Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Seminar Nasional Hasil Penelitian LP2M UNM

Uji Aktivitas Antibakteri Senyawa Metabolit Sekunder dari Patah Tulang (Euphorbia tirucalli) serta Karakterisasinya menggunakan GC-MS Salempa, Pince; Salnus, Subakir
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Euphorbia tirucalli (patah tulang) dikenal secara tradisional sebagai tanaman obat yang memiliki berbagai aktivitas biologis, namun kajian ilmiah mendalam terhadap potensi antibakteri dan aktivitas antioksidannya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder, menguji aktivitas antibakteri, serta menentukan kapasitas antioksidan dari ekstrak etanol batang E. tirucalli. Ekstraksi dilakukan secara maserasi menggunakan pelarut etanol, menghasilkan rendemen sebesar 14,4% (w/w). Analisis fitokimia kualitatif menunjukkan adanya senyawa fenolik, tanin, saponin, dan steroid, sementara uji flavonoid dan alkaloid memberikan hasil negatif. Kandungan total fenolik yang diukur dengan metode Folin–Ciocalteu menunjukkan nilai 68,55 mg GAE/g ekstrak, menandakan potensi aktivitas antioksidan yang tinggi. Uji penangkapan radikal bebas DPPH menghasilkan nilai IC₅₀ sebesar 50,33 ppm, dikategorikan sebagai aktivitas antioksidan kuat, dibandingkan dengan asam askorbat (IC₅₀ = 15,92 ppm) sebagai kontrol positif. Analisis GC-MS terhadap ekstrak etanol mengidentifikasi 51 komponen kimia, dengan senyawa dominan berupa phytol (15,47%), pentadecanoic acid (11,55%), ethyl linoleate (10,56%), ethyl palmitate (7,07%), dan ergosta-5,22-dien-3-ol (3,62%). Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan antioksidan yang signifikan berdasarkan literatur terkini. Uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram menunjukkan bahwa ekstrak etanol batang E. tirucalli memiliki zona hambat sebesar 14,22 ± 0,16 mm terhadap Staphylococcus aureus dan 12,84 ± 0,18 mm terhadap Escherichia coli, yang dikategorikan sebagai aktivitas sedang. Hasil ini mengindikasikan adanya hubungan yang erat antara kandungan fenolik dan ester-lemak dengan aktivitas biologisnya. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan potensi ekstrak etanol batang Euphorbia tirucalli sebagai sumber antibakteri dan antioksidan alami yang menjanjikan, serta mendukung perlunya eksplorasi lebih lanjut terhadap mekanisme aksi dan pemurnian senyawa bioaktif utamanya. Kata Kunci: Euphorbia tirucalli, aktivitas antibakteri, fenolik total, DPPH, GC-MS, phytol
Uji Aktivitas Senyawa Metabolit Sekunder pada Ekstrak Metanol Daun Suruhan (Peperomia pellucida) sebagai Antibakteri Muharram, Muharram; Salnus, Subakir; Majid, Ahmad Fudhail; Ahmad, Fandi
Seminar Nasional LP2M UNM SEMINAR NASIONAL 2025 : PROSIDING EDISI 6
Publisher : Seminar Nasional LP2M UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Peperomia pellucida dikenal di Indonesia dengan beberapa nama seperti sirih cina, tumpang air dan suruhan, namun kajian ilmiah mengenai potensi antibakterinya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi aktivitas antibakteri senyawa metabolit sekunder yang terkandung dalam ekstrak metanol daun Peperomia pellucida (daun suruhan) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Proses ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol terhadap 500 gram serbuk kering daun, yang menghasilkan 46 gram ekstrak kental. Fraksinasi dilakukan melalui partisi cair-cair dan pemisahan senyawa menggunakan kromatografi kolom. Karakterisasi senyawa hasil isolasi dilakukan dengan spektrofotometri UV-Vis, FTIR, dan GC-MS. Spektrum FTIR menunjukkan keberadaan gugus fungsi utama seperti O–H (3607 cm⁻¹), C–H alifatik (2918 cm⁻¹), C=O (1691 cm⁻¹), dan C–O (1030–1396 cm⁻¹), yang mengindikasikan adanya senyawa fenolik dan terpenoid. Analisis GC-MS mengidentifikasi sekitar 46 komponen volatil dengan senyawa dominan berupa 1,3-benzodioxole,4,5-dimethoxy-6-(2-propenyl)- atau apiol (41,77%), β-caryophyllene (6,94%), β-elemene (6,10%), germacrene-D (2,92%), dan caryophyllene oxide (1,60%). Senyawa-senyawa tersebut termasuk golongan fenilpropanoid dan seskuiterpen yang diketahui memiliki aktivitas biologis tinggi, terutama sebagai antimikroba dan antioksidan. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi cakram pada media Mueller Hinton Agar terhadap dua jenis bakteri uji, yaitu S. aureus (Gram positif) dan E. coli (Gram negatif). Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun P. pellucida menghasilkan zona hambat rata-rata sebesar 12 mm terhadap S. aureus dan 11 mm terhadap E. coli, yang dikategorikan sebagai aktivitas antibakteri sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa senyawa metabolit sekunder pada ekstrak metanol daun suruhan berpotensi sebagai agen antibakteri alami yang dapat dikembangkan lebih lanjut dalam bidang farmasi atau pengawet alami berbasis tumbuhan. Kata Kunci: Peperomia pellucida, metabolit sekunder, GC-MS, antibakteri, dilapiol, kariofilena.