Claim Missing Document
Check
Articles

Edukasi Pemberian Mp-Asi Berkualitas Untuk Mencegah Stunting Pada Bayi di Posyandu Belemong Desa Penujak Wilayah Kerja UPT Puskesmas Penujak Azmi, Lailia; Ratna Utami; Seniawati; Gladeva Yugi Antari
SAMBARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2026): Januari
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/sambarapkm.v4i1.1268

Abstract

Stunting merupakan permasalahan gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan kualitas sumber daya manusia. Salah satu faktor risiko utama terjadinya stunting adalah dengan melakukan pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi bayi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu dalam pemberian MP-ASI berkualitas sebagai upaya pencegahan stunting pada bayi usia 6–24 bulan. Kegiatan dilaksanakan pada 1 Desember 2025 di Posyandu Belemong, Desa Penujak, dengan 30 ibu balita dan kader posyandu. Metode meliputi penyuluhan, diskusi, demonstrasi pembuatan MP-ASI, dan modul menu berbasis bahan lokal. Rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 58 menjadi 85 (peningkatan 47%), dengan kategori “baik” naik dari 10% menjadi 70%, “cukup” menjadi 30%, dan “kurang” menjadi 0%. Hasil ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai bahan bergizi, teknik pengolahan, penyesuaian porsi sesuai usia bayi, serta prinsip kebersihan dan keamanan pangan. Secara teoritis, kegiatan ini memperkuat konsep bahwa edukasi gizi berbasis praktik langsung dan pemanfaatan pangan lokal merupakan pendekatan efektif dalam mendorong perubahan perilaku ibu serta mendukung upaya promotif dan preventif pencegahan stunting di tingkat komunitas.
Inovasi Pangan Lokal Berbasis Pisang: Strategi Pemberdayaan Masyarakat Pemenang Lombok Utara menuju Produk Berdaya Saing Aini, Diah Miftahul; Antari, Gladeva Yugi; Isnaeni, Sri Laela; Jumadil, Jumadil; Saputra, Firman Abadi
Sinergi dan Harmoni Masyarakat MIPA Vol. 2 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/sinonim.v2i1.6654

Abstract

Banana is an abundant commodity in Lombok, and its processing into value-added products requires community empowerment strategies to ensure the production of high-quality products.This community service activity aims to empower the community in Pemenang, North Lombok, by developing banana-based processed product innovations, especially banana chips, to improve the welfare and competitiveness of local products. The problems faced by the community include the low added value of banana agricultural products, non-standard processing techniques, and limited understanding of food safety, packaging, and certifications such as halal and Good Manufacturing Practice (GMP). This activity was carried out through technical training on banana chip processing, attractive packaging design, and the socialization of food safety standards and certification processes. The results showed increased production skills, awareness of the importance of legality and food safety, and community readiness to develop a competitive local processed-based business. This activity is the first step to building community economic independence based on local potential integrated with industry standards.
OPTIMALISASI FUNGSI KELUARGA DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN DINI Yulastini, Fitria; Antari, Gladeva Yugi; Hidayati, Diah Ulfa; Jupriadi, Lalu; Fajriani, Evalina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23376

Abstract

Abstrak: Indonesia berada pada peringkat kedelapan angka tertinggi dari masalah pernikahan dini. Pencegahan usia pernikahan dini oleh negara yaitu dengan memfokusakan pada perlindungan anak dan promosi kesehatan guna meningkatkan peran orang tua dalam pendidikan anak. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai optimalisasi fungsi keluarga dalam pencegahan pernikahan dini. Kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Dompu dengan sasaran tokoh masyarakat, tokoh agama, remaja beserta orang tuanya yang berkoordinasi dengan 1 mitra yaitu Desa Bakajaya. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam bentuk promosi kesehatan menggunakan metode ceramah dan media leaflet.Evaluasi dilakukan dengan review kemampuan peserta sebelum dan setelah dilakukan promosi kesehatan. Berdasarkan evaluasi kegiatan didapatkan peningkatan pengetahuan tentang dampak pernikahan dini 57,4% menjadi 87,5%.Abstract: Indonesia is ranked eighth in terms of the problem of early marriage. The prevention of early marriage by the state is done by focusing on child protection and health promotion to increase the role of parents in children's education. This community service activity aims to increase public knowledge and understanding regarding optimizing family functions in preventing early marriage. This activity was carried out in Bakajaya Village, Woja subdistrict, Dompu Regency, targeting community leaders, religious leaders, teenagers, and their parents in coordination with one partner, Bakajaya Village. This community service activity is carried out through health promotion using lecture methods and leaflet media. Evaluation is done by reviewing participants' abilities before and after health promotion. Based on the activity evaluation, it was found that knowledge about the impact of early marriage increased by 57.4% to 87.5%. 
EDUKASI DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM PADA WANITA USIA SUBUR DI KELURAHAN SAMAPUIN KABUPATEN SUMBAWA Luh Putu Sri Yuliastuti; Gladeva Yugi Antari
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 2 No. 2 (2022): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v2i1.367

Abstract

Cancer of the cervix or cervix is ​​the second most common cancer in women living in less developed areas. Prevention that can be done for cervical cancer include delaying sexual activity, using barrier contraception, using the HPV vaccine and screening/early detection. The purpose of this activity is to provide insight to women of childbearing age about early detection of cervical cancer in Samapuin Village, Sumbawa Regency. This service activity plan is carried out with lectures and discussions. This activity was carried out for 1 day on May 20, 2022. The participants of the activity were 10 women of childbearing age located in Samapuin Village, Sumbawa Regency. The achievement of the material in general is good, seen from the evaluations carried out on the participants. So it can be concluded that the purpose of this service activity has been achieved.
PENDIDIKAN KESEHATAN DAN PELATIHAN PIJAT BAYI DAN BALITA SEBAGAI BENTUK STIMULASI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN ANAK Nudhira, Uyunun; Luh Putu Sri Yuliastuti; Ana Lestari; Gladeva Yugi Antari
JURNAL ABDI MERCUSUAR Vol 1 No 1 (2021): Jurnal ABDI MERCUSUAR
Publisher : LPPM Universitas MERCUBAKTIJAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36984/jam.v1i1.192

Abstract

Latar Belakang : Masa lima tahun pertama kehidupan merupakan suatu periode emas pertumbuhan dan perkembangan anak. Peran orangtua dalam masa ini sangat penting dalam mendukung dan menstimulasi tumbuh kembang anak. Salah satu cara membantu proses pertumbuhan dan perkembangan serta sebagai bonding attachment antara ibu dan anak adalah dengan melakukan pijat pada bayi dan balita merupakan pelayanan komplementer kebidanan yang dikenal sebagai terapi sentuhan tertua telah dikenal memiliki manfaat yang banyak terhadap pertumbuhan dan perkembanagan anak. Pengabdian ini dilakukan untuk membantu ibu agar dapat melakukan pijat bayi dan balita secara mandiri. Metode : Pengabdian ini dilaksanakan di desa Pungka Kecamatan Unter Iwes pada hari Selasa 15 Desember 2020 dengan diikuti 19 peserta. Metode yang digunakan dengan cara memberikan komunikasi informasi edukasi, tentang pijat bayi dan balita, kemudian dilanjutkan dengan mempraktikkan metode pijat bayi dan balita secara langsung kepada ibu dan kader di desa Pungka. Hasil: Dari pengabdian yang dilakukan Ibu-ibu antusias melakukan tanya jawab, memahami dan mampu menjelaskan serta mempraktikkan kembali manfaat dari pijat bayi dan balita, kapan harus dilakukan dan praktik pijat bayi dan balita.
Pengabdian Kebidanan Komunitas pada Ny. “H” dengan Bendungan ASI di Lombok Tengah Sri Ramdani, Destri; Antari, Gladeva Yugi; Sulantri, Baiq Sri
Indonesia Berdampak: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-JUNI 2026
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/qma68r59

Abstract

  Breast milk engorgement is a common problem experienced by postpartum mothers, particularly during the early puerperium period, and may lead to complications such as mastitis, decreased milk production, and ineffective breastfeeding if not properly managed. This community service activity aimed to improve maternal knowledge and skills in managing breast milk engorgement through comprehensive midwifery care. The activity was conducted using the Varney midwifery management approach, including assessment, diagnosis, planning, implementation, and evaluation. The subject of the activity was a postpartum mother on day three with breast engorgement. Interventions included health education about breast engorgement, demonstration of correct breastfeeding techniques, breast care education, warm compresses before breastfeeding, cold compresses after breastfeeding, breast massage, and encouraging frequent breastfeeding every two hours. Monitoring was conducted for two days to evaluate maternal condition and breastfeeding effectiveness. The results showed measurable improvements, including reduced breast pain, decreased breast tension, smoother milk flow, and increased breastfeeding frequency from 3–4 times per day to 8–10 times per day. Additionally, the mother was able to demonstrate correct breastfeeding techniques independently, and no complications such as mastitis were observed. These findings indicate that individualized education combined with practical demonstrations effectively improves maternal skills and resolves breast engorgement. The implementation of comprehensive midwifery care using the Varney management approach proved effective in preventing complications and improving breastfeeding outcomes in postpartum mothers.