Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Hubungan Antara Stigma Masyarakat dengan Penerimaan Masyarakat Terhadap Pasien Skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar Aprilla, Nia; Alini, Alini; Syafriani, Syariani; Afiah, Afiah
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.18776

Abstract

Orang yang mengalami gangguan skizofrenia juga seringkali dicap sebagai orang gila. Tentunya stigma tersebut hanya akan membuat orang yang mengalami gangguan skizofrenia menghindari perawatan sehingga tidak ditangani dengan cepat dan hanya akan membuat kondisi orang yang mengalami gangguan skizofrenia semakin memburuk. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan rancangan crosssectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 24 – 29 Juli Tahun 2023 dengan jumlah sampel 98 responden. Sampel dalam penelitian ini yaitu masyarakat di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan teknik pengambilan sampel purposif sampling. Pengolahan data menggunakan uji chi-square. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara stigma masyarakat dengan penerimaan masyarakat terhadap pasien skizofrenia di Kelurahan Air Tiris Kecamatan Kampar dengan nilai p = (0,032) ? (0,05). Diharapkan kepada pihak puskesmas memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang skizofrenia sehingga masyarakat bisa menerima dengan baik pasien skizofrenia.
Hubungan Mekanisme Koping Dengan Kualitas Hidup Pada Penderita Diabetes Melitus Tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang Sabania, Sabania; Alini, Alini; Hidayat, Ridha; Novrika, Bri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.21709

Abstract

Abstrak Diabetes melitus memiliki dampak negatif yang cukup besar pada kualitas hidup. Lingkup kehidupan seperti kebebasan makan, aktivitas fisik dan kehidupan kerja yang terpengaruh secara negatif. Kualitas hidup seseorang dengan kondisi diabetes melitus menurun meliputi fungsi fisik, fungsi sosial, kesehatan mental, kesehatan umum, nyeri, perubahan peran karena perubahan fisik dan emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan mekanisme koping dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang. Jenis penelitian ini adalah desain crossectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 14-19 Juli 2023 dengan jumlah sampel 66 orang diperoleh menggunakan teknik total sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square pada tingkat kepercayaan 95% (0,05), maka didapatkan p value = 0,028 (p?0,05). Sehingga terdapat hubungan antara mekanisme koping dengan kualitas hidup pada penderita diabetes melitus tipe II di Desa Kualu Wilayah Kerja UPT BLUD Puskesmas Tambang. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan penderita diabetes melitus tipe II untuk lebih memperhatikan kualitas hidup dengan memperhatikan lingkup kehidupan, dan faktor yang berpengaruh seperti faktor psikologis dan emosional. Kata Kunci: Mekanisme Koping, Kualitas Hidup
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kesehatan Mental Ibu Hamil di Desa Pulau Rambai Alini, Alini; Meisyalla, Langen Nidhana; Novrika, Bri
Jurnal Ners Vol. 8 No. 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v8i1.23506

Abstract

Pregnant women are a group that is vulnerable to mental health problems because of the changes they experience at various stages that affect their mental health. Nearly one in five pregnant women is affected by mental health problems during the pre-natal and postpartum periods. The mental health of pregnant women is very necessary during pregnancy. Good mental health not only affects pregnant women, but also the fetus in the womb. This research aims to determine the factors related to the health of pregnant women in Pulau Rambai Village, Kampa Health Center Working Area. The research design used was cross sectional. The population in this study is all pregnant women in Pulau Rambai Village, Kampa Community Health Center Working Area, with the sampling technique used is total sampling. Data analysis used univariate and bivariate analysis with the chi square test. Based on the research results, it is known that there is a relationship between age and the mental health status of pregnant women (Pv 0.000 ? 0.05), there is a relationship between education and the mental health status of pregnant women (Pv 0.000 ? 0.05), there is a relationship between parity and the mental health status of pregnant women ( Pv 0.000 ? 0.05), there is a relationship between knowledge and the mental health status of pregnant women (Pv 0.000 ? 0.05). It is hoped that pregnant women should be more aware of their own condition, more actively seeking mental health information both through health workers during ANC examinations and from other sources and media.
Hubungan PHBS dengan Kejadian ISPA Di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Nurlinda, Nurlinda; Apriyanti, Fitri; Alini, Alini
Evidence Midwifery Journal Vol. 2 No. 2 (2023): APRIL 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/emj.v2i2.19575

Abstract

Acute respiratory infections (ARI) are still a world health problem, acute respiratory tract diseases are easily transmitted to toddlers who in their environment do not meet the criteria for clean and healthy living and this is a problem that is often encountered in the surrounding community. The purpose of the study was to determine the relationship between clean and healthy living behavior (PHBS) with the incidence of acute respiratory infections (ARI) in toddlers in Tarai Bangun Village, Tambang Health Center Work Area. This type of research is quantitative with a cross sectional design. The population of this study were all parents of children under five who visited the posyandu in July 2022 with a total sample of 117 and taken using the total sampling technique. The data collection tool uses a questionnaire. Analysis of the data used is univariate and bivariate analysis with chi-square test. Based on univariate analysis were obtained from 117 parents of children under five, there were 67 parents of children under five (57.3%) who were not good at implementing PHBS and as many as 69 children under five (59.0%) experience ARI.The results of statistical tests showed that there was a relationship between clean and healthy living behavior (PHBS) and the incidence of acute respiratory infections (ARI) in children under five in Tarai Bangun Village, Mining Health Center Working Area (P-value = 0.000). It is hoped that parnts of toddlers in Tarai Bangun Village, Tambang health center work area can implement clean and healthy living behavior (PHBS) by getting used to living clean and healthy.
Hubungan Tingkat Stres dengan Kejadian Gastritis pada Masyarakat di UPT Puskesmas Kampa Novalista, Yolanda; Harahap, Dewi Anggriani; Alini, Alini
Evidence Midwifery Journal Vol. 2 No. 3 (2023): JULI 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/emj.v2i3.19588

Abstract

Gastritis is one of the most common and frequently encountered digestive tract problems. Incidence of gastritis can be found in various countries such as England 22%, Japan 14.5%, Canada 35%, France 29.5% and China 31%. In Indonesia, the incidence of gastritis is quite high, namely 40.8%. One of the causes of gastritis is stress which plays a role in increasing stomach acid production. The purpose of this study was to determine the relationship between stress levels and the incidence of gastritis in the community in the working area of the UPT Puskesmas Kampa. This research is a quantitative study using a cross sectional design. This research was conducted at the General and Elderly Polyclinic at the Kampa Health Center, which was conducted on 03-13 October 2022. The population in this study were people seeking treatment at the General and Elderly Polyclinic at the Kampa Health Center, with a total sample of 96 respondents using an accidental sampling technique. The instrument in this study used the Perceived Stress Scale questionnaire (PSS-10). Based on the results of the Chi-Square statistical test analysis, a p value = 0.000 (<0.05) means that there is a significant relationship between stress levels and the incidence of gastritis in the community in the working area of the UPT Puskesmas Kampa. For this reason, the community is expected to be able to avoid the risk factors for gastritis, one of which is stress, so that they can manage stress and not cause gastritis.
Hubungan Antara Penerimaan Diri Dengan Stress Pada Narapidana Salsabila, Novia; Alini, Alini; Hastuty, Milda
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.183

Abstract

Menjadi narapidana merupakan sumber stresor berat bagi pelaku yang menduduki posisi tertinggi dalam kehidupan pelaku, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah penerimaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara penerimaan diri dengan stres pada narapidana 0-6 bulan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 135 narapidana yang menjalani masa hukuman 0-6 bulan dengan menggunakan teknik total sampling. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Penelitian in dilakukan pada tanggal 8 Mei 2024. Penelitian ini menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisis univariat diperoleh 69 responden (51,1%) memiliki penerimaan diri rendah dan 60 responden (44,4%) mengalami stres sedang. Hasil uji chi square diperoleh ada hubungan antara penerimaan diri (p value = 0,000) dengan stres pada narapidana. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara penerimaan diri dengan stres pada narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Bangkinang. Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat memperbanyak kegiatan seperti workshop, ceramah, pembinaan karakter, latihan motivasi di lingkungan lapas sebagai upaya meningkatkan penerimaan diri dan mempelajari teknik relaksasi nafas dalam sehingga dapat mengurangi stres yang dihadapi.
Hubungan Religiusitas dengan Kesehatan Mental Pada Narapidana Azlin, Nur; Alini, Alini; Lestari, Rizki Rahmawati
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.203

Abstract

Religiusitas bukan hanya masalah ibadah, tetapi berperan penting sebagai  makna kehidupan, penopang kesehatan mental, kontrol perilaku dan proses rehabilitasi. Narapidana yang tidak mementingkan religiusitas atau tidak memiliki dukungan spiritual dalam proses pembinaan bisa memicu tingkat stres yang lebih tinggi, agresivitas, emosi yang tidak terkontrol, rasa putus asa selama menjalani hukuman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana di Lapas Kelas IIA Bangkinang Kabupaten Kampar tahun 2025. Desain penelitian ini menggunakan cros sectional dengan jumlah sampel 82 narapidana menggunakan teknik total sampling. Data yang dikumpulkan menggunakan kuesioner religiusitas Centrality of Religiosity Scale (CRS) dan kuesioner kesehatan mental Self Reporting Questionnaire (SRQ) dengan uji Fisher’s exact. 52 responden (52%) memiliki religiusitas rendah, dan 72 responden (87,8%) yang terindikasi gangguan emosional. Uji Fisher’s exact menghasilkan p-value 0,004 yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental. Terdapat hubungan signifikan antara religiusitas dengan kesehatan mental pada narapidana. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi bagi narapidana untuk dapat terus meningkatkan aktivitas keagamaan baik secara personal maupun bersama-sama, seperti mengikuti wirid pengajian, doa bersama, maupun pembinaan rohani.
HUBUNGAN POLA KONSUMSI MAKANAN BERISIKO DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LANSIA DI PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPANG TIGA KOTA PEKANBARU Ridwan, Adilla; Afrinis, Nur; Alini, Alini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v4i3.28360

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang sering terjadi pada lansia dan dapat menyebabkan komplikasi penyakit yang serius. Salah satu faktor terjadinya hipertensi yaitu mengkonsumsi makanan berisiko (makanan/minuman manis, makanan asin, dibakar, berlemak dan daging/ayam/ikan olahan). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan pola konsumsi makanan berisiko (makanan/minuman manis, makanan asin, dibakar, berlemak dan daging/ayam/ikan olahan) dengan kejadian hipertensi pada lansia di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2023. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh lansia yang datang berobat di Puskesmas Rawat Inap Simpang Tiga Kota Pekanbaru Tahun 2023. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 10-18 Juli 2023 dengan jumlah sampel 110 responden menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian ini didapatkan 60 lansia (54,5%) yang sering mengkonsumsi makanan/minuman manis, 62 lansia (56.4%) yang sering mengkonsumsi makanan asin, 56 lansia (51,8%) yang sering mengkonsumsi makanan dibakar, 69 lansia (62,7%) yang sering mengkonsumsi makanan berlemak dan 56 lansia (50,9%) yang sering mengkonsumsi makanan daging/ayam/ikan olahan. Terdapat hubungan antara makanan/minuman manis (p=0,002) dan makanan asin dan berlemak (p=0,000) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Tidak ada hubungan antara makanan dibakar (p=0,279) dan makanan daging/ayam/ikan olahan (p=0,187) dengan kejadian hipertensi pada lansia. Diharapkan lansia dapat mengurangi makanan yang berisiko dan lebih memperhatikan apa yang dimakan untuk mengurangi resiko terjadinya hipertensi.
Karakteristik Kejadian Self-Harm Pada Remaja Di SMPN 1 Bangkinang Kota Alini, Alini; Aprilla, Nia; Novrika, Bri
Excellent Health Journal Vol. 4 No. 1 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70437/excellent.v4i1.210

Abstract

Perilaku self-harm pada remaja menjadi isu kesehatan mental yang mengkhawatirkan, terutama di masa transisi pubertas di mana emosi labil sering memicu mekanisme coping maladaptif seperti melukai diri tanpa niat bunuh diri. Di Indonesia, prevalensi self-harm mencapai 20-37% pada remaja SMP, dengan perempuan lebih rentan akibat tekanan sosial, bullying, dan konflik keluarga. Kajian karakteristik kejadian ini esensial untuk intervensi dini, mengingat dampaknya mencakup depresi, infeksi fisik, isolasi sosial, dan risiko eskalasi ke perilaku berat.​ Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan karakteristik kejadian self-harm pada remaja siswa SMPN 1 Bangkinang Kota tahun 2026 berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat keparahan (ringan, sedang, berat). Populasi adalah seluruh siswa kelas VII-VIII SMPN 1 Bangkinang Kota (n=800). Sampel sebanyak 114 responden diambil secara total sampling dari skrining awal menggunakan Self-Harm Inventory for Adolescents (SHIA-18), dengan kriteria inklusi siswa berusia 13-14 tahun yang melaporkan riwayat self-harm.​ Dari 114 responden (50 laki-laki/43,9%, 64 perempuan/56,1%; 5 usia 13 tahun/4,4%, 109 usia 14 tahun/95,6%), self-harm kategori ringan dominan (81 kasus/71,1%), sedang 19 kasus (16,7%), dan berat 14 kasus (12,3%). Perempuan usia 14 tahun paling banyak terlibat pada kategori ringan-sedang (p<0,05).​ Sekolah disarankan rutinkan skrining SHIA-18, konseling emosi, dan edukasi orang tua/guru untuk pencegahan eskalasi self-harm berat.​
PERADABAN ISLAM PADA MASA UMAYYAH DAN ABBASIYAH Kholifatun, Umi Nur; Afiqah, Dewi; Husna, Asmaul; Alini, Alini; Faikatunnisa, Faikatunnisa; Lukman, Lukman
Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Vol 6 No 1 (2026): Vol. 6 No. 1 Edisi Februari 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37081/jipdas.v6i1.3755

Abstract

Studi ini berupaya mengkaji dan membandingkan bagaimana komunitas Islam berkembang selama masa Umayyah dan Abbasiyah dengan menggunakan pendekatan perbandingan historis. Data yang digunakan berasal dari sumber lain, seperti buku sekolah, artikel jurnal, dan informasi dari Google Cendekia. Hal utama yang dikaji dalam studi ini adalah bagaimana masing-masing keluarga kerajaan membentuk identitas Islam sebagai komunitas dunia, dan kontribusi mereka dalam bidang sains, seni, dan adat istiadat.Temuan studi menunjukkan bahwa Dinasti Umayyah (661–750 M) sangat berperan penting dalam membangun komunitas Islam dengan menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa utama, menuliskan ilmu-ilmu Islam, dan membangun karya arsitektur besar seperti Kubah Batu. Masa ini juga menyaksikan perkembangan pemahaman Al- Qur'an, hadis Nabi, hukum Islam, tata bahasa Arab, dan terjemahan awal berbagai sumber ilmu pengetahuan. Di sisi lain, Dinasti Abbasiyah (750–1258 M) dikenal sebagai masa keemasan komunitas Islam, dengan munculnya pusat-pusat pembelajaran besar seperti Baitul Hikmah dan langkah maju yang signifikan dalam logika dan studi agama. Ilmuwan-ilmuwan terkemuka seperti Al- Khawarizmi, Ibnu Sina (Avicenna), dan Al-Ghazali muncul pada masa ini, membawa Islam ke puncak kejayaan intelektual dan pendidikannya.Dalam hal seni dan adat istiadat, Dinasti Abbasiyah juga membuat kemajuan pesat dalam musik, sastra, arsitektur, dan kaligrafi, menunjukkan perpaduan nilai-nilai Islam dengan sejarah budaya yang lebih luas di seluruh dunia. Oleh karena itu, studi ini menegaskan bahwa Dinasti Umayyah dan Abbasiyah merupakan dua pilar utama dalam pembentukan dan pengembangan komunitas Islam, yang memiliki dampak mendalam pada sejarah pemikiran dunia.