Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Transformasi dan Pola Spasial Permukiman Perajin Perak Tradisional di Desa Celuk, Gianyar Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Anak Agung Raka Gunawarman; Made Suryanatha Prabawa
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 6 No. 1 (2023): Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v6i1.576

Abstract

Kawasan bermukim perajin perak tradisional di Desa Celuk, Sukawati, Gianyar tidak dapat lepas dari pengaruh modernitas global maupun perkembangan alamiah penghuninya seperti terjadinya perubahan jumlah penduduk, profesi, kebiasaan/gaya hidup dan bahkan tata nilai. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa di Desa Celuk memiliki potensi dalam konteks tata nilai arsitektur dan pola keruangan permukimannya. Hal ini mendorong peneliti untuk melaksanakan riset terhadap transformasi   yang terjadi baik transformasi terhadap rumah bermukim maupun pola spasialnya. Penelitian yang dilakukan inimerupakan penelitian dengan pendekatan kualitatif dalam lingkup penelitian deskriptif. Penentuan sumber informasi ini dilakukan dengan cara purposive sampling serta snowball sampling dengan menerapkan metode kajian pustaka, observasi dan wawancara dalam upaya pengumpulan datanya. Searah dengan pendekatan penelitian kualitatif, analisis data telah mulai dilakukan sejak awal pengumpulan informasi yang dilakukan dengan cara memverikasi relevansi data ataupun melengkapinya. Data-data diskriptif akan dianalisis menurut isinya, untuk melihat transformasi dan pola spasial yang terjadi di permukiman perajin perak di Desa Celuk, Gianyar.
Implementasi prinsip Biophilic desain pada bangunan tinggi di Kuala Lumpur, Malaysia Pande Putu Dwi Novigga Artha; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Abd Muluk Abd Manan
JURNAL ARSITEKTUR PENDAPA Vol. 8 No. 1 (2025): Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Widya Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37631/pendapa.v8i1.812

Abstract

Desain Biophilic adalah desain arsitektur yang menyediakan kesempatan bagi manusia untuk hidup dan bekerja pada tempat yang sehat, minimum tingkat stres, serta menyediakan kehidupan yang sejahtera dengan cara mengintegrasikan alam, baik dengan material alami maupun bentuk-bentuk alami kedalam desain. Kuala Lumpur merupakan ibukota negara Malaysia yang memiliki keterbatasan lahan sehingga pembangunan cenderung keatas atau membangun gedung tinggi dengan berbagai macam fungsi. Kuatnya pengaruh moderenisasi, gedung-gedung tinggi mulai meninggalkan penggunaan material alami, bentuk-bentuk alam, jauh dari intergrasi dengan alam sekitar dengan berbagai alasan seperti efiseiensi material, kekuatan dan estetika. Malaysia belakangan ini sangat trend dengan Green Arsitektur sehingga gedung-gedung tinggi berlomba-lomba mendapatkan sertifikat tersebut untuk meningkatkan nilai jual. Jika dilihat dari perspektif hemat energi dan keberlangsungan lingkungan mungkin konsep ini dapat menjadi solusi. Namun bagaimana dengan kesehatan fisik dan psikis pengguna gedung Di mana koneksi dengan lingkungan alam mulai berkurang. Peneliti akan melakukan observasi terhadap gedung-gedung tinggi yang menggunakan konsep Green Arsitektur untuk mengetahui apakah ada pola-pola Biophilic yang diterapkan pada bangunan tinggi tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Case Study dengan pendekatan kualitatif dan kuantitaif. Membandingkan beberapa kasus dapat memperoleh hasil penelitian berupa standar penerapan Biophilic Desain yang umum digunakan pada bangunan tinggi di Kuala Lumpur.
Pusat Konservasi Jalak Bali di Desa Tengkudak sebagai Upaya Mendukung Konservasi Berkelanjutan: Indonesia Sakina Mashadi; Ni Putu Ratih Pradnyaswari Anasta Putri; Tjokorda Gede Dalem Suparsa; I Wayan Widanan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 14 No. 1 (2026): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2026)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/undagi.14.1.14861.87-95

Abstract

The Bali Starling (Leucopsar rothschildi) is an endemic bird species from Bali that is currently categorized as critically endangered due to habitat degradation, illegal wildlife trade, and hunting activities. Various conservation programs have been implemented, including captive breeding and habitat protection. However, the availability of integrated conservation facilities that combine breeding, research, and environmental education is still limited. Desa Tengkudak in Tabanan Regency has environmental potential and community participation that support conservation activities. This research aims to formulate the development concept of a Bali Starling Conservation Center in Desa Tengkudak to support sustainable conservation efforts. The research uses a qualitative descriptive method through field observation, literature study, and precedent studies. The results indicate that the development of a conservation center can support conservation programs through breeding facilities, rehabilitation areas, environmental education spaces, and community-based conservation activities. The architectural approach emphasizes ecological design principles that integrate buildings with the surrounding environment and minimize disturbances to the natural habitat of the birds.
Co-Authors Abd Muluk Abd Manan Agreichorna Fleyora Bunga Sau Agus Kurniawan Anak Agung Gede Raka Gunawarman Aritama, Anak Agung Ngurah Arya Duta Harjono Dimas Rifky Hidayat Dimas Rifky Hidayat Donny Boy Selan Dwi Novigga Artha Pande Putu Dwi Novigga Artha Pande Putu Gede Rio Fernando Ardha Harawikrama I Gede Damarutha Adrian Nugraha Arsitektur I Ketut Sugihantara I Komang Winata Tri Aditya I Made Gde Adisatya Ardikabawa I Made Suniastha Amerta I Made Suryadi I Nengah Sinarta I Nyoman Gede Maha Putra I Putu Aldi Mustika Dinata I Putu Aldi Mustika Dinata I Putu Andi Wira Adnyana I Putu Egatama Arya Putra I Putu Hartawan I Putu Wikan Pithamaha I Wayan Darma Yasa I Wayan Dodik Yasa I Wayan Esa Adhitya Putra I Wayan Parwata I Wayan Runa I wayan sudita purnawan PURNAWAN I Wayan Widanan I Wayan Wira Yudha Kristiawan Ida Bagus Alit Arinata Ida Bagus Gede Parama Putra Ida Bagus Gede Parama Putra Ida Bagus Udayana Putra Ida Bagus Yoga Artha Wiguna Wiguna Ida Wayan Sastra Adinata Kadek Putra Santika Narayana Komang Bagus Tirtha Anom Komang Junida Aryadi Komang Junida Aryadi Linggasani, Made Anggita Wahyudi Made Suryanatha Prabawa Meidayanti Mustika Meidayanti Mustika Muliadi Arisasmika Arsitektur Ni Komang Indra Mahayani Ni Putu Mei Lestari Ni Wayan Meidayanti Mustika Nurwarsih, Ni Wayan Nyoman Ratih Prabandari Pande Putu Dwi Novigga Artha Pradnyaningrum, Putu Siskha Putu Ayu Sita Laksmi Ramadhani Estu Segara Aji Sakina Mashadi Sastrawan, Wirya Tjokorda Gede Dalem Suparsa Wicaksana, Gde Bagus Andhika Wijaya, I Kadek Merta