Articles
Redesign Area Dermaga I dan II Pelabuhan Celukan Bawang Dengan Pendekatan Arsitektur Sustainable: Indonesia
I Gusti Ngurah Agung Aditya Putra;
I Kadek Merta Wijaya;
I Wayan Wirya Sastrawan;
Ni Wayan Nurwarsih
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/undagi.13.1.12109.53-62
Pelabuhan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan atau perairan dengan batas–batas tertentu sebagai tempat kapal untuk bersandar, naik dan turun penumpang, atau bongkar muat barang. Khususnya kabupaten Buleleng, dengan jumlah kunjungan pariwisata kian meningkat setiap tahunnya namun tidak dapat bermanfaat secara maksimal. Dengan jarak dan akses masuk ke pulau Bali terpusat di Bali Selatan menyebabkan kunjungan wisata lebih terpusat di kawasan Bali selatan dan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan akomodasi. Salah satu solusi yang dapat diambil mengatasi permasalahan ini dengan menambah gerbang masuk ke pulau Bali melalui jalur laut dengan mengembangkan pelabuhan Celukan Bawang pada area dermaga I dan II sebagai pelabuhan pariwisata dengan memeberikan fasilitas yang lebih layak dengan menggunakan konsep sustainable untuk menciptakan bangunan ramah lingkungan, efisien dalam penggunaan sumber daya, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi penghuni, pengguna, dan masyarakat. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif difokuskan pada permasalahan atas dasar fakta sehingga redesign pelabuhan ini memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan pariwisata di Bali Utara.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN RUMAH SUSUN CO-LIVING DI DENPASAR: Bahasa Indonesia
I Made Agus Surya Dwipayana;
I Kadek Merta Wijaya;
Ni Wayan Nurwarsih;
I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/undagi.13.1.12232.63-71
Generasi milenial menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan perumahan akibat keterbatasan lahan dan meningkatnya harga properti, khususnya di perkotaan. Rumah susun menjadi solusi yang semakin relevan untuk menyediakan perumahan yang terjangkau dan efisien. Dalam konteks ini, konsep kehidupan komunal menawarkan pendekatan inovatif dengan mengutamakan aspek kebersamaan, interaksi sosial, dan berbagi ruang serta fasilitas. Penelitian ini mengeksplorasi bagaimana generasi milenial memandang rumah susun berbasis komunal sebagai hunian alternatif yang tidak hanya praktis, tetapi juga mendukung gaya hidup modern yang inklusif dan kolaboratif. Hasil analisis menunjukkan bahwa rumah susun dengan konsep ini dapat meningkatkan kualitas hidup penghuninya melalui integrasi fungsi sosial dan keberlangsungan lingkungan.
PERENCANAAN DAN PERANCANGAN TAMAN PRAKERTI DI KOTA DENPASAR: Bahasa Indonesia
I Putu Gede Nanda Febrian Paraditha;
Ni Wayan Nurwarsih;
I Kadek Merta Wijaya;
I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/undagi.13.1.12260.162-171
Sebagai Ibukota Provinsi Bali, Kota Denpasar kini mengalami atau menghadapi sebuah tantangan berupa dinamika sosial yang signifikan akibat dari migrasi dan ledakan penduduk. Tentu, hal ini memunculkan sebuah dinamika sosial seperti isu-isu seperti keterbatasan lahan dan kemiskinan. Tidak menutup kemungkinan, timbul juga terjadinya ketimpangan sosial & tekanan sosial akibat pelaksanaan tradisi yadnya yang bersifat mutlak dan wajib dilaksanakan bagi umat Hindu. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan dan merancang Taman Prakerti di Denpasar sebagai solusi terpadu untuk mewadahi upacara yadnya dengan efisiensi ruang dan ekonomi. Pendekatan perancangan menggunakan tema "Adaptasi dan Eksistensi" dengan mengintegrasikan elemen arsitektur tradisional Bali, seperti Asta Kosala-Kosali. Kemudian, untuk konsep dirumuskan dengan pendekatan beberapa aspek terkait. Sehingga, menghasilkan suatu konsep Neo-Vernakular. Metode pengumpulan data mencakup observasi langsung, wawancara, studi literatur, dan studi preseden. Taman ini dirancang untuk mengatasi keterbatasan lahan, menyediakan fasilitas pelaksanaan yadnya, serta meningkatkan harmoni sosial melalui interaksi lintas budaya. Hasilnya adalah sebuah fasilitas yang tidak hanya memelihara nilai-nilai tradisional tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi dan sosial khususnya bagi masyarakat Kota Denpasar.
Redesain Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan Kab. Jembrana: Bahasa Indonesia
Mochamad Zamroni;
I Kadek Merta Wijaya;
Ni Wayan Nurwarsih;
I Wayan Wirya Sastrawan
Undagi : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa Vol. 13 No. 1 (2025): UNDAGI : Jurnal Ilmiah Jurusan Arsitektur Universitas Warmadewa (Juni 2025)
Publisher : Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/undagi.13.1.12327.113-121
Pelabuhan Perikanan adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal perikanan bersandar, berlabuh, dan bongkar muat ikan yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan. Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Kab. Jembrana memiliki peranan strategis dalam sektor perikanan dan kelautan, yaitu sebagai pusat atau sentral kegiatan perikanan laut. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perencanaan redesain terhadap Pelabuhan Pengambengan dengan melihat permasalahan dari fasilitas yang saat ini banyak terdapat kerusakan dan masalah baik dari infrastrktur, lingkungan hingga masalah sosial, agar mampu menciptakan suatu Pelabuhan yang sesuai dengan regulasi dan peraturan, dengan desain yang ramah lingkungan serta dapat menjadi pusat kegiatan perikanan terpadu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif berupa observasi, wawancara serta melalui studi literatur. Redesain Pelabuhan Perikanan pengambengan diharap mampu menjadikan solusi dari permasalahan yang dihadapi agar menjadi pusat kegiatan perikanan dengan fasilitas yang baik dan oprasional yang optimal, serta dapat menjadi objek wisata bahari di Kabupaten Jembrana. Redesain Pelabuhan ini mengusung konsep Sustainabel dengan pendekatan Tema Ekologi Arsitektur. Hasil dari perencanaan Redesain Pelabuhan ini yaitu sebuah Rancangan desain yang ramah lingkungan dan memenuhi standar Pelabuhan Perikanan
KONSEP DISAIN BALE GONG YANG BERSINERGI DENGAN RUANG LUAR, SEKRETARIAT LAN JAGABAYA, RUANG SEKEHA TRUNA DHARMA LAKSANA, DAN KOPERASI BANJAR KAJA, DESA PAKRAMAN PANJER, DENPASAR
I Gede Surya Darmawan;
I Wayan Wirya Sastrawan;
Ni Komang Armaeni
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/wicaksana.3.1.2019.1-9
Pasca dilakukannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat tahun 2017 yang mengambil obyek Renovasi Bale Kulkul serta Atap Wantilan Banjar telah rampung terbangun akhir tahun 2017, pihak mitra 1 dan 2 yaitu Kelihan Gede dan Penyade Banjar Kaja Panjer kembali menghubungi tim dari Universitas Warmadewa tahun 2018 yang mana diwakilkan oleh tim dari Fakultas Teknik untuk meninjau keberadaan Bale Gong, Sekretariat Kelihan lan Jagabaya, Ruang Sekeha Truna Dharma Laksana, dan Koperasi Banjar. Keadaan fisik bangunan dengan empat fungsi yang berbeda ini jauh dari kata layak. Seperti pada Bale Gong, seluruh jendela menggunakan kaca gelap serta disain ruang yang tertutup membuat saat latihan megambel, pantulan gema suara gamelan sangat keras, serta perlu dihidupkan lampu setiap saat. Fungsi Bale Gong seperti kurang efektif karena hanya sebagai tempat penyimpanan. Tidak terkoneksinya Bale Gong dengan Ruang Luar menyebabkan saat ingin latihan ataupun saat ingin mencocokkan lagu gamelan dengan tarian dari penari, penabuh harus membawa keluar gamelan tersebut. Selain itu ruang-ruang lain juga tidak termanfaatkan dengan maksimal karena lebih dipakai sebagai tempat pengepul sampah plastik. Dari segi tampilan bangunan juga perlu didisain tampilan yang mengakomodir lingkungan sekitar yang didominasi bangunan arsitektur kontemporer. Permasalahan-permasalahan diatas tentunya dicari solusinya dalam wujud konsep desain yang mengakomodir keempat fungsi yang berbeda dalam satu massa bangunan yang tentunya terkoneksi dengan ruang luar. Desain yang dihasilkan dalam wujud gambar 2 dimensi dan 3 dimensi serta perencanaan RAB yang dipakai sebagai acuan tender pelaksanaan dan acuan dalam pembangunan. Kata kunci : konsep disain, empat fungsi dalam satu bangunan, sinergi dengan ruang luar
PERENCANAAN MASTERPLAN PASAR BATAN KENDAL KELURAHAN SESETAN, DENPASAR
I Wayan Wirya Sastrawan;
I Gede Surya Darmawan
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/wicaksana.4.1.2020.74-81
Kebutuhan Warga Banjar Suwung Batan Kendal akan dana dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan ritual adat keagamaan yang harus mereka selenggarakan setiap tahunnya merupakan salah satu faktor awal munculnya ide untuk membangun usaha bersama berupa pasar. Pasar Batan Kendal yang dibangun warga banjar sejak tahun 1996 kini dalam kondisi tidak layak pakai. Dengan kondisi pasar seperti itu warga banjar dan pengelola pasar sudah melakukan perombakan pasar secara bertahap mulai tahun 2016 yang juga melibatkan pihak Universitas Warmadewa sebagai mitra pendamping. Sayangnya, perombakan tahap pertama itu belum mencakup keseluruhan areal pasar dan hanya areal depan pasar yang dapat dilakukan perombakan. Tentunya keadaan ini memunculkan permasalahan baru seperti: terjadinya kesenjangan antara pedagang yang mendapatkan fasilitas fisik bangunan baru dengan pedagang yang masih dengan fasilitas bangunan lama. Dari keseluruhan permasalahan mitra tersebut maka solusi yang dapat diberikan yaitu dengan mendampingi dan secara bersama melakukan Perencanaan dan Perancangan Master Plan Pasar Batan Kendal. Dalam penyusunan master plan ini tentunya akan melibatkan warga banjar, penglelola, dan para pedagang pasar mulai dari tahapan survey, pencarian informasi kebutuhan pengunan/pemilik dan data lapangan, penyusunan alternative desain, diskusi alternative desain, hingga pada penyusunan desain akhir. Dari program ini terdapat target luaran yang ingin dicapai terutama untuk menyelesaikan masalah prioritas mitra adalah dokumen berupa gambar Master Plan Pasar Batan Kendal sekaligus dijadikan sebagai dokumen pendukung proposal penggalian dana pembangunan pasar. Kemudaian bentuk keberlanjutan kerjasama antara mitra ketika program ini berakhir adalah dengan mendampingi mitra ketika akan dilanjutkan pada tahap pelaksanaan.
Penerapan Mitigasi Bencana Pada Arsitektur dan Lingkungan Pesisir di Pulau Serangan Pascareklamasi
I Gede Surya Darmawan;
I Wayan Wirya Sastrawan
WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/wicaksana.4.2.2020.39-51
Pulau Serangan bisa dikatakan sebagai satu-satunya hasil reklamasi terbesar di Bali yang memiliki berbagai daya tarik wisata seperti adanya Pura Sakenan sebagai salah satu Pura Dhang Khayangan, wisata pantai dan bahari, watersport, budidaya terumbu karang dan rumput laut serta budidaya penyu sehingga Pulau Serangan dikenal dengan sebutan “Pulau Penyuâ€. Tulisan dengan metode penulisan kualitatif deskriptif ini disajikan dengan tujuan untuk mengidentifikasi penerapan mitigasi bencana pada arsitektur dan lingkungan Pulau Serangan pascareklamasi. Hasil analisa didapatkan temuan bahwa wilayah yang paling padat ditinggali penduduk di Pulau Serangan adalah wilayah permukiman penduduk yang berada di sisi barat laut yang notabene wilayah yang paling aman namun tetap beresiko terjadinya bencana gempa disertai tsunami. Penerapan arsitektur dan lingkungan tanggap bencana, Pulau Serangan telah menerapkannya dengan baik terbukti dengan adanya Bangunan Tempat Evakuasi Sementara Tsunami (TES) sekaligus sehari-hari difungsikan sebagai Pasar Desa. Keberadaan TES Tsunami ini sangat vital baik dari sisi tata letak, kapasitas yang bisa ditampung serta sistem evakuasinya. Integrasi lingkungan terhadap keberadaan TES Tsunami ini perlu ditingkatkan seperti penempatan sistem petanda diperbanyak, penempatan zona greenbelt berupa hutan mangrove yang berhadapan dengan laut lepas serta penempatan bebatuan sebagai penahan gelombang air laut juga perlu diperbanyak sehingga dapat mereduksi kecepatan tsunami apabila terjadi sekaligus menjaga ekosistem laut dan darat.
Perencanaan Renovasi Atap Bale Banjar Kaja, Desa Pakraman Panjer, Denpasar, Bali
I Gede Surya Darmawan;
I Wayan Wirya Sastrawan;
Ni Komang Ayu Agustini
Jurnal Sutramas Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Sutramas
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Keberadaan Banjar di Bali memiliki peranan yang sangat vital bagi anggota masyarakatnya yang lebih dikenal sebagai karma banjar tak terkecuali Banjar Kaja Desa Pakraman Panjer, yang terletak di Jl Waturenggong, Denpasar, dengan 173 Krama Banjar Pengarep. Banyaknya krama banjar pengarep ini menjadikan vitalnya keberadaan Banjar Kaja sebagai kegiatan-kegiatan sosial keagamaan. Pasca adanya hujan angin yang cukup kencang sekitar Bulan Maret 2017, membuat struktur atap dan pentutup atap genteng Wantilan Banjar Kaja jatuh. Hal ini dikarenakan material kayu sebagai struktur atap yang sudah lapuk, serta ukuran balok struktur kayu yang tidak sesuai dengan bentang atap. Akhirnya warga banjar secara inisiatif berbondong-bondong melaksanakan kerja bakti untuk menurunkan sisa-sisa kap atap serta genteng sambil menunggu solusi perbaikan atap baik dari segi jenis material serta faktor biaya. Pasca gotong-royong tersebut, kondisi Bale Banjar Kaja menjadi nyaris tak beratap pada sisi tengahnya yang membuat hujan maupun sinar matahari langsung mengenai lantai Bale Banjar Kaja. Segala bentuk kegiatan yang dilakukan dalam Bale Banjar pun menjadi terganggu terlebih saat terjadi hujan deras. Berdasarkan permasalahan diatas, maka sangat diperlukan suatu perencanaan renovasi struktur atap Wantilan Bale Banjar agar segera dapat difungsikan kembali. Aspek ketahanan dan kekuatan struktur, mudah dan cepat dalam aplikasi serta nilai estetika menjadi hal utama dalam analisa struktur atap yang akan dipakai disamping faktor biaya. Untuk menghasilkan gambar dan rencana anggaran biaya diperlukan juga konsultasi dan presentasi dengan pihak mitra yang diajak bekerjasama sehingga dokumen perencanaan dapat segera dirampungkan sebagai tahap akhir dari bentuk PKM ini
Perencanaan Masterplan Pura Petasikan Desa Adat Sesetan
I Wayan Wirya Sastrawan;
I Gede Surya Darmawan;
I Wayan Widanan
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/csj.1.1.2018.24-31
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merencanakan masterplan Pura Petasikan desa adat Sesetan. Penelitian ini dilakukan dengan obsevasi lapangan untuk memperoleh data lengkap dilapangan. Data yang dikumpulakan berupa foto-foto eksisting, dimensi site dan bangunan eksisting Pura Petasikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Perencanaan Master Plan Pura Petasikan yang direncanakan akan menyesuaikan dengan kondisi fisik eksisting untuk dikembangkan, kemudian berubah menjadi Perencanaan MasterPlan Pura Petasikan yang murni dari awal sesuai dengan kebutuhan dan keinginan dari Pengempon Pura. 2) Perencanaan Pura Petasikan ini menerapkan tata nilai sesuai peruntuknnya yaitu pura sendiri yang dimulai dari tata nilai kerungan hingga ke bangunannya. Maka dari itu perencanaan Master Plan Pura Petasikan tidak terlepas dari pakem-pakem Arsitektur Tradisional Bali yaitu Asta Kosala Kosali, mulai dari penerapan konsep Hulu Teben, Tri Mandala, Tri Angga, dan lainnya. 3) Perencanaan fisik estetika dan ornament bangunan pura menggunakan gaya pepalihan bebadungan dengan pemanfaatan material batu selem karangasem yang dikombinasi dengan struktur bangun kayu.
Perencanaan Renovasi Bale Kulkul dan Atap Bale Banjar Kaja Desa Pakraman Panjer, Denpasar
I Gede Surya Darmawan;
I Wayan Wirya Sastrawan;
Ni Komang Ayu Agustini
Community Service Journal (CSJ) Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.22225/csj.1.1.2018.1-7
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan renovasi bale kulkul dan atap bale banjar kaja desa Pakraman, Panjer yang diterjang oleh hujan angin yang cukup kencang sekitar bulan Maret lalu. Wawancara dan observasi mendalam merupakan metode yang digunakan dalam penelitian ini. Kegiatan survey melalui wawancara mendalam dengan Kelihan Banjar Kaja Panjer dilakukan untuk mendapatkan informasi sedalam-dalamnya mengenai harapan dan keinginan dari krama Banjar yang diwakilkan melalui Kelihan Banjar dan pengamatan dilakukan dengan mengambil beberapa foto serta pengukuran kondisi eksisting Wantilan Bale Banjar dan Bale Kulkul untuk nantinya dibuatkan gambar dengan software AUTO CAD. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada renovasi Atap Wantilan Bale Kulkul dipilih alternatif 2 yaitu menggunakan struktur Baja WF berdasarkan 5 jenis analisa yaitu analisa tampilan/estetika bangunan, kekuatan struktur, kecepatan pengerjaan, RAB, dan analisa lainnya. Alternatif ini dipilih berdasarkan 2 kali FGD serta 1 kali rapat besar yang mengundang seluruh warga Banjar Kaja Panjer untuk menentukan pilihan alternatif material struktur. Proses desain hingga meraih keputusan final desain terbilang cepat hanya sekitar 2 bulan, sehingga Tim PKM juga sempat membantu untuk meninjau aplikasi pengerjaan struktur di lapangan di lapangan beberapa kali, sedangkan kasus kedua yaitu renovasi Bale Kulkul, alternatif yang dipilih adalah alternatif 2 yaitu menempatkan Bale Kulkul di bagian atas dan memakai ruang di bawah Bale Kulkul sebagai ruang dengan fungsi komersil. Pemilihan ini juga sudah didasarkan pada analisa tampilan, fungsi, serta RAB. Kesimpulannya, perencanaan renovasi bale Kulkul dan atap bale banjar Kaja, telah dilakukan dengan menggunakan dua alternatif.