Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Perencanaan perkerasan jalan raya pada perlintasan sebidang di JPL 136 Kota Madiun Kurniawan, Muhammad Adib; Astuti, Septiana Widi; Dewi, Puspita; Puruhita, Hana Wardani; Riyanta, Wawan
Jurnal Teknik Industri Terintegrasi (JUTIN) Vol. 7 No. 4 (2024): October
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jutin.v7i4.37006

Abstract

The construction of road pavements at level crossings typically employs flexible asphalt pavements, which are prone to peeling and damage. It has been stated that the pavement structure at at-grade crossings between roads and railway tracks should differ from the pavement structure in sections approaching the crossing. The pavement structure at at-grade crossings is recommended to have greater strength than the pavement structure on existing road sections, such as the use of rigid concrete pavements (Prasarana, 2004). In this research, the road pavement at the JPL 136 at-grade crossing in Madiun City is planned to use rigid cement concrete pavement, with the construction calculation using the cement concrete pavement planning method (Ministry of Public Works and Housing, 2003). After analysis, a rigid cement concrete pavement construction with a thickness of 150 mm, a compressive strength of 35 MPa, longitudinal reinforcement D16-170, and transverse reinforcement D12-100 with BJTS 420 A type was obtained.
Pengujian XRF dan Kandungan Lignoselulosa pada Serat Pelepah Salak dari Kabupaten Bojonegoro dengan Perlakuan Alkali NaOH 5% Apriliani, Nurul Fitria; Leliana, Arinda; Astuti, Septiana Widi; Aghastya, Adya; Puspitasari, Armyta
Blend Sains Jurnal Teknik Vol. 4 No. 3 (2026): Edisi Januari
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/blendsains.v4i3.1539

Abstract

Pengembangan serat alami telah dilakukan secara luas karena serat alami memiliki banyak keunggulan dibandingkan serat sintetis, seperti massa yang lebih ringan, mudah diperoleh, relatif murah, ramah lingkungan, dan melimpah di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik serat alami dari pelepah salak yang meliputi komposisi unsur dan lignoselulosanya. Penelitian ini merupakan studi pendahuluan sebagai tahap awal sehingga diharapkan serat salak dapat digunakan sebagai penguat komposit. Metode pengujian yang digunakan adalah XRF dan Cheson-Datta. Salak dapat dimanfaatkan biji, kulit, dan pelepahnya. Material komposit dengan penguat serat alami, termasuk pelepah salak, dapat diaplikasikan pada komponen bangunan, suku cadang otomotif, dan kerajinan tangan. Serat disintesis dari pelepah salak dan kemudian diolah dengan larutan alkali NaOH 5% untuk menghilangkan kandungan ligninnya. Pengaruh perlakuan alkali pada serat pelepah salak adalah serat memiliki warna yang lebih gelap, bentuk yang lebih teratur, dan diameter yang lebih kecil dibandingkan serat tanpa proses perendaman. Komposisi serat batang salak setelah pengujian dengan XRF (X Ray Fluorescence) mengandung 53,9% CaO, 15,2% MnO, 15% SiO2, dan senyawa lain dalam persentase kecil. Hasil perhitungan lignoselulosa menggunakan metode Chesson-Datta pada serat batang salak menunjukkan bahwa kandungan selulosa adalah 54,89%, kandungan hemiselulosa adalah 15,53% dan kandungan lignin adalah 12,10%. Dengan kandungan selulosa ini, maka serat pelepah salak dari kabupaten Bojonegoro berpeluang untuk menjadi serat penguat komposit dengan sifat mekanis yang baik.
Managing Safety Risks at Uncontrolled Rail Crossings: The Case of JPL 87 KM 29+745 in Bekasi City Nurhadi, Muhamad; Astuti, Septiana Widi; Suryandari, Mega; Dewi, Puspita; Yuanda Patria Tama
Jurnal Penelitian Sekolah Tinggi Transportasi Darat Vol 16 No 1 (2025): June 2025
Publisher : Politeknik Transportasi Darat Indonesia - STTD Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55511/jpsttd.v16i1.723

Abstract

A level crossing is an intersection between a road and a railway line where the intersection is in a horizontal plane. To improve safety in railway operations, it is necessary to monitor both infrastructure, facilities, traffic and human resources. The level of safety is the main factor that is taken into consideration by service users when choosing the mode of transportation to use. Whether on land, sea or air, safety always comes first. Safety is an absolute factor that must be present in every situation, including rail transportation itself. There needs to be collaboration between parties to achieve safety at level crossings. Every level crossing has certain risks. Risk cannot be eliminated, but can be controlled. Risk control is the process of responding to and treating risks, as well as follow-up plans (Hanafi, 2006). It is necessary to identify risks as a basis for steps that must be taken by the relevant parties so that they can be controlled to reduce accidents at level crossings.