Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pemberdayaan “Komunitas Belajar” (Learning Community) Bagi Guru Untuk Meningkatkan Inovasi Pembelajaran Laeli, Anita Fatimatul; Dzarna, Dzarna; Eurika, Novy; Priantari, Ika; Hanafi, Hanafi
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 3 (2025): Edisi Juli - September
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v6i3.6011

Abstract

Program Kemitraan ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dan kesadaran guru tentang pentingnya komunitas belajar sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan inovasi pendidikan. Pelaksanaan program dibagi menjadi dua tahap utama: pendampingan guru dan pendampingan PIC sekolah. Pada tahap pertama, guru diberikan pelatihan berbasis alur MERRDEKA yang disesuaikan, meliputi refleksi diri, eksplorasi konsep, kolaborasi, demonstrasi, dan aksi nyata. Sedangkan pada tahap kedua, PIC sekolah didampingi untuk menyusun tahapan optimalisasi komunitas belajar yang melibatkan pembentukan tim kecil, penciptaan komitmen bersama, hingga berbagi praktik baik melalui PMM (Platform Merdeka Mengajar). Program ini berhasil meningkatkan pemahaman guru tentang komunitas belajar, terbukti dari peningkatan hasil post-test yang menunjukkan peningkatan rata-rata nilai pemahaman. Para guru juga berhasil menyusun rencana tindak lanjut untuk mengintegrasikan komunitas belajar dalam aktivitas sekolah. Bagi PIC sekolah, pendampingan menghasilkan pedoman operasional yang lebih terstruktur untuk keberlanjutan program. Dampak jangka panjang yang diharapkan adalah penguatan kompetensi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran berbasis kolaborasi di SMK Islam Bustanul Ulum.
EFEKTIVITAS PENDEKATAN PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOLABORASI SISWA Reswari, Bulqis Banawati; Dzarna, Dzarna; Anggraeni, Astri Widyaruli
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 2 (2025): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i2.574-581

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Project Based Learning model in improving students' collaboration skills. PJBL is a learning approach that emphasizes group project work, where students are involved in in-depth exploration of a real problem. This study encourages students to communicate, share tasks fairly and solve problems collectively so that they are able to develop essential collaboration skills in the academic and professional world. Through literature studies and empirical research results, it was found that the PJBL approach contributed significantly to improving students' abilities in dividing tasks fairly, interacting intensively, and sharing responsibilities in a team. Thus, the implementation of PJBL can be an effective strategy in improving students' collaboration skills and creating a more active and meaningful learning environment that is beneficial for future life.
PEMBELAJARAN TEKS NEGOSIASI BERMUATAN KEARIFAN LOKAL PADA SISWA KELAS X SMAN PAKUSARI Yudha, Putri Adinda; Dzarna, Dzarna; Amilia, Fitri
PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran) Vol 8, No 3 (2025): PeTeKa (Jurnal Penelitian Tindakan Kelas dan Pengembangan Pembelajaran)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/ptk.v8i3.894-901

Abstract

This study aims to describe the implementation of negotiation text learning integrated with local wisdom among tenth-grade students at SMAN Pakusari. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, interviews, and documentation. Data analysis followed the interactive model proposed by Miles and Huberman, consisting of three main stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results revealed that teachers incorporated local cultural contexts—such as community deliberations, traditional market transactions, and family interactions—into the negotiation text learning activities. This approach positively influenced students’ understanding, engagement, and character development by reinforcing cultural values such as politeness, mutual cooperation, and tolerance. Despite some challenges, including students' difficulties in distinguishing negotiation texts from other types and organizing complete text structures, the integration of local wisdom proved effective in enhancing the quality of Indonesian language learning. This research recommends the development of contextual teaching materials based on local culture to improve literacy while preserving cultural values in education.
Representasi Nilai-Nilai Keluarga dalam Film pendek Es Krim Terakhir dari Ayah di MOP Channel: Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce Zakiyah, Nurul Lailatuz; Vardani, Eka Nova Ali; Dzarna, Dzarna
JP-BSI (Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia) Vol 10, No 2 (2025): VOLUME 10 NUMBER 2 SEPTEMBER 2025
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/jp-bsi.v10i2.7710

Abstract

This research aims to describe the representation of family values in the short film The Last Ice Cream from Dad through Charles Sanders Peirce's semiotic approach. The qualitative descriptive method was employed, with data collection techniques including comprehensive observation of the film, recording scenes and dialogues containing family values, and identifying the semiotic signs such as icons, indices, and symbols used within the film. Data was systematically recorded on data sheets and analyzed through data reduction, data presentation, and interpretation of meaning based on visual and verbal context in the film. The results indicate that the film effectively represents family values such as honesty, responsibility, hard work, discipline, and affection through the use of semiotic signs that form a strong visual and emotional narrative. These values are depicted through interactions of characters, visual symbols, and meaningful dialogues, emphasizing the significant role of family and the father figure in shaping moral and social character. This study concludes that films, especially short films, can serve as effective educational tools in instilling and strengthening family values within society. The findings support the development of character education media oriented towards family and cultural values to enhance the quality of character education in the nation.
Kata-Kata Tabu Bahasa Madura: Strategi Komunikasi Khas Madura Faizi, Ahmad Faizi; Moh. Ahsan Shohfur Rizal; Dzarna, Dzarna
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i2.3409

Abstract

Beragam kata dan ungkapan yang digunakan seseorang di dalam berkomunikasi satu dengan yang lain, beragam cara yang mereka gunakan untuk mengungkapkan rasa maupun maksud yang mereka rasakan ketika berkomunikasi satu dengan yang lain. Kata maupun ungkapan tabu menjadi salah satu pilihan unik yang sering digunakan ketika mereka berkomunikasi. Penelitian ini merupakan kajian etnolinguistik yang bertujuan mendeskripsikan dan menginterpretasikan bentuk, makna, dan penggunaan kata-kata tabu yang digunakan pada aktivitas sehari-hari oleh masyarakat Madura di Desa Liprak Wetan Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo. Data dalam penelitian ini berupa sekelompok kata yang dianggap tabu sesuai adat kebiasaan masyarakat sekitar. Data tersebut dikumpulkan melalui metode simak catat dan dilengkapi dengan penggunaan intuisi kebahasaan penulis. Ada beberapa kata yang digunakan masyarakat Liprak Wetan dalam komunikasi sehari-hari. Kata tabu tersebut digolongkan menjadi beberapa bagian, yaitu: kata tabu yang berhubungan dengan binatang, anggota tubuh manusia, seks, agama, kematian, dan ekskresi. Dalam penelitian ini ditemukan tujuh kata yang berhubungan dengan anggota tubuh manusia, lima kata yang berhungan dengan binatang, tujuh kata yang berhubungan dengan seks
Ideologi dan Kekuasaan Berita Pelarangan Transaksi di Tiktok Shop: Analisis Wacana Kritis Theo Van Leeuwen Agus Milu Susetyo; Dzarna, Dzarna
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4352

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan ideologi dan kekuasaan di pemberitaan mengenai pelarangan sosial media TikTok Shop. Permasalahan tersebut di analisis secara kritis dengan pendekatan Theo Van Leeuwen yaitu (Social Actors Approach/SAA). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menggunakan pendekatan analisis wacana kritis. Materi penelitian yang merupakan data yang dicari adalah kata, frasa, kalimat dan kalimat yang berkaitan dengan model analisis wacana kritis Theo van Leeuwen. Sumber data penelitian ini adalah media massa digital kompas.com, kontan.co.id, dan belitung.tribunnews. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi, baca simak dan pencatatan. Teknik analisis memiliki tahapan reduksi, penyajian dan penyimpulan. Berdasarkan analisis data peneliti memperoleh beberapa simpulan. (a) Jenis inklusi yang dipakai adalah pasivasi, nominaslisasi dan penggantian anak kalimat. Sementara itu, strategi eksklusi yang dipakai adalah deferensiasi-indeferensiasi, objektivikasi-abstraksi, nominasi-kategorisasi, nominasi-indentifikasi dan determinasi-indeterminasi. (b) Terlihat bahwa produsen teks memperlihatkan adanya keberpihakan kepada aktor atau kelompok yang dominan, dimana adalah pemerintah dan kementerian perdagangan (c) Dengan alasan tertentu atau kekurangan akan informasi produsen teks menggunakan strategi abstraksi dalam menyebutkan para korban dan kerugian finansial berkat aplikasi TikTok Shop.
Studi Komparatif Strategi Pembelajaran Inovatif: CRL., TaRL., dan DL. Muhammad Binur Huda; Ahmad Faizi; Bagus Bayu Saputra; Dzarna, Dzarna
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.5236

Abstract

strategi yang sering digunakan dalam pembelajaran kontekstual. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi teknik yang efektif dalam ketiga strategi ini. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, penelitian ini mendengarkan dan menganalisis berbagai artikel penelitian tentang ketiga strategi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CRT, TaRL., dan DL. memiliki persamaan dan perbedaan dalam penerapannya. Ketiganya sama-sama menyajikan pembelajaran kontekstual sesuai dengan latar belakang dan kebutuhan siswa, namun perbedaannya adalah CRT berfokus pada adaptasi pembelajaran dengan latar belakang budaya siswa, TaRL berfokus pada adaptasi pembelajaran dengan tingkat pengetahuan siswa, dan DL berfokus pada pemahaman mendalam tentang siswa. berbagai konsep sedang dipelajari. Ketiga strategi ini dapat dikolaborasikan untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dengan berbagai skenario yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Pemetaan Kegiatan Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Di Kelas Oleh Guru SMA Dzarna, Dzarna; Fatimatul Laeli, Anita; Eurika, Novy
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi Mei- Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i3.3216

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi adalah usaha untuk menyesuaikan proses pembelajaran di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajar individu setiap peserta didik. Dalam pembelajaran berdiferensiasi, guru harus memahami dan menyadari bahwa tidak ada hanya satu cara, metode, strategi yang dilakukan dalam mempelajari suatu bahan pelajaran Oleh karena itu, sangatlah penting bagi guru untuk memahami konsep, prinsip dan strategi pembeljaran berdiferensiasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Program Kemitraan Masyarakat ini akan dilaksanakan di kecamatan Wuluhan Jember bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan yang bernaung di amal usaha Muhammadiyah (AUM). Program kegiatan ini akan dilaksanakan dalam bentuk pelatihan dengan 4 topik utama yaitu Materi tentang (1) pemahaman Prinsip dari pembelajran berdiferensiasi (2) entang pemetaan kebutuhan belajar peserta didik yang berbeda, (3) tentang analisis penerapan 3 strategi diferensiasi (yaitu: diferensiasi konten, proses, dan produk), dan (4) strategi mengimplementasikan Modul Ajar berdiferensiasi dalam konteks pembelajaran di kelas. Hasil program kemitraan masyarakat ini adalah para guru memiliki pemahaman yang tepat tentang pembelajaran berdiferensiasi dan mempraktikkan dengan benar pada modul ajar yang dibuat. Hasil dari kegiatan ini membantu para guru SMA Muhammadiyah 02 yang ada di kecamatan Wuluhan untuk meningkatkan kompetensi dirinya sehingga akan berdampak positif bagi siswa dalam memanfaatkan mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaran
Penyimpangan Kesantunan Berbahasa di Lingkungan Sekolah Karisma, Frischa Azhim; Anggraeni, Astri Widyaruli; Dzarna, Dzarna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkarakterisasi tipe kesantunan berbahasa yang dihasilkan dalam kegiatan belajar mengajar SD Sukorambi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Hal ini menyoroti kualitas informasi yang dihasilkan oleh data deskriptif yang didasarkan pada informasi faktual yang relevan dengan lapangan. Metode pencatatan dan pencatatan digunakan dalam proses pencatatan. Guru dan anak di SDN Sukorambi 3 Jember dijadikan sebagai subjek penelitian. Tujuan pertama penelitian ini adalah mengkarakterisasi jenis penyimpangan kesantunan berbahasa; yang kedua adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan berkembangnya penyimpangan pembelajaran di SD Negeri Sukorambi 3 Jember; yang ketiga adalah untuk menentukan dampak penyimpangan ini terhadap ucapan siswa selama pengajaran. Temuan penelitian ini mendukung hipotesis Leech dengan menunjukkan bagaimana menggunakan isyarat kesopanan linguistik dalam pertemuan belajar mengajar. Variasi etika berbahasa dalam pengajaran dan pembelajaran berbicara disebabkan oleh tiga faktor: (1) penutur atau penutur; (2) pendengar atau lawan bicara; dan (3) perubahan konteks. Temuan penelitian yang dilakukan di SD Negeri Sukorambi 3 menunjukkan bahwa sesuai dengan teori Leech, bentuk-bentuk penyimpangan linguistik di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut: (1) maksim kebijaksanaan, (2) maksim kemurahan hati, (3) maksim hormat, (4) maksim kesederhanaan, (5) maksim persetujuan, dan (6) maksim simpati.
Mimesis dalam Novel Layangan Putus Febiana, Adelia Puspa; Amilia, Fitri; Dzarna, Dzarna
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisa mimesis dalam novel Layangan Putus karya Mommy ASF, dengan fokus pada kesamaan antara latar dan konflik yang digambarkan dalam novel dan peristiwa nyata. Mimesis, yang secara klasik dipahami sebagai peniruan realitas dalam karya sastra, menjadi alat penting untuk mengeksplorasi bagaimana karya sastra ini mencerminkan kehidupan nyata, khususnya dalam hal perselingkuhan dan dinamika rumah tangga. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengidentifikasi kesamaan antara cerita fiksi dan kejadian-kejadian aktual yang sering kali diberitakan di media massa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel ini tidak hanya berhasil menciptakan narasi yang menggugah secara emosional, tetapi juga merefleksikan isu-isu sosial kontemporer yang dihadapi oleh masyarakat. Kesamaan dalam latar tempat dan konflik memperkuat relevansi cerita dengan kehidupan nyata, sehingga memperdalam pengalaman pembaca. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kajian sastra Indonesia kontemporer, khususnya dalam penerapan teori mimesis.