Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Kualifikasi Intrinsik Sekretaris Sektor Usaha Telekomunikasi Selfiana Selfiana; Siti Rahmawati
Jurnal Serasi Vol 17, No 2 (2019)
Publisher : Akademi Sekretari Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Organisasi yang profesional membutuhkan karyawan yang cerdas, kreatif dan mampu melakukan inovasi. Tantangan para pekerja semakin berat di era revolusi industri 4.0. Pergerakan teknologi dan bisnis yang sangat cepat berdampak pada kecepatan pimpinan dalam bekerja dan mengambil keputusan. Oleh karena itu, pimpinan membutuhkan sekretaris yang memiliki kualifikasi yang dibutuhkan untuk menunjang tugas dan tanggungjawabnya sebagai pengambil keputusan. Para sekretaris sebagai tangan kanan pimpinan, dalam penyelesaian pekerjaan dan tugasnya, harus memiliki kualifikasi ekstrinsik dan intrinsik. Kualifikasi ekstrinsik meliputi kepribadian, keahlian, keterampilan, dan pengetahuan yang dimiliki oleh sekretaris yang dapat menunjang penyelesaian tugas-tugasnya. Kualifikasi intrinsik adalah kualifikasi alamiah yang dimiliki oleh sekretaris. Potensi tersebut akan muncul secara alami dari diri sekretaris tersebut, sehingga kredo “the right secretary in the right place” dapat diwujudkan pada posisi ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualifikasi intrinsik yang dimiliki oleh para sekretaris dan memetakan potensi tersebut untuk mengidentifikasi potensi terkuat yang dimiliki oleh para sekretaris top manajemen yang bekerja di sektor telekomunikasi. Penelitian ini menggunakan metode talent mapping yang terdiri dari empat klaster yaitu klaster relating, klaster striving, klaster thinking dan klaster influencing. Hasil asesmen dipetakan dan ditabulasikan menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden memiliki bakat dominan developer, discipline, responsiblity, empathy, connectedness, includer, strategic, analytical, input, belief, empathy, adaptability, relator,positivity, communication. Kata-kata Kunci: talent mapping, kualifikasi, sekretaris.
HUBUNGAN INTERPERSONAL DALAM MEMBENTUK KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI YANG EFEKTIF DAN KEBERHASILAN PERAN SERTA TUGAS — TUGAS SEKRETARIS Selfiana Selfiana
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Administrasi Kantor Bina Insani
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Komunikasi antarpribadi yang efektif ditandai dengan hubungan interpersonal yang baik. Suatu hubungan interpersonal yang berkualitas memungkinkan orang-orang yang terlibat terbuka dalam mengungkapkan dirinya sehingga makin cermat persepsinya tentang diri sendiri dan orang lain yang mana hal tersebut berujung pada semakin efektifnya komunikasi antarpribadi yang terbentuk. Sekretaris yang profesional dituntut untuk memiliki kesadaran menjalin hubungan interpersonal. Hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas berkomunikasi dalam rangka memahami isi pesan, melakukan suatu tindakan yang sesuai dengan yang dikehendaki oleh pengirim pesan. Kata Kunci : hubungan interpersonal, komunikasi antarpribadi, tugas-tugas sekretaris. Abstract: Effective interpersonal communication is characterized by good interpersonal relationships. A qualified interpersonal relationship allows the people involved to open up in expressing themselves so that their perceptions about themselves and others more closely reflect the increasing effectiveness of interpersonal communication. A professional secretary is required to have awareness of interpersonal relationships. This is done to improve the quality of communicating in order to understand the contents of the message, perform an action in accordance with the desired by the sender of the message. Keywords: interpersonal relationships, interpersonal communication, secretarial tasks.
Kompetensi Sekretaris Terkini Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0 Di Sepuluh BUMN Indonesia Selfiana Selfiana
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Administrasi Kantor (Desember 2018)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.405 KB)

Abstract

Abstrak: Sekretaris era revolusi industri memiliki tantangan baru dewasa ini. Pekerjaan manusia akan digantikan dengan mesin. Peluang bagi sekretaris di era ini adalah kemampuan beradaptasi di bidang teknologi. Pekerjaan sekretaris akan semakin terbantu dengan kecakapan para sekretaris profesional di bidang teknologi. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data persyaratan yang harus dipenuhi oleh calon pelamar posisi sekretaris BUMN di Indonesia. Sumber data berasal dari jobloker, trovit dan newjobvacancy dan iklan lowongan pekerjaan lainnya. Hasil penelitan menunjukkan kemampuan berkomunikasi menjadi kompetensi yang penting untuk dapat bekerja di BUMN, terutama kemampuan berbahasa Inggris. Sekretaris yang memiliki fleksibilitas yaitu kemampuan beradaptasi dengan mudah di pekerjaannya dan memiliki sikap positif dibutuhkan oleh BUMN. Penampilan yang menarik, motivasi yang tinggi untuk mencapai kinerja terbaik mereka, sangat dibutuhkan. Selain itu BUMN juga membutuhkan sekretaris yang memiliki kemampuan organisasional yaitu kemampuan mengorganisasi tugas - tugasnya dengan efektif dan cepat. Namun keahlian di bidang penguasaan teknologi tidak menjadi kompetensi yang disyaratkan oleh BUMN. Kata Kunci: Kompetensi, Revolusi industri 4.0, Sekretaris. Abstract: The secretary of the industrial revolution era has new challenges today. Human work will be replaced with a machine. The opportunity for secretaries in this era is adaptability in the field of technology. Secretarial work will be increasingly helped by the skills of professional secretaries in the field of technology. This study uses secondary data, namely data requirements that must be fulfilled by prospective applicants for BUMN secretary positions in Indonesia. Data sources come from jobloker, trovit and newjobvacancy and other job advertisements. Research results show that communication skills are an important competency to be able to work in a BUMN, especially in English. The secretary who has flexibility is the ability to adapt easily to his work and has a positive attitude needed by BUMN. Attractive appearance, high motivation to achieve their best performance, is needed. In addition, it also requires a secretary who has organizational capabilities, namely the ability to organize tasks effectively and quickly. But expertise in the field of mastering technology is not a competency required by BUMN. Keywords: Competencies, Revolution industry 4.0, Secretary.
Budaya Organisasi Mempengaruhi Employee Engagement Di Perusahaan KontraktorTelekomunikasi Alihan Perusahaan Jepang Selfiana Selfiana
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Administrasi Kantor (Desember 2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.273 KB)

Abstract

Abstrak: Budaya perusahaan kontraktor telekomunikasi Jepang tidak tampak diadopsi oleh perusahaan Indonesia sejenis alihan perusahaan Jepang. Mayoritas karyawan adalah orang - orang yang telah berpengalaman di bidangnya dan pernah menjalani cara kerja mengikuti budaya perusahaan Jepang, namun nilai nilai positif yang pernah mereka jalani saat mereka bekerja di perusahaan Jepang tidak terlihat di perusahaan alihan tersebut. Karyawan cenderung bersikap pasif, mementingkan kepentingan pribadi, terlambat datang kekantor, menunda penyelesaian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh budaya organisasi terhadap employee engagement di perusahaan Indonesia alihan perusahaan Jepang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Harapan: mengukur pengaruh budaya organisasi terhadap employee engagement, menghasilkan kebijakan perusahaan untuk meningkatkan employee engagement, peningkatan kualitas sumber daya manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara budaya organisasi dengan employee engagement yang ditunujukkan dengan nilai r = 0,377. Kontribusi yang disumbangkan budaya organisasi (X ) terhadap employee engagement (Y) sebesar 0,142. Artinya pengaruh budaya organisasi terhadap employee engagement adalah sebesar 14,2%, sisanya sebesar 85,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Kata kunci: budaya organisasi, employee engagement, sumber daya manusia Abstract: Indonesian diverted Japanese telecommunication contractor companies do not seem to adopt the company culture of their Japanese counterpart. Their majority of employees are persons who are experienced in their fields and are familiar with the way of working according to the Japanese corporate culture, but the positive values that they have adopted are not seen anymore within the redirected companies they are currenctly in. Employees tend to be passive, prioritizing individual interests, late in coming to the office, and delaying completion of work. This study aims to examine the influence of organizational culture on employees engagement in Indonesian diverted Japanese companies. The method used in this research is quantitative method. Measuring the influence of organizational culture on employee engagement hopes to result an increase of employee engagement and human resources quality through company policy. Research result showed positive relation between organizational culture and employee engagement with r value of 0.377. Contribution of organizational culture (X) on employee engagement (Y) is 0,142. This means that the influence of organizational culture on employee engagement is 14.2%, while the remaining 85.8% is influenced by other factors. Keywords: organization culture, employee engagement, human resources.
ETIKA PROFESI SEKRETARIS YANG BERLANDASKAN PANCASILA Selfiana Selfiana
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Administrasi Kantor Bina Insani
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.917 KB)

Abstract

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia adalah lima asas yang menjadi pedoman berbangsa dan bernegara di Indonesia. Kelima sila tersebut perlu dihayati dan diamalkan oleh seluruh warganegara Indonesia tak terkecuali profesi sekretaris. Sekretaris yang beretika adalah sekretaris yang menjunjung tinggi nilai nilai kejujuran, kesetiaan, tanggungjawab dan dedikasi. Dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya, sekretaris berpedoman pada kode etik sekretaris yang dibuat oleh Ikatan Sekretaris Indonesia. Sepatutnyalah bahwa sekretaris merupakan individu yang pancasilais yaitu sekretaris yang dalam menjalankan tugas dan kewajibannya mengimplementasian kelima sila Pancasila. Seorang sekretaris harus meyakini dan memiliki komitmen kepada Tuhan untuk mewujudkan perilaku yang sesuai dengan perintah Tuhan. Sekretaris diharapkan mampu bekerjasama dengan orang lain serta memelihara dan mengembangkan hubungan dengan mengkedepankan prinsip prinsip kemanusiaan. Melayani dengan hati dan mengkedepankan pelayanan prima. Sekretaris perlu memiliki sifat rela berkorban, sigap dan pekerja keras dan mampu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu sesuai standard yang sudah ditetapkan di tempat ia bekerja dan memiliki kesadaran untuk melakukan perbaikan kualitas diri dan peningkatan ketrampilan dengan selalu mengikuti pelatihan untuk peningkatan kompetensi profesinya. Sekretaris harus dapat menerima sebuah hasil keputusan musyawarah dan melaksanakan dengan tanggungjawab serta dituntut untuk menumbuhkan sikap saling percaya terhadap orang lain. Filosofi sekretaris adalah mengkedepankan perbuatan baik, menghindari perbuatan curang, menipu, memanipulasi data, dan berbohong. Sekretaris dewasa ini kurang menghayati dan mengamalkan filsafat serta pandangan moral Pancasila dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya. Sudah seharusnya bekerja dan berprofesi sebagai sekretaris dapat dijadikan sebagai way of life yang dapat memberikan kepuasan bathin.
Menangani Perjalanan Dinas Dalam Negeri Pimpinan Branch Human Resource Manager PT Indofood Consumer Branded Product Sukses Makmur Tbk - Cibitung Noer Liayana Wati; Selfiana Selfiana
JURNAL ADMINISTRASI KANTOR Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Administrasi Kantor (Juni 2016)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.512 KB)

Abstract

Abstrak: Berdasarkan hasil observasi tentang menangani perjalanan dinas pimpinan BHRM PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk adalah pimpinan BHRM melakukan perjalanan dinas sebanyak sembilan kali di beberapa kota sejak Januari – November 2015 diantaranya di Ancol Jakarta dan Surabaya. Dalam melakukan perjalanan dinas, admin BHRM mempersiapkan tiga hal yaitu persiapan transportasi, persiapan akomodasi dan persiapan keuangan. Persiapan transportasi, pimpinan BHRM lebih sering melakukan perjalanan dinas melalui darat dan udara. Pada saat melakukan perjalanan dinas di Ancol Jakarta, pimpinan BHRM menggunakan kendaraan milik pribadi sehingga admin BHRM tidak perlu menyiapkan transportasi bagi pimpinan BHRM. Sedangkan pada saat pimpinan BHRM melakukan perjalanan dinas di Surbaya, admin BHRM tidak perlu menyiapkan transportasi bagi pimpinan BHRM karena transportasi yang digunakan oleh pimpinan BHRM sudah ditanggung oleh Head Office. Transportasi yang didapatkan oleh pimpinan BHRM pada saat melakukan perjalanan dinas di Surabaya yaitu ketika pimpinan BHRM akan menuju ke bandara Soekarno Hatta transportasi yang digunakan adalah mobil perusahaan, transportasi yang digunakan oleh pimpinan BHRM ketika menuju ke Surabaya adalah pesawat Garuda Indonesia, transportasi yang digunakan dari bandara Juanda menuju ke Hotel Midtown adalah taxi. Dalam persiapan akomodasi admin BHRM tidak menyiapkan penginapan bagi pimpinan BHRM pada saat pimpinan BHRM melakukan perjalanan dinas di Ancol Jakarta. Karena pimpinan BHRM langsung kembali ke kota asal setelah pimpinan BHRM selesai melakukan perjalanan dinas di Ancol Jakarta. Sedangkan pada saat pimpinan BHRM melakukan perjalanan dinas di Surabaya, admin BHRM mengajukan proposal kepada Head Office untuk menanggung fasilitas penginapan bagi pimpinan BHRM ketika melakukan perjalanan dinas di Surabaya selama tiga hari. Dalam persiapan keuangan, pada saat pimpinan BHRM melakukan perjalanan dinas di Ancol Jakarta dan Surabaya. Tugas admin BHRM adalah mengajukan formulir Travel Expense Statement (TES) untuk mengklaim uang saku pimpinan BHRM kepada departemen Accounting. Pada saat pimpinan BHRM melakukan perjalanan dinas di Ancol Jakarta, pimpinan BHRM tidak mendapatkan fasilitas makan dari pihak yang mengundang, sehingga pimpinan BHRM berhak mengajukan formulir Travel Expense Statement (TES) untuk mengklaim uang makan kepada departemen Accounting. Berbeda pada saat pimpinan BHRM melakukan perjalanan dinas di Surabaya. Pimpinan BHRM mendapatkan fasilitas makan tiga kali per hari yang ditanggung oleh Head Office PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk dan admin BHRM tidak perlu mengklaim uang makan pimpinan. Kata kunci: Persiapan Transportasi, Persiapan Akomodasi, dan Persiapan Dokumen dan Keuangan. Abstract: Based on observations on official travel deal led Branch Human Resource Manager PT Indofood Consumer Branded Product Sukses Makmur Tbk is led Branch Human Resource Manager to travel as much as nine times in some cities since January to November, 2015 of them in Ancol Jakarta and Surabaya. In travel agencies, admin Branch Human Resource Manager prepare three things : transportation arrangements, preparation of accommodation and financial preparation. Transportation arrangements, leadership Branch Human Resource Manager more often to travel by land and air. At the time of travel agencies in Ancol, led Branch Human Resource Manager using privately owned vehicles so that admin Branch Human Resource Manager not need to prepare for the leadership Branch Human Resource Manager transportation. While at the time led Branch Human Resource Manager travel agencies in Surabaya, admin Branch Human Resource Manager not need to prepare for the leadership Branch Human Resource Manager transportation because transportation used by the leadership of Branch Human Resource Manager already borne by Head Office. Transportation obtained by the leadership Branch Human Resource Manager during official travel in Surabaya, when leaders Branch Human Resource Manager will be heading to Soekarno Hatta transport used is the car companies, trabsportation used by the leadership BHRM when heading to Surabaya are Garuda Indonesia, the transport used to Airport Juanda toward Midtown Hotel is a taxi. In preparation admin accommodation BHRM not prepare lodging for the leadership when the leadership BHRM travel agencies in Ancol Jakarta. Because Branch Human Resource Manager led directly back to their home towns after completion BHRM leaders to travel in Ancol Jakarta. While at the time led BHRM travel agencies in Surabaya, admin BHRM submitted a proposal to the Head Office to bear the lodging facilities for the leadership BHRM when on business trip in Surabaya for three days. In preparation of finance, at the time led BHRM travel agencies in Ancol Jakarta and Surabaya. Admin tasks BHRM from is filed Travel Expense Statement (TES) to claim the allowance BHRM led to the Accounting department. At the time led BHRM travel agencies in Ancol, BHRM leaders didn’t get the dining facilities of the parties invited, so that leaders from BHRM entitled to submit Travel Expense Statement (TES) to claim a meal allowance to the Accounting department. BHRM different at the time led to travel in Surabaya. Leaders facilities BHRM get three meals per day which is borne by the Head Office of PT Indofood Consumer Branded Product Sukses Makmur Tbk and admin BHRM not need to claim leadership meal money. Keywords: Preoaration Transportation, preparation accommodation, and preparation dokumen and financial.
"PENGELOLAAN MODAL KERJA USAHA MIKRO KECIL “KETAN SUSU YUK!” " Selfiana Selfiana; Rafie Agung Nugroho
Aliansi : Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 18, No 1 (2023): ALIANSI : Jurnal Manajemen dan Bisnis
Publisher : Sekolah Tinggi Manajemen IMMI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46975/aliansi.v18i1.459

Abstract

The purpose of this study was to determine the working capital turnover, cash turnover cycle and sales of "Ketan Susu Yuk." The research was conducted using descriptive qualitative methods and using interview methods to obtain data regarding working capital requirements used by business operations, namely the cash turnover cycle, projected cash needs, sales and activity ratios. The “Ketan Susu Yuk” business sells a menu of processed sticky rice, processed baked bananas and processed fried tempeh. Other supporting menus are various toppings that will be served according to the customer's taste and hot brewed tea drinks. The results showed that the most effective use of cash was in processed baked bananas, namely 3 times with a profit margin of 63%. The owner must innovate in increasing sales of the sticky rice menu.
Habitus Pingitan (Kaghiyaa) Pada Masyarakat Buton Di Desa Laburunci Kecamatan Pasarwajo Selfiana Selfiana; Muhammad Rusli; Darmin Tuwu
Gemeinschaft Vol 5, No 1 (2023): Edisi April
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v5i1.28490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prosesi pingitan (kaghiyaa) pada masyarakat Buton di Desa Laburunci Kecamatan Pasarwajo. Dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, informan penelitian ini yaitu tokoh adat (lebe), tokoh agama, istri tokoh adat, perempuan yang melakukan kaghiyaa, suami dari perempuan yang melakukan kaghiyaa, dan orang tua yang mengkaghiyaa anak perempuanya. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa budaya pingitan (kaghiyaa) terdiri dari beberapa prosesi yaitu prosesi pelaksanaan pingitan (kaghiyaa) pada masyarakat Desa Laburunci terdiri dari tiga tahap yaitu. (a) tahap Persiapan yaitu, tempat kurungan (kasuo), gendang (ganda), persiapan bahan-bahan dalam tempat kurungan seperti kunyit, tepung beras, daun pacirangga (daun pewarna kuku), tikar, sarung, dan kamparanga (piring yang berisikan daun siri, roko, pinang dan kapur), pakaian adat buton. (b). Tahap pelaksanaan yaitu, prosesi awal masuknya yaitu mandi (pehbaho) dan dikasih duduk (pihoraa), keluarnya perempuan yang dipingit (polimbaa). (c). Tahap penutup yaitu tarian linda.
KOMUNIKASI BISNIS MENGGUNAKAN PESAN BISNIS PERSUASI DI MEDIA FACEBOOK Selfiana, Selfiana; Yanti, Erna Dwi Pitri; Nurlela, Ella; Aji, Ditya Saputro
Efisiensi : Kajian Ilmu Administrasi Efisiensi Vol. 19 No. 2 Agustus 2022
Publisher : Departemen Pendidikan Administrasi FEB Universitas Negeri Yogyakarta & ASPAPI PUSAT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/efisiensi.v19i2.45543

Abstract

Abstrak:Komunikasi Bisnis Menggunakan Pesan Bisnis Persuasi di Media Facebook. Perkembangan teknologi komunikasi memudahkan manusia untuk mengirim pesan dan bertukar informasi. Masyarakat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk jual beli barang online. Penelitian ini membahas pesan persuasi bisnis pada akun facebook online shop. Akun ini merupakan media promosi bisnis online, dan media komunikasi para anggota akun dengan konsumennya. Penelitian ini bertujuan mendukung konsep St. Elmo Lewis mengenai AIDA model. Kerangka pesan yang dianalisa menggunakan AIDA model yaitu Attention, Interest, Desire, Action. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pesan tertulis dan visual di akun facebook online shop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan bisnis yang ditulis di grup tersebut efektif dan mampu menarik lebih dari 100.000 penjual online Indonesia. Akun ini menerapkan pesan persuasif menggunakan model AIDA. Namun dari delapan fitur yang di kembangkan, satu fitur tidak dipergunakan secara maksimal, tidak ada informasi apapun yang ditampilkan pada fitur "your item" Apabila dimanfaatkan, maka akan mempersuasi viewer untuk melakukan tindakan. Kata kunci: komunikasi bisnis; pesan persuasi; facebook; AIDA Abstract: Business Communication Using Business Persuasive Messages at Facebook Media. The development of communication technology makes it easier for humans to send messages to each other and exchange information. People use information and communication technology to sell and buy goods online. This study discusses business persuasion messages on the Indonesian online shop Facebook account. This account is a promotional media in online business and a communication medium between Online Shop owners and their consumers. This study contributes to supporting St. Elmo Lewis's concepts regarding the AIDA model. The message framework analyzed using the AIDA model is Attention, Interest, Desire, Action. The qualitative method used in this study is the analysis of written and visual messages contained in the online shop Facebook account. The results showed that the business messages written in the group were effective and were able to attract more than 100,000 online sellers in Indonesia. This account has implemented persuasive messages using the AIDA model. However, of the eight features that were developed, one feature was not used optimally, there was no information displayed on the "your item" feature. If this is used, it will increasingly persuade the viewer to take action.   Keyword: business communication; persuasion messages; facebook; AIDA.
Strategi Penggunaan Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Dalam Ragam Penulisan Metode Penelitian Ilmiah Marhamah, Faila Sufa; Dewi, Inne Miftah; Mahdiana, Yana; Nurhaliza, Tanti Aulia; Supriyadi, Supriyadi; Ramadhan, Gilang; Malik, Muhammad Ridwan; Selfiana, Selfiana
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i3.16699

Abstract

Pendahuluan: Dalam dunia akademik, penggunaan bahasa yang tepat dan sesuai kaidah tata bahasa Indonesia menjadi aspek krusial untuk menyampaikan penelitian secara efektif dan jelas. Studi ini bertujuan untuk memberikan panduan bagi mahasiswa dalam menyusun metode penelitian yang sesuai dengan kaidah linguistik agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan karya ilmiah. Metode: Ceramah, tanya jawab, quiz, diskusi, evaluasi dan dihadiri oleh 34 orang mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa semester satu, tiga, dan lima. Hasil: Mahasiswa mendapatkan pengetahuan dan manfaat mengenai tata bahasa Indonesia yang baik dan benar, penulisan EYD (Ejaan yang Disempurnakan), pemilihan istilah yang tepat, dan struktur penulisan karya ilmiah yang efektif. Kesimpulan: Kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi dan memberikan stimulus pada mahasiswa untuk lebih mengeksplorasi lebih dalam penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar sebagai bagian integral dari sebuah penulisan karya ilmiah, sehingga dapat meningkatkan mutu dan kredibilitas penelitian yang dihasilkan.