impact of store and website image to perceived congruence based on the buying orientation. The Structural Equation Modellng (SEM) is implemented to analyze data collected from 140 respondents having the experience in visiting Matahari store department and Mataharimall.com on the last six months. The result shows that perceived congruence is influenced by store image and website image. Further, consumer’s buying orientation impacts both of the channels. Researchers are suggested to investigate the retail image to explain the impact of perceived congruence.Keywords: outlet image, website image, perceived congruence
DETERMINAN NIATAN BERALIH GUNAKAN ANTAR TRANSPORTASI DARING
Michael Christian
Journal of Business & Applied Management Vol 11, No 2 (2018): Accredited by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Repu
Publisher : Universitas Bunda Mulia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (416.614 KB)
|
DOI: 10.30813/jbam.v11i2.1353
Seiring dengan aksi korporasi Grab mengakuisisi Uber di pasar Asia Tenggara mengartikan bahwa pasar Grab di industri penyedia jasa transportasi berbasis daring semakin besar di Asia Tenggara khususnya Indonesia. Bagi pengguna jasa transportasi daring, niatan untuk tetap menggunakan satu transportasi daring tertentu atau bahkan beralih ke transportasi daring yang lain semakin mudah terjadi. Kecenderungan pengguna untuk mempertimbangkan manfaat-manfaat yang ditawarkan dari penyedia jasa semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi niatan beralih gunakan antar transportasi daring. Metode regresi linier berganda dengan 120 pengguna jasa Grab dan Gojek dalam 6 bulan terakhir. Hasil penelitian dengan menggunakan SPSS 25.0 ini menjelaskan bahwa niatan beralih-gunakan antar transportasi daring dipengaruhi secara parsial oleh manfaat fungsional, sosial dan psikologis, walaupun manfaat sosial berpengaruh secara negatif. Secara simultan niatan beralih dipengaruhi oleh ketiga faktor manfaat tersebut.Kata kunci: niatan beralih, transportasi daring