Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Kestabilan Dinding Penahan Tanah Jenis Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) Pada Pekerjaan Galian Abutmen Jembatan Bh 1751 Di Kecamatan Lok Ulo, Kebumen Astuti, Septiana Widi; Prativi, Ayu
Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal) Vol 3 No 1 (2019): Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume 3 Nomer 1 Tahun 2019
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/jpi.v3i1.72

Abstract

Abutment bridge is a building under the bridge located on both sides of the bridge end. The process of building a bridge abutment often requires excavation to the depth of the abutment base so that the abutment reinforcement and casting work can be carried out. In deep excavation work, each side of the excavation needs to be installed in a flexible retaining wall type (plaster) first. In this study, CCSP stability analysis was carried out on earth excavation work for abutment bridge BH 1751. The calculation method starts from determining the lateral earth pressure acting on the soil, then determining the depth of CCSP planting that is able to produce CCSP stability on the rolling force. The analysis shows that the depth of CCSP planting that meets the safety requirements of the rolling force is 20 m
Pemilihan Alternatif Trase Kereta Api Di Kabupaten Bangkalan Menggunakan Metode Ahp Astuti, Septiana Widi; Oka, AA. Bagus; Soimun, Ahmad
Jurnal Perkeretaapian Indonesia (Indonesian Railway Journal) Vol 3 No 2 (2019): Jurnal Perkeretaapian Indonesia Volume 3 Nomer 2 Tahun 2019
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37367/irj.v3i2.117

Abstract

In the Dutch colonial era Madura has already used rail transportation. Initially, the railway transport is only used as a means transport of salt distribution, as the main commodity in Madura, between Kalianget and Kamal and vice versa. The Madura railroad has been completely closed since 1984 due to short distance operation which made the train is less competitive with other public transport. In 2009, because of the opening of the Suramadu bridge the growth of economical and social aspect in Madura especially Bangkalan began to grow. It is characterized by the development plan to build Central Business District (CBD) in the Sukolilo area and also build a container port in the area of ​​Tanjung Bulu Pandan that requires transportation infrastructure for distribution, such as train. The purpose of this research is to choose the best rail alignment in Bangkalan. The method used in this study used Analytical Hierarchy Process (AHP) which is a method of decision-making plan. This study provides two alternative, first alternative is reactivated existing trace as trace A that is existing trace linking Kamal to Bangkalan. While alternative 2 is build new railway line as trace B which began from tip of the Suramadu bridge to Tunjung. The results showed that building a new railway line was the chosen alternative with spatial criteria being the most important criteria that must take precedence in selecting alternative. Overall, building a new alignment from Suramadu to Bangkalan was considered more important by the respondents when viewed in terms of spatial planning, design, disaster vulnerability and funding needs.
Peningkatan Kompetensi Tenaga Perawat Sarana Perkeretaapian Pada Bidang Dasar Teknologi Sistem Pengereman Wirawan, Willy Artha; Sunardi, Sunardi; Astuti, Septiana Widi; Rozaq, Fadli
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.558 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i1.140

Abstract

Untuk menjamin keselamatan transportasi khususnya moda kereta api perlu adanya suatu sistem manajemen sistem perawatan yang baik. Salah satu hal yang harus dipertimbangkan adalah kopetensi dari tenaga perawat sarana perkeretaapian. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kopetensi tenaga perawat sarana perkeretaapian di PT. Kharisna Abadi Utama. Peningkatan kopetensi dilakukan dengan metode pemaparan teori dasar sistem pengereman sarana perkeretaapian dan dilanjutkan diskusi tanya jawab. Pada akhir pemaparan materi peserta diberikan tes akhir untuk mengetahui hasil terhadap pemahaman materi oleh peserta diklat. Hasil dari pemberdayaan masyarakat ini diharapkan peserta diklat dapat mengikuti dan memahami teknologi pada sistem pengereman sarana perkeretaapian.
Sosialisasi di Perlintasan Sebidang sebagai Upaya Meningkatkan Disiplin Pengguna Jalan Aghastya, Adya; Astuti, Septiana Widi; Rachman, Natriya Faisal; Adi, Wahyu Tamtomo
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 1 (2021): April 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.693 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i1.142

Abstract

Berdasarkan UU 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan pasal 114 menyatakan bahwa pengguna jalan raya harus mendahulukan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintasi rel kereta api. Setiap perlintasan sebidang idealnya terdapat petugas penjaga pintu perlintasan (PJL), petugas ini mempunyai kewajiban menjaga pintu perlintasan sebidang untuk mengamankan perjalanan kereta api. Berdasarkan data dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menyampaikan bahwa dalam bulan januari 2020 hingga akhir tahun 2020 terdapat 198 kecelakan di perlintasan sebidang, maka perlu melakukan kegiatan Sosialisasi di perlintasan sebidang dilakukan di Jalur Perlintasan Sebidang (JPL) 138 Madiun dan JPL 08 Barat Magetan. Kegitan ini dilakukan sebelum adanya pandemi Covid -19 dan diikuti oleh Taruna dan Dosen Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun. Kegiatan sosialisasi diawali dengan melakukan membentangkan spanduk dan membagikan pamlet yang berisi himbauan dan peraturan dan etika / tata cara berkendara yang baik saat melintasi perlintasan sebidanng beserta sanksi jika tidak mematuhi peratutan tersebut
Sosialisasi Reaktivasi Jalur Kereta Api Madiun-Slahung Ponorogo Aghastya, Adya; Astuti, Septiana Widi; Rachman, Natriya Faisal; Imron, Nanda Ahda; Sunardi, Sunardi; Adi, Wahyu Tamtomo
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.355 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i2.176

Abstract

Reaktivasi jalur tersebut diharapkan akan meningkatkan mobilitas masyarakat antara Kota Madiun – Kabupaten Madiun – Kabupaten Ponorogo guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut. Dalam sejarahnya, jalur kereta api tersebut sempat menjadi primadona masyarakat sampai dengan tahun 1970an. Namun pada tahun 1982, jalur tersebut dinyatakan mati karena kalah bersaing dengan moda jalan raya Terdapat 7 lokasi stasiun yang akan dilayani oleh keretaapi lintas Madiun-Slahung yaitu Stasiun Madiun, Stasiun Kanigoro, Stasiun Pagotan, Stasiun Ponorogo, Stasiun Jetis, Stasiun Balong dan Stasiun Slahung. Apabila dikaitkan dengan peta administrasi wilayah, maka setiap stasiun memiliki cakupan wilayah (catchment area) masing-masing. Stasiun Madiun memiliki cakupan wilayah Kecamatan Madiun, Stasiun Kanigoro memiliki cakupan wilayah Kecamatan Kartoharjo, Stasiun Pagotan memiliki cakupan wilayah Kecamatan Pagotan, Stasiun Ponorogo memiliki cakupan wilayah Kecamatan Ponorogo dan seterusnya. Tujuan diadakannya pengabdian masyarakat sosilaisasi reaktivasi jalur kereta api madiun-slahung ponorogo ini antara: pemahaman secara dini tentang reaktifasi jalur kereta api madiun-slahung ponorogo dan meningkatkan peran dan tanggung jawab masyarakat dalam tercapainya pembangunan reaktifasi jalur kereta api madiun-slahung ponorogo.
Pemahaman Magnetik pada Pelajaran Tematik di Sekolah Dasar Rachman, Natriya Faisal; Rozaq, Fadli; Aghastya, Adya; Astuti, Septiana Widi; Wirawan, Willy Artha; Adi, Wahyu Tamtomo
JPMPPI (Jurnal Pengabdian Masyarakat) Vol 1 No 2 (2021): November 2021
Publisher : Politeknik Perkeretaapian Indonesia Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (605.949 KB) | DOI: 10.37367/jpm.v1i2.179

Abstract

Belajar adalah satu kegiatan interaksi proses dari secara kondisi disekitar peserta didik. Seperti proses pengarahan untuk pencapaian tujuan dan proses melakukan perbuatan melalui pengalaman yang diciptakan diartikan pada belajar. Pengukuran / penilaian merupakan mencapai kompetensi. Penggunaan magnet dalam kehidupan sekarang ini tidak dapat dipungkiri. Sejak awal, penelitian dan pemahaman tentang magnet telah menghasilkan berbagai produk yang bermanfaat bagi umat manusia.. Motor listrik, generator listrik, satelit, lampu, perangkat pengangkat dan penarik benda logam pada pesawat angkat, hingga kereta api cepat adalah beberapa contoh penerapan magnet. Untuk memahami kemagnetan bagi siswa sekolah dasar dan penggunaan magnet, perlu dipahami siswa sekolah dasar. Hal ini bertujuan untuk pemahaman yang lebih baik tentang fungsi dan penggunaan magnet di sekitar kita dan pemahaman yang lebih baik sejak usia dini. Berdasarkan data survei, setelah kegiatan pengabdian masyarakat, pemahaman siswa banyak yang meningkat Berdasarkan data, bisa diketahui yang sebelum dilakukan pengabdian masyarakat adalah 70% siswa belum memahami tentang magnetik dan setelah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat tentang pemahaman magnetik siswa SD di pelajaran tematik bisa diketahui 20% siswa belum memahami tentang magnetik, 46% memahami tentang magnetic dan 34% siswa sangat memahami tentang magnetik
Analisis Risiko Pekerjaan Erection Jembatan Kereta Api Menggunakan Metode Fuzzy FMEA Astuti, Septiana Widi; Nurjanah, Melania Uswatul; Nurhadi, Muhammad
Jurnal Komposit: Jurnal Ilmu-ilmu Teknik Sipil Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Ibn Khaldun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/komposit.v8i1.15165

Abstract

The Solo-Semarang dual railway line project is considered to have a high risk of danger because it is located very close to level crossings and becomes a meeting between seven roads so that it can endanger residents and the environment as well as project workers who are in the project area. The purpose of this study is to conduct a risk assessment using the Fuzzy Failure Mode And Effect Analysis (FMEA) method of hazards or potential incidents in railroad bridge erection work. The Fuzzy FMEA method is used to identify work accident risks and determine risk mitigation priorities based on the highest Fuzzy RPN (Risk Priority Number) value. The results of the research conducted from March - April 2023 obtained 14 (fourteen) risks obtained from observations and Job Safety Analysis documents. Based on the processing results, the highest Fuzzy RPN value was obtained in the erection work of 500 (five hundred) for the risk of machine damage. This value is in the high category so that risk mitigation actions are needed to prevent and reduce the impact of risks.
EVALUATION OF REMAINING MATERIALS FOR RAILWAY CONSTRUCTION PROJECT Atiko Putri, Ni'mah Izati; Malaiholo, David; Astuti, Septiana Widi
Indonesian Journal of Engineering and Science Vol. 5 No. 2 (2024): Table of Contents: In progress
Publisher : Asosiasi Peneliti Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51630/ijes.v5i2.141

Abstract

This study investigates residual materials in the railway construction project. The Fishbone Diagram method identifies factors causing material waste, while the Waste Hierarchy guides material management by contractors. The remaining materials include spun piles, ballast stopper cover plates, wiremesh, concrete pad anchoring systems, and PVC pipes. The quantities are 1306.5 meters of spun pile, 86 ballast stopper cover plates, 4 wire mesh sheets, and a concrete pad anchoring system with 160 e-clips, 160 insulators, 80 rail pads, and 7 pieces of 6-inch diameter PVC pipe, along with 13 pieces of 8-inch diameter PVC pipe. The largest remaining material costs come from spun piles. Fishbone Diagram analysis categorizes the construction material waste as direct waste. Poor cutting conditions cause waste in spun piles, PVC pipes, and wire mesh. Waste Hierarchy suggests reusing materials where possible, with leftover PVC pipes suitable for recycling into pots or home decorations. Disposal is necessary for non-reusable or non-recyclable materials.
Tinjauan Kesesuaian Fasilitas Daratan Dalam Upaya Pemenuhan Pelayanan Kapal di Pelabuhan Penyeberangan Bitung Provinsi Sulawesi Utara Astuti, Septiana Widi; Sutrisno, Slamet Prasetyo; Kartini, Sri; Sari, Yulia Puspita; Yuda, Dimas Pratama; Puspita Sari, Elvi; Surnata, Surnata
IWJ : Inland Waterways Journal Vol. 6 No. 1 (2024): Inland Waterways Journal (IWJ:April)
Publisher : Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54249/iwj.v6i1.209

Abstract

Pelabuhan Penyeberangan Bitung merupakan pelabuhan yang dikelola oleh PT. ASDP Ferry Indonesia Cabang Bitung yang mempunyai rute lintasan Bitung-Mangaran, Bitung- Melonguane, dan Bitung- Ternate serta Bitung-Tobelo, 4 (empat) rute lintasan di Pelabuhan Penyeberang Bitung lintasannya merupakan lintasan komersil. Berdasarkan hasil survei dilapangan yang telah dilakukan telah ditemukan beberapa permasalahan seperti fasilitas penunjang yang belum tersedia di ruang tunggu seperti charger box, tv dan air conditioner demi kenyamanan pengguna ruang tunggu. Belum terpenuhinya luasan efektif dari lapangan parkir siap muat dan belum tersedianya marka jalan. Tidak beroperasinya jembatan timbang pada Pelabuhan Penyeberangan Bitung serta belum tersedianya fasilitas khusus untuk penumpang pejalan kaki (gangway). Penelitian ini menggunakan metode observasi. Metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung secara cermat dan sesuai dengan keadaan yang sedang terjadi. Metode pengukuran dilakukan untuk mengetahui nilai yang akurat tentang kondisi di pelabuhan. Metode pengukuran dilakukan secara langsung setiap dimensi dari fasilitas yang terdapat di Pelabuhan Penyeberangan Bitung. Berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa kondisi eksisting fasilitas pokok yang ada di Pelabuhan Penyeberangan Bitung belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 52 tahun 2004 Tentang Penyelenggaraan Pelabuhan Penyebrangan karena setelah di analisis mulai dari luasan dan fasilitas penunjang belum sesuai dengan ketentuan yang ada. Belum adanya jalan akses penumpang, jadi penumpang melewati trestle bersama dengan kendaraan yang akan masuk dan keluar kapal. Hal ini membahayakan penumpang pejalan kaki dan menganggu lalu lintas kendaraan yang masuk ataupun keluar kapal. Agar pelayanan di Pelabuhan Penyeberangan Bitung dapat berjalan dengan lancar untuk itu dapat dilakukan upaya perbaikan seperti perlunya penambahan fasilitas penunjang seperti akses wifi, televisi, air conditioner dan charger box guna memberikan kenyamanan bagi penumpang. Perlunya pembangunan fasilitas jalan akses penumpang (gangway) selebar 1,6 m dan panjang 210 m.
Pemodelan Data Kecelakaan pada Perlintasan Sebidang Kereta Api DAOP VII Madiun Astuti, Septiana Widi; Dewi, Puspita; Nopriyanto, Windi; Ependi, Ahmad; Utomo, Ilham Satrio
Jurnal Manajemen Transportasi & Logistik (JMTRANSLOG) Vol. 11 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/j.mtl.v1i1.1351

Abstract

The study aims to find the most suitable regression model of railroad level crossings accident data to obtain factors significantly affect the number of fatalities in DAOP VII Madiun. The variables used were road width, right slope, left slope, train frequency, type of crossing, large kilometer angle of view, small kilometer angle of view, Early Warning System, road status, type of crossing gates, left and right caution sign, and rumble band markings. The study used comparing method between the results of the Poisson regression model and the Negative Binomial regression model. It is found that the Negative Binomial regression model has a smaller Akaike Information Criteria and Root Mean Square Error than the Poisson model. It can be concluded that the Negative Binomial regression model is a better choice in modeling accident data in DAOP VII Madiun level crossing. Based on the modeling result, the factors significantly affect the number of fatalities in level crossings accident are road width, road status, type of crossing gate, and the presence or absence of caution signs.